AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. September 2025 E-ISSN 2774-8863 Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Masyarakat Desa Dahana Alasa Kabupaten Nias Utara Tahun 2025 Winner Purnama Sari Lahagu1. Bezisokhi Laoli2. Wahyutra Adilman Telaumbanua3. Eka Septianti Laoli4 Universitas Nias. Indonesia winnerlahagu@gmail. com1, bezisokhilaoli@gmail. wahyutelaumbanua@gmail. com3, septianti. laoli@gmail. Submitted: 19th June 2025 | Edited: 24th August 2025 | Issued: 01st September 2025 Cited on: Lahagu. Laoli. Telaumbanua. , & Laoli. Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pendapatan Masyarakat Desa Dahana Alasa Kabupaten Nias Utara Tahun 2025. AKADEMIK: Jurnal Mahasiswa Humanis, 5. , 1691-1700. ABSTRACT The research was motivated by the persistent issue of low income among rural residents, despite various government support programs. This study was conducted to analyze the influence of capital, work experience, and government policy on the income levels of the community in Dahana Alasa Village. North Nias, in 2025. A quantitative research method was employed, using a descriptive analytical approach. The population of the study consisted of 117 residents, from which a simple random sample of 15 respondents was Data were collected through structured questionnaires with closed-ended The findings show that the majority of respondents are farmers . 67%), %), aged between 45Ae60 years . %), and have a basic level of education . lementary and junior high schoo. Capital emerged as the primary obstacle to increasing income. Respondents reported difficulties in obtaining business capital and accessing credit facilities, while existing government capital assistance programs were perceived as uneven and ineffective. Although work experience contributed to decisionmaking and skill development, its impact on income remained limited without sufficient capital support, particularly among farmers. Moreover, government policies were found to be less effective due to inadequate program dissemination and poor access to The study concludes that low income is primarily due to limited capital, ineffective use of work experience, and suboptimal government policy implementation. Recommendations include improving capital access, providing skills training, and enhancing communication of government programs. Keywords: Capital. Work Experience. Government Policy. Community Income. Dahana Alasa Village PENDAHULUAN Pendapatan masyarakat merupakan salah satu indicator utama dalam menilai kesejahteraan dan taraf hidup suatu komunitas. Tingkat pendapatan yang tinggi mencermikan kondisi ekonomi yang lebih baik, sedangkan pendapatan yang rendah dapat menjadi indicator adanya kendala dalam aktivitas ekonomi masyarakat, (Ramadhan et al. Dalam konteks pembangunan pedesaan, pemahaman terhadap faktor faktor yang AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. September 2025 E-ISSN 2774-8863 memengaruhi tingkat pendapatan masyarakat menjadi sangat penting untuk merumuskan kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Pemerintah pusat dan daerah telah mengupayakan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan akses pendidikan, bantuan social, dan program pemberdayaan ekonomi, (Yoshanda, 2. Namun, efektivitas program-program tersebut sangat bergantung pada pemahaman yang menyeluruh terhadap kondisi social ekonomi masyarakat serta faktor faktor yang Desa Dahana Alasa, yang terletak di Kecamatan Alasa. Kabupaten Nias Utara, merupakan salah satu desa dengan karakteristik social ekonomi yang khas. Sebagian besar penduduknya menggantungkan hidup dari sector pertanian, peternakan, perdagangan kecil, dan pekerjaan informal lainnya. Namun demikian, tingkat pendapatan masyarakat di desa ini masih tergolong bervariasi dan cenderung belum merata. Fenomena ini menimbulakn pertanyaan penting mengenai faktor faktor apa saja yang berperan dalam memengaruhi pendapatan masyarakat di wilayah tersebut. Beberapa faktor yang diduga berpengaruh terhadap tingkat pendapatan masyarakat di Desa Dahana Alasa antara lain modal usaha, pengalaman kerja, kebijakan pemerintah. Modal usaha menjadi fondasi utama dalam menjalankan aktivitas ekonomi, baik dalam bentuk alat produksi, tanah, maupun sumber daya lainnya. Masyarakat yang memiliki akses terhadap modal cenderung memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usahanya dan meningkatkan pendapatan. Selain itu, pengalaman kerja berperan dalam meningkatkan keterampilan, efisiensi, dan produktivitas individu. masyarakat yang memiliki pengalaman kerja lebih panjang cenderung mampu mengelola usaha secara lebih optimal, (Febianti et al. , 2. Faktor lainnya adalah kebijakan pemerintah, baik dalam bentuk bantuan social, program pemberdayaan masyarakat, pembangunan infrastruktur, maupun pelatihan kerja, maupun akses terhadap fasilitas pendidikan dan Kebijakan yang tepat sasaran dan berkelanjutan dapat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat desa, (Annisa & Fadli, 2. Dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti, terdapat relevansi dengan penelitian terdahulu, diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Telaumbanua et al. , . dengan judul AuFaktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat di Desa Silima Banua. AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. September 2025 E-ISSN 2774-8863 Kecamatan Tuhemberua. Kabupaten Nias UtaraAy. Latar belakang penelitian ini adalah banyaknya warga Desa Silima Banua mengeluhkan ketimpangan pendapatan yang menyebabkan kesulitan memenuhi kebutuhan hidup. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor penyebab perbedaan pendapatan masyarakat desa, menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan ketimpangan pendapatan yang dipengaruhi oleh beberapa faktor penting pendidikan, permodalan, ketenagakerjaan, infrastruktur dan akses pasar, serta peran pemerintah dan dukungan eksternal. Disarankan pemerintah memberikan penyuluhan dan pelatihan agar masyarakat memiliki keterampilan kerja yang menjadi modal utama untuk Penelitian terdahulu berikutnya dilakukan oleh Masitah et al. , . dengan judul AuAnalisis Faktor Sosial dan Ekonomi yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Padi SawahAy . Latar belakang penelitian ini dimana pendapatan petani sangat dipengaruhi oleh faktor internal . endidikan, luas lahan, tenaga kerja, inpu. dan eksternal . kses pasar, harga, kebijaka. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi variabel penting yang memengaruhi pendapatan petani padi dan memberikan rekomendasi praktis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan, tenaga kerja, dan kualitas input berkontribusi signifikan. Akses pasar dan kestabilan harga jual menjadi penentu utama disarankan peningkatan keterampilan teknis, dukungan pemasaran, dan kebijakan harga yang mendukung. Kedua penelitian terdahulu memiliki kesamaan dengan penelitian yang akan dilakukan, yaitu sama-sama membahas faktor-faktor yang memengaruhi tingkat pendapatan masyarakat pedesaan sementara perbedaannya terletak pada lokasi dan objek LANDASAN TEORI Pendapatan Menurut (Hasan et al. , 2. pendapatan merupakan uang yang diterima oleh seseorang atau perusahaan dalam bentuk gaji . , upah . , sewa . , bunga ( interes. , laba . dan sebagainya, bersama sama dengan tunjangan pengangguran, uang pension dan sebagainnya. Sementara menurut (Suryanti et al. , 2. , pendapatan merupakan jumlah yang dibebankan kepada langganan atas barang dan jasa yang dijual. AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. September 2025 E-ISSN 2774-8863 dan meupakan unsur yang paling penting dalam sebuah perusahaan, karena pendapatan akan dapat menentukan maju mundurnya suatu perusahaan. Sumber pendapatan adalah asal-usul atau saluran yang menghasilkan penerimaan ekonomi atau uang bagi individu, kelompok, atau suatu entitas, (Yuliani et al. , 2. Dalam konteks masyarakat desa, sumber pendapatan merujuk pada berbagai cara atau saluran yang menghasilkan pendapatan bagi rumah tangga atau individu yang tinggal di desa, (Fatmawati et al. , 2. Sumber pendapatan ini dapat berasal dari berbagai aktivitas ekonomi yang dilakukan atau dari bantuan eksternal yang diberikan. Aspek-Aspek Pendapatan Masyarakat Desa Aspek sumber pendapatan merujuk pada jenis atau bentuk kegiatan ekonomi yang menjadi sumber utama penghasilan masyarakat, (Masitah et al. , 2. Di wilayah pedesaan, sumber pendapatan masyarakat sangat dipengaruhi oleh karakteristik geografis dan potensi lokal yang tersedia. Menurut (Sahara et al. , 2. , pemahaman terhadap sumber pendapatan masyarakat menjadi dasar dalam merancang strategi pembangunan ekonomi pedesaan yang berkelanjutan dan inklusif. Secara umum, masyarakat desa memperoleh pendapatan dari berbagai sector seperti pertanian, peternakan, perikanan, perdangangan, jasa informal, dan kegiatan ekonomi rumah tangga, (Rahmadani, 2. Setiap sector memiliki kontribusi yang berbeda terhadap total pendapatan rumah tangga tergantung pada akses terhadap lahan, modal, tenaga kerja, dan jaringan pasar, (Aziz et , 2. Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Masyarakat Desa Faktor faktor yang mempergaruhi tingkat pendapatan masyarakat desa adalah berbagai hal yang dapat mempergaruhi jumlah uang yang diterima oleh masyarakat desa dalam waktu jangka pendek,(Yuliani et al. , 2. Menurut (Permata & Parianom, 2. ada beberapa faktor faktor yang mempergaruhi pendapatan masyarakat desa dapat dibagi menjadi beberapa kategori yaitu: Modal Modal adalah faktor yang mempunyai peran cukup penting dalam proses produksi, karena modal diperlukan ketika pengusaha hendak mendirikan perusahaan baru atau untuk memperluas usaha yang sudah ada, tanpa modal yang cukup maka akan berpengaruh terhadap kelancaran usaha, sehingga akan mempengaruhi pendapatan yang diperoleh. AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. September 2025 E-ISSN 2774-8863 Pengalaman Kerja Pengalaman kerja didefinisikan sebagai sesuatu atau kemampuan yang dimiliki oleh para karyawan dalammenjalankan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya. Dengan pengalaman yang cukup panjang dan cukup banyak maka diharapkan mereka akan mempunyai kemampuan yang lebih besar daripada yang tanpa Kebijakan Pemerintah Kebijakan pemerintah adalah serangkaian keputusan atau tindakan yang diambil oleh lembaga pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Kebijakan ini bisa berupa peraturan, program, atau tindakan langsung yang ditujukan untuk menyelesaikan masalah METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor faktor yang mempergaruhi tingkat pendapatan masyarakat Desa Dahana Alasa. Penelitian ini terdiri dari dua variabel utama, yaitu variabel dependen dan variabel independen. Tabel 1. Variabel dan Indikator Penelitian Variabel Tingkat Pendapatan Masyarakat (Y) Indikator Besaran pendapatan per Sumber pendapatan utama Frekuensi Stabilitas pendapatan Tingkat Pendidikan Deskripsi Pengukuran Jumlah pendapatan dalam rupiah setiap Jenis pekerjaan/usaha utama Harian, mingguan, atau bulanan Tetap atau fluktuatif sepanjang tahun Lama pendidikan formal . , jenjang pelatihan/kursus Pengalaman Kerja Lama bekerja di bidang utama . , keahlian/keterampilan, jumlah bidang pekerjaan yang pernah dilakukan Akses terhadap Sumber Kepemilikan lahan, kepemilikan peralatan Daya produksi, akses terhadap modal/pinjaman Jumlah Anggota Keluarga Banyaknya anggota keluarga yang bekerja. Produktif kontribusi pendapatan anggota keluarga Lokasi dan Akses Pasar Jarak ke pasar terdekat . , biaya transportasi, frekuensi menjual hasil ke Sumber : Data Olahan Peneliti, 2025 Faktor-Faktor Mempengaruhi Tingkat Pendapatan (X) AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. September 2025 E-ISSN 2774-8863 Sumber data dari penelitian ini terdiri data Populasi, dan sampel. Dalam konteks ini, populasi mencakup 117 orang yang dianggap memenuhi kriteria sebagai subjek Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam peneliti ini menggunakan random sampling, yaitu pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi. Peneliti memilih individu atau kelompok yang dianggap dapat memberikan informasi yang kaya dan mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan masyarakat desa Dahana Alasa. Dalam penelitian ini, instrumen yang digunakan berupa kuesioner tertutup, yaitu daftar pertanyaan yang telah disediakan alternatif jawabannya, sehingga responden hanya memilih jawaban yang paling sesuai. Teknik pengumpulan data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah teknik kuesioner . , teknik wawancara, teknik observasi, serta dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini terdiri dari uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji homogenitas. HASIL PENELITIAN Penelitian ini dilaksanakan Desa Dahana Alasa. Kecamatan Alasa. Kabupaten Nias Utara. Tahun 2025. dengan jenis penelitian kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modal muncul sebagai faktor krusial dan langsung memengaruhi pendapatan responden, pengalaman kerja secara langsung berkontribusi pada peningkatan efisiensi dan peluang pendapatan bagi responden dan persepsi bahwa pemerintah desa belum sepenuhnya aktif atau perhatian dalam mendukung peningkatan usaha ekonomi rumah Akibatnya, bantuan yang diarahkan untuk kebutuhan pokok mungkin belum secara efektif. Untuk mengetahui perhitungan pada angket faktor modal, pengalaman kerja, dan kebijakan pemerintah. dimana pernyataan 5 butir setiap faktor dengan uji validitas modal diperoleh nilai rhitung = 0,641, ,617. 0,696. 0,742 dan 0,798 >ttabel = 0,514. uji validitas pengalaman kerja rhitung = 0,766. 0,662. 0,965. 0,931. dan 0,620 >ttabel = 0,514. Dan uji validitas kebijakan pemerintah nilai rhitung = 0,764. 0,608. 0,860. 0,654. dan 0,604 > ttabel = 0,514. Uji reliabilitas instrumen menunjukkan nilai koefisien reliabilitas sebesar 0,60. Nilai ini mengindikasikan bahwa instrumen penelitian memiliki konsistensi internal yang cukup dan dapat diterima. AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. September 2025 E-ISSN 2774-8863 Dari hasil pengolahan data penelitian dikemukakan beberapa yang menjadi temuan dalam penelitian yaitu : Karakteristik Demografi Responden dan Implikasinya Mayoritas responden . %) berada dalam rentang usia 45-60 tahun. Sebagian besar responden memiliki pendidikan dasar (SD dan SMP) yaitu 66,66%. Tingkat pendidikan yang relatif rendah ini dapat membatasi akses terhadap informasi, keterampilan manajerial, dan persyaratan administrasi yang seringkali dibutuhkan untuk mengakses modal atau program bantuan. Sektor pertanian mendominasi mata pencarian responden . dari 15 oran. , diikuti oleh pedagang kecil dan PNS. Hal ini menegaskan bahwa ekonomi Desa Dahana Alasa sangat bergantung pada sektor Analisis Variabel Modal terhadap Tingkat Pendapatan Mayoritas petani dan wiraswasta merasa modal mereka tidak cukup untuk menjalankan dan mengembangkan usaha. Kesulitan mendapatkan pinjaman atau bantuan modal dari lembaga keuangan juga sangat dirasakan. Meskipun ada harapan pada program pemerintah/desa, sebagian besar responden ragu-ragu atau bahkan tidak setuju/sangat tidak setuju bahwa mereka mendapatkan bantuan modal. Ini menunjukkan bahwa bantuan yang ada belum dirasakan merata atau efektif menjangkau kelompok yang paling membutuhkan, memperkuat narasi bahwa banyak keluarga masih dalam kondisi "merintis dan belum stabil". Analisis Variabel Pengalaman Kerja terhadap Tingkat Pendapatan Mayoritas responden sangat setuju bahwa pengalaman kerja membantu mereka dalam mengambil keputusan usaha sehari-hari. Hal ini sejalan dengan teori faktor produksi yang menyebutkan bahwa tenaga kerja berkualitas, yang dibentuk oleh pengalaman, dapat meningkatkan nilai tambah. Responden juga percaya bahwa pengalaman meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola usaha. Ini menunjukkan bahwa pengalaman tidak hanya bersifat teknis tetapi juga manajerial. Analisis Variabel Kebijakan Pemerintah terhadap Tingkat Pendapatan Analisis menunjukkan bahwa meskipun kebijakan dan program pemerintah ada, implementasi dan komunikasinya masih perlu ditingkatkan secara substansial. Dominasi "ragu-ragu" dalam tanggapan responden mengindikasikan bahwa kebijakan pemerintah belum memberikan dampak yang jelas atau positif secara AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. September 2025 E-ISSN 2774-8863 konsisten bagi masyarakat, serta terdapat masalah signifikan dalam sosialisasi dan keterjangkauan program. Efektivitas kebijakan sangat bergantung pada keterlibatan aparat desa, sosialisasi program yang efektif, dan kesesuaian bantuan dengan kebutuhan riil masyarakat. Tingkat Pendapatan Masyarakat Sebanyak 73,33% responden memiliki pendapatan bulanan di kisaran Rp 500. Ae Rp 750. Ini menggarisbawahi tantangan ekonomi yang signifikan di desa Hanya sebagian kecil responden . asing-masing 6,67%) yang memiliki pendapatan di atas Rp 750. Ini menunjukkan bahwa tingkat pendapatan di desa tersebut tidak merata dan mayoritas masyarakat berjuang dengan penghasilan Kondisi pendapatan yang rendah ini menjadi dasar kuat untuk merancang program pemberdayaan ekonomi yang lebih terarah, seperti pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, atau program peningkatan kesejahteraan lainnya, yang dapat mempertimbangkan temuan mengenai modal, pengalaman kerja, dan kebijakan Dari penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, terdapat relevansi dengan teori, seperti menurut (Bayu & Fahmi, 2. bahwa struktur modal merupakan gambaran dari bentuk proporsi finansial perusahaan yaitu antara modal yang dimiliki yang bersumber dari utang jangka panjang . ong-term liabilitie. dan modal sendiri . hareholdersAo equit. yang menjadi sumber pembiayaan suatu perusahaanAy. Pengalaman kerja merupakan salah faktor yang mempengaruhi kinerja seseorang dalam suatu organisasi atau perusahaan. Semakin lama seseorang bekerja semakin bertambah pengalamannya terhadap pekerjaannya, (Indrayani et al. , 2. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti dapat ditarik kesimpulan bahwa modal terbukti menjadi faktor paling krusial dan dominan yang menghambat peningkatan pendapatan masyarakat. Kesulitan akses terhadap pinjaman atau bantuan modal dari lembaga keuangan formal juga menjadi kendala nyata. Pengalaman kerja muncul sebagai aset non-finansial yang sangat berharga dan multifaset. Peran dan dampak kebijakan pemerintah desa terhadap pendapatan masyarakat menunjukkan adanya ketidakpastian dan kesenjangan persepsi yang signifikan. Masalah utama terletak AKADEMIK Jurnal Mahasiswa Humanis Vol. No. September 2025 E-ISSN 2774-8863 pada kurangnya keaktifan pemerintah desa dalam sosialisasi dan penyaluran bantuan yang merata, serta sulitnya akses informasi program, yang menyebabkan masyarakat merasa tidak sepenuhnya terinformasi atau diperhatikan dalam upaya peningkatan kegiatan ekonomi rumah tangga mereka. Tingkat pendapatan masyarakat Desa Dahana Alasa masih tergolong rendah dan tidak merata. Mayoritas responden . ,33%) memiliki pendapatan bulanan di kisaran Rp 500. 000 Ae Rp 750. Kondisi ini menggarisbawahi urgensi intervensi dan program pemberdayaan ekonomi yang lebih efektif dan tepat Berdasarkan kesimpulan dapat disarankan agar masyarakat dapat lebih proaktif dalam mencari dan memanfaatkan sumber-sumber modal yang tersedia, serta dianjurkan untuk terus meningkatkan pengalaman kerja dan keterampilan melalui pembelajaran mandiri, mengikuti pelatihan, atau mencari peluang untuk mendapatkan pengalaman baru yang dapat menunjang pendapatan. Pemerintah juga perlu terus merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan yang secara langsung atau tidak langsung berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat, seperti program pemberdayaan ekonomi lokal, dukungan terhadap sektor pertanian/perikanan/UMKM, atau pembangunan infrastruktur pendukung ekonomi. DAFTAR PUSTAKA