JURNAL RISET MAHASISWA AKUNTANSI (JRMA) Volume 13. No. Tahun 2025 https://doi. org/10. 21067/jrma. Analisis Penerapan Metode Imprest Fund Dalam Pengisian Dana Kas Kecil Pada PT Yudhistira Perkasa Abadi Tsania Rofine Kamilaa1. Selma Putri Safirab2* Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur. Indonesia febis@upnjatim. *Selma Putri Safirab Received: 6 July 2025 . Revised: 14 Oktober 2025 . Accepted: 17 Oktober 2025 Abstrak Penelitian ini memiliki fokus pembahasan mengenai pengisian dana kas kecil dengan metode imprest fund yang diterapkan dalam pengelolaan dana kas kecil PT. Yudhistira Perkasa Abadi. Pengelolaan dana kas kecil berperan penting dalam operasional sebuah perusahaan, terdapat dua metode pendanaannya yaitu, metode-dana tetap . mprest fund syste. dan metode-fluktuatif . luctuating fund syste. Penelitian memiliki tujuan untuk menganalisis penggunaan metode imprest fund dalam pengisian dana kas kecil PT Yudhistira Perkasa Abadi dan menentukan apakah metode tersebut sesuai dengan praktik operasional perusahaan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu dengan cara mengumpulkan data melalui wawancara dan pengamatan langsung. Analisis penerapan metode dana. tetap dalam pengeluaran dana kas kecil PT Yudhistira Perkasa Abadi telah efektif digunakan dalam praktik operasional perusahaan, meskipun terdapat kendala yang dapat menghambat proses pengelolaan dana yang masih perlu diperbaiki. Kata kunci: kas kecil. pengelolaan kas kecil. metode dana-tetap Abstract This research has a focus on discussing the filling of small cash funds with the method of imprest funds applied to the management of small cash funds of PT. Yudhishthira Perkasa Abadi. Effective petty cash management is essential for supporting a companyAos daily operations, and it can be carried out using two main funding methods: the imprest-fund system and the fluctuating-fund system. The purpose of this study is to examine the imprest fund method in the management of petty cash at PT Yudhistira Perkasa Abadi and to determine whether this method aligns with the company's operational practices. This study used a qualitative descriptive method of collecting data through interviews and direct observations. The analysis of the implementation of the imprest fund method in the management of petty cash at PT Yudhistira Perkasa Abadi has proven to be effective in the company's operational practices, although there are challenges that may hinder the management process and still need to be addressed. Keywords: petty cash. petty cash management. imprest fund system How to Cite : Kamila. , & Safira. Analisis Penerapan Metode Imprest Fund Dalam Pengisian Dana Kas Kecil Pada PT Yudhistira Perkasa Abadi . Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi, 13. , 98Ae https://doi. org/10. 21067/jrma. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal 98 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Kamila. Safira PENDAHULUAN Pengelolaan dana kas kecil merupakan bagian penting dari operasi keuangan perusahaan, terutama dalam hal mengelola pengeluaran kecil yang tidak memerlukan proses administrasi yang Pengelolaan dana kas kecil berfungsi untuk menjamin bahwa pengeluaran kecil dicatat secara akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk mencegah terjadi kesalahan, suatu perusahaan atau badan usaha perlu menetapkan prosedur atau langkah-langkah dalam mengelola dana kas kecil, dengan adanya prosedur yang diterapkan dapat mengendalikan adanya kesalahan. Dalam mengelola dana kas kecil terdapat dua metode pendanaan, antara lain metode dana-tetap dan metode dana Pengelolaan dana kas kecil harus dilakukan sesuai dengan peraturan dan aturan perusahaan agar operasinya efektif dan transparan (Azalia Windy Rhohali & Ratnawati, 2. Metode dana tetap merupakan metode yang paling sering diterapkan dalam pengelolaan dana kas kecil. Menurut Nazilah & Prasetyo . , metode dana tetap (Imprest Fun. merupakan sistem pendanaan dana petty cash yang berjumlah tetap tidak berubah dari waktu ke waktu. Untuk menjamin bahwa dana kas kecil selalu dikembalikan ke jumlah awalnya, penambahan dilakukan dalam jumlah yang setara dengan biaya yang dikeluarkan. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya, yaitu Amelia . yang membahas tentang penerapan petty cash dengan metode imprest fund pada STPK Matauli Tapanuli Tengah. Hasil penelitian tersebut menjelaskan bahwa metode imprest fund dalam mengelola kas kecil sudah diterapkan secara baik dan tepat, sehingga memudahkan dalam proses pelaporan dan pencatatan laporan keuangan. Nazilah & Prasetyo . juga meneliti terkait analisa penerapan metode imprest fund dan fluctuating balance terhadap petty cash menurut PSAK No. 2 di PT Sygenta Indonesia, mengemukakan bahwa penerapan imprest fund dan fluctuating fund belum sesuai dengan aturan yang berlaku. Di cabang Kediri, masalah utama yang diidentifikasi adalah bahwa mencatat transaksi segera setelah terjadi kadang-kadang menyebabkan kelalaian penerimaan transaksi, mengakibatkan perbedaan dalam dokumentasi dan pelaporan. Sementara itu, cabang Malang masih memerlukan perbaikan, terutama dalam penagihan dan pencatatan, yang perlu dilakukan lebih hati-hati dan sistematis untuk mencegah masalah pencatatan akhir periode yang dapat mempengaruhi aspek lain dari manajemen kas kecil. Kas dianggap sebagai aset paling likuid, tidak hanya mencakup mata uang fisik tetapi juga deposito bank, wesel, cek, dan instrumen keuangan lainnya yang dapat-dengan cepat dan mudah diubah menjadi pembayaran (Setyadi, 2. Menurut AsyAoari & Subandoro . Kas mengacu pada dana yang mudah diakses yang digunakan untuk mendukung operasi perusahaan dan berfungsi sebagai media pembayaran yang tersedia setiap saat. Selain itu, kas kecil dan dana tunai lainnya, termasuk penerimaan dan cek tunai, juga dianggap sebagai bagian dari kas. Menurut Wulandari & Epi . Kas kecil adalah pembentukan dana yang dibuat khusus untuk pengeluaran dalam skala relatif kecil yang harus diprioritaskan dalam hal pendanaan dan pembayaran. Bukti pengeluaran kas mendukung setiap adanya pengeluaran. Dokumentasi menyeluruh dari kas kecil menunjukkan bahwa pengelolaan atas kas kecil telah dipertahankan secara efektif. Keputusan manajemen akan menentukan jumlah dana yang tercantum dalam daftar kas kecil, dan tidak bisa melampaui batas yang diberikan. Sebuah perusahaan harus menyisihkan sejumlah uang tertentu untuk kas kecil jika perusahaan membuat keputusan untuk membentuk dana kas kecil (Sinaga et al. , 2. PT. Yudhistira Perkasa Abadi menjadi salah satu perusahaan jasa di bidang logistik yang menerapkan sistem pendanaan menggunakan metode dana-tetap. Metode tersebut diterapkan pada pengelolaan dana kas kecil, yang mencakup pengisian kembali dana kas kecil, pengumpulan bukti transaksi, pembukuan bukti transaksi atas dana kas kecil, tahap persetujuan, dll. Dalam tahapan pengelolaan dana kas kecil, terkadang terdapat kendala pada proses pengumpulan bukti. Hal ini dapat menjadi gangguan terhadap mengelola dana kas kecil yang menerapkan metode imprest fund dalam pencatatan dan pendanaannya. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis sistem imprest fund yang diterapkan pada pengelolaan dana kas kecil PT Yudhistira Perkasa Abadi telah sesuai dengan praktik yang ada dalam perusahaan. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal 99 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Kamila. Safira Menurut Nuraida . menjelaskan langkah mengelola kas kecil antara lain memperkirakan total pengeluaran untuk periode tertentu, menyimpan dana kas kecil di kotak kas bersama dengan semua bukti pengeluaran, dan memantau kas kecil dengan menghitung sisa dana dan mengisi kembali dengan jumlah yang disesuaikan dari bukti kas kecil yang dikeluarkan. Secara umum, mengelola dana kas kecil terdiri dari tiga tahapan utama yang saling berhubungan dan harus dilakukan dengan benar untuk memastikan bahwa dana tersebut digunakan dengan efektif dan efisien, mencakup penetapan dana kas kecil, pengisian kembali dana kas kecil, dan penggunaan dana kas kecil. Dalam penetapan awal dana kas kecil, langkah pertama adalah memperkirakan jumlah uang yang dibutuhkan untuk dana tersebut. Menurut Steven Dharmawan & Ardiyansyah . , penanda kas kecil memiliki jumlah uang yang terbatas yang telah ditetapkan terlebih dahulu oleh organisasi dan disesuaikan dengan aturan dan volume operasinya. Setelah jumlah awal ditetapkan, departemen keuangan perusahaan mengeluarkan cek untuk dana kas kecil, yang kemudian diberikan kepada orang yang ditunjuk untuk mengelola dana tersebut. Biasanya, siklus kas kecil melibatkan kasir yang mencatat transaksi kas kecil dan individu yang menyetujui pengeluaran kas kecil. Cek yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk dana kas kecil dicairkan di bank oleh kasir. Setelah uang diterima, uang itu dijadikan dana petty cash dan dicatat dalam pembukuan petty cash sebagai penerimaan dana petty cash (Nuraida, 2. Menurut Aulia et al . , pengisian kemabli dana kas kecil dapat dilakukan berdasarkan kebijakan yang diterapkan perusahaan. Metode Imprest melakukan pengisian dana kas kecil dengan menetapkan bahwa saldo akun petty cash selalu tetap, yaitu sebesar dana yang dibuat kecuali terjadi Pemegang kas kecil hanya menyiapkan voucher pengeluaran untuk setiap transaksi, dan pengeluaran dicatat hanya ketika dana kas kecil diisi ulang. Metode dana imprest fund dan metode dana fluktuatif adalah dua pendekatan yang diterapkan dalam mengelola dan pencatatan jumlah kas kecil. Dalam sistem imprest fund pembentukan dana dana kecil selalu berjumlah tetap, yang berarti didasarkan pada jumlah yang diputuskan perusahaan ketika pertama kali dibentuk. Hal ini dilakukan juga dalam proses pengisian dana kas kecil dilakukan dalam jumlah yang sama dengan biaya yang dikeluarkan (Suwandi et al. , 2. Metode imprest fund adalah metode pengelolaan kas kecil dimana saldo dijaga dengan jumlah Penambahan dilakukan berdasarkan jumlah total yang dihabiskan, memastikan bahwa saldo kas kecil dikembalikan ke jumlah semula setelah setiap penambahan. Mindhari et al. , . juga menjelaskan bahwa metode sederhana untuk membangun pengendalian yang wajar dengan mematuhi prosedur pemeriksaan pencairan dana adalah dengan menerapkan sistem dana imprest. Metode ini melibatkan pengaturan saldo kas kecil awal tetap, yang memudahkan perusahaan untuk memantau dan mengendalikan dana, serta menyederhanakan proses akuntansi dan pencatatan bagi pengguna (Rohim & Wijaya, 2. METODE Penelitian ini dilakukan di PT Yudhistira Perkasa Abadi, yang terletak di Jalan Cisadane No. Kecamatan Wonokromo. Kota Surabaya. Jawa Timur. Perusahaan ini dipimpin pendiri sekaligus Direktur Utama PT Yudhistira Perkasa Abadi yaitu Bapak Ikhwan Sofa. Penelitian ini dilakukan dari Januari 2025 hingga Juni 2025. Penelitian ini melibatkan karyawan Divisi Keuangan PT Yudhistira Perkasa Abadi. Objek penelitian difokuskan pada penerapan metode imprest fundi dalam pengelolaan dan kas kecil, dengan subjek penelitian merupakan karyawan Divisi Keuangan PT Yudhistira Perkasa Abadi. Penelitian memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana efektivitas penerapan metode imprest fund dalam mengelola dana kas kecil diterapkan dalam operasional perusahaan tersebut. Metodologi yang diterapkan dalam penelitian ini mengadopsi pendekatan deskriptif kualitatif. Menurut Creswell & Poth . dikutip dalam (Ismail, 2. , metode penelitian kualitatif merupakan suatu pendekatan yang digunakan untuk menelusuri dan memahami secara mendalam suatu fenomena utama yang menjadi fokus kajian. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas dan lengkap. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal 100 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Kamila. Safira data dianalisis, menjelaskan data, dan pemaparan masalah mengaplikasikan teknik analisis deskriptif Data yang diperoleh dari penelitian ini didapatkan menggunakan metode pengumpulan data observasi atau pengamatan langsung serta wawancara. Wawancara adalah proses komunikasi di mana pertanyaan dan jawaban digunakan untuk mendapatkan informasi, perspektif, atau cerita dari seseorang (Tojiri et al. , 2. Pendekatan ini dilakukan secara langsung, dengan mengajukan tanya jawab pada pihak divisi keuangan PT Yudhistira Perkasa Abadi. Melalui wawancara ini juga memungkinkan untuk klarifikasi dan eksplorasi topik yang lebih dalam yang tidak dapat diperoleh melalui metode pengumpulan data lain seperti kuesioner atau pengamatan belaka. Oleh karena itu, sangat efektif untuk penelitian atau evaluasi yang membutuhkan data kualitatif dan wawasan dari sumber-sumber yang berpengetahuan. Pengamatan atau observasi merupakan teknik yang dilakukan dengan mengamati objek atau subjek studi yang sedang diteliti (Ambarwati & Supardi, 2. Selama fase pengamatan, peneliti menyaksikan langsung perilaku atau peristiwa yang sedang berlangsung selama masa magang di PT Yudhistira Perkasa Abadi, tanpa pengaruh dari luar atau intervensi. Dengan demikian, pengamatan yang dilakukan selama magang memberikan gambaran alur kerja yang komprehensif dan akurat di divisi keuangan PT Yudhistira Perkasa Abadi, yang sangat berharga untuk dianalisis dan dievaluasi lebih lanjut dalam penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan mengaplikasikan teknik analisis data deskriptif. Penulis melakukan observasi dan mengumpulkan informasi tentang penerapan metode imprest fund dalam pengelolaan kas kecil PT Yudhistira Perkasa Abadi. Jenis data yang penulis kumpulkan selama penelitian adalah: data mentah atau data dikumpulkan langsung dari subjek penelitian, dikumpulkan dan dipelajari oleh penulis selama penelitian. Data primer dikumpulkan dari hasil wawancara dengan Selain itu, peneliti melakukan pengamatan dan wawancara dengan staf yang bertanggung jawab atas kegiatan operasiperusahaan. PEMBAHASAN Kegiatan penelitian ini dilakukan di PT Yudhistira Perkasa Abadi yang berfokus pada sistem pengelolaan dana kas kecil. Data yang dikumpulkan dari hasil kegiatan penelitian ini, dilakukan dengan cara wawancara terhadap staf admin kasir keuangan sebagai narasumber, observasi pengamatan dilakukan secara langsung saat aktivitas berlangsung di divisi keuangan, serta peneliti juga mengumpulkan dokumentasi yang relevan sebagai bukti pendukung dan memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang pengalaman, sudut pandang, dan pendapat mereka. Dalam hasil wawancara dengan admin kasir keuangan sebagai pemegang petty cash menuturkan. AyPencatatan kas kecil disini pakai sistem dana tetap, yang pecatatannya itu dilakuin saat persediaan dana kas kecil tinggal sedikit. Nah, pencatatannya itu berdasarkan bukti transaksi yang dikumpulkan atas permintaan pencairan dana periode sebelumnya. Dari pencatatan itu kan ditemukan jumlah pengeluaran kas kecilnya, jumlah itu yang bakal diajuin buat pengisian kas kecil lagiAy. Berdasarkan wawancara tersebut dapat diketahui pengelolaan dana kas kecil PT Yudhistira Perkasa Abadi menerapkan metode imprest fund sebagai sistem pencatatan dan pendanaannya, yang mana dalam metode tersebut perusahaan menyediakan dana kas kecil yang berjumlah tetap untuk pembiayaan operasional perusahaan. Berdasarkan data yang didapat dari melalui wawancara dengan admin kasir keuangan sebagai pemegang dana petty cash, bahwa pengelolaan-dana kas kecil PT Yudhistira Perkasa Abadi telah berjalan dengan baik dengan menerapakan metode dana tetap . mprest fun. Dalam wawancara tersebut juga dijelaskan bahwa metode imprest fund digunakan untuk seluruh aktivitas operasional perusahaan, yang mencakup pengisian kembali dana kas kecil, tahap pengumpulan bukti, pemilahan bukti transaksi, proses pencatatan pengeluaran, tahap pengajuan permohonan, tahap persetujuan pengeluaran, dan pencatatan atas pengisian kembali petty cash. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal 101 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Kamila. Safira Metode Imprest Fund dalam Pengelolaan Dana Kas Kecil Metode imprest fund dalam mengelola kas kecil adalah sistem di mana jumlah kas kecil yang tersedia berjumlah tetap. Dengan metode ini, perusahaan menetapkan jumlah petty cash tertentu yang dikenal sebagai imprest fund, yang digunakan untuk biaya operasional harian. Setiap kali dana kas kecil digunakan untuk pembayaran, admin kasir tidak langsung mencatat transaksi tetapi mengumpulkan semua bukti pembayaran, seperti tanda terima atau voucher pengeluaran. Pencatatan dan pengisian kembali kas kecil dilakukan hanya setelah periode tertentu berlalu atau ketika dana hampir habis, memastikan saldo selalu diisi ulang sesuai jumlah yang telah ditetapkan. Beberapa proses dan tahapan dalam metode imprest fund dalam mengelola dana kas kecil pada PT Yudhistira Perkasa Abadi: Pengisian Kembali Dana Kas Kecil Menurut Celi & Yusuf . , dilakukannya pengisian ulang dana kas kecil dilakukan dengan mendebit semua biaya yang telah dibayarkan sesuai dengan penerimaan transaksi yang telah di kreditkan pada rekening kas kecil. Dana kas kecil diisi ulang ketika saldo tidak lagi cukup untuk menutupi biaya operasional atau ketika sisa saldo relatif kecil. Dalam pengaplikasian metode imprest fund pada kas kecil, pengisian kembali dana kas kecil PT Yudhistira Perkasa Abadi dilakukan berdasarkan jumlah pengeluaran uang tunai yang telah dicatat oleh admin kasir keuangan selama satu periode, maka jumlah dana yang akan kembali sesuai dengan penetapan nilai awal dana tersebut. Nilai saldo awal yang ditetapkan oleh divisi keuangan sesuai dengan kebijakan perusahaan tidak akan berubah. Oleh karena itu, saldo yang dikeluarkan dan ditetapkan pada awal periode akan sesuai dengan jumlah pengisian kembali pada periode selanjutnya. Gambar 1 Diagram Alur Pengumpulan Bukti Transaksi Dalam hasil wawancara terkait pengeisian dana kas kecil, admin kasir keuangan menuturkan AyBiasanya kalau ada yang beli atau bayar sesuatu buat kebutuhan perusahaan kaya tinta printer atau beli stempel, karyawan itu pakai uangnya sendiri baru di cairkan ke keuangan. Nah, sebelum dicairin ke keuangan, mereka harus nyerahin bukti transaksinya ke HRGA nanti dibuatin formulir permohonan pembayaran (PP). Bukti transaksi sama fromulir PP itu bakalan diserahin ke admin kasir buat proses pencairan uang mereka. Nanti aku ngumpulin bukti-bukti transaksi itu sampe persediaan dana kas kecilnya tinggal sedikitAy. Pengumpulan bukti transaksi dalam proses pengisian dana kas kecil merupakan langkah penting untuk membuktikan mengenai transaksi yang dilakukan, yang nantinya bukti tersebut akan diajukan untuk permintaan pengisian kembali dana kas kecil. Pada tahapan ini dilakukan pengumpulan bukti transaksi berupa nota, kuitansi, atau beberapa bukti lainnya yang dilakukan oleh admin kasir keuangan. Bukti transaksi tersebut berasal dari seluruh staf perusahaan yang melakukan Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal 102 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Kamila. Safira transaksi atas kepentingan operasional perusahaan. Pengumpulan bukti transaksi biasanya dilakukan oleh admin kasir keuangan sebelum melakukan pengisian kembali dana kas kecil. Proses Klasifikasi Transaksi Klasifikasi transaksi ini dilakukan untuk mengelompokkan bukti transaksi berdasarkan jenis Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Atika & Pusung, 2. pada PT PLN Unit Induk Pembangunan Sulawesi Bagian Utara, diketahui bahwa dalam menjalankan kegiatan operasionalnya, perusahaan menanggung berbagai jenis pembiayaan, baik yang bersifat rutin maupun Penggunaan dana kas kecil dalam kegiatan operasional perusahaan memiliki dua jenis pembiayan, yaitu pembiayaan rutin dan tidak rutin. Pembiayaan rutin yang dilakukan menggunakan dana kas kecil meliputi, konsumsi cathering, perlengkapan ATK. BBM kendaraan kantor listrik, air, internet, dan keperluan dapur kantor. Sedangkan pembiayaan tidak rutin perusahaan bisanya digunakan untuk biaya dinas karyawan, biaya entertain karyawan, serta biaya entertain dengan klien. Pengklasifikasian ini dilakukan untuk mengelompokkan bukti transaksi sebelum dilakukan pencatatan dalam sistem perusahan. Pembukuan Bukti Pengeluaran Dalam hasil wawancara terkait pengeisian dana kas kecil, admin kasir keuangan menuturkan AyWaktu persediaan dana kas kecilnya tinggal sedikit itu, aku ngebukuin bukti-bukti transaksi yang aku kumpulin itu ke sistem. Setelah pembukuan ini kan ada jumlah dana kas kecil yang dipakai, jumlah itu yang bakal dipakai buat dana pengsiian kas kecil. Ay Pembukuan bukti pengeluaran ini dilakukan dengan cara mencatat pengeluaran atas transaksi yang telah dikumpulkan oleh admin kasir keuangan. Pencatatan ini dilakukan ke dalam sistem keuangan perusahaan. Dalam proses ini, pencatatannya meliputi tanggal pengajuan permohonan pembayaran, nama penerima dana, asal dana, tipe pembiayaan, keterangan pembiayaan, jumlah pembiayaan berisi dana yang telah dikeluarkan dalam suatu transaksi. Proses pembukuan ini bertujuan untuk mencatat bukti pengeluaran atas dana kas kecil sebelum dilakukannya pencairan kembali dana kas kecil. Tahap Pengajuan Permohonan Dalam tahapan ini, admin kasir keuangan mengajukan permohonan untuk pengisian ulang dana kas kecil kepada manager keuangan. Admin kasir keuangan mengkonfirmasi kepada manager keuangan bahwa telah dilakukan pembukuan pada sistem pencatatan, serta mengajukan nominal untuk penarikan dana kas kecil berdasarkan seluruh bukti yang telah dicatat dalam pembukuan. Tahap Persetujuan oleh Manager Keuangan Berdasarkan penelitian (Rivai & Pratiwi, 2. , proses entri data dilakukan oleh bagian keuangan, setelah itu seluruh dokumen diserahkan kepada manager keuangan. Permohonan atas pencairan dana kas kecil yang diajukan harus disetujui terlebih dahulu oleh manager keuangan. Persetujuan ini dilakukan melalui pembukuan yang dilakukan oleh admin kasir di sistem keuangan Manager keuangan memeriksa kembali pencatatan kas keluar dan bukti transaksi apakah sudah sesuai. Setelah adanya persetujuan dari manager keuangan, admin kasir keuangan mengisi formulir penarikan bank yang berisi jumlah dana yang akan ditarik. Kemudian manager keuangan melakukan konfirmasi pada pihak bank untuk melakukan proses penarikan dana, jika pihak bank sudah mengonfirmasi kembali maka dana kas kecil sudah bisa diambil. Dengan proses pengajuan permohonan pembayaran disetujui maka pengisian ulang dana kas kecil telah dilakukan. Pencatatan Atas Pengisian Kembali DanaKas Kecil Dalam proses akhir pengisian dana kas kecil menerapkan metode dana tetap, dilakukan pencatatan atas pengisian kembali dana kas kecil. Proses ini dilakukan sebagi bukti pertanggungjawaban atas keluarnya dana keuangan perusahaan. Akhir dari pencatatan ini terdapat Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal 103 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Kamila. Safira bukti kas keluar yang dicetak berisi jumlah yang dikeluarkan untuk pengisian dana kas kecil. Hasil dari cetakan dokumen bukti kas keluar, selanjutmya dilakukan pengarsipan untuk memudahkan dalam proses pemeriksaan audit perusahaan, sehingga menjadi dokumen pendukung atas transparansi pengelolaan dana kas kecil. Permasalahan Dalam Pengelolaan Kas Kecil Dalam pengelolaan dana kas kecil, tidak semua tahapan yang dilewati berjalan lancar. Dari hasil pengamatan dan wawancara yang dilakukan peneliti pada divisi keuangan, khususnya bagian admin kasir keuangan, terdapat masalah umum yang terkadang menghambat pengelolaan dana kas Seperti penyerahan bukti transaksi yang tertunda atau terlambat. Dalam proses penyerahan bukti ini terkadang masih terjadi penundaan dan keterlambatan dalam pelaksanaannya. Hal tersebut terjadi karena staf yang bertanggung jawab atas transaksi tidak segera mengajukan bukti transaksi tersebut. Penyerahan bukti transaksi ini dilakukan oleh staf yang telah melakukan transaksi atas kegiatan atau pembayaran yang menunjang operasional perusahaan. Keterlambatan atau tertundanya penyerahan bukti transaksi ini dapat menjadi hambatan pada pengelolaan dana kas kecil. Karena terjadi tertundanya pada proses pembukuan pencatatan pengeluaran, hingga menimbulkan kendala pada tahap pengisian ulang dana kas kecil. Solusi Pemecahan Masalah Dalam masalah penundaan atau keterlambatan penyerahan bukti yang terjadi pada pengelolaan dana kas kecil, langkah yang dapat diambil PT Yudhistira Perkasa Abadi adalah dengan cara menjelaskan dan mensosialisasikan prosedur yang jelas mengenai penyerahan bukti transaksi kepada seluruh staf yang bertanggung jawab atas transaksi tersebut. Selain itu, perusahaan dapat menetapkan jadwal penyerahan bukti yang tetap, seperti memberi batas waktu dalam penyerahan bukti dapat meningkatkan disiplin dalam pelaksanaan proses tersebut. Hal lain dapat dilakukan dengan membuat sistem pengingat otomatis menggunakan email atau sistem komunikasi lainnya. Proses penyerahan bukti transaksi diharapkan berjalan sesuai dan tepat waktu, dengan menerapkan solusi-solusi tersebut. Hal ini memastikan bahwa setiap langkah dalam proses, mulai dari permintaan pencairan dana hingga penyediaan kas kecil, dilakukan secara sistematis dan disiplin, selaras dengan standar operasional perusahaan. Hal ini memastikan metode dana imprest fund dapat diterapkan secara efektif, sehingga mendukung kelancaran kegiatan keuangan perusahaan secara KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian pada PT Yudhistira Perkasa Abadi, dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan metode imprest fund dalam mengelola dana kas kecil sudah diaplikasikan dengan baik dan sesuai berdasarkan kebutuhan praktik perusahaan. Penerapan metode ini juga dapat membantu perusahaan dalam mengawasi tahapan selama proses mengelola dana kas kecil yang meliputi pencairan kembali dana kas kecil, pengumpulan bukti transaksi, pemisahan bukti transaksi, proses pengajuan dan persetujuan pencairan dana kas kecil. Proses pencatatan untuk dana kas kecil dapat dilaksanakan lebih efektif menggunakan metode imprest fund, karena pencatatannya dilakukan di akhir setelah bukti transaksi terkumpul. Selain itu, dalam mengelola dana kas kecil PT Yudhistira Perkasa Abadi masih terdapat hambatan. Tetapi bukan disebabkan oleh penerapan metode imprest fund, melainkan terkait proses penyerahan dana yang tertunda atau terlambat. Sehingga hal tersebut dapat mengakibatkan pengisian kembali kas kecil pada pengelolaannya menjadi terhambat. Mengatasi masalah tersebut, peneliti memberikan saran atau solusi dengan melakukan sosialisasi prosedur yang jelas mengenai penyerahan bukti transaksi, memberikan batasan waktu yang jelas, atau membuatkan sistem pemberitahuan otomatis melalui email. Dengan beberapa solusi yang penulis sarankan, diharapkan pengelolaan dana kas kecil PT Yudhistira Perkasa Abadi dapat berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan. Copyright A JRMA 2020 e-ISSN. Hal 104 Jurnal Riset Mahasiswa Akuntansi (JRMA), 13. , 2025 Kamila. Safira Implikasi teoritis studi ini termasuk penerapan metode dana imprest dan penguatan teori akuntansi manajemen, yang menyoroti pentingnya sistem kontrol internal dalam menjaga ketepatan dan akuntabilitas penggunaan dana operasional. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem kas kecil berbasis metode dana imprest fund berfungsi sebagai alat kontrol untuk menghentikan penyalahgunaan dana selain menjadi proses administratif. Secara praktis, perusahan lain dapat menggunakan temuan penelitian sebagai panduan untuk mengelola uang kecil mereka dengan cara yang membuat proses pencatatan, pelaporan, dan akuntabilitas lebih terorganisir. Disarankan agar perusahaan memastikan proses pengisian dana kas kecil selesai tepat waktu agar tidak mengganggu operasi bisnis. Akibatnya, dengan menggunakan pendekatan dana imprest fund, disiplin keuangan dan transparansi pengelolaan dana usaha kecil selain meningkatkan efisiensi pencatatan. Daftar Pustaka