Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam e-ISSN: 3830-1420 Vol. No. : 475-487 http://urj. uin-malang. id/index. php/uajmpi Penerapan Aplikasi Investarisasi Sarana Prasarana Madrasah Berbasis Web Dan QR Code Sebagai Upaya Pemeliharaan Dan Pengoptimalan Investarisasi Siti Arniansyah Kusnul Khotimah Manajemen Pendidikan Islam. Fakultas Ilmu Tarbiayah dan Kependidikan. Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Indonesia 19170005@student. uin-malang. ABSTRACT Inventory is an activity to record materials or goods or arrange available goods and materials correctly. The goal is to facilitate supervision, maintenance, control, both in the use of goods or in assessing the maintenance and savings of goods belonging to educational institutions or foundations, if at any time data and information in the archives are needed, it can make it easier to find them so that the purpose of archiving can be achieved properly. The problem that occurred at MAN 1 Pasuruan was the suboptimal inventory of goods or facilities and infrastructure belonging to the madrasah. Inventory is only made for goods labeled APBN or goods originating from state money, namely DIPA funds (Budget Implementation Lis. This suboptimal inventory certainly has an impact on the maintenance and control of goods. The research method used is a qualitative method, through the stages of data reduction . , data presentation, and drawing conclusions. The researcher used a non-test technique (Observation and Intervie. The location of this research was carried out at MAN 1 Pasuruan with the subject of the research being the Deputy Head of Sarpras. Researchers try to provide a solution in the form of creating a web-based inventory application and QR Code which aims to facilitate data collection, supervision, maintenance of facilities and infrastructure. And of course it has other benefits. Keywords: Inventory. Facilities and Infrastruktur. Application. Web. QR Code. ABSTRAK Inventaris adalah kegiatan untuk pencatatan bahan atau barang atau menyusun barang dan bahan yang tersedia secara benar. Tujuannya untuk mempermudah pengawasan, pemeliharaan, pengontrolan, baik dalam pengunaan barang ataupun dalam menilai pemeliharaan dan penghematan barang milik lembaga pendidikan atau yayasan, apabila sewaktu-waktu dibutuhkannya data dan informasi pada arsip dapat mempermudah dalam menemukannya sehingga tujuan kearsipan dapat tercapai dengan baik. Permasalahan yang terjadi di MAN 1 Pasuruan yakni belum optimalnya inventarisasi barang-barang atau sarana dan prasarana milik madrasah. Inventarisasi hanya dibuat untuk barang yang berlebel APBN atau barang yang berasal dari uang negara yakni dana DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggara. Tidak optimalnya inventarisasi ini tentunya berdampak pada pemeliharaan dan pengontrolan barang. Metode penelitian yang digunakan yakni metode kualitatif, melalui tahapan reduksi data . , penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan teknik non tes (Observasi dan Wawancar. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di MAN 1 Pasuruan dengan subjek penelitian Waka Sarpras. Peneliti mencoba memberikan solusi berupa pembuatan aplikasi inventarisasi berbasis web dan QR Code yang bertujuan Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. untuk mempermudah dalam pendataan, pengawasan, pemeliharaan sarana dan Dan tentunya memiliki manfaat lainnya. Kata Kunci: Inventaris. Sarana dan Prasarana. Aplikasi. Web. QR Code PENDAHULUAN Salah satu komponen yang penting dan dibutuhkan dalam pengelolaan sebuah lembaga pendidikan yakni sarana dan prasarana pendidikan. Adanya sarana prasarana ini merupakan salah satu komponen penting untuk menunjang proses belajar mengajar di sekolah atau madrasah. Agar komponen tersebut dapat berjalan dengan baik, maka dibutuhkan manajemen/tata kelola yang baik. Inventarisasi merupakan aktifitas dalam mengelola sarana dan prasarana Inventarisasi dapat diartikan sebagai pencatatan dan penyusunan barangbarang milik negara secara sistimatis, tertib, dan teratur berdasarkan ketentuan-ketentuan atau pedoman-pedoman yang berlaku. Hal ini sesuai dengan keputusan mentri keuangan RI Nomor Kep,225/MK/V/4/1971 bahwa barang milik negara berupa semua barang yang berasal atau dibeli dengan dana yang bersumber baik secara keseluruhan atau bagian sebagainya dari anggaran pendapatan dan belanja Negara (APBN) ataupun dana lainnya yang barang-barang di bawah penguasaan kantor Departemen dan Kebudayaan, baik yang berada di dalam maupun luar negeri. Inventaris adalah kegiatan untuk pencatatan bahan atau barang atau menyusun barang dan bahan yang tersedia secara benar. Tujuannya untuk mempermudah pengawasan, pemeliharaan, pengontrolan, baik dalam pengunaan barang ataupun dalam menilai pemeliharaan dan penghematan barang milik lembaga pendidikan atau yayasan, apabila sewaktu-waktu dibutuhkannya data dan informasi pada arsip dapat mempermudah dalam menemukannya sehingga tujuan kearsipan dapat tercapai dengan Untuk keperluan pengurusan dan pencatatan ini disediakan instrumen administrasi berupa: buku inventaris, buku pembelian, buku penghapusan, dan kartu barang. Permasalahan yang terjadi di MAN 1 Pasuruan yakni belum optimalnya inventarisasi barang-barang atau sarana dan prasarana milik madrasah. Inventarisasi hanya dibuat untuk barang yang berlebel APBN atau barang yang berasal dari uang negara yakni dana DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggara. Tidak optimalnya inventarisasi ini tentunya berdampak pada pemeliharaan dan pengontrolan barang. Sedangkan sarana dan prasarana ini merupakan salah satu penunjang adanya proses pembelajaran dengan nyaman dan baik. sarana dan prasarana tentunya mempengaruhi kelangsungan dalam Oleh karena itu, diperlukannya inventarisasi yang baik. Inventarisasi sangat diperlukan untuk mempermudah pengawasan, pemeliharaan, dan pengontrolan sarana dan prasaran yang ada di madrasah. Maka dari itu diperlukan sebuah penerapan dalam pengelolaan barang sarana dan prasarana madrasah dengan invetarisasi barang tersebut dengan baik. Inventarisasi dapat dilakukan melalui beberapa cara yakni melalui pencatatan di buku inventaris. Melihat dari kemajuan teknologi saat ini, mau tidak mau segala bidang yang ada perlu menggunakan teknologi. terkhusus bidang pendidikan. Salah satu contoh pemanfaatannya yakni dalam hal inventarisasi sarana dan prasarana dengan menggunakan aplikasi inventarisasi berbasis web dan QR Code. Manfaat penelitian ini bagi sekolah, guru dan waka sarana dan prasarana yakni memberi masukan kepada guru dan waka sarpras mengenai pentingnya inventarisasi PENERAPAN APLIKASI INVESTARISASI SARANA PRASARANA MADRASAH BERBASIS WEB DAN QR CODE SEBAGAI UPAYA PEMELIHARAAN DAN PENGOPTIMALAN INVESTARISASI Siti Arniansyah Kusnul Khotimah sarana dan prasarana dan pemanfaatan aplikasi inventarisasi berbasis web dan penggunaan QR Code untuk pelabelan pada barang. Sedangkan manfaat teoritis yakni untuk menambah pembendaharaan karya ilmiah dalam rangka pengembangan keilmuan sekaligus sebagai sarana untuk mengembangkan ilmu pengetahuan secara teoritis di bangku perkuliahan. KAJIAN LITERATUR Pengertian Inventarisasi Menurut Tim Dosen Universitas Indonesia . Inventarisasi dilakukan dalam upaya menuju penyempurnaan pengurusan, pengawasan, keuangan dan kekayaan lembaga secara efektif serta dalam rangka meningkatkan efektifitas perencanaan penganggaran, pengadaan, penyimpanan dan pemeliharaan, penyaluran serta pengahapusan perlengkapan. Jadi, menurut peneliti, inventarisasi adalah suatu kegiatan dalam pelaksanaan pengurusan dan pencatatan barang inventaris/hak milik secara teratur dan baik. Menurut Bafadal Ibrahim . Kegiatan inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan meliputi dua kegiatan, yaitu: Pencatatan Perlengkapan Pendidikan Barang-barang perlengkapan di sekolah dapat diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu barang inventaris dan barang bukan inventaris. Barang inventaris adalah keseluruhan perlengkapan sekolah yang dapat di gunakan terus-menerus dalam jangka waktu yang relatif lama, seperti meja, bangku, papan tulis, buku perpustakaan sekolah dan perabotperabot lainnya. Sedangkan barang yang bukan inventaris adalah semua barang habis pakai, seperti kapur tulis, kertas, pita mesin tulis, dan barang-barang yang statusnya tidak Pembuatan Kode Barang Kegiatan lainnya yang berkaitan dengan inventarisasi perlengkapan pendidikan di sekolah adalah membuat kode barang dan menuliskannya pada badan perlengkapan pendidikan di sekolah, terutama yang tergolong sebagai barang inventaris. Kode barang adalah sebuah tanda yang menunjukkan pemilikan barang. Kode tersebut ditulis pada barang yang sekiranya mudah dilihat dan dibaca. Tujuannya adalah untuk memudahkan semua pihak dalam mengenal kembali semua perlengkapan pendidikan di sekolah, baik ditinjau dari kepemilikan, penanggung jawab, maupun jenis dan golongannya. Prinsip Inventarisasi Sarana dan Prasarana: Menurut Fitri Oviyanti . Prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam Inventarisasi Sarana dan Prasarana Pendidikan adalah sebagai berikut: Semua alat-alat dan perlengkapan harus disimpan di tempat yang bebas dari faktorfaktor perusak, seperti panas, lembab, lapuk dan serangga Tempat menyimpan mudah dijangkau baik untuk keperluan menyimpan maupun mengeluarkan alat Semua pemyimpanan harus diinventaris menurut ketentuan bahwa persediaan lama harus lebih dulu digunakan Inventaris harus dilakukan secara berkalah. Tujuan Inventarisasi Sarana dan Prasarana: Menurut Sri Minarti . Secara khusus, inventarisasi dilakukan dengan tujuantujuan sebagai berikut. Menyediakan data dan informasi dalam rangka menentukan kebutuhan dan menyusun rencana kebutuhan barang. Memberikan data dan informasi untuk dijadikan bahan/pedoman dalam pengarahan pengadaan barang. Memberikan Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. data dan informasi untuk dijadikan bahan/pedoman dalam penyaluran barang. Tata Cara Memberikan Kode Barang Inventarisasi Sarana dan Prasarana Pendidikan: Menurut Bafadal Ibrahim . Setiap barang yang dikuasai oleh sekolah, diberikan nomor kode lokasi dan nomor kode barang. Nomor Kode Lokasi, nomor kode lokasi tidak hanya menggambarkan atau menjelaskan di mana barang tersebut berada, tetapi juga menggambarkan status kepemilikan barang, termasuk unit dan satuan kerja serta tahun pembelian/pengadaan barang. Nomor kode lokasi tersebut terdiri dari 10 angka atau digit di tambah 2 angka atau digit untuk unit/satuan kerja sehingga berjumlah 12 digit. Yang termasuk di dalamnya kode komponen, kode provinsi, kode kabupaten/kota, kode unit dan tahun pembelian atau Nomor Kode Barang, setiap jenis barang diberi nomor kode sebagaimana yang telah di jelaskan, kode barang menggambarkan bidang, kelompok, subkelompok dan jenis barang, kode barang terdiri atas 11 angka atau digit yang tersusun berurutan. Sarana dan Prasarana Menurut E. Mulyasa . menerangkan sarana pendidikan adalah peralatan dan perlengkapan yang secara langsung digunakan dan menunjang proses pendidikan, khususnya proses belajar mengajar seperti. gedung, ruang kelas, meja kursi serta alat- alat dan media pengajaran. Sarana dan prasarana sebagai bagian integral dari keseluruhan kegiatan pembelajaran di satuan pendidikan yang memiliki peran dan fungsi dalam pencapaian kegiatan pembelajaran sesuai kurikulum satuan pendidikan. Agar pemenuhan sarana dan prasarana tepat guna dan berdaya guna . fektif dan efisie. , suatu analisis kebutuhan yang tepat sangat diperlukan dalam perencanaan pemenuhannya. Menurut UU Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003 Pasal 45 ayat 1 yang tertulis. AuSetiap satuan pendidikan formal dan nonformal menyediakan sarana dan prasarana yang memenuhi keperluan pendidikan sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan potensi fisik, kecerdasan intelektual, sosial, emosional, dan kejiwaan peserta didikAy. Menurut Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 079/1975, sarana pendidikan terdiri dari 3 kelompok besar yaitu : Bangunan dan perabot sekolah Alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan alat-alat peraga dan laboratorium Media pendidikan yang dapat dikelompokkan menjadi audiovisual yang menggunakan alat penampil dan media yang tidak menggunakan alat penampil. Menurut Daryanto dan Mohammad Farid . Barang Inventarisasi sarana dan prasarana pendidikan adalah keseluruhan perlengkapan sekolah yang dapat digunakan secara terusmenerus dalam waktu yang relatif lama, seperti meja, papan tulis, buku perpustakaan sekolah dan perabot-perabot lainnya. Menurut Bafadal, prinsip-prinsip sarana dan prasarana sebagai berikut: Prinsip pencapaian tujuan, yaitu sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus selalu dalam kondisi siap pakai apabila akan didaya gunakan oleh personil sekolah dalam rangka pencapaian tujuanpembelajaran di sekolah. Prinsip efisiensi, yaitu pengadaan sarana dan prasarana di sekolah harus dilakukan melalui perencanaan yang seksama, sehingga dapat diadakan sarana dan prasarana PENERAPAN APLIKASI INVESTARISASI SARANA PRASARANA MADRASAH BERBASIS WEB DAN QR CODE SEBAGAI UPAYA PEMELIHARAAN DAN PENGOPTIMALAN INVESTARISASI Siti Arniansyah Kusnul Khotimah pendidikan yang baik dengan harga yang murah. Demikian juga pemakaiannya harus dengan hati-hati sehingga mengurangi pemborosan. Prinsip administratif, yaitu manajemen sarana dan prasarana pendidikan di sekolah harus selalu memperhatikan UU, peraturan, intruksi, dan petunjuk teknis yang diberlakukan oleh pihak yang berwenang. Prinsip kejelasan tanggung jawab, yaitu manajemen sarana danprasarana pendidikan di sekolah harus didelegasikan kepada personel sekolah yang mampu bertanggung jawab, apabila melibatkan banyak personil sekolah dalam manajemennya, maka perlu adanya deskripsi tugas dan tanggung jawab yang jelas untuk tiap personil sekolah. Prinsip kekohesifan, yaitu manajemen sarana dan prasarana pendididikan di sekolah harus direalisasikan dalam bentuk proses kerja sekolah yang sangat kompak. Sehubungan Sri Minarti . , mengklasifikasikan menjadi beberapa macam sarana pendidikan, yaitu ditinjau dari . habis tidaknya dipakai. bergerak tidaknya pada saat digunakan. hubungannya dengan proses belajar mengajar: Habis tidaknya dipakai seperti kapur tulis, spidol, pengapus dan sapu serta beberapa bahan kimia yang digunakan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Selain itu ada beberapa sarana pendidikan yang berubah bentuk, misalnya kayu, besi dan karton Sedangkan contoh sarana pendidikan yang berubah bentuk adalah pita mesin tulis, bola lampu, dan kertas. Kedua, sarana pendidikan yang tahan lama yaitu keseluruhan bahan atau alat yang digunakan secara terus-menerus dalam waktu yang dapat digunakan secara terus- menerus dalam waktu yang relatif lama, seperti bangku, kursi, mesin tulis, komputer dan peralatan olahraga. Sedangkan sarana pendidikan yang tidak bisa bergerak yaitu sarana pendidikan yang tidak bisa atau relatif sangat sulit untuk dipindahkan, seperti tanah, bangunan, sumur dan menara, serta saluran air dari PDAM/semua yang berkaitan dengan itu seperti pipanya, yang relatif tidak mudah untuk dipindahkan ke tempat-tempat Selain itu. Ditinjau dari hubungan dengan proses belajar mengajar seperti kapur tulis, spidol . lat perag. , alat peraga, alat praktik dan media dalam mengajar. Menurut Sri Minarti . prasarana pendidikan bisa diklasifikasikan menjadi dua Pertama, prasarana pendidikan yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar, seperti ruang teori, ruang perpustakaan, ruang praktik keterampilan, dan ruang laboratorium. Kedua, prasarana pendidikan yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar, tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses belajar mengajar, seperti ruang kantor, kantin, masjid/mushola, tanah, jalan menuju lembaga, kamar kecil, ruang usaha kesehatan, ruang guru, ruang kepala sekolah, dan tempatparkir kendaraan. Aplikasi Berbasis Web dan QR Code Menurut Hasan Abdurahman dan Asep Ririh Riswaya . , aplikasi adalah program siap pakai yang dapat digunakan untuk menjalankan perintah-perintah dari pengguna aplikasi tersebut dengan tujuan mendapatkan hasil yang lebih akurat sesuai dengan tujuan pembuatan aplikasi tersebut, aplikasi mempunyai arti yaitu pemecahan masalah yang menggunakan salah satu teknik pemrosesan data aplikasi yang biasanya berpacu pada sebuah komputansi yang diinginkan atau diharapkan maupun pemrosesan data yang diharapkan. Pengertian aplikasi secara umum adalah alat terapan yang difungsikan secara khusus dan terpadu sesuai kemampuan yang dimilikinya, aplikasi merupakan suatu perangkat komputer yang siap pakai bagi user. Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Website merupakan kumpulan dari halaman-halaman web yang berhubungan dengan file-file lain yang saling terkait. Menurut (Surajino, 2. dalam jurnal Hendra Jaya (ISSN: 1829-7. Pengertian Web atau Situs Website atau situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi, teks, gambar diam atau bergerak, animasi, suara, dan atau gabungan dari semuanya itu, baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling berkait dimana masing masing dihubungkan dengan jaringan jaringan halaman/hyperlink. Pengertian nama domain atau biasa disebut dengan Domain Name atau URL adalah alamat unik di dunia internet yang digunakan untuk mengidentifikasikan sebuah website, atau dengan kata lain domain name adalah alamat yang digunakan untuk menemukan sebuah wesite pada dunia internet. Contoh http://w. com/ . QR Code adalah suatu jenis image dua dimensi yang menampilkan data berupa teks. Dengan QR Code pengguna dapat mengakses suatu web lebih cepat daripada harus melakukan secara manual. QR Code dapat didaur ulang dan digunakan kembali. QR Code harus pada tempat yang terang atau pencahayaan yang cukup agar kode pada QR Code terbaca oleh pemindai. QR Code mampu menampung banyak informasi dengan 089 karakter numerik dan 4296 karakter alfanumerik. Pemindaian QR Code juga dapat digunakan sebagai sistem keamanan untuk tempat tertentu yang boleh dimasuki orang- orang tertentu seperti ruang riset ataupun ruang pusat. METODE Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Pasuruan, yang beralamat di Jalan Balai Desa Glanggang No. Kecamatan Beji. Kabupaten Pasuruan. Peneliti melakukan penelitian ini selama dua bulan yakni dari bulan September 2022 sampai Oktober 2022. Subjek adalah target populasi yang memiliki karakteristik tertentu serta ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian di tarik kesimpulannya. Peneliti mengambil subjek penelitian ini dari Wakil Kepala Madrasah bidang Sarana dan Prasarana MAN 1 Pasuruan. Peneliti menggunakan 2 . teknik dalam pengumpulan data yakni menggunakan teknik non tes yang berupa observasi dan wawancara. Metode observasi adalah sebuah metode yang digunakan untuk mencata dan mengamati dengan sistematis mengenai fenomena-fenomena yang diteliti atau diselidiki. Observasi dilakukan dengan melihat sekaligus mengamati kondisi barang-barang milik madrasah atau sarana dan prasarana milik madrasah serta penginventarisannya. Mencari data dengan melihat kondisi sarana dan prasarana. Menurut Sutrisno Hadi, metode interview . adalah suatu metode pengumpulan data dengan proses tanya jawab sepihak yang dikerjakan secara sitematik dan berdasarkan kepada tujuan penelitian. Penulis menggunakan metode ini untuk pengumpulan data tentang bagaimana inventarisasi sarana dan prasarana di madrasah. Menurut Bodgan & Biklen . Analisis data kualitatif merupakan upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasi data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensistensinya, mencari dan menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari dan memutuskan apa yang dapat diceritakan kepada orang lain. Data yang telah terkumpul dalam penelitian ini akan dianalisis secara kualitatif. Proses analisis data dalam penelitian ini melalui tiga komponen, yaitu reduksi data . , penyajian data, dan penarikan kesimpulan. PENERAPAN APLIKASI INVESTARISASI SARANA PRASARANA MADRASAH BERBASIS WEB DAN QR CODE SEBAGAI UPAYA PEMELIHARAAN DAN PENGOPTIMALAN INVESTARISASI Siti Arniansyah Kusnul Khotimah HASIL Aliran Sistem yang Sedang Berjalan (ASI) Berikut ini merupakan keterangan dari gambar aliran sistem informasi yang sedang berjalan pada Aplikasi inventaris barang: Pengguna melaporkan kondisi penggunaan barang inventaris secara berkala kepada Sarana dan Prasarana. Sarana dan prasarana menerima barang untuk ditempatkan di setiap ruangan, dan mencatat barang inventaris yang diperlukan ke dalam kartu inventaris ruangan sebanyak 3 rangkap, untuk disimpan didalam arsip, untuk pengguna dan untuk kepala Sarana dan prasarana mendistribusikan barang pada semua ruangan dan membuat laporan penggunaan barang secara berkala sebanyak 3 rangkap, untuk disimpan didalam arsip, untuk pengguna dan untuk kepala kantor. Gambar 1. Aliran Kerja Sistem PEMBAHASAN Tampilan Program Aplikasi Sebelum mengisi data-data barang, langkah yang dilakukan pertama kali yakni login. Tampilan login seperti di bawah ini: Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Jika sudah login, makan akan muncul tampilan halaman utama seperti di bawah ini : Terdapat beberapa menu pada tampilan halaman utama, diantaranya menu barang, ruangan, peminjaman, user. Role Permissions, dan Roles. Berikut masing-masing tampilan di dalam setiap menu: Menu barang PENERAPAN APLIKASI INVESTARISASI SARANA PRASARANA MADRASAH BERBASIS WEB DAN QR CODE SEBAGAI UPAYA PEMELIHARAAN DAN PENGOPTIMALAN INVESTARISASI Siti Arniansyah Kusnul Khotimah Untuk memasukkan data barang, langsung klik kolom tambah barang yang ada diatas tampilan aplikasi. Kemudian mengesi data berupa kode barang, nama barang, merek, spesifikasi, jumlah barang, harga total, sumber, ruang, foto barang, dan sebagainya. Selain itu, pada menu ini, dapat melakukan pencarian barang. Di samping itu, kita bisa menghapus barang yang diinginkan. Tampilannya seperti di bawah ini : Menu Ruangan Selain menu barang, terdapat juga Menu Ruangan. Untuk pemanfaatan menu ini hampir sama dengan menu barang. Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Menu Peminjaman Dalam menu ini juga dapat memasukkan data peminjaman. Dalam menu ini, perlu dimasukkan tanggal peminjaman, tanggal pengembalian, kode barang, nama barang, nama peminjaman, foto, dan keterangan. Selain itu, didalam menu ini terdapat pilihan untuk menghapus ataupun menambah. Menu User Dasar menu user, dapat menambahkan ataupun menghapus user. Di dalam menu user terdapat beberapa data yang perlu dimasukkan ke dalam aplikasi ini, diantaranya #Id, username, email, foto, akun status, dan user role Id. Tampilan Program QR Code Untuk pembuatan QR Code dapat dibuat secara online melalui website ini https://login. qrcode-generator-com/. Setelah membuka website ini akan muncul tampilan daftar atau log in. Untuk yang belum berlangganan dapat melakukan pendaftaran terlebih dahulu. PENERAPAN APLIKASI INVESTARISASI SARANA PRASARANA MADRASAH BERBASIS WEB DAN QR CODE SEBAGAI UPAYA PEMELIHARAAN DAN PENGOPTIMALAN INVESTARISASI Siti Arniansyah Kusnul Khotimah Ketika sudah log in atau daftar, maka akan muncul beberapa menu di dalamnya, kemudian pilih jenis QR Code yang akan dibuat. Disini peneliti berfokus penggunaan melalui gambar barang yang dibuat QR Code yang akan dibuat. Disini peneliti berfokus penggunaan melalui gambar barang yang dibuat QR Code. Jadi, pilih bagian icon image . Kemudian isi data-data yang diminta seperti di bawah ini. Selain itu, kita bisa membuatdesain QR Code yang diinginkan. Berikut tampilannya: Ulul Amri: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. No. Setelah itu, klik lanjut. Lalu. QR Code selesai dibuat. Di dalam menu utama akan ditampilkan beberapa QR Code yang telah dibuat. Dari QR Code yang telah dibuat, dapat dikelompokkan dalam beberapa folder. Caranya klik atau ceklist beberapa QR Code barang yang diinginkan, kemudian klik actions, lalu move to folder, seperti di bawah ini: Setelah QR Code telah dibuat, simpan gambar QR Code dan masukkan ke dalam foto barangyang ada di website inventarisasi sarana dan prasarana. SIMPULAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dengan mengamati dan menganalisa PENERAPAN APLIKASI INVESTARISASI SARANA PRASARANA MADRASAH BERBASIS WEB DAN QR CODE SEBAGAI UPAYA PEMELIHARAAN DAN PENGOPTIMALAN INVESTARISASI Siti Arniansyah Kusnul Khotimah permasalahan inventarisasi maka dengan penggunaan aplikasi inventaris berbasis web ini akan mempermudah sekaligus optimal dalam hal pemeliharaan, pengawasan, penghapusan, dan sebagainya. Sehingga alur inventarisasi dapat terlaporkan secara jelas. Pencarian data terkait barang yang dimiliki akan lebih mudah dan jelas akan data yang ada. Selain itu, penyajian laporan lebih optimal karena tersimpan dalam database. Dengan bantuan adanya QR Code juga akan mempermudah dan lebih cepat untuk melihat detail barang inventaris. REFERENSI