Vol 2 No. 1 Januari 2025 P-ISSN : 3047-2806 E-ISSN : 3047-2075. Hal 59 - 63 JURNAL PADAMU NEGERI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jpn Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/tf45dj28 TRANSFORMASI PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA : PENDEKATAN ZERO WASTE MENUJU PERUBAHAN PERILAKU BERBASIS LINGKUNGAN Syifa Rohmah a*. Jilma Dewi Ayu Ningtyas b. Ulfa Kurniasih c rohmah@uingusdur. Universitas Islam Negeri K. Abdurrahman a Program Studi Ekonomi Syariah. Wahid Pekalongan. Jawa Tengah b Program Studi Akuntansi Syariah. Universitas Islam Negeri K. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Jawa Tengah c Program Studi Ekonomi Syariah. Universitas Islam Negeri K. Abdurrahman Wahid Pekalongan. Jawa Tengah Korespondensi ABSTRACT The problem of household waste management is one of the pressing environmental issues in various countries, including Indonesia. The high volume of waste that is not properly processed contributes to environmental pollution, such as soil, water, and air pollution. Tasik Rejo Village is one of the villages that focuses on waste management, this village has a BUMDes that is active in waste management but is only piled up at the TPS. Through Community Service activities, the service team carries out activities to change waste so that it can be utilized properly. The purpose of this service is to provide education and skills to Tasik Rejo village residents about the importance of maintaining environmental sustainability and a healthy lifestyle through waste processing, one of which is into fertilizer, so that waste can have value that can be utilized. This service method uses the ABCD method where the community plays an active role in every stage. Based on the results of the service, it can be said that the community is not fully aware of the importance of sorting waste, therefore further assistance is needed, but this service activity has a positive influence on changes in healthy living behavior in the community. Keywords: Zero Waste. Community Empowerment. Waste Management Abstrak Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga menjadi salah satu isu lingkungan yang mendesak di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tingginya volume sampah yang tidak terolah dengan baik berkontribusi pada pencemaran lingkungan, seperti pencemaran tanah, air, dan udara. Desa Tasik Rejo merupakan salah satu desa yang konsen terhadap pengolahan sampah, des aini memliki BUMDes yang aktif dalam pengolahan sampah namun hanya ditimbun di TPS. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat, tim pengabdian melakukan kegiatan mengubah sampah untuk dapat dimanfaatkan dengan Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk memberikan edukasi dan ketrampilan warge desa Tasik Rejo tentang pentingnya merawat kelestarian lingkungan dan gaya hidup sehat melalui pengolahan sampah salah satunya menjadi pupuk, sehingga sampah bisa memiliki nilai yang bisa dimanfaatkan. Metode pengabdian ini menggunakan metode ABCD diaman Masyarakat berperan aktif dalam setiap tahapannya. Berdasarkan hasil pengabdian dapat dikatakan Masyarakat belum sepenuhnya menyadari pentingnya memilah sampah, maka dari itu diperlukan pendampingan lanjutan, namun kegiatan pengabdian ini memberikan pengaruh positif terhadap perubahan perilaku hidup sehat masyakat. Kata Kunci: Zero Waste. Pemberdayaan Masyakat. Pengolahan Sampah PENDAHULUAN Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga menjadi salah satu isu lingkungan yang mendesak di berbagai negara, termasuk Indonesia. Tingginya volume sampah yang tidak terolah dengan baik berkontribusi pada pencemaran lingkungan, seperti pencemaran tanah, air, dan udara. Menurut data Received November 25, 2024. Revised Desember 1, 2024. Accepted Januari 20, 2025. Published Januari 24, 2025 Syifa Rohmah dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 59 Ae 63 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada tahun 2021. Indonesia menghasilkan sekitar 67 juta ton sampah per tahun, di mana 60% di antaranya berasal dari sektor rumah tangga (KLHK, 2. Sistem pengelolaan sampah yang kurang efektif dan kurangnya kesadaran masyarakat menjadi penyebab utama tingginya tingkat sampah yang tidak terolah. Pendekatan zero waste muncul sebagai solusi inovatif yang berorientasi pada pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan. Konsep ini menekankan pada pengurangan sampah sejak dari sumber, pemanfaatan kembali material yang dapat didaur ulang, dan komposisi limbah organik (Bea Johnson, 2. Dalam konteks rumah tangga, pendekatan ini dapat membantu menciptakan perubahan perilaku masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penerapan strategi zero waste di tingkat rumah tangga dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan volume sampah. Studi oleh Suharjo et al. menemukan bahwa edukasi mengenai pengelolaan sampah berbasis zero waste dapat meningkatkan partisipasi masyarakat hingga 75% dalam memilah dan mengolah sampah di rumah. Selain itu, penelitian oleh Kumar et al. menyatakan bahwa pendekatan berbasis komunitas, seperti bank sampah, terbukti efektif dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Sebagai salah satu langkah konkret dalam mendukung pengelolaan sampah berbasis zero waste, kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Tasik Rejo. Kabupaten Pemalang. Desa ini merupakan salah satu wilayah dengan potensi besar untuk menerapkan pengelolaan sampah secara berkelanjutan karena tingginya kesadaran masyarakat dan keberadaan lembaga-lembaga lokal yang aktif. Berdasarkan data yang diperoleh dari pemerintah desa, rata-rata rumah tangga di Desa Tasik Rejo menghasilkan sampah organik dan anorganik yang bercampur, sehingga upaya untuk mengedukasi masyarakat mengenai pemilahan dan pengelolaan sampah sangat diperlukan. Kegiatan ini dihadiri oleh 40 peserta yang terdiri dari berbagai elemen masyarakat, seperti Ketua Rukun Tetangga (RT), anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), kader Posyandu, serta perwakilan dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDe. Kehadiran berbagai elemen masyarakat ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak dalam mengimplementasikan konsep zero waste secara efektif dan berkelanjutan di lingkungan Desa Tasik Rejo. Melalui pelatihan dan diskusi partisipatif, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya pengelolaan sampah rumah tangga berbasis zero waste, mulai dari pemilahan sampah organik dan anorganik, teknik pengomposan, hingga daur ulang material anorganik. Tidak hanya itu, kegiatan ini juga dirancang untuk membangun kapasitas kelembagaan desa, seperti BUMDes, agar mampu mendukung program pengelolaan sampah melalui sistem yang terintegrasi, misalnya pengembangan bank sampah atau unit usaha daur ulang (Putri dan Randhani . Dengan pendekatan ini, kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Tasik Rejo diharapkan tidak hanya memberikan solusi terhadap permasalahan sampah, tetapi juga menciptakan perubahan perilaku masyarakat menuju pola hidup yang lebih ramah lingkungan. METODOLOGI PENELITIAN Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ABCD (Asset-Based Community Developmen. , tim pengabidian berfokus pada pemberdayaan masyarakat berbasis potensi dan aset yang dimiliki oleh Desa Tasik Rejo. Metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi, memanfaatkan, dan mengembangkan aset-aset lokal guna mendukung implementasi pengelolaan sampah berbasis zero waste (Sunarti dan Firmansyah . Metode ABCD ini akan dojelaskan dengan empat kriteria tahapan. Tahapan 1 Tahapan 2 Tahapan 3 Tahapan 4 Tabel 1. Metode Pengabdian Discovering Assets Kegiatan FGD Designing Actions Menyusun Rencana Aksi Implementing Actions Pelatihan Zero Waste Sustaining Development Evaluasi dan Tindak Lanjut Keempat tahapan ini dilakukan Bersama-sama dengan peserta pengabdian Masyarakat yaitu warga desa Tasik rejo, dimana terdiri dari pengurus RT. PKK. Kader Posyandu dan anggota BUMDes. Tahapantahapan ini tim pengabdian juga bekerjasama dengan intens dan berkesinambungan dengan BUMDes untuk mengawal pengelolaan sampah khususnya dalam pemilahan sampah untuk nantinya disetor ke TPST. JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Januari 2025, pp. 59 - 63 Syifa Rohmah dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 59 Ae 63 HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan kegiatan pengabdian ini dimulau dengan tahapan yang pertama diawali dengan Identifikasi Aset (Discovering Asset. , tujuan dari tahapan ini yaitu , untuk mengidentifikasi aset-aset yang dimiliki oleh Desa Tasik Rejo, baik aset individu, kelembagaan, maupun lingkungan yang dapat dimanfaatkan dalam proses zero waste. Adapun proses dala tahap ini yaitu melakukan diskusi kelompok terfokus . ocus group discussio. dengan 40 peserta, yang terdiri dari RT, anggota PKK, kader Posyandu, dan BUMDes, dan menggali potensi yang ada, seperti kesediaan lahan untuk pengomposan, keterampilan masyarakat dalam pengelolaan sampah, dan fasilitas pendukung yang tersedia. Gambar 1 . Kegiatan FGD Tahapan yang kedua adalah Perencanaan Aksi (Designing Action. , tujuan dari tahapan ini adalah untuk merumuskan langkah-langkah strategis untuk pengelolaan sampah berdasarkan aset yang telah Adapun kegiatan dalah tahapan ini yaitu pemberian materi tentang sistematika zero wate dan diskusi partisipatif dengan peserta untuk menyusun rencana aksi pengelolaan sampah rumah tangga, teknik pengomposan, dan daur ulang, selai itu juga melibatkan BUMDes dalam rencana pengelolaan bank sampah untuk mendukung keberlanjutan program. Gambar 2 . Diskusi Partisipatif Tahapan yang ketiga adalah Implementasi Program (Implementing Action. , dimana pada tahapan ini tim pengabdian melaksanakan program pengelolaan sampah berbasis zero waste dengan melibatkan masyarakat secara aktif, kegiatan pada tahap ini adalah melakukan pelatihan langsung kepada masyarakat mengenai cara memilah sampah organik dan anorganik, teknik pembuatan kompos, dan upaya daur ulang setelah itu nenbuat tempat sampah yang bisa digunakan untuk menampung sampah sampah organic agar bisa menjadi Kompos. Namun untuk sampah bisa menjadi kompos diperlukan adanya cairan bioaktivator untuk membantu menguraikan sampah, sehingga para peserta diberikan pelatihan langusng dalam membuat Transformasi Pengelolaan Sampah Rumah Tangga : Pendekatan Zero Waste Menuju Perubahan Perilaku Berbasis Lingkungan (Syifa Rohma. Syifa Rohmah dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 59 Ae 63 Gambar 3. Pelatihan Pembuatan Tempat Sampah Zero Waste Gambar 4. Proses Pembuatan Bioaktivator Tahapan yang ke empat adalah Evaluasi dan Pengembangan (Sustaining Developmen. , tujuannya yaitu untuk mengevaluasi keberhasilan program dan mengidentifikasi peluang pengembangan lebih lanjut. Adapun kegiatan ini yaitu dengan mengadakan forum evaluasi bersama peserta untuk meninjau capaian program dan hambatan yang dihadapi, menyusun strategi keberlanjutan, seperti melakukan pendampingan dan monitoring terhadap kegiatan yang sudah dilakukan dan memberikan panduan tertulis kepada BUMDes dan masyarakat sebagai acuan keberlanjutan program. Metode ABCD ini memastikan bahwa pengelolaan sampah berbasis zero waste dilakukan secara partisipatif, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan serta potensi Desa Tasik Rejo. Gambar 5. Evaluasi Tim dengan Peserta KESIMPULAN DAN SARAN Dengan adanya kegiatan pengabdian ini, diharapkan bisa membantu Masyarakat desa tasik rejo dalam mengelola sampahnya, yang nantinya bisa menjadi solusi untuk mencegah terjadinya banjir ketika musim Transformasi pengelolaan sampah rumah tangga melalui pendekatan zero waste memberikan dampak positif terhadap perubahan perilaku berbasis lingkungan. Pendekatan ini menekankan pentingnya pengurangan produksi sampah sejak awal, pemilahan sampah, serta pemanfaatan kembali barang-barang yang masih dapat digunakan. Edukasi yang berkelanjutan dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mengimplementasikan strategi ini. Selain itu, dukungan dari kebijakan pemerintah yang prolingkungan juga sangat penting untuk menciptakan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan JURNAL PADAMU NEGERI Vol. No. Januari 2025, pp. 59 - 63 Syifa Rohmah dkk / Jurnal Padamu Negeri Vol 2 No. 59 Ae 63 DAFTAR PUSTAKA