E-ISSN: 2809-8544 HOLY INSTITUTION. UNHOLY REALITY: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP SUDUT PANDANG VICE INDONESIA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PESANTREN HOLY INSTITUTION. UNHOLY REALITY: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS OF VICE INDONESIA'S VIEWPOINT ON SEXUAL VIOLENCE IN ISLAMIC BOARDING SCHOOL Zulia Khikmatul Maulidia1*. Diah Ariani Arimbi2. Nunuk Endah Srimulyani3 Universitas Airlangga. Indonesia Email: zulia. maulidia-2024@fib. id1*, diah-a-a@fib. nunuk-e-s@fib. Abstract This article discusses how VICE Indonesia, through a documentary video titled AuBreaking the Chain of Sexual Violence in Islamic Boarding Schools,Ay addresses the issue of sexual violence in religious education environments. The researchers used Fairclough's Critical Discourse Analysis (CDA) approach to examine how the language used in the video could shape public opinion. The analysis was conducted in three parts: textual analysis, discursive practice, and social practice. The research results show that VICE Indonesia presents the victims as the main characters who bravely speak out, and highlights the patriarchal culture as the main cause of sexual violence. This video also combines several perspectives such as law, religion, and the feminist movement to provide a broader picture of the issue. VICE Indonesia seems to support the feminist view that seeks equality between men and women, especially in Islamic boarding schools. This documentary not only criticizes religious institutions but also invites society to rethink religious values that have long been considered This research shows that media such as documentaries can be an important tool for raising awareness and encouraging social change. Keywords: CDA. VICE Indonesia. Sexual Assault. Islamic Boarding-school. Abstrak Artikel ini membahas bagaimana VICE Indonesia, melalui video dokumenter berjudul AuMemutus Rantai Kekerasan Seksual di PesantrenAy, menyampaikan isu kekerasan seksual di lingkungan pendidikan agama. Peneliti menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) dari Fairclough untuk melihat bagaimana bahasa yang digunakan dalam video tersebut bisa membentuk opini publik. Analisis dilakukan pada tiga bagian: analisis tekstual, praktik diskursif, dan praktik Hasil penelitian menunjukkan bahwa VICE Indonesia menampilkan korban sebagai tokoh utama yang berani bersuara, dan menyoroti budaya patriarki sebagai penyebab utama terjadinya kekerasan seksual. Video ini juga menggabungkan beberapa sudut pandang seperti hukum, agama, dan gerakan feminis untuk memberikan gambaran yang lebih luas tentang masalah tersebut. VICE Indonesia tampak mendukung pandangan feminis yang ingin adanya kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, terutama di pesantren. Dokumenter ini tidak hanya mengkritik lembaga agama, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berpikir ulang soal nilai-nilai keagamaan yang selama ini dianggap tidak bisa diganggu. Penelitian ini menunjukkan bahwa media seperti video dokumenter bisa menjadi alat penting untuk membangun kesadaran dan mendorong perubahan sosial. Kata kunci: AWK. VICE Indonesia. Kekerasan seksual. Pesantren. PENDAHULUAN Pada bulan April 2025, berbagai media berita online menulis tentang sebuah drama Malaysia. Drama ini mengangkat kenyelenehan dari sekte keagamaan Islam sebagai tema. Keanehan tersebut meliputi . pernikahan paksa dengan pemimpin sekte Ae yang bernama SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK HOLY INSTITUTION. UNHOLY REALITY: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP SUDUT PANDANG VICE INDONESIA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PESANTREN Zulia Khikmatul Maulidia et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Walid (Noviandi, 2. , . mencium kaki pimpinan sekte, . mengambil berkah dengan meminum bekas air basuhan kaki pimpinan sekte (Arif, 2. , hingga . mengaku menjadi imam Mahdi, yang notabene juru selamat dalam agama Islam pada akhir zaman (Sunanto. Drama tersebut berjudul AuBidaah. Ay Hal ini diakibatkan karena viralnya drama tersebut pada sosial media yang membahas betapa randomnya perilaku Walid yang merupakan karkater utama dalam mengilhami esensi dari agama islam. Merupakan sebuah ironi disaat Walid sebagai pemimpin sekte atau lembaga keagamaan yang seharusnya memahami hukum-hukum islam dibandingkan orang-orang pada umumnya, malah menyelewengkan pemahamannya dan menafsirkannya sekenanya. Fenomena yang serupa juga terjadi di dunia nyata. Drama Bidaah tersebut menjadi satu dari sekian representasi yang kuat mengenai isu tindak nyeleneh yang terjadi di lembaga Tidak sedikit kabar yang memberitakan adanya isu tersebut, salah satunya berbentuk video dokumenter dari berbagai platform media pemberitaan. Melalui media pemberitaan tersebut, kita bisa memperhatikan bagaimana tindakan nyeleneh ini tersampaikan melalui bahasa yang digunakan secara terstruktur dalam media video Dengan kata lain, dibandingkan media perfilman, media pemberitaan lebih memperalat bahasa sebagai senjata utama dalam menyampaikan narasi pada isu yang Maka, dapat dipahami bahwa bahasa memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Tidak hanya sebagai media untuk berkomunikasi, bahasa juga hadir sebagai sarana untuk menyampaikan ide, emosi, dan pengetahuan pada manusia. Hal inilah yang mendasari terbentuknya hubungan dan rasa kebersamaan antar sesama manusia (Halliday, 1. Tidak hanya itu, bahasa juga menjadi sarana penting dalam pembentukan dan pelestarian identitas budaya. Hal ini dapat dipahami karena melalui bahasa norma-norma budaya, nilai, dan sejarah dapat diteruskan antar generasi. Selain itu, bahasa merupakan alat yang penting dalam akuisisi dan penyebaran pengetahuan, yang mendukung perkembangan intelektual masyarakat (Snow, 2010. Gee, 2. Maka dapat dikatakan bahwa peran bahasa tidak hanya terbatas pada alat atau media komunikasi sehari-hari manusia, tetapi juga sebagai inti dalam pembentukan keselarasan sosial dan konstruksi identitas. Salah satu peran bahasa tersebut tergambar melalui video dokumenter. Menurut Deli dan Hendro . yang dikutip melalui Deli dan Hendro, video dokumenter merupakan jenis video yang menggambarkan dan menceritakan kehidupan asli seseorang, maupun komunitas. Selain itu, video jenis ini juga digunakan untuk menyampaikan pesan dan pengetahuan dalam bentuk yang lebih ringkas dan lebih mudah diterima dan dipahami oleh masyarakat. Hal ini menyebabkan video dokumenter telah berkembang menjadi salah satu alat yang memiliki pengaruh cukup besar dalam pembentukan opini publik dan/atau mengarahkan diskursus sosial. Video dokumenter, yang merupakan bentuk cerita visual, memiliki kekuatan untuk menghadirkan bukti nyata terkait isu-isu sosial penting, yang dapat mempengaruhi cara pandang para penonton terhadap topik-topik tersebut (Nichols, 2. Tidak hanya itu, melalui narasi berbasis bukti, video dokumenter tidak hanya mengedukasi, tetapi juga berpotensi memicu perubahan sosial dan SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK HOLY INSTITUTION. UNHOLY REALITY: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP SUDUT PANDANG VICE INDONESIA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PESANTREN Zulia Khikmatul Maulidia et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Kemampuan mereka untuk menyajikan isu-isu secara emosional dan faktual menjadikannya alat yang efektif dalam memperkenalkan perspektif baru dan mendorong perubahan dalam masyarakat (Nichols, 2010. Rosenthal & Dorfman, 2. Dengan beberapa alasan yang telah disampaikan, kekuatan dari video dokumenter terkait pengaruhnya dalam pembentukan atau pengarahan diskursus sosial tidaklah diragukan lagi. Salah satu grup media yang mengusung video dokumenter dalam menyampaikan laporan beritanya kepada masyarakat adalah VICE. VICE merupakan sebuah grup media yang berasal dari Kanada, dan berdiri sejak tahun 1994. Terhitung per tahun 2021. VICE telah memiliki cabang pada dua puluh delapan negara, termasuk salah satunya adalah Indonesia. VICE Indonesia mengerucutkan audiensnya menjadi golongan kelas ekonomi menengah dan menengah ke atas (Evan, 2. VICE grup media mempunyai ciri khas pada narasinya yang cenderung bersifat dokumenter dan pemilihan topik yang cenderung antimainstream (Evan, 2. Sebagaimana yang telah disebutkan pada paragraf sebelumnya, bahwa video dokumenter mampu memperkenalkan perspektif baru, begitu pun yang coba dilakukan oleh VICE Indonesia. Kadang kala topik yang diangkat oleh VICE Indonesia cenderung mainstream, namun VICE memakai bentuk video dokumenter yang mendetail dan lebih mendalam dalam menyikapi maupun membahas suatu permasalahan dalam laporan pemberitaannya, menjadikannya berbeda dengan grup media pemberitaan Tingkat kerincian dokumenter tersebutlah yang mampu menciptakan perspektif Sehubungan dengan itu, salah satu isu yang diangkat melalui video dokumenter yaitu kekerasan dan pelecehan seksual yang terjadi di pondok pesantren Indonesia. Lebih tepatnya, dalam dokumenter yang diproduksi oleh YouTube VICE Indonesia pada tahun 2022 berjudul AuMemutus Rantai Kekerasan Seksual di Pesantren,Ay masalah terkait kekerasan dan pelecehan seksual dibahas secara mendalam, menggambarkan besarnya pelanggaran seksual di lingkungan pendidikan agama tersebut. Pemberitaan isu ini tidak hanya dilakukan VICE Indonesia di kanal YouTube, melainkan juga pada laman online resmi mereka. Meskipun begitu, analisis ini tetap menggunakan video dokumenter pada platform YouTube saja karena media pemberitaan dalam platform ini dinilai lebih menggaet banyak audiens karena faktor penyajian visual dan audionya. Melalui konten video nya, dokumenter ini mengungkap faktor-faktor yang memungkinkan kekerasan tersebut terus berlangsung di pesantren. Dengan menyajikan masalah sosial yang sangat sensitif ini, dokumenter tersebut berfungsi tidak hanya untuk meningkatkan kesadaran, tetapi juga menambah perspektif baru yang memicu diskursus publik tentang implikasi moral dan etis kekerasan seksual di pesantren. Dokumenter ini berperan penting dalam mengubah narasi seputar pesantren. Maksudnya, pesantren selama ini dikenal sebagai tempat pendidikan moral dan keagamaan yang notabene nya memberikan premis keamanan secara agama. Namun, kehadiran dokumenter ini membuat pesantren dipertanyakan perannya dalam keamaan dengan konteks pada isu kekerasan dan pelecehan Melalui narasi yang ditampilkan, dokumenter ini mendorong masyarakat untuk melihat pesantren dengan pandangan yang lebih kritis. Bahkan, dari total tiga puluh ribuan SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK HOLY INSTITUTION. UNHOLY REALITY: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP SUDUT PANDANG VICE INDONESIA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PESANTREN Zulia Khikmatul Maulidia et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. penonton dan dua ratusan komentar, terdapat satu komentar dengan jumlah like sampai seratus tujuh puluh yang menyuarakan untuk melihat pesantren dengan pandangan yang lebih kritis. Berikut adalah ujar komentar oleh @naufallumam. AuTak perlu defensif menganggap pesantren pasti suci atau tak pernah salah. Justru kita harus sama-sama sepakat menangkal dan menghukum pelaku kekerasan seksual agar bisa menghadirkan suasana belajar paling aman dan paling nyaman bagi para santri. Santri speaking out itu bukan menjelekkan nama pesantren, tapi upaya mereka membersihkan dan membenahi Ay Untuk memahami hubungan antara bahasa, kekuasaan, dan ideologi dalam video dokumenter tersebut, pendekatan Analisis Wacana Kritis atau Critical Discourse Analysis (CDA) merupakan kerangka konseptual yang tepat. AWK memungkinkan untuk mempelajari bagaimana bahasa dalam dokumenter tersebut mencerminkan dan memperkuat dinamika kekuasaan sosial yang ada, sekaligus menantang ideologi dominan (Fairclough. Dalam konteks video ini. AWK sangat berguna untuk menggali lebih dalam mengenai pilihan bahasa yang digunakan oleh pembuat film, cara isu disajikan, dan bagaimana berbagai pihak digambarkan . an Dijk, 1993. Fairclough, 2. Dengan kata lain. AWK merupakan konsep yang tepat untuk memahami bagaimana narasi dibentuk dan dampaknya terhadap persepsi penonton terhadap isu-isu yang diangkat, terutama dalam hal ini adalah isu kekerasan dan pelecehan seksual di pesantren yang dibawakan oleh video dokumenter milik VICE Indonesia. TINJAUAN PUSTAKA Sejumlah penelitian terdahulu telah membahas beberapa topik tertentu terkait penelitian ini, baik dalam segi sudut pandang VICE Indonesia ataupun terkait teori analisis wacana kritis (AWK) Fairclough. Pengaplikasian teori AWK Fairclough telah digunakan untuk meneliti pengaruh dari sebuah wacana pada persepsi pembaca atau penonton. Berangkat dari tingkat iklan dengan Sutikno et. , . menggunakan konsep AWK ini untuk mengungkapkan pengaruh bahasa yang digunakan pada iklan GoSend di YouTube dalam persepsi dan perilaku konsumen pada produknya. Kemudian ke tingkat yang lebih serius dengan penelitan oleh Shah . yang bahkan mengungkapkan bahwa, melalui kajian analisis wacana kritis Fairclough, terbukti adanya relasi kekuasan hingga menciptakan manipulasi opini publik dalam judul berita politik pada sosial media di Pakistan. Kedua penelitian ini menggunakan AWK Fairclough dalam mengungkap pengaruh dari wacana terhadap pembentukan ataupun manipulasi opini publik. Di sisi lain, terdapat beberapa penelitian yang telah mengkaji VICE Indonesia pada ranah wacana kritis. Bukan pertama kalinya, pemberitaan VICE Indonesia dianalisis menggunakan Analisis Wacana Kritis. Video dokumenter yang membahas polemik poligami di Indonesia, yang pelaporannya menggunakan mode video dokumenter pernah dianalisis menggunakan analisis Fairclough. Hasil dari penelitian tersebut adalah video tersebut menggambarkan dominasi gender di mana praktik poligami hanya boleh dilakukan oleh laki-laki saja. Lalu, ideology patriarki terlihat jelas di mana laki-laki memegang penuh kekuasaan atas istri dan anaknya serta SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK HOLY INSTITUTION. UNHOLY REALITY: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP SUDUT PANDANG VICE INDONESIA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PESANTREN Zulia Khikmatul Maulidia et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. mampu mempengaruhi dan mempropaganda pemikiran keluarganya (Azizah, 2. Kemudian selain media video, beberapa peneliti tertarik untuk melakukan Analisis Wacana Kritis milik Fairclough, terhadap pemberitaan di website VICE Indonesia. Salah satunya adalah Bilqisth et. yang memilih peristiwa bom bunuh diri di Surabaya sebagai topik analisis penelitian. Penelitian tersebut memiliki hasil berupa, peran bahasa dalam teks yang digunakan oleh editor VICE. com menganut punk antirasisme terlihat dalam konstruksi pemberitaan: tidak mengaitkan peristiwa dengan agama yang dianut pelaku, meskipun foto keluarga pelaku memiliki atribut Islam, tetapi penjelasan tidak mengaitkannya dengan Islam (Bilqisth et. , 2. Melihat dari penelitian-penelitian terdahulu yang telah disebutkan, sejauh ini tidak ada penelitian yang berupaya untuk mengungkap sudut pandang VICE terhadap kekerasan seksual di pesantren dengan menggunakan teori analisis wacana kritis Fairclough. Penelitian ini, kemudian, mengisi celah kajian dalam ranah tersebut, yaitu pengkajian wacana kritis untuk mengunkapkan sudut padang ataupun ideologi dari VICE Indonesia terkait kekerasan dan pelecehan seksual di pesantren dengan mengaplikasikan teori analisis wacana kritis Fairclough. Sejalan dengan hal tersebut, penelitian ini menggunakan teori analisis wacana kritis yang digagas Norman Fairclough. Teori ini berfokus pada bagaimana sebuah wacana membentuk opini melalui interaksi antara bahasa, kekuasaan, dan pengaruh sosial. Fokus AWK dari Norman Fairclough ini mencakup analisis tingkat mikro . , meso . raktik wacan. , dan makro . raktik sosial-buday. Pada tingkat mikro, analisis berfokus pada penggunaan bahasa, seperti pilihan kata dan struktur kalimat, untuk melihat bagaimana elemen-elemen ini berkontribusi pada pembentukan opini terkait isu yang diangkat. Pada tingkat meso, teori ini menganalisis proses produksi dan penerimaan teks, meliputi bagaimana keputusan pembuat teks dan respons audiens mempengaruhi wacana yang Di tingkat makro, konteks sosial, budaya, dan politik yang lebih luas dieksplorasi, mempertimbangkan bagaimana sebuah wacana berinteraksi dengan narasi sosial yang lebih besar mengenai agama, pendidikan, dan gender. Sehubungan dengan itu, isu terkait kekerasan dan pelecehan seksual pada pesantren memiliki keterkaitan yang erat terhadap konteks sosial, budaya, politik, dan tentunya dinamika kekuasaan dibaliknya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa teori analisis wacana kritis oleh Norman Fairclough ini merupakan konsep yang tepat untuk digunakan dalam penelitian ini. Secara spesifik, dalam AWK Fairclough, analisis tekstual merujuk pada pemeriksaan bahasa yang digunakan dalam teks tertentu untuk mengidentifikasi fitur linguistik yang mengandung makna tersembunyi. Menurut Fairclough . , teks tidaklah netral. adalah tempat di mana hubungan kekuasaan diproduksi dan dipertanyakan. Analisis tekstual melibatkan pemeriksaan pilihan kata, struktur kalimat, metafora, dan fitur linguistik lainnya yang membentuk representasi realitas sosial. Fairclough menekankan bahwa melalui pilihan-pilihan ini, teks menghasilkan makna yang memengaruhi bagaimana kita memahami dunia dan posisi kita di dalamnya. Komponen kedua dalam kerangka AWK Fairclough adalah praktik diskursif. Komponen ini merujuk pada proses-proses yang terlibat dalam produksi, distribusi, dan konsumsi dari sebuah wacana. Fairclough . menjelaskan SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK HOLY INSTITUTION. UNHOLY REALITY: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP SUDUT PANDANG VICE INDONESIA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PESANTREN Zulia Khikmatul Maulidia et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. bahwa teks tidak berdiri sendiri, tetapi dipengaruhi oleh cara teks diproduksi dan dibaca. Praktik diskursif mengkaji bagaimana teks dibangun oleh individu atau institusi . dan bagaimana mereka ditafsirkan oleh audiens . Dalam komponen ini juga mencakup bagaimana hubungan kekuasaan muncul. Konsep intertekstualitas dari Fairclough . penting ketika mempertimbangkan praktik diskursif. Ia berargumen bahwa setiap teks dipengaruhi oleh dan merujuk pada teks lain. Hubungan intertekstual ini membantu membentuk bagaimana makna dibuat dan dipahami. Terakhir, praktik sosial yang merujuk pada struktur dan proses sosial yang lebih luas yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh Fairclough . mengatakan bahwa wacana tidak hanya dipengaruhi oleh masyarakat, tetapi juga membentuk masyarakat itu sendiri. Praktik sosial mencakup norma, nilai, dan hubungan kekuasaan dalam masyarakat yang mengatur bagaimana orang berinteraksi dan berpartisipasi dalam kehidupan sosial. Mereka mencakup struktur ekonomi, politik, dan budaya yang mempengaruhi produksi wacana. Secara keseluruhan, penelitian ini berfokus pada analisis wacana kritis terhadap sudut pandang VICE Indonesia terkait kekerasan dan pelecehan seksual di pesantren pada video Secara spesifik, tujuan utama penelitian ini adalah untuk memahami pencerminan sudut pandang VICE Indonesia dalam wacana tersebut yang melibatkan kekuasaan dan ideologi yang terkait dengan isu kekerasan seksual di pesantren. Melalui pendekatan analisis wacana kritis Fairclough, penelitian ini berupaya mengungkapkan tidak hanya bagaimana bahasa, pilihan kata, serta struktur naratif dalam video tersebut membentuk opini publik mengenai pesantren dan isu kekerasan seksual yang terjadi di dalamnya melainkan juga ideologi sekaligus relasi kekuasaan dibalik wacana tersebut. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis sudut pandang VICE Indonesia terhadap kekerasan seksual di pesantren, sebagaimana yang tercermin dalam video dokumenter YouTube VICE Indonesia yang berjudul AuMemutus Rantai Kekerasan Seksual di Pesantren. Ay Menurut Wodak & Meyer . CDA sendiri menggunakan metode kualitatif seperti analisis tekstual dan kontekstual untuk memahami cara-cara kompleks di mana struktur bahasa berkontribusi pada hubungan kekuasaan sosial, politik, dan budaya. Pemilihan metode penelitian kualitatif sejalan dengan kerangka teori pada penelitian ini. Data untuk penelitian ini dikumpulkan dari platform YouTube, khususnya akun VICE Indonesia. Penelitian ini mengaplikasikan pendekatan sistematis untuk menganalisis video dokumenter tersebut berdasarkan kerangka analisis wacana kritis (AWK) dari Fairclough. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan melalui beberapa langkah. Pertama, peneliti menonton video tersebut lebih dari kali untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh tentang isinya. Selanjutnya, peneliti mentranskripsi kalimat-kalimat dalam video tersebut, kemudian mengklasifikasikan data transkrip untuk kemudian dianalisis menggunakan kerangka analisis wacana kritis (AWK) dari Fairclough. Sehubungan dengan itu, analisis dilakukan dalam tiga tingkat: . Analisis tekstual, yang mencakup kosa kata, pemilihan SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK HOLY INSTITUTION. UNHOLY REALITY: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP SUDUT PANDANG VICE INDONESIA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PESANTREN Zulia Khikmatul Maulidia et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. kata, tata bahasa, sintaksis, dan metafora. Praktik diskursif, yang berfokus pada bagaimana teks diproduksi, didistribusikan, dan dikonsumsi, serta bagaimana hal ini mempengaruhi interpretasi wacana. Praktik sosial, yang mengkaji struktur sosial yang lebih luas dan hubungan kekuasaan yang tercermin, direproduksi, atau ditantang dalam Dengan menggunakan model CDA Fairclough . , penelitian ini menganalisis data dengan mempertimbangkan tiga dimensi yang saling terkait: teks . , yang memeriksa bahasa dan elemen visual dalam dokumenter. praktik diskursif . , yang menyelidiki strategi yang digunakan dalam produksi dan interpretasi video. serta praktik sosial budaya . , yang menilai konteks sosial dan budaya yang lebih luas yang tercermin dan dipengaruhi oleh video tersebut. HASIL DAN PEMBAHASAN Melalui analisis wacana kritis Norman Fairclough dengan fokus kajian pada sudut pandang VICE Indonesia sebagai pembuat video dokumenter AuMemutus Rantai Kekerasan Seksual di Pesantren,Ay Ae yang dapat diakses melalui laman kanal YouTube resmi VICE Indonesia atau melalui link https://w. com/watch?v=1i8Vxs1dsaI, menjadikan hasil analisa terbagi menjadi tiga bagian. analisis tekstual, praktik diskursif, dan praktik Berikut penjelasan dari masing-masing hasil analisis tersebut. Analisis Tekstual Analisis tekstual berfokus pada fitur Ae fitur linguistik dalam teks, termasuk pilihan kata, tata bahasa, dan struktur kalimat yang membentuk representasi realitas sosial dalam video dokumenter tersebut. VICE Indonesia memilih menyuarakan narasi mereka sendiri menggunakan Bahasa Inggris, meskipun begitu subtitle Bahasa Indonesia tetap disediakan selama penyuaraan narasi tersebut. Selain itu, subtitle Bahasa Indonesia ini juga digunakan ketika korban kekerasan seksual Ae yang suaranya sengaja disamarkan, bercerita tentang pengalaman mereka selama mendapat pengalaman yang tidak mengenakkan tersebut. Gambar 1. Staff keamanan pesantren mengaku telah menjadi korban pelecehan seksual Sumber: VICE Indonesia, tahun 2022, 0. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK HOLY INSTITUTION. UNHOLY REALITY: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP SUDUT PANDANG VICE INDONESIA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PESANTREN Zulia Khikmatul Maulidia et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Gambar 2. Headline berita Kompas. com yang memberitakan pesantren sebagai tempat kedua terbanyak dimana kekerasan seksual terjadi. Sumber: VICE Indonesia, tahun 2022, 1. Kedua hal tersebut menunjukkan bagaimana VICE Indonesia secara tidak langsung ingin menunjukkan bahwa semua orang yang memahami Bahasa Indonesia harus paham dan mengerti dengan isu yang mereka angkat. Diperlihatkan dengan penggunaan subtitle Bahasa Indonesia pada saat segmen penyuaraan narasi VICE sendiri, dan segmen pengakuan pengalaman buruk oleh korban. Selain itu. VICE Indonesia secara konsisten menempatkan korban kekerasan seksual sebagai subjek aktif narasi, bukan sekadar objek pemberitaan. Hal ini tampak pada cara penggambaran korban melalui pilihan kata dan struktur kalimat yang digunakan oleh Vice dalam video dokumenternya. Berikut merupakan beberapa contoh penggunaan kutipan langsung dalam penggambaran korban: AuNggak tahu lapor kemana, nggak tahu mau visum kayak gimana, kan nggak tahu gimana prosedurnya gitu. Jadi saya cuma memfoto bagian tubuh saya yang setelah saya dilecehkan itu tadi. Ay Dari kutipan tersebut, konstruksi kalimat yang menggunakan kata ganti orang pertama AusayaAy menunjukkan upaya VICE untuk memberikan ruang bagi korban untuk bersuara secara langsung. Melalui pilihan leksikal seperti Aukena kekerasan seksual di pesantrenAy. VICE menekankan bahwa kekerasan seksual bukan hanya terjadi, tetapi malah terjadi di dalam institusi yang seharusnya menjadi tempat perlindungan dari isu terkait. Selain itu. VICE Indonesia juga menampilkan data statistik untuk menggambarkan persoalan kekerasan seksual di pesantren sebagai masalah yang berdampak luas secara sistem dan bukan seharusnya menjadi kasus yang tidak terlalu diperhatikan. AuIn Indonesia, the number of reported assault cases committed against women have increased significantly from 135,000 cases in 2012 to 338,000 cases in 2021. In 2021, a third of these reported cases were of sexual assault. 19% of those reported cases took place in Islamic boarding schools, making it the second most common location for sexual violence after universities at 27%. Ay SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK HOLY INSTITUTION. UNHOLY REALITY: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP SUDUT PANDANG VICE INDONESIA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PESANTREN Zulia Khikmatul Maulidia et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Statistik ini digunakan untuk membawa masalah dari tingkat individu ke tingkat yang lebih luas, yaitu struktural. Penempatan pesantren sebagai lokasi kedua terbanyak kasus kekerasan seksual setelah universitas secara implisit menuntut adanya perhatian khusus terhadap institusi pendidikan agama ini. Kemudian, melalui interview dengan korban. VICE Indonesia secara eksplisit menyediakan ruang bagi korban untuk memberikan kesaksian bahwa patriarki teridentifikasi sebagai akar masalah atau isu kekerasan seksual tersebut. Hal ini terlihat dalam kutipan AuDaerah sini. Pesantrennya kebanyakan adalah patriarki. Artinya perempuan tidak layak memimpin. Ay AuDi kehidupan pesantren itu patriarkinya kuat banget. Ay Penekanan langsung terhadap kesaksian tentang AupatriarkiAy dan statement bahwa perempuan tidak layak memimpin, menunjukkan posisi ideologis VICE yang seolah mengadopsi perspektif feminis dalam membaca fenomena kekerasan seksual di pesantren. Penggunaan frasa Aukuat bangetAy untuk menggambarkan dominasi patriarki yang mana juga bermakna besarnya tantangan yang akan dihadapi dalam merombak sistem tersebut Ae khususnya dalam hal keterlibatan perempuan dalam struktur kepemimpinan pesantren. Bahkan, terdapat beberapa struktur kalimat yang memberi kesan di mana dokumenter ini sedang membangun narasi terkait pertentangan antara otoritas agama dan perlindungan terhadap korban. Hal tersebut dapat dilihat dalam kutipan berikut: AuTerus pak kiai-nya bilang. AoJangan ke ranah hukum, nanti banyak. Nanti saya yang diwawancarai banyak TV. Padahal kerjaan saya banyak. Ao gitu Pak. Ay AuDiancamnya sambil berdiri gini Kak, terus gini. Awas ya, kamu jangan sebar sebarin kasus ini. Nanti pesantren ini namanya bakal jatuh gitu. Ay Konstruksi ini menunjukkan bagaimana VICE menghadirkan gambaran di mana otoritas pesantren lebih memprioritaskan citra institusi daripada keadilan bagi korban. Penggunaan ucapan langsung dari korban yang mengutip langsung kata-kata kiai membuat testimoni terasa lebih asli dan menunjukkan perbedaan kekuasaan yang jelas. Sebagai tambahan, adapun korelasi dalam temuan penelitian ini dengan penelitian Dalam penelitian Shah . mengenai manipulasi persepsi publik melalui wacana politik di media sosial Pakistan, penggunaan fitur linguistik strategis yang mempengaruhi pembaca juga ditemukan dalam dokumenter VICE. Sebagaimana yang dilakukan VICE dengan kutipan langsung dari korban kekerasan seksual. Shah menunjukkan bagaimana media sosial menggunakan sensasionalisme dan teknik retoris seperti interogatif dan seruan untuk menarik perhatian pembaca dan memanipulasi opini publik. Hal ini juga terlihat pada bagaimana pilihan bahasa dalam dokumenter VICE memberikan ruang bagi korban untuk bersuara, sementara media sosial Pakistan menggunakan teknik serupa untuk memanipulasi persepsi publik. Persepsi publik terhadap pesantren pun juga berubah, hal tersebut ditunjukkan melalui komentar salah satu viewers yang bernama @frbmp5100 pada kolom komentar video dokumenter tersebut. Kutipan tersebut berbunyi: SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK HOLY INSTITUTION. UNHOLY REALITY: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP SUDUT PANDANG VICE INDONESIA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PESANTREN Zulia Khikmatul Maulidia et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. AuStop menganggap pemuka agama itu manusia suci. Yg jelas ada video gebukin anak kecil aja masih dibelain. Ay Komentar tersebut menunjukkan indikasi pengajakan untuk AumemanusiakanAy pemuka agama Islam, dalam konteks ini adalah para kiai, yang menurut tuturan korban kekerasan seksual AudimuliakanAy berlebihan oleh beberapa penghuni pesantren. Lalu, penelitian Azizah . yang membahas dominasi gender dalam video dokumenter tentang poligami di Indonesia juga relevan dengan analisis VICE. Dalam video poligami, dominasi patriarki terlihat jelas, di mana laki-laki memegang kekuasaan atas istri dan anaknya. Begitu pula dalam dokumenter VICE, yang menggunakan bahasa eksplisit untuk menyebutkan patriarki sebagai akar dari kekerasan seksual, menegaskan kekuatan struktural yang ada dalam pesantren dan bagaimana hal itu mempengaruhi korban. Praktik Diskursif Analisis praktik diskursif berfokus pada bagaimana teks diproduksi dan dikonsumsi, serta bagaimana wacana dibangun melalui intertekstualitas dan interdiskursivitas. Pada ranah interdiskursivitas. VICE Indonesia memadukan berbagai jenis wacana dalam video dokumenternya. Pertama, dengan menghadirkan kesaksian korban secara langsung atas pengalaman kekerasan seksualnya membuat kesaksian ini menjadi wacana testimoni akan kekerasan seksual. Kedua, penyebutan dan pembahasan UU No. 12/2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual menandakan adanya keterlibatan wacana hukum. Ketiga, wacana feminis juga muncul dengan adanya penggunaan kerangka analisis terhadap ketidaksetaraan gender perempuan dengan laki-laki. Terakhir, dengan menghadirkan interpretasi terhadap teks-teks agama, video dokumenter ini juga melibatkan wacana Perpaduan wacana ini menunjukkan upaya VICE untuk menghadirkan analisis komprehensif terhadap permasalahan kekerasan seksual di pesantren, mengaitkan aspek personal . , legal . , struktural . , dan kultural . Lalu, pada ranah intertekstualitas, terdapat sejumlah rujukan yang digunakan oleh VICE Indonesia dalam video dokumenternya. Mulai dari rujukan terhadap perundanganundangan. AuFor the past 10 years, the Commission of Women Empowerment has been fighting to pass the RUUTPKS, or the Elimination of Sexual Violence Bill. Ay, rujukan terhadap teks keagamaan. AuDan akhirnya ketika dikomparasikan dengan kitab-kitab kuning, dimana wacana-wacana dalam kitab kuning juga sebenarnya bersumber dari Al-Quran dan Hadis. Ay, dan rujukan terhadap wacana feminis. AuAkhirnya saya ngecheck kan di akun-akun Perjuangan melawan penindasan. Ay beberapa rujukan ini menunjukkan usaha VICE untuk memosisikan diskusi tentang kekerasan seksual di pesantren dalam konteks perjuangan hak perempuan yang lebih luas, sekaligus melakukan reinterpretasi terhadap teks-teks keagamaan untuk mendukung kesetaraan gender. Tidak hanya itu. VICE Indonesia secara selektif menghadirkan beberapa pihak atau suara dalam narasi dokumenternya. Terdapat pihak perempuan sebagai korban kekerasan seksual di mana perempuan ini memberikan kesaksian langsung terkait pelecehan dan kekerasan seksual yang dialaminya. Terdapat pula pihak perempuan sebagai pemimpin di SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK HOLY INSTITUTION. UNHOLY REALITY: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP SUDUT PANDANG VICE INDONESIA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PESANTREN Zulia Khikmatul Maulidia et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. mana hal ini berfokus pada penampilan opsi alternatif dalam kepemimpinan pesantren. Selain itu, pihak aktivis feminis juga ditampilkan di mana pihak tersebut memberikan landasan analisis tentang patriarki. Penting untuk dicatat bahwa dalam dokumenter ini, tidak ada suara dari para kiai atau tokoh agama yang mendukung keadaan yang ada. Ketidakhadiran suara-suara konservatif ini menunjukkan keberpihakan VICE pada agenda reformasi di lingkungan pesantren. Hal ini juga menimbulkan pertanyaan, mengapa VICE tidak mau melibatkan pihak pesantren laki-laki dalam pembuatan video dokumenternya. Padahal feminis tidak hanya bisa dianut oleh perempuan, namun juga laki-laki. Tidak kalah penting, fakta bahwa penggunaan video dokumenter sebagai medium memiliki karakteristik produksi yang mengutamakan visualisasi dan testimoni langsung, memungkinkan VICE menyajikan Aubukti visualAy tentang masalah yang diangkat. Sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa video dokumenter berkembang menjadi salah satu alat yang memiliki pengaruh cukup besar dalam pembentukan opini publik dan/atau mengarahkan diskursus sosial. Format YouTube sebagai platform distribusi menjangkau audiens yang lebih muda dan terdidik, sesuai dengan target audiens VICE Indonesia yang mengerucutkan audiensnya menjadi golongan kelas ekonomi menengah dan menengah ke atas. Pemilihan format dan platform ini menunjukkan strategi VICE untuk menggerakkan opini kalangan terdidik yang berpotensi menjadi agen perubahan. Sebagai tambahan, adapun korelasi dalam temuan penelitian ini dengan penelitian Dalam penelitian Shah . terlihat pada cara media memilih untuk memanipulasi narasi melalui penggunaan retoris seperti pembingkaian narasi untuk mengarahkan pandangan publik. Dalam kasus VICE, penggunaan kesaksian korban mengubah korban menjadi subjek aktif, bukan hanya objek pasif dalam narasi kekerasan. Hal yang serupa dilakukan oleh media sosial dalam kasus berita politik Pakistan, yang menggunakan pembingkaian sensasional untuk menarik perhatian audiens. Kemudian, penelitian Azizah . tentang poligami juga memberikan korelasi diskursif yang penting. Dalam dokumenter VICE, ketika patriarki dan struktur kekuasaan dalam pesantren dibahas secara eksplisit, hal tersebut berhubungan langsung dengan analisis wacana dalam video tentang poligami yang juga menunjukkan praktik dominasi gender. VICE, seperti halnya dalam dokumenter tentang poligami, menyoroti bagaimana ideologi patriarki diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun dalam institusi pendidikan seperti Praktik Sosial Analisis praktik sosial meneliti bagaimana wacana yang diproduksi berhubungan dengan dan memengaruhi struktur sosial yang lebih luas, termasuk relasi kekuasaan dan ideologi dominan. VICE Indonesia secara eksplisit menantang struktur kekuasaan patriarki yang dominan di pesantren. Hal ini menunjukkan adanya perjuangan melawan kekuasaan dalam lingkungan pesantren. Video Dokumenter ini menampilkan pesantren sebagai institusi yang SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK HOLY INSTITUTION. UNHOLY REALITY: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP SUDUT PANDANG VICE INDONESIA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PESANTREN Zulia Khikmatul Maulidia et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. gagal melindungi perempuan karena struktur kekuasaan yang timpang, di mana pemimpin laki-laki. Kiai, memegang otoritas absolut dan sering menyalahgunakan kekuasaan tersebut. Selain itu, video dokumenter ini juga tidak sekedar mengkritik institusi pesantren, tetapi juga membangun ulang nilai keagamaan dengan menawarkan reinterpretasi nilai-nilai Islam yang lebih mendukung kesetaraan gender: AuYang saya dapatkan dari beliau-beliau itu sebetulnya bahkan Al-Quran dan Hadis itu sudah sangat adil gender sekali gitu, terutama ayat Al-Quran ya. Hanya saja karena pada Al-Quran dan Hadis itu diturunkan pada saat di tengah-tengah budaya yang memang sangat patriarkis sekali gitu, jadi memang menyesuaikan gitu. Ay Dari kutipan tersebut, tampak bahwa VICE Indonesia mendukung narasi bahwa patriarki dalam pesantren bukan berasal dari ajaran Islam itu sendiri, melainkan dari interpretasi budaya terhadap teks-teks agama. Pendekatan ini menunjukkan strategi diskursif untuk melakukan reformasi dalam konteks nilai-nilai Islam, bukan menentangnya. Sehubungan dengan itu, dapat dikatakan bahwa VICE Indonesia mengadopsi kerangka feminis liberal. Premis feminis liberal sendiri memiliki fokus untuk mendorong perempuan dan laki-laki agar memiliki kesempatan dan kebebasan yang sama dalam semua aspek kehidupan (Ilham et. , 2. Dalam menganalisis permasalahan kekerasan seksual di pesantren, hal ini terlihat dari narasinya dalam video dokumenter tersebut meliputi penekanan pada hak-hak individu perempuan di pesantren, dukungan terhadap reformasi hukum (RUUTPKS), dan dukungan untuk kesetaraan peluang dalam Kepemimpinan Pesantren. Pendekatan ini berbeda dengan feminisme radikal yang cenderung mendorong perubahan yang lebih mendalam pada struktur pesantren. Penggunaan kerangka feminis liberal memungkinkan VICE untuk mengkritik sistem tanpa sepenuhnya menolak institusi Penelitian Azizah . tentang analisis wacana kritis pada video VICE Indonesia terkait poligami juga mengidentifikasi bahwa VICE Aumenggambarkan dominasi genderAy dan Auideologi patriarki terlihat jelasAy dalam konten mereka. Hal ini menunjukkan konsistensi posisi ideologis VICE sebagai dokumenter dalam mengangkat isu-isu gender. Dalam ranah sosial dan politik yang lebih luas, dokumenter ini diproduksi dalam konteks meningkatnya kesadaran publik tentang kekerasan seksual di Indonesia, khususnya setelah disahkannya UU TPKS pada April 2022. VICE Indonesia memosisikan dokumenter ini sebagai bagian dari momentum sosial yang lebih besar untuk menantang kekebalan pelaku kekerasan seksual di institusi-institusi yang selama ini dianggap AukebalAy dari kritik. Konteks ini juga mencakup ketegangan antara gerakan feminis dan kelompok konservatif agama di Indonesia, di mana kelompok-kelompok konservatif sering menganggap feminisme bertentangan dengan nilai-nilai Islam. AuKatanya di pengajian saya, feminis itu jahat, feminis liberal. Nanti perempuan kedudukannya di atas laki-laki. Akhirnya saya ngecheck kan di akun-akun feminis. Perjuangan melawan penindasan. Akhirnya saya tertarik untuk mengikuti apa yang aktivis feminis gerakkan. Ay SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK HOLY INSTITUTION. UNHOLY REALITY: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP SUDUT PANDANG VICE INDONESIA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PESANTREN Zulia Khikmatul Maulidia et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Kelompok konservatif menilai feminis merupakan gerakan yang membahayakan dan berupaya untuk destabilisasi hubungan antara perempuan dan laki-laki. Budaya yang sudah ditanamkan bertahun-tahun, tidak akan mau diubah oleh kelompok konservatif tersebut, meskipun dalam penerapannya telah memakan beberapa korban, dalam hal ini adalah korban kekerasan seksual. Justru melalui feminis lah, korban mendapatkan secuil perasaan secure, bahwa perlawanan terhadap masalah ini nyata adanya. Dokumenter VICE secara jelas menunjukkan kesesuaian antara feminisme dan Islam melalui penafsiran ulang teks Ae teks agama, dengan tujuan untuk menghubungkan perbedaan ideologis tersebut. Sebagai tambahan, adapun korelasi dalam temuan penelitian ini dengan penelitian Pertama, penelitian Bilqisth et al. tentang bagaimana media menggunakan kekuasaan untuk membentuk opini dalam laporan terkait terorisme di Surabaya menunjukkan praktik sosial yang berbeda namun terkait. Dalam laporan tentang bom Surabaya, media cenderung menjaga neutralitas untuk memberikan laporan objektif, sedangkan dalam dokumenter VICE Indonesia ini, media secara aktif mengkritik struktur kekuasaan yang ada di pesantren dan menggali isu-isu seperti patriarki dan perlindungan terhadap korban. Selain itu, penelitian Azizah . tentang poligami menunjukkan peran dominan laki-laki dalam keluarga dan kewajiban untuk mendoktrin keluarga, yang mencerminkan praktik sosial dalam dokumenter VICE. Dalam dokumenter pada obyek penelitian ini, ada tindak lanjut kritis terhadap praktik patriarki yang ada di pesantren, serta pengaruhnya terhadap perempuan dan anak-anak. Korelasi ini menunjukkan bagaimana media mempengaruhi norma sosial dan menantang struktur kekuasaan yang dominan dengan menyampaikan cerita yang mendukung reformasi sosial. Suara Yang Terhenti Berdasarkan hasil analisis sebelumnya, tampak jelas bahwa terdapat upaya sistematis untuk membungkam suara korban dalam memperjuangkan keadilan. Baik aparat kepolisian maupun tokoh otoritatif pesantren, yaitu Kiai, memainkan peran penting dalam masalah ini. VICE Indonesia dengan kritis menyoroti jerih payah korban yang terhalang oleh sistem yang tidak berpihak. Dari sisi kepolisian, korban bukan hanya dihadapkan pada birokrasi yang berbelit, tetapi juga pada kendala finansial yang memberatkan, seperti biaya visum yang harus ditanggung sendiri. Lebih dari itu, respons aparat yang mempertanyakan keterlambatan pelaporan menunjukkan kurangnya empati institusional, yang pada akhirnya memperparah kebingungan dan keterasingan korban dalam mencari solusi. Dari pihak pesantren, intimidasi datang langsung dari figur otoritas. Pak Kiai. Alihalih mendukung korban, sang pemimpin malah menghalangi proses hukum dengan ancaman dan retorika perlindungan nama baik institusi. Ancaman semacam ini tidak hanya melukai korban secara psikologis, tetapi juga menciptakan kembali budaya diam dan tunduk dalam struktur keagamaan yang seharusnya menjadi ruang aman. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK HOLY INSTITUTION. UNHOLY REALITY: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP SUDUT PANDANG VICE INDONESIA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PESANTREN Zulia Khikmatul Maulidia et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Baik tindakan aparat maupun tokoh agama tersebut mencerminkan bentuk manipulasi terhadap korban, yang bertujuan meredam suara mereka dan menjaga status quo. Padahal, korban kekerasan seksual memiliki hak untuk didengar dan dilindungi. Ketika suara mereka dihentikan dengan cara-cara represif, maka yang terjadi bukan hanya pengingkaran terhadap hak asasi, tetapi juga pelanggengan terhadap ketidakadilan yang sistemik. Dengan demikian, dokumenter ini dengan lantang menyuarakan bahwa suara korban tidak boleh dianggap sebagai gangguan, melainkan sebagai panggilan untuk perubahan. Ketika Yang Ditakuti Adalah Yang Menyelamatkan Berdasarkan hasil analisis sebelumnya, menunjukkan bahwa doktrin dominan di dalam pesantren tidak hanya membungkam suara korban, tetapi juga membangun tembok ideologis yang menakut-nakuti korban agar menjauhi wacana feminisme. Salah satu narasumber dalam video dokumenter menyebutkan bahwa dirinya sempat menerima pengajaran bahwa Aufeminis itu jahatAy dan bahwa gerakan feminis akan Aumembalikkan hierarki,Ay menempatkan perempuan di atas laki-laki, seolah-olah hal tersebut adalah bentuk penyimpangan sosial. Doktrin tersebut tidak sekadar menyudutkan feminisme, tetapi juga menjadi alat untuk melanggengkan struktur kekuasaan patriarki. Dengan mengasosiasikan feminisme sebagai ancaman, pesantren menjaga dominasi laki-laki atas perempuan. Sebagaimana diungkapkan narasumber, ketakutan terhadap feminisme dibentuk secara sistematis agar kekuasaan tetap berada dalam kendali laki-laki, sementara perempuan diposisikan sebagai pihak yang patuh dan tidak berdaya. Namun, ironi justru terjadi ketika feminisme yang semula ditakuti, hadir sebagai oase di tengah padang pasir. Ketika korban mengalami kekerasan seksual, ketakutan terhadap feminisme runtuh oleh urgensi akan perlindungan dan kebenaran. Dorongan untuk bertahan membuat korban akhirnya membuka diri terhadap akun-akun feminis. Hasilnya, seperti pengakuannya dalam dokumenter, ia menemukan bahwa kekerasan seksual bukanlah kesalahan korban, melainkan kejahatan pelaku dan sistem yang Kalimat Aukekerasan pelecehan seksual itu bukan aib korban sebenarnya. Itu adalah aib pelaku dan juga aibnya yang melindungi pelaku,Ay menjadi titik balik pola berpikir korban yang sangat penting. Feminisme dalam konteks ini tidak hadir sebagai ideologi agresif yang merusak tatanan sosial, tetapi sebagai jalan penyelamatan, yang mana berarti memberi ruang bagi korban untuk memahami dirinya, dan menuntut keadilan. Dengan demikian, narasi yang dibangun oleh VICE Indonesia dalam dokumenter ini merepresentasikan perubahan makna Ae yang awalnya ditakuti sebagai musuh . , justru tampil sebagai penyelamat di tengah kasus yang disebabkan oleh sistem kekuasaan itu Feminisme, dalam konteks ini, menjadi ruang aman bagi para korban. Karena dalam konteks ini, hal yang ditakuti bukan karena jahat, tapi karena itu membawa kemungkinan Dan perubahan, bagi kekuasaan, selalu menakutkan. SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK HOLY INSTITUTION. UNHOLY REALITY: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP SUDUT PANDANG VICE INDONESIA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PESANTREN Zulia Khikmatul Maulidia et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. Reformasi Pimpinan Pesantren Berdasarkan hasil analisis sebelumnya, beberapa narasumber lainnya juga menyebutkan saran agar perempuan dimasukkan di jajaran petinggi pesantren. Salah satu narasumber yang mengatakan ini memang sudah menjadi petinggi di pesantren, namun bukan karena dipilih melainkan karena Auketerpaksaan ketika ditinggal oleh suami, oleh pemimpin pesantren ini. Ay Tindakan keterpaksaan ini menunjukkan, perempuan baru bisa memimpin pesantren ketika tidak ada laki-laki lain yang bisa, sebagaimana yang narasumber ini atau pemimpin perempuan pesantren ini katakan. Audaerah sini, pesantrennya kebanyakan adalah patriarki. Artinya perempuan tidak layak memimpin. Ay Maka dari itu, untuk menekan pengaruh patriarki maupun tindakan kekerasan seksual yang dialami oleh murid maupun tendik perempuan, narasumber ini mengajukan saran agar adanya reformasi pimpinan pesantren Ae memasukkan perempuan ke jajaran pimpinan pesantren. Dalih yang pemimpin perempuan pesantren utarakan juga didukung penuh dengan narasumber lain yang merupakan tenaga pendidik di pesantren yang berbeda. Menurut mereka dengan adanya perempuan sebagai pemimpin/petinggi di pesantren maka, laki-laki akan sungkan, akan lebih menghargai perempuan, karena kedudukan perempuan dan lakilaki di sini setara. Dengan hal ini diharapkan Aukasus-kasus kekerasan seksual bisa diredam dari situ. Ay Narasumber tenaga pendidik ini juga menyertakan bagaimana beberapa penafsiran terhadap ayat Al-Quran dan hadith banyak sekali yang dipelintir sehingga mengandung ketimpangan gender. Tapi bagi mereka sebenarnya Auajaran intinya itu sudah sangat adil gender sekali. Ay Jadi, bukan agamanya yang salah, tapi cara tafsir orang-orangnya yang perlu VICE Indonesia menyoroti isu ini dengan cukup tajam. Melalui dokumenter ini, mereka menunjukkan bahwa reformasi struktur kepemimpinan di pesantren Ae terutama melibatkan perempuan Ae bisa menjadi solusi penting. Tidak hanya berperan untuk mengurangi kekerasan seksual, tetapi juga untuk mengangkat martabat perempuan agar bisa sejajar dengan laki-laki di dunia pesantren. VICE Indonesia seolah ingin menyampaikan: pesantren yang aman dan sehat itu bukan hanya berisi Al-Quran dan kitab kuning, tapi juga pemimpin perempuan yang berani dan dihargai. KESIMPULAN Analisis wacana kritis dengan pendekatan tiga dimensi dari Fairclough menunjukkan bahwa VICE Indonesia melihat isu kekerasan seksual di pesantren dari sudut pandang feminis liberal. Melalui pilihan kata, cara menyampaikan informasi, dan posisi sosial-politik yang diambil pada dokumenter VICE Indonesia membentuk makna tersendiri dibaliknya bahwa kekerasan seksual di pesantren terjadi karena kuatnya sistem patriarki, sehingga perlu ada perubahan dari sisi struktur atau sistem yang mendasarinya. Pada dimensi tekstual, penggunaan pilihan kata dan susunan kalimat dalam narasi menempatkan korban sebagai fokus utama, serta secara jelas menyebut patriarki sebagai SIBATIK JOURNAL | VOLUME 4 NO. https://publish. ojs-indonesia. com/index. php/SIBATIK HOLY INSTITUTION. UNHOLY REALITY: ANALISIS WACANA KRITIS TERHADAP SUDUT PANDANG VICE INDONESIA TENTANG KEKERASAN SEKSUAL PESANTREN Zulia Khikmatul Maulidia et al DOI: https://doi. org/10. 54443/sibatik. penyebab utama permasalahan. Pada aspek praktik diskursif. VICE menggabungkan berbagai wacana seperti testimoni, hukum, feminisme, dan agama, serta secara sengaja menampilkan suara-suara yang mendukung upaya perubahan. Sementara itu, pada dimensi praktik sosial, dokumenter ini mempertanyakan struktur kekuasaan tradisional di pesantren dan menawarkan cara pandang baru terhadap nilai-nilai keagamaan yang sejalan dengan prinsip kesetaraan gender. VICE Indonesia menunjukkan pendekatan feminis liberal yang lebih menekankan pada perubahan dalam lembaga dan penafsiran ulang nilai-nilai agama. Namun, bukan berarti VICE Indonesia menolak keberadaan pesantren secara keseluruhan. Dokumenter ini berkontribusi dalam membentuk pandangan baru tentang pesantren - yang sebelumnya dipandang sebagai lembaga AusuciAy dan tak tersentuh kritik, menjadi institusi yang perlu diperbaiki agar lebih mencerminkan keadilan gender dan sosial berdasarkan pemahaman agama yang lebih adil dan terbuka. DAFTAR PUSTAKA