AGREGAT Vol. No. Mei 2022 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Analisa Penjadwalan Proyek Dengan Metode PERT Dan CPM Pada Pembangunan Gedung Hotel Di Sidoarjo Moch Syamsul Maarif 1. Anna Rosytha1. Zetta Rasullia Kamandang2 Program Studi Teknik Sipil. Teknik. Universitas Muhammadiyah Surabaya. Surabaya. Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Jawa Timur *)zerasullia. ts@upnjatim. rosytha@ft. um-surabaya. Abstract The probability of the project being completed on time or according to plan with PERT and CPM methods with Microsoft Project Application is 66%. From the distribution of questionnaires to 26 respondents, it can be concluded that the 3 main factors causing delays in the hotel building project in Sidoarjo, project delays are due to technical factors with a preset value of 85%, project delays due to financial factors with a preset value of 77. 31%, project delays due to labor and equipment factors with a preset value of 71. Keywords: Planning. Time schedule. Method PERT and CPM. Abstrak Probabilitas proyek selesai tepat waktu atau sesuai dengan rencana dengan metode PERT dan CPM dengan Aplikasi Microsoft Project adalah 66%. Dari penyebaran kusioner terhadap 26 responden dapat disimpulkan bahwa 3 faktor utama penyebab keterlambatan proyek gedung hotel di Sidoarjo. Keterlambatan Proyek dikarenakan faktor teknis dengan presetase nilai sebesar 87,85%. Keterlambatan Proyek dikarenakan faktor keuangan dengan presetase nilai sebesar 77,31%. Keterlambatan Proyek dikarenakan faktor tenaga Kerja Dan Alat dengan presetase nilai sebesar 71,03%. Kata Kunci: Perencanaan. Time Schedulle. Metode PERT dan CPM. PENDAHULUAN Dalam pelaksanaan proyek pembangunan pada umumnya memiliki batas waktu . , artinya proyek harus diselesaikan tepat pada waktu yang telah ditentukan. Berkaitan dengan masalah proyek ini maka keberhasilan pelaksanaan sebuah proyek tepat pada waktunya merupakan tujuan yang penting bagi pemilik proyek. Demi kelancaran jalannya sebuah proyek dibutuhkan manajemen yang akan mengelola proyek dari awal hingga proyek berakhir, yakni manajemen proyek. Ketepatan waktu penyelesaian suatu proyek merupakan salah satu aspek yang dinilai pelanggan. Oleh karena itu, sebaiknya perusahaan memberikan perhatian khusus pada masalah perencanaan dan pengendalian waktu proyek agar dapat mencapai target Dengan perencanaan yang baik diharapkan waktu penyelesaian suatu proyek dapat sesuai dengan target waktu yang diharapkan. Seperti pada pembangunan proyek konstruksi hotel Sidoarjo yang dalam melaksanakan proyeknya sering mengalami keterlambatan dalam proses penyelesaiannya. Kontraktor menyebutkan bahwa pembangunan proyek tersebut sering mengalami keterlambatan dalam penyelesaian pekerjaan. Sehingga, berpengaruh pula pada aspek lain dalam proyek, yakni biaya dan mutu. Metode yang sering digunakan dalam penjadwalan adalah CPM (Critical Path Metho. , metode ini digunakan estimasi waktu aktivitas yang deterministik atau diasumsikan bahwa durasi kegiatan dianggap diketahui dengan pasti, padahal banyak aktivitas di lapangan yang sifatnya tidak tentu (Nasruddin, 2. Untuk MAARIF/ANALISA PENJADWALANA/648-654 menyelesaikan masalah diatas maka perlu digunakan metode PERT (Program Evaluation and Review Techniqu. PERT adalah metode penjadwalan proyek berdasarkan jaringan yang memerlukan tiga dugaan waktu untuk setiap kegiatan: Optimistik. Pesimistik, dan Paling mungkin (Soeharto, 1. Dengan menggunakan metode PERT dapat diketahui tingkat ketepatan suatu jadwal proyek dan dapat mengoptimalkannya. METODE Pengumpulan Data Pengumpulan data untuk penjadwalan meliputi : RAB Gambar Proyek Kurva S Kuisioner Survei Studi Literatur Literatur yang dibutuhkan untuk mendasari pemecahan masalah pada tugas akhir ini adalah referensi mengenai pembangunan gedung, studi jurnal dan paper mengenai penjadwalan, dan studi tugas akhir sebelumnya mengenai metode Program Evaluation and Review Technique (PERT). Data yang mengacu pada standar pedoman dalam pembangunan gedung yang menjadi lokasi studi pengerjaan tugas akhir juga diperlukan untuk dijadikan dasar dalam pengerjaan tugas akhir ini. AGREGAT Vol. No. Mei 2022 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Nama proyek : Pembangunan Hotel Di Sidoarjo Lokasi proyek : Sidoarjo. Jawa Timur Fungsi : Hotel Jumlah lantai : 7 Lantai Pemilik proyek : Di Sidoarjo Hotel Bidang usaha : Perhotelan Direktur : Paul Tjahyaputra Manager : Solihin Website :10. Luas area : Area lantai Ground seluas 825 m2, dengan spesifikasi yaitu area lobby dan lounge seluas 168 m2, area makan seluas 203 m2, dan area acara, seluas 454 HASIL DAN PEMBAHASAN PERT DAN CPM Menentukan jadwal proyek atau jadwal aktivitas artinya mengidentifikasi waktu mulai dan waktu selesai untuk setiap kegiatan. Suatu kegiatan dapat dikategorikan sebagai kegiatan kritis atau lintasan kritis karena waktu slack . lack tim. yaitu waktu bebas yang dimiliki oleh setiap kegiatan untuk bisa diundur tanpa menyebabkan keterlambatan proyek keseluruhan. Kegiatan kritis adalah kegiatan yang tidak mempunyai waktu tenggang . lack = . , artinya kegiatan tersebut harus dimulai tepat pada ES . arlist star. atau sesuai dengan rencana agar tidak mengakibatkan bertambahnya waktu penyelesaian proyek. Pada bagian kritis tidak memiliki waktu yang longgar dalam pengerjaannya atau dengan kata lain harus tepat waktu, karena pengerjaan diagram jaringan menggunakan bantuan software Microsoft Project lintasan kritis sudah dapat ditemukan sebagai berikut : Tabel 1 Daftar Kegiatan Kritis Nama Kegiatan Kritis Durasi STRUKTUR LANTAI GF Lantai Ground Floor STRUKTUR LANTAI MEZANINE Lantai Mezanine 77 Hari 63 Hari STRUKTUR LANTAI UG Lantai Upper Ground 77 Hari STRUKTUR LANTAI 1 Lantai 1 Lantai 2 STRUKTUR LANTAI 3 MAARIF/ANALISA PENJADWALANA/648-654 Lantai 4 35 Hari ARSITEKTUR LANTAI 4 Pekerjaan Pasangan & Plesteran 28 Hari Pekerjaan Plafond 7 Hari Pekerjaan lantai & dinding 21 Hari Pekerjaan Cat- cat an 14 Hari Pekerjaan Pintu & Jendela 14 Hari STRUKTUR LANTAI ATAP Lantai Atap 28 Hari ARSITEKTUR LANTAI ATAP Pekerjaan Pasangan & Plesteran 14 Hari Pekerjaan Cat- cat an 7 Hari Pekerjaan lain- lain STRUKTUR LANTAI TOP ATAP Top Atap 14 Hari 56 Hari 14 Hari Dalam metode PERT, diketahui ada tiga buah estimasi durasi setiap kegiatan, sedangkan dalam CPM hanya diperoleh satu estimasi durasi. Ketiga estimasi durasi tersebut yaitu, kurun waktu optimistik . ptimistic duration tim. , yaitu durasi tercepat yang dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu kegiatan bila segala sesuatunya berjalan dengan baik, kurun waktu yang paling mungkin . ost likely tim. , yaitu durasi yang paling sering terjadi bila suatu kegiatan dilakukan berulang-ulang dengan kondisi yang hampir sama, dan kurun waktu pesimistik . essimistic duration tim. , yaitu durasi yang paling lama dibutuhkan untuk menyelesaikan suatu kegiatan bila segala sesuatunya berjalan dalam kondisi buruk. (Soeharto, 1999 dalam Arianto, 2. Pada penelitian ini perhitungan probabilitas menggunakan metode PERT dengan pendekatan metode CPM sehingga diagram hubungan pekerjaan pada metode ini sama dengan CPM, dalam hal ini penulis melakukan sebuah interview kepada Kepala bagian lapangan untuk durasi optimis dan pesimis. Dalam estimasi tersebut penulis mendapatkan data sebagai berikut : Setelah estimasi durasi optimis . dan pesimis . dilakukan, maka selanjutnya adalah perhitungan rata-rata atau waktu yang diharapkan (T. dari ketiga durasi aktivitas dan formula yang digunakan dalam menghitung rata-rata durasi aktivitas tersebut adalah: Waktu yang diharapakan = Te= STRUKTUR LANTAI 2 49 Hari STRUKTUR LANTAI 4 Data Umum Proyek Kode Lantai 3 Standar deviasi = s = a 4m b 42 Hari Dari persamaan tersebut maka diperoleh hasil sebagai berikut: AGREGAT Vol. No. Mei 2022 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Tabel 2 Rekapitulasi Durasi Pert NAMA PEKERJAAN PERSIAPAN DAN STRUKTUR Pekerjaan Persiapan Pekerjaan Pondasi Pekerjaan Tanah Pekerjaan Beton ARSITEKTUR LANTAI LG Pekerjaan Pasangan & Plesteran Pekerjaan Plafond Pekerjaan lantai & dinding Pekerjaan Sanitair Pekerjaan Catcat an Pekerjaan Pintu & Jendela Pekerjaan lainlain STRUKTUR LANTAI GF Lantai Ground Floor ARSITEKTUR LANTAI GF Lantai Ground Floor Pekerjaan Pasangan & Plesteran Pekerjaan Plafond Pekerjaan lantai & dinding Pekerjaan Sanitair Pekerjaan Catcat an Pekerjaan Pintu & Jendela Pekerjaan lainlain STRUKTUR LANTAI MEZANINE Lantai Mezanine Pesi Real Opti Stan Devi MAARIF/ANALISA PENJADWALANA/648-654 . Stan Devi Vari Konstruksi Baja Pekerjaan Atap NAMA PEKERJAAN Vari ARSITEKTUR LANTAI MEZANINE Lantai Mezanine Pekerjaan Pasangan & Plesteran Pekerjaan Plafond Pekerjaan lantai & dinding Pekerjaan Catcat an Pekerjaan Pintu & Jendela Pekerjaan lainlain STRUKTUR LANTAI UG Lantai Upper Ground KONSTRUKSI BAJA ARSITEKTUR LANTAI UG Lantai Upper Ground Pekerjaan Pasangan & Plesteran Pekerjaan Plafond Pekerjaan lantai & dinding Pekerjaan Sanitair Pekerjaan Catcat an Pekerjaan Pintu & Jendela Pekerjaan lainlain STRUKTUR LANTAI 1 Lantai 1 Pesi Real Opti ARSITEKTUR LANTAI 1 Lantai 1 Pekerjaan Pasangan & Plesteran Pekerjaan Plafond AGREGAT Vol. No. Mei 2022 NAMA PEKERJAAN Pekerjaan lantai & dinding Pekerjaan Sanitair Pekerjaan Catcat an Pekerjaan Pintu & Jendela Pekerjaan lainlain STRUKTUR LANTAI 2 Lantai 2 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Pesi Real Opti Stan Devi Vari ARSITEKTUR LANTAI 2 Lantai 2 Pekerjaan Pasangan & Plesteran Pekerjaan Plafond Pekerjaan lantai & dinding Pekerjaan Sanitair Pekerjaan Catcat an Pekerjaan Pintu & Jendela Pekerjaan lainlain STRUKTUR LANTAI 3 Lantai 3 ARSITEKTUR LANTAI 3 Lantai 4 MAARIF/ANALISA PENJADWALANA/648-654 Vari Real Opti ARSITEKTUR LANTAI 4 Lantai 4 Pekerjaan Pasangan & Plesteran Pekerjaan Plafond Pekerjaan lantai & dinding Pekerjaan Sanitair Pekerjaan Catcat an Pekerjaan Pintu & Jendela Pekerjaan lainlain STRUKTUR LANTAI ATAP Lantai Atap ARSITEKTUR LANTAI ATAP Lantai Atap Pekerjaan Pasangan & Plesteran Pekerjaan Catcat an Pekerjaan lainlain STRUKTUR LANTAI TOP ATAP Top Atap Lantai 3 Pekerjaan Pasangan & Plesteran Pekerjaan Plafond Pekerjaan lantai & dinding Pekerjaan Sanitair Pekerjaan Catcat an Pekerjaan Pintu & Jendela Pekerjaan lainlain STRUKTUR LANTAI 4 NAMA PEKERJAAN Stan Devi . Pesi . Setelah Semua ditemukan maka hasil dari . akan dimasukan kembali ke penjadwalan yang sudah ada pada Microsoft Project untuk mendapat kan total durasi yang diharapkan, disini total waktu yang diharapkan (T. yaitu 388 hari. Selanjutnya untuk memperoleh probabilitas atau kemungkinan Proyek Pembangunan Hotel Di Sidoarjo dengan durasi waktu yang direncanakan atau dijadwalkan dengan waktu 385 hari atau T. akan terlebih dahulu mencari hasil dari Varians Proyek, untuk mendapatkan Varians Proyek tersebut adalah: Varians Proyek = Oc. cycaycycnycaycuyc ycoyceyciycnycaycycaycu ycyycayccyca ycoyceyciycnycaycycaycu ycoycycnycycny. Varians Proyek = varians pekerjaan 16 varians pekerjaan 27 varians kegiatan 37 varians pekerjaan 51 varians pekerjaan 62 AGREGAT Vol. No. Mei 2022 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. varians pekerjaan 73 varians pekerjaan STS TS N No. Pernyataan 84 varians pekerjaan 87 varians pekerjaan 88 varians pekerjaan 88 Keterlambatan Proyek dikarenakan Faktor Material varians pekerjaan 89 varians pekerjaan Keterlambatan persetujuan hasil 91 varians pekerjaan 92 varians1 tes uji laboratorium pengujian pekerjaan 95 varians pekerjaan 98 mutu / quality varians pekerjaan 99 varians pekerjaan Keterlambatan pengiriman 100 varians pekerjaan 102 Varians Proyek = 5,444 3,361 6,588 8,028 4,694 4 3,361 4,694 2,250 0,444 1,778 0,694 1,361 1,000 1,361 1,361 5 3,361 3,361 = 53,143 Standar Deviasi Proyek (S) = OoycOycaycycnycaycuyc ycEycycuycyceyco = Oo53,143 Standar Deviasi Proyek (S) = 7,29 hari Berapa Proyek Pembangunan Hotel Di Sidoarjo dapat selesai tepat waktu. Nilai Deviasi Normal (Z) = Z= T. -TE 7,29 = 0,41 . ihat nilai distribusi tabel Z) = 1 Ae 0,34 = 0,66 Berdasarkan perhitungan di atas, maka dapat diketahi bahwa kemungkinan waktu penyelesaian proyek Gedung Hotel Di Sidoarjo dengan waktu total penyelesaian proyek 385 hari adalah 66%. Kuisioner Untuk mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi keterlambatan pada proyek , penulis membuat qusioner dan dianalisa menggunakan Skala Likert. Skala Likert adalah Suatu skala psikometrik yang umum digunakan dalam angket dan skala yang banyak digunakan dalam riset berupa survei. Pada tugas akhir ini penulis menyebar qusioner sebanyak 26 responden dan diolah dengan bantuan aplikasi SPSS. Gambar 1 Program IBM SPSS Tabel 3 Pertanyaan Faktor Keterlambatan MAARIF/ANALISA PENJADWALANA/648-654 Keterlambatan fabrikasi material Ketidak tersediaan bahan Ketidaktepatan waktu Perubahan kualitas/jenis bahan Kesalahan perhitungan perencanaan bahan Kegagalan membuat kesepakatan harga change Keterlambatan Proyek dikarenakan Faktor Teknis Perubahan metode pelaksanaan pekerjaan Perubahan Gambar Desain Pekerjaan Gambar kontrak yang tidak sesuai dengan lapangan Perbedaan kondisi bawah tanah . erdapat utilitas seperti pipaGAS. PDAM dan kabel PLN) Kesalahan dan ketidaklengkapan dalam melakukan survey dan estimasi lapangan Kondisi permukaan air bawah tanah di lapangan Keterlambatan Proyek dikarenakan Faktor Tenaga Kerja Dan Alat 15 Kekurangan Tenaga Kerja Kemampuan pekerja yang 17 Kerusakan Pada Peralatan 18 Kekurangan Pada Peralatan Keterlambatan pengiriman Pengaruh keamanan 20 lingkungan terhadap pembangunan proyek Keterlambatan Proyek dikarenakan Faktor Non-Teknis 21 Kondisi cuaca yang buruk Dokumen kontrak yang tidak lengkap Konflik atau ambiguitas pada Dokumen Kontrak Kenaikan nilai tukar rupiah dan inflasi Pengaruh kebijakan 25 pemerintah terhadap sasaran proyek Banjir. Angin ribut, 26 Kerusuhan. Demontrasi atau keadaan Huruhara AGREGAT Vol. No. Mei 2022 ISSN : 2541 - 0318 [Onlin. ISSN : 2541 - 2884 [Prin. Keterlambatan Proyek dikarenakan Faktor Keuangan Ketersediaan keuangan selama pelaksanaan Keterlambatan proses pembayaran oleh owner No. Pernyataan Kondisi cuaca yang buruk Dokumen kontrak yang tidak lengkap Konflik atau ambiguitas pada Dokumen Kontrak Kenaikan nilai tukar rupiah dan inflasi Setelah data dari 26 responden sudah didapat, dan diolah dengan SPSS untuk mendapatkan Skor untuk tiap pernyataan maka akan dilakukan perhitungan untuk indeks presentase seberapa berpengaruhnya Faktor keterlambatan proyek Pembangunan Gedung Hotel Di Sidoarjo. Dengan rumus sebagai berikut : TCR/Indeks % = (Rata-rata skor/ Skor maksimu. x 100 Tabel 4 Presentase Keterlambatan No. Pernyataan Indeks Indeks Ratarata Indeks Ratarata Indeks Pengaruh kebijakan pemerintah terhadap sasaran proyek Banjir. Angin ribut. Kerusuhan. Demontrasi atau keadaan Huruhara Keterlambatan Proyek dikarenakan Faktor Keuangan Ketersediaan keuangan selama Keterlambatan proses pembayaran oleh owner Keterlambatan Proyek dikarenakan Faktor Material Keterlambatan persetujuan hasil tes uji laboratorium pengujian mutu / quality Keterlambatan pengiriman material Keterlambatan fabrikasi material Ketidak tersediaan bahan Ketidaktepatan waktu pemesanan Perubahan kualitas/jenis bahan Kesalahan perhitungan perencanaan Kegagalan membuat kesepakatan harga change order Setelah indeks rata-rata dapat diketahui maka bisa ditarik kesimpulan atas dasar tabel penggolongan berikut Tabel 5 Tabel penggolongan prensentase nilai Tidak Berpengaruh Berpengaruh Kecil Berpengaruh Sedang Berpengaruh Besar Sangat Berpengaruh Besar Keterlambatan Proyek dikarenakan Faktor Teknis Perubahan metode pelaksanaan Perubahan Gambar Desain Pekerjaan Gambar kontrak yang tidak sesuai dengan lapangan Perbedaan kondisi bawah tanah . erdapat utilitas seperti pipaGAS. PDAM dan kabel PLN) Kesalahan dan ketidaklengkapan dalam melakukan survey dan estimasi Kondisi permukaan air bawah tanah di Keterlambatan Proyek dikarenakan Faktor Tenaga Kerja Dan Alat Kekurangan Tenaga Kerja Kemampuan pekerja yang kurang Kerusakan Pada Peralatan Kekurangan Pada Peralatan Keterlambatan pengiriman peralatan Pengaruh keamanan lingkungan terhadap pembangunan proyek Keterlambatan Proyek dikarenakan Faktor Non-Teknis MAARIF/ANALISA PENJADWALANA/648-654 0% - 19,99% 20% - 39,99% 40% - 59,99% 60% - 79,99% 80% - 100 % Dari penyebaran qusioner terhadap 26 responden dapat disimpulkan bahwa 3 faktor utama penyebab keterlambatan proyek gedung hotel di Sidoarjo adalah antara lain: Keterlambatan Proyek dikarenakan Faktor Teknis dengan presetase nilai sebesar 87,85 % (Sangat Berpengaruh Besa. Keterlambatan Proyek dikarenakan Faktor Keuangan dengan presetase nilai sebesar 77,31 % (Berpengaruh Besa. Keterlambatan Proyek dikarenakan Faktor Tenaga Kerja Dan Alat dengan presetase nilai sebesar 71,03 % (Berpengaruh Besa. KESIMPULAN Dari hasil analisis tentang penjadwalan proyek dengan metode CPM dan PERT pada Pembangunan Gedung Hotel di Sidoarjo maka dapat disimpulkan sebagai Penjadwalan dengan metode CPM dan Aplikasi Microsoft Project didapatkan lintasan kritis meliputi AGREGAT Vol. No. Mei 2022 kegiatan : Struktur Lantai GF. Struktur Lantai Mezzanine. Struktur Lantai UG. Struktur Lantai 1. Struktur Lantai 2. Struktur Lantai 3. Struktur Lantai 4. Arsitektur Lantai 4. Struktur Lantai Atap. Arsitektur Lantai Atap, dan Struktur Lantai Top Atap. Probabilitas atau kemungkinan proyek selesai tepat waktu atau sesuai dengan planning selama 385 hari dengan metode PERT dan Bantuan Aplikasi Microsoft Project . engan pendekatan CPM) adalah Dari penyebaran kusioner terhadap 26 responden dapat disimpulkan bahwa 3 faktor utama penyebab keterlambatan proyek gedung hotel di Sidoarjo adalah antara lain: Keterlambatan Proyek dikarenakan faktor teknis dengan presetase nilai sebesar 87,85 % . angat berpengaruh besa. Keterlambatan Proyek dikarenakan faktor keuangan dengan presetase nilai sebesar 77,31 % . erpengaruh besa. Keterlambatan Proyek dikarenakan faktor tenaga Kerja Dan Alat dengan presetase nilai sebesar 71,03 % . erpengaruh besa. DAFTAR PUSTAKA