https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 Hubungan Antara Self Esteem Dan Self Acceptance Dengan Kecenderungan Body Dysmorphic Disorder Pada Remaja Putri Di SMA BPS&K 1 Jakarta Sheilla Sartika Salsabilla1. Anastasia Sri Maryatmi2 Universitas Persada Indonesia Y. Jl. Diponegoro No. 74 Jakarta Pusat E-mail : sheillasartika@gmail. com1, anastasia. maryatmi@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan self esteem dan self acceptance dengan kecenderungan body dysmorphic disorder. Subjek penelitian ini adalah remaja putri di SMA BPS&K 1 Jakarta yang berjumlah 301 orang. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan teknik simple random sampling dengan sampel 169 siswi. Berdasarkan hasil analisis data menggunakan metode korelasi bivariat, variabel self esteem dengan kecenderungan body dysmorphic disorder diperoleh r = -0. 443 dengan p = 0. 000 yang berarti ada hubungan yang bersifat negatif antara variabel self esteem dengan kecenderungan body dysmorphic disorder. Hasil analisis data antara self acceptance dengan kecenderungan body dysmorphic disorder diperoleh nilai koefisien r = 0. 439 dengan p = 0. 000 yang berarti ada hubungan yang bersifat negatif antara variabel self acceptance dengan kecenderungan body dysmorphic disorder. Analisis data menggunakan korelasi ganda menunjukan adanya hubungan antara self esteem, self acceptance dengan kecenderungan body dysmorphic disorder dengan diketahui R = 0. 474 dan R Square = 0. dengan p = 0. 000, p < 0. Maka dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara self esteem dan self acceptance dengan kecenderungan body dysmorphic disorder. Kata kunci : body dysmorphic disorder, self esteem dan self acceptance ABSTRACT This research is aims to examine the relationship between self-esteem and self-acceptance with the tendency of body dysmorphic disorder. The subjects of this study were female adolescents at SMA BPS&K 1 Jakarta, totaling 301 people. Sampling was done using simple random sampling technique with a sample of 169 female students. Based on the results of data analysis using the bivariate correlation method, the self-esteem variable with the tendency of body dysmorphic disorder was obtained correlation coefficient r = -0. 443 with p = 0. 000, means that there is a negative relationship between the self-esteem variable and the tendency of body dysmorphic The results of data analysis between self-acceptance and the tendency of body dysmorphic disorder obtained a coefficient value of r = -0. 439 with p = 0. 000, means that there is a negative relationship between the self-acceptance variable and the tendency of body dysmorphic Data analysis using multiple correlations showed that there was a relationship between self-esteem, self-acceptance and the tendency of body dysmorphic disorder with R = 0. 474 and R Square = 0. 225 with p = 0. 000, p < 0. The results can be concluded that there is a relationship between self-esteem and self-acceptance with the tendency of body dysmorphic disorder. Keywords : body dysmorphic disorder, self esteem and self acceptance Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive maka dari itu remaja berlomba-lomba untuk PENDAHULUAN Dalam seorang individu, masa remaja merupakan masa yang penting serta kompleks, karena memiliki penampilan fisik yang menarik dan sesuai standar yang beredar di masyarakat. Deacey Kenny . masa remaja merupakan tranformasi dari mengungkapkan jika gender mempengaruhi kanak-kanak menuju dewasa. Remaja adalah citra tubuh. Secara umum dibandingkan anak masa yang sulit bagi remaja dan orang tua. laki-laki, anak perempuan lebih memiliki Kesulitan ini bermula dari fenomena remaja citra tubuh yang negatif serta tidak puas dengan beberapa perilaku khusus, seperti terhadap tubuhnya (Brooks-Gun & Paikoff. Henderson & Zivian, 1995. Richards, kebebasannya dan hak untuk mengemukakan dll, 1990 dalam Santrock, 2. Pandangan pendapatnya sendiri. Remaja lebih mudah terhadap tubuh yang negatif di kalangan dipengaruhi oleh teman sebayanya daripada saat masa kanak-kanak, remaja menjadi permasalahan karena bertentangan dengan terlalu percaya diri dan mengabaikan nasihat tugas perkembangan masa remaja. Salah satu orang tua. Pertumbuhan serta seksualitas tantangan perkembangan remaja menurut seorang remaja juga mengalami perubahan Hurlock . ialah kemampuan remaja paling pesat pada masa ini (Jatmika, 2. untuk menerima keadaan fisiknya. Ketika Masa storm and stress yang dikatakan oleh mereka merasa bahwa diri mereka tidak Stanley Hall menggambarkan masa remaja sesuai dengan standar yang beredar dan adalah masa yang penuh akan badai dan akhirnya mereka tidak dapat memenuhi tugas tekanan karena pada masa ini remaja belum perkembangan tersebut para remaja akan memiliki emosi yang stabil dan tidak terduga mengalami distorsi citra diri yang berlebih (Santrock. Selain perubahan remaja yang paling jelas terlihat kecenderungan body dysmorphic disorder. adalah perubahan fisiknya. Perubahan fisik yang dialami remaja identik dengan pubertas, yaitu suatu tahap perkembangan fisik yang terjadi sangat cepat dan signifikan. Akibat dari perubahan tersebut, remaja menjadi sangat peduli dengan citra tubuh mereka National Health Service (NHS) Inggris disorder adalah kondisi gangguan kesehatan mental di mana seseorang menghabiskan banyak waktunya untuk mengkhawatirkan Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive kekurangan di penampilannya yang bahkan dirinya sendiri, maka menjadi sulit baginya tidak dapat terlihat oleh orang lain. Philips untuk menghargai orang lain. Self esteem . mengatakan bahwa body dysmorphic disorder berkembang rata-rata diusia 16 seseorang, dan memiliki implikasi yang besar tahun dan dimulai di 13 tahun. Menurut terhadap sikap dan perilaku (Srisayekti & International OCD Foundation USA, body Setiady, 2. Self esteem merupakan cara dysmorphic disorder mempengaruhi 1,7% seseorang melihat dirinya sendiri, dan self esteem juga berkaitan dengan aspek-aspek populasiOeberarti sekitar 1 diantara 50 orang tertentu, salah satunya adalah penampilan memiliki body dysmorphic disorder. Remaja putri selalu mengembangkan dirinya sesuai Penampilan merupakan aspek yang sangat dengan apa yang ia inginkan dari tubuhnya. penting bagi perempuan, dan perempuan Remaja putri selalu memberikan penilaian distereotipkan bahwa mereka harus selalu terhadap tubuh mereka, sebagai hasil dari menjaga penampilannya. Semua perempuan 2,9% (Srisayekti Setiady, perempuan juga jadi mengevaluasi nilai diri mereka sendiri sehingga mempengaruhi self- penampilan fisik yang menarik. Hal inilah yang menjadikan remaja putri berlomba- lomba untuk mempercantik dirinya. Remaja perkembangan body dysmorphic disorder cenderung menilai semua aspek dirinya (Phillips, dkk 2. secara positif jika penampilannya dirasa Self Self keseluruhan dari value seorang individu. Orang yang menuntut kesempurnaan atas diri mereka sendiri biasanya meremehkan poin yang menarik pada dirinya dan malah mencoba untuk menonjolkan apa yang sudah menarik. Penilaian remaja terhadap dirinya sendiri merupakan cerminan dari harga diri, karena remaja, khususnya remaja perempuan, condong untuk menggeneralisasi self esteem berdasarkan penampilan saja (Harter, dalam APA, 2. Dalam Remaja yang terlalu terobsesi dengan penampilan dan tubuhnya yang tidak sesuai dianggap sebagai dimensi yang penting, dengan keinginan dirinya akan menyebabkan karena ketika individu tidak menghargai self esteem nya menurun. Maka dari itu, tak Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive jarang para remaja berusaha menaikkan self berguna untuk orang lain (Potocka. Turczyn- Jablonska, & Merecs, 2009. Reich, 2. perubahan atau transformasi dengan cara Prabowo make up, diet bahkan sampai melakukan dengan judul Hubungan Antara Penerimaan operasi plastic. Rasa ketidakpuasan terhadap Diri diri secara berlebihan akan membuat individu menjadi terobsesi dan terfokus hanya pada Universitas Negeri Malang yang dilakukan kekurangannya saja, adanya rasa tidak puas pada mahasiswa berusia 18 sampai 22 tahun terhadap penampilan fisik diri sendiri akan berjumlah 112 mahasiswa, menghasilkan menyebabkan distorsi citra diri. Mereka yang bahwa terdapat hubungan dengan arah menginginkan kesempurnaan akan terlalu negatif antara penerimaan diri dengan memperhatikan kekurangan penampilannya kecenderungan body dysmorphic disorder. Dengan . Dengan Kecenderungan Pada Body Mahasiswa penampilannya (Phillips, 2. Adanya rasa penerimaan diri seseorang, semakin besar ketidakpuasan pada penampilan fisik ini kecenderungannya untuk mengalami body hanya akan timbul saat individu mempunyai dysmorphic disorder. Kecenderungan body penerimaan diri atau self acceptance negatif. dysmorphic disorder terkait erat dengan Self menilai diri sendiri secara objektif dan keadaan diri serta menerima segala sesuatu yang ada di dalam diri sendiri, termasuk kelebihan dan kekurangannya (Sheerer dalam Cronbach, 1. Self acceptance merupakan suatu proses dinamika psikologis dalam bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri, bagaimana ia menerima dirinya sendiri dan menghargai dirinya sendiri. Jika seseorang merasa kondisi fisiknya tidak sesuai dengan keinginannya, maka ia akan merasa penampilannya cacat, meskipun mungkin ia dianggap cukup menarik secara fisik bagi orang lain. dipengaruhi oleh resiliensi individu itu Berfokus pada masalah mengenai self sendiri (Paramita & Margaretha, 2. esteem dan self acceptance yang akan Individu dengan self acceptance yang rendah memicu timbulnya kecenderungan body biasanya disebabkan oleh faktor dari dalam dysmorphic disorder pada remaja putri, maka penulis terdorong untuk mengkaji tentang kemampuan diri sendiri dan merasa tidak AuHubungan antara Self esteem dan Self Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive acceptance dengan Kecenderungan Body dapat membentuk psikodinamika yakni: dysmorphic disorder Pada Remaja Putri di aspek terhadap pikiran, aspek terhadap SMA BPS&K 1 JakartaAy. perasaan, aspek terhadap perilaku dan hubungan sosial (Rosen, 1. adalah LANDASAN TEORI sebagai berikut: Pengertian Body Dysmorphic Disorder Gangguan Aspek Pikiran (Kogniti. yaitu individu . ody memiliki kecemasan terhadap tubuh dan pikiran negatif tentang tubuh preokupasi dengan persepsi cacat penampilan dan perilaku berulang yang dimaksudkan Aspek Perasaan (Afeks. yaitu adanya untuk menyembunyikan, memperbaiki, atau ketidakpuasan terhadap bagian tubuh dan perasaan negatif tentang tubuh Kekurangan yang dirasakan penderita tidak bisa dilihat Aspek Perilaku (Behaviora. yaitu perilaku atau hanya terlihat sedikit untuk orang di lain. obsessive-compulsive Individu yang menderita gangguan ini dapat secara berlebihan memeriksa area tubuh Hubungan Sosial menghindari situasi dan hubungan sosial Pengertian Self Esteem membandingkan penampilan fisik mereka Coopersmith dalam Burns. B . sendiri dengan orang lain, berolahraga berpendapat jika self esteem yaitu suau sampai titik cedera, atau bahkan mencari penilaian seorang untuk diri sendiri yang Psychiatric dilakukan lewat kegiatan sehari-harinya. Association, 2. Menurut Watkins . Menurut Maslow . alam Alwisol, 2. self body dysmorphic disorder (BDD) merupakan esteem merupakan kebutuhan seseorang yang cacat fisik imajiner dalam penampilan atau perlu diwujudkan guna maju kedalam terlalu banyak perhatian pada kekurangan tingkatan kebutuhan yang lebih tinggi. yang sebenarnya tidak diperlukan. Clemens dan Bean . pun berpendapat Aspek body dysmorphic disorder bahwa self esteem merupakan penilaian Body (American digolongkan kedalam empat aspek yang Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 individu mengenai diri sendiri dari segala sudut pandang, apakah seseorang itu adalah seorang yang berharga atau sebaliknya. E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive dengan cara objektif serta mau menerima Aspek Self Esteem Coopersmith . mengemukakan 4 aspek self esteem. Aspek- semua hal yang terdapat dalam diri, baik dari Kemudian Shepard . mengungkapkan aspek itu adalah acceptance mengacu Kekuasaan (Powe. suatu kelebihan untuk kepuasan atau kebahagiaan individu dengan bisa mengatur dan mengendalikan tingkah dirinya sendiri, dan dianggap perlu dilakukan laku diri sendiri dan orang lain. agar menciptakan kesehatan mental. Keberartian (Significanc. Aspek Self Acceptance kepedulian, perhatian, afeksi yang individu Supratiknya . 5: 86-. menjelaskan terima dari orang lain. penerimaan diri berkaitan dengan aspekc. Kebijakan (Virtu. adalah ketaatan guna aspek seperti : ikut suatu standar moral, etika dan agama di Rela membuka atau mengungkapkan mana ditandai dengan adanya kepatuhan Kemampuan (Competenc. Aspek ini mengutarakan apa hasil pikirannya dan berarti individu menunjukan adanya kinerja perasaannya dengan secara terbuka yang tinggi untuk mencapai kesuksesan Kesehatan psikologis yaitu individu individu didalam melaksanakan bermacam dengan psikologis yang sehat akan tugas atau pekerjaan yang baik dan mencapai mampu menerima keberadaan dirinya prestasi . eed of achievemen. dan menganggap bahwa diri mereka Pengertian Self Acceptance Penerimaan terhadap orang lain yaitu Self acceptance didefinisikan Hurlock . sebagai derajat dimana seorang individu telah memperhitungkan karakteristik pada dirinya . Menurut Sheerer Cronbach. Orang yang dapat menerima keberadaan keberadaan individu lainnya pula. METODE PENELITIAN Identifikasi Variabel Penelitian acceptance merupakan sikap memberi nilai dirinya sendiri dan situasi yang dialaminya Variabel-variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Variabel Terikat (DV) Body Dysmorphic Disorder Varibael Bebas (IV) skala Likert. Berdasarkan hasil try out skala reliabilitas sebesar 0. 856, skala self esteem 0. IV1: Self Esteem 824 dan skala self acceptance sebesar 0,798. IV2: Self Acceptance Hal ini bermakna bahwa ketiga skala tersebut adalah reliabel menurut kaidah Guilford dan Populasi dan Sampel dapat melanjutkan penelitian ke tahap analisis data. Populasi Adapun yang menjadi populasi dari Metode Analisis Data penelitian ini adalah remaja putri yang berstatus sebagai siswa SMA BPS&K 1 Metode yang peneliti gunakan untuk Jakarta, berjumlah 301 orang Sampel dijelaskan di latar belakang, adalah korelasi Pada penelitian ini sampel yang bivariat atau bivariate correlation. Bivariate diambil peneliti berdasarkan tabel krejcie Correlation ini digunakan untuk menguji morgan sebanyak 169 siswa putri dari hubungan antara satu variabel independent seluruh populasi menggunakan teknik dengan satu variabel dependen (Kuncono, simple random sampling. Kemudian Multivariate Correlation digunakan untuk menguji hubungan antara beberapa variabel independen dan satu Teknik Pengumpulan Data variabel dependen. Selanjutnya peneliti juga Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala body dysmorphic yang dibuat berdasarkan aspek dari Rosen . berjumlah 27 item. Skala self esteem yang dibuat berdasarkan dari aspek-aspek Coopersmith . berjumlah 34 item. Skala berdasarkan aspek-aspek dari Supratiknya menggunakan metode Regression stepwise dan normalitas dalam penelitian ini. Semua teknik perhitungan bivariate correlation, multivariate correlation, regression metode pelaksanannya menggunakan bantuan dari program komputer SPSS (Statistical Product and Service Solutio. 0 for Mac OS. berjumlah 24 item. Skala yang dipakai untuk menyusun skala per variabel adalah Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 Hasil Penelitian dan Pembahasan E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive Berdasarkan Hasil dilakukan kepada 169 responden dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh menggunakan metode bivariate correlation. Rahmania & Ika Yuniar . yang antara self esteem dengan kecenderungan koefisien korelasi sebesar r = -0. 443 dengan kecenderungan body dysmorphic disorder p = 0. 000, dimana p < 0. Hasil ini dan hubungan antara keduanya tersebut menunjukan bahwa korelasi antara self adalah negatif, yang berarti semakin tinggi variabel self esteem maka semakin rendah dysmorphic disorder adalah hubungan yang kecenderungan body dysmorphic disorder negatif dan signifikan. Artinya, self esteem dan sebaliknya. Selain itu penelitian yang dilakukan Itsna Maulida Muttaqin . dysmorphic disorder, hal ini juga berarti bahwa semakin rendah self esteem maka hubungan yang negatif yang signifikan antara penerimaan diri dengan kecenderungan body dysmorphic disorder yang artinya, semakin semakin tinggi self esteem maka semakin tinggi penerimaan diri maka akan semakin rendah pula kecenderungan body dysmorphic rendah pula kecenderungan body dysmorphic disorder dan semakin rendah penerimaan diri Sementara itu, hasil korelasi antara self acceptance dengan kecenderungan body dysmorphic disorder sebesar r = -0. kecenderungan body dysmorphic disorder. Analisa dengan p = 0. 000, dimana p < 0. korelasi ganda atau multivariate correlation menunjukan adanya hubungan dengan arah pada uji regeresi dengan metode enter antara yang negatif dan signifikan. Artinya, semakin variabel self esteem dengan self acceptance rendah self acceptance maka semakin tinggi dengan kecenderungan body dysmorphic tingkat kecenderungan body dysmorphic disorder dapat diperoleh hasil koefisien R = disorder dan sebaliknya semakin tinggi self 474 dan p = 0. Hal ini menunjukan bahwa self esteem dan self acceptance kecenderungan body dysmorphic disorder pada remaja putri di SMA BPS&K 1 Jakarta. kecenderungan body dysmorphic disorder Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive pada remaja putri di SMA BPS&K 1 Jakarta. memiliki pengaruh yang lebih dominan Perhitungan dalam uji regresi ini juga menunjukan koefesien R square sebesar acceptance terhadap kecenderungan body 225 yang menunjukkan bahwa self esteem dysmorphic disorder. Hal ini senada dengan dan self acceptance memberikan kontribusi Phillips . yang menyebutkan self sebesar 22,5% pada kecenderungan body esteem merupakan salah satu faktor yang dysmorphic disorder, sedangkan sisanya dapat menyebabkan seseorang rentan untuk 77,5% merupakan tambahan dari faktor memiliki body dysmorphic disorder, karena lainnya yang tidak diteliti. ketika seseorang memiliki self esteem tinggi Setelah mengetahui jumlah kontribusi umumnya individu tersebut juga akan self esteem dan self acceptance dengan memiliki pemahaman serta pengetahuan kecenderungan body dysmorphic disorder, yang lebih baik tentang diri mereka sendiri penulis mencari tahu variabel mana yang dan seseorang yang menghargai diri sendiri paling dominan dalam hubungannya dengan akan lebih menganggap dirinya berharga kecenderungan body dysmorphic disorder (Rosenberg, dalam Sara Burnett & Wright, menggunakan uji regresi metode stepwise pada program SPSS (Statistical Product and Berdasarkan hasil kategorisasi skor Service Solutio. 0 for Mac OS. penelitian ini kecenderungan dari body Berdasarkan hasil perhitungan menunjukan dysmorphic disorder yang dialami oleh bahwa variabel dominan pertama adalah self remaja putri di SMA BPS&K 1 Jakarta ini esteem, selanjutnya adalah self acceptance. berada pada kategori AusedangAy. Self esteem Variabel self esteem berkontribusi terhadap yang dimiliki remaja putri di SMA BPS&K 1 kecenderungan body dysmorphic disorder Jakarta berada pada kategori AutinggiAy dan self sebesar 19,6% (R2 = 0. Kontribusi self acceptance yang dimiliki remaja putri di esteem bersama self acceptance terhadap SMA BPS&K 1 Jakarta berada pada kategori kecenderungan body dysmorphic disorder AusedangAy. sebesar 22,5% (R2 = 0. Sedangkan kecenderungan body dysmorphic disorder adalah 2,9% (R2 Change = 0. Hal ini KESIMPULAN Terdapat Hubungan antara self esteem dengan kecenderungan body dysmorphic menujukan bahwa variabel self esteem Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif Vol 3 No 1 Maret 2023 E-ISSN: 2808-3849 P-ISSN: 2808-4411 https://journals. upi-yai. id/index. php/PsikologiKreatifInovatif/issue/archive disorder yang dialami remaja putri di SMA BPS&K 1 Jakarta. Terdapat acceptance dan kecenderungan body dysmorphic disorder pada remaja putri di Hurlock, . Perkembangan: Suatu Sepanjang Rentang Erlangga. Jakarta. Psikologi Pendekatan Kehidupan. Jatmika. Genk Remaja. Anak Haram Sejarah ataukah Korban Globalisasi?. Yogyakarta: Kanisius. SMA BPS&K 1 Jakarta. Terdapat antara self esteem dan self acceptance dengan kecenderungan body dysmorphic disorder pada remaja putri di SMA BPS&K 1 Jakarta. DAFTAR PUSTAKA