Vol. 9 No. 1 Juni 2020 Hospitality 63 a. POTENSI DAN PROBLEMATIKA DESA WISATA (STUDI KASUS DESA WISATA JURIT BARU DI KABUPATEN LOMBOK TIMUR) Oleh Setyo Nugroho. & Lalu Asriadi. 1,2Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram Email: tyo3nugroho@gmail. com & 2laluasriadi15@gmail. Abstrak Desa wisata Jurit Baru Lombok Timur memiliki ragam potensi yang memikat, karya alam-nya menciptakan keunikan dan ciri khas alam dan budaya. Namun demikian, desa wisata Jurit Baru belum populer jika dibandingkan dengan desa wisata lainnya, sehingga manfaat pariwisata belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat sekitar. Selain itu, terdapat beberapa kendala yang menjadi penghambat perkembangan pariwisata desa wisata Jurit Baru. Dengan demikian, dibutuhkan eksplorasi potensi sehingga dapat dijadikan rujukan dalam pengembangan desa wisata Jurit Baru ke depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi desa wisata Jurit Baru dan mengidentifikasi permasalahan yang ada. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, studi dokumentasi dan wawancara . urposive samplin. Teknik analisis data menggunakan deskriptif Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desa Jurit Baru memiliki potensi alam yang sangat kaya. Baik dari bentuk topografi hingga estetika daily life masyarakatnya. Desa wisata Jurit Baru memiliki komoditas hasil perkebunan yang melimpah seperti alpukat, coklat, kopi, vanili. Selain dari pada itu, desa wisata Jurit Baru juga memiliki atraksi budaya seperti Gaweh Gawah. Zikir Zaman. Nyongkolan. Mandiq Kemanten, dan tradisi Ngentongin yang masih dilestarikan hingga saat ini. Kendati demikian, masih terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi dalam proses pengembangan desa wisata jurit baru seperti rendahnya sumber daya manusia, belum optimalnya manajemen destinasi, konflik kepentingan dan hegemoni kekuasaan. Kata Kunci: Desa Wisata. Potensi. Jurit Baru. Lombok Timur & Pariwisata Pedesaan. PENDAHULUAN Keberadaan desa wisata di tengah hingar bingar pariwisata konvensional menjadi vital, karena dianggap sebagai jalan keluar dari dampak negatif pariwisata massal. Masyarakat yang termaginalisasi, runtuhnya nilai sosial menjadi persoalan serius yang dihadapi pada destinasi wisata yang berada di negara dunia Hal tersebut tak pelak menimbulkan Namun bagi kalangan kanan, pariwisata dianggap berhasil menyuplai rupiah bagi masyarakat yang mendiami suatu destinasi pada dasarnya desa wisata tercipta dalam rangka pro rakyat, agar manfaat pariwisata lebih terasa bagi seluruh lapisan masyarakat. Karena selama ini, pariwisata hanya menguntungkan beberapa pihak yang memiliki modal besar. Community Based Tourism (CBT) atau pariwisata berbasis masyarakat merupakan istilah yang muncul bersamaan dengan konsep pro poor tourism . ariwisata pro-orang Namun Demikian. Istilah pro poor tourism dianggap berkonotasi negatif dengan mengandaikan masyarakat pada posisi inferior, sedangkan istilah CBT berkonotasi positif, karena mengisyaratkan pengakuan atas hak masyarakat untuk berpatisipasi dan berusaha . Di Lombok, praktek desa wisata telah banyak digaungkan dan diimplementasikan. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JHI 64 Hospitality Vol. 9 No. 1 Juni 2020 a. Hal tersebut terbukti dari keberhasilan beberapa desa wisata yang eksis dikunjungi wisatawan Aktivitas pengelolaan pariwisata di Lombok juga semakin menggeliat yang ditandai dengan munculnya obyek-obyek desa wisata baru dengan potensi alam dan budaya, tidak jarang obyek tersebut dilengkapi dengan fasilitas swafoto dengan latar pemandangan alam yang masih asli, hijau dan indah. Salah satu desa wisata yang mulai bermunculan atas inisiasi komunitas adalah desa wisata Jurit Baru. Desa Jurit Baru ini terletak di Kecamatan Pringgasela Kabupaten Lombok Timur. Sejak diresmikan menjadi Desa Wisata pada tahun 2017 lalu. Jurit Baru semakin eksis dari sebelumnya. Hal tersebut terbukti dari perbaikan infrastruktur, fasilitas, (Pokdarwi. dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) untuk mendukung kegiatan pariwisata di sana. Namun demikian, desa wisata Jurit Baru belum populer seperti desa wisata lainnya yang ada di Lombok dan destinasi-destinasi ternama seperti Gili Trawangan dan Pantai Senggigi. Selain itu, masih terdapat beberapa kendala yang menjadi penghambat dalam pengembangan desa wisata Jurit Baru seperti konflik kepentingan, hegemoni kekuasaan, rendahnya sumber daya manusia dan belum optimalnya manajemen Dengan potensi yang demikian rupa, akan sangat merugi apabila tidak dikelola dengan optimal, untuk itu dibutuhkan komitmen dari seluruh stakeholder untuk menggeliatkan pariwisata di Jurit Baru dalam rangka meningkatkan ekonomi masyarakat dan promosi budaya lokal sebagai daya tarik desa wisata Jurit Baru. Dengan demikian penulis menjadi tertarik untuk mengangkat topik penelitian yang berjudul Potensi Dan Problematika Desa Wisata (Studi Kasus Desa Wisata Jurit Baru di Kabupaten Lombok Timu. LANDASAN TEORI Penelitian ini akan mengadopsi teori yang relevan dalam menjawab rumusan masalah yang telah ditetapkan. Teori yang digunakan adalah teori indigenous tourism . ariwisata berbasis masyaraka. yang diperkenalkan oleh Smith, ia mengatakan bahwa indigenous tourism dipengaruhi oleh 4 . elemen penting yang saling terkait satu sama lain yaitu 4H (Habitat. Heritage. History. Handicraf. Keempat elemen tersebut adalah kondisi geografi tempat tinggal manusia . , warisan budaya dan tradisi . , kondisi terkini terkait dengan sejarah dan peristiwa . , dan hasil cipta karya . Berikut figur dari keempat elemen tersebut. Habitat Habitat merupakan tempat tinggal khas bagi seseorang atau kelompok masyarakat yang mendiami suatu wilayah. Bentuk lahan, topografi, climate dan life style menjadi fokus pada bagian ini. Desa wisata mampu menampilkan keunikan physical geography dan human geography yang ada, sehingga memungkinkan bagi wisatawan untuk melihat daya tarik otentik yang terdapat di desa wisata. Heritage Heritage merupakan warisan kebudayaan yang menjadi tradisi dan kebudayaan masyarakat setempat di desa wisata. Kebudayaan lokal menjadi atraksi utama desa wisata, seperti cara berpakaian, arsitektur, bahasa, dan lain History History merupakan sejarah atau peristiwa yang terjadi di desa wisata, seperti cerita masa lalu, religion, local wisdom yang menjadi tradisi atau kepercayaan bagi masyarakat yang mendiami desa wisata. Handicraft Handicraft merupakan nilai-nilai kebudayaan masyarakat setempat yang dituangkan ke dalam bentuk kebendaan fisik maupun non-fisik, seperti cinderamata, ukir-ukiran, tulisan tangan a. http://stp-mataram. e-journal. id/JHI P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 Vol. 9 No. 1 Juni 2020 Hospitality 65 a. dan hasil kerajinan yang menjadi simbol dari sutau wilayah. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan pengumpulan data menggunakan observasi lapangan yakni pengamatan ke desa wisata Jurit Baru. Kedua, yaitu studi pustaka berupa jurnal penelitian, dokumen yang berkaitan dengan desa wisata Jurit Baru. Ketiga, yaitu wawancara . urposive samplin. kepada pihak terkait yang memiliki wawasan dan pengetahuan tentang desa wisata Jurit Baru, yakni pihak pengelola dan masyarakat setempat. HASIL DAN PEMBAHASAN Pada bab ini akan dijasikan hasil Habitat Desa Wisata Jurit Baru terletak di Kabupaten Lombok Timur Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa Wisata ini berada di MDPL pemandangan hamparan hutan dan ladang persawahan yang hijau. Cuaca di Jurit Baru cukup dingin, dikarenakan berlokasi di dataran Aktivitas masyarakat sehari-hari adalah bercocok tanam dan berkebun. Kehidupan masyarakat yang masih tradisional membuat desa wisata ini memiliki keunikan tersendiri. Bahkan, di tengah kemajuan teknologi saat ini. Jurit Baru menggunakan sapi sebagai alat pembajak Desa Jurit Baru memiliki komoditas hasil perkebunan yang melimpah seperti alpukat, coklat, kopi. Vanili. Hingga saat ini komoditi alpukat dan kopi menjadi primadona di sana. Gambar 1. Pemuda desa Jurit Baru sedang menumbuk biji kopi. umber: Asriadi 2. Bentang alam dan kekayaan alam yang melimpah menjadikan desa wisata ini sangat berpotensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata kelas dunia. Tentunya dibutuhkan SDM yang mempuni di bidangnya, baik untuk tujuan promosi, pengemasan paket wisata, maupun kerjasama dengan pihak seluruh pemangku kepentingan yang ada. Gambar 2. Wisatawan menyaksikan kegiatan bertani di Desa jurit Baru . Asriadi 2. Berdasarkan data dari Kelurahan Jurit Baru meenyatakan bahwa Desa Wisata Jurit Baru memiliki penduduk sekitar 7. 435 orang, dari angka tersebut, diketahui tingkat pendidikan masyarakat masih tergolong Hal tersebut dikarenakan mayoritas penduduk masih berpendidikan terakhir yaitu a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JHI 66 Hospitality Vol. 9 No. 1 Juni 2020 a. Sekolah Dasar (SD), dengan jumlah 1846 orang atau 24,8% dari total penduduk. Namun demikian, selain SDM yang harus mempuni, faktor lain yang tidak kalah penting adalah bagaimana komitmen dan dukungan dari masyarakat setempat dalam membangun daya tarik wisata tersebut. Peran masyarakat merupakan fungsi vital dalam keberlanjutan Nugroho dalam tulisannya mengatakan bahwa dalam mengelola potensi wisata dubuthkan kerjasama kolaboratif yang bersifat simbiosis mutualisme, sehingga pengembangan tersebut tidak bersifat oportunis dan jangka pendek, melainkan jangka panjang dan berlanjut seperti halnya konsep pariwisata berkelanjutan secara ekonomi, ekologi, dan sosial budaya . Selain itu, diperlukan semangat gotong-royong dalam menjaga kebersihan, keamanan dan kenyamanan pada destinasi wisata agar dapat memberikan citra positif di benak wisatawan, sehingga berpotensi meningkatkan kunjungan wisatawan dan bermanfaat pada peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Heritage Desa Wisata jurit baru masih melestarikan adat-istiadat suku Sasak Lombok. Hal tersebut terbukti dari dialek masyarakat setempat yang menggunakan bahasa Sasak sebagai bahasa sehari-hari. Lebih lanjut, logat . Sasak masih terdengar kental ketika masyarakat berkomunikasi dengan orang lain, baik saat menggunakan bahasa indonesia maupun bahasa asing. Masyarakat desa wisata Jurit baru masih memegang teguh identitas masyarakat Lombok. Lombok dalam bahasa Sasak berarti lurus, artinya memiliki hati dan jiwa yang lurus . Selanjutnya dalam praktiknya, masyarakat desa Jurit Baru aktif dalam organisasi keagamaan seperti AuRemaja Masjid atau Remaja MusholaAy. Hal tersebut salah satu contoh budaya masyarakat lokal yang masih ditemukan di era perkembangan pariwisata di Pulau Lombok secara umum, dan Desa Jurit Baru secara khusus. Kegiatan keagamaan seperti pengajian merupakan salah satu cara untuk membentengi diri dari polusi budaya yang kerap membuat masyarakat setempat cendrung meniru perilaku kebaratan . , yang mana hal tersebut bertentangan dengan identitas budaya lokal setempat. Oleh karena itu, desa wisata Jurit Baru konsisten dalam melestarikan budaya yang memiliki estetika dan nilai kesakralan yang tinggi seperti zikir zaman dan gawe Zikir Zaman Zikir zaman merupakan kegiatan ritual yang dilakukan masyarakat sasak Lombok untuk memperingati acara-acara seperti naik haji dan maulid. Zikir ini juga merupakan kesenian tari yang bermuatan islam, karena melantukan asma Allah dan sholawat kepada rasulullah SAW. Tarian ini dipentaskan oleh para laki-laki dan dua orang diantara mereka ditugaskan menjadi vokalis. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Amaq Sahid selaku tokoh agama di Desa Jurit Baru yang mengakatan Zikir zaman sino peninggalan budaye sik warisangne siq penyebar islam leq zaman laek. Zikir zaman niqi berisi pujian tipaq Allah Subahanahu WataAoala. Dit te turut siq sholawat tipaq e selain sino kegiatan niqi tegaweq, jeri ite gaweq ne no jeri ajang . awancara 9 Juli 2. Gawe Gawah Gawe gawah merupakan kegiatan ritual yang dilakukan masyakarat sasak Lombok khususnya di desa wisata Jurit Baru. Kegitatan tersebut kegiatan tahunan yang dilakukan dalam rangka syukuran atas datangnya musim penghujan, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai supai air untuk keperluan bercocok tanam di area persawahan. Biasanya, bentuk rasa syukur tersebut dilakukan dengan cara memotong ayam, kemudian ayam tersebut dihanyutkan di sungai, selanjutnya diangkat a. http://stp-mataram. e-journal. id/JHI P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 Vol. 9 No. 1 Juni 2020 Hospitality 67 a. kembali di pertengahan sungai. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan air yang dikaruniakan oleh Allah SWT. Selain itu, kegiatan tersebut diikuti dengan memberikan santunan kepada anak yatim dan zikir bersama. Hal tersebut juga diungkapkan oleh Saehun selaku Pekasih di Desa Jurit Baru yang mengatakan bahwa Gawe gawah niki te gaweq jeri wujud syukur te tipak Allah taAoala siq wah nurunang ujan ampoq te mauq pade nenggale dit bateletan leq bangqet. Kegiatan niki te gaweq dengan cere nunuq manuq bareng-bareng, ngumulang nesiq kaput kance ngumpulang kepeng siq tebeng tipaq anak yatin, siq te turut siq zikir kance bedoAoe bareng-bareng . awancara 9 Juli 2. Selain dari kebudayaan khusus di atas, terdapat kebudayaan tradisi yang masih dipertahankan oleh masyarakat sasak secara umum, termasuk di desa wisata Jurit Baru. Hal tersebut merupakan wujud dari pelestarian budaya yang dilakukan masyarakat setempat agar memupuk rasa cinta kearifan lokal bagi generasi penerus. Kegiatan budaya lokal yang dimaksud adalah pertama, pentas seni Tari Jangger dan Tari Rudat merupakan jenis tarian warisan leluhur suku Sasak Lombok. Kedua yaitu Gendang Beleq, merupakan kesenian tradisional yang dimainkan dengan alat musik Ketiga yaitu Nyongkolan, berupa iring-iringan melaksanakan pernikahan seperti raja dan ratu. Keempat yaitu Presean yang menyimbolkan kejantanan dan keberanian pemuda suku Sasak Lombok. Potensi-potensi tersebut harus dapat dikemas dalam satu event atau festival budaya secara khusus dilaksanakan di Desa Wisata Jurit Baru seperti Festival Senggigi yang terdapat di Pantai Senggigi dan Festival Bau Nyale yang terdapat di Pantai Mandalika. Gambar 3. Kegiatan Nyongkolan di Desa Jurit Baru . umber: Asriadi, 2. History Masyarakat Desa Jurit Baru menganut kepercayaan islam yang kuat, karena lokasinya berada di Kabupaten Lombok Timur yang merupakan pusat kekuatan agama islam Nahdatul Wathan (NW). Masyarakat Jurit Baru juga masih melestarikan tradisi-tradisi yang mengandung nilai kearifan lokal seperti mandiq kemanten, merupakan kegiatan ritual bagi terune . aki-lak. yang hendak melaksanakan pernikahan. Adapun kegiatan yang dilakukan adalah kedua calon pengantin tersebut disucikan oleh kepala adat di Desa Jurit Baru dengan cara dimandikan menggunakan air yang telah didoakan. Hal tersebut senada yang diungkapkan oleh Amaq Sohri selaku tokoh adat di desa wisata Jurit Baru yang mengatakan Maniq kemanten sino teniatang adeqne suci kemanten adeqne betah beseninaq besemamaq, sampe tepisah siq kubur. Ritual sine tegaweq leq taok-taok Misal leq gerung/kokok te iring isiq gamelan, dit te sebur siq aiq kembang . awancara 13 mei 2. Tradisi yang kedua adalah ngentongin, ngentongin merupakan tradisi turun temurun masyarakat Sasak Jurit Baru dalam rangka ucapan syukur karena telah selesai membajak Tradisi ini memiliki kegiatan yang unik a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JHI 68 Hospitality Vol. 9 No. 1 Juni 2020 a. yaitu dengan cara mengikatkan ayam bakar pada leher Sapi yang digunakan untuk membajak sawah, kemudian sapi tersebut diarak menuju ke hutan dan ayam bakar yang telah dibakar tadi dimakan oleh pengembala sapi tersebut. Hal senada juga diungkapkan oleh Amaq Sohri selaku tokoh adat di desa wisata Jurit Baru yang mengatakan bahwa: Ngentongin niki biese te gaweq siq masyarakat sewahan selese pade nenggale leq selapuq bangket. Acare niki te gaweq jari rue syukur te tipaq nenek kaji. Entan te gaweq kegiatan niqi, te pade nunuk manuq marak lueq sempi, ampoq te tondangan leq belongne, sambi te lalo ngarat joq kontak atau kebon sambal te denden sempi, ampoq te mangan barengbareng . awancara 13 mei 2. Handicraft Desa wisata Jurit Baru memiliki ragam hasil karya cipta yang memiliki nilai estetika dan kemanusiaan, salah satunya adalah berupa tas yang terbuat dari daur ulang sampah plastik. Tas ini juga menjadi salah satu paket wisata yang dapat dinikmati oleh wisatawan yang datang berkunjung. Hal tersebut menjadikan desa wisata Jurit Baru menawarkan mengandung nilai edukasi. Sebagaimana fenomena yang berkembang saat ini yakni pola wisatawan telah berubah dari leisure oriented Artinya wisatawan tidak lagi mencari hotel dan fasilitas mewah, namun lebih menekankan pada pengalaman apa yang akan dia dapatkan selama melakukan perjalanan, seperti keunikan dan keragaman budaya yang terdapat di daya tarik Menurut Plog pola perjalanan tersebut di atas merupakan tipe Allow-centric, merupakan jenis wisatawan yang menyukai hal-hal baru yang tidak ditemui di tempat asalnya dan cenderung berinteraksi dengan masyarakat serta spend time dalam waktu lama . Selanjutnya desa wisata Jurit Baru memiliki komoditas berupa pohon aren yang menghasilkan produk gula aren. Gula aren ini biasanya menjadi oleh-oleh yang banyak diminati wisatawan, karena rasanya yang manis dan lezat. Selain itu, desa wisata Jurit Baru menyediakan pupuk kompos yang berasal dari kotoran hewan sebagai oleh-oleh yang bisa dibeli oleh wisatawan untuk keperluan bercocok tanam. Manajemen Desa Wisata Leiper seperti yang dikutip oleh Pitana dan Diarta mengatakan bahwa pengelolaan . merujuk pada seperangkat peranan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang, atau bisa juga merujuk pada fungsi-fungsi yang melekat pada peran tersebut . Sejauh ini, manajemen desa wisata masih terbilang lesu, dikarenakan tidak ada tindak lanjut mengenai program-program yang dicanangkan sebelumnya. Hal tersebut dikarenakan adanya konflik kepentingan antara pemangku kepentingan. Hegemoni kekuasaan . nsur pemerinta. terlihat dari pengambilan alih retribusi pendakian Gunung Rinjani melalui desa wisata Jurit Baru secara sepihak dan tidak ada transparansi mengenai hal tersebut. Padahal, pengembangan desa wisata menuntut adanya paritisipasi masyarakat lokal dalam berbagai Tujuannya benar-benar kehidupannya dipengaruhi oleh pembangunan tersebut . Idealnya, pembangunan pariwisata berbasis masyarakat . esa wisat. harus bersifat bottom-up, bukan top-down. Artinya, pembangunan tersebut harus diiniasi dari bawah . bukan instruksi dari unsur penguasa . Selain itu, pemerintah maupun pengelola juga belum maksimal dalam membangun kerangka operasional di mana sektor publik dan privat terlibat dalam menggerakkan denyut nadi Artinya a. http://stp-mataram. e-journal. id/JHI P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 Vol. 9 No. 1 Juni 2020 Hospitality 69 a. menerjemahkan kebijakan pariwisata yang disusun ke dalam rencana konkret terkait kerjasama dengan pihak swasta untuk pembangunan daya tarik wisata. Namun demikian, hendaknya mencari investor lokal dan pro green tourism, agar pengembangan tidak bersifat oportunis, melainkan jangka Sumber Daya Manusia Masyarakat merupakan elemen kunci dalam keberhasilan pengembangan pariwisata. Karena pada dasarnya salah satu faktor yang sangat perlu mendapat perhatian dalam rangka pariwisata adalah kehendak bersama . ommon wil. masyarakat untuk mengembangkan pariwisata di daerahnya . Hal tersebut juga ditambahkan oleh Pitana dan Diarta yang menyatakan hampir setiap tahap dan elemen pariwisata memerlukan sumber daya manusia untuk menggerakkannya. Faktor sumber daya manusia sangat menentukan eksistensi Sebagai salah satu industri jasa, sikap dan kemampuan staff akan berdampak krusial terhadap bagaimana pelayanan pariwisata diberikan kepada wisatawan yang secara langsung akan berdampak pada kenyamanan, kepuasan dan kesan atas kegiatan wisata yang dilakukannya . Berdasarkan data dari Kelurahan Jurit Baru, menyatakan bahwa berpendidikan terakhir yaitu Sekolah Dasar (SD), dengan jumlah 1846 orang atau 24,8% dari total Keadaan tersebut membuat gaya hidup masyarakat lokal masih kental dengan hal-hal yang bersifat magis. Akibatnya perkembangan pariwisata di sana tergolong lesu, dikarenakan masyarakat menganggap pariwisata lebih banyak mudaratnya daripada Bencana gempa bumi pada tahun 2018 lalu kerap dikaitkan dengan aktivitas pariwisata yang terjadi di tanah Lombok selama ini. Pariwisata dijadikan kambing hitam dan dianggap sebagai pemicu terjadinya bencana menunjukkan penolakan terhadap pariwisata. Sikap masyarakat terhadap pariwisata tersebut menjadikan masyarakat pada posisi antagosim. Artinya masyarakat secara terbuka sudah menunjukkan ketidaksenangannya, dan melihat wisatawan sebagai sumber masalah. Doxey menungkapkan bahwa Pada fase ini perencana baru menyadari pentingnya perencanaan menyeluruh . PENUTUP Kesimpulan Desa Jurit Baru yang terletak di Kabupaten Lombok Timur memiliki ragam potensi baik alam, budaya serta daily life masyarakat yang yang masih tradisional. Ditinjau dari aspek habitat, desa wisata jurit Baru memiliki keindahan alam dengan pemandangan hamparan hutan dan ladang persawahan yang hijau. Pemandangan tersebut semakin indah dengan adanya masyarakat yang melakukan aktivitas bercocok tanam dan Desa wisata Jurit Baru memiliki komoditi hasil perkebunan yang melimpah seperti alpukat, coklat, kopi. Vanili. Hingga saat ini komoditi alpukat dan kopi menjadi primadona di sana. Selain itu, desa wisata Jurit Baru juga senantiasa melestarikan adat kesukuan Sasak seperti bahasa, kesenian dan kagiatan keagamaan. Selanjutnya, desa wisata Jurit Baru juga masih melaksanakan berbagai upacara adat seperti mandiq kemanten, merupakan kegiatan ritual bagi terune . melaksanakan pernikahan. Tradisi yang kedua adalah ngentongin, merupakan tradisi turun temurun masyarakat Sasak Jurit Baru dalam rangka syukuran karena telah selesai membajak Terdapat beberapa kendala yang menjadi penghambat dalam perkembangan Desa Wisata Jurit Baru. Pertama, kurangnya sadar wisata dari masyarakat. Kedua, lemahnya manajemen destinasi desa wisata Jurit Baru. Ketiga, a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JHI 70 Hospitality Vol. 9 No. 1 Juni 2020 a. kurangnya kerjasama kolaboratif antara pemangku kepentingan. Saran Berdasarkan simpulan di atas, terdapat beberapa saran yang perlu diperhatikan oleh pemerintah, pengelola dan masyarakat setempat, diantaranya adalah: Mengelola potensi pariwisata di desa wisata Jurit Baru sesuai dengan kearifan lokal yang ada. Meningkatkan kerjasama kolaboratif antara pemangku kepentingan untuk mengembangkan desa wisata Jurit Baru sesuai dengan konsep pariwisata Meningkatkan semangat sadar wisata bagi masyarakat sekitar desa wisata Senantiasa untuk menjaga keaslian suku dan adat istiadat setempat sebagai daya tarik wisata yang unik dan memiliki ciri Management. Amsterdam: Butterworth Heine . Pitana. dan Diarta. Pengantar Ilmu Pariwisata. Yogyakarta: Andi Offset. Prasiasa. Dewa Putu Oka, 2011. Wacana Kontemporer Pariwisata. Jakarta: Salemba Humanika . Pujaastawa. Wirawan. P dan Adhika. I Made. Pariwisata Terpadu: Alternatif Model Pengembangan Pariwisata Bali tengah. Bali: Universitas Udayana. Kampus Jimbaran. Kabupaten Badung. Doxey. A Causation Theory Of Visitor: Resident Irritants Methodology And Research Inference Proceeding to The Travel Research Association 6th Annual Conference. San Diego. California. DAFTAR PUSTAKA