Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 PERANCANGAN APLIKASI PEMILIHAN KARYAWAN TERBAIK DENGAN ALGORITMA WEIGHT PRODUCT Irfan Satria Pratama 1. Revita Aunurachmani 2 . Nasya Rifani Prastiwi3. Anus Wuryanto 4. Sari Hartini 5 Universitas Bina Sarana Informaika12345 Jl. Kramat Raya No. RT. 2/RW. Kwitang. Kec. Senen. Kota Jakarta Pusat. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 10450 E-mail : Irfansatria567@gmail. com1, revitaaunurrahmani@gmail. Rifaninasya@gmail. awu@bsi. id4, sari. shi@bsi. ABSTRAK Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan sarana yang dirancang untuk membantu proses pengambilan keputusan yang bersifat kompleks dan melibatkan berbagai kriteria. Dalam konteks seleksi karyawan, keputusan yang tepat sangat penting agar perusahaan memperoleh sumber daya manusia yang kompeten serta sesuai dengan kebutuhan organisasi. Penelitian ini mengembangkan SPK pemilihan karyawan dengan menggunakan metode Weighted Product (WP). Metode ini dipilih karena mampu mengolah data multikriteria melalui perkalian nilai setiap kriteria yang dipangkatkan sesuai bobot Kriteria penilaian yang digunakan meliputi kehadiran, etika kerja, loyalitas, kerja tim, serta kemampuan individu, dengan bobot yang ditentukan berdasarkan prioritas perusahaan. Proses perhitungan dilakukan melalui tahapan pembentukan vektor S dan vektor V untuk menghasilkan peringkat akhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Weighted Product (WP) dapat memberikan peringkat karyawan secara lebih objektif, terukur, dan konsisten sehingga proses seleksi berlangsung lebih cepat, akurat, serta sistematis. Meski demikian, sistem ini masih memiliki keterbatasan karena belum mempertimbangkan faktor kualitatif seperti kepribadian, kemampuan komunikasi, maupun hasil wawancara langsung. Oleh sebab itu, sistem ini lebih tepat dijadikan alat pendukung, bukan satusatunya dasar dalam penentuan karyawan terbaik. Kata kunci : Sistem Pendukung Keputusan. Peringkat Karyawan. Weighted Product ABSTRACTS A Decision Support System (DSS) is a tool designed to assist complex decision-making processes involving multiple criteria. In the context of employee selection, accurate decisions are crucial for companies to obtain competent human resources aligned with organizational needs. This study developed a DSS for employee selection using the Weighted Product (WP) method. This method was chosen because it is capable of processing multi-criteria data by multiplying the values of each criterion raised to the power of its importance. The assessment criteria used include attendance, work ethic, loyalty, teamwork, and individual abilities, with weights determined based on company priorities. The calculation process is carried out through the stages of forming S vectors and V vectors to produce a final ranking. The results of the study indicate that the WP method can provide more objective, measurable, and consistent employee rankings, resulting in a faster, more accurate, and more systematic selection process. However, this system still has limitations because it does not consider qualitative factors such as personality, communication skills, or the results of direct interviews. Therefore, this system is more appropriate as a supporting tool, not the sole basis for determining the best employees. Keywords: Decision Support System. Employee Selection. Weighted Product 39 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 PENDAHULUAN Di tengah kompetisi dunia usaha yang kian ketat, mutu pelayanan serta pengelolaan kinerja sumber daya manusia (Human Resource. menjadi faktor krusial dalam menentukan keberhasilan suatu usaha, termasuk di sektor jasa seperti barber dan salon. Pada era digital saat ini, kemampuan dalam mengolah informasi dengan cepat dan akurat menjadi salah satu kunci keunggulan bersaing (Competitive Advantag. bagi perusahaan. Salah satu unsur krusial dalam pengelolaan sumber daya manusia adalah penilaian terhadap karyawan, yang memiliki peranan signifikan dalam menetapkan arah kebijakan organisasi mulai dari pemberian insentif dan promosi bagi karyawan berprestasi hingga penyelenggaraan pelatihan khusus bagi karyawan yang belum memenuhi harapan. AuSecara psikologis, wibawa seseorang dapat ditinjau dari berbagai aspek seperti kepribadian, tingkat kecerdasan, latar belakang pendidikan, postur tubuh, warna kulit, serta ciri fisik seperti rambut, bentuk hidung, dan mataAy . Dengan semakin beragamnya bentuk eksploitasi terhadap penampilan, industri kecantikan mengalami pertumbuhan yang pesat melalui pemanfaatan hasrat banyak individu terhadap standar kecantikan yang dianggap ideal. Banyak orang meyakini bahwa penampilan fisik yang menarik mampu meningkatkan rasa percaya diri Salon kecantikan adalah jenis usaha di bidang jasa yang berfokus pada upaya memperbaiki serta memperindah penampilan fisik seseorang. Beragam layanan perawatan ditawarkan di salon, mulai dari perawatan rambut, wajah, kulit, hingga tubuh, sesuai dengan kebutuhan danpreferensi pelanggan . Humble Hairstudio merupakan sebuah usaha yang bergerak di sektor layanan perawatan rambut bagi pria . dan wanita . eauty salo. , menjadikan kualitas pelayanan sebagai nilai utama dalam upaya menarik serta mempertahankan pelanggan. Dalam sektor jasa, interaksi langsung antara karyawan dan pelanggan merupakan aspek krusial yang memerlukan perhatian khusus, sehingga kinerja P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 dan etika kerja setiap karyawan perlu dipantau serta dinilai secara berkala dengan pendekatan yang objektif. Humble Hairstudio merupakan salon dan treatment eksklusif. Alamat ruko berada di Ruko Sentra Niaga. Jl. Boulevard Hijau Raya Blok B1 No. RT. 006/RW. Kelurahan Pejuang. Kecamatan Medan Satria. Kota Bekasi. Jawa Barat, 17131. Di Humble Hairstudio, pelanggan disuguhkan pengalaman perawatan yang lengkap dan Dengan reputasi yang telah terbentuk kuat di industri kecantikan. Humble Hairstudio menonjolkan keunggulan dalam keahlian perawatan rambut dan kecantikan, serta berkomitmen untuk menghadirkan layanan berkualitas tinggi yang senantiasa mengikuti tren terbaru dan inovasi layanan. Usaha ini dimiliki oleh Kevin Danudoro dan Hj. Syamsul Samsudin Hasan. Keduanya dikenal sangat berdedikasi terhadap perkembangan Humble Hairstudio, dengan penekanan khusus pada penerapan personal touch atau sentuhan personal dalam setiap layanan kepada AuDengan demikian, investasi yang diperlukan untuk mengakuisisi konsumen baru umumnya jauh lebih besar dibandingkan dengan upaya mempertahankan pelanggan eksisting. Oleh karena itu, performa pelayanan yang diartikulasikan oleh karyawan dalam merawat loyalitas pelanggan bukan sekadar aktivitas operasional semata, melainkan merupakan kapital relasional yang bernilai strategis dan seyogianya dikelola secara presisi oleh pelaku usaha sebagai bagian dari aset intangible yang mendukung keberlanjutan bisnisAy . Pelanggan yang setia tidak hanya memberikan kontribusi terhadap pendapatan yang stabil, tetapi juga berperan sebagai media promosi yang efektif melalui strategi pemasaran word of mouth atau dari satu konsumen ke konsumen lainnya, secara tidak langsung berperan dalam memperluas jangkauan calon pelanggan baru. Memberikan penawaran eksklusif, menerima umpan balik secara aktif, serta menjaga 40 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 keterbukaan dalam hubungan dengan pelanggan merupakan langkah strategis dalam membangun loyalitas dan kepuasan pelanggan untuk jangka panjang . Kepuasan pelanggan adalah tingkat kesenangan atau kekecewaan yang dirasakan seseorang setelah melakukan komparasi persepsinya terhadap kinerja produk atau layanan dengan harapan yang dimilik. Ketersediaan fasilitas yang lengkap di sebuah salon dapat menunjang kelancaran seluruh aktivitas pelayanan, yang pada akhirnya berkontribusi dalam meningkatkan tingkat kepuasan pelanggan . Lebih dari sekadar menjalin hubungan transaksional, penting bagi bisnis untuk membangun kedekatan personal dengan pelanggan, misalnya dengan mengingat nama mereka dan memahami kebutuhan khusus masing-masing. Komitmen terhadap perbaikan berkelanjutan juga menjadi faktor utama dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang Penilaian kinerja karyawan merupakan suatu proses evaluasi yang dilakukan oleh individu maupun kelompok dalam sebuah perusahaan untuk menilai dan mengomunikasikan sejauh Evaluasi kinerja dilakukan dengan cara melakukan komparasi pada hasil kerja karyawan terhadap standar yang telah ditetapkan dalam periode tertentu, yang kemudian dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan terkait kebijakan perusahaan . Namun, dalam praktiknya, banyak pelaku usaha kecil dan menengah, termasuk Humble Hairstudio, penilaian kinerja secara konvensional, seperti observasi subjektif atau pencatatan manual yang belum terstruktur. Pendekatan semacam ini memiliki sejumlah kelemahan, seperti ketiadaan parameter terukur, ketidakkonsistenan dalam penilaian, serta minimnya dokumentasi dan transparansi. Situasi tersebut berpotensi menimbulkan ketidakpuasan pelanggan, konflik internal, bahkan menurunkan motivasi kerja Untuk meretas kompleksitas persoalan tersebut, diperlukan mekanisme penunjang keputusan yang terintegrasi, yaitu Sistem Pendukung Keputusan (SPK). Sistem Pendukung keputusan menurut . adalah merupakan suatu rancangan P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 sistematis yang dirumuskan guna memfasilitasi proses pengambilan keputusan baik pada level mengandalkan informasi yang relevan dan terstruktur sebagai landasan analitis. Sistem Pendukung Keputusan (SPK) ini berfungsi sebagai instrumen strategis bagi manajemen dalam menavigasi proses penilaian dan seleksi karyawan unggulan berdasarkan parameter terukur serta bebas dari subjektivitas. Sistem ini harus mampu melakukan pemrosesan terhadap data yang ada dan parameter dengan cepat, akurat, serta transparan. Di sinilah fungsi dari Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menjadi sangat krusial. Sistem ini merupakan entitas berbasis komputasi yang dikonstruksi secara khusus untuk mengintervensi proses pengambilan keputusan dalam lanskap permasalahan yang bercorak semi-terstruktur hingga sepenuhnya tak terstruktur, di mana intuisi manusia dan logika algoritmik berpadu dalam ruang deliberasi digital, dengan cara mengolah data, model, serta berbagai alternatif keputusan. Agar lebih efisien dan dapat diakses kapan saja, sebaiknya Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dikembangkan dirancang berbasis web. Website adalah Website merupakan entitas digital yang terdiri atas himpunan halaman informasi baik berupa teks, citra visual, audio, video, hingga animasi interaktif yang dapat diakses secara daring melalui jaringan internet. Halaman-halaman ini umumnya disusun menggunakan bahasa markup standar seperti HTML, yang kemudian diinterpretasikan oleh web browser agar tampil dalam format yang dapat diakses dan dipahami oleh pengguna. Penggunaan website dipilih agar dapat diakses secara langsung melalui peramban web tanpa menuntut instalasi perangkat lunak eksternal sebagai prasyarat operasional. Sistem ini memungkinkan manajemen melakukan input data, memantau hasil penilaian, serta memperoleh laporan secara instan dan waktu nyata melalui berbagai perangkat yang terhubung jaringan internet. 41 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 Web ini didukung dengan bahasa pemrograman PHP. PHP (Hypertext Preprocesso. merupakan server-side dirancang untuk mengonstruksi aplikasi web dinamis dan dapat terintegrasi langsung dengan HTML (Hypertext Markup Languag. dan dapat dijalankan di berbagai sistem operasi, sehingga menjadikannya fleksibel serta mudah digunakan . Basis data & Mysql pun dipakai untuk karyawan, serta hasil dari perankingan itu. MySQL dipahami sebagai sistem manajemen basis data relasional (Relational Database Management System atau RDBMS) yang dimana dia open source. Sistem ini banyak diterapkan pada proses membangun aplikasi web karena kecepatan, keandalan, dan MySQL menggunakan Structured Query Language (SQL) untuk mengakses dan mengelola data. Keunggulan utama MySQL terletak pada efisiensi pengelolaan data dan dukungannya terhadap berbagai operasi transaksi . Untuk mendukung proses perhitungan dan menghasilkan keputusan yang objektif dalam Sistem Pendukung Keputusan (SPK), diperlukan suatu metode perhitungan matematis yang dapat mengolah sejumlah alternatif dengan mempertimbangkan bobot tiap kriteria. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 mencerminkan derajat urgensinya, sementara penilaian terhadap tiap individu karyawan dilakukan melalui pemetaan skor yang merepresentasikan performa pada masingmasing indikator tersebut. Olahan data melalui pendekatan Weighted Product (WP) selanjutnya menjadi fondasi untuk merumuskan hierarki peringkat karyawan secara adil, bebas bias, dan berorientasi pada keobjektifan analitis. Dengan merancang dan membangun aplikasi seleksi karyawan terbaik berbasis web yang menggunakan algoritma Weighted Product. Humble Hairstudio diharapkan memiliki sistem penilaian yang lebih terstruktur, efisien, dan Sistem ini tidak hanya mendukung peningkatan efektivitas manajemen dalam pengambilan keputusan, tetapi juga dapat menjadi sarana motivasi bagi karyawan untuk memperoleh insentif tambahan. Selain itu, kualitas pelayanan kepada pelanggan pun dapat meningkat karena proses penilaian dilakukan secara transparan dan berdasarkan kriteria yang Salah satu teknik yang relevan digunakan adalah Weighted Product (WP). AuMetode ini pengambilan keputusan dengan banyak kriteria . ulti-criteria decision makin. , di mana setiap alternatif dinilai secara menyeluruh berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan sebelumnya. Teknik ini menunjukkan relevansi tinggi dalam kompleks, ketika tiap kriteria memikul beban kepentingan yang variatif dan memiliki daya pengaruh berbeda dalam membentuk hasil akhir keputusanAy . Berangkat dari konstruksi permasalahan yang telah diuraikan, penelitian ini diarahkan untuk merancang sekaligus merealisasikan sebuah sistem pendukung keputusan berbasis web dengan mengadopsi algoritma Weighted Product (WP), yang dirancang sebagai instrumen strategis bagi Humble Hairstudio dalam mengorkestrasi penilaian karyawan unggulan secara periodik melalui mekanisme pemeringkatan yang sistematis dan berbasis Hal ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam menumbuhkan tingkat mutu sumber daya manusia (SDM) dan pelayanan secara keseluruhan. Maka daripada itu, peneliti memiliki ketertarikan untuk mengangkat topik kajian dengan judul berikut: AuPerancangan Aplikasi Pemilihan Karyawan Terbaik pada Humble Hairstudio dengan Algoritma Weighted Product. Ay Dalam konteks penilaian karyawan di Humble Hairstudio, terdapat sejumlah kriteria yang dapat dijadikan acuan, antara lain kehadiran, etika kerja, loyalitas, kerja tim, serta kemampuan individu yang dimiliki oleh masing-masing karyawan. Setiap kriteria Penelitian terdahulu yang dilakukan oleh . pendukung keputusan dalam perusahaan IT mampu membantu menilai kinerja karyawan berdasarkan kedisiplinan, kehadiran, kerja tim, dan penggunaan alat keselamatan kerja. 42 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 Sementara itu, penelitian oleh . membuktikan bahwa SPK juga dapat digunakan pada instansi pemerintahan untuk menghasilkan indeks kinerja pegawai, meskipun penerapannya lebih menekankan pada aspek birokratis. Penelitian lain oleh . menunjukkan bahwa sistem reward berbasis web dapat memotivasi karyawan, namun tidak secara spesifik diarahkan pada penentuan karyawan terbaik. Inovasi penelitian ini terletak pada penerapan algoritma Weighted Product (WP) dalam sebuah aplikasi berbasis web yang dirancang khusus untuk UMKM sektor jasa kecantikan, sehingga sistem tidak hanya membantu menentukan karyawan terbaik secara objektif di Humble Hairstudio, tetapi juga berpotensi diadopsi oleh usaha jasa sejenis lainnya. METODE PENELITIAN Kajian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dalam proses pengumpulan data, dengan tujuan memperoleh pemahaman yang mendalam terkait kebutuhan sistem, alur bisnis, serta karakteristik pelanggan di Humble Hairstudio. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Metode yang diterapkan untuk pengembangan sistem dalam penelitian ini adalah metode Agile Development, yang menekankan fleksibilitas, iterasi cepat, serta kolaborasi aktif antara pengembang dan pengguna. Metode Agile merepresentasikan paradigma dinamis dalam pengembangan perangkat lunak yang menekankan siklus iteratif yang cepat serta perbaikan berkesinambungan selama proses konstruksi sistem berlangsung. Pendekatan ini mengedepankan sinergi kolaboratif antartim serta kapasitas adaptif yang tinggi terhadap dinamika perubahan kebutuhan. Dengan strategi . dan lentur. Agile memungkinkan tim pengembang untuk merespons secara lincah terhadap modifikasi atau tuntutan baru yang muncul di sepanjang perjalanan proyek . Tahapan Agile yang diterapkan pengembangan sistem ini meliputi: Adapun metode untuk menghimpun data yang diterapkan pada kajian ini meliputi beberapa teknik berikut: Observasi Melakukan observasi langsung terhadap aktivitas transaksi pelanggan, sistem penilaian manual,sistem pencatatan data, serta aktivitas operasional yang berlangsung di Humble Hairstudio. Tujuannya adalah untuk memahami alur data yang akan diproses di dalam sistem. Wawancara Melaksanakan wawancara dengan pemilik salon guna menggali kebutuhan sistem, memahami proses bisnis secara mendalam, serta memperoleh informasi terkait cara penilaian manual serta data transaksi yang dibutuhkan dan permasalahan yang dihadapi dalam pengelolaan Studi Pustaka Mengkaji berbagai literatur yang berkaitan dengan algoritma Weighted Product dan perancangan sistem berbasis web sebagai landasan teoritis dan metodologis dalam proses pengembangan sistem. Sumber: w. Gambar II. 1 Tahapan Metode Agile Plan (Tahap Perencanaa. Pada tahap ini, dilakukan pengumpulan kebutuhan sistem serta penentuan fitur-fitur Penulis bekerja sama dengan pihak terkait . untuk merumuskan tujuan dan batasan sistem yang akan dikembangkan. Design (Tahap Perancanga. 43 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 Perancangan sistem meliputi pembuatan desain antarmuka pengguna dan struktur fungsional aplikasi, termasuk halaman input data, tampilan utama . , dan alur perhitungan menggunakan metode Weighted Product. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Administrator manajemen data karyawan secara Dalam lingkup kewenangannya, admin berkapabilitas untuk melakukan inisiasi entri data, modifikasi informasi yang telah tersimpan, serta eliminasi permanen terhadap data karyawan yang tidak lagi relevan. Admin dapat mengatur daftar kriteria penilaian, termasuk nama kriteria dan jenis . enefit atau cos. Admin dapat mengatur bobot dari setiap kriteria sesuai dengan instruksi dari owner. Admin dapat mengelola proses perhitungan menggunakan metode Weighted Product (WP). Admin dapat mengelola data dari laporan hasil penilaian. Admin dapat mencetak laporan hasil penilaian karyawan. Develop (Tahap Pengembanga. Pengembangan dilakukan dengan menerapkan hasil rancangan ke dalam bentuk kode program. Fitur-fitur seperti input data karyawan, kriteria penilaian, serta proses perhitungan mulai dibangun secara bertahap. Test (Tahap Pengujia. Setelah pengembangan selesai, dilakukan pengujian sistem guna memastikan setiap fitur dapat berjalan sesuai fungsinya, termasuk keakuratan perhitungan dan validasi data. Deploy (Tahap Penerapa. Sistem kemudian dipasang dan dioperasikan di lingkungan nyata, sehingga dapat langsung dimanfaatkan oleh pemilik salon dalam menentukan karyawan terbaik. Review (Tahap Evaluas. Evaluasi dilakukan bersama pengguna untuk meninjau kembali hasil implementasi sistem, mengidentifikasi kekurangan, dan memberikan masukan perbaikan di tahap berikutnya. Launch (Tahap Peluncura. Setelah seluruh proses selesai dan sistem dinyatakan layak, aplikasi diluncurkan secara penuh untuk digunakan dalam aktivitas operasional sehari-hari. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Analisa Kebutuhan Pengguna Dalam sistem yang diusulkan, terdapat satu jenis pengguna yang dapat berinteraksi langsung dengan lingkungan sistem, yaitu admin dan Masing-masing memiliki kebutuhan informasi, yang di antaranya sebagai berikut: Kebutuhan Admin: Kebutuhan owner: Pemilik . dapat mengakses dan meninjau daftar karyawan yang telah dimasukkan oleh pihak admin, termasuk nama, jabatan, dan data relevan lainnya. Pemilik . juga dapat melihat hasil perhitungan dan peringkat karyawan dari nilai tertinggi hingga terendah. Owner dapat melihat histori atau rekap hasil penilaian yang telah dilakukan pada periode sebelumnya, yaitu dua kali dalam setahun . 2 Analisa Kebutuhan Software Perangkat Lunak Pengembang Digunakan membangun dan mengelola Sistem Pendukung Keputusan (SPK): Visual Studio Code : Editor kode utama yang digunakan untuk menulis kode program seperti Hypertext Preprocessor (PHP) dan Cascading Style Sheets (CSS). Laragon : Web server lokal yang Apache, 44 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 Hypertext Preprocessor (PHP), dan MySQL memudahkan proses pengembangan secara lokal. MySQL / PhpMyAdmin : Digunakan untuk mengelola basis data yang menyimpan data karyawan, kriteria, dan hasil penilaian. Google Chrome / Browser : Digunakan untuk menguji dan menampilkan antarmuka sistem berbasis web. Perangkat Lunak Pengguna Digunakan oleh pemilik . dan admin sistem dalam operasional harian. Web browser (Chrome. Firefox. Edge, dan sejenisny. : Digunakan untuk mengakses Sistem Penunjang Keputusan (SPK) melalui komputer maupun smartphone. Sistem operasi (Windows. Linux. Androi. : Digunakan sebagai sistem dasar yang mendukung penggunaan web browser Microsoft Excel : Dimanfaatkan untuk membuka, mengelola, dan mencetak laporan hasil penilaian karyawan dalam format tabular. Spesifikasi Bahasa Pengembangan Teknologi Komponen-komponen teknis yang digunakan dalam proses pengembangan sistem meliputi: Bahasa Pemrograman: Menggunakan Hypertext Preprocessor (PHP) sebagai bahasa pemrograman utama dan Cascading Style Sheets (CSS) untuk pengaturan tampilan antarmuka pengguna. Basis Data: Sistem ini memanfaatkan MySQL sebagai database management system untuk menyimpan berbagai informasi seperti data karyawan dan hasil Algoritma : Proses perhitungan dalam sistem ini menggunakan pendekatan metode Weighted Product (WP). Metodologi Pengembangan: Mengadopsi pendekatan Agile dengan tahapan iteratif P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 pengembangan, pengujian, penerapan, dan pemeliharaan sistem. Data Understanding Bukti empiris yang dijadikan bahan analisis pada kajian ini diperoleh langsung dari dan mencakup informasi mengenai karyawan serta penilaian kinerja mereka berdasarkan sejumlah kriteria yang telah ditentukan. Setiap karyawan akan dinilai menggunakan indikator-indikator tertentu yang menjadi acuan dalam proses penilaian seperti: Kehadiran. Etika kerja. Loyalitas. Kerja tim. Kemampuan. Format data yang digunakan: Tabel i. 1 Data penilaian Humble HairStudio Nam Kehad Agu Vari Dar Elmi Dew Mar Loyal Eti Kemam Data Preparation Dalam tahap ini dilakukan proses: Data Cleaning Melakukan penghapusan data ganda . dan pengecekan kelengkapan setiap entri untuk memastikan akurasi informasi yang digunakan dalam sistem. Evaluasi Kebutuhan Normalisasi Data Metode Weighted Product (WP) tidak mengharuskan normalisasi ke skala 0Ae1 seperti metode Simple Additive Weighting (SAW), karena perhitungan dilakukan melalui perkalian 45 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 nilai yang dipangkatkan bobot. Namun demikian, tetap perlu dilakukan pengecekan agar tidak terdapat nilai ekstrem . yang berpotensi mendominasi atau melemahkan hasil Data Testing Beberapa data diuji secara manual untuk memverifikasi keakuratan hasil perhitungan dengan metode Weighted Product (WP) sebelum sistem digunakan secara penuh. Modelling Metode/Algoritma Kajian ini mengaplikasikan metode Weighted Product (WP), yaitu metode yang menghitung hasil dengan mengalikan setiap nilai atribut yang telah dipangkatkan berdasarkan bobot kriteria masing-masing. Metode ini bersifat multiplicative, sehingga sangat tepat digunakan mempertimbangkan banyak kriteria . ultiattribute decision makin. Parameter atau Variabel yang Digunakan Alternatif (A) = Setiap karyawan yang dinilai Agung. Varian. Daren. Elmira. Dewi dan Marsih. Kriteria (C) = Nilai kehadiran, etika kerja, loyalitas, kerja tim dan kemampuan. Bobot (W) = Nilai kepentingan dari setiap C1 (Kehadira. = 2. C2 (Etika Kerj. = 5. C3 (Loyalita. = 3. C4 (Kerja Ti. = 4. C5 (Kemampua. = 5. Vektor Digunakan menghitung dan meranking hasil akhir. Gambar i. 1 Flowchart Halaman Owner Program Sistem Penunjang Keputusan Flowchart 46 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Gambar i. 4 Halaman Masuk Halaman masuk adalah halaman untuk karyawan dan manager me masukkan username dan password supaya bisa masuk kedalam Tampilan Halaman Welcoming Admin Gambar i. 5 Halaman Welcoming Admin Gambar i. 2 Flowchart Halaman Owner Program Sistem Penunjang Keputusan Humble HairStudio Desain User Interface Halaman welcoming adalah halaman setelah halaman login dan sebelum dibukanya website bertujuan untuk validasi user apakah sudah benar login nya. Tampilan Halaman Beranda Admin Tampilan Pendaftaran Akun Gambar i. 6 Halaman Beranda Admin Gambar i. 3 Halaman Pendaftaran Akun Halaman pendaftaran akun adalah halaman yang digunakan untuk pengguna mendaftar akun, dimana role yang tersedia adalah role karyawan dan manager. Halaman beranda berisi tentang biodata singkat dari pembuat, dan tujuan pembuatan program Tampilan Halaman Input Data Karyawan Tampilan Halaman Masuk 47 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Tampilan Halaman Data Kriteria Setiap Karyawan Gambar i. 7 Halaman Input Data Karyawan Halaman yang digunakan untuk input data karyawan ini mulai dari NIP, nama karyawan, jenis kelamin, jabatan, status pernikahan, gaji karyawan, tanggal lahir dan tanggal masuk Halaman ini berfungsi untuk menampilkan inputan dari data nilai kriteria yang sudah di input sebelumnya. Tampilan Halaman Tabel Data karyawan Tampilan Halaman Hasil Penginputan Bobot Gambar i. 10 Halaman Data Kriteria karyawan Gambar i. 11 Halaman Input Bobot Kriteria Gambar i. 8 Halaman Data Karyawan Halaman data karyawan ini berperan sebagai medium representasional yang menyuguhkan informasi yang telah diarsipkan sebelumnya memungkinkan visualisasi sistematis dari entri yang telah terkompilasi. Pada halaman ini, admin bisa meng input bobot dari setiap kriteria yang ada dengan patokan bobot 1 Ae bobot 5. Tampilan Perbaikan Bobot. Penghitungan Vektor dan Peringkat Tampilan Halaman Input Nilai Kriteria Gambar i. 12 Halaman Perbaikan Bobot dan Perhitungan Vektor S Gambar i. 9 Halaman Input Nilai Kriteria Halaman yang berisi function input kriteria ini berfungsi untuk menginput penilaian kriteria dari semua karyawan yang ada dengan mengambil poin kehadiran, etika kerja, loyalitas karyawan, kerja tim dan kemampuan yang dipunya karyawan itu. Gambar i. 13 Halaman Daftar Perankingan 48 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Lalu setelah bobot ditentukan dan dihitung muncul lah perbaikan bobot nya. Dan dibawahnya dihitung juga Vektor S nya yang akan digunakan untuk peringkat karyawan Tampilan Riwayat Peringkat Gambar i. 17 Halaman Riwayat Perankingan di Akun Owner Halaman yang dimana manager hanya bisa melihat riwayat hasil perankingan. 7 Evaluasi/Validasi Model Gambar i. 14 Halaman Riwayat Perankingan Pada halaman ini bisa dilihat detail peringkat yang dihasilkan. Evaluasi model Validasi Manual (Perhitungan Tanga. Tampilan Halaman manager Data uji dicoba dihitung secara manual menggunakan rumus Weight Product (WP), kemudian dibandingkan dengan hasil dari Hasil yang identik menunjukkan bahwa sistem telah berjalan sesuai dengan logika metode Weight Product (WP). Gambar i. 15 Halaman Welcoming Owner Halaman selamat datang untuk manager. Tampilan Halaman Data Pegawai Gambar i. 16 Halaman Data Pegawai di Akun Owner Pihak manager hanya memiliki akses untuk melihat data karyawan yang telah diinput oleh admin, tanpa dapat melakukan perubahan terhadap data tersebut. Tampilan Halaman Riwayat Perankingan Kriteria (C): Tabel i. 2 Nilai Kriteria Perhitungan Manual Keha Loya Eti Kema Agu Var Dar Elm Bobot (W): C1 (Kehadira. = 2 C2 (Etika Kerj. = 5 C3 (Loyalita. = 3 C4 (Kerja Ti. = 4 C5 (Kemampua. = 5 49 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Jumlah total bobot: Total Bobot = 2 5 3 4 5 = 19 . Normalisasi Bobot Dengan kesimpulan Elmira lah yang berada di posisi pertama, lalu Varian di peringkat kedua. Agung peringkat ketiga. Dewi peringkat ke empat. Marsih peringkat ke lima, dan yang terakhir Daren peringkat ke enam. Bobot harus dinormalisasi dengan cara: ycyc = total bobot C1 (Kehadira. = 2/19 = 0,11 C2 (Etika Kerj. = 5/19 = 0,26 C3 (Loyalita. = 3/19 = 0,16 C4 (Kerja Ti. = 4/19 = 0,21 C5 (Kemampua. = 5/19 = 0,26 . Hitung Vektor S Rumus WP untuk Si : ycIycn = . cu1yc1 ). cu2yc2 ). cu3yc3 ). cu4yc4 ). cu5yc5 ). Agung = S = 950,11 * 900,26 * 800,16 * 850,21 * 900,26 = 87,781 Elmira : S = 95^0,11 * 95^0,26 * 85^0,16 * 80^0,21 * 95^0,26 = 89,998 Dewi : S = 90^0,11 * 60^0,26 * 60^0,16 * 60^0,21 * 70^0,26 = 65,269 Marsih : S = 60^0,11 * 65^0,26 * 50^0,16 * 45^0,21 * 70^0,26 = 58,292 Varian : S = 85^0,11 * 90^0,26 * 90^0,16 * 85^0,21 * 95^0,26 = 89,586 Daren : S = 70^0,11 * 20^0,26 * 50^0,16 * 60^0,21 * 55^0,26 = 43,566 . Hitung Nilai Preferensi Vektor V ycIycn ycOycn = ycu Ocycn=1 ycIycn = 434. Agung : 87,781 / 434,492 = 0,2020 Elmira : 89,998 / 434,492 = 0,2071 Dewi : 65,269 / 434,492 = 0,1502 Marsih : 58,292 / 434,492 = 0,1341 Varian : 89,586 / 434,492 = 0,2063 Daren : 43,566 / 434,492 = 0,1002 Hasil Akhir Tabel i. 3 Hasil Akhir Perhitungan Manual Nama Elmira Varian Agung Dewi Vektor S 90,016 89,620 87,787 65,302 Vektor V 0,2020 0,2071 0,1502 0,1341 Marsih Daren 58,303 43,548 0,2063 0,1002 Uji Validasi Pengguna (Usability Testin. Usability testing merupakan sebuah tools yang digunakan untuk melakukan penelitian pada sisi Usability testing dilakukan dengan menggunakan beberapa pengguna sebagai peserta tes yang mewakili target audiens untuk mengevaluasi sejauh mana produk memenuhi kriteria kegunaan tertentu. Beberapa pengguna . dmin, owne. menguji sistem secara langsung dan mengisi kuesioner berdasarkan aspek: Kemudahan penggunaan (Ease of Us. Kejelasan tampilan Keakuratan hasil perhitungan Kepuasan umum Untuk mengukur ketiga aspek tersebut, digunakan kuesioner dengan skala Likert yang terdiri dari lima tingkat penilaian. Setiap pernyataan dalam kuesioner dinilai dengan rentang skor sebagai berikut: 1 = Sangat Tidak Setuju 2 = Tidak Setuju 3 = Netral 4 = Setuju 5 = Sangat Setuju Pertanyaan Apakah sistem ini mudah digunakan tanpa panduan yang rumit? Apakah tampilan antarmuka sistem mudah Apakah sistem penginputan data pegawai mudah dipahami? Apakah proses pengisian bobot kriteria mudah dilakukan? Apakah Informasi hasil perhitungan . mudah dimengerti? Apakah keputusan yang sesuai harapan? Apakah sistem bekerja dengan cepat dan tidak membingungkan? 50 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 Apakah menggunakan sistem ini? P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Sekretaris/Admin (Agun. Owner (Kevi. Tabel i. 5 Post-Test User Kedua Tabel i. 4 Post-Test User Pertama Jawaban 5 ( Sangat Setuj. 5 ( Sangat Setuj. 5 ( Sangat Setuj. 5 ( Sangat Setuj. 5 ( Sangat Setuj. 5 ( Sangat Setuj. 5 ( Sangat Setuj. 5 ( Sangat Setuj. KESIMPULAN DAN SARAN 1 Kesimpulan Berdasarkan perumusan masalah, tujuan penelitian, serta implementasi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) yang dibangun menggunakan metode Weighted Product (WP) di Humble Hairstudio, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Permasalahan utama yang dihadapi Humble Hairstudio adalah tidak adanya sistem digital untuk penilaian kinerja Selama ini, proses penilaian dilakukan secara manual dan cenderung menimbulkan ketidakadilan serta konflik Hal ini menunjukkan perlunya sistem yang mampu mengotomatisasi proses tersebut agar lebih objektif. Sistem yang dikembangkan dalam penelitian ini berhasil mengintegrasikan penilaian kinerja karyawan secara terstruktur dan berbasis kriteria. Kriteria yang digunakan antara lain kehadiran, etika kerja, loyalitas, kerja sama tim, serta kemampuan individu. Dengan bantuan metode Weighted Product, setiap kriteria dapat dihitung secara objektif sehingga menghasilkan peringkat akhir yang akurat. Penerapan algoritma Weighted Product terbukti sesuai untuk kebutuhan ini. Metode ini mampu mengakomodasi Jawaban 5 ( Sangat Setuj. 5 ( Sangat Setuj. 5 ( Sangat Setuj. 5 ( Sangat Setuj. 5 ( Sangat Setuj. 5 ( Sangat Setuj. 5 ( Sangat Setuj. 5 ( Sangat Setuj. perbedaan bobot antar kriteria dan menghasilkan nilai preferensi akhir yang dapat digunakan untuk menentukan karyawan dengan performa terbaik. SPK berbasis web yang dibangun meningkatkan efisiensi waktu dan ketepatan pengambilan keputusan oleh Selain itu, sistem ini juga meminimalkan adanya intervensi subjektif dalam menentukan karyawan terbaik, sehingga keputusan yang diambil menjadi lebih adil dan transparan. Hasil implementasi sistem mempercepat proses pemilihan karyawan yang layak Proses berdasarkan hasil penilaian yang telah terukur secara objektif, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas kinerja Metode Agile Development digunakan selama pengembangan sistem memberikan fleksibilitas tinggi terhadap perubahan kebutuhan lapangan. Dengan pendekatan ini, penyesuaian dapat dilakukan dengan cepat serta memfasilitasi kolaborasi yang efektif antara tim pengembang dengan pemilik usaha, sehingga sistem yang dihasilkan benarbenar sesuai dengan kebutuhan pengguna. Implementasi SPK ini juga memberikan dasar yang baik untuk pengembangan fitur lanjutan di masa mendatang. Beberapa fitur yang direkomendasikan untuk dikembangkan antara lain rekapitulasi 51 | L P P M I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 penilaian berkala, pencetakan laporan kinerja, serta penyediaan dashboard analisis yang menyajikan data penilaian Saran Untuk pengembangan sistem di masa mendatang, terdapat beberapa rekomendasi yang mencakup aspek teknis, manajerial, hingga potensi penelitian lanjutan: Aspek Teknis Sistem dapat menambahkan fitur pembobotan dinamis, menyesuaikan bobot secara otomatis berdasarkan data historis atau masukan dari banyak evaluator, sehingga dapat mengurangi subjektivitas. Disarankan untuk menambahkan fitur import data kriteria format Excel atau PDF, guna mempermudah penginputan oleh admin. Pengembangan sistem di masa depan . ika perusahaan memiliki lebih dari satu lokas. , sehingga memungkinkan penilaian performa karyawan secara lebih luas dan Sistem juga dapat dilengkapi dengan fitur kecerdasan buatan (AI) sederhana, seperti berdasarkan nilai karyawan yang rendah pada kriteria tertentu. Ini akan mendukung pengembangan kompetensi karyawan secara lebih tepat sasaran. Aspek Manajerial Diharapkan pihak manajemen dapat melakukan input data secara konsisten, berkala, dan objektif, agar hasil seleksi tetap akurat dan mencerminkan kondisi kinerja karyawan secara nyata. Disarankan untuk melibatkan lebih dari satu evaluator dalam proses penilaian, sehingga bobot dan nilai kriteria menjadi lebih adil, representatif, dan mengurangi bias individu. P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Manajemen dapat memanfaatkan sistem ini tidak hanya untuk seleksi tahunan, tetapi juga untuk monitoring performa karyawan secara berkala, sebagai dasar pemberian insentif atau pelatihan. Tambahkan rencana penilaian bulanan untuk evaluasi kinerja Aspek Penelitian Selanjutnya Penelitian mengeksplorasi metode pengambilan keputusan lainnya seperti Analytic Hierarchy Process (AHP). TOPSIS, atau gabungan beberapa metode, untuk membandingkan tingkat efektivitas dan akurasi hasilnya dengan metode WP. Sistem dapat diuji dan diterapkan dalam skala perusahaan yang lebih besar, seperti perusahaan dengan ratusan karyawan atau instansi pemerintahan, guna melihat skalabilitas dan fleksibilitasnya. DAFTAR PUSTAKA