VASTUWIDYA Vol. No. Agustus 2025 P-ISSN 2620-3448 E-ISSN 2723-5548 SISTEM KONTROL DAN MONITORING AIR CONDITIONER BERBASIS IoT DI GEDUNG UTAMA BALAI PENGELOLAAN INFORMASI SUMBER DAYA KELAUTAN DAN PERIKANAN I Made Sumerta Yasa1*. Putu Enji Aridona2. Ketut Parti3. Kadek Amerta Yasa4. I Putu Sutawinaya5 1,2,3,4,5 Jurusan teknik Elektro. Politeknik Negeri Bali. Kuta Selatan. Badung. Bali. Indonesia. E-mail : sumertayas61@pnb. id 1*, putuenjiaridona@gmail. com 2, partigen@pnb. id 3, yasa@pnb. id 4, sutawinayaputu@gmail. Abstrak - Penelitian ini difokuskan pada peningkatan efisiensi penggunaan energi listrik di lingkungan Balai Pengelolaan Informasi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (BPISDKP), khususnya pada sistem pendingin ruangan . ir conditione. Permasalahan yang sering terjadi adalah unit AC yang terus menyala lebih dari 24 jam di 13 ruangan berbeda tanpa kontrol yang efisien. Untuk mengatasi hal tersebut, dirancang dan diimplementasikan sebuah sistem kendali dan pemantauan AC berbasis Internet of Things (IoT) yang terintegrasi dengan antarmuka berbasis web. Sistem ini memiliki kemampuan untuk menghidupkan dan mematikan AC, mengatur suhu, serta mengontrol tingkat kecepatan kipas dan arah hembusan udara . Pengujian dilakukan dengan menggunakan modul mikrokontroler WeMos yang terhubung ke database dan pengirim sinyal inframerah, serta antarmuka web sebagai alat kontrol utama. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan rata-rata waktu aktif AC sebelum dan sesudah sistem diterapkan. Sebelum sistem dipasang, rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyalakan AC adalah 0,97 detik, sedangkan setelah penerapan sistem waktu tersebut menurun menjadi 0,34 detik. Dari sisi konsumsi energi listrik, terjadi penurunan penggunaan listrik dari 2435 kWh menjadi 2022 kWh selama periode pengujian 44 hari, menghasilkan efisiensi sebesar 20%. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem kendali dan pemantauan AC yang dikembangkan memberikan dampak positif terhadap pengurangan konsumsi energi listrik di Gedung Utama BPISDKP. Kata Kunci: Air Conditoner. IoT. Website. Energi Listrik. Absract - This research is focused on improving the efficiency of electrical energy use at the Marine and Fisheries Resources Information Management Centre (BPISDKP), especially in the air conditioning The problem that often occurs is the air conditioning unit that continues to run for more than 24 hours in 13 different rooms without efficient control. To overcome this, an Internet of Things (IoT)-based air conditioning control and monitoring system integrated with a web-based interface was designed and This system has the ability to switch on and off the air conditioner, adjust the temperature, and control the fan speed and air blowing direction . Tests were conducted using a WeMos microcontroller module connected to a database and infrared signal sender, as well as a web interface as the main control tool. The evaluation was conducted by comparing the average AC switch-on time before and after the system was implemented. Before the system was installed, the average time taken to switch on the AC was 0. 97 seconds, while after the system implementation the time decreased to 34 seconds. In terms of electrical energy consumption, there was a decrease in electricity usage from 2435 kWh to 2022 kWh during the 44-day trial period, resulting in an efficiency of 20%. These results show that the developed AC control and monitoring system has a positive impact on reducing energy consumption in the Main Building of the Marine and Fisheries Resources Information Management Centre. Keywords : Air Conditioner. IoT. Websites. Electrical Energy. PENDAHULUAN Balai Pengelolaan Informasi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (BPISDKP) merupakan instansi pemerintahan yang berada di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan, berlokasi di Desa Budeng. Kecamatan Jembrana. Kabupaten Jembrana. Provinsi Bali. BPISDKP memiliki lima bangunan utama, salah satunya adalah Gedung Utama yang terdiri atas 13 Dalam operasional sehari-hari. BPISDKP memanfaatkan I Made Sumerta Yasa1. Putu Enji Aridona2. Ketut Parti3. Kadek Amerta Yasa4. I Putu Sutawinaya5 VASTUWIDYA Vol. No. Agustus 2025 berbagai perangkat elektronik yang memerlukan pasokan energi listrik, termasuk sistem pendingin ruangan . ir conditione. untuk menjaga kenyamanan suhu dalam ruangan. Namun, permasalahan yang kerap muncul adalah air conditioner sering kali tetap menyala meskipun ruangan tidak sedang digunakan atau tidak ada aktivitas di dalamnya. Hal ini disebabkan oleh rendahnya kesadaran pengguna terhadap pentingnya penghematan energi listrik, sehingga berpotensi menimbulkan pemborosan energi. Pemborosan ini membawa dampak yang cukup besar, baik secara ekonomi maupun terhadap Secara finansial, peningkatan konsumsi energi akan meningkatkan beban biaya Sementara penggunaan energi secara berlebihan dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca yang pada akhirnya memperparah kondisi perubahan iklim Sejumlah penelitian sebelumnya telah membahas penerapan sistem kontrol dan monitoring air conditioner berbasis Internet of Things (IoT). Salah satunya dilakukan oleh Ni Nyoman Sri Mustika Dewi dalam penelitiannya yang berjudul AuSistem Kontrol Dan Monitoring Lighting Beserta Air Conditioner Room Berbasis Internet Of Things (IoT)Ay. Sistem yang dikembangkan tersebut dapat beroperasi dalam dua mode, yakni otomatis dan manual . Penelitian lainnya dilakukan oleh Lara Septiasari dan Muhammad Fahriza Firdausy melalui karya berjudul AuSistem Kontrol Dan Monitoring Air Conditioner Room Berbasis Internet Of Things (IoT)Ay, yang menghasilkan alat pemantau suhu ruangan melalui aplikasi Blynk dan memungkinkan pengguna untuk mengatur suhu AC sesuai kebutuhan . Melihat kondisi dan referensi tersebut, dibutuhkan sebuah sistem yang mampu mengatur dan memantau operasional air conditioner pada 13 ruangan di Gedung Utama BPISDKP. Agar sistem ini dapat berjalan secara optimal, perlu dirancang antarmuka yang mendukung aksesibilitas tinggi. Salah satu solusi yang efektif adalah penggunaan antarmuka berbasis web. Dengan sistem berbasis website, pengguna dapat mengakses dan mengendalikan perangkat dari mana saja. P-ISSN 2620-3448 E-ISSN 2723-5548 menggunakan berbagai perangkat seperti komputer, laptop, maupun smartphone, asalkan terhubung dengan jaringan internet. Pendekatan ini akan mempermudah pengawasan dan pengendalian AC, sekaligus meningkatkan efisiensi dan keamanan penggunaan ruang. Dalam upaya pengelolaan energi listrik yang lebih baik, pencatatan data mengenai durasi penggunaan air conditioner menjadi aspek Data ini dapat digunakan untuk menganalisis pola konsumsi energi listrik pada setiap ruangan di Gedung Utama BPISDKP. Dengan adanya informasi ini, institusi dapat mengevaluasi dan merumuskan kebijakan yang lebih tepat untuk mengoptimalkan penggunaan energi listrik secara berkelanjutan. METODO PENELITIAN Jenis dan Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan pendekatan rekayasa teknologi serta didukung oleh pendekatan kuantitatif untuk mendukung proses analisis data. Metode ini dipilih untuk memungkinkan pengembangan sistem sekaligus berdasarkan data kuantitatif yang terukur. Tahapan Penelitian Tahapan dalam penelitian ini meliputi: Studi literatur, untuk mengkaji teori-teori dan penelitian terdahulu terkait sistem kontrol dan IoT. Analisis kebutuhan, guna mengidentifikasi permasalahan aktual di lapangan serta kebutuhan sistem yang akan dikembangkan. Perancangan sistem, mencakup desain perangkat keras . dan perangkat lunak . Implementasi pembangunan dan integrasi komponen sistem secara nyata. Pengujian fungsional dan evaluasi, untuk menguji kinerja dan efektivitas sistem kontrol dan monitoring air conditioner berbasis IoT yang telah dikembangkan. I Made Sumerta Yasa1. Putu Enji Aridona2. Ketut Parti3. Kadek Amerta Yasa4. I Putu Sutawinaya5 VASTUWIDYA Vol. No. Agustus 2025 Pengujian Pengujian kuantitatif dan komparatif, di mana penulis membandingkan rata-rata waktu aktif air conditioner serta konsumsi energi listrik sebelum dan sesudah penerapan sistem. Analisis ini bertujuan untuk menilai efektivitas sistem yang dikembangkan dalam menghemat energi listrik. Perhitungan efisiensi energi dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut: Efisiensi Energi Energi Sebelum Oe Energi Sesudah x 100% Energi Sebelum Rumus ini digunakan untuk mengetahui persentase penghematan energi yang berhasil dicapai setelah sistem diterapkan. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian merupakan alat bantu yang digunakan peneliti untuk memperoleh data yang diperlukan dalam proses pengembangan dan evaluasi sistem. Pada penelitian ini, instrumen yang digunakan dibagi menjadi dua kategori, yaitu instrumen teknis dan instrumen pengumpulan Instrumen Teknis Instrumen teknis digunakan dalam proses implementasi dan pengujian sistem kontrol dan monitoring air conditioner berbasis IoT, antara A Mikrokontroler WeMos D1 Mini, digunakan sebagai otak utama sistem untuk mengirim dan menerima data dari antarmuka web serta mengontrol modul inframerah. A Sensor Suhu dan Kelembaban (DHT. , digunakan untuk memantau kondisi suhu ruangan secara real-time. A Modul Infrared Transmitter, berfungsi untuk mengirimkan sinyal kendali ke unit air conditioner, menggantikan fungsi remote konvensional. A Modul WiFi ESP8266 . awaan WeMo. , memung-kinkan konektivitas dengan jaringan internet dan komunikasi dengan antarmuka berbasis web. A Perangkat server . osting atau local serve. , diguna-kan untuk menampung database dan menjalankan sistem antarmuka berbasis web. P-ISSN 2620-3448 E-ISSN 2723-5548 A Laptop atau komputer dan smartphone, digunakan untuk mengakses antarmuka website dan me-mantau/mengontrol air conditioner dari jarak jauh. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen ini digunakan untuk mengukur efektivitas sistem serta dampaknya terhadap konsumsi energi listrik: A Tabel Observasi Waktu Operasional AC, digunakan untuk mencatat rata-rata waktu hidup air conditioner sebelum dan sesudah penerapan sistem. A KWh Meter Digital, digunakan untuk mengukur konsumsi energi listrik secara akurat selama periode pengujian. A Dokumentasi, berupa foto dan video proses imple-mentasi dan pengujian sistem. A Lembar Evaluasi Pengujian, digunakan untuk men-catat hasil pengujian fungsional seperti waktu respon sistem saat AC dinyalakan atau dimatikan melalui website. Diagram Alir Sistem System Flowchart (Diagram Alir Siste. menggam-barkan alur proses kerja sistem secara logis mulai dari input pengguna melalui antarmuka website hingga perintah dikirim ke air conditioner melalui mikro-kontroler dan modul infrared. Sistem ini juga mencakup monitoring data suhu ruangan dan waktu operasional AC. Adapun diagram alir sistem ditunjukkan seperti gambar 1. I Made Sumerta Yasa1. Putu Enji Aridona2. Ketut Parti3. Kadek Amerta Yasa4. I Putu Sutawinaya5 Gambar 1. Daigram Alir Sistem VASTUWIDYA Vol. No. Agustus 2025 P-ISSN 2620-3448 E-ISSN 2723-5548 HASIL DAN PEMBAHASAN Implementasi Sistem Prinsip kerja sistem ini seperti gambar 2 adalah memonitoring Air Conditioner berbasis Internet of Things dengan antarmuka website. Sistem ini dapat mengontrol dan memonitoring on/off, suhu, kecepatan fan dan swing dari satu unit maupun beberapa unit Air Conditioner. Selain itu terdapat fitur history yang akan menampilkan data berapa lama sebuah Air Conditioner tersebut menyala. Gambar 4. Hardware Sistem Gambar 2. Diagram blok sistem Implementasi Hardware Alat system control dan monitoring air conditioner ini terdiri dari beberapa komponen diantaranya seperti mikrokontro-ller WeMos Mini D1. Tiny RTC Ds1907. Ir LED. Ir Receiver Hx1838. DHT22. Transistor S9014. OLED 0. 96 dan Pushbutton, seperti gambar 3. Pemasangan Hardware Pemasangan alat pada air conditioner dipasang pada bagian kanan air conditioner dengan mengambil catu daya dari stopkontak yang dipasang diatas air conditioner seperti gambar 5. Catu daya tersebut dijumper dari power standby air conditioner yang selanjutnya power tersebut yang akan dimonitoring besar tegangan, arus, power pafctor dengan bantuan alat PZEEM. Gambar 5. Pemasangan sistem Gambar 3. Wiring diagram sistem Selanjutnya wiring diagram dirangkai pada PCB hasilnya seperti gambar 4. Implementasi Software Implementasi Software yang dibuat sesuai dengan rancangan software. Adapun beberapa software yang menjadi tools dalam membangun sistem ini meliputi sebagai berikut : Arduino IDE Visual Studio Code Database Web Server Arduino IDE sebagai platform untuk membuat logika dari alat pada sistem ini yang berbasis C . I Made Sumerta Yasa1. Putu Enji Aridona2. Ketut Parti3. Kadek Amerta Yasa4. I Putu Sutawinaya5 VASTUWIDYA Vol. No. Agustus 2025 P-ISSN 2620-3448 E-ISSN 2723-5548 Visual studio code digunakan untuk membuat antarmuka website dengan HTML. CSS. JavaSccript dan PHP. Database digunakan sebagai penyimpanan data dengan sistem manajemen MySQL. Web Server sebagai wadah untuk mengakomodasi website agar dapat diakses dari beberapa perangkat dengan menggunakan webserver NGINX. Page Antarmuka Pada sistem ini menggunkaan website sebagai antarmuka sistem. Terdapat tiga page utama pada antarmuka ini yaitu login page seperti gambar 6 sebagai page awal yang akan tampil pada sistem. Selanjutnya user page seperti gambar 7 yang berjumlah 14 page sesuai dengan air conditioner yang ada pada setiap ruangan. Admin page seperti gambar 8 berisi semua informasi mengenai semua air conditioner dan juga dapat mengontrol semua air conditioner yang Gambar 8. Admin page website sistem Pengujian Infrared Transmiter Pengujian infrared LED sebagai transmitter sinyal inframerah dari Wemos Mini D1 yang nantinya akan diterima oleh infrared receiver module air conditioner, seperti gambar 9. Dalam pengujian ini IRremoteESP8266 yaitu TurnOnDaikinAC. code ini disesuaikan dengan merk dari air conditioner yang akan diuji, yaitu Daikin. Gambar 9. Pengujian Infrared Transmiter Gambar 6. Login page website sistem Gambar 7. User page website sistem Pengujian RTC Pengujian RTC (Real Time Cloc. Ds1907 menggunakan code dari library RTClib yaitu Ds1907. Terlihat pada serial monitor Arduino IDE berupa tanggal, bulan, tahun, hari, dan waktu, seperti gambar 10. 2024/5/11 2024/5/11 2024/5/11 2024/5/11 2024/5/11 2024/5/11 2024/5/11 (Saturda. (Saturda. (Saturda. (Saturda. (Saturda. (Saturda. (Saturda. 13:27:48 13:27:48 13:27:48 13:27:48 13:27:48 13:27:48 13:27:48 Gambar 10. Serial monitor pengujian RTC Pengujian OLED Pengujian OLED menggunakan code dari example library Adafruit SSD1306 yaitu ssd1306_128x64_i2c . ino yang telah disesuaikan I Made Sumerta Yasa1. Putu Enji Aridona2. Ketut Parti3. Kadek Amerta Yasa4. I Putu Sutawinaya5 VASTUWIDYA Vol. No. Agustus 2025 akan menampilkan gambar logo dari BPISDKP seperti gambar 11. P-ISSN 2620-3448 E-ISSN 2723-5548 Tabel-1 Pengujian komunikasi remote dengan air condi-tioner. Data pengujian waktu sistem Hasil penjumlahan waktu sistem kontrol dan monitoring ditunjukkan pada tabel-2. Tabel-2 Data pengujian waktu sistem Gambar 11. Pengujian OLED Pengujian website dan database toggle on Pengujian ini dilaksanakan pada website user pada ruangan Pelayanan dan Teknis yang pada database tabel tb_kontrol_ac berada di id no 3. Pada pengujian ini toggle on/off akan dihidupkan atau pada posisi off ke posisi on dan dari warna merah ke warna hijau. Pada gambar tabel tb_kontrol_ac khususnya pada id no 3 kolom ac akan berganti nilai menjadi 4. Nilai 2 berarti off dan nilai 4 berarti on, seperti gambar 12. Untuk lebih jelasnya mengenai waktu sistem sistem kontrol air conditional bekerja dapat dilihat pada grafik seperti gambar 12. Gambar 13. Grafik pengujian sistem kontrol air Besarnya waktu remote kontrol air conditioner dalam menghidupkan sebuah air conditioner ditunjukkan seperti seperti gambar 13. Gambar 12. Pengujian website dan database toggle on Data Pengujian Pengujian komunikasi remote dengan air conditioner . Pengujian dilakukan dengan cara mencatat waktu seberapa lama remote air condioner mengirim sinyal infrared ke air conditioner. Dengan melakukan 10 percobaan dari remote air conditioner diperoleh data seperti Tabel-1. Gambar 14. Grafik pengujian remote kontrol air I Made Sumerta Yasa1. Putu Enji Aridona2. Ketut Parti3. Kadek Amerta Yasa4. I Putu Sutawinaya5 VASTUWIDYA Vol. No. Agustus 2025 Rata-rata nilai waktu sistem kontrol dan monitoring air conditioner dapat dihitung sebagai Oe ycU = (Oc. /n Oe ycU = . /10 73/10 = 0,97 ycU Sedangkan nilai rata-rata pengujian waktu remote kontrol air conditioner dapat dihitung sebagai Oe ycU = (Oc. /n Oe ycU = . /10 31/10 = 0,33 ycU Setelah mengetahui nilai rata-rata dari pengujian waktu sistem kontrol dan monitoring air conditioer dan pengujian waktu remote kontrol air conditioner maka selisih antara keduanya dapat Selisih = (Sistem kontrol air conditioner Ae remote control air conditione. = 0,97 Ae 0,33 = 0,64 sekon Besarnya konsumsi energi yang dibutuhkan air conditioner selama 44 hari, dibedakan menjadi perhitungan sebelum dan sesudah menggunakan sistem kontrol dan monitoring yang ditunjukan pada tabel-2 dan tabel-3. P-ISSN 2620-3448 E-ISSN 2723-5548 Pengaruh Energi Listrik Berdasarkan hasil diperolehnya perhitungan konsumsi energi listrik, selanjutnya dapat dicari pengaruh kon-sumsi energi listrik yang ditampilkan pada grafik gambar 14. Gambar 15. Grafik perbandingan konsusmsi Persentase dari selisih konsumsi energi listrik sebelum dan sesudah sistem diterapkan dapat dihitung menggunakan rumus berikut : Persentase perubahan = yccycaycyca ycyceycayceycoycycoOeyccycaycyca ycyceycycyccycaEa yccycaycyca ycyceycycyccycaEa ) y 100% Hasil dari perhitungan persentase setiap ruangan dapat dilihat pada tabel-4 berikut. Tabel-5 Perhitungan persentase efisiensi Tabel-3 Perhitungan konsumsi energi sebelum sistem terpasang Tabel-4 Perhitungan konsumsi energi setelah sistem terpasang Berdasarkan tabel-4 dapat dijelaskan bahwa konsumsi energi total sebelum menggunakan sistem yaitu sebesar 2435 kWh dan setelah sistem terpasang sebesar 2022 kWh, sehingga dapat dikatakan terjadi penurunan konsumsi energi listrik air conditioner sebesar 413 kWh selama 44 hari terhitung dari pengambilan data sebelum sistem terpasang. Dengan selisih 413 kWh maka dapat dihitung besar persentase efisiensi yaitu sebesar 20%. Penurunan konsusmsi energi terjadi karena pada sistem ini durasi air conditioner menyala adalah 9 jam sedangkan tanpa menggunakan sistem waktu I Made Sumerta Yasa1. Putu Enji Aridona2. Ketut Parti3. Kadek Amerta Yasa4. I Putu Sutawinaya5 VASTUWIDYA Vol. No. Agustus 2025 air conditioner dapat menyala lebih dari 10 jam bahkan lebih dari 24 jam. Hal tersebut disebabkan kurangnya kesadaran untuk mematikan air P-ISSN 2620-3448 E-ISSN 2723-5548 Balai Pengelolaan Informasi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Jembrana Bali atas bantuan dan data pendukungnya. REFERENSI Dengan demikian maka sistem kontrol dan monitoring air conditioner ini memiliki pengaruh terhadap konsumsi energi listrik air conditioner di Gedung Utama Balai Pengelolaan Informasi Sumber Daya Kelautan dan Perikanan. KESIMPULAN Berdasarkan disimpulkan beberapa hal sebagai berikut: Sistem kontrol dan monitoring air conditioner berbasis Internet of Things (IoT) yang dikembangkan mampu menjalankan fungsi kendali berupa menyalakan dan mematikan unit AC, mengatur suhu, mengubah tingkat kecepatan kipas, serta mengontrol fungsi swing pada 13 ruangan di Gedung Utama BPISDK. Sistem ini bekerja melalui antarmuka berbasis website, di mana pengguna dapat mengirimkan perintah melalui tombol yang tersedia. Perintah tersebut dikirimkan ke server dan disimpan di MySQL. Selanjutnya, mikrokontroler WeMos D1 secara perio-dik mengambil data perintah dari server dan mengirim-kannya ke air conditioner melalui modul pemancar inframerah (IR transmitte. Rata-rata waktu yang dibutuhkan oleh sistem untuk menghidupkan unit AC adalah sekitar 0,97 Setelah sistem diterapkan selama 44 hari, terjadi penurunan konsumsi energi listrik dari 2. 435 kWh 022 kWh, dengan penghematan sebesar 413 kWh. Berdasarkan data tersebut, diperoleh efisiensi energi sebesar 20%. Dengan demikian, sistem kontrol dan monitoring AC ini terbukti mampu menurunkan konsumsi energi listrik secara signifikan di lingkungan Gedung Utama BPISDKP. Ucapan Terimakasih