Algazali Journal Of Educational Research Volume 6 . International Issue 2. April 2024 Volume Issue Oktober ALGAZALI | International Journal of Educational Research ISSN: P. 2655-240X ALGAZALI J O U R N A L Kemampuan Membaca dan Karakter Siswa Kelas i di SD Negeri Palamba Langowan Selatan Nurfadillah Rahman1. Supriadi2. Erwin Nurdiansyah3. Erniati4. Herawati Arief 5 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Universitas Islam Makassar Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Islam Makassar nfadillahrahman@gmail. com1, supriadi. dty@uim-makassar. id2, erwinnurdiansyah. dty@uim-makassar. dty@uim-makassar. id4, arief herawati. dty@uim-makassar. Abstract: This research aims to find out the reading ability and character of class i students at SD Negeri Palamba Langowan Selatan. This research is a qualitative descriptive research. The instruments used in this research were observation, interviews and documentation. The data analysis technique used is the triangulation method. The results of the research provide a solution for third grade students who are lacking in learning to read and their character in everyday life, by providing a different reading method, namely by providing reading through story books so that students do not get bored in the learning process which is carried out using this method. new materials given to students are able to increase students' interest in reading. Keywords: reading, character, student Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahun kemampuan membaca dan karakter siswa kelas i SD Negeri Palamba Langowan Selatan Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah triangulasi metode. Hasil penelitian memberikan solusi bagi siswa kelas i yang kurang dalam pembelajaran membaca dan karakter mereka di dalam kehidupan sehari hari, dengan cara memberikan metode baca dengancara yang berbeda yaitu dengan cara memberikan bacaan melalui buku cerita agar siswa tidak bosan didalam proses pembelajaran yang dilakukan dengan adanya metode baru yang diberikan kepada siswa mampu meningkatkan ketertaikan siswa di dalam membaca Kata kunci: membaca, karakter, siswa PENDAHULUAN kelompok mencoba untuk mendewasakan orang melalui magang atau pelatihan. Devianty. R . menegaskan bahwa bahasa adalah alat komunikasi dan bagian terpenting bagi kehidupan masyarakat untuk berkomunikasi karena bahasa dapat membantu memberikan informasi, ide pokok, gagasan, konsep atau perasaan kepada orang Keterampilan berbahasa tercakup mendengarkan, menulis, membaca dan Menurut Depdiknas . menyebutkan bahwa membaca adalah penggunaan berbagai jenis membaca untuk memahami antologi puisi, novel, cerita Pendidikan pengetahuan, keterampilan dan Kebiasaan sekelompok orang diwariskan dari generasi ke generasi kemudian melalui pengajaran, pelatihan atau penelitian. Kemudian Trahati . berpendapat bahwa pendidikan adalah kegiatan yang dilakukan manusia secara sadar personalitas yang baik dan mengembangkan kemampuan atau bakat yang ada pada diri individu agar mencapai tujuan tertentu dalam menjalani kehidupan. Menurut Kamus Besar Pendidikan di Indonesia merupakan proses perubahan sikap dan perilaku seseorang atau Algazali International Journal Of Educational Research Volume 6. Issue 2. April 2024 pendek dan semua karya dalam bentuk wacana tulis. Menurut Tarigan membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta memperoleh pesanyang hendak disampaikan oleh penulis melalui kata-kata/ bahan tulis atau memetik serta memahami arti yang terkandung di dalam bahan yang tertulis (Harianto, 2. Kegiatan ini melibatkan analisis dan pengorganisasianberbagai keterampilan yang kompleks, termasuk di dalamnya pelajaran, pemikiran, pertimbangan, perpaduan, dan menimbulkan penjelasan informasi bagi Menurut Patiung . manfaat membaca yaitu dapat menstimulasi mental, mengurangi stress, mampu wawasan dan pengetahuan, dapat menambah kosa kata, dan meningkatkan kualitas Indonesia Bisa dilihat dari banyaknya siswa dan guru yang masih belum paham penggunaan teknologi yang memungkinkan pembelajaran sakit, kalau tidak siswa tidak punya kesempatan untuk memoles kemampuan Untuk tingkat sekolah, pembelajaran jarak jauh pada umumnya sebatas masalah jaringan internet, kurang paham penggunaan teknologi atau AuGaptekAy dan kurangnya antusiasme siswa merupakan faktor yang sangat Pembangunan karakter meliputi nilai-nilai pribadi, pengetahuan, kesadaran kepribadian, tekad dan kemauan serta perilaku untuk mengamalkan nilai-nilai itu akan menjadi Pendidikan karakter bukanlah hal yang baru bagi masyarakat Indonesia. Menurut Safruroh . pendidikan karakter adalah sebuah sistem yang membekali pada peserta didik mengenai nilai, norma, dan pengetahuan yang menimbulkan kesadaran untuk melaksanakannya sehingga akan Pelatihan karakter telah dipraktikkan sejak abad ke-8 SM. Dibahas Dari Homer "Pendidikan Karakter dalam Masyarakat Yunani Kuno, khususnya Homeros. Binti Maunah juga menambahkan bahwa karakteradalah bentuk watak, tabiat, akhlak yang melekat pada pribadi seseorang yangterbentuk dari hasil internalisasi yang digunakan sebagai landasan untuk berpikir dan berperilaku sehingga menimbulkan suatu ciri khas pada individu tersebut (Andriani, 2. Sedangkan Samrin . berpendapat bahwa karakter diartikan sebagai tanda atau ciri yang khusus, dan memroduksi suatu pandangan bahwa karakter adalah Aopola perilaku yang bersifat individual, keadaan moral seseorang. Menekankan pertumbuhan individu secara keseluruhan melalui pengembangan potensi individu yaitu dimensi fisik dan dimensi moral. Tentu saja, setiap orang memiliki kepribadian yang Namun dalam perkembangannya, kepribadian Asli. Lingkungan yang mengesankan dapat dilihat pengembangan karakter individu mempengaruhinya menjadi lebih kuat, lebih lemah atau bahkan mungkin diganti dengan karakter baru. Pendidikan tidak hanya berorientasi manajemen pengetahuan, tetapi juga berfokus pada penyampaian nilai-nilai yang membentuk karakter dan kepribadian. Hal dengan pendidikan tanpa didasarkan pada AuPentingnya Pendidikan KarakterAy. kontribusi pentingbagi masyarakat. Wahyuni . berpendapat bahwa pendidikan karakter berkaitan dengan pengembangan nilai, moral dan kebiasaan yang baik sikap sikap positif untuk Kemampuan Membaca dan Karakter Siswa KelasA (Nurfadillah Rahman, et a. membentuk individu yang bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan. Ada banyak contoh kasus dalam kehidupan sosial, seperti Pengetahuan yang tidak didasarkan pada moralitas digunakan untuk menipu banyak orang yang hanya untuk keuntungan dan keuntungan pribadi. Misalnya, beberapa anak sekolah dan warga sekitar terlibat tawuran. Penggunaan obat-obatan perampokan bus kota, dll. Individu, keluarga dan masyarakat adalah tiga pihak yang harus bekerja sama dalam pembangunan pendidikan karakter. Indonesia sebagai masyarakat diperlukanvisi nasional yang berakar pada pendidikan melakukan pendidikan karakter yang berlangsung di sekolah, masyarakat, dan pendidikan formal harus lebih ditingkatkan untuk memimpin Internalisasi nilai dalam rangka pembentukan kebahagiaan moral Individu, keluarga dan masyarakat Indonesia. Adapaun fokus pembahasan pada penelitian ini yakni siswa kelas i yang tidak mampu membaca. Sehingga menjadi masalah pada saat berada dikelas tinggi. tindakan dan lain-lain secara holistik dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah Fokus penelitian ini adalah siswa kelas i terhadap kemampuan membaca dan karakter siswa SD Negeri. Meningkatkan minat baca dan karakter siswa didalam kehidupan sehari hari bisa dengan cara membiasakan siswa untuk membaca di dalam kelas dan menerapkan karakter yang baik. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analis data menggunaka teknik analsis data desktif. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil wawancara bisa kita lihat usaha peneliti melalui kampus mengajar untuk melihat murid yang berhasil didalam proses pembelajaran tersebut. Banyak proses yang telah dilakukan mulai dari pemberian les, pemberian les tersebut dilakukan agar siswa yang masih kurang didalam proses membaca. Adanya les yang diberikan kepada siswa yang masih kurang dalam proses membaca memudahkan megejar ketertinggalan tersebut adanya les ini membuat siswa lebih giat didalam pembelajaran membaca karena dengan adanya peneliti bisa membangun semangat siswa dalam kegiatan membaca karena peneliti menggunakan metode yang cukup menarik dan tidak membosankan agar siswa lebih giat didalam proses pembelajaran Membaca mempunyai tujuan tertentu sesuai dengan orang yang membaca tujuan utama setiap pembaca yaitu memahami seluruh informasi yang tertera dalam teks bacaan sehingga dapat menjadi bekal ilmu pengetahuan untuk masa depan pembaca itu Adanya les ini bisa menjadi suatu proses untuk meningkatkan kemampuan METODE PENELITI Pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif memiliki ragam pendekatannya tersendiri, sehingga para peneliti dapat memilih dari ragam tersebut untuk menyesuaikan objek yang akan ditelitinya. Menurut Yulianty & Jufr, penelitian kualitatif adalah analisis data harus dilakukan dengan hati-hati agar data yang diperoleh valid (Fadli, 2. diceritakan dengan baik sehingga menjadi hasil penelitian yang Sedangkan menurut Moleong . penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian seperti perilaku, persepsi, motivasi. Algazali International Journal Of Educational Research Volume 6. Issue 2. April 2024 siswa yang masih kurang dalam proses Kegiatan observasi dilakukan tepat pada penerjunan kampus mengajar angkatan i yaitu 3 maret 2022 Kegiatan observasi yang dilakukan oleh penulis di SD Negeri Palamba sekolah,administrasi sekolah,perangakat belajar,metode yang diajarkan, media dan 46 Berdasarkan hasil observasi penulis mendapatkan hal yang menarik yaitu kemampuan membaca yang masih kurang serta pentingnya karakteruntuk Kondisi ini membuat peneliti dan guru bekerja sama dalam meningkatkan literasi serta karakter siswa dalam kehidupan sehari hari dengan pemberian pembelajaran menggunakan buku dongeng atau berpuisi agar siswa bisa bersemangat untuk belajar dengan menggunakan metode yang lebih menarik dan tidak membosankan. Pelaksanaan membaca dilaksanakan di kelas i didorong dapat menafsirkan kata kata melalui buku cerita untuk mengelolah berbagai situasi dalam kehidupan sehari hari yang berkaitan kompetensi literasinya. Peneliti mendeskripsikan pengalaman yang didapatkan ke dalam peserta didik,peneliti lebih banyak menggunakan sertapeneliti semakin bisa menyatukan pengalaman pengalaman yang dibawah untuk membangun pembelajaran literasi di dalam ruangan. Kemampuan membaca dan karakter Melalui wawancara bisa kita lihat sudah ada kemajuan terhadap siswa yaitu dengan adanya program kami memberikan les terhadap siswa yang masih kurang didalam pembelajaran dan mendorong siswa siswi untuk lebih bekerja keras didalam mengejar ketertinggalan mereka. Dengan adanya les yang diberikan bisa lebih efektif untuk siswa yang masih kurang didalam proses membaca karena di dalam les tersebut banyak hal yang bisa mereka lakukan contohnya dengan di berikannya bacaan dengan metode yang lebih Contohnya menggunakan buku cerita sebagai bahan untuk baacaan mereka karena dengan buku baacaan tersebut bisa membuat siswa siswi bersemangat karena buku baacaan tersebut memiliki gambar yang berwarna sehingga siswa tidak menoton terhadap tulisan saja. Observasi sekolah dimana meliputi pengamatan mengenai situasi dan kondisi fisik di sekolah SD Negeri Palamba. Observasi meliputi pengamatan terhadap perangkat sekolah serta metode pembelajaran yang diterapkan terhadap peserta didik. Sama halnya dengan observasi membaca dalam hal peningkatan karakter juga dilakukan observasi khusus. Di dalam observasi ini kami melihat banyak nya anak yang masih kurang sopan terhadap orang yang baru mereka lihat, kurangnya pemahaman siswa terhadap pentingnya karakter d idalam kehidupan sehari hari. Berdasarkan hasil temuan dan dokumentasi di dapat disimpulkan bahwa peneliti menerapkan sistem pendekatan terhadap siswa terkait kurangnya karakter yang dimiliki siswa tersebut. hal ini diterapkan dengan tujuan ketika siswa merasa senang dan bisa menerapkan kebiasan 3S Dokumentasi yang dilakukan terkait proses pembelajaran serta seluruh kegitan yang dilkukan selama penelitian berlangsung memberikan bukti nyata bahwa penelitianini benar benar dilakukan Sesuai dengan gambar dokumentasi yang dilampirkan pada pembelajaran yang dilakukan di dalam kelas. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh Dr. Roger Farr menyebut bahwa Aureading is the heart of educationAy. Kemampuan Membaca dan Karakter Siswa KelasA (Nurfadillah Rahman, et a. Membangun Budaya Sadar Literasi Dr. Ngainun Naim, dalam buku AuGeliat Literasi dalam kata pengantarnya menulis, bahwa untuk menciptakan kemajuan peradaban suatu daerah salah satunya dengan menumbuhkembangkan tradisi literasi. Dalam konteks ini generasi muda yang juga generasi pembelajar seharusnya dapat mengambil peran aktif menjadi motor penggerak untuk melajunya budaya sadar membaca di lingkungannya masing masing agar lebih pasif Tentang literasi(Ngurah Suragangga, 2. Kesusaian dengan teori yang di ungkapkan oleh Dr. Roger Farr dengan pencapaian siswa yang sudah bisa membaca dengan baik dan benar, dikarenakan siswa sudah bisa memahami isi bacaan yang terdapat di dalam buku cerita. Hal ini sudah sesuai dengan yang diperoleh oleh siswa dalam pelaksaan tugas di sekolah. Kesesuaian pendapat dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Aceng Joyo ini adalah Pengembangan siswa dalam mata pelajaran Indonesia pembelajaran keterampilan berbahasa, yaitu keterampilan menulis dan membaca (Joyo. Penerapan jam pelajaran tambahan dilakukan dengan tujuanagar siswa dapat membaca dengan percaya diri, dapat mengetahui seluruh fungsi dari tanda baca, serta penerapan kebiasaan membaca kepada siswa diterapkan dengan tujuan agar siswa tidak malu lagi saat diperintahkan untuk membaca di depan temantemannya. Akhirnya memeroleh pencapaian siswa sudah dapat membaca dengan baik dan benar serta tidak malu lagi ketika membaca di depan temantemannya. Solusi lain yang diberikan sama halnya dengan karakter mereka dikarenakan dengan kita memberikan bacaan kita juga tidak lupa untuk berfokus ke karakter mereka. Berdasarkan temuan yang diperoleh nunjukkan bahwa pendidikan kita belum mampu membangun karakter bangsa. Karena, hingga saat ini praktik pendidikan yang terjadi dikelas- kelas tidak lebih dari latihanlatihan membandingkan, melatih, dan menghafal Winarno Surachmad,dkk (Kurniawan, 2. Berdasarkan hal tersebut, maka perlu diupayakan untuk membangun kembali moral Bertolak dari konsep tersebut pendidikan sekolah dalam mengantarkandan mengarahkan anak untuk mencapai suatu tujuan pendidikan, tidak terlepas dari usaha dan upaya guru yang telah menerima limpahan tanggung jawab dari orang tua atau Hal itu berdasarkan dengan kenyataan orang tua tidak cukup mampu dan tidak memiliki waktu untuk mendidik, mengarahkan anak secara baik dan sempurna. Hal itu disebabkan karena keterbatasan dan kesibukan orang tua dalam memenuhi kebutuhan anaknya setiap saat. Dengan demikian, tugas guru ilmu-ilmu keterampilan keterampilan juga mendidik anak beragama dan berbudi pekerti luhur. Disinilah sekolah berfungsi sebagai pembantu keluarga dalam memberikan pendidikan danpengajaran kepada anak didik, sekolah merupakan kelanjutan dari apa yang telah diberikan di dalam keluarga. PENUTUP Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan literasi ialah dengan cara selalu mengasah otak siswa, mengajak siswa bermain melalui buku bacaan sehingga itu bisa menjadi kebiasaan yang baik untuk siswa. Kemampuan Membaca siswa bisa meningkat dengan cara selalu memberikan dorongan kepada siswa untuk membiasakan baik disekolah maupun Algazali International Journal Of Educational Research Volume 6. Issue 2. April 2024 DAFTAR PUSTAKA