Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 4 Nomor 2 Oktober 2024, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia Standar Akuntansi Pemerintahan dan Kompetensi Sumber Daya Manusia Terhadap Laporan Keuangan Pada Kementerian Pertanian Syifa Iqlimah1. Kasmanto Miharja2 Universitas Bina Sarana Informatika e-mail: 1Sipaiq25@gmail. com, 2kasmanto. kmm@bsi. Diterima 25-09-2024 Direvisi 16-10-2024 Disetujui 18-10-2024 Abstrak - Laporan keuangan diperlukan sebagai alat pengambilan keputusan ekonomi dan yang perlu diperhatikan adalah pendidikan dan pelatihan pegawai yang terlibat dalam penyusunan laporan keuangan. pemerintah daerah harus menyajikan laporan pertanggung jawaban berupa laporan keuangan yang baik dan benar sesuai Standar Akuntansi Pemerintah yang berlaku umum Maka Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pemahaman Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) dan Sumber Daya Manusia (SDM) berpengaruh terhadap kualitas pelaporan keuangan pada Inspektorat Jendral Kementerian Pertanian. Riset ini memakai pendekatan Kuantitatif, jenis data utamanya adalah metode kuesioner. Metode pengambilan sampel ini menggunakan metode Purpossive Sampling, sehingga diperoleh 71 Responden sebagai sampel. Analisis Statistik studi ini menerapkan analisis regresi linier berganda menggunakan SPSS 27. Riset ini dilakukan karena kurangnya pemahaman pegawai mengenai SAP. Riset ini dilakukakn guna memberikan solusi dan saran untuk kendala yang ada pada Inspektorat Jendral Kementerian Pertanian. Karena pada hasil Uji X1 dan X2 thitung > dari ttabel dan Pada hasil Uji F diperoleh nilai Fhitung Ou dari Ftabel dengan tingkat bersamaan signifikan sebesar 5% . Kata Kunci : Standar Akuntansi Pemerintahan. Sumber Daya Manusia. Laporan keuangan Abstract - Financial statements are needed for making economic decisions and the needs attention is the education and training employees involved in preparing financial statements. Regional governments must present accountability reports in the form of good and correct financial reports in accordance with generally accepted Government Accounting Standards. So the objective of this examine whether the understanding of Government Accounting Resourch (GAS) and Human Resourches (HR) has an impact on the quality of financial reporting at the Inspector GeneralAos Office of the Ministry of Agrricultur. This research uses a quantitative approach, the main type of data is the questionnaire method. This sampling method uses the Purposive Sampling method, so that 71 respondents were obtained as a sample. Statistical Analysis: This study applies multiple linear regression analysis using SPSS 27. This Research was conducted because lack employee understanding of SAP. The result of this reserch to provide solution and suggestion for obstacles faced in of the Inspectorate General of the Ministry of Agriculture Because in the X1 and X2 test results the tcount > from the ttable and in the F test results the Fcount value is obtained Ou from the Ftable with a significant simultaneous level of 5% . Keywords: Government Accounting Standards. Human Resources. Financial Statements tahunan mengarah tentang PP No. 71 Tahun 2010 PENDAHULUAN terkait bahwa laporan finansial adalah laporan Kementerian Pertanian Republik terstruktur mengenai posisi laporan finansial dan Indonesia (Kementan RI) adalah suatu lembaga dan transaksi suatu entitas pelapor (Afifah, 2. pemerintahan Indonesia yang mengurus bidang Laporan finansial tersebut dipaparkan melalui pertanian, perkebunan, dan peternakan. Lembaga basis akrual untuk memberikan informasi finansial ini dipimpin oleh seorang Mentan. Badan P2SDM yang lebih transparan, akurat, serta akuntabel berfungsi menjadi elemen pendukung dalam (Prayogo et al. , 2. Kementan Republik Indonesia. Komponen yang berhubungan dengan Berlandaskan atas penjabaran sebelumnya kualitas proses pelaporan finansial adalah jika bahwa Kantor P2SDM Pertanian, yaitu suatu pemahaman SAP serta Kompetensi SDM. Dalam perusahaan dibawah Kementerian Pertanian yang mewujudkan pengelolaan keuangan negara yang berkewajiban menyusun laporan finansial berupa baik. Inspektorat Jendral Kementerian Pertanian APBN. Dalam menyusun laporan akuntansi Standar Akuntansi Pemerintahan dan Kompetensi Sumber Daya ManusiaA (Syifa. Kasmant. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 4 Nomor 2 Oktober 2024, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia harus memberikan laporan pertanggung jawaban wawasan, serta keahlian yang dipunyainya untuk keuangan yang baik serta tepat selaras terhadap menuntaskan tugas yang diberikan terhadapnya. SAP. Maksud dari Kompetensi SDM adalah kapabilitas Guna mendapatkan informasi keuangan yang dimiliki oleh tiap individu yang berkaitan yang berguna harus disusun oleh pegawai yang oleh pengetahuan, keahlian dan karakteristik berwenang pada Sistem pengelolaan dan kepribadian yang berpengaruh langsung kepada Akuntansi finansial. Pemahaman SAP sangat kinerja agar dapat mencapai tujuan yang penting agar hasil laporan keuangan pengelolaan diinginkan (Rufaedah, 2. Kompetensi SDM Laporan Keuangan kompetensi secara individual dan bersamaan Berdasarkan KBBI, berpengaruh paling signifikan pada kinerja mengacu pada derajat kebaikan atau keburukan karyawanAy(Cholisshofi & Bahiroh, 2. suatu hal. Dalam konteks ini, kualitas wajib dipertahankan dengan terus menambahkan menggambarkan tingkat kebaikan atau keburukan Kompetensi SDM serta harus di perhatikan kondisi keuangan sebuah organisasi atau terutama pegawai pada pemerintah daerah masih pemerintah yang bisa dilihat melalui laporan minim yang berlatar belakang akuntansi. keuanganMenjurut Raymond Budiman . Kompetensi SDM adalah ketahanan yang didapat Laporan finansial merupakan dokumen yang seseorang berkaitan dengan pembelajaran, menggambarkan posisi keuangan dan kinerja keahlian, dan karakter yang berdampak secara perusahaan selama periode waktu tertentu (Desita, tepat atas kinerja yang dapat menggapai tujuan Maka dari itu, kualitas pelaporan keuangan yang diharapkan . ichard oliver ( dalam Zeithml. adalah konsep yang bisa dianalisis dari dua SDM yang mempunyai latar belakang perspektif, yakni mutu pelaporan keuangan yang belakang non akuntansi, diberikan anggapan mempunyai ketarkaitan terhadap arus kas serta sanggup menjalankan penyusunan laporan keuntungan tersebut sendiri, ataupun laporan keuangan melalui adanya pelatihan serta keuangan yang berhubungan atas imbalan saham. bimbingan teknis mengenai Standar Akuntansi Kualitas laporan finansial yaitu standar Pemerintahan (SAP). yang diharapkan dari laporan akuntansi keuangan Riset yang menguji dampak penerapan agar dapat memuaskan kebutuhan para SAP serta kompetensi SDM tehadap mutu laporan pengguna atau pembaca laporan tersebut. Kualitas keuangan dilakukan. Implementasi SAP serta laporan finansial merupakan hasil terakhir atas kompetensi SDM memengaruhi positif terhadap tahapan akuntansi yang menghasilkan keterangan kualitas laporan finansial. Makin baiknya tingkatan yang memiliki kualitas tinggi guna membantu SAP yang dilakukan, alhasil hendak berdampak dalam mengambil keputusan oleh beragam aktual terhadap mutu laporan finansial. Semakin pihak yang berkaitan. Sebuah laporan keuangan tinggi kompetensi SDM makin baiknya laporan dianggap memiliki kualitas jikalau memiliki finansial yang diperoleh. keterbandingan, dan kemudahan pemahamanAy Standar Akuntansi Pemerintahan (Irma. Dwi Prastowo Darminto. Darmansyah. Kementerian Keuangan menyatakan UU No. 71 tahun 2010, yakni sejumlah pedoman akuntansi yang dipakai guna melakukan penulisan METODE PENELITIAN serta memaparkan laporan finansial pemerintah. Jenis Penelitian Oleh karena itu. SAP memiliki kekuatan hukum Kategori riset ini ialah statistik kuantitatif dan merupakan persyaratan yang mempunyai yang didapatkan melalui data perusahaan. tujuan menambahkan mutu dari laporan keuangan kuantitatif ialah tipe riset yang memakai angkapemerintah dalam Negara Indonesia (Kementerian angka ketika melakukan pemrosesan data guna Keuangan Republik Indonesia, 2. memberikan informasi yang terstruktur (Resta. Berdasarkan KSAP. Standar Akuntansi Ananda. Khabib Alia Akhmad. Rayhan Guna Pemerintahan (SAP) ialah kumpulan kaidah Ningrat. Cara pengambilan informasi accounting yang diimplementasikan ketika yang diterapkan pada studi ini ialah memakai pembuatan serta penyajian laporan finansial teknik Kuesioner. Kuesioner adalah teknik pemerintah (Komite SAP, 2. SAP ini menjadi pengumpulan informasi dengan cara memberi pedoman yang diikuti oleh pemerintah ketika menyusun laporan keuangan, yang dikembangkan Kuesioner oleh Komite SAP. mendapatkan informasi dari sampel populasi yang jumlahnya banyak (Nanda, 2. Sumber Daya Manusia Teknik pengumpulan sampel pada studi Kapabilitas ialah Kepribadian unik ini menggunakan Purpsive Sampling. Cara individu yang diungkapkan melalui keterampilan. Pengambilan sampel tersebut yakni menggunakan Standar Akuntansi Pemerintahan dan Kompetensi Sumber Daya ManusiaA (Syifa. Kasmant. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 4 Nomor 2 Oktober 2024, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia teknik pemilihan yang menjadi objek penelitiannya Berlandaskan Tabel 1 diatas mampu adalah pegawai Inspektorat Jendral Kementerian dijelaskan dari 71 data yang dihimpun. Pertanian Bagian Keuangan yaitu Kasubag menunjukan bahwa variabel SAP (X. mempunyai Administrasi keuangan, subbag administrasi nilai minimum sejumlah 24, sedangkan nilai Kasubag maksimum 43 serta memiliki nilai rerata penganggaran, subbag penganggaran, subbag keseluruhan sejumlah 33,03 serta berstandar Alhasil sampel yang dipilih deviasi yang menjadi penyebaran data dari rerata harapannya mampu menjelaskan apa yang ada dalam populasi. Sampel dilakukan perhitungan sejumlah 4,787. Variabel SDM (X. mempunyai melalui penggunaan teknik Slovin. Rumus Slovin nilai minimum 26, sedangkan nilai maksimum 46 yakni dibawah ini: dan memiliki nilai rerata sejumlah 34,76, serta variabel Mutu Laporan Finansial (Y) mempunyai ycu= 1 N. 2 nilai minimum 27, sementara nilai maksimum 45 serta nilai rerata sejumlah 34,34. Uji Normalitas 1 0,215 Tabel 2. Hasil Uji Normalitas 1,215 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test = 71 Sampel Unstd. Res Keterangan : n = ukuran sampel ataupun total responden N = ukuran populasi e = persentase kelonggaran ketelitian kesalahan dalam mengambil sampel yang masih dapat diberikan tolerans Maka diartikan bahwa populasi yang didapat yaitu 86 populasi dan 71 sampel yang Diketahui asal perangkaan pada riset ini ialah dari mana data didapatkan. Sumber data yang diperoleh pada riset ini yakni: Data Primer First hand adalah informasi yang didapatkan dengan cara dari tepat sumber asli ataupun pihak pertama (Dicky, 2. Ketika mengumpulkan data primer, terjadi interaksi langsung diantara periset dan responden. Data Sekunder Second hand ialah jenis informasi riset yang didapatkan oleh periset dengan cara tak langsung lewat media perantara seperti bukti, catatan, ataupun laporan historis, serta artikel dan majalah yang terdokumentasikan baik yang telah dilakukan publikasi ataupun yang tidak (Dicky, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Statistik Deskriptif Normal Parameters Mean Std. Devt ,0000000 Absolute Positive Negative ,083 ,083 -,052 3,98427151 Most Ext. Differences Test Statistic ,083 Asymp. Sig . -taile. Monte Carlo Sig . -taile. Sig. ,254 99% Confidence Inter ,243 ,265 Lower. Bound Upper. Bound Sumber : data olahan spss V27 Berlandaskan tabel 2 diatas hasil pengujian normalitas untuk semua variabel dengan Kolmogorov-Smirnov, ditemukan bahwa nilai signifikansi asimtotik . melampaui 0,05, yakni sejumlah 0,254. Maka dari itu, mampu ditarik kesimpulan jika data variabel mempunyai distribusi yang normal. Tabel 1. Statistik Deskriptif SAP SDM Min Max Mean Std. Devt 33,03 34,76 34,34 4,787 4,722 5,104 Sumber : data olahan spss V27 Standar Akuntansi Pemerintahan dan Kompetensi Sumber Daya ManusiaA (Syifa. Kasmant. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 4 Nomor 2 Oktober 2024, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia Uji Multikoleniaritas Tabel 3. Hasil Uji Multikolinearitas Mod Cons Unsta Coeffici Std. Erro 3,922 ,419 ,122 ,395 ,395 ,124 ,310 SAP Std. Coe Beta ,39 ,124 ,310 2,25 3,43 2,70 Sig ,027 ,001 ,679 Uji Heteroskedastisitas Tabel 4. Hasil Uji Heteroskedastisitas Unsta Coeffici Std. Err Std. Coeffi Beta Sig ,014 ,001 ,019 ,001 ,196 ,726 1,349 ,470 ,182 -,001 ,001 -,150 -1,033 ,305 Berlandaskan tabel 5, maka dapat dirumuskan dalam regresi linier berganda yakni berikut ini: Y = 1X1 2X2 A Y = 8. 844 0,419 X1 0,335 X2 A Adapun interprestasi dari persamaan model regresi diatas yakni dibawah ini: Nilai konstanta () sejumlah 8. memiliki arti bahwa tanpa dipengaruhi oleh variabel standar akuntansi pemerintahan (X. SDM (X. , maka nilai kualitas laporan Nilai 1 sebesar 0,419, yang memiliki arti pada saat variabel Standar Akuntansi Pemerintahan sejumlah 1% alhasil kualitas laporan keuangan hendak mengalami peningkatan Pada saat variabel kompetensi SDM dilakukan peningkatan sejumlah 1% alhasil mutu laporan keuangan hendak mengalami kenaikan sejumlah 0,335 yang memiliki asumsi variabel bebas yang lain ialah konstan . ataupun tak terjadi perubahanan. Uji Koefisien Determinan (Uji R. Tabel 6. Hasil Uji R2 Sumber : data olahan spss V27 Berlandaskan tabel4. SAP mempunyai taraf signifikansi senilai 0,182 > 0,05 dan SDM senilai 0,305 > 0,05. Berarti pengujian hipotesis SAP pada nilai perusahaan menghasilkan H0 ditolak dan H1 diterima. Dapat di ditarik kesimpulan jika model regresi tak ditemukan Uji Regresi Berganda Tabel 5. Hasil Uji Regresi Berganda Con Coef Std. Erro ,41 3,92 ,122 Std. Coef Beta ,395 1,47 ,009 Berlandaskan tabel 3, hasil VIF untuk pemahaman standar akuntansi pemerintahan (X. ialah 1,473, sementara VIF untuk kompetensi SDM (X. juga sebesar 1,473. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa karena semua nilai VIF yang tidak mencapai 10, tidak terdapat indikasi Sumber : data olahan spss V27 Sumber : data olahan spss V27 Mod Cons SAP Coll Tole Stati VIF ,679 1,47 Model ,641 Square ,411 Adjusted R Square ,384 Std. Error of the Estimate 4,006 Sumber: data olahan SPSS V27 Berlandaskan tabel 6, didapatkan nilai koefisien determinan (R Squar. yaitu 0,411 yang mempunyai arti bahwa Standar Akuntansi Pemerintahan (X. SDM (X. mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan (Y) pada Inspektorat Jendral Kementerian Pertanian sebesar 41,1%, sedangkan sisanya 58,9% diberikan penjelasan melalui variabel lainnya yang tak dijelaskan pada penelitian. Standar Akuntansi Pemerintahan dan Kompetensi Sumber Daya ManusiaA (Syifa. Kasmant. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 4 Nomor 2 Oktober 2024, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia Uji F (Uji Simulta. Uji t (Uji Parsia. Tabel 7. Hasil Uji t Mod Cons SAP Unsta Coeffici Std. Erro 3,922 ,419 ,122 ,395 ,395 ,124 ,310 Std. Coe Beta Tabel 8. Hasil Uji F Model Regressio 2,25 3,43 2,70 Sig ,027 Sum Of Square Mean Square 356,33 Sig 712,678 <,001b 16,341 1111,20 Resedual ,001 ,009 Sumber : data olahan spss V27 berlandaskan tabel 7, dapat dilihat : Pengaruh variabel pemahaman SAP (X. Inspektorat Jendral Kementerian Pertanian. Dari tabel tersebut, terlihat bahwa thitung 436 dengan tingkat signifikansi 5% untuk n = 71 dan k = 2. Dengan taraf signifikansi 5%, ttabel yang diperoleh Jikalau thitung melampaui Dikarenakan thitung untuk variabel X1 adalah 3. 436, melebihi nilai 99495, maka Ha1 dapat diterima. Perihal tersebut membuktikan jika variabel SAP memengaruhi secara signifikan terhadap mutu laporan Pengaruh variabel Kompetensi SDM (X. Mutu Laporan Inspektorat Jendral Kementerian Pertanian. Berlandaskan atas tabel sebelumnya membuktikan bahwa nilai thitung sejumlah signifikansi 5%. Nilai ttabel dengan total data sebanyak 71 . serta variabel bebas . sejumlah 2 pada tingkat signifikansi 5% adalah 1. Karena thitung > dari pernyataan signifikan. Dengan thitung dalam variabel X2 sebesar 2. 700 yang keputusan yang diambil adalah menerima Ha1. Hal ini mempunyai arti jika variabel Kompetensi SDM memengaruhi dengan cara signifikan terhadap mutu laporan 1823,88 Total Sumber : data olahan spss V27 Berlandaskan tabel 8 diats, mampu disimpulkan jikalau nilai signifikansi tidak mencapai 0,001 serta nilai Fhitung sejumlah 21,806. Dalam mengambil keputusan didasarkan pada kriteria bahwa nilai signifikansi tidak mencapai 0,05 . ig < 0,. , alhasil mempunyai kesimpulan secara signifikan. Tabel sebelumnya menunjukkan bahwa nilai signifikansi sejumlah 0,001 tidak mencapai 0,05, sehingga keputusan yang diambil adalah signifikan. Dengan demikian, hipotesis alternatif (Ha. diterima, yang membuktikan bahwa dengan cara simultan, keseluruhan variabel bebas memengaruhi dengan cara signifikan terhadap variabel terikat. Nilai Fhitung pada persamaan ini 806, sementara nilai Ftabel adalah 3. dalam jumlah data 71, yang memiliki dua variabel bebas serta derajat signifikansi 5%. Dengan demikian, nilai Ftabel yang diperoleh adalah 3. Karena Fhitung sebesar 21. 806 melampaui ataupun setara dengan Ftabel 3. 13, alhasil hipotesis alternatif (Ha. Ini berarti bahwa keseluruhan variabel bebas, yakni Pemahaman SAP dan Kompetensi SDM, dengan cara simultan memiliki dampak signifikan terhadap variabel terikat, yakni Mutu Laporan Finansial. KESIMPULAN Berlandaskan atas analisa yang sudah dilaksanakan sebelumnya, maka disimpulkan bahwa Pemahaman SAP (X. secara terpisah dampak positif signifikan terhadap Mutu Laporan Finansial (Y). Karena thitung untuk variabel X1 sebesar 3,436 > dari ttabel 1. penerimaan Ha1 serta penolakan H01. Dengan demikian, makin baiknya wawasan karyawan terhadap SAP, semakin tinggi mutu laporan finansial yang diperoleh oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian. Pengaruh Kompetensi SDM (X. secara terpisah dampak positif signifikan terhadap Mutu Laporan Finansial (Y). Karena thitung untuk variabel X2 sebesar 2. Standar Akuntansi Pemerintahan dan Kompetensi Sumber Daya ManusiaA (Syifa. Kasmant. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 4 Nomor 2 Oktober 2024, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia dari ttabel 1. Oleh sebab itu, mampu ditarik https://doi. org/10. 35794/jmbi. kesimpulan jika Ha2 diterima sementara H02 Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Makin tingginya tingkat kompetensi SDM, . MENGENAL LEBIH DALAM makin baik pula pengetahuan dan keterampilan LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH ketika mengelola informasi untuk memberikan PUSAT REPUBLIK INDONESIA. laporan keuangan yang memiliki kualitas bagi https://w. id/kpknlInspektorat Jenderal Kementerian Pertanian. palembang/bacasecara hasil bersama Pemahaman SAP (X. dan artikel/16216/MENGENAL-LEBIHKompetensi SDM (X. secara bersama-sama DALAM-LAPORAN-KEUANGANberdampak terhadap Kualitas Laporan Finansial PEMERINTAH-PUSAT-REPUBLIK(Y). dengan jumlah variabel bebas sebanyak 2 dan INDONESIA. angka signifikansi 5% maka didapat nilai Ftabel 3. Komite SAP. Ramadh. Komite Standar maka Fhitung 21. 806 Ou dari Ftabel 3. Akuntansi Pemerintahan, 71, 160Ae173. penerimaan Ha3 dan penolakan H03. Dengan https://w. org/sap/wpdemikian. Pemahaman SAP dan Kompetensi SDM content/uploads/2021/07/Buku-SAP-2021di Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian sudah terbukti efektif guna memberi hasil berupa Nanda. Kuesioner Penelitian: Cara laporan keuangan yang mempunyai kualitas. Membuat. Jenis, dan Contohnya. Brain Academy Ruang Guru. Maka adapun manfaat dari peneliti yang https://w. id/blog/kuesioner dapat peneliti berikan yaitu antara lain: -penelitian Untuk Objek Penelitian, bagi Perusahaan studi Prayogo. Fikri. , & Nandini. dilakukan guna memberikan solusi dan saran untuk Analisis Implementasi Peraturan Pemerintah kendala yang ada pada Inspektorat Jendral Nomor 71 Tahun 2010 Tentang Standar Kementerian Pertanian. Untuk peneliti selanjutnya. Akuntansi Pemerintah (SAP) Berbasis bagi peneliti selanjutnya studi ini dapat menjadi Akrual Penyusunan Laporan contoh dan wawasan praktik akuntansi dan Pengelolaan Keuangan Daerah. Jurnal meningkatkan konsistensi dalam menjawab atau Manajemen Sosial Ekonomi, 3. , 44Ae58. menyelesaikan kasus yang muncul. http://journal. id/index. php/din REFERENSI