Journal Health and Nutritions Vol.8, No.1, Hal 11-14 Maret 2022 p - ISSN (Cetak) : 2407-8484 e - ISSN (Online): 2549-7618 GAMBARAN STATUS GIZI PADA ANAK SEKOLAH DASAR Desliana Dai, M. Anas Anasiru*, Indra Domili, Misnati, Novian Swasono Hadi Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Gorontalo, Kota Gorontalo, Indonesia *email: anasanasiru@gmail.com ABSTRACT Nutritional status is a condition caused by a balance between the intake of nutrients from food and the need for nutrients needed formeta-bolism of the body. The impact of malnutrition is that it can inhibit growth, reduce endurance, so it is susceptible to infectious diseases, resulting in low levels of intelligence, decreased physical ability, impaired physical and mental growth, stunting, blindness and death in children. This research aims to determine the picture of nutritional status in elementary school children. Jenis this research is descriptive research. Accidental sampling by accidental sampling. The number of samples was 25 samples. Var i abel research i.e. nutritional status in primary school children. The results showed that the largest age categories were 10 years old (24.0%) and the least at the age of 7, 11 and 12 years respectively – 8.0%, male schoolchildren (52.0%) more than schoolchildren of the female sex (48.0%), elementary school children with normal nutritional status of 56%, thin 28%, very thin and fat 4% each, and obesity 8%. The conclusion of this study is that most primary school children have good nutritional status. Keywords: nutritional status; primary school children; obesity ABSTRAK Status gizi merupakan keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Dampak dari gizi kurang yaitu dapat menghambat pertumbuhan, mengurangi daya tahan tubuh, sehingga rentan terhadap penyakit infeksi, mengakibatkan rendahnya tingkat kecerdasan, penurunan kemampuan fisik, gangguan pertumbuhan jasmani dan mental, stunting, kebutaan serta kematian pada anak. Penetian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran status gizi pada anak sekolah dasar. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Pengambilan sampel secara accidental sampling. Jumlah sampel sebanyak 25 sampel. Variabel penelitian yaitu status gizi pada anak sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan kategori umur yang paling besar adalah usia 10 tahun (24,0%) dan yang paling sedikit pada usia 7, 11 dan 12 tahun masing – masing 8,0%, anak sekolah jenis kelamin laki – laki (52,0%) lebih banyak dibandingkan dengan anak sekolah jenis kelamin perempuan (48,0%), anak sekolah dasar dengan status gizi normal sebesar 56%, kurus 28%, sangat kurus dan gemuk masing-masing 4%, dan obesitas 8%. Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar anak sekolah dasar memiliki status gizi baik. Kata Kunci: status gizi; anak sekolah dasar; obesitas PENDAHULUAN Kualitas sumber daya manusia (SDM) merupakan faktor utama yang diperlukan unutk melaksanakan pembangunan nasional. Faktor gizi memegang peran penting dalam mencapai masa kehamilan, bayi dan anak balita, pra sekolah, anak SD dan MI, remaja dan dewasa sampai usia lanjut (Marfuah, 2016). Status gizimerupakankeadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Setiap individu membutuhkan asupan zat gizi yang berbeda antarindividu, hal ini tergantung pada usia orang tersebut, jenis kelamin, aktivitas tubuh dalam sehari, berat badan, dan lainnya (Par’I dkk,2017). Dampak dari gizi kurang yaitu dapat menghambat pertumbuhan, mengurangi daya tahan tubuh, sehingga rentan terhadap penyakit infeksi, mengakibatkan rendahnya tingkat kecerdasan, penurunan kemampuan fisik, gangguan pertumbuhan jasmani dan mental, stunting, kebutaan serta kematian pada anak (Dedi Alamsyah dkk, 2017). Ada tiga 11 Journal Health and Nutritions Vol.8, No.1, Hal 11-14 Maret 2022 p - ISSN (Cetak) : 2407-8484 e - ISSN (Online): 2549-7618 penyebab gizi buruk pada anak yaitu penyebab langsung, penyebab tidak langsung dan penyebab mendasar. Terdapat dua penyebab langsung gizi buruk yaitu asupan gizi yang kurang dan penyakit infeksi.Penyebab tidak langsung gizi buruk yaitu tidak cukup pangan, pola asuh yang tidak memadai, dan sanitasi, air bersih/pelayanan kesehatan dasar yang tidak memadai. Penyebab mendasar atau akar masalah gizi buruk adalah terjadinya krisis ekonomi, politik dan sosial termasuk bencana alam, yang mempengaruhi ketersediaan pangan, pola asuh dalam keluarga dan pelayanan kesehatan serta sanitasi yang memadai yang pada akhirnya mempengaruhi status gizi (Santoso et al., 2013 dalam Septikasari 2018). Hasil Riset Kesehatan dasar di Indonesia tahun 2013 pada anak usia 5-12 tahun menunjukan sebanyak 11,2% mengalami kurus, 30,7% pendek dan 18.8% kegemukan dan obesitas. Jawa Tengah termasuk salah satu provinsi dengan pravelensi anak usia sekolah kurus berada di atas pravelensi nasional, bersama dengan 15 provinsi yaitu Sumatra Barat, Kalimantan Timur, Papua, Papua Barat, Sulawesi Tengah, Banten, Kalimantan Selatan, Maluku, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Gorontalo dan Nusa Tenggara Timur (Dyah Umiyarni Purnamasari, Dkk 2016). Menurut Riset Kesehatan Dasar 2018, prevalensi status gizi (TB/U) pada anak umur 5-12 tahun di kabupaten Bone Bolango yaitu: sangat pendek 6,19%, pendek 20,79%, normal 73,2%. Sedangkan, prevalensi status gizi (IMT/U) pada anak umur 5-12 tahun di kabupaten Bone Bolango yaitu: sangat kurus 4,42%, kurus 10,14%, normal 69,96%, gemuk 8,41%, obesitas 25%. (Kemenkes RI, 2018). Berdasarkan uraian tersebut, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran status gizi pada anak sekolah dasar. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif yaitu untuk melihat gambaran status gizi pada anak sekolah dasar. Penelitian ini dilaksanakan di Desa poowo Barat Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango pada bulan April- Mei 2021. Status gizi anak usia 6-12 tahun merupakan status gizi berdasarkan indeks antropometri (IMT/U) yang dilakukan pada anak usia 6-12 tahun dikategorikan sangat kurus jika < -3 SD, kurus jika -3 SD sampai dengan < -2 SD, normal jika - 2 SD sampai dengan 2 SD, gemuk jika > 2 SD dan obesitas jika > +2 SD. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anakusia 6-12 tahun di Desa Poowo Barat Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango.Populasi berjumlah 219 orang. Pengambilan sampel secara accidental sampling. Jumlah sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 6-12 tahun dengan kriteria inklusi berada ditempat saat pengumpulan data dan bersedia diwawancarai yaitu sejumlah 25 orang. Analisis data menggunakan analisis univariat bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskrifsikan karakteristik variabel penelitian yaitu gambaran status gizi pada anak sekolah dasar. HASIL DAN PEMBAHASAN Gambaran umum hasil penelitian diperoleh data mengenai responden anak sekolah dasar yang berada di Desa Poowo Barat sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 1. Berdasarkan Tabel 1 bahwa usia anak sekolah di Desa Pooowo Barat mayoritas yaitu umur 6 dan 10 tahun dengan presentase 24%, umur 9 tahun dengan presentase 16%, umur 8 tahun dengan presentase 12%, sedangkan umur 7, 11 dan 12 tahun dengan presentase 8%. Berdasarkan Tabel 1 anak sekolah menurut jenis kelamin di Desa Poowo Barat paling banyak yaitu laki-laki sebanyak 13 orang dengan presentase 52% sedangkan jenis kelamin perempuan 12 orang yaitu presentase 48%. Gambaran tentang status gizi anak 12 Journal Health and Nutritions Vol.8, No.1, Hal 11-14 Maret 2022 p - ISSN (Cetak) : 2407-8484 e - ISSN (Online): 2549-7618 sekolah dasar di Desa Poowo Barat, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango juga ditunjukkan pada Tabel 1. Tabel 1. Gambaran Karakteristik dan Status Gizi Subjek Penelitian Jumlah Karakteristik n % Umur (tahun) 6 6 24,0 7 2 8,0 8 3 12,0 9 4 16,0 10 6 24,0 11 2 8,0 12 2 80,0 Jenis kelamin Laki – laki 13 52,0 Perempuan 12 48,0 Status gizi Sangat kurus 1 4,0 Kurus 7 28,0 Normal 14 56,0 Gemuk 1 4,0 Obesitas 2 8,0 Jumlah 25 100 Berdasarkan Tabel 1 menunjukkan bahwa kategori status gizi pada anak sekolah yaitu normalberjumlah 14 orang dengan presentase 56%, kurus yaitu 7 orang dengan presentase 28%, sangat kurus dangemuk didapat hasil yang sama yaitu jumlah 1 dengan presentase 4%, sedangkan obesitas sebanyak 2 orang dengan presentase 8%. Status gizi merupakan keadaan yang diakibatkan oleh keseimbangan antara asupan zat gizi dari makanan dengan kebutuhan zat gizi yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Setiap individu membutuhkan asupan zat gizi yang berbeda antarindividu, hal ini tergantung pada usia orang tersebut, jenis kelamin, aktivitas tubuh dalam sehari, berat badan, dan lainnya (Par’I dkk,2017). Penelitian ini tidak sejalan dengan penelitian Firdaus. (2016), dimana pada penelitian tersebut masih ada sebagian dari anak di daerah tersebut yang dalam status gizi buruk dan gizi kurang sedangkan pada penelitian ini masih ini masih terdapat anak sekolah yang mengalami status gizi kurus dan sangat kurus, oleh karena itu orang tua perlu memperhatiakan makanan yang bergizi pada anak sekolah. Anak–anak usia sekolah dasar merupakan salah satu kelompok yang rentan mengalami masalah gizi. Adapun penyebabnya ialah tingkat ekonomi yang rendah, pemahaman orang tua yang sangat rendah tentang gizi yang di butuhkan anak usia sekolah. Status gizi yang baik atau status gizi yang optimal terjadi bila tubuh memperoleh cukup zat gizi yang digunakan secara efisien. Status gizi juga merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan seseorang karena berkaitan dengan kelancaran bagi siswa dalam pelaksanaan kegiatan belajar yang ada di sekolah. SIMPULAN Status gizi pada anak sekolah di Desa Poowo Barat berdasarkan IMT/U sebagian besar normal baik yaitu dengan presentase 56%. 13 Journal Health and Nutritions Vol.8, No.1, Hal 11-14 Maret 2022 p - ISSN (Cetak) : 2407-8484 e - ISSN (Online): 2549-7618 DAFTAR REFERENSI Astuti M. 2018. Hubungan Antara Status Gizi dan Perawatan Kesehatan dengan Perkembangan Motorik pada Anak Usia Pra Sekolah di TK ABA 3, 6, 7, & 8 Kota Samarinda. Dedi A, Maria M. 2017. Beberapa Faktor Resiko Gizi Kurang dan Gizi Buruk Pada Balita 12-59 bulan. Pontianak. Lusiana N. 2017. Hubungan Kebiasaan Sarapan Pagi dengan Status Gizi Pada Anak Sekolah Dasar Negri 171 Pekanbaru. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699. Marfuah D. 2016. Gambaran Status Gizi Pada Anak Sekolah Dasar The Description Of Nutritional Status Of Children At Primary School. 14(September), 72–76. Nasar Sri S, Djoko S, Hartati SA, Budiawati Y. 2016. Penuntun Diet Anak. Edisi ke3.Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Saputri EA. 2019. Gambaran Status Gizi pada Siswa Kelas V SDN 002 Kota Samarinda. Septikasari M. 2018. Status Gizi Anak dan Faktor Yang Mempengaruhi. UNY Press Jl.Gejayan, Gg. Alamanda, Komplek Fakultas Teknik UNY, Kampus UNY Karangmalang Yogyakarta 55281. Supariasa IDN, Bakri B, Ibnu F. 2016. Penilaian Status Gizi(E. Rezkina & C. A. Agustin (eds.); 2nd ed.). Penerbit Buku Kedokteran EGC. Syarfaini. 2014. Berbagai Cara Menilai Status Gizi Masyarakat. Alauddin University Press. Makassar. Par'i MH, Wiyono S, Harjatmo, Titus P. 2017. 1st ed; daniel aditya Nofaldo & Sapriyadi, eds. jakarta: Netty Thamaria. Par’i MH. 2016. Penilaian Status Gizi. EGC. Jakarta. 14