2483 J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 PENDAMPINGAN STRATEGI PEMASARAN BATIK SEKARNITI DENGAN SWOT ANALIS UNTUK MENUNJANG DAYA SAING WISATA KULONPROGO DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA Oleh Bambang Jatmiko1. Kholifah Fil Ardhi2. Muhammad Zainal Abidin3. Titi Laras4. Sukardi5. Fathonah Eka Susanti6 1,2,3,5Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 4,6Universitas Janabadra Yogyakarta Email: 1bambang. jatmiko@umy. Article History: Received: 17-04-2025 Revised: 07-05-2025 Accepted: 20-05-2025 Keywords: UMKM. Pemasaran. Daya Saing. SWOT. Wisata Abstract: Pelaku UMKM yang kesulitan untuk mendapatkan modal tambahan dari lembaga keuangan dikarenakan banyaknya persyaratan yang belum terpenuhi. Dari sekitar 60 juta pelaku UMKM di Indonesia, hanya 2,5% saja atau sekitar 1,5 juta pelaku UMKM yang melaporkan pajaknya. Adapun akar permasalahan yaitu. strategi pemasaran yang tidak matang . dunia marketing, branding yang belum maksimal. tim marketing kesulitan untuk mendapatkan audience. waktu dan tenaga untuk memperhitungkan, serta mengaitkan aktivitas marketing dan hasil penjualan. budget marketing lebih kecil dibanding ekspektasi yang harus digenerate dari semua proses marketing. Akhirnya banyak usaha yang hanya bertahan selama 1-2 tahun, kemudian bangkrut karena produk atau jasa yang ditawarkan tidak kuat atau kalah bersaing. Pengabdian ini menawarkan solusi sebagai berikut:. Meningkatkan daya saing produk, para pelaku UKM harus lebih kreatif dan inovatif dalam memproduksi barang. Meningkatkan daya saing produk, para pelaku UKM harus lebih kreatif dan inovatif dalam memproduksi Meningkatkan daya saing produk, para pelaku UKM harus lebih kreatif dan inovatif dalam memproduksi barang serta Anda harus menawarkan produk inovatif yang berbeda dengan produk sejenis lainnya. Aktiflah mengikuti pameran produk yang diadakan berbagai lembaga pemerintah, swasta, maupun Untuk meningkatkan kualitas branding produk UKM Anda, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah melakukan analisa SWOT (Strengths. Weaknesses Opportunities. Threat. terhadap produk Anda. Hasil pengabdian ini adalah mitra telah: . peningkatan daya saing produk dan lebih kreatif dan inovatif dalam memproduksi barang. daya saing produk terlah mengalami peningkatan dalam memproduksi barang. daya saing produk telah meningkat, para pelaku UKM lebih kreatif dan inovatif dalam memproduksi barang serta dapat menawarkan produk inovatif yang berbeda dengan produk sejenis lainnya. Telah mengikuti pameran produk yang http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 diadakan berbagai lembaga pemerintah, swasta, maupun kualitas branding produk UKM telah meningkat, dengan melakukan analisa SWOT (Strengths. Weaknesses Opportunities. Threat. PENDAHULUAN Desa Wijimulyo (Jawa: Wijimuly. adalah sebuah desa yang terletak di kecamatan Nanggulan. Kulonprogo. Daerah Istimewa Yogyakarta. Indonesia. Proses terbentuknya Desa Wijimulyo didasari oleh Maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta tahun 1946 mengenai Penggabungan Kelurahan, terdiri dari Kelurahan Wijilan. Kelurahan Temanaggal dan Kelurahan Cepitan dan akhirnya, kelurahan-kelurahan di wilayah ini bergabung menjadi satu "Kelurahan Yang OtonomAy dengan nama kelurahan Wijimulyo. Nama kelurahan tersebut kemudian secara resmi ditetapkan dengan Maklumat Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 5 tahun 1948 tentang perubahan daerah-daerah Kelurahan. Adapun jumlah Dusun terdiri: . Temanggal. Krinjing. Cepitan. Tegalsari. Sokorojo. Rejoso. Kemiri. Demen. Dukuh. Setan dan . Wijilan. Kecamatan Nanggulan yang berada di Ibukota Pemerintah Daerah Tingkat II Kabupaten Kulon Progo Provinsi Yogyakarta. Secara geografis. Kecamatan Nanggulan terletak di sebelah Utara Kulon Progo. Kecamatan Nanggulan secara administratif mempunyai batas-batas wilayah sebagai berikut: Sebelah Utara : Berbatasan dengan Kecamatan Kalibawang Sebelah Selatan : Berbatasan dengan Kecamatan Sentolo Sebelah Barat : Berbatasan dengan Kecamatan Girimulyo Sebelah Timur : Berbatasan dengan Kabupaten Sleman Secara administratif. Kecamatan Nanggulan dapat dilihat pada lampiran gambar. Kecamatan Nanggulan secara administratif terbagi 6 . desa yang meliputi 61 dusun dengan luas total Kecamatan Nanggulan adalah 960,67 Ha. Berikut di bawah ini pembagian wilayah Kecamatan Nanggulan. Adapun solusi yang ditwarkan oleh pengusul sebagai berikut. brand hanya berfokus pada produk, produk dan produk tanpa memperhatikan kebutuhan dan juga preferensi target market yang dituju. pertama, lakukan riset pasar yang mendalam untuk memahami dengan lebih baik kebutuhan dan preferensi pelanggan. selanjutnya, buatlah profil pelanggan ideal . uyer person. yang mencakup demografi, minat, dan kebutuhan mereka. selain itu, perhatikan penggunaan channel pemasaran yang tepat . , . , . , . Pertimbangkan untuk memanfaatkan media sosial, iklan online, atau content marketing untuk mencapai target terakhir, penting untuk selalu memperhatikan feedback pelanggan. Dengarkan dengan seksama keluhan, saran, dan masukan yang diberikan oleh pelanggan. Hal ini akan membantu memperbaiki strategi pemasaran yang tidak berhasil dan memberikan experience yang lebih baik kepada mereka. Cara terbaik untuk membangun branding brand bisa dimulai dari pemilihan logo yang merepresentasikan value bisnis, lalu ada juga tagline, warna khas, hingga konten di blog maupun sosial media . , . , . , . Kemudian bisa dilanjutkan dengan membangun brand awareness lewat brand ambassador maupun campaign menggunakan influencer yang sesuai target market. Untuk mengatasinya, bisa memastikan dua hal berikut dalam bagian dari strategi lead generation bisnis: apakah sudah benar-benar memiliki produk yang berkualitas tinggi dan banyak dicari oleh prospek? apakah pengusaha memahami betul jenis produk dan konten pendukung yang diinginkan audience? Contohnya. HubSpot Research menemukan bahwa 53% konsumen lebih menginginkan konten video di masa mendatang, sementara hanya 14% yang ingin membaca ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 postingan blog . , . Solusinya adalah bisa melakukannya dengan bantuan software marketing dan bantuan CRM dari platform marketing. Dari sini, bisa mengetahui berapa banyak leads dan customer yang bisa diperoleh dari aktivitas marketing . , . , . , . Jadi, kuncinya terletak pada kalkulasi yang tepat sehingga menciptakan data yang lebih akurat. Kunci untuk menghitung budget yang sesuai yaitu dengan memperhitungkan ROI dari campaign marketing. Pperusahaan yang bisa mengkalkulasi ROI dapat memiliki budget yang lebih besar pula . , . Selain itu, inbound marketing yang sukses juga dapat memberikan budget lebih besar. Strategi yang efektif tentu saja memberikan hasil yang lebih baik. Selain itu, data dari HubSpot menunjukkan bahwa marketer yang merasa yakin dengan strategi marketing-nya, bisa memperoleh budget 2x lebih tinggi untuk tim marketing mereka. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk memastikan marketing mix berjalan optimal, seperti: Lakukan riset pasar secara teratur untuk memahami perubahan tren, kebutuhan pelanggan, dan persaingan di pasar, peningkatan komunikasi internal untuk memastikan seluruh tim di dalam brand memiliki visi yang sama terkait strategi pemasaran. Tetapkan indikator kinerja kunci (KPI) untuk setiap elemen marketing mix dan lakukan evaluasi berkala, selalu beradaptasi dengan perubahan pasar dan inovasi dalam industri, seperti tren terkini, teknologi baru, atau pergeseran kebutuhan pelanggan, selalu perhatikan apa yang dilakukan pesaing, amati strategi mereka dalam menerapkan marketing mix dan cari peluang untuk membuat produk . Solusi paling tepat dari kendala pemasaran . ini adalah kemauan belajar dan beradaptasi dengan dunia digital karena kedepannya pun marketing akan terus dipengaruhi oleh digitalisasi. Apalagi kini hampir semua orang di dunia menggunakan smartphone yang terhubung ke internet yang memudahkan mereka mencari informasi sebuah produk atau jasa. Agar tidak kehilangan pasar, segera migrasi strategi marketing dengan juga menyertakan digital marketing. Salah satu solusinya adalah dengan membuat program customer loyalty untuk capture data pelanggan dengan akurat dan meretnsi mereka dengan . Investasi pada SEO sebagai bagian dari strategi digital marketing akan memberikan banyak manfaat, seperti misalnya organic leads. Namun, sama seperti strategi marketing tradisional, penggunaan SEO juga tidak akan langsung memberikan hasil di saat itu juga karena setidaknya butuh 3 -6 bulan untuk melihat efeknya pada website dan bisnis. Untuk mengatasi masalah ini, berikut adalah beberapa solusi yang dapat dilakukan. Gunakan pendekatan yang lebih ramah dan berempati terhadap customer, penting untuk menghormati privasi customer dan tidak mengganggu mereka secara berlebihan, pastikan bahwa pengumpulan data customer dilakukan dengan izin yang jelas dan tidak menyalahi aturan privasi, hindari spamming atau mengirimkan promosi secara berlebihan ke berbagai channel yang dimiliki customer. Sedangkan luaran yang akan kami usulkan yaitu. melakukan pra-survei tentang produk batik sekarniti kepada konsumen. harus ada logo yang harus dibranding secara continue baik di media cetak maupun media elektronik. mempertahankan/meningkatkan produk yang berkualitas sesuai yang diinginkan pelanggan. harus mewujudkan ecommerce/startup untuk memasarkan produk. memfokuskan anggaran promosi. evaluasi marketin mix yang dilakukan oleh umkm. memfokuskan pada digital marketing . nstagram, tiktok, faceboo. adanya temu konsumen . athering consume. membangun continuous improvement berbasis organics leads. membangun http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 communication skill yang baik kepada konsumen dan menggunakan konsep 5S (Senyum, sapa, salam, sopan, santu. Dari kesepuluh aspek tersebut, pengabdi memfokuskan pada. harus ada logo yang harus dibranding secara continue baik di media cetak maupun media dan . memfokuskan pada digital marketing . nstagram, tiktok, faceboo. harus mewujudkan ecommerce/startup untuk memasarkan produk. Akar permasalahan dalam pengabdian ini sebagai berikut. strategi pemasaran yang tidak matang dapat menjadi penyebab utama strategi pemasaran bisnis bermasalah. dalam dunia marketing, branding menjadi salah satu hal penting yang tidak dapat diabaikan. umumnya tim marketing kesulitan untuk mendapatkan audience. perlunya menyediakan waktu dan tenaga untuk memperhitungkan, serta mengaitkan aktivitas marketing dan hasil penjualan. budget marketing lebih kecil dibanding ekspektasi yang harus digenerate dari semua proses marketing. Adapun pengusul bersama mitra dalam menentukan persoalan prioritas yang disepakati untuk diselesaikan selama pelaksanaan program PKM. adanya penjualan yang menurun sejak pandemi covid-19 hingga sekarang. kurangnya strategi pemasaran yang diterapkan oleh Batik Sekarniti. kurangnya inovasinya terkait produk, strategi pemasaran, dan strategi promosi yang tepat. METODE Metode yang pelaksanaan pengabdian berbasis SWOT analysis. Analisis SWOT membantu dalam mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman untuk proyek tertentu atau rencana bisnis secara keseluruhan. Ini adalah alat yang dapat membantu tim merencanakan secara strategis dan tetap berada di depan trenpasar. Untuk meraih dan mempertahankan posisi yang kuat dalam pasar yang berkembang, pemilik usaha batik perlu melakukan analisis SWOT yang mendalam. Analisis SWOT (Strengths. Weaknesses. Opportunities. Threat. membantu mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang dapat memengaruhi kinerja bisnis. SWOT ini, contoh analisis SWOT untuk usaha batik, memberikan penjelasan rinci pada setiap poin untuk membantu pemilik usaha mengoptimalkan potensi mereka dalam menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang. Adapunmetode dalam penyelesaian pengabdian ini sebagai berikut. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 Gambar 1. Metode Pengbadian Urutan metode pengabdian dimulai dengan pra kegiatan, yaitu tahap perencanaan yang mencakup penentuan tujuan, sasaran, dan strategi pelaksanaan. Selanjutnya, dilakukan pra survei/observasi ke UMKM untuk mengidentifikasi kebutuhan, masalah, dan potensi yang akan menjadi fokus pengabdian. Tahap berikutnya adalah pelaksanaan, di mana program atau kegiatan yang dirancang diterapkan kepada UMKM, seperti pelatihan, pendampingan, atau penerapan teknologi. Setelah pelaksanaan, dilakukan evaluasi untuk menilai efektivitas kegiatan berdasarkan indikator yang telah ditentukan. Hasil dari evaluasi tersebut kemudian disusun dalam bentuk laporan untuk mendokumentasikan proses dan Terakhir, dihasilkan luaran, yang dapat berupa artikel ilmiah, produk, atau inovasi lainnya yang menjadi bukti nyata dari keberhasilan kegiatan pengabdian. HASIL Analisis Situasi UMKM Batik Sekarniti terletak di Jl. Sentolo. Nanggulan. Sotan. Wijimulyo. Kec. Nanggulan. Kabupaten Kulon Progo. Daerah Istimewa Yogyakarta 55671. Pada ruang tengah yang menjadi tempat menonton televisi pun nampak dipenuhi kain, baik yang putih polos, bergambar hingga berwarna warni. Sebuah etalase kecil berdiri di dekat kursi tamu. Beberapa lembar kain batik, terbungkus plastik rapi dan tertata di dalam etalase tersebut. Beginilah, rumah ini sekaligus menjadi tempat produksi kami. Dua tahun terakhir, isteri Agus Nurtomo itu memproduksi batik di rumahnya, di RT4/RW 2 Dusun Temanggal. Desa Wijimulyo. Kecamatan Nanggulan. Mengembangkan usaha keluarga adalah alasan utama ia mendirikan usaha itu. Keluarganya di Lendah merupakan pembuat batik, begitu pula keluarga suaminya di Jogja. Ketika mulai berkeluarga dan tinggal di Nanggulan bersama suaminya. Sarwiyani memilih usaha pembuatan kain batik. Apalagi, di kawasan sentra pertanian padi ini, belum ada usaha serupa. Bekal keterampilan dari orangtuanya ia Membuat batik bukan hal yang sulit bagi ibu satu anak ini. Pasalnya, sejak muda ia telah menekuninya. Namun karena masih merintis, ia memilih bergabung dengan usaha batik milik keluarga suaminya di Jogja. AuSaya ambil kain, saya batik di sini, setelah selesai kemudian saya setor. Menjadi buruh seperti itu, membuatnya tidak bisa bebas berekspresi. Beberapa bulan lalu, ia memilih memproduksi batik untuk dijual sendiri. Ia pun mulai sibuk membeli kain, menyiapkan alat- alat hingga membatik dan puncaknya, menjual produk Sejumlah motif dibuatnya, seperti semenron, sekar jagad, mega mendung, wahyu tumurun, sidomukti hingga batik modern. Karena dijual sendiri, ia bisa menerima pesanan motif dan warna sesuai permintaan pembeli. Bahkan, atas permintaan, kini ia tidak hanya membuat kain untuk selendang atau pakaian, tetapi juga kain hiasan untuk dipajang serta Kain yang diberi merek Niti Sekar itu, untuk bahan pakaian dijual mulai Rp130. sajadah Rp40. 000, dan kain pajangan Rp250. Penjualan dilakukan melalui saudarasaudaranya, yang memiliki relasi dari berbagai kota sehingga sering membutuhkan buah AuPermintaan selalu ada, bahkan ada yang berani mengambil dalam jumlah besar, sayangnya, saya belum bisa memenuhi semua. Kendala utama pengembangan usahanya adalah tenaga kerja. Di wilayah Nanggulan ini, ia kesulitan mendapatkan pekerja yang bisa Ia menuturkan, membatik bukanlah pekerjaan mudah, karena mengandung seni, yakni pada proses menggambar motif. Selama ini, ia menggambar sendiri. Kain bermotif http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 kemudian diantar ke Lendah untuk dibatik. Proses selanjutnya yakni pewarnaan dilakukannya bersama suami di rumah. Dari sistem kerja seperti ini, dalam sebulan, ia mampu membuat rata-rata 30 lembar kain batik. Proses Gambar Proses Canthing Proses Pewarnaan Proses Penjemuran Gambar 2. Proses Produksi Di Batik Sekarniti Gambar di atas menunjukkan kondisi proses produksi di Batik Sekarniti. Proses pembuatan batik dimulai dengan menyiapkan kain putih . iasanya katun atau sutr. yang akan dijadikan media. Kain tersebut kemudian digambar pola menggunakan pensil sebagai Setelah pola selesai, malam . ilin cai. diaplikasikan menggunakan canting atau cap untuk menutup bagian-bagian tertentu yang tidak ingin diwarnai. Selanjutnya, kain dicelupkan ke dalam larutan pewarna sesuai warna yang diinginkan. Proses pewarnaan ini bisa dilakukan berulang kali untuk menciptakan berbagai lapisan warna, dengan menutup kembali bagian-bagian tertentu menggunakan malam setelah setiap pewarnaan. Setelah semua proses pewarnaan selesai, kain direbus untuk menghilangkan malam dan memperlihatkan motif batik yang sudah terbentuk. Kain kemudian dikeringkan dan siap untuk digunakan. UMKM Batik Sekarniti terletak di Jl. Sentolo. Nanggulan. Sotan. Wijimulyo. Kec. Nanggulan. Kabupaten Kulon Progo. Daerah Istimewa Yogyakarta 55671. Pada ruang tengah yang menjadi tempat menonton televisi pun nampak dipenuhi kain, baik yang putih polos, bergambar hingga berwarna warni. Sebuah etalase kecil berdiri di dekat kursi tamu. Beberapa lembar kain batik, terbungkus plastik rapi dan tertata di dalam etalase tersebut. Beginilah, rumah ini sekaligus menjadi tempat produksi kami. Dua tahun terakhir, isteri Agus Nurtomo itu memproduksi batik di rumahnya, di RT4/RW 2 Dusun Temanggal. Desa Wijimulyo. Kecamatan Nanggulan. Mengembangkan usaha keluarga adalah alasan utama ia mendirikan usaha itu. Keluarganya di Lendah merupakan pembuat batik, begitu pula keluarga suaminya di Jogja. Ketika mulai berkeluarga dan tinggal di Nanggulan bersama suaminya. Sarwiyani memilih usaha pembuatan kain batik. Apalagi, di kawasan sentra ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 pertanian padi ini, belum ada usaha serupa. Bekal keterampilan dari orangtuanya ia Membuat batik bukan hal yang sulit bagi ibu satu anak ini. Pasalnya, sejak muda ia telah menekuninya. Namun karena masih merintis, ia memilih bergabung dengan usaha batik milik keluarga suaminya di Jogja. AuSaya ambil kain, saya batik di sini, setelah selesai kemudian saya setor. Menjadi buruh seperti itu, membuatnya tidak bisa bebas berekspresi. Beberapa bulan lalu, ia memilih memproduksi batik untuk dijual sendiri. Ia pun mulai sibuk membeli kain, menyiapkan alat- alat hingga membatik dan puncaknya, menjual produk Sejumlah motif dibuatnya, seperti semenron, sekar jagad, mega mendung, wahyu tumurun, sidomukti hingga batik modern. Karena dijual sendiri, ia bisa menerima pesanan motif dan warna sesuai permintaan pembeli. Bahkan, atas permintaan, kini ia tidak hanya membuat kain untuk selendang atau pakaian, tetapi juga kain hiasan untuk dipajang serta Kain yang diberi merek Niti Sekar itu, untuk bahan pakaian dijual mulai Rp130. sajadah Rp40. 000, dan kain pajangan Rp250. Penjualan dilakukan melalui saudarasaudaranya, yang memiliki relasi dari berbagai kota sehingga sering membutuhkan buah tangan. AuPermintaan selalu ada, bahkan ada yang berani mengambil dalam jumlah besar, sayangnya, saya belum bisa memenuhi semua. Kendala utama pengembangan usahanya adalah tenaga kerja. Di wilayah Nanggulan ini, ia kesulitan mendapatkan pekerja yang bisa membatik. Ia menuturkan, membatik bukanlah pekerjaan mudah, karena mengandung seni, yakni pada proses menggambar motif. Selama ini, ia menggambar sendiri. Kain bermotif kemudian diantar ke Lendah untuk dibatik. Proses selanjutnya yakni pewarnaan dilakukannya bersama suami di rumah. Dari sistem kerja seperti ini, dalam sebulan, ia mampu membuat rata-rata 30 lembar kain batik. Proses Gambar Proses CanthingProses Pewarnaan Proses Penjemuran Gambar di atas menunjukkan kondisi proses produksi di Batik Sekarniti. Proses pembuatan batik dimulai dengan menyiapkan kain putih . iasanya katun atau sutr. yang akan dijadikan media. Kain tersebut kemudian digambar pola menggunakan pensil sebagai panduan. Setelah pola selesai, malam . ilin cai. diaplikasikan menggunakan canting atau cap untuk menutup bagian-bagian tertentu yang tidak ingin diwarnai. Selanjutnya, kain dicelupkan ke dalam larutan pewarna sesuai warna yang diinginkan. Proses pewarnaan ini bisa dilakukan berulang kali untuk menciptakan berbagai lapisan warna, dengan menutup kembali bagianbagian tertentu menggunakan malam setelah setiap pewarnaan. Setelah semua proses pewarnaan selesai, kain direbus untuk menghilangkan malam dan memperlihatkan motif batik yang sudah terbentuk. Kain kemudian dikeringkan dan siap untuk digunakan. Berikut adalah solusi permasalahan yang dirumuskan pada kegiatan pengabdian ini: Tabel 1. Solusi Permasalahan Yang Dirumuskan Pada Kegiatan Pengabdian Akar Masalah Rendahnya destinasi wisata yang tidak Masalah Promosi Belum masive. Promosi masih parsial. Promosi belum mengena konsumen/pengunjung http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI Solusi Perlu aturan yang mewajibkan setiap Pemda mengembangkan destinasi wisata dan ekonomi kreatif di daerah masing-masing, misalnya minimal kelancaran akses menuju tempat wisata serta pengelolaan kebersihan yang diawasi. Promosi Keterangan Adanya Dinas terkait. Peraturan. Akademisi Komitmen ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 Akar Masalah Masalah Solusi destinasi dan pengawasan bisa melalui Blog dan atau Sosial media . witter/faceboo. Sangat perlu ada Lomba promosi wisata tiap daerah agar ada persaingan, dan penghargaan tingkat Keterangan Masih berlaku nya trend mass Konsumen/Pengujung/Destinasi/ Wisatawan lebish suka Wisata bersama-sama (Berkelompo. Upaya tempat wisata kecil dan yang besar Sampai saat ini sebagian besar perbankan di Indonesia potensi industri kreatif karena perbankan yang Belum adanya kebijakan perbanakan untuk pendanaan ekonomi kreatif Ubah trend dari mass tourism menjadi responsible tourism. Trend wisatawan cukup senang berkunjung beramai-ramai ke suatu tempat hanya untuk sekedar berfoto, menjadi berkulit gelap akibat mandi matahari, harus diubah. Libatkan turis dengan melihat . an mempelajar. museum, galeri seni, membatik, kerajinan tangan dsb, mereka kemudian mengubah tujuannya untuk mencoba memahami budaya setempat, kemudian menjadi suatu kebanggaan bagi para wisatawan itu Workshop dan kolaborasi seni menjadi bagian penting dari proses ini sehingga komunitas Perbankan perlu mendampingi dan memberikan edukasi terus-menerus kepada para pelaku usaha agar konsep ekonomi kreatif dipahami dengan lebih baik berikut aspek Sehingga mereka mampu membaca pasar, dan perbankan tidak ragu-ragu lagi memberikan pembiayaan kepada pelaku industri kreatif di Indonesia. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. Perlu adanya . erhatian http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 Akar Masalah Masalah Solusi Keterangan Industri kreatif secara hukum. Pelaku Indutri Kreatif belum mendapatkan tempat/ belum adanya keperpihakan oleh pemerintah/ masih bekerja mandiri Perlu disadari bahwa industri kreatif sarat akan eksploitasi ide dan kekayaan intelektual. Oleh karena itu, perlindungan hak atas kekayaan intelektual akan menjadi persoalan penting ketika industri tersebut kian besar dan meluas. Pemerintah perlu mengantisipasi hal-hal yang mungkin timbul dari sengketa hak atas kekayaan intelektual. Perbankan perlu mengingatkan para pelaku usaha juga perlu sejak awal agar mengantisipasi kemungkinan sengketa terkait dengan hal Jangan sampai tersandung oleh hal-hal serius yang semula dianggap sepele sehingga mengganggu kelancaran Adanya khusus untuk kreatif melalui Pemberitaan media yang masive tentang Belum adanya media masa yang mendukung penuh tentang wisata Peran media perlu keramahtamaan bangsa Pariwisata hanya berkembang di negeri yang indah dan damai. Harus ada ketegasan sanksi terhadap berita kekerasan secara terus-menerus. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 Analisis Perhitungan SWOT Analysis Tabel 2. SWOT Analysis Internal Faktor Strenght (Kekuata. Eksternal Faktor Opportunities (Peluan. Batik memiliki pasar produk yang luas Meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional Daya beli konsumen yang cenderung konsumtif Memiliki cakupan daerah pemasaran yang luas Adanya Termin Pembayaran (Jangka Waktu Pembayara. Tenaga kerja berasal dari daerah yang sama Threats (Tantanga. Tingginya tingkat persaingan batik di Yogyakarta Selera konsumen yang sulit untuk diprediksi Masuknya pesaing baru untuk industri batik Adanya barang substitusi . roduk pengganti bermotif bukan bati. Modal berasal dari milik Tingkat harga yang Memiliki SDM yang trampil dan berpengalaman Proses produksi dilakukan secara tradisional Inovasi bentuk seni Weakness (Kelemaha. Adanya waktu tunggu pada proses penerimaan hasil produksi Promosi yang belum optimal Tidak ada struktur organisasi Strategi O-S o Peningkatan Batik untuk memiliki pasar produk yang o Peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional o Peningkatan Daya beli konsumen yang cenderung o Peningkatan cakupan wilayah daerah pemasaran yang luas o Peningkatan Termin Pembayaran (Jangka Waktu Pembayara. o Peningkatan Tenaga kerja berasal dari daerah yang Strategi O-W o Mengurangi waktu tunggu pada proses penerimaan hasil produksi o Optimalisasi Promosi yang belum optimal o Terwujudnya struktur Strategi T-S o Optimalisasi persaingan batik di Yogyakarta yang semakin tinggi o Peningkatan Selera konsumen yang sulit untuk o Peningkatan persaingan baru untuk industri batik Strategi T-W o Mengurangi waktu tunggu pada proses penerimaan hasil produksi o Optimalisasi Promosi yang belum optimal o Terwujudnya struktur ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 Melemahnya pemasok bahan baku batik Tidak memiliki distributor yang membantu proses pendistribusian barang o o o Optimalisasi barang substitusi . roduk pengganti bermotif bukan bati. Optimalisasi pemasok bahan baku batik yang melemah. Optimalisasi distributor dalam membantu proses pendistribusian barang o o o o o o http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI Optimalisasi persaingan batik di Yogyakarta yang semakin tinggi Peningkatan Selera konsumen yang sulit untuk Peningkatan persaingan baru untuk industri batik Optimalisasi barang substitusi . roduk pengganti bermotif bukan bati. Optimalisasi pemasok bahan baku batik yang melemah. Optimalisasi distributor dalam membantu proses pendistribusian barang ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 Gambaran Iptek Dalam membuat suatu logo perusahaan perlu memerhatikan. Tentukan Visi dan Misi Perusahaan. Pahami nilai-nilai dan tujuan perusahaan batik. Anda, seperti kualitas, keaslian, dan kekayaan budaya batik. Ini akan memandu desain logo yang sesuai. Lakukan Riset Pasar dan Kompetitor. Pelajari logo pesaing di industri batik untuk menemukan elemen desain yang umum dan yang dapat membedakan logo perusahaan Anda. Pilih Elemen Visual dari Batik. Tentukan apakah akan menggunakan motif batik tradisional, seperti "parang" atau "ceplok", atau simbol lain yang mewakili budaya batik. Tentukan Warna yang Sesuai. Pilih warna yang mencerminkan budaya batik, seperti warna-warna alami . oklat, biru, mera. , atau warna yang sesuai denganpasar yang ingin dijangkau. Pilih Tipografi yang Tepat. Gunakan font yang mudah dibaca dan menggambarkan karakter budaya batik, seperti font yang terinspirasi oleh tulisan tangan atau desain Sketsa Beberapa Konsep Logo. Buat beberapa sketsa kasar untuk mendapatkan gambaran berbagai elemen desain, seperti simbol, teks, dan komposisinya. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 Digitalisasi dan Desain Ulang Logo. Gunakan software desain grafis . Adobe Illustrato. untuk menggambar ulang dan menyempurnakan sketsa logo. Sederhanakan Desain untuk Kejelasan. Pastikan logo tetap sederhana dan mudah dikenali, bahkan dalam ukuran kecil atau latar belakang yang berbeda. Uji Desain dalam Berbagai Konteks. Uji logo dalam berbagai aplikasi, seperti kemasan, website, media sosial, dan cetakan, untuk memastikan logo tetap terlihatbaik dalam semua situasi. nalisasi dan Siapkan File Desain. Setelah desain selesai dan disetujui, simpanlogo dalam berbagai format file (AI. PNG. JPG. SVG. PDF) dan buat pedoman penggunaan logo untuk konsistensi merek. Berikut aplikasi canva yang digunakan untuk mendesain logo perusahaan batik. IPTEK yang digunakan untuk mempromosikan logo dan produk perusahaan di mediaL Gambar 3. aplikasi yang digunakan untuk design logo KESIMPULAN Hasil pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut: Peningkatan daya saing produk dan lebih kreatif dan inovatif dalam memproduksi . Daya saing produk terlah mengalami peningkatan dalam memproduksi barang. Daya saing produk telah meningkat, para pelaku UKM lebih kreatif dan inovatif dalam memproduksi barang serta dapat menawarkan produk inovatif yang berbeda dengan produk sejenis lainnya. Telah mengikuti pameran produk yang diadakan berbagai lembaga pemerintah, swasta, maupun komunitas. Kualitas branding produk UKM telah meningkat, dengan melakukan analisa SWOT (Strengths. Weaknesses Opportunities. Threat. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. J-Abdi Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. 12 Mei 2025 DAFTAR REFERENSI Howkins. The Creative Economy. How People Make Money from Ideas. LondonEngland. Penguin Books Ltd. , 2001. Prajapati and S. Biswas. AuEffect of Entrepreneur Network and Entrepreneur Selfefficacy on Subjective Performance: A Study of Handicraft and Handloom Cluster,Ay J. Entrep. , 2011. Shu and Y. Zheng. AuBuilding networks into discovery: The link between entrepreneur network capability and entrepreneurial opportunity discovery,Ay J. Bus. Res. , 2018. Smith and F. Lohrke. AuEntrepreneurial network development: Trusting in the process,Ay J. Bus. Res. , 2008. Hadiyati. AuKreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil,Ay J. Manaj. dan Kewirausahaan, 2011. Larsen and A. Lewis. AuHow Award Winning SMEs Manage The Barriers to Innovation,Ay J. Creat. Innov. Manag. , 2007. Keeh. Nguyen, and H. Ping. AuThe Effects of Entrepreneurial Orientation and Marketing Informationon the Performance of SMEs,Ay J. Bus. Ventur. , 2007. Satria. AuStrategi Pengembangan Industri Kreatif Untuk Meningkatkan Daya Saing Pelaku Ekonomi Lokal,Ay J. Apl. Manaj. , 2011. Darwanto. AuPeningkatan Daya Saing UMKM Berbasis Inovasi dan Kreativitas (Strategi Penguatan Property Right terhadap Inovasi dan Kreativita. ,Ay J. Bisnis dan Ekon. , 2013. Yunal. AuAnalisis Pengaruh Motivasi Berwirausaha dan Inovasi Produk terhadap Pertumbuhan Usaha Kerajinan di Lombok Barat,Ay J. Agora, 2013. Novitasari and L. Zuraida. AuPengaruh Orientasi Kewirausahaan dan Kompetensi Wirausaha Terhadap Daya Saing (Studi Empiris pada UMKM di DIY),Ay J. Ris. Manaj. Mulyani. AuFaktor-faktor yang Mempengaruhi Kualitas Laporan Keuangan pada UMKM di Kabupaten Kudus,Ay J. Din. Ekon. Bisnis, 2014. Sukirman. AuJiwa Kewirausahaan dan Nilai Kewirausahaan Meningkatkan Kemandirian Usaha Melalui Perilaku Kewirausahaan,Ay J. Ekon. dan Bisnis, 2017. Meutia. AuEntrepreneurial Social Competence and Entrepreneurial Orientation to Build SMEAos Business Network and Business Performance,Ay Int. Soc. Sci. Humanit. , 2013. ISSN: 2797-9210 (Prin. | 2798-2912(Onlin. http://bajangjournal. com/index. php/J-ABDI