Proceedings Series on Physical & Formal Sciences. Volume 5 Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan ISSN: 2808-7046 Analisis Biaya Produksi dan Keuntungan Agroindustri Tahu di Desa Cisadap Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis 1,2,3 Sri Susanti1. Pujiharto2. Dumasari3 Fakultas Pertanian dan Perikanan. Universitas Muhammadiyah Purwokerto ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Kedelai merupakan salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi sumber utama protein, sehingga sebagian besar kebutuhan protein nabati dan minyak nabati dapat dipenuhi dari hasil olahan kedelai serta apabila dilihat dari harganya menjadi sumber protein termurah. Kedelai di Indonesia sebagian besar untuk memenuhi pengolahan tahu, umumnya tahu dijadikan sebagai pengganti protein. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui besarnya biaya produksi dan keuntungan yang didapat oleh pengrajin tahu di Desa Cisadap Kecamatan Ciamis Kabupaten Ciamis. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yaitu dengan mengumpulkan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa biaya produksi yang dikeluarkan pengrajin tahu sebesar Rp1. 834 dan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 1. 166 dalam setiap proses produksi tahu. DOI: 30595/pspfs. Submited: 05 Mei, 2023 Accepted: 21 Mei, 2023 Published: 04 Agustus, 2023 Keywords: This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Agroindustri. Kedelai. Tahu. Biaya Produksi. Keuntungan Corresponding Author: Sri Susanti Universitas Muhammadiyah Purwokerto Jl. KH. Ahmad Dahlan. PO BOX 202 Purwokerto 53182 Email: nci. susanti99@gmail. PENDAHULUAN Pertanian menjadi salah satu sektor yang berperan penting dalam pembangunan nasional di Indonesia (Dumasari, 2. Pertanian memberikan konstribusi penting bagi jaminan bahan pangan, kelayakan hidup, kecukupan pangan dan gizi, memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan ekspor. Agroindustri ialah industri yang dapat mengolah hasil pertanian menjadi produk setengah jadi atau jadi yang mempunyai nilai tambah, selain itu juga dapat membantu memperpanjang umur simpan hasil pertanian dan layak untuk dikonsumsi konsumen (Pratiwi et al. , 2. Kegiatan pertanian industrial atau agroindustri memiliki peran besar dalam Produk Domestik Bruto (PDB). Berdasarkan Badan Pusat Statistik . , pada Tahun 2022 dapat diketahui bahwa sektor industri pengolahan merupakan sektor pangsa terbesar terhadap PDB sebesar 18,34%. Kemudian, sektor pertanian sebagai sektor dengan pangsa terbesar ketiga dalam PDB sebesar 12,40 % setelah sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 12,85 %. Kedelai merupakan salah satu tanaman polong-polongan yang menjadi sumber utama protein, kedelai menjadi salah satu bahan pangan utama setelah padi dan jagung (Andarwulan, 2. Kedelai di Indonesia sekitar 88% untuk memenuhi kebutuhan dalam pengolahan tahu dan tempe kemudian sisanya diolah menjadi susu kedelai, kecap dan tauco (Sorga, 2. Tahu merupakan makanan padat lunak yang dibuat melalui proses pengolahan kedelai dengan cara mengendapkan proteinnya. Tahu memiliki kandungan asam amino yang lengkap dan daya cerna yang tinggi sebesar 85%-98%, sehingga tahu menjadi sumber protein nabati terbaik (Nanda, 2. Berdasarkan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan . , perkembangan rata-rata kedelai impor di tingkat provinsi Jawa Barat selama Tahun 2020 - 2022 menunjukkan Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Kenaikan harga kedelai yang tinggi dan terus melonjak naik berpengaruh pada biaya produksi tahu yang meningkat dan keuntungan yang diperoleh pengrajin. Selain itu, kenaikan harga juga berdampak pada daya beli masyarakat yang berkurang dilihat dari rata-rata konsumsi tahu perkapita di Ciamis pada Tahun 2022 mengalami penurunan dari tahun sebelumnnya. Dari permasalahan yang sudah diuraikan diatas, peneliti melakukan penelitian dengan judul AuAnalisis Nilai Tambah di Desa Cisadap Kecamatan Ciamis Kabupaten CiamisAy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui biaya pokok yang dikeluarkan selama proses produksi agar dapat menentukan harga jual tahu sesuai dengan biaya yang dikeluarkan, sehingga pengrajin tahu dapat mengetahui keuntungan yang diperoleh serta dapat meminimalisir kerugian. METODE PENELITIAN Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian ini dilakukan pada Februari 2022 Ae April 2023 di Desa Cisadap. Kecamatan Ciamis. Kabupaten Ciamis. Pemilihan lokasi penelitian ini dilakukan secara sengaja . dengan pertimbangan bahwa desa tersebut merupakan salah satu sentra produksi agroindustri tahu di Kecamatan Ciamis. Metode Penelitian Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kuantitatif. Deskriptif kuantitatif adalah metode yang digunakan untuk membuat gambaran atau deskriptif tentang suatu keadaan secara objektif yang menggunakan angka dengan cara pengamatan dan penyelidikan langsung ke lapang untuk mendapatkan data ilmiah serta mengetahui permasalahan yang diteliti dengan melakukan wawancara secara langsung dan menggunakan daftar pertanyaan atau kuesioner (Sugiyono, 2. Jenis Data Dalam penelitian ini ada 2 (Du. jenis sumber data yaitu : Data primer merupakan data yang dikumpulkan dari sumber asli atau pertama (Sekaran, 2. Dalam penelitian ini data primer diperoleh dengan melakukan wawancara melalui kusioner kepada pengrajin Data sekunder merupakan data yang mengacu pada informasi yang dikumpulkan dari sumber yang sudah ada (Sekaran, 2. Pengumpulan Data Observasi merupakan metode pengumpulan data untuk mengamati secara langsung keadaan keseluruhan objek yang akan diteliti dan memperoleh data yang diperlukan pada penelitian (Sugiyono. Wawancara merupakan metode pengumpulan data yang melibatkan berbicara melalui tatap muka secara langsung dan menjawab pertanyaan yang diajukan oleh pengumpul data kepada narasumber atau sumber data (Firman, 2. Dokumentasi merupakan catatan peristiwa pada waktu yang lalu, data yang diambil berupa dokumendokumen tertulis, laporan penelitian dan gambar yang berhubungan dengan objek yang diteliti (Sugiyono, 2. Pengambilan Sampel Dalam penelitian ini, metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode probability sampling dengan teknik random sampling . ampel aca. dengan menggunakan pendekatan rumus slovin. Random sampling adalah teknik pengambilan sampel secara acak dari suatu populasi yang ada tanpa memperhatikan kelas dalam populasi tersebut (Sugiyono, 2. Dalam penelitian ini populasi merupakan pengrajin tahu di Desa Cisadap. Kecamatan Ciamis. Kabupaten Ciamis dengan jumlah 117 pengrajin. Dengan itu, untuk menentukan besarnya sampel yang akan diambil dari populasi maka peneliti menggunakan rumus yang dikemukakan oleh Slovin dengan derajat kesalahan sebesar 15% adalah sebagai berikut : Keterangan : n : Jumlah Sampel N : Jumlah populasi e : Batas toleransi kesalahan sebesar 15% atau 0,15 Berikut merupakan perhitungan untuk menentukan sampel penelitian : n = N/ . Ne. n = 117 / . ) n = 32,2 dibulatkan menjadi 32 Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Definisi Operasional Variabel Definisi operasional variabel dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Tahu adalah makanan padat lunak yang dibuat dengan mengendapkan protein dalam kedelai selama proses produksi. Pengrajin tahu adalah produsen yang memproduksi tahu. Satu kali proses produksi adalah waktu yang diperlukan mulai dari pembuatan tahu dan siap Biaya produksi adalah seluruh biaya yang digunakan untuk memproduksi tahu yang dianalisis dalam rupiah per satu kali proses produksi. Biaya dibagi menjadi dua yaitu: Biaya tetap . ixed cos. adalah biaya yang tidak tergantung pada besar kecilnya biaya produksi yang diperoleh. Biaya ini terdiri dari pajak bumi atau bangunan dan penyusutan alat produksi. Biaya variabel . ariable cos. adalah biaya yang besar kecilnya dipengaruhi oleh produksi yang Biaya ini terdiri dari bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Penerimaan adalah produksi total dikalikan dengan harga jual yang dinilai dalam satuan rupiah per satu kali proses produksi. Keuntungan adalah hasil pengurangan dari total penerimaan dengan biaya produksi yang dinilai dalam satuan rupiah dalam satu kali proses produksi. Analisis Data Analisis Biaya Produksi Menurut Soekartawi . , untuk menghitung besarnya biaya total diperoleh dengan penjumlahan biaya tetap dengan biaya variabel, dengan demikian rumus biaya total sebagai berikut Tc = Fc Vc Keterangan : Tc = Total Cost atau total biaya (R. Fc = Fixed Cost atau biaya tetap (Rp/Produks. Vc = Variabel Cost atau biaya variabel (Rp/Produks. Analisis Keuntungan Keuntungan adalah selisih antara penerimaan usaha agroindustri dan semua biaya usaha Dalam perhitungan keuntungan harus mengetahui total penerimaan terlebih dahulu. Menurut Soekartawi . perhitungan penerimaan adalah perkalian antara jumlah produk dengan harga jual dengan rumus sebagai berikut : Tr = P x Q Keterangan : Tr = Penerimaan Total P = Harga Jual Q = Jumlah Produksi Menurut Soekartawi . , keuntungan adalah selisih antara penerimaan dan semua biaya total, dengan rumus sebagai berikut : A = Tr -Tc Keterangan : A = Keuntungan Tr = Total Penerimaan Tc = Total Biaya HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Biaya Produksi Biaya produksi merupakan total biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi yang bertujuan untuk menghasilkan suatu produk yang siap dipasarkan (Suratiyah, 2. Biaya yang diperhitungkan dalam penelitian ini yaitu biaya yang dikeluarkan oleh pengrajin dalam satu kali produksi tahu meliputi biaya tetap dan biaya variabel. Biaya Tetap (Fixed Cos. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Biaya tetap merupakan biaya yang secara tetap dibayar atau dikeluarkan oleh produsen besar tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya produksi dan sifatnya tidak habis dalam satu kali produksi. Berikut rata-rata biaya tetap agroindustri tahu di Desa Cisadap dapat dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Rincian Biaya Tetap Agroindustri Tahu di Desa Cisadap Keterangan Pajak Bumi Bangunan Penyusutan Alat Biaya (R. Persentase (%) 2,31 Mesin Giling 20,36 Mesin Sanyo 2,12 Blower Kipas 2,50 Drum Plastik 1,57 Cetakan 23,20 Tungku 10,20 Wajan 8,03 Ember 11,84 Pisau 0,06 Saringan 9,55 Matadok 8,27 Jumlah Sumber : Data Primer Diolah, 2023 100,00 Berdasarkan data pada Tabel 1, menjelaskan rata-rata biaya tetap yang dikeluarkan oleh pengrajin tahu di Desa Cisadap sebesar Rp8. 285 dalam satu kali produksi. Berikut penjelasan tentang biaya tetap yaitu : Pajak Bumi Bangunan Pajak bumi bangunan yang dikenakan pengrajin tahu dalam satu kali produksi yaitu Rp191 dengan persentase 2,31%. Pajak bumi bangunan ini dibayarkan oleh pengrajin tahu pertahun dengan rata-rata biaya sebesar Rp68. Biaya Penyusutan Alat Biaya penyusutan alat menjadi biaya terbesar dalam biaya tetap yaitu sebesar Rp8. dalam satu kali produksi. Penyusutan alat pengolahan agroindustri tahu meliputi mesin giling, mesin sanyo, blower kipas, drum plastik, cetakan, tungku, wajan, ember, pisau, saringan dan Biaya penyusutan alat tertinggi yaitu cetakan sebesar Rp1. 922 dengan persentase 23,20% dari total biaya tetap. Biaya Variabel (Variable Cos. Biaya variabel yaitu biaya yang dapat berubah karena dipengaruhi oleh besar kecilnya hasil produksi dan sifatnya habis dalam satu kali proses produksi. Biaya variabel pada penelitian ini terdiri dari biaya bahan baku, biaya bahan penolong dan biaya tenaga kerja langsung. Berikut rata-rata biaya variabel agroindustri tahu di Desa Cisadap dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Rincian Biaya Variabel Agroindustri Tahu di Desa Cisadap Keterangan Biaya (R. Persentase (%) Bahan Baku Kedelai 73,96 Bahan Penolong . Kayu Bakar 2,90 Listrik 0,14 Garam 1,50 Cioko 1,00 Plastik 2,10 Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 Keterangan Biaya (R. Persentase (%) . Transportasi 2,84 Produksi 10,04 Pemotongan dan Pengemasan 5,51 100,00 Tenaga Kerja Jumlah Sumber : Data Primer Diolah, 2023 Berdasarkan data pada Tabel 2, dapat diketahui bahwa rata-rata biaya variabel yang dikeluarkan oleh pengrajin tahu di Desa Cisadap sebesar Rp1. 549 dalam satu kali produksi. Berikut penjelasan tentang biaya variabel yaitu: Bahan Baku Bahan baku menjadi faktor utama dalam proses produksi, dalam pengolahan agroindustri tahu bahan baku utama yang digunakan yaitu kedelai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah bahan baku kedelai yang digunakan dalam satu kali proses produksi sebanyak 85 kg dengan rata-rata harga Rp11. 964/Kg. Dengan demikian, ratarata biaya bahan baku kedelai yang dikeluarkan oleh pengrajin tahu di Desa Cisadap sebesar Rp1. 823 dengan persentase 73,96% dari total biaya variabel. Bahan baku kedelai ini diperoleh dari warung dan pedagang pengepul di Desa Cisadap yang menyediakan kedelai. Bahan Penolong Pengolahan agroindustri tahu selain penggunaan bahan baku kedelai juga memerlukan bahan penolong atau bahan penunjang, bahan penolong ini diperlukan untuk kelancaran Bahan penolong yang digunakan dalam satu kali proses produksi agroindustri tahu meliputi bahan bakar, listrik, garam, cioko, plastik dan transportasi. Biaya bahan penolong terbesar yaitu biaya rata-rata kayu bakar sebesar Rp40. 099 dengan persentase 2,90% dan disusul oleh biaya transportasi sebesar Rp39. 188 dengan persentase 2,84% dari total biaya . Tenaga Kerja Tenaga kerja yang digunakan pengrajin tahu di Desa Cisadap dalam satu kali proses produksi rata-rata jumlah tenaga kerja sebanyak 2 orang pada bagian produksi serta 2 orang pada bagian pemotongan dan pengemasan. Biaya upah rata-rata untuk satu orang bagian produksi sebesar Rp85. 469 sehingga rata-rata biaya upah dalam satu kali produksi sebesar Rp138. Kemudian, upah rata-rata untuk satu orang bagian pemotongan dan pengemasan sebesar Rp43. 063 sehingga rata-rata biaya upah dalam satu kali produksi sebesar Rp76. Biaya Total Biaya total merupakan besarnya biaya yang dikeluarkan oleh pengrajin tahu dalam satu kali produksi dengan melakukan penjumlahan biaya tetap dan biaya variabel. Berikut rata-rata biaya total agroindustri tahu di Desa Cisadap dapat dilihat pada Tabel 3. Tabel 3. Biaya Total Agroindustri Tahu di Desa Cisadap Jenis Biaya Jumlah Biaya (R. Persentase (%) Biaya Tetap 0,60 Biaya Variabel 99,40 Jumlah 100,00 Sumber : Data Primer Diolah, 2023 Berdasarkan data pada Tabel 3, dapat diketahui bahwa total biaya pengolahan agroindustri tahu sebesar Rp1. Biaya total terbesar yang digunakan pengrajin tahu berasal dari biaya variabel sebesar Rp1. 549 dengan presentase 99,40%. Sedangkan biaya tetap merupakan biaya terkecil yang dikeluarkan yaitu sebesar Rp8. 285 dengan persentase 0,60% . Hal ini terjadi karena dalam biaya variabel mengeluarkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku utama dan biaya tenaga kerja dalam pengolahan agroindustri tahu dalam satu kali produksi. Analisis Keuntungan Keuntungan merupakan selisih antara penerimaan dan semua biaya yang dikeluarkan dalam satu kali produksi. Oleh karena itu untuk mengetahui jumlah keuntungan menghitung penerimaan Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/index. php/pspfs/issue/view/23 ISSN: 2808-7046 terlebih dahulu. Penerimaan merupakan hasil kali antara total biaya produksi dengan harga jual produksi yang dinyatakan dalam satuan rupiah per satu kali produksi. Berikut total peneriman agroindustri tahu di Desa Cisadap dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Total Penerimaan Agroindustri Tahu di Desa Cisadap Keterangan Rata-Rata Jumlah Produksi (Uni. Harga (Rp/Uni. Jumlah Sumber : Data Primer Diolah, 2023 Berdasarkan data pada Tabel 4, dapat diketahui bahwa rata-rata penerimaan agroindustri tahu dengan jumlah produksi rata-rata sebesar 6. 740 unit tahu dan harga jual Rp500/unit sehingga mendapatkan rata-rata total penerimaan keseluruhan agroindustri tahu sebesar Rp3. 000 dalam satu kali produksi. Keuntungan yang diterima dari usaha pengolahan tahu dalam satu kali proses produksi merupakan hasil perhitungan dari selisih antara penerimaan dengan biaya total. Berikut total keuntungan agroindustri tahu di Desa Cisadap dapat dilihat pada Tabel 5. Tabel 5. Total Keuntungan Agroindustri Tahu di Desa Cisadap Keterangan Rata-Rata (R. Total Penerimaan Total Biaya Jumlah Sumber : Data Primer Diolah, 2023 Berdasarkan data pada Tabel 5, dapat diketahui bahwa rata-rata keuntungan agroindustri tahu dengan pengurangan total penerimaan sebesar Rp3. 000 dan total biaya sebesar Rp1. sehingga mendapatkan rata-rata total keuntungan sebesar Rp1. 166 dalam satu kali produksi. SIMPULAN Simpulan Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, maka diperoleh kesimpulan sebagai Biaya produksi pengolahan tahu rata-rata sebesar Rp1. 834 dalam satu kali produksi. Total biaya produksi ini diperoleh dari penjumlahan biaya tetap sebesar Rp8. 285 dengan biaya variabel sebesar Rp1. Keuntungan yang diperoleh dalam satu kali produksi tahu rata-rata sebesar Rp1. Total keuntungan ini diperoleh dari selisih antara total penerimaan sebesar Rp3. 000 dengan total biaya sebesar Rp1. Saran Berdasarkan hasil penelitian, adapun saran yang ingin disampaikan peniliti sebagai berikut : Pengrajin tahu mengurus izin usaha, agar dapat perlindungan usaha dan pemasaran tahu dapat dilakukan lebih luas. Pengrajin tahu disarankan untuk memiliki buku catatan keuangan, sehingga dapat menghitung mengenai biaya produksi dan keuntungan dengan jelas. Hal ini digunakan untuk pengembangan usaha agroindustri tahu lebih maju lagi. Bagi pemerintah disarankan dapat mengendalikan harga kedelai agar pengrajin dapat berproduksi secara maksimal. DAFTAR PUSTAKA