Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Peningkatan Literasi Syariah: dari Pendidikan Anak Usia Dini Hingga Manajemen Pengelolaan Ekonomi Keluarga Abi Waqqosh1. Endri Dores2. Mawaddah Warahmah3. Nurhasanah4. Milfa Yetty5. Juliani6 1,2,3,4,5,6 Institut Syekh Abdul Halim Hasan Binjai. Indonesia Corresponding Author : abiwaqqosh@insan. Keywords ABSTRACT Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan literasi syariah sejak pendidikan anak usia dini hingga pengelolaan ekonomi keluarga di Kecamatan Wampu. Kabupaten Langkat. Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) dengan partisipasi aktif masyarakat dalam pelatihan dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai dasar ekonomi Islam seperti kejujuran, keadilan, serta larangan riba dalam kehidupan sehari-hari. Pada tingkat pendidikan anak usia dini, nilai-nilai syariah diperkenalkan melalui metode bermain edukatif, sedangkan bagi orang tua difokuskan pada pengelolaan keuangan rumah tangga berbasis halal dan kegiatan kewirausahaan mikro. Program ini juga mendorong terbentuknya kelompok simpan pinjam tanpa bunga dan peningkatan komunikasi keuangan antaranggota keluarga. Secara umum, kegiatan ini berdampak positif dalam membangun kesadaran spiritual, kemandirian ekonomi, serta solidaritas sosial masyarakat desa. Dengan demikian, literasi syariah terbukti menjadi instrumen penting dalam membentuk keluarga Muslim yang berdaya, beretika, dan Literasi Syariah. Pendidikan Anak Usia Dini. Ekonomi Keluarga. Pemberdayaan Masyarakat. Ekonomi Islam PENDAHULUAN Peningkatan literasi syariah merupakan kebutuhan mendesak di tengah perkembangan ekonomi masyarakat modern yang semakin kompleks. Literasi syariah bukan sekadar pemahaman terhadap konsep keuangan Islam, tetapi juga mencakup kemampuan menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam pengelolaan ekonomi keluarga dan pendidikan anak sejak usia dini. Dalam konteks masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, penguatan literasi syariah menjadi bagian penting dari upaya menciptakan masyarakat berkeadilan, beretika, dan mandiri secara finansial (Rohman, 2. Pendidikan anak usia dini (PAUD) berperan besar dalam membentuk karakter dan nilai-nilai dasar kehidupan. Nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja sama, dan berbagi harus ditanamkan sejak dini agar menjadi landasan moral yang kuat. Literasi syariah dapat diperkenalkan melalui Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 309-322 kegiatan sederhana di PAUD seperti bermain peran, bercerita, dan simulasi jual beli yang jujur. Melalui kegiatan ini, anak-anak belajar mengenal konsep halalharam, pentingnya menabung, serta keutamaan bersedekah dengan cara yang menyenangkan (Anindita, 2. Pada saat yang sama, literasi syariah dalam keluarga menjadi faktor penting dalam menciptakan keseimbangan antara kebutuhan material dan Pengelolaan ekonomi keluarga berdasarkan prinsip syariah tidak hanya menekankan pada efisiensi keuangan, tetapi juga pada keberkahan Keluarga dengan tingkat literasi syariah tinggi cenderung menghindari praktik riba, lebih berhati-hati dalam berutang, serta aktif dalam zakat dan Hal ini mencerminkan pengelolaan ekonomi yang tidak hanya rasional tetapi juga moral (Rahayu, 2. Peran orang tua dalam menanamkan literasi syariah pada anak menjadi kunci utama keberhasilan pembelajaran di tingkat keluarga. Orang tua bukan hanya teladan dalam hal perilaku ekonomi, tetapi juga sebagai pendidik pertama yang menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua yang memiliki pemahaman kuat tentang pengelolaan keuangan syariah akan lebih mudah menularkan perilaku positif seperti menabung, tidak boros, serta berbagi rezeki dengan sesama (Farma, 2. Oleh karena itu, pemberdayaan orang tua melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan menjadi sangat penting untuk memperkuat budaya literasi syariah dalam rumah tangga. Dalam konteks ini, sinergi antara lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat menjadi strategi yang efektif dalam memperkuat literasi syariah secara menyeluruh. PAUD dapat berfungsi sebagai lembaga yang memperkenalkan konsep dasar, keluarga menjadi pelaksana nilai-nilai tersebut dalam praktik nyata, dan masyarakat menyediakan lingkungan yang mendukung penerapannya. Upaya kolaboratif ini akan melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara finansial, tetapi juga berpegang teguh pada prinsip moral dan spiritual Islam (Gustiana, 2. Kenyataannya, masih banyak keluarga yang belum memiliki pemahaman yang cukup tentang pentingnya literasi syariah dalam mengelola ekonomi rumah tangga. Rendahnya pengetahuan ini dapat menyebabkan perilaku konsumtif, ketidakseimbangan dalam penggunaan pendapatan, hingga keterjebakan pada praktik keuangan non-syariah. Oleh karena itu, perlu adanya intervensi dalam bentuk program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam menerapkan literasi syariah secara praktis (Novitasari, 2. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 309-322 Program PKM ini menjadi wadah strategis bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi secara nyata terhadap peningkatan kapasitas masyarakat dalam bidang ekonomi Islam. Melalui kegiatan pelatihan, pendampingan, dan edukasi berbasis keluarga, masyarakat akan lebih memahami bagaimana mengelola pendapatan, menabung, berinvestasi, dan berzakat sesuai prinsip syariah. Pendekatan ini tidak hanya bersifat teoritis, melainkan aplikatif, dengan mengedepankan praktik nyata yang bisa diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari (Salsabila, 2. Selain itu, peningkatan literasi syariah sejak usia dini juga dapat berimplikasi jangka panjang terhadap perilaku ekonomi generasi muda. Anakanak yang terbiasa memahami konsep halal, hemat, dan berbagi akan tumbuh menjadi individu dewasa yang memiliki tanggung jawab sosial dan etika finansial yang baik. Dengan demikian, investasi dalam pendidikan literasi syariah sejak PAUD dapat dipandang sebagai investasi sosial dan spiritual jangka panjang bagi kemajuan umat (Anindita, 2. Penanaman literasi syariah juga dapat mendukung ketahanan ekonomi keluarga dalam menghadapi perubahan sosial dan ekonomi global. Keluarga yang paham prinsip syariah akan mampu membuat keputusan ekonomi yang bijak, memprioritaskan kebutuhan dibanding keinginan, serta menghindari risiko finansial yang bertentangan dengan nilai-nilai agama. Dengan cara ini, literasi syariah berperan tidak hanya dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga dalam menciptakan stabilitas ekonomi masyarakat (Rohman, 2. Selain aspek ekonomi, literasi syariah juga memperkuat aspek spiritual Setiap keputusan finansial yang diambil berdasarkan niat dan prinsip syariah bernilai ibadah dan membawa keberkahan. Dengan demikian, keluarga tidak hanya mengejar kesejahteraan materi tetapi juga keberkahan dan ketenangan batin. Pendidikan berbasis syariah yang diterapkan secara konsisten sejak dini dapat menumbuhkan karakter islami yang kuat dan menjadi fondasi bagi peradaban yang berkeadilan (Farma, 2. Melalui kegiatan PKM yang mengintegrasikan pendidikan anak usia dini dan manajemen ekonomi keluarga berbasis syariah, diharapkan masyarakat mampu membangun budaya finansial yang sehat, beretika, dan religius. Upaya ini sejalan dengan visi pembangunan nasional untuk mewujudkan masyarakat sejahtera dan berdaya saing tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai spiritualitas Islam. Dengan demikian, literasi syariah bukan hanya tentang memahami sistem ekonomi Islam, melainkan tentang membangun kesadaran hidup yang selaras antara dunia dan akhirat (Gustiana, 2. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 309-322 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan model Participatory Action Research (PAR) yang dipadukan dengan praktik pengabdian masyarakat, karena tujuan utamanya bukan hanya mendeskripsikan fenomena literasi syariah dalam kehidupan keluarga, tetapi juga memberdayakan masyarakat secara langsung melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan pengelolaan ekonomi keluarga berbasis syariah (Sugiyono, 2. Populasi penelitian adalah masyarakat Kecamatan Wampu. Kabupaten Langkat, yang terdiri dari orang tua peserta didik PAUD, guru PAUD, kader masyarakat, dan tokoh agama dengan jumlah peserta sekitar 55 orang yang dipilih menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kesediaan dan relevansi dengan tujuan kegiatan. Instrumen penelitian meliputi panduan observasi partisipatif, lembar wawancara sederhana, angket pra dan pasca kegiatan, serta modul pelatihan literasi syariah keluarga yang digunakan untuk mengukur pemahaman peserta sebelum dan sesudah kegiatan. Prosedur penelitian dilaksanakan pada Rabu, 6 Agustus 2025, melalui tiga tahap, yaitu persiapan berupa koordinasi dengan pihak desa dan penyusunan materi, pelaksanaan kegiatan yang mencakup ceramah interaktif tentang literasi syariah, simulasi penyusunan anggaran keluarga berbasis syariah, praktik pembelajaran tematik bagi anak usia dini, serta diskusi kelompok, dan tahap evaluasi melalui observasi langsung, wawancara reflektif, serta dokumentasi kegiatan. Analisis data dilakukan dengan analisis tematik, membandingkan hasil observasi, wawancara, dan angket sebelum serta sesudah kegiatan untuk melihat peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta, dengan menjaga validitas data melalui triangulasi sumber dan metode. Meskipun penelitian bersifat kualitatif, digunakan pula evaluasi kuantitatif sederhana dalam bentuk persentase ketercapaian pemahaman peserta, sementara keterbatasan utama penelitian ini terletak pada waktu pelaksanaan yang singkat sehingga pengaruh jangka panjang terhadap perubahan perilaku ekonomi keluarga belum dapat diamati secara HASIL DAN PEMBAHASAN Peningkatan Pemahaman Literasi Syariah Masyarakat Melalui Pelatihan dan Pendampingan Kegiatan pelatihan literasi syariah di memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan pemahaman masyarakat mengenai konsep dasar ekonomi Islam dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum kegiatan dimulai, sebagian besar peserta mengakui bahwa mereka belum Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 309-322 memahami secara mendalam perbedaan antara sistem keuangan konvensional dan syariah. Melalui pendekatan partisipatif yang melibatkan ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan simulasi langsung, peserta mulai memahami nilai-nilai pokok syariah seperti larangan riba, pentingnya kejujuran dalam transaksi, serta tanggung jawab sosial melalui zakat dan sedekah (Rohman. Gambar 1. Penyampaian Materi Literasi Syariah Peserta menunjukkan antusiasme tinggi ketika diberikan contoh konkret tentang bagaimana penerapan prinsip syariah dapat memperbaiki kondisi ekonomi rumah tangga. Misalnya, dalam diskusi mengenai pengelolaan utang, banyak peserta menyadari pentingnya menghindari pinjaman berbunga dan menggantinya dengan skema syariah seperti qardhul hasan atau bagi hasil. Temuan ini menunjukkan bahwa pengetahuan teoretis yang dikombinasikan dengan praktik langsung lebih mudah diterima masyarakat dibandingkan ceramah monolog (Rahayu, 2. Selain itu, kegiatan ini memperlihatkan bahwa pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman lebih efektif dalam membentuk pemahaman dibanding sekadar transfer informasi. Masyarakat merasa lebih percaya diri dalam menerapkan konsep syariah setelah melihat simulasi langsung penyusunan anggaran rumah tangga berdasarkan prinsip halal dan thayyib. Beberapa peserta bahkan mengungkapkan keinginan untuk membuka usaha mikro berbasis syariah setelah memahami prinsip dasar pengelolaan keuangan yang berkeadilan (Anindita, 2. Dampak lain dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran kolektif akan pentingnya mengaitkan aspek spiritual dengan ekonomi. Peserta memahami bahwa setiap keputusan finansial memiliki dimensi moral yang memengaruhi keberkahan rezeki. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan, tetapi juga membentuk kesadaran Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 309-322 etis masyarakat terhadap tanggung jawab ekonomi sesuai ajaran Islam (Salsabila, 2. Interaksi selama kegiatan menunjukkan bahwa kolaborasi antara tim pelaksana, tokoh agama, dan masyarakat memperkuat efektivitas Tokoh masyarakat yang hadir menjadi agen penyebar nilai syariah dalam lingkup sosial yang lebih luas setelah kegiatan selesai. Ini sesuai dengan pandangan bahwa pembelajaran partisipatif yang melibatkan figur berpengaruh akan mempercepat proses internalisasi nilai dalam komunitas (Farma, 2. Dari hasil evaluasi melalui observasi dan wawancara, lebih dari 80% peserta mengalami peningkatan pemahaman dasar tentang prinsip-prinsip literasi syariah. Mereka dapat menjelaskan kembali konsep riba, zakat, sedekah, serta praktik keuangan halal dalam konteks rumah tangga. Capaian ini menunjukkan keberhasilan model pelatihan yang interaktif dan aplikatif dibandingkan metode penyuluhan konvensional (Hasanah, 2. Faktor pendukung utama keberhasilan kegiatan ini adalah keterlibatan aktif peserta, pendekatan komunikatif fasilitator, dan relevansi materi dengan kehidupan nyata masyarakat pedesaan. Sementara faktor penghambat yang ditemukan meliputi keterbatasan waktu pelaksanaan dan rendahnya kemampuan literasi keuangan umum sebagian peserta. Namun, hambatan ini relatif kecil dibanding dampak positif yang dihasilkan secara sosial dan spiritual (Nurlina, 2. Secara umum, kegiatan pelatihan ini berhasil meningkatkan pemahaman peserta tentang literasi syariah baik dari sisi teori maupun praktik. Mereka mampu membedakan antara transaksi halal dan nonhalal, memahami konsep keberkahan dalam ekonomi keluarga, serta menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab finansial. Hasil ini sejalan dengan penelitian terbaru yang menegaskan bahwa pendidikan keuangan berbasis nilai Islam mampu meningkatkan perilaku ekonomi yang etis dan berkelanjutan (Rahmawati. Dampak sosial lain yang tampak setelah kegiatan adalah tumbuhnya inisiatif masyarakat untuk saling berbagi pengalaman dalam menerapkan konsep ekonomi syariah di rumah tangga masing-masing. Beberapa peserta bahkan membentuk kelompok kecil untuk mendiskusikan rencana tabungan bersama yang bebas riba, menunjukkan munculnya kesadaran kolektif baru dalam praktik ekonomi keluarga (Setiawan, 2. Untuk memberikan gambaran lebih konkret mengenai dampak kegiatan terhadap peningkatan literasi syariah masyarakat, disusun Tabel 1 berikut: Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 309-322 Tabel 1. Perbandingan Pemahaman Masyarakat Sebelum dan Sesudah Pelatihan. Sebelum Sesudah Aspek Literasi Peningkatan Kegiatan Kegiatan Keterangan Syariah (%) (%) (%) Peserta memahami bahwa Pemahaman riba adalah praktik yang dilarang dalam Islam dan beralih pada konsep bagi Pemahaman Peserta mulai menerapkan prinsip kejujuran prinsip jujur dalam jual beli dan pinjaman antarwarga. dalam transaksi Meningkatnya kesadaran Pemahaman kepada masyarakat kurang infak, dan sedekah Peserta Penerapan konsep dalam memilih produk halal dan menghindari Kemampuan Masyarakat anggaran rumah keuangan sederhana sesuai tangga syariah prinsip syariah. Terjadi Rata-rata pemahaman dan penerapan nilai syariah. Implementasi Nilai Syariah dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Implementasi nilai-nilai syariah dalam pendidikan anak usia dini menjadi fokus kedua dari kegiatan pengabdian masyarakat ini. Berdasarkan hasil PKM, guru PAUD dan orang tua peserta menyadari pentingnya menanamkan nilai keislaman sejak dini agar anak memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat. Melalui kegiatan pembelajaran tematik, anak diperkenalkan pada nilai kejujuran, tanggung jawab, dan berbagi melalui permainan dan cerita islami yang menyenangkan (Gustiana, 2. Penerapan metode pembelajaran berbasis nilai syariah terbukti efektif dalam menumbuhkan pemahaman anak terhadap konsep sederhana seperti Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 309-322 menabung, membantu sesama, dan menghindari perilaku boros. Guru PAUD menggunakan media permainan seperti Aubank mini syariahAy di mana anak berlatih menyimpan dan mengelola uang dengan jujur. Hal ini sesuai dengan pandangan bahwa pembiasaan perilaku positif sejak dini dapat membentuk karakter keuangan yang sehat di masa depan (Yuliani, 2. Gambar 2. Penyampaian Materi Selain aspek kognitif, pembelajaran literasi syariah di PAUD juga menekankan dimensi afektif dan spiritual. Anak-anak diajak memahami makna berbagi melalui kegiatan sedekah bersama setiap Jumat, serta mengenal nilai kerja keras dengan menanam sayur di kebun sekolah. Kegiatan ini menanamkan makna keberkahan rezeki melalui kerja dan berbagi hasil kepada sesama (Fatimah, 2. Kegiatan pendampingan guru PAUD juga menjadi bagian penting dalam program ini. Para guru diberikan pelatihan singkat tentang cara mengintegrasikan nilai-nilai syariah dalam kurikulum tematik, sehingga mereka mampu mengembangkan kegiatan yang menarik dan sesuai dengan tahap perkembangan anak. Pendekatan ini sejalan dengan prinsip pendidikan Islam yang menekankan keseimbangan antara aspek spiritual, moral, dan intelektual (Rahmadani, 2. Evaluasi menunjukkan bahwa setelah pelatihan, guru dan orang tua lebih memahami peran mereka dalam mengajarkan literasi syariah di rumah dan Mereka mulai menerapkan kebiasaan seperti menabung bersama anak, memberi contoh jujur dalam berbelanja, dan menghindari perilaku konsumtif. Ini memperlihatkan bahwa penguatan sinergi antara PAUD dan keluarga menjadi strategi efektif dalam membangun budaya syariah sejak dini (Amalia. Salah satu inovasi menarik dari kegiatan ini adalah pembuatan AuPojok Literasi Syariah AnakAy di PAUD mitra. Di pojok ini tersedia buku cerita bergambar islami, poster nilai kejujuran, serta permainan edukatif bertema ekonomi syariah. Anak-anak secara tidak langsung belajar melalui pengalaman Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 309-322 bermain yang bermakna. Penerapan pembelajaran berbasis lingkungan ini membantu mereka memahami nilai syariah dalam konteks nyata (Lubis, 2. Hasil observasi menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran anak meningkat setelah kegiatan PKM. Orang tua mulai menyediakan celengan kecil di rumah untuk mengajarkan konsep menabung dan menghindari boros. Mereka juga mendorong anak untuk menyisihkan sebagian uang jajan untuk sedekah. Langkah-langkah kecil ini menunjukkan keberhasilan program dalam menumbuhkan kesadaran keluarga terhadap pendidikan syariah sejak dini (Marlina, 2. Dampak jangka menengah yang diharapkan adalah terbentuknya generasi anak yang memiliki kesadaran spiritual tinggi serta kebiasaan keuangan yang sehat. Pendidikan syariah di usia dini diyakini dapat menjadi benteng moral di tengah tantangan gaya hidup konsumtif modern. Anak-anak yang terbiasa dengan nilai kejujuran dan kesederhanaan akan tumbuh menjadi individu yang bertanggung jawab terhadap diri dan lingkungannya (Ismail. Dengan demikian, kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa literasi syariah tidak hanya dapat diterapkan di kalangan dewasa, tetapi juga sangat relevan untuk pendidikan usia dini. Melalui kolaborasi guru, orang tua, dan masyarakat, nilai-nilai Islam dapat diinternalisasi sejak dini, menciptakan fondasi kuat bagi pembentukan karakter islami yang utuh. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pendidikan karakter nasional yang menekankan pengintegrasian nilai agama dalam seluruh aspek pembelajaran (Syafitri, 2. Secara keseluruhan, implementasi nilai syariah di PAUD melalui kegiatan PKM ini menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan Islam mampu beradaptasi dengan konteks lokal sekaligus memberikan kontribusi terhadap pembentukan budaya ekonomi dan moral yang berkeadilan di tingkat keluarga dan masyarakat. Dampak Program terhadap Penguatan Ekonomi Keluarga Berbasis Syariah Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat di Kecamatan Wampu. Kabupaten Langkat, memberikan dampak signifikan terhadap penguatan ekonomi keluarga berbasis syariah. Hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa peserta mulai memahami prinsip-prinsip dasar ekonomi Islam seperti kejujuran, keadilan, dan larangan riba dalam aktivitas ekonomi Pemahaman ini menjadi fondasi utama untuk membentuk perilaku ekonomi yang lebih etis dan berkelanjutan (Hidayat & Rofiqoh, 2. Selain itu, kegiatan ini mendorong masyarakat untuk melihat pengelolaan ekonomi rumah tangga tidak hanya sebagai upaya mencari keuntungan, tetapi juga Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 309-322 sebagai bentuk ibadah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab spiritual dan sosial. Peserta yang sebelumnya belum mengenal konsep perencanaan ekonomi syariah mulai menerapkan prinsip transparansi dan tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan rumah tangga. Mereka belajar membuat anggaran keluarga sederhana berbasis syariah dengan panduan yang diberikan tim Proses ini memperlihatkan adanya peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengelola pemasukan dan pengeluaran dengan lebih tertib dan sesuai prinsip halal. Kegiatan ini juga menjadi sarana transfer pengetahuan praktis mengenai manajemen keuangan keluarga yang selama ini jarang diajarkan secara langsung di tingkat masyarakat pedesaan (Rachmawati, 2. Gambar 3. Dokumentasi Kegiatan Kegiatan ini juga mengubah pola pikir masyarakat terhadap konsep Mereka memahami bahwa kesejahteraan bukan hanya diukur dari kepemilikan harta, tetapi juga dari keberkahan, ketenangan batin, dan kepedulian sosial. Pandangan ini menggeser paradigma konsumtif ke arah produktif dan berorientasi keberlanjutan. Hal ini sejalan dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah berkontribusi signifikan terhadap perilaku konsumsi yang lebih bijak (Rahmi, 2. Selain itu, beberapa peserta menyatakan bahwa setelah memahami prinsip ekonomi Islam, mereka mulai tertarik untuk berwirausaha secara Sebagian ibu rumah tangga yang sebelumnya hanya menjadi pengelola konsumsi keluarga mulai merencanakan usaha kecil seperti jualan makanan halal atau kerajinan dengan sistem bagi hasil sederhana. Ini membuktikan bahwa literasi syariah juga dapat berperan sebagai pemicu kemandirian ekonomi (Putri, 2. Dampak sosial yang terlihat adalah meningkatnya rasa solidaritas antarwarga dalam mendukung kegiatan ekonomi syariah. Masyarakat saling membantu memasarkan produk lokal dan mulai membentuk kelompok kecil simpan pinjam tanpa bunga. Kegiatan ini mencerminkan internalisasi nilai Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 309-322 tolong-menolong . aAoawu. yang menjadi inti dari ekonomi Islam (Nasution. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman peserta mengenai pengelolaan keuangan keluarga. Lebih dari 75% peserta mulai menerapkan pencatatan keuangan sederhana dan membatasi pengeluaran konsumtif. Mereka juga menunjukkan minat tinggi untuk menabung di lembaga keuangan syariah. Ini memperlihatkan transformasi perilaku finansial menuju arah yang lebih produktif dan beretika (Siregar. Dari sisi spiritual, keluarga peserta melaporkan peningkatan kesadaran dalam menunaikan kewajiban zakat dan sedekah. Mereka memahami bahwa membayar zakat bukan sekadar kewajiban agama, tetapi juga sarana pembersihan harta dan penyokong kesejahteraan sosial. Kesadaran ini membentuk ekosistem ekonomi yang lebih inklusif di tingkat lokal (Amiruddin, 2. Kegiatan ini juga memperkuat komunikasi antara anggota keluarga mengenai keuangan. Suami dan istri mulai mendiskusikan rencana pengeluaran dan tabungan bersama. Pola komunikasi terbuka ini berperan penting dalam menciptakan keharmonisan rumah tangga dan mengurangi konflik keuangan yang kerap menjadi sumber permasalahan keluarga modern (Safitri, 2. Dengan meningkatnya pemahaman, sikap, dan keterampilan masyarakat dalam mengelola keuangan secara syariah, kegiatan ini berhasil mencapai tujuannya sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. Keluarga tidak hanya menjadi lebih stabil secara ekonomi, tetapi juga lebih kuat secara moral dan spiritual. Hasil ini memperkuat pandangan bahwa literasi syariah merupakan fondasi penting bagi pembangunan ekonomi umat yang berkeadilan (Yusuf, 2. Secara keseluruhan, program PKM ini memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat kapasitas keluarga muslim di pedesaan untuk mengelola keuangan dengan bijak dan berkah. Kegiatan serupa perlu terus dilakukan secara berkelanjutan agar perubahan perilaku ekonomi syariah dapat menjadi budaya masyarakat dan menciptakan kesejahteraan yang berlandaskan nilainilai Islam. KESIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertema Peningkatan Literasi Syariah: Dari Pendidikan Anak Usia Dini hingga Manajemen Pengelolaan Ekonomi Keluarga di Kecamatan Wampu. Kabupaten Langkat, telah memberikan Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 5 Nomor 2 Agustus 2025 Page 309-322 dampak nyata terhadap peningkatan pemahaman dan penerapan nilai-nilai syariah dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR), kegiatan ini tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga transformatif karena melibatkan masyarakat secara aktif dalam proses pembelajaran, simulasi, dan praktik penerapan nilai-nilai Islam dalam konteks kehidupan sehari-hari. Pada tataran pendidikan anak usia dini, program ini berhasil menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, serta kesadaran spiritual melalui media pembelajaran tematik berbasis syariah seperti bank mini syariah dan pojok literasi Islami. Sementara itu, bagi kalangan dewasa, terutama ibu rumah tangga dan tokoh masyarakat, kegiatan ini memperkuat kesadaran tentang pentingnya pengelolaan ekonomi keluarga secara halal, adil, dan berorientasi pada keberkahan. Penerapan prinsip syariah dalam perencanaan keuangan rumah tangga, kegiatan kewirausahaan mikro, dan sistem simpan pinjam tanpa bunga menunjukkan terjadinya perubahan perilaku ekonomi yang lebih produktif dan beretika di tingkat komunitas. Secara keseluruhan, kegiatan PKM ini menegaskan bahwa literasi syariah merupakan fondasi penting bagi pembangunan karakter individu dan ketahanan ekonomi keluarga di tengah dinamika sosial modern. Penguatan literasi ini tidak hanya meningkatkan kemampuan masyarakat memahami konsep-konsep ekonomi Islam, tetapi juga mendorong transformasi sosial menuju masyarakat yang berdaya, jujur, dan saling menolong . aAoawu. Meskipun lingkup kegiatan masih terbatas pada wilayah Kecamatan Wampu, keberhasilan pendekatan partisipatif berbasis syariah ini menunjukkan potensi besar untuk direplikasi di wilayah lain dengan karakteristik sosial yang serupa. Diperlukan keberlanjutan program melalui pendampingan lanjutan dan kolaborasi dengan lembaga pendidikan, majelis taklim, serta pemerintah daerah agar nilai-nilai yang telah ditanamkan dapat terus berkembang dan menjadi budaya kolektif masyarakat. Dengan demikian, literasi syariah tidak hanya menjadi wacana moral, tetapi juga instrumen nyata dalam mewujudkan kesejahteraan dan keberlanjutan ekonomi keluarga Muslim di era modern. DAFTAR PUSTAKA