https://journal. id/widyadidaktika JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Desember 2023. PP 6-13 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 ANALISIS WACANA NASKAH DRAMA AuRUWETAy KARYA SUNARDI Anastasia Septianggi Sri Hartanti1*dan Ike Anisa2 SMP N 2 Gatak Sukoharjo, 2PBSD FKIP Universitas Widya Dharma Klaten *E-mail: septianggi19@gmail. Abstrak Naskah Drama yang berjudul AuRuwetAy karya Sunardi. Pd dianalisis dalam kajian wacana gramatikal dan leksikal. Analisis wacana. Aspek gramatikal terdiri dari empat bagian yaitu pengacuan, pelesapan, penyulihan, dan perangkaian. Aspek leksikal adalah hubungan antar unsur yang terdapat dalam wacana. Aspek leksikal terdiri dari enam bagian yaitu repetisi, sinomimi, antonimi, kolokasi, hiponimi. Peneliti tertarik untuk meneliti naskah drama yang berjudul AuRuwetAy karena dalam alur cerita sangat menarik dan adegan yang dituliskan dalam naskah drama yang berjudul AuruwetAy diambil dari kehidupan nyata. Drama ini juga menarik untuk diteliti karena ini merupakan drama yang baru saja dibuat dan akan dipentaskan. Naskah drama berjudul AuRuwetAy jugabanyak mengandung pesan moral. Kata kunci: gramatikal, leksikal, naskah drama ARuwetA Abstract The Drama Script entitled AuRuwetAy by Sunardi. Pd was analyzed in the study of grammatical and lexical discourse. Discourse analysis. The grammatical aspect consists of four parts, namely reference, insertion, duplication, and stringing. The lexical aspect is the relationship between the elements contained in the discourse. The lexical aspect consists of six parts, namely repetition, synonym, antonymy, collocation, and hyponymy. Researchers are interested in researching the drama script entitled "Ruwet" because the storyline is very interesting and the scenes written in the drama script entitled "Ruwet" are taken from real life. This drama is also interesting to research because it is a drama that has just been made and will be staged. The drama script entitled "Ruwet" also contains a lot of moral messages. Keywords: grammatical, lexical, drama script 'Ruwet' https://journal. id/widyadidaktika PENDAHULUAN Wacana adalah satuan Bahasa yang lengkap dinyatakan secara lisan seperti pidato, ceramah, khutbah, dan dialog atau secara tertulis seperti cerpen, novel, buku, surat, naskah drama, dan lain Ae lain yang dilihat dari struktur lahirnya dan batin (Sumarlan, 2003 : . Analisis wacana merupakan kajian tentang fungsi Bahasa atau penggunaan Bahasa sebagai sarana komunikasi. Analisis mengetahui aspek tekstual dan kontekstual Bahasa sebagai sarana komunikasi, baik secara lisan atau secara tertulis. Penelitian penggunaan Bahasa yang terfokus pada naskah secara tekstual dan kontekstual akan menghasilkan pemahaman makna yang lebih dalam. Analisis wacana tekstual terbagi menjadi dua aspek yaitu aspek gramatikal dan aspek leksikal (Chaer. Abdul : 1. Aspek gramatikal wacana adalah analisis yang dilihat dari segi bentuk . dan segi makna atau semantik . Dalam aspek gramatikal terdiri dari empat bagian yaitu Aspek leksikal adalah hubungan antar unsur yang terdapat dalam wacana. Aspek leksikal terdiri dari enam bagian yaitu repetisi, sinomimi, antonimi, kolokasi, hiponimi, ekuvalensi (Destia Meginta. Khaerudin Kurniawan, & Dadang S. Anshori : 2. Dalam menganalisis wacana baik secara tekstual maupun kontekstual, terdapat banyak kajian mengenai wacana dalam bentuk teks Penelitian mengenai wacana dalam bentuk sastra sudah banyak dilakukan. Hal tersebut dikarenakan dalam teks sastra mengandung banyak nilai atau makna Selain itu, sastra juga dijadikan sebagai bagian dari proses pembelajaran. Salah satu sastra yaitu naskah drama yang menjadi bahan penelitian yang akan dibahas pada analisis wacana ini. Drama merupakan jenis sastra yang menggambarkan kehidupan manusia dengan gerak. Naskah drama dibuat JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Desember 2023. PP 6-13 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 sedemikian rupa sehingga nantinya dipentaskan untuk dapat dinikmati Drama adalah sebagai karya sastra untuk dibaca dan sebagai bahan untuk pementasan drama (Pratiwi dan Siswiyanti, 2014 : . Drama merupakan kebudayaan yang melekat erat pada kebudayaan dan kebiasaan yang dilakukan oleh manusia (Waluyo, 2008 : . Drama sebagai salah satu wacana harus mempunyai kesinambungan antar kalimatnya dan memiliki keutuhan struktur. Keutuhan struktur mencakup kohesi, koherensi, dan unsur gramatikal yang ada dalam tulisan. Berdasarkan latar belakang tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan analisis wacana secara tekstual pada sebuah naskah drama AuRuwetAy Karya Sunardi. Pd. Dalam naskah drama yang berjudul AuRuwetAy ini menceritakan tentang seorang anak perempuan yang bernama Sri Asih yang kabur dari rumah karena akan dijodohkan oleh Budhe nya yang bernama Budhe Senik. Kemudian Sri Asih bertemu dengan laki Ae laki yang tidak dikenal di warung Yu Mirah yaitu Supri yang akan berniat jahat yaitu ingin menjual dan memperkosa Sri Asih. Lalu dating yang menolong Sri Asih yaitu seorang juragan kaya yang mempunyai tiga orang istri. Kesalahpahaman muncul pada istri ketiga sang juragan karena istri ketiga juragan berfikir bahwa juragan akan menikah lagi dengan perempuan yang bernama Sri Asih tadi. Dari situlah muncul berbagai permasalahan yang terjadi pada Sri Asih dan diberi nama Ruwet oleh pengarang. Analisis ini dimaksudkan untuk mengetahui kesinambungan dan keutuhan struktur dalam wacana tersebut secara tekstual dengan aspek gramatikal dan aspek leksikal dalam wacana Naskah drama ini menarik karena merupakan naskah drama terbaru yang dibuat oleh Sunardi dan akan di pentaskan. https://journal. id/widyadidaktika METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, artinya data yang dianalisis dan hasilnya berbentuk deskriptif, fenomena yang tidak berupa angka-angka atau koefisien hubungan antara variabel (Edi Subroto, 1992: Dalam penelitian kualitatif ini data yang terkumpul berupa kata-kata bukan angka-angka. Penelitian deskriptif yaitu suatu penelitian yang semata-mata hanya berdasarkan fakta-fakta yang ada atau fenomena yang secara empiris hidup dalam penutur-penuturnya (Sudaryanto, 1993: Data dalam penelitian ini berupa data lisan sebagai data sekunder dan data tulis sebagai data Data lisan sebagai data sekunder atau sebagai data pendukung yaitu berupa tuturantuturan yang digunakan oleh para pemain dalam pementasan drama ARuwetA karya Sunardi yang telah direkam dalam CD. Data tulis sebagai data primer atau data utama yang akan dijadikan objek penelitian yaitu berupa wacana naskah drama berbahasa Jawa ARuwetA karya Sunardi yang di dalamnya terdapat penanda kohesi gramatikal, kohesi leksikal, koherensi. Sumber data dalam penelitian ini adalah sumber data lisan dan sumber data tulis. Sumber data lisan sebagai data pelengkap adalah CD pementasan drama ARuwetA karya Sunardi. Dalam menggunakan metode simak. Metode simak metode pengumpulan data dengan menyimak penggunaan bahasa (Sudaryanto, 1993: . Menyimak dapat diartikan dengan memperhatikan dan mengamati penggunaan bahasa, dalam hal ini penulis menyimak wacana yang mengandung bentuk kohesi dan koherensi dalam wacana naskah drama ARuwetA karya Sunardi. Teknik dasarnya adalah teknik simak dan teknik lanjutannya adalah teknik rekam dan teknik cacat. Adapun metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode distribusional dan metode padan. Metode JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Desember 2023. PP 6-13 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 distribusional dengan teknik dasar bagi unsur langsung (BUL), dilanjutkan dengan teknik lesap dan juga dengan menggunakan teknik Teknik dasar yang dipakai adalah teknik bagi unsur langsung (BUL). Teknik lanjutan yang digunakan adalah teknik lesap dan teknik Metode padan adalah metode analisis data yang penentuan diluar, terlepas dan tidak menjadi bagian yang bersangkutan (Sudaryanto, 1993: . Metode ini dipergunakan untuk menganalisis koherensi, konteks dan kekhasan naskah drama ARuwetA karya Sunardi. Metode penyajian hasil analisis data menggunakan metode deskriptif, formal, dan infomal. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Aspek Gramatikal Aspek gramatikal wacana adalah analisis yang dilihat dari segi bentuk . dan segi makna atau semantik . Dalam aspek gramatikal terdiri dari empat bagian yaitu pengacuan . , pelesapan . , penyulihan . , dan perangkaian . Pengacuan Merupakan salah satu jenis aspek gramatikal yang berupa satuan lingual tertentu yang mengacu pada satuan lingual lain yang mendahului atau mengitunya (Sumarlan 2003 : Pengacuan persona Pengacuan persona itu dibagi menjadi tiga yaitu pengacuan persona pertama, kedua dan ketiga baik tunggal maupun jamak. Hasil temuan data pengacuan persona sebagai berikut. Data . Mirah : Aualhamdulilah mendunge sumilak, wiis rasah udan wae anggere udan wah wis bubruk daganganku. Muga Ae muga Gusti Allah mirengke suaraku. Hi A hi A hi A kabeh dha ngelak, luwe, njur dha jajan rene. Wiih laris A laris manis tanjung kimpul, makanan habis uang kumpul. https://journal. id/widyadidaktika Mirah : . lhamdulillah mendungnya sudah hilang, dah ga usah hujan saja, kalua hujan bisa Ae bias rusak semua Semoga Tuhan mendengarkan suaraku. Hi A hi A hi A semua pada haus, laper terus beli Wiih laris A laris A manis tanjung kimpul, makanan habis uang Data . Sri Asih : Audhuh Gusti, apa iki sing jenenge garising urip. Apa aku kudu nglakoni apa sing ora tak senengi. Bapak A simbok ngapa penjenengan ndhisiki seda, ninggal aku sik duurng ngerti kahananing Donya. Aku kudu piye ? aku isih kepingin bebas, golek ilmu, golek kabsan tak nggo sangu urip. Nanging sak iki aku dipeksa rabi, karo Priya sing ora dadi angen Ae angenku. SimbokAAy Sri Asih : (Ya Tuhan, apa ini yang dinamakan Apa aku harus melakukan sesuatu yang tidak aku sukai. Bapak ibu kenapa kaliyan meninggalkan ku yang belum tau keadaan dunia. Aku harus bagaimana? Aku masih ingin bebas, mencari ilmu, mencari keahlian yang bisa untuk bekal hidup. Tetapi sekarng aku dipaksa menikah dengan lelaki yang tidak aku inginkan. IbuA) Data . Narasi : AuKELUARNYA TRINGSING DAN SENIK. BERSAMAAN MASUKNYA SUPRI PANGGUNGAy Data . merupakan pengacuan pronomina I tunggal bentuk terikat. Bentuk pengacuan persona I tunggal bentuk terikat ku ini mengacu pada Mirah sebagai penutur. Kata ku merupakan jenis kohesi gramatikal pengacuan endofora karen acuannya berada dalam teks yang bersifat kataforis karena acuannya berada di lekat kanan. Data . merupakan pengacuan pronomina II tunggal bentuk bebas. Bentuk terikat kanan dalam kata panjenengan yang mengacu pada Bapak dan Simbok penutur. Kata panjenengan merupakan jenis kohesi gramatikal endofora karena acuannya berada dalam teks yang bersifat eksoforis karena berada pada lekat kiri. Data . merupakan pengacuan pronomina i tunggal bentuk terikat. Bentuk pengacuan JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Desember 2023. PP 6-13 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 persona i tunggal bentuk terikat nya ini mengacu pada Tringsing dan Senik, dan juga Supri yang akan keluar dari panggung. Pengacuan demonstratif Keempat demonstrative waktu maupun tempat memiliki ciri khas tersendiri. Data . Sri Asih : Auinggih nyuwun ngapunten mbak, ngrepoti penjenengan. Ning kula mboten tiyang colong jupuk kok Ndilalah mawon kula keblasuk tekan mrikiAy Sri Asih : . ya maaf ya mbak, malah merepotkan Tapi saya bukan seorang pencuri mbak. Kebetulan saya tersesat sampai disin. Data . Prenjak : Auo A wis ya Yu tak golekane neng etan kono A. Ay Prenjak : oA. Yaudah ya Bu, tak cari dulu di Data . Mirah : AuEnggih pak dhik Asih niki griyane Galwangi mrika. Niki lagi judheg, dipeksa kalih mbokdhene kon rabi, malah kepethukan cah nika wau, jare arep nggolekke gaweyan kok malah memperkosa A. Wah A. Jan!!Ay Mirah : . ya pak, dhik Asih ini rumahnya di Galwangi sana. Ini lagi pusing dipaksa menikah lalu bertemu dengan orang tadi, katanya mau mencarikan pekerjaan tetapi malah mau diperkosa A wahA ja. Data . Sri Asih : Audhuh Gusti, apa iki sing jenenge garising urip. Apa aku kudu nglakoni apa sing ora tak senengi. Bapak A simbok ngapa penjenengan ndhisiki seda, ninggal aku sik duurng ngerti kahananing Donya. Aku kudu piye ? aku isih kepingin bebas, golek ilmu, golek kabsan tak nggo sangu urip. Nanging sak iki aku dipeksa rabi, karo Priya sing ora dadi angen Ae angenku. SimbokAAy Sri Asih : Ya Tuhan, apa ini yang dinamakan Apa aku harus melakukan sesuatu yang tidak aku sukai. Bapak ibu kenapa kaliyan meninggalkan ku yang belum tau keadaan dunia. Aku https://journal. id/widyadidaktika harus bagaimana? Aku masih ingin bebas, mencari ilmu, mencari keahlian yang bisa untuk bekal hidup. Tetapi sekarng aku dipaksa menikah dengan lelaki yang tidak aku inginkan. IbuA) Data . Sri Asih :Ay kula rumangsa tesih alit kok mbak. Tesih kepengin sinau, lan ajar keprigelan, kangge sangu mbenjang . Ay Sri Asih : Saya merasa masih kecil mbak. Masih pengen belajar dan berlatih kemampuan untuk bekal nanti. Data penggunaan pengacuan demonstrative tempat yang dekat dengan P yang ditandai dengan penggunaan kata mriki . Data . menunjukkan adanya penggunaan pengacuan demonstrative tempat yang agak dekat dengan P yang ditandai dengan penggunaan kata kono . Data . menunjukkan adanya penggunaan pengacuan demonstrative tempat yang netral karena menunjukkan suatu tempat yaitu Galwangi. Data . menunjukkan adanya penggunaan pengacuan demonstrative waktu kini karena ditandai dengan penggunaan kata sakiki . Data . menunjukkan adanya penggunaan pengacuan demonstrative waktu yang akan datang karena ditandai dengan penggunaan kata mbenjang . Pengacuan komparatif Pengacuan membandingkan dua hal atau lebih yang mempunyai kemiripan / kesaman dari segi bentuk/wujud, sikap, sifat, watak, perilaku. Berikut kutipan naskah drama Ruwet yang terdapat unsur pengacuan komparatif: Data . Mirah Aynggih welehAsombonge. njamakAhuAupama ora dadi bojon akuAhuhAkemayune ora jamak. Ay Data . Tlingsing : AuwooAya bener apa sing mbok omongke kok Yu Senik. Bocahe yam anis, anteng sopan. Patut yen dadi mantuku iki. Ay Penyulihan Penyulihan dibedakan menjadi empat jenis JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Desember 2023. PP 6-13 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 Subtitusi nominal Subtitusi verbal Subtitusi frasa Subtitusi klausa Berikut kutipan data dalam naskah drama Ruwet Data . Supri : Aulho piye to ? wong kok ora kepngin sugih, kepenak, terhormat. Kecukupan Aneh koe ki AAy Supri : lho gimana sih ? orang kok tidak pingin kaya, enak hidupnya, terhormat, dan serba kecukupan. Aneh kamu itu. Data . Senik : AuE A e A e A jebul neng kene to digoleki muyeng nganti mumetke Asiih!! Ngapa koe ki neng kene ?Ay Senik : EAeAeA ternyata disini, dicariin kesana kemari muter muter sampai puyeng kepala. Asiih ! sedang apa kamu disini ? Data . Senik : Autugase wong wedok ki neng pawon ! anggere pinter masak, macak, manak, wis A rasah neko Ae nekoA!Ay Senik : tugasnya seorang wanita itu di dapur ! kalua sudah pintar memasak, dandan, dan memiliki anak, sudah tidak usah macam Ae macam ! Data . terdapat penyulihan nomina yang disampaikan Supri AusugihAy . AukecukupanAy dan AuterhormatAy. AukepenakAy . idup ena. Pada kutipan tersebut terjadi pergantian dari sugih menjadi kecukupan dan terhormat menjadi Data . terdapat penyulihan verba yang disampaikan Senik AumuyengAy . uter mute. AumumetkeAy . Pada kutipan tersebut terjadi pergantian dari muyeng menjadi Data . terdapat penyulihan klausa yang disampaikan Senik Autugase wong wedok ki neng pawon!Ay . ugas seorang wanita itu di dapu. Auanggere pinter masakAy . ika pintar memasa. Pada kutipan tersebut terjadi pergantian dari tugase wong wedok nang pawon menjadi pinter Pelesapan Di dalam analisis wacana unsur yang dilesapkan ditandai dengan konstituen nol atau zero, pada tempat terjadinya pelesapan unsur Data . https://journal. id/widyadidaktika Mirah Mirah : AuNgene lo masA Asih niki lunga saka omahe ,mbokdhene, merga ajeng Kepingine arep nyambut gawe utawa sekolah riyin, mumpung isih enom. Ay : gini lo mas. Asih ini pergi dari rumah budhe nya karena kan dinikahkan. Dia menginginkan kerja dulu atau lanjut sekolah dulu, karena masih muda Data . Narasi : SENIK DAN TRINGSING MASUK PANGGUNG. AGAK KAGET MELIHAT ASIH DUDUK MEMBELAKANGINYA. Data . Narasi : SARWEKA DAN GIMIN MASUK PANGGUNG LANGSUNG MELERAI DAN MENENDANG SUPRI HINGGA LARI. Perangkaian Perangkaian atau konjungsi merupakan salah satu jenis kohesi gramatikal yang ditandai dengan adanya hubungan antara unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam sebuah wacana. Unsur yang dirangkai dapat berupa satuan lingual kata, frasa, klausa, maupun klaimat. Berikut kutipan dari naskah drama Ruwet yang terdapat unsur perangkaian atau konjungsi. Data . Sri Asih : Aukula Sri Asih mbak. Nderek Senik Griyane Galwangi mrika. Kula tekan mriki wau merga bingung ajeng tenpundi, merga kula ajeng dirabekke kaliyan putrane kancane mbokdhe sing jarene sugihAy Sri Asih : saya Sri Asih mbak, ikut budhe Senik yang rumahnya Galwangi sana. Saya sampai sini tadi karena bingung mau kemana, karena saya akan dinikahkan dengan anaknya teman dari budhe saya yang katanya kaya. Data . Prenjak : AuYu Mirah. Papi Sar karo Gimin mau lewat kene ?Ay Prenjak : Bu Mirah. Papi Sar dengan Gimin tadi lewat sini ? Data . Supri : AuHeehA!! WihhA mesakke temen, cah ayu Ae ayu kaya ngono kok ditinggal mati . Njur, saiki karo sapa?Ay Supri : heehhA!! WihA kasihan sekali, perempuan cantic seperti itu kok JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Desember 2023. PP 6-13 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 malah sudah ditinggal mati, lalu sekarang dengan siapa? Aspek Leksikal Repetisi Repetisi adalah pengulangan satuan lingual berupa bunyi, suku kata, kata atau bagian kalimat yang dianggap penting untuk memberi tekanan dalam sebuah konteks yang sesuai. Berikut kutipan dari naskah drama Ruwet yang terdapat Repetisi. Data . Mirah : Au alhamdulilah mendunge sumilak, wiis rasah udan wae anggere udan wah wis bubruk daganganku. Muga Ae muga Gusti Allah mirengke suaraku. Hi A hi A hi A kabeh dha ngelak, luwe, njur dha jajan rene. Wiih laris A laris manis tanjung kimpul, makanan habis uang kumpul. Mirah : Alhamdulillah mendungnya sudah hilang, dah ga usah hujan saja, kalua hujan bisa Ae bias rusak semua Semoga Tuhan mendengarkan suaraku. Hi A hi A hi A semua pada haus, laper terus beli Wiih laris A laris A manis tanjung kimpul, makanan habis uang Data . Mirah : Autul AtulungA!!! Niku nikuAtulungA ajeng diprerkosa nikuAmesakkeAmesakkeA!!!Ay Mirah : uAtulungA. !!! Itu ituAtolongA. Mau ituA. kasihanAkasiha. Sinomimi Sinomimi dapat diartikan sebagai nama lain untuk benda ayau hal yang sama atau ungkapan yang maknanya kurang lebih sama dengan ungkapan lain. Berikut kutipan data dari naskah drama Ruwet yang terdapat Sinomimi. Data . Supri : Aulho piye to ? wong kok ora kepngin sugih, kepenak, terhormat. Kecukupan Aneh koe ki AAy Supri : lha gimana sih ? jadi wanita kok tidak ingin kaya, hidup enak, terhormat, dan serba kecukupan Aneh kamu ituA Data . Supri : AuLhaAniki mbak. Niku A manusia yang asusila. Berani tidak sesnonoh https://journal. id/widyadidaktika didepan umum, itu sudah melanggar Tangkap saja mbak, bawa ke kepolisian, ben kapokA!Ay Data . Supri : AuwalaahAniku nyelaki mbak, mukiirAtangkap mawon! Niku wau ajeng memperkosa wong wedok nikaAy Supri : walahA itu berbohong mbak. Mencari alasan tangkap saja ! itu tadi mau memperkosa wanita itu. Antonimi . Antonimi dapat diartikan sebagai nama lain untuk benda atau hal yang lain atau satuan lingual yang maknanya berlawanan atau beroposisi dengan satuan lingual yang lain. Data . Senik : AuEmpunAmangkih gampil. Kula sing ngatasi niku. Ndhuk Asih,ayo mulih ! Pakdhe mu sing nggolekki ndak tekan ngendi Ae endi, mesakke Awis tuwaAndak keselAAy Data . Sri Asih : Aunggih mengkih Mbokdhe, kula tak mantuk piyambakAy Sri Asih : iya nanti budhe, saya akan pulang sendiri. Data . Mirah : AuweehAlha kok mejanani temen to iki A ora dhik, jane ana apa ta? Ora papa, omonga aku. ngelak ya kowe? Ayo rene. ! nyoh iki diombe sik! WiisAtenangna pikirmuAsaiki ngomonga sing bares, engko tak ewangi mikirAAy Mirah : weehhAlha aneh sekaliAtidak dhik, sebenarnya ada apa ? tidak apa Ae apa bilang saja dengan saya. Haus ya kamu? Sini . ! ini diminum dulu! Sudah A sekarang bilang saja nanti saya bantu pikirkan. Kolokasi Asosiasi tertentu dalam menggunakan pilihan Data . Supri : Auiki perusahaan kecantikan, mapane ing Jakarta. Penak gaweyanmu Dhik, mung kon lungguh. Yen ana tamu utawa pelanggan sing rawuh, njur dicedhaki lan nari apa butuhe. Wis JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Desember 2023. PP 6-13 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 Supri pokok epenak lah A kaya resepsionis kae lhoAAy : Ini perusahaan kecantikan, tempatnya di Jakarta. Enak kerjaanmu nanti dhik, cuman duduk. Kalua ada tamu atau pelanggan yang dating lalu didekati dan ditanya apa yang dibutuhkan. Pokoknya enak lah, seperti resepsionis itu lo. Data . Sarweka : AuwiissAmenenga wae sikA!! Ngene wae dhik kowe bisa njahit? aku iki duwe perusahaan garmen, yaa ora gedhe Ae gedhe, ning cukup yen dingo nguripi 15 karyawan. Takono karo Yu Mirah kuwi yen aku ngapusi . ! lha yen gelem melu aku, kowe isoh tak appanke nggon produksi. Ning gajine pisanan ya dhuwur Ae dhuwur sik. !Ay Sarweka : sudah, diam dulu. !! gini aja dhik kamu bisa menjahit? Aku ini punya perusahaan Garmen, iya tidak terlalu besar besar banget, tetapi cukup untuk menggaji 15 karyawan. Tanya saja Mirah ! kalua mau nanti ikut dengan saya, kamu bisa saya tempatkan dibagian produksi. Tapi gaji awal tidak bisa besar Ae besar dulu! Hiponimi Kata Ae kata yang maknanya merupakan bagian dari makna kata yang lain. Kata yang mencakupi beberapa kata yang berhiponim itu AuHIPERNIMAy AuSUPERORDINATAy. Ekuivalensi Kesepadanan paradigma sejumlah kata hasil proses afiksasi dengan morfem asal yang sama. Pembahasan Analisis wacana pada naskah drama ARuwetA karya Sunardi dikaji dari dua aspek yaitu aspek gramatikal dan aspek leksikal. Aspek gramatikal pada naskah drama ARuwetA karya Sunardi ditemukan 19 data, dengan didominasi pada aspek pengacuan sebanyak 10 data. Adapun klasifikasi aspek gramatikal pada naskah drama ARuwetA karya Sunardi sebagai berikut. https://journal. id/widyadidaktika Tabel 1. Hasil Analisis Aspek Gramatikal Naskah Drama Ruwet Aspek Gramatikal Pengacuan Subtitusi Elipsis Konjungsi Jumlah Jumlah data 10 data 3 data 3 data 3 data 19 data Aspek leksikal pada naskah drama ARuwetA karya Sunardi ditemukan 10 data. Yang didominasi oleh aspek sinonimi 3 data dan aspek antonimi 3 data. Namun aspek hiponimi dan aspek ekuivalensi tidak ditemukan dalam naskah drama ARuwetA karya Sunardi. Adapun klasifikasi aspek leksikal pada naskah drama ARuwetA karya Sunardi dapat diamati pada table 2 sebagai berikut. Tabel 2. Hasil Analisis Aspek Leksikal Naskah Drama Ruwet Aspek Leksikal Repetisi Sinonimi Kolokasi Antonimi Jumlah Jumlah data yang ditemukan 2 data 3 data 2 data 3 data 10 data JURNAL ILMIAH KEPENDIDIKAN JWD Vol. No. Desember 2023. PP 6-13 E-ISSN 2962-4282. P-ISSN 2963-4806 DAFTAR PUSTAKA