JURNAL MASTER PENJAS & OLAHRAGA Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Pengaruh Interval Training Terhadap VO2 Max Atlet Bola Basket IKIP PGRI Pontianak 1Mohammad Sabransyah, 2Asmutiar, 3Rovi Pahliwandari 1,2,3IKIP PGRI Pontianak. Pontianak. Kalimantan Barat. Indonesia pjkr@gmail. com, 2asmu_tiar@yahoo. com, 3rovipahliwandari@gmail. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Inerval Training terhadap VO2Max atlet Bola basket di IKIP PGRI Pontianak. Metode penelitian menggunkan metode eksperimen. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh anggota tim Bola Basket IKIP PGRI Pontianak yang berjumlah 18 Orang. Teknik sampling pada penelitian ini menggunakan total sampling, maka untuk sampel penelitian ini adalah seluruh populasi, yaitu seluruh anggota tim Bola Basket IKIP PGRI Pontianak yang berjumlah 18 Orang. Instrumen yang digunakan untuk pengambilan data penelitian adalah dengan menggunakan Bleep test. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh latihan Interval Training terhadap Vo2max atlet Bola basket IKIP PGRI Pontianak. Saran untuk para pelatih agar dapat menerapkan proses latihan yang tidak keluar dari prinsip-prinsip latihan, dan bagi para peneliti selanjutnya diharapkan untuk meneliti dengan program latihan yang lain. Kata Kunci: Interval Training. VO2Max. Bola Basket ABSTRAC The game of basketball and volleyball has a pattern of motion and use of almost the same body parts from both techniques. But it is not yet known which shoulder strength and leg strength of the two sports branches have high strength to do the jumping, smass and shooting techniques. This research is to find out whether or not there is a comparison of the shoulder and limb strength of basketball and volleyball players. Causal Comparative . ausal comparative researc. Push and pull test results for basketball and volleyball players, the calculated t value is -0. 187 round the value and compare it with the t table. T value . 55,9 Luar Biasa 51 Ae 55,9 Sangat Baik 45,2 Ae 50,9 Baik 38,4 Ae 45,1 Rata-Rata 35,0 - 38,3 Kurang < 35,0 Sangat Kurang Jumlah Gambar 3. Diagram Hasil Tes Awal Jurnal Master Penjas & Olahraga Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Mohammad Sabransyah. Asmutiar. Rovi Pahliwandari Tabel 2. Deskripsi Hasil Tes Awal (Beep Tes. No. Rentang Skor Frekuensi Kategori >55,9 Luar Biasa 51 Ae 55,9 Sangat Baik 45,2 Ae 50,9 Baik 38,4 Ae 45,1 Rata-Rata 35,0 - 38,3 Kurang < 35,0 Sangat Kurang Jumlah Chart Title Gambar 4. Diagram Hasil Tes Akhir Berdasarkan pada data table dan diagram tes awal dan tes akhir secara visualisasi dapat kita lihat adanya perbedaan, dimana pada tes awal terlihat masih terdapat pemain yang memiliki VO2Max yang berada di level sangat kurang dan kurang, sedangkan pada tes akhir atau setelah diberi perlakuan berupa latihan interval terlihat sudah tidak ada lagi pemain yang berada di level sangat kurang maupun kurang. Hal ini dapat dibuktikan dengan perolehan nilai rata-rata dan simpangan baku dari masing-masing periode tes tersebut yang penulis tuliskan pada table 3 berikut ini: Tabel 3. Hasil Rata-Rata dan Simpangan Baku (Beep Tes. Periode Tes Tes Awal Tes Akhir Rata-Rata 37,31 46,92 Simpangan Baku 5,69 4,10 Dari hasil table tersebut, dapat dilihat bahwa nilai rata-rata pada tes awal mendapat skor 37,31 dengan simpangan baku 5,69, sedangkan nilai rata-rata pada tes akhir mendapat skor 46,92 dengan simpangan baku sebesar 4,10. Setelah menghitung nilai rata-rata dan simpangan Jurnal Master Penjas & Olahraga Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Mohammad Sabransyah. Asmutiar. Rovi Pahliwandari baku pada setiap periode tes, maka selanjutnya adalah melakukan pengujian persyaratan analisis yang akan penulis paparkan pada bagian selanjutnya. Pengujian Persyaratan Analisis Uji Normalitas Uji normalitas dimaksudkan untuk mengetahui apakah variable-variabel dalam penelitian mempunyai sebaran distribusi normal atau tidak. Penghitungan uji normalitas ini menggunakan rumus Kolmogorov Smirnov, dengan pengolahan menggunakan bantuan program SPSS 20. Berikut hasil pengujiannya dapat dilihat pada tabel 4 di bawah ini: Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Periode Tes Tes Awal Tes Akhir Asymp. Sig Sig. Kesimpulan Normal Normal Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai Asymp. Sig dari masing-masing periode tes yaitu 0,213 pada tes awal dan 0,268 pada tes akhir lebih besar dari 0,05. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa kedua data tersebut berdistribusi normal. Uji Homogenitas Setelah melakukan pengujian normalitas, selanjutnya melakukan pengujian homogenitas menggunakan pendekatan leavenAos test pada program SPSS 20, dan di dapat data sebagai berikut: Tabel 5. Hasil Uji Normalitas Kelompok Tes Tes Awal Tes Akhir LeavenAos Test Sig. Kesimpulan Homogen Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai leavenAos test dari kedua kelompok tersebut adalah 0,195 lebih besar dari 0,05. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa data memiliki varians yang sama atau populasinya homogen. Pengujian Hipotesis Tahap selanjutnya adalah melakukan pengujian hipotesis dengan menggunakan pendekatan statistika uji-t beda. Hasilnya dapat dilihat pada tabel 6 berikut ini: Tabel 6. Hasil Pengujian Hipotesis Tes Tes Awal Tes Akhir 37,31 46,92 X (Bed. S (Bed. T hitung T tabel . ,975:. Kesimpulan 9,61 4,72 6,87 2,11 Signifikan Jurnal Master Penjas & Olahraga Volume 1 iC Nomor 1 iC April 2020 Mohammad Sabransyah. Asmutiar. Rovi Pahliwandari Berdasarkan pada tabel di atas, dapat diketahui bahwa nilai t hitung 6,87 > 2,11 pada t tabel dimana pada taraf signifikansi 0,975 dk = 17. Dengan begitu dapat disimpulkan bahwa latihan interval memiliki pengaruh yang signifikan terhadap VO2Max atlet bola basket. Latihan interval terbukti memiliki peranan besar dalam meningkatkan VO2Max seseorang, tapi dengan ketentuan latihan yang diberikan harus sesuai dengan prinsip-prinsip latihan, dengan juga memperhatikan karakteristik dari para atletnya. Proses peningkatan kemampuan VO2Max secara khusus hanya dapat ditingkatkan dengan latihan yang baik. Proses latihan dengan peningkatan beban latihan dari setiap sesi latihan akan membantu seseorang untuk meningkatkan kemampuannya secara maksimal. Akan tetapi, sebaliknya apabila proses latihan yang diberikan tidak melaksanakan prinsip latihan yang baik maka hasil latihan juga akan kurang memuaskan (Syaifudin, 2. Pemilihan metode latihan yang tepat dengan dosis yang sesuai akan memberikan dampak efektif terhadap hasil yang ingin dicapai. Seperti halnya latihan interval training efektif digunakan untuk meningkatkan VO2Max. Bentuk latihan yang sesuai dengan prinsip-prinsip latihan serta takaran yang ada diharapkan dapat memberikan hasil yang maksimal, sehingga tujuan dari program tersebut tercapai (Suharjana, 2. KESIMPULAN Dari hasil penelitian yang telah dilakukan dengan proses pengolahan dan analisis data, maka dalam hal ini penulis menyimpulkan bahwa interval training memberikan pengaruh yang signifikan terhadap VO2Max para pemain bola basket IKIP PGRI Pontianak. Maka dari itu, penulis juga memberikan beberapa masukan khususnya kepada para pelatih bola basket, bahwa dengan latihan interval dapat meningkatkan daya tahan para atlet, namun kiranya tipe-tipe latihan harus lebih variatif guna mencegah kejenuhan bagi atlet, serta kepada para peneliti selanjutnya yang ingin meneliti pada topik yang sama, alahkah lebih baiknya dapat melakukannya dengan tipe-tipe latihan interval yang berbeda sehingga lebih spesifik pada setiap cabang olahraga. DAFTAR PUSTAKA