Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika. Vol. No. Des. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika e-ISSN: 2621-8135 Terakreditasi No: 79/E/KPT/2023 (Sinta . http://w. stt-tawangmangu. id/e-journal/index. php/fidei p-ISSN: 2621-8151 Vol. 8 No. 2 (Des. hlm: 200-220 DOI: https://doi. org/ 10. 34081/fidei. Diterbitkan Oleh: Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu Hubungan Dukungan Iman Orang Tua dan Dukungan Iman Pembina Remaja Terhadap Spiritualitas Remaja Sara Kurnia Kristi,. * Junianawaty Suhendra2 1,. Sekolah Tinggi Teologi SAAT Malang. Indonesia *) Email: saraadja@gmail. Diterima: 27 Feb. Direvisi: 02 Juli 2025 Disetujui: 04 Juli 2025 Abstract Faith support plays an important role in shaping adolescent spirituality. Adolescents who receive simultaneous faith support from parents and youth mentors tend to have higher levels of spirituality. This study aims to determine the relationship between parental faith support and youth mentors' faith support on adolescent spirituality. This study uses a quantitative method with data collection techniques through distributing questionnaires. The subjects of the study consisted of 120 adolescents aged 15Ae25 years who were active in the Jakarta Christian Church. The sampling technique used purposive sampling, while data analysis was carried out using the Pearson Product Moment correlation test. The results of the study showed a significant relationship between parental faith support and youth mentors' faith support on adolescent spirituality. The faith support provided synergistically by both parties showed a significant positive correlation with the development of adolescent spirituality. These findings provide an important contribution to adolescent development, by emphasizing the need for collaboration between youth mentors in the church and parents in supporting optimal adolescent spiritual growth. Keywords: Parental Faith Support. Youth Mentor Faith Support. Youth Spirituality. Youth Mentoring. Abstrak Dukungan iman memiliki peran penting dalam membentuk spiritualitas Remaja yang menerima dukungan iman secara simultan dari orang tua dan pembina remaja cenderung memiliki tingkat spiritualitas yang lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan iman orang tua dan dukungan iman pembina remaja terhadap spiritualitas remaja. Penelitian ini CopyrightA2025. Sara Kurnia Kristi. Junianawaty Suhendra. Lisensi karya ini di bawah: Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA 4. | 200 Hubungan Dukungan, . (Sara K. Kristi. Junianawaty Suhendr. A(Petrus Yuniant. metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui ( Santy Sahartia. Subjek penelitian terdiri dari 120 remaja berusia 15Ae25 tahun yang aktif di Gereja Kristen Jakarta. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sedangkan analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara dukungan iman orang tua dan dukungan iman pembina remaja terhadap spiritualitas remaja. Dukungan iman yang diberikan secara sinergis oleh kedua pihak menunjukkan korelasi positif yang signifikan terhadap perkembangan spiritualitas remaja. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam pembinaan remaja, dengan menekankan perlunya kolaborasi antara pembina remaja di gereja dan orang tua dalam mendukung pertumbuhan spiritualitas remaja secara optimal. Kata-Kata Kunci: Dukungan Iman Orang Tua. Dukungan Iman Pembina Remaja. Spiritualitas Remaja. Pembinaan Remaja. Pendahuluan Spiritualitas merupakan salah satu dimensi esensial dalam perkembangan manusia, khususnya pada masa remaja yang merupakan fase kritis pencarian identitas diri. Masa remaja ditandai dengan kecenderungan untuk mengeksplorasi nilai-nilai eksistensial, sehingga pembinaan spiritual menjadi sangat relevan dalam membentuk karakter dan arah hidup yang berlandaskan iman perangkat teknologi Di tengah tantangan zaman yang terus berubah, termasuk perkembangan teknologi digital, nilai-nilai spiritual di kalangan remaja mengalami guncangan, baik dalam hal komitmen iman maupun keterlibatan aktif dalam kehidupan rohani. Spiritualitas memiliki peran penting sebagai penggerak kesadaran yang dapat memengaruhi perilaku belajar siswa secara positif, karena siswa menyadari nilai dari setiap proses pembelajaran dalam terang iman mereka. Bagi remaja kegiatan ibadah online tidak jauh berbeda dengan menonton tayangan online lainnya, sebab tidak ada interaksi keterlibatan dalam ibadah dan persekutuan dengan sesama jemaat. Padahal, daya tarik remaja terhadap hal-hal spiritual dipengaruhi oleh keterlibatan dalam ibadah dan interaksi dengan orang Livia Djikoren dan Yanto Paulus Hermanto. AuSpiritualitas Kristen dalam Menurunkan Tingkat Kecemasan pada Penderita Ansietas,Ay LOGON ZOES: Jurnal Teologi. Sosial dan Budaya 5, no. September 2. : 82Ae93, doi:10. 53827/lz. Deni Mbeo. AuPengaruh Spiritualitas Terhadap Perilaku Belajar Siswa,Ay SESAWI: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 1, no. Juni 2. : 86Ae98, doi:10. 53687/sjtpk. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika. Vol. No. Des. lain di sekitarnya. 3 Berkurangnya kesempatan keterlibatan dan interaksi sosial dalam ibadah di masa pandemi berdampak pada pertumbuhan mental spiritual 4 Hal ini berdampak langsung pada pertumbuhan mental dan spiritual remaja, yang tidak hanya membutuhkan informasi rohani, tetapi juga relasi yang hidup dalam konteks komunitas iman. Dengan demikian, keterlibatan aktif dan interaksi sosial dalam ibadah merupakan kunci penting dalam menopang pertumbuhan spiritual remaja secara utuh. Selain tantangan dari sisi metode ibadah, krisis spiritualitas remaja juga terkait dengan lemahnya fondasi pembinaan iman dalam lingkungan keluarga. Survei Bilangan Research Center (BRC) tahun 2021 yang bertema AuIndeks Spiritualitas Umat Kristiani IndonesiaAy, menunjukkan bahwa indeks spiritualitas terendah berdasarkan usia di masa pandemi dimiliki oleh remaja . sia 15-24 5 Remaja yang melakukan ibadah di rumah bersama dengan orang tua secara spiritualitas lebih bertumbuh jika dibandingkan dengan yang tidak. 6 Sayangnya, hanya sedikit orang tua yang secara aktif menjalankan peran tersebut. Mengatasi masalah ini. BRC mengungkapkan bahwa pembimbingan merupakan solusi utama dalam mengatasi persoalan spiritualitas remaja. 7 Dengan demikian, krisis spiritualitas remaja tidak hanya dipicu oleh keterbatasan metode ibadah, tetapi juga oleh lemahnya pembinaan iman di lingkungan keluarga, sehingga diperlukan peran aktif orang tua dan pendampingan yang konsisten sebagai solusi utama. Orang tua adalah faktor terpenting dalam membimbing pertumbuhan dan kedewasaan iman anak. Sebab tidak mudah bagi remaja untuk dapat bertumbuh secara rohani dari dalam diri mereka sendiri, kecuali orang tua memberikan dorongan dan pendampingan bagi mereka. 8 Survei BRC tahun 2018 juga menunjukkan bahwa sosok paling berpengaruh dalam membimbing Generasi Muda Kristen di Indonesia untuk percaya dan memutuskan menerima Yesus sebagai Juru Handi Irawan D dan Cemara A Putra. AuPentingnya Keterlibatan Kaum Muda dalam Pelayanan,Ay last modified 2019, diakses 5 Mei 2022, http://bilanganresearch. com/pentingnyaketerlibatan-kaum-muda-dalam-pelayanan. Intan Suriyanti. AuCara Siswa Kristen Mengatasi Peningkatan Stres Pada Masa Pandemi,Ay JURNAL IMPARTA 1, no. : 1Ae13. Handi Irawan D. Bambang Budijanto, dan Gideon Imanto Tanbunaan. Indeks Spiritualitas Umat Kristiani Indonesia 2021 (Jakarta, 2. , video, 18-19 Maret 2021, https://w. com/watch?v=DPEtv6bN9w4. Handi Irawan D dan Robbert I Chandra. Indeks Spiritualitas Umat Kristiani Indonesia 2021 (Jakarta, 2. , video, 18-19 Maret 2021, https://w. com/watch?v=DPEtv6bN9w4. Handi Irawan D. Tantangan Gereja Di Masa Pandemi Covid-19 (Bilangan Research Center, 2. Carol E Lytch. AuThe Role of Parents in Anchoring Teens in Christian Faith,Ay Journal of Family Ministry 13, no. : 38. Hubungan Dukungan, . (Sara K. Kristi. Junianawaty Suhendr. A(Petrus sertaYuniant. menjadi murid Yesus yang berkomitmen adalah orang tua . ,1%) Santy Sahartia. ,6%). Namun, hanya 23% orang tua yang dianggap baik dalam membimbing spiritualitas anak setelah anak tersebut menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru selamat. Sedangkan 19,2% orang tua tidak pernah melakukan hal 9 Ironisnya, ketika kebutuhan remaja akan dukungan iman semakin besar, justru dukungan yang mereka terima dari orang tua semakin kecil. Orang tua yang keduanya adalah orang Kristen yang sungguh-sungguh dinilai memberikan bimbingan yang lebih baik . ,6%) dibandingkan dengan yang keduanya bukan Kristen yang sungguh-sungguh . ,6%). Apabila hanya salah satu yang merupakan seorang Kristen yang sungguh-sungguh, ibu memiliki pengaruh yang lebih baik . %) dalam pembimbingan dari pada ayah . ,7%). 10 Sayangnya, persentase peran pendampingan dan dukungan iman orang tua mulai menurun seiring dengan bertambahnya usia anak. 88,9% orang tua melakukan pendampingan dan dukungan iman pada rentang usia 0-4 tahun. Tetapi presentasenya menjadi 53,7% pada rentang usia 19-25 tahun. 11 Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa orang tua berperan penting dalam mendukung spiritualitas anak. Ironisnya, semakin besar kebutuhan remaja akan dukungan iman, justru semakin kecil dukungan yang mereka terima dari orang tua. Dalam jurnal AuThe Relationship between Natural Mentoring and Spirituality in Christian AdolescentsAy mengungkapkan bahwa 11,2% remaja bertumbuh secara rohani melalui pendampingan pembina, dan 9,2% dipengaruhi oleh pasangan . uami/ istr. dari pembina. 12 Menurut BRC, kehadiran dan dukungan pembina remaja juga mempengaruhi tingkat spiritualitas remaja . ,7%). 13 Dengan demikian, pengaruh orang dewasa non-orang tua penting karena membantu remaja memiliki spiritualitas yang lebih baik. Meskipun beberapa temuan seperti survei BRC . menunjukkan bahwa pendampingan orang tua dan pembina rohani berkontribusi positif terhadap pertumbuhan spiritual remaja, masih sedikit penelitian yang secara khusus menelaah hubungan antara dukungan iman dari Handi Irawan D dan Cemara A Putra. AuOrang Tua Tidak Peduli Pertumbuhan Kerohanian Anak,Ay diakses 27 Februari 2022, https://bilanganresearch. com/orang-tua-tidak-pedulipertumbuhan-kerohanian-anak. Ibid. Ibid. Klaus Issler dan Jason hanker. AuThe relationship between natural mentoring and Christian EBSCOhost,Ay Oktober http://web. com/ehost/command/detail?vid=9&sid=4087fab9-2cec-4bcc-af2181279d22b6fb@pdc-vsessmgr03&bdata=JnNpdGU9ZWhvc3QtbGl2ZQ==#AN=ATLA0001810423&db=lsdah. Irawan D dan Putra. AuOrang Tua Tidak Peduli Pertumbuhan Kerohanian Anak. Ay Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika. Vol. No. Des. kedua pihak tersebut dengan tingkat spiritualitas remaja, terutama dalam konteks pasca pandemi. Fakta ini menegaskan bahwa pengaruh orang dewasa, baik dari dalam keluarga maupun luar, sangat penting untuk membantu remaja membangun iman mereka secara sehat. Selama pandemi, berbagai gereja berupaya mempertahankan kehidupan spiritual jemaat, namun pendekatan tersebut belum sepenuhnya menjangkau kebutuhan spiritual remaja yang mengalami krisis iman akibat terbatasnya interaksi dan pendampingan secara langsung. Survey Barna mengungkapkan, terlepas dari antusiasme awal banyak orang, keterlibatan jemaat secara online berkurang dari waktu ke waktu. Diketahui, 50% pelayan muda Kristen tidak lagi mengikuti ibadah 14 Meski demikian, jemaat tetap membutuhkan dukungan dari komunitas gereja, karena dukungan iman yang mereka terima memengaruhi cara mereka merespons perubahan-perubahan yang terjadi di dalam dan di sekitarnya, serta membantu menemukan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan iman yang muncul dan memengaruhi kehidupan mereka hingga dewasa. Melalui latar belakang masalah tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian guna mengetahui sejauh mana hubungan antara dukungan iman yang diberikan oleh orang tua dan pembina remaja terhadap spiritualitas remaja. Masa remaja merupakan fase yang rentan dalam pencarian identitas, termasuk dalam aspek iman dan spiritualitas. Dalam fase ini, remaja membutuhkan bimbingan dan dukungan yang konsisten dari lingkungan terdekat, khususnya orang tua dan pembina rohani, agar proses pertumbuhan iman mereka dapat berlangsung secara sehat dan terarah. Dukungan iman yang diberikan melalui teladan hidup, pembelajaran firman Tuhan, pendampingan personal, serta keterlibatan aktif dalam kegiatan keagamaan diyakini memiliki peran penting dalam membentuk sikap spiritual remaja. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji apakah ada hubungan yang signifikan antara dukungan iman dari kedua pihak tersebut dengan tingkat spiritualitas yang dimiliki oleh remaja, sebagai kontribusi terhadap pemahaman pembinaan iman yang efektif dalam konteks keluarga dan komunitas AuOne in Three Practicing Christians Has Stopped Attending Church During COVID-19,Ay Barna Group, diakses 8 Maret 2022, https://w. com/research/new-sunday-morning-part-2/. Enny Dewi. Aileen P. Mamahit, dan Rahmiati Tanudjaja. AuHubungan Antara Kelekatan Kepada Orang Tua Dan Dukungan Iman Orang Tua Dengan Religiositas Remaja,Ay Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan 18, no. Oktober 2. : 69Ae103, doi:10. 36421/veritas. Hubungan Dukungan, . (Sara K. Kristi. Junianawaty Suhendr. A(Petrus Yuniant. Metode Penelitian ( Penelitian Santy Sahartia. ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif,16 dengan menggunakan tiga instrumen penelitian. Pertama. Skala Dukungan Iman Ayah. Ibu, dan Teman yang diadaptasi dari skala Perceived Faith Support Parents (PFS-P) and Friends (PFS-F) yang dikembangkan oleh Schwartz, dan telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia untuk mengukur dukungan iman orang tua terhadap remaja. 17 Kedua. Skala Dukungan Religios the Multi-Faith Religious Support Scale-Adolescent (MFRSS-A) yang dikembangkan oleh Jeffrey P. Bjorck untuk mengukur dukungan iman pembina kepada remaja. 18 Ketiga. Skala Ukuran Singkat Multidimensi Religiositas/Spiritualitas di Kalangan Remaja atau Brief Multidimensional Measure of Religiousness/Spirituality Among Adolescents (BMMRS-A) yang dikembangkan oleh Sion Kim Harris untuk mengukur spiritualitas remaja. 19 Teknik pengambilan sampel untuk penelitian ini menggunakan teknik Non-Probability Sampling yaitu Purposive Sampling. Hasil dan Pembahasan Definisi Remaja. Dukungan Iman, dan Spiritualitas Masa remaja dapat dipahami sebagai fase transisi penting dalam kehidupan seseorang, yang menjembatani antara masa kanak-kanak dan kedewasaan. Istilah Remaja atau adolescence berasal dari kata bahasa latin adolescere yang berarti tumbuh atau tumbuh menjadi dewasa. Istilah ini mempunyai arti yang luas mencakup kematangan mental emosional, dan fisik. 21 Rentang usia remaja yang digunakan dalam penelitian adalah 15-25 tahun dan belum menikah. Pada usia 15 tahun perubahan fisik remaja makin jelas terlihat sehingga mereka tidak lagi Penelitian Kuantitatif adalah jenis penelitian yang menghasilkan temuan baru yang diperoleh dengan menggunakan prosedur statistic atau cara lainnya dari suatu kuantifikasi . (I. Made Laut Mertha Jaya. Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif: Teori. Penerapan, dan Riset Nyata (Anak Hebat Indonesia, 2. , 12. Christiany Suwartono dkk. AuPengujian validitas dan reliabilitas Skala Dukungan Iman,Ay Jurnal Psikologi Ulayat 6, no. Juni 2. : 164, doi:10. 24854/jpu93. Jeffrey P. Bjorck dkk. AuAssessing religious support in Christian adolescents: Initial validation of the Multi-Faith Religious Support Scale-Adolescent (MFRSS-A). ,Ay Psychology of Religion and Spirituality 11, no. : 22. Sion Kim Harris dkk. AuReliability and Validity of the Brief Multidimensional Measure of Religiousness/Spirituality Among Adolescents,Ay Journal of religion and health 47 . Desember 2. : 441, doi:10. 1007/s10943-007-9154-x. Syofian Siregar. Metode Pemilihan Kuantitatif: Dilengkapi dengan Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS (Prenada Media, 2. , 33. Elizabeth B Hurlock. Psikologi Perkembangan suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Terjemahan oleh Istiwidiyanti dan Soedjarwo (Jakarta: Airlangga, 1. , 225. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika. Vol. No. Des. diperlakukan seperti anak-anak meski belum sepenuhnya menjadi dewasa. Pernyataan belum menikah penting karena seorang yang sudah menikah berapa pun usianya dianggap dan diperlakukan sebagai orang dewasa baik secara hukum maupun dalam kehidupan masyarakat. 22 Dengan demikian, remaja dapat dipahami sebagai individu yang berada dalam fase perkembangan transisional antara masa kanak-kanak dan kedewasaan, yang ditandai oleh kematangan fisik, emosional, dan mental, serta secara sosial dan hukum masih dikategorikan sebagai remaja selama belum menikah, meskipun telah menunjukkan ciri-ciri kedewasaan dalam berbagai aspek kehidupan. Dukungan iman memegang peran penting dalam proses pembentukan dan pertumbuhan spiritual seseorang, khususnya pada masa remaja. Dukungan iman adalah bentuk dukungan yang diterima seseorang dalam proses pertumbuhan 23 Di usia remaja, manusia mulai berpikir secara abstrak dan membuat 24 Rasa ingin tahu remaja berkembang terhadap hal-hal yang terjadi dalam hidup sehari-hari, hal-hal spiritual dan hal-hal yang berkaitan dengan iman serta ajaran agama. Pemberian dukungan iman melalui pemuridan, pengarahan, peneladanan, dan pendampingan menjadi penunjang bagi pembinaan 25 Oleh karena itu, dukungan iman pada masa remaja memiliki peran krusial dalam membentuk dan mengarahkan perkembangan spiritual, karena pada tahap ini individu mulai menunjukkan pemikiran reflektif terhadap nilai-nilai Melalui proses pemuridan, pengarahan, keteladanan, dan pendampingan yang intensional, remaja dibimbing untuk memahami, menginternalisasi, dan menghayati ajaran agama sebagai dasar pertumbuhan iman yang autentik dan Spiritualitas Kristen merupakan aspek penting dalam kehidupan iman yang tidak hanya menyangkut hubungan pribadi dengan Tuhan, tetapi juga tercermin dalam tindakan nyata sehari-hari. Spiritualitas Kristen adalah studi yang berfokus Sarlito Wirawan Sarwono. Psikologi Remaja (Edisi Revis. (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2. , 18. Linda Christine Setiawati. Aileen P. Mamahit, dan Sylvia Soeherman. AuHubungan Antara Kelekatan Pemuda-Orang Tua Dan Dukungan Iman Orang Tua Dengan Religiositas Intrinsik Pada Pemuda Gereja-Gereja Injili Di Bandung: The Relationship Between Parental Attachment and Faith Support with Intrinsic Religiosity of Emerging Adults from Evangelical Churches in Bandung,Ay Veritas: Jurnal Teologi Dan Pelayanan 18, no. Desember 2. : 179, doi:10. 36421/veritas. William R Yount. Created to Learn (Nashville: B & H Academic, 2. , 104. Nathan H Chiroma. AuThe role of mentoring in adolescentsAo spiritual formation,Ay Journal of Youth and Theology 14, no. : 72Ae90, doi:10. 1163/24055093-01401005. Hubungan Dukungan, . (Sara K. Kristi. Junianawaty Suhendr. Yuniant. padaA(Petrus relasi antara manusia dengan Allah sebagai Penciptanya,26 yaitu keberadaan ( Santy Sahartia. relasi yang benar dengan Allah yang nyata dalam relasi dengan sesama, dan ciptaan lainnya dan tercermin dalam ibadah serta cara hidup seharihari. Oleh karena itu, spiritualitas Kristen dimulai pada saat seseorang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. 27 Dengan demikian, spiritualitas Kristen merupakan perwujudan relasi yang benar antara manusia dengan Allah, yang dimulai saat seseorang menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, serta tercermin dalam ibadah, hubungan sosial, dan kehidupan sehari-hari. Dukungan Iman Orang tua Terhadap Spiritualitas Remaja Peran orang tua sebagai pendidik dan pengasuh yang pertama dan utama sangat menentukan arah pertumbuhan spiritualitas anak, khususnya pada masa Orang tua berperan penting bukan hanya untuk mengajar dan mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga membekali anak-anak dengan iman, keterampilan, dan karakter. 28 Joseph A. Erickson mengungkapkan bahwa pengaruh keluarga menjadi pondasi komitmen religius remaja, membentuk kesiapan . tau tidak siapa. untuk pengembangan spiritualitas lebih lanjut. 29 Dukungan iman orang tua dapat diwujudkan secara nyata melalui kebiasaan doa bersama, pembacaan Alkitab secara rutin di rumah, memberikan teladan hidup yang mencerminkan nilai-nilai Kristiani, serta mendampingi remaja dalam menghadapi persoalan spiritual yang mereka alami. Keluarga yang menjalani kehidupan beriman meninggalkan sebuah warisan tentang bagaimana iman memandu tindakan etis. Irwan Pranoto. AuRelevansi Konsep Spiritualitas Calvin dalam Konteks Masa Kini,Ay Veritas : Jurnal Teologi dan Pelayanan 6, no. April 2. : 59, doi:10. 36421/veritas. Rahmiati Tanudjaja. AuAnugerah Demi Anugerah dalam Spiritualitas Kristen yang Sejati,Ay Veritas: Jurnal Teologi dan Pelayanan 3, no. Oktober 2. : 171Ae82, doi:10. 36421/veritas. Yohanes Krismantyo Susanta. AuTradisi Pendidikan Iman Anak Dalam Perjanjian Lama,Ay BIAAo: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen Kontekstual 2, no. Desember 2. : 150, doi:10. 34307/b. Joseph A Erickson. AuAdolescent religious development and commitment: a structural equation model of the role of family, peer group, and educational influences,Ay Journal for the Scientific Study of Religion 31, no. 2 (Juni 1. : 131Ae52. Meredith Gould. Transcending Generations A Field Guide to Collaborations in Church / Meredith Gould. PhD. - Vanderbilt University (Collegeville: Minnesota: Liturgical Press, 2. , https://catalog. edu/discovery/fulldisplay/alma991043464837303276/01VAN_INS T:vanui. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika. Vol. No. Des. Alkitab mengungkapkan Allah memanggil orang tua untuk menabur dan menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak (Ul. 6:6-. 31 Orang tua bertanggung jawab untuk menginjili, memuridkan, serta memberikan landasan iman sebagai upaya mendukung pertumbuhan spiritualitas anak-anak mereka (Kel. 12:24-27. Perintah ini harus dilakukan turun-temurun agar keturunan mereka mengenal siapa Tuhan Allah mereka (Kel. 10:1-. Dalam Perjanjian Baru, terdapat dua konsep dasar yang mengungkapkan keinginan Allah di dalam keluarga, yaitu relasi dan prioritas. 32 Dalam mendidik iman anak, orang tua tidak boleh hanya menitikberatkan pada pelaksanaannya yang ketat tetapi harus membawa anak memiliki relasi yang baik dengan orang tua dan semakin dekat kepada Kristus. 33 Rasul Paulus mengajarkan relasi yang ditunjukan melalui rasa hormat dan kasih antara orang tua dan anak merupakan bagian penting dalam hidup keluarga Kristen. Sebab relasi ini didasari atas kasih kepada Allah yang dinyatakan melalui kasih kepada sesama (Mat. 22:37-40. Ef. Relasi menolong orang tua mengintegrasikan iman dan tindakan agar anak-anak memiliki karakter seperti Kristus di hati mereka dan dalam segala hal yang mereka lakukan (Fil 2:5. Efe. Selain relasi, prioritas utama dalam pengajaran iman keluarga Kristen adalah mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya (Mat. 34 Yesus dengan tegas menegur murid-murid agar tidak melarang anak-anak datang kepada-Nya (Mat. 19:14. Mrk. 10:13-16. Luk. Saat itu, orang yang membawa anak-anak pada Yesus kemungkinan adalah orang tua atau pengasuh yang percaya pada Yesus dan mengharapkan penumpangan tangan atas anak-anak mereka. 35 Perkataan Yesus seolah menegaskan orang tua harus membawa anak-anak kepada-Nya, dan tidak boleh ada perkataan atau perbuatan yang menghalangi hal itu. Sebab. Allah memberi kuasa kepada orang tua untuk mendidik anak-anak agar karya Allah dapat Ruwi Hastuti. AuPendidikan Agama Kristen Dalam Keluarga Sebagai Pusat Bermisi,Ay Jurnal Antusias 2, no. Desember 2. : 9. Ruwi Hastuti. AuPendidikan Agama Kristen dalam Keluarga Sebagai Pusat Bermisi,Ay Jurnal Antusias 2, no. 4 (Desember 1, 2. : 9, diakses Desember 3, 2020, https://w. id/e-journal/index. php/antusias/article/view/23. Merton P. Strommen dan Dick Hardel. Passing on the faith: A radical model for youth and family ministry (Saint MaryAos Press, 2. , 18Ae19. John MacArthur. Brave Dad (Oregon: Harvest House Publishers, 2. , 26. Strommen dan Hardel. Passing on the faith, 17Ae18. Matthew Henry. Tafsiran Matthew Henry : Injil Matius 15-28, ed. oleh Johnny Tjia. Barry van der Schoot, dan Irwan Tjulianto, trans. oleh Herdian Aprilani dkk. (Surabaya: Momentum, 2. , 946Ae47, https://opac. id/DetailOpac. aspx?id=1055710. Hubungan Dukungan, . (Sara K. Kristi. Junianawaty Suhendr. A(Petrus Yuniant. kehidupan mereka. 36 Dengan demikian orang tua harus bersedia ( Santy Sahartia. hadir, memberi dukungan dan nasihat serta membagikan perjalanan spiritualnya agar anak-anak melihat teladan dalam pergumulan iman dan hubungan mereka dengan Tuhan. Dukungan Iman Pembina Terhadap Spiritualitas Remaja Masa remaja merupakan masa pencarian jati diri. 38 Remaja biasanya tidak lagi berada dalam pengawasan orang tua sepenuhnya dan mulai mengadopsi nilainilai serta menyesuaikan diri dengan harapan-harapan sosial yang mereka dapatkan dari teman dan lingkungan. Oleh sebab itu, remaja sangat membutuhkan bimbingan dan pendampingan yang tepat dari orang dewasa yang memahami dinamika pertumbuhan iman mereka. Pembina rohani adalah pribadi yang menjadi saksi Kristus, dan menggunakan hidup mereka sendiri untuk mengajarkan kebenaran Injil, menyatakan kasih melalui hidup yang terpanggil untuk mengasihi dan melayani Kristus. 39 Kehadiran Pembina rohani di dalam Alkitab dinyatakan melalui hubungan pendampingan yang terjadi antara orang percaya yang lebih dewasa dengan orang muda yang belum percaya atau yang sedang bertumbuh imannya (Tit. 2:1-. 40 Pembina rohani biasanya mengajarkan kebenaran serta memberi teladan agar remaja mengamati bagaimana kebenaran itu diterapkan untuk kemudian mempraktekannya. Secara khusus, dukungan iman dari pembina dapat diberikan melalui pengajaran firman Tuhan secara kontekstual, pendampingan pribadi atau mentoring spiritual, serta keteladanan hidup yang Pembina juga mendorong remaja untuk terlibat aktif dalam pelayanan, melatih kedisiplinan rohani seperti doa pribadi dan pembacaan Alkitab, serta menyediakan ruang diskusi terbuka agar remaja merasa didampingi dalam pergumulan iman mereka. Beberapa jurnal penelitian mengungkapkan bahwa remaja yang memiliki pembina rohani sangat kecil kemungkinannya melakukan perilaku berisiko, serta mendapatkan hasil yang baik dalam pendidikan dan pekerjaan, kesejahteraan Karnawati Karnawati dan Priyantoro Widodo. AuLandasan Filsafat Antropologi-Teologis Dalam Pengembangan Kurikulum Pendidikan Kristen,Ay Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat 3 no 1 (Januari 2. : 82Ae89. Chiroma. AuThe role of mentoring in adolescentsAo spiritual formation,Ay 80Ae81. Andar Ismail. Ajarlah Mereka Melakukan (Malang: BPK GunungMulia, 2. , 140. Andrew Root dan Kenda Creasy Dean. The Theological Turn in Youth Ministry (Downers Grove. Ill. : IVP Books, 2. , 25Ae26. Paul Renfro. Perspectives on Family Ministry: 3 Views (B&H Publishing Group, 2. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika. Vol. No. Des. psikologis dan kesehatan fisik. 41 Dukungan iman dari pembina bersamaan dengan partisipasi keagamaan remaja yang dilakukan secara konsisten berdampak pada rendahnya kemungkinan penyalahgunaan narkoba atau alkohol. 42 Bukan hanya itu, tingkat merokok juga lebih rendah di antara anggota kelompok remaja yang memiliki relasi dengan pembina. 43 Dengan demikian, penting bagi remaja memiliki pembina yang peduli dan mendukung pertumbuhan spiritualitas mereka. Dalam perjanjian lama dukungan iman orang dewasa selain orang tua dapat di lihat melalui bagaimana Musa mempersiapkan Yosua untuk menjadi pemimpin menggantikan dirinya dengan cara mengajar, menunjukkan teladan, dan memberikan tanggung jawab (Kel. 24:13. 33:11. Bil. 11:28. Yos. 44 Selain itu. Elia dan Elisa juga menunjukkan hal serupa (I Raj. Elisa belajar dan mendampingi pelayanan Elia hingga pada akhirnya Elisa meneruskan pekerjaan Elia, yaitu menjadi Nabi Allah. Rasul Paulus menasihati jemaat untuk meneladani dirinya seperti ia meneladani Yesus . Kor. 46 Rasul Paulus membimbing dan memberikan dukungan iman kepada kaum muda seperti Timotius. Titus. Filemon, dan Onesimus, . Tim. 4:12. Tit. 1:1. Fil 1:8-. sehingga mereka memiliki iman yang bertumbuh dan menjadi seorang pelayan Tuhan yang berdampak. Dengan demikian, teladan hidup dan pengajaran Yesus harus menjadi landasan bagi pelayanan Pembina kaum muda. Melalui pengalaman hidup yang terpanggil untuk mengasihi dan melayani Kristus serta refleksi iman, pelayanan mereka harus memberi dampak kepada remaja yang mereka layani. David L. DuBois dan Naida Silverthorn. AuNatural Mentoring Relationships and Adolescent Health: Evidence From a National Study,Ay American Journal of Public Health 95, no. Maret 2. : 518Ae24, doi:10. 2105/AJPH. John K. Cochran. Leonard Beeghley, dan E. Wilbur Bock. AuReligiosity and Alcohol Behavior: An Exploration of Reference Group Theory,Ay Sociological Forum 3, no. Maret 1. : 256Ae76, doi:10. 1007/BF01115293. Ellen L. Idler dan Stanislav V. Kasl. AuReligion among Disabled and Nondisabled Persons I: Cross-sectional Patterns in Health Practices. Social Activities, and Well-being Ellen,Ay The Journals of Gerontology: Series B 52B, no. 6 (November 1, 1. : S294AeS305, diakses Februari 19, 2022, https://doi. org/10. 1093/geronb/52B. S294. Sia Kok Sin. AuAdakah Metode Pemuridan dalam Perjajian Lama?,Ay SOLA GRATIA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika 5, no. : 55. Ibid, 56. Bill Hull. Panduan Lengkap Pemuridan: Menjadi dan Menjadikan Murid Kristus (Yogyakarta: Katalis Media & Literature - Yayasan Gloria, 2. , 92. Abigail Smith. AuYouth Ministry In 2020 and Beyond: The Mental Health Of Generation Z. The Impact Of COVID-19. And Its Implications For Youth Ministry In America,Ay Selected Honors Theses, 1 April 2021, 8, https://firescholars. edu/honors/142. Hubungan Dukungan, . (Sara K. Kristi. Junianawaty Suhendr. A(Petrus Yuniant. Hasil Penelitian ( Data Santypenelitian Sahartia. berasal dari jemaat remaja di sinode Gereja Kristen Jakarta (GKJ). Responden yang mengisi kuisioner penelitian sebanyak 129 orang, namun 5 orang tidak masuk dalam kategori usia, dan 4 lainnya tidak beribadah di GKJ. Sehingga data yang dapat digunakan berjumlah 120 orang. Sebanyak 66% responden berada pada rentang usia 15-20 tahun, sementara 54% lainnya berada dalam rentang usia 21-25 tahun. Grafik 1. Demografi berdasarkan Usia Sebanyak 92 remaja dibesarkan oleh kedua orang tua Kristen, 15 remaja hanya ibu saja seorang Kristen, 2 orang remaja dibesarkan dengan hanya ayah saja seorang Kristen dan 11 lainnya kedua orang tuanya bukan Kristen. Grafik 2. Agama Orang Tua Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika. Vol. No. Des. Korelasi Antara Dukungan Iman Orang Tua dan Spiritualitas Remaja Tabel 1. Korelasi Dukungan Iman Orang tua dan Spiritualitas remaja DukunganImanO SpiritualitasRem rtu_X1 DukunganImanOrtu_X1 Pearson Correlation SpiritualitasRemaja_Y Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Hasil uji korelasi menunjukan nilai korelasi variabel Dukungan Iman Orang Tua (X. dengan Spiritualitas Remaja (Y) adalah 0,293 dengan signifikansi 0,05. Artinya, terdapat korelasi positif yang rendah antara X1 dengan Y. apabila nilai X1 meningkat, maka nilai Y juga meningkat. Peneliti juga melakukan pengujian terhadap dukungan iman yang diterima remaja jika hanya ayah saja seorang Kristen (X1. , atau hanya ibu saja seorang Kristen (X1. Tabel 2. Korelasi dukungan iman orang tua . dan spiritualitas remaja DukunganIman SpiritualitasRe Ortu_X1 Pearson Correlation DukunganImanOrtu_ Sig. -taile. SpiritualitasRemaja_ Pearson Correlation Sig. -taile. Correlation is significant at the 0. 05 level . -taile. Hubungan Dukungan, . (Sara K. Kristi. Junianawaty Suhendr. A(Petrus Tabel 3. Yuniant. Korelasi dukungan iman orang tua . dan spiritualitas remaja ( Santy Sahartia. DukunganIman SpiritualitasRe Ortu_X1 DukunganImanOrtu_ Pearson Correlation Sig. -taile. SpiritualitasRemaja_ Pearson Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Jika hanya ayah saja yang Kristen (X1. maka hasil uji korelasi menunjukkan nilai korelasi variabel X1a dengan Y adalah 0,259 dengan signifikansi 0,05. Artinya, terdapat korelasi positif yang rendah, namun angka ini lebih rendah jika dibandingkan dukungan iman dari kedua orang tua Kristen. Sementara, jika hanya ibu saja yang Kristen (X1. maka hasil uji korelasi menunjukkan nilai korelasi variabel X1i dengan Y adalah 0,311 dengan signifikansi 0,05. Artinya, terdapat korelasi positif yang rendah, namun angka ini lebih besar jika dibandingkan dukungan iman dari kedua orang tua Kristen. Korelasi Antara Dukungan Iman Pembina Remaja dan Spiritualitas Remaja Tabel 4. Korelasi dukungan iman pembina dan spiritualitas remaja DukunganIman SpiritualitasRe Pembina_X2 DukunganImanPembi na_X2 SpiritualitasRemaja_ Pearson Correlation Sig. -taile. Pearson Correlation Sig. -taile. **. Correlation is significant at the 0. 01 level . -taile. Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika. Vol. No. Des. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai korelasi variabel Dukungan Iman Pembina (X. dengan Spiritualitas Remaja (Y) adalah 0,426 dengan signifikansi 0,05. Artinya, terdapat korelasi positif yang rendah antara X2 dengan Y. nilai X2 meningkat, maka nilai Y juga meningkat. Korelasi Antara Dukungan Iman Orang tua dan Dukungan Iman Pembina Remaja terhadap Spiritualitas remaja Tabel 5. Korelasi antara dukungan iman orang tua dan dukungan iman pembina terhadap spiritualitas remaja Model Summary Std. Change Statistics Error Adjusted Model R of the Sig. Square R Square Square Chang df1 Estimat Change Change 181 2 117 . Predictors: (Constan. DukunganImanPembina_X2. DukunganImanOrtu_X1 Hasil uji korelasi antara variabel X1, dan X2 dengan Y. adalah 0,516 dengan signifikansi 0,05. Artinya, terdapat korelasi yang sedang antara X1, dan X2 dengan Nilai R square dari variabel X1 dan X2 diperoleh sebesar 0. Artinya, 26. keragaman variabel Y mampu dijelaskan oleh variabel X1 dan X2, sementara 4% lainnya dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan terdapat korelasi yang signifikan antara dukungan iman orang tua dengan spiritualitas remaja. Remaja dengan hanya ibu seorang Kristen memiliki tingkat spiritualitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan remaja yang hanya ayah seorang Kristen. Hal ini terjadi oleh karena remaja di GKJ memiliki kedekatan hubungan yang lebih erat dengan ibu dibandingkan dengan Ayah. Remaja lebih banyak membahas Alkitab, menceritakan pergumulan dialami, berdoa, membicarakan hal-hal rohani, serta konsisten menjalani imannya karena dorongan ibunya. Remaja juga memiliki komunikasi yang lebih terbuka dengan ibu dibanding dengan ayah. Hal ini dikarenakan ibu menolong remaja mengerti dirinya, menanyakan keadaannya, menghargai perasaannya, serta menerima mereka apa adanya sehingga mereka nyaman saat menceritakan apa yang mereka alami. Dengan demikian, dukungan iman ibu yang diberikan melalui Hubungan Dukungan, . (Sara K. Kristi. Junianawaty Suhendr. A(Petrus Yuniant. rohani dan percakapan sehari-hari memengaruhi tingkat ( Santy remaja. Sahartia. Selain itu, korelasi dukungan iman dari kedua orang tua Kristen diketahui lebih rendah dibandingkan dukungan iman yang diberikan hanya dari ibu seorang Kristen. Hal ini dapat terjadi karena dukungan iman diperoleh melalui teladan hidup dan percakapan sehari-hari. Sehingga, sekalipun memiliki ayah dan ibu seorang Kristen, jika tidak terjadi kedekatan, peneladanan, dan percakapan yang mendalam antara remaja dengan ayah dan/atau ibu, hal ini tidak berdampak signifikan pada spiritualitas remaja. Sebab yang terpenting bagi remaja adalah kedekatan emosional dan peneladanan iman yang sungguh-sungguh. Untuk mengatasi hal ini, perlu dibangun relasi yang lebih erat dan autentik antara orang tua khususnya ayah dengan remaja melalui komunikasi yang terbuka, kehadiran emosional, serta konsistensi dalam menjalani kehidupan iman sehari-hari. Orang tua juga dianjurkan untuk menciptakan momen kebersamaan yang bermakna, seperti doa bersama, diskusi firman Tuhan, dan berbagi pengalaman iman secara Gereja dapat berperan aktif dengan menyediakan pelatihan atau pembinaan keluarga yang menekankan pentingnya keterlibatan spiritual orang tua, serta mendorong peran ayah agar lebih proaktif dalam mendampingi pertumbuhan iman anak. Dengan demikian, dukungan iman dari orang tua tidak hanya menjadi formalitas, melainkan benar-benar hadir secara nyata dan berdampak dalam kehidupan spiritual remaja. Hasil penelitian ini juga menunjukan terdapat korelasi yang signifikan antara dukungan iman pembina remaja terhadap spiritualitas remaja. Pembina remaja adalah role model kehidupan iman remaja di gereja. Dalam relasinya dengan Pembina, 61,8% mengatakan mereka memiliki kedekatan dengan pembina, sebab pembina peduli terhadap hidup dan situasi mereka, bersedia membantu mereka, sehingga mereka bersedia datang ke pembina rohani ketika mereka ada masalah. Pembina rohani juga menghargai kehadiran mereka dan membuat mereka merasa berada di tempat yang tepat. Karena itu gereja perlu menyediakan pembina yang bersahabat dengan remaja, menunjukkan kasih, kepedulian, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang baik dalam membimbing remaja. 48 Remaja yang menerima dukungan iman dari orang tua dan pembina secara bersamaan terbukti mengalami tingkat spiritualitas yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan remaja yang hanya 2020, 7. Elsa Banne Datu. AuPengaruh Spritual Terhadap Pertumbuhan Rohani Remaja Masa Kini,Ay Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika. Vol. No. Des. menerima dukungan iman dari orang tua saja, atau dukungan iman dari pembina Meskipun hasil penelitian ini mengonfirmasi temuan dari berbagai studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa dukungan iman orang tua dan pembina berkontribusi signifikan terhadap perkembangan spiritualitas remaja, penelitian ini memiliki kekhasan tersendiri dari segi konteks dan pendekatan,49 begitu pun juga dengan dukungan iman pembina terhadap spiritualitas remaja. 50 Fokus penelitian ini dilakukan pada komunitas remaja dalam lingkungan pascapandemi yang menghadapi tantangan spiritual baru akibat keterbatasan interaksi langsung selama masa krisis, serta menekankan keterlibatan simultan antara peran orang tua dan pembina secara bersamaan. Selain itu, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini tidak hanya menilai dampak secara kuantitatif, tetapi juga menggali dimensi pengalaman subjektif remaja dalam menerima dukungan iman dari kedua sumber tersebut. Dukungan iman dari orang tua membantu remaja melihat bagaimana iman itu diaplikasikan sehingga remaja lebih memahami dan menyadari pentingnya memiliki kehidupan spiritualitas yang berkembang. 51 Sementara dukungan iman dari pembina remaja yang diberikan melalui pembimbingan, pendampingan, latihan kepemimpinan, pelayanan dan pengajaran mendorong remaja untuk memiliki kesempatan mengembangkan pemahaman iman mereka ke dalam aspek hidup yang lebih luas. Simpulan Penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan iman dari orang tua dan pembina remaja berkontribusi signifikan terhadap spiritualitas remaja, dengan pembina memiliki pengaruh yang lebih kuat dibandingkan orang tua, khususnya ibu yang menunjukkan peran paling menonjol. Dukungan simultan dari kedua pihak terbukti mendorong tingkat spiritualitas yang lebih tinggi, menandakan pentingnya kolaborasi antara keluarga dan gereja. Temuan ini menegaskan bahwa relasi yang hangat, teladan hidup yang konsisten, dan keterlibatan aktif dalam Dewi. Mamahit, dan Tanudjaja. AuHubungan Antara Kelekatan Kepada Orang Tua Dan Dukungan Iman Orang Tua Dengan Religiositas Remaja. Ay Jonathan Matheus dan Elisabet Selfina. AuPeran Pembina Remaja Bagi Perkembangan Perilaku Remaja Di Gereja Kemah Injil Indonesia Tanjung Selor Kalimantan Utara,Ay Jurnal Jaffray 13, no. Januari 2. : 1Ae22. Dewi. Mamahit, dan Tanudjaja. AuHubungan Antara Kelekatan Kepada Orang Tua Dan Dukungan Iman Orang Tua Dengan Religiositas Remaja. Ay Herianto Sande Pailang dan Ivone Bonyadone Palar. AuMembangun Spiritual Remaja Masa Kini Berdasarkan Amsal 22 : 6,Ay Jurnal Jaffray 10, no. April 2. : 59Ae86. Hubungan Dukungan, . (Sara K. Kristi. Junianawaty Suhendr. A(Petrusiman Yuniant. menjadi kunci dalam membentuk spiritualitas remaja, terutama ( Santy Sahartia. pasca pandemi yang menuntut kehadiran nyata dan pendekatan relasional yang holistik. Daftar Pustaka