Peningkatan Kesadaran Masyrakat Tentang Bahaya Sampah Melalui Pembuatan Papan Edukasi . i RT. 33 RW. 04 Kel. Pematang Gubernur Kota Bengkul. Pongki Resmala Puteri . Delfi Ayu Syafitri . Septa Zakaria Putra . Oven Handeco Saputa . Firman Rama Nur Ilahi . Rina Trisna Yanti . Suwarni . Tita Handayani . 1,2,3,4,5 Universitas Dehasen Bengkulu Email: 1 pongkiresmala269@gmail. 2 delfiayusafitri02@gmail. 3 septa43211@gmail. 4 ovenhandecosaputra@gmail. 5 rinatrisnayanti@rocketmail. 6 suwarni@unived. 7 handayani. tita@unived. ARTICLE HISTORY Received . Juni 2. Revised . Juli 2. Accepted . Juli 2. KEYWORDS Signs. Trash. Environment. Pollution. This is an open access article under the CCAeBY-SA license ABSTRAK Sampah adalah barang yang dibuang begitu saja, dan dalam banyak kasus, sampah menimbulkan masalah bagi lingkungan. Laporan Bank Dunia menunjukkan bahwa jumlah sampah di kota-kota di dunia diperkirakan akan terus meningkat sebesar 70% mulai tahun ini hingga tahun 2025, dari 1,3 miliar ton per tahun menjadi 2,2 miliar ton pertahun (Fitri Amalia,2. Dari hasil survei lapangan yang telah dilakukan di RT 33 RW 04 Kelurahan Pematang Gubernur Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu, kami menemukan masih banyak sampah yang tidak dibuang pada tempatnya, di buang di sembarang tempat dan juga berserakah di mana-mana. Hal ini yang memotivasi kami mahasiswa KKN-T UNIVED RT 33 RW 04 Kelurahan Pematang Gubernur untuk memberikan edukasi guna menciptakan kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan. Tujuan dari pemasangan plang edukasi sampah ini ialah untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat mengenai bahaya dari sampah yang di buang sembarangan. Plang sampah itu sendiri untuk menjelaskan berapa lama waktu yang dibutuhkan sampah untuk terurai. Metode yang digunakan adalah presentasi dan konsultasi. Hasil dari kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya membuang sampah sembarangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat RT 33 RW 04 Kelurahan Pematang Gubernur . indy purba,2. ABSTRACT Waste is something that is simply thrown away, and in many cases, waste causes problems for the environment. The World Bank report shows that the amount of waste in cities around the world is expected to continue to increase by 70% from this year to 2025, from 1. 3 billion tons per year to 2. 2 billion tons per year (Fitri Amalia ,2. From the results of a field survey that has been conducted in RT 33 RW 04. Pematang Gubernur Village. Muara Bangkahulu District. Bengkulu City, we found that there is still a lot of waste that is not disposed of in its place, thrown in random places and also scattered everywhere. This is what motivates us, students of KKN-T UNIVED RT 33 RW 04 Kelurahan Pematang Gubernur to provide education to create public awareness not to litter. The purpose of installing this waste education sign is to provide awareness to the public about the dangers of littering. The waste sign itself is to explain how long it takes for waste to decompose. The methods used are presentation and consultation. The results of this activity aim to increase public awareness of the dangers of littering and improve the welfare of the people of RT 33 RW 04 Kelurahan Pematang Gubernur . indy purba,2. PENDAHULUAN Sampah adalah barang yang dibuang begitu saja, dan dalam banyak kasus, sampah menimbulkan masalah bagi lingkungan. Laporan Bank Dunia menunjukkan bahwa jumlah sampah di kota-kota di dunia diperkirakan akan terus meningkat sebesar 70% mulai tahun ini hingga tahun 2025, dari 1,3 miliar ton per tahun menjadi 2,2 miliar ton per tahun. Peningkatan terbesar terjadi di kota-kota di negara-negara miskin. arimurti dan rahayu, 2. Berdasarkan data Bank Dunia, timbulan sampah domestik di Indonesia 921 Ton per harinya, yang artinya setiap penduduk Indonesia membuang sampah, kurang lebih 0,85 kilogram setiap harinya. Berdasarkan data yang sama, hanya 80% dari seluruh sampah yang dihasilkan secara global dikumpulkan, sedangkan sisanya dimusnahkan dan mencemari lingkungan. Indonesia merupakan penghasil sampah terbesar kedua setelah Tiongkok, dan sampah yang paling mudah terurai secara hayati adalah plastik. Penghasil sampah utama biasanya adalah ibu-ibu rumah tangga, terutama sampah plastik atau sampah non-organik . on-organi. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sampah mengacu pada barang-barang yang dihasilkan oleh aktivitas manusia yang tidak dapat didaur ulang . Menurut Undang- Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 18 Tahun 2008, setiap orang berhak dan bertanggung jawab. Pasal 12 UU menggarisbawahi hal Sampah dibagi menjadi dua kategori yaitu sampah organik dan sampah organik. Sampah adalah produk aktivitas manusia yang tidak dapat terurai atau tidak dapat terurai di lingkungan. Permasalahan mengenai sampah sudah sering dibahas di berbagai bidang yang merupakan persoalan yang rumit bagi masyarakat yang kurang peduli dan kurang memiliki kepekaan akan pencemaran lingkungan. Ketidak disiplinan masyarakat mengenai kebersihan dapat menciptakan suasana yang kurang baik bagi Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 347 Ae 352 | 347 lingkungan akibat timbunan sampah yang dibuang sembarangan. Banyak muncul kondisi tidak menyenangkan seperti bau tidak sedap, lalat beterbangan dan berbagai penyakit sehingga menurunkan kualitas kesehatan dan keindahan lingkungan sekitar. Kebanyakan pembakaran sampah sebagai bagian dari pengelolaan sampah, padahal hal tersebut dapat menimbulkan pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Membuat tanda berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuang sampah merupakan salah satu cara mengatasi pencemaran lingkungan. iwa dan 2. limbah yang tidak dapat didaur ulang yang dikeluarkan oleh manusia, hewan, dan tumbuhan. Limbah ini dapat berupa padatan, air atau udara. Sampah sering kali mencakup barang-barang yang dibuang oleh pemilik properti, seperti kaleng minuman, kertas, plastik, dan makanan bekas. Dampak sampah terhadap lingkungan bisa berdampak negatif bagi kesehatan maupun lingkungan warga sekitar. Sampah dapat penimbulkan penyaki seperti diare, tipus, kolera, infeksi jamur serta parasit. Selain itu, puing-puing sering kali menumpuk di saluran air, menyebabkan drainase yang buruk dan kemungkinan Pencemaran lingkungan disebabkan oleh karena adanya ketidaktepatan dalam pengelolaan sampah yang dapat mengakibatkan dampak pada kehidupan seluruh masyarakat . Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu wujud pengabdian lembaga perguruan tinggi kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh Universitas Dehasen Bengkulu. Upaya ini dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada siswa dan guru untuk berkumpul di desa atau lokasi tertentu. Dalam proyek ini, tim KKN bekerja sama dengan mitra seperti masyarakat dan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi potensi permasalahan dan permasalahan yang ada, mengusulkan solusi terhadap potensi permasalahan dan menerapkan solusi ilmiah terhadap permasalahan. Bakti sosial di wilayah tersebut melibatkan aparat kepala masyarakat RT 33 RW 04 Kelurahan Pematang Gubernur. Pada dasarnya demonstrasi merupakan bentuk ekspresi dari sekelompok orang yang berisikan tuntutan atas keadaan, kenyataan, luapan kesadaran bahkan merupakan bentuk pendidikan kritis kebangsaan. Penyuluhan merupakan suatu kegiatan tidak terstruktur yang bertujuan untuk mentransformasikan masyarakat menuju keadaan yang lebih baik sesuai dengan yang diinginkan. Di RT 33 RW 04 Kelurahan Pematang Gubernur, masih kurangnya kesadaran masyarakat akan bahaya membuang sampah sembarangan, khususnya sampah yang sulit untuk terurai, seperti: kantong plastik, ban bekas, baja, kaca, kabel, elektronik, bola, plastik, styrofoam, dan lain-lain merupakan permasalahan penting yang perlu ditangani dan diselesaikan. Sangat penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak sampah anorganik terhadap lingkungan. Untuk itu, pembuatan dan pemajangan tanda- tanda penguraian sampah dinilai sebagai upaya efektif untuk menyadarkan masyarakat akan masa penguraian sampah . egawati,m. METODE Plang edukasi lamanya sampah terurai ini dipasang agar bisa terwuudnya lingkungan bersih dan sehat juga terbebas dari sampah di RT 33 RW 04 Kelurahan Pematang Gubernur Kecamatan Muara Bengkahulu Kota Bengkulu dilaksanakan pada Tanggal 25-28 juni 2025 di RT 33 RW 04 Kelurahan Pematang Gubernur. Kegiatan KKN-T ini terdiri dari tahap persiapan kegiatan yang meliputi survey lokasi dan observasi tempat pemasangan plang lamanya sampah terurai dan tidak terurai. Tahap selanjutnya yaitu pelaksanaan yang meliputi pembuatan plang lamanya sampah teruraidan tidak terurai di RT 33, yang berjumlah 1 Plang Papan Bicara Lamanya Sampah Terurai, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan plang lamanya sampah terurai dan Tahap terakhir yaitu tahap evaluasi. Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini adalah mahasiswa KKN-T UNIVED KELOMPOK 11 dan beberapa masyarakat RT 33 Pematang Gubernur. Tahap Persiapan Kegiatan Pada tahap ini kami melakukan survei dan observasi tempat untuk melakukan pemasangan plang dan dari hasil survei kami, kami memilih lokasi Di RT 33 Pematang yaitu Di dekat lapangan volly RT 33. Kemudian kami meminta izin Ketua RT 33 RW 04 Pematang Gubernur. Kegiatan berikutnya adalah kegiatan observasi dimana kegiatan ini dilakukan oleh mahasiswa KKN-T UNIVED untuk membahas jenis alat dan bahan yang diperlukan untuk pembuatan plang edukasi lamanya sampah terurai. Adapun alat dan bahan yang dibutuhkan pada kegiatan ini adalah: a. Alat : Pilox, balok, paku, papan kayu dan pernis kalengan. Bahan:Sampah anorganik seperti Sterofom, botol plastik, plastik , kantong plastik, dan pelastik bungkus mie instan yang nanti akan di pasang pada plang serta di berikan tulisan dan juga penjelasan tahunnya . II. Tahap Pelaksanaan Pembuatan plang lamanya sampah terurai dilakukan pada tanggal 25 juni Ae 28 juni 2025. Merancang dan memotong bahan tulisan tanda sesuai desain, serta pekerjaan tambahan seperti pengecatan permukaan Pelaksanaan Pemasangan plang lamanya sampah terurai ini dilaksanakan pada tanggal 28 juni 2025, diikuti oleh masyarakat setempat yang berjumlah 12 responden dan seluruh mahasiswa KKN-T. Tahap Evaluasi Evaluasi program plang papan bicara edukasi lamanya sampah terurai di laksanakan pada tanggal 30 JUNI 2025. Evaluasi program ini bertujuan untuk menilai efektivitas inisiatif yang memasang papan informasi mengenai durasi pengurangan berbagai jenis sampah di tempat348 | Pongki Resmala Puteri. Delfi Ayu Syafitri. Septa Zakaria Putra. Oven Handeco Saputa. Firman Rama Nur Ilahi. Rina Trisna Yanti. Suwarni. Tita Handayani. Peningkatan Kesadaran Masyrakat Tentang Bahaya Sampah. tempat umum. Program ini dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap dampak lingkungan dari sampah dan mendorong perilaku pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab. Hasil evaluasi menunjukkan sejauh mana program ini berhasil mengubah perilaku masyarakat dalam membuang sampah serta meningkatkan pemahaman mereka tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Kesimpulan dari evaluasi ini dapat digunakan untuk memperbaiki program dan strategi pendidikan lingkungan dimasa mendatang. HASIL DAN PEMBAHASAN Tahap persiapan kegiatan: Pada tahap ini kami melakukan survei dan observasi tempat untuk melakukan pemasangan plang dan dari hasil survei kami, kami memilih lokasi di RT 33 Pematang yaitu di dekat lapangan Volly RT 33. Kemudian kami meminta izin kepada Ketua RT 33 Pematang . Kemudian kami membahas alat dan bahan yang kami perlukan untuk pembuatan plang edukasi lamanya sampah terurai dan tidak Tahap pelaksanaan kegiatan: Pelaksanaan kegiatan penanaman plang dilaksanakan pada tanggal 28 juni 2025 dihadiri oleh masyarakat setempat yang berjumlah 12 orang . diantaranya aparat des. Antusias warga dalam proses pemasangan plang ini diharapkan agar dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengurangan sampah tidak terurai. Sebelum dilaksanakannya penanaman plang edukasi lamanya sampah terurai, dilaksanakan pembuatan plang yang dilakukan pada tanggal 25 juni Ae 28 juni 2025 yang terdiri dari mencetak desain penulisan plang, dan melakukan pemotongan bahan sesuai dengan desain, dan melakukan pengerjaan tambahan seperti mewarnai permukaan plang. Pelaksanaan Pemasangan plang lamanya sampah terurai diikuti oleh masyarakat setempat yang berjumlah 12 responden dan seluruh mahasiswa KKN. Gambar 1. Proses Pembuatan Plang Papan Bicara Lamanya Sampah Terurai dan Tidak Terurai Bagian ini menyimpulkan hasil penting apa yang sangat berkontribusi terhadap penyelesaian Bagian ini juga berisi saran perbaikan ke depan terkait kelemahan dan hambatan. Tahap Evaluasi Evaluasi kegiatan KKN-T ini berjalan lancar, peserta memiliki antusias tinggi dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Dari data hasil survey secara langsung ke lapangan, bahwa jumlah papan bicara Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 347 Ae 352 | 349 sebanyak 1 . %) yang telah dibuat pada saat KKN-T UNIVED telah dimanfaatkan dan dipelihara dengan baik. Hasil Evaluasi intervensi yang dilakukan didapatkan hasil bahwa setelah dibuatnya plang edukasi tentang waktu penguraian sampah non organik, adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai sampah-sampah yang cepat terurai maupun sampah yang lama atau bahkan tidak terurai. Masyarakat juga sudah mengetahui dampak dari berbagai jenis sampah terhadap lingkungan dan pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Mereka menjadi lebih sadar akan konsekuensi dari pembuangan sampah yang tidak tepat dan lebih termotivasi untuk mempraktikkan daur ulang serta pengelolaan sampah yang lebih bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Harapan program pengabdian ini dapat berlanjut agar dapat lebih berdampak positif lagi dimasyarakat. Pembahasan Pasal 1 angka 11 Undang- Undang Pendidikan Tinggi Nomor 12 Tahun 2012 Republik Indonesia mengatur bahwa pelayanan publik diberikan kepada masyarakat terpelajar dengan menggunak n ilmu pengetahuan dan teknologi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperluas penghidupan negara. sebuah pekerjaan. Masuk akal. Kami percaya bahwa proyek layanan siswa tidak hanya meningkatkan minat siswa terhadap pikiran dan perilaku manusia tetapi juga berfungsi sebagai katalis untuk pengembangan penelitian terapan yang bertujuan untuk memecahkan masalah Jenis pekerjaan sosial yang dilakukan mahasiswa adalah pelatihan kerja nyata (KKN). KKNT merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa tingkat pertama (S. Program ini dirancang untu memungkinkan siswa berkontribusi dan berinteraksi dengan masyarakat . Pembuatan plang edukasi lamanya sampah terurai sebagai ini ialah bagian dari upaya untuk meningkatkan kesadaran Berikut adalah uraian mengenai keberhasilan program tersebut: Peningkatan Kesadaran Masyarakat Sampah non-organik dapat didaur ulang menjadi barang baru dan bermanfaat. Misalnya: botol plastik, kertas bekas, karton, tong sampah, dll. Permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat RT 33 RW 04 Kelurahan Pematang Gubernur Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu ini adalah sampah. Di RT ini, sampah menumpuk di pinggir jalan dan ada beberapa kawasan yang tidak boleh dijadikan tempat pembuangan sampah, melainkan tempat pembuangan sampah. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat, terbukti dengan masih banyaknya sampah yang berserakan di pinggir jalan wilayah RT 33 Pematang. Melalui plang edukasi lamanya sampah terurai, masyarakat mendapat informasi mengenai jenis sampah dan berapa lama waktu yang dibutuhkan sampah untuk terurai. Untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan, pengelolaan sampah harus dilaksanakan di masyarakat. Pengurangan Sampah Tidak Terurai Dengan adanya papan informasi lamanya sampah terurai, diharapkan agar dapat membuat masyarakat di RT 33 Pematang menjadi lebih sadar dan tahu bagaimana cara memilah sampah dan membuangnya pada tempat yang sesuai. Dengan mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menguraikan sampah diharapkan dapat mengurangi jumlah sampah tidak terurai yang mencemari lingkungan di RT 33 Pematang. Perubahan Perilaku Masyarakat Perubahan perilaku masyarakat untuk peduli pada sampah dan lingkungan tidak dapat terjadi begitu saja. Intervensi peduli sampah dan lingkungan yang berupa papan informasi plang sampah dapat membuahkan kesadaran lingkungan secara lebih passif di masyarakat. Program rambu edukasi ini mengenai lamanya waktu terurainya sampah ini telah membawa perubahan positif pada perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah, dengan semakin sadarnya masyarakat RT 33 Pematang terhadap lingkungan dan mengurangi sampah. Peningkatan Kebersihan Lingkungan Jika diolah dengan benar, sampah tidak menimbulkan dampak negatif terhadap manusia atau Pengelolaan sampah adalah seluruh kegiatan pengelolaan sampah mulai dari timbulan sampah sampai dengan akhir pembuangannya. Dengan adanya plang papan bicara edukasi lamanya sampah terurai ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat diRT 33 Pematang bahwa sampah tidak boleh dibuang sembarangan untuk menjaga kebersihan lingkungan. Program pemasangan plang edukasi lamanya sampah Terurai terurai yang dilaksanaakan diRT 33 RW 04 Kelurahan Pematang Gubernur Kecamatan Muara Bangkahulu Kota Bengkulu. 350 | Pongki Resmala Puteri. Delfi Ayu Syafitri. Septa Zakaria Putra. Oven Handeco Saputa. Firman Rama Nur Ilahi. Rina Trisna Yanti. Suwarni. Tita Handayani. Peningkatan Kesadaran Masyrakat Tentang Bahaya Sampah. lokasi yang strategis dalam pemasangan plang yang dapat diakses oleh banyak orang. Kemudian membuat desain plang yang menarik dan informative. di dalam plang terdapat informasi mengenai lamanya sampah anorganik dapat terurai. Kemudian mencetak desain penulisan plang dan melakukan pengerjaan pemotongan bahan sesuai dengan desai yang telah di tentukan sertamelakukan pengerjaan tambahan seperti men cat permukaan plang edukasi. Mengajak masyarakat agar dapat turut serta pada pelaksanaan pemasangan plang. Dan memilih lokasi pemasangan plang yang mudah untuk dilihat serta dapat di jangkau oleh seluruh masyarakat danjuga melaksanakan pemasangan plang dengan aman dan juga kokoh. Kami berharap pengembangan indikator edukasi pengelolaan sampah jangka panjang di Rt 33 Pematang bisa memberikan dampak yang pisitif terhadap peningkatan taraf hidup warga setempat. Hal ini juga menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan sampah yang benar. Logo ini membuat masyarakat lebih sadar akan manfaat ekonominya dan mulai mengambil langkah- langkah untuk melindungi lingkungan dengan mengelola sampah secara efisien dan efektif. Selain itu, hal ini dapat menjadi contoh yang baik bagi masyarakat sekitar dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan. Penyelesaian Masalah Pengelolaam sampah di RT 33 Pematang dilakukan dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui edukasi dan pemasangan plang tentang lamanya sampah terurai. Masyarakat dilibatkan aktif dalam kegiatan pemasangan dan perawatan plang untuk memperkuat tanggung jawab Selain itu, diperlukan pengelolaan sistem pembuangan dan pemilahan sampah yang baik serta dukungan kebijakan dari pemerintah desa. Dengan cara ini, perilaku masyarakat dapat berubah menjadi lebih sadar dan bertanggung jawab terhadap pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Gambar 2. Foto sebelum dan sesudah ada plang KESIMPULAN DAN SARAN Peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang benar dapat diperkuat melalui edukasi dan pemasangan plang tentang lamanya sampah terurai. Partisipasi aktif masyarakat dalam pelaksanaan program ini menghasilkan perubahan perilaku yang lebih peduli terhadap lingkungan. Dengan dukungan sistem pengelolaan sampah yang tepat dan kebijakan dari pemerintah desa, pengendalian permasalahan sampah dan pencemaran lingkungan di Rt 33 Pematang diharapkan dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas lingkungan dan kesehatan warga. Sebagai saran, perlu ditingkatkan kegiatan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat secara berkelanjutan agar kesadaran tentang pengelolaan sampah tetap terjaga dan meningkat. Selain itu, pemerintah dan pihak terkait sebaiknya menyediakan fasilitas pengelolaan sampah yang memadai dan mempermudah masyarakat dalam memilah serta membuang sampah. Mendorong keterlibatan Jurnal Dehasen Untuk Negeri. Vol. 4 No. 2 Juli 2025 page: 347 Ae 352 | 351 masyarakat secara aktif, termasuk dalam pengawasan dan pelaksanaan program pengelolaan sampah, juga sangat penting. Terakhir, perlu adanya inovasi dan pengembangan strategi pendidikan lingkungan yang kreatif dan mudah dipahami agar pesan-pesan tentang bahaya sampah dan manfaat pengelolaan sampah dapat lebih efektif tersampaikan dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari UCAPAN TERIMA KASIH Kami mahasiswa KKN-T UNIVED Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Dehasen Bengkulu mengucapkan terimakasih disampaikan kepada LPPMP Universitas Dehasen Bengkulu yang telah menyelenggarakan kegiatan KKN-T. Terima kasih banyak juga untuk DPL Kami Yaitu Ibu RINA TRISNA YANTI S. M,Si. Dan kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam implementasi dan publikasi artikel ini. Kami juga sangat berterima kasih kepada warga Rt 33 Yang telah menerima kami dengan baik dan juga kami berterimaksih kepada ketua Rt 33 yaitu BAPAK DEMERZI yang telah mengarahkan kami selama kami berada di Rt 33 Pematang. DAFTAR PUSTAKA