Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025, 148-166 ISSN 2686-1836 (Prin. ISSN 2716-0742 (Onlin. Available Online at http://ejournal. id/JPKP Department of Management of Public Security and Safety. Faculty of Community Safety and Protection. Institute of Home Affairs Governance (IPDN) DOI: https://doi. org/10. 33701/jpkp. Received: 2025-11-25. Accepted: 2025-12-28. Published: 2025-12-29 EFEKTIVITAS PROGRAM RESPONSE TIME 7 MENIT LAYANAN PEMADAMAN GRATIS (ROTI 7 LAPIS) DI KOTA SURABAYA Udaya Madjid1,3. Muhammad Ghifari Iksan2. Alpriyanto Situmorang1 Institut Pemerintahan Dalam Negeri Pemerintah Kabupaten Bojonegoro corresponding author: udayamadjid@ipdn. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas Program Response Time 7 Menit Layanan Pemadam Gratis (Roti 7 Lapi. yang dilaksanakan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya. Urbanisasi yang pesat, kepadatan penduduk yang tinggi, serta kemacetan lalu lintas yang parah di Kota Surabaya menimbulkan sejumlah tantangan yang signifikan terhadap respons keadaan darurat, khususnya dalam pengelolaan kebakaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan proses penalaran induktif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Efektivitas program dianalisis menggunakan lima indikator yang dikemukakan oleh Sutrisno, yaitu pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program Roti 7 Lapis telah diimplementasikan secara efektif pada seluruh indikator Program ini ditunjang oleh pemahaman yang kuat di tingkat kelembagaan dan masyarakat, ketepatan sasaran layanan yang mencakup seluruh warga Kota Surabaya, konsistensi pencapaian standar waktu tanggap tujuh menit, serta ketercapaian tujuan program dalam meminimalkan dampak kebakaran. Selain itu, program ini menghasilkan perubahan nyata berupa peningkatan infrastruktur dan teknologi layanan pemadam kebakaran, penguatan sistem respons darurat, serta meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan pemadam kebakaran. Meskipun demikian, penelitian ini juga menemukan sejumlah tantangan, terutama terkait dengan keterbatasan kesadaran masyarakat terhadap bahaya kebakaran dan pemanfaatan sistem pelaporan darurat. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa Program Roti 7 Lapis merupakan kebijakan pelayanan publik yang efektif dan inovatif dalam pengelolaan kebakaran perkotaan serta berpotensi menjadi rujukan bagi pengembangan program layanan darurat berbasis waktu tanggap di kota-kota metropolitan lain di Indonesia. Kata Kunci: Efektivitas. Layanan Pemadam Kebakaran. Waktu Tanggap. Program Roti 7 Lapis. Pengelolaan Kebakaran Perkotaan. Inovasi Pelayanan Publik. Copyright . 2025 Udaya Madjid. Muhammad Ghifari Iksan. Alpriyanto Situmorang This work is licensed under the Creative Commons Attribution-Non Commercial-ShareAlike 4. 0 International License. Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 148 ABSTRACT This study aims to evaluate the effectiveness of the 7-Minute Response Time Free Fire Service Program (Roti 7 Lapi. implemented by the Surabaya City Fire and Rescue Department. Rapid urbanization, high population density, and severe traffic congestion in Surabaya pose significant challenges to emergency response, particularly in urban fire This research adopts a qualitative descriptive approach with an inductive reasoning process. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation. Program effectiveness was analyzed using five indicators proposed by Sutrisno, namely program understanding, target accuracy, timeliness, goal achievement, and tangible change. The findings indicate that the Roti 7 Lapis program has been implemented effectively across all indicators. The program is supported by strong institutional and public understanding, accurate service targeting that encompasses all residents of Surabaya City, consistent achievement of the seven-minute response time standard, and fulfillment of program objectives in minimizing the impacts of fire incidents. Furthermore, the program has generated tangible improvements, including enhancements in fire service infrastructure and technology, strengthening of the emergency response system, and increased public trust in fire and rescue services. Nevertheless, the study also identifies several challenges, particularly related to limited public awareness of fire hazards and the utilization of the emergency reporting system. Overall, this study concludes that the Roti 7 Lapis program constitutes an effective and innovative public service policy in urban fire management and has the potential to serve as a reference for the development of response timeAebased emergency service programs in other metropolitan cities in Indonesia. Keywords: Effectiveness. Fire Service. Response Time. Roti 7 Lapis Program. Urban Fire Management. Public Service Innovation. PENDAHULUAN Berbagai kota dengan harapan memperoleh kualitas Namun, perkotaan khususnya dalam konteks kota- perpindahan tersebut sering kali tidak kota besar di Indonesia, masih menjadi diiringi dengan kesiapan individu maupun topik kajian yang relevan dan penting saat kapasitas sumber daya manusia untuk beradaptasi dengan dinamika kehidupan berlangsung secara cepat telah melahirkan perkotaan (Riski Aulia, 2. (Ridho, (Setiawan, 2. Pertumbuhan cenderung semakin meningkat dari waktu Permasalahan lain yang tidak kalah ke waktu. Beberapa permasalahan utama krusial di wilayah perkotaan adalah yang muncul antara lain pengangguran meningkatnya jumlah permukiman tidak dan gelandangan, yang sebagian besar layak huni. Ekspansi kota yang pesat serta dipicu oleh arus urbanisasi dalam skala Banyak penduduk bermigrasi ke Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 149 Akibatnya, akses terhadap perumahan yang memadai dan terjangkau menjadi isu Indonesia. Dengan luas wilayah sekitar serius sekaligus elemen penting dalam 274,06 kmA dan pembagian administratif upaya meningkatkan standar hidup dan kualitas kehidupan masyarakat perkotaan kelurahan. Surabaya berperan sebagai (Muhtadi, (Noegroho, (Kamim & Anggalih Bayu Muh, 2. Selain perdagangan yang mendominasi aktivitas ekonomi di kawasan sekitarnya. Surabaya tercatat sebagai kota mencerminkan ketidakseimbangan dalam proses pembangunan perkotaan. Meskipun tertinggi di Provinsi Jawa Timur. Dari kota terus berkembang dan mengalami total penduduk provinsi yang mencapai modernisasi, perencanaan pembangunan sekitar 40,66 juta jiwa pada tahun 2022, sekitar 2,87 juta jiwa bermukim di Kota mendasar masyarakat, khususnya ruang Surabaya. Angka tersebut setara dengan yang mendukung interaksi sosial dan kepadatan rata-rata sekitar 8. 217 jiwa per kilometer persegi (Abdul, 2. Kondisi Padahal, publik dan ruang Surabaya dalam menjaga keseimbangan ekologi Indonesia. Pada jam-jam sibuk, tingkat serta meningkatkan kesejahteraan sosial kepadatan dan kemacetan lalu lintas yang masyarakat perkotaan (Hantono, 2. (Ridlo, 2. ketidaknyamanan secara fisik, tetapi juga persoalan tersebut menunjukkan bahwa terbuka hijau memiliki peran strategis Secara berdampak pada tekanan psikologis bagi masyarakat perkotaan. banyak kota besar semakin menghadapi tantangan sebagai tempat tinggal yang layak dan nyaman. Kepadatan penduduk yang tinggi akibat urbanisasi menciptakan yang telah ada. Kondisi ini juga tercermin di Kota Surabaya sebagai salah satu Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 150 hilangnya nyawa serta dampak psikologis Berbagai faktor berkontribusi terhadap terjadinya kebakaran, antara lain korsleting listrik, aktivitas memasak yang tidak diawasi, pembuangan puntung rokok secara sembarangan, serta bentuk-bentuk kelalaian manusia lainnya. Kejadian Sumber: (Muhamad, 2. Gambar 1. Grafik Kemacetan Lalu Lintas Per Jam di Kota-Kota Besar di Indonesia Kondisi Kota Surabaya menunjukkan tren peningkatan sepanjang tahun 2023. Dalam periode Januari hingga 18 September 2023, risiko serius apabila terjadi bencana atau Pada bulan September 2023 keadaan darurat, terutama di kota dengan saja, terjadi 69 kasus kebakaran yang tingkat kepadatan dan kemacetan tinggi seperti Surabaya. Kepadatan penduduk Rincian kejadian tersebut yang besar, keterbatasan mobilitas, serta meliputi 36 kebakaran lahan terbuka, 15 kemacetan lalu lintas yang sering terjadi jenis kebakaran lainnya, 10 kebakaran sampah, empat kebakaran rumah tinggal, tiga kebakaran bangunan umum dan evakuasi, dan upaya mitigasi bencana. komersial, serta satu kebakaran kendaraan Oleh karena itu, kejadian kebakaran yang (Assidiq, 2. Penyebab kebakaran berulang di Kota Surabaya memerlukan yang paling dominan adalah api terbuka perhatian khusus agar dapat ditangani dengan sekitar 190 kejadian, disusul oleh secara cepat dengan dukungan akses dan gangguan kelistrikan sebanyak kurang infrastruktur respons yang memadai. lebih 74 kasus. Sementara itu, sebanyak Potensi 261 peristiwa kebakaran masih dalam proses penyelidikan terkait penyebabnya dikendalikan dan dapat menimbulkan kerugian yang besar. Peristiwa kebakaran (Devi, 2. Merujuk data Dinas Pemadam Kebakaran Penyelamatan material, tetapi juga dapat mengakibatkan Surabaya Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 Kota | 151 menggambarkan darurat di wilayah perkotaan, khususnya kebakaran di kota ini. Sepanjang tahun tersebut tercatat 614 kejadian kebakaran darurat terintegrasi 112 sebagai inovasi dengan total kerugian material yang pelayanan publik. Penelitian di Kota diperkirakan mencapai 28 miliar rupiah. Samarinda Kebakaran Command Center 112 berperan penting kawasan permukiman padat penduduk, area industri, serta bangunan komersial penanganan keadaan darurat dan bencana. atau pusat perbelanjaan. Penyebab utama Namun, efektivitasnya masih dibatasi oleh kebakaran masih didominasi oleh api koordinasi antarlembaga, serta berbagai menunjukkan adanya risiko berkelanjutan kendala operasional lainnya (Prayogo & baik dari aktivitas rumah tangga maupun Rohmadin, 2. Temuan yang serupa kegiatan industri. juga ada pada kajian mengenai layanan Sebagai darurat Jakarta Siaga 112 yang lebih kebakaran. Pemerintah Kota Surabaya implementasi dan tata kelola layanan, meluncurkan Program Response Time 7 tanpa secara spesifik menilai dampaknya Menit Layanan Pemadam Kebakaran Gratis yang dikenal dengan sebutan AuRoti (Musa, 2. 7 LapisAy. Program ini dirancang untuk Penelitian mengenai implementasi meminimalkan kerugian akibat kebakaran Call Center 112 di beberapa daerah lain, dengan memastikan bahwa unit pemadam seperti Kabupaten Purwakarta dan Kota kebakaran dapat tiba di lokasi kejadian Bogor, dalam waktu layanan dari aspek kepatuhan prosedural, tujuh menit setelah laporan diterima. Sebagai sebuah inovasi pelayanan publik, program ini tingkat kepuasan masyarakat (Maulana & al, 2. (Shalza & al, 2. Meskipun meningkatkan efektivitas, kecepatan, dan memberikan gambaran mengenai kinerja administratif layanan darurat, studi-studi perkotaan di Kota Surabaya. Sejumlah penelitian sebelumnya telah mengkaji penyelenggaraan layanan Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 152 pemadam kebakaran maupun hasil nyata penanganan kebakaran di lapangan. Berdasarkan penelitian-penelitian Kota Surabaya penelitian yang jelas. Pertama, belum respons darurat melalui Command Center 112 menunjukkan bahwa sistem ini telah mengevaluasi efektivitas program layanan pemadam kebakaran yang secara eksplisit penanganan keadaan darurat, termasuk didasarkan pada target waktu tanggap yang terukur, seperti Program Response Time Namun Menit Layanan Gratis (Roti Pemadam kualitas layanan dan sosialisasi kepada Kebakaran khususnya di kota metropolitan dengan berdasarkan target waktu tanggap tertentu perkotaan yang tinggi seperti Surabaya. (Makhdar, 2. Kedua, penerapan kerangka pengukuran efektivitas yang mencakup pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan memiliki pengaruh signifikan terhadap waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan efektivitas layanan pemadam kebakaran nyata masih terbatas dalam evaluasi Lapi. , efektivitas program pemadam kebakaran Berbagai layanan pemadam kebakaran perkotaan. Ketiga, peran inovasi teknologi respons menemukan bahwa variasi waktu tanggap darurat, seperti integrasi Command Center layanan pemadam kebakaran berkorelasi erat dengan tingkat kerugian dan risiko (FAC. , dan aplikasi panic button, dalam kebakaran, terutama di wilayah dengan karakteristik sosial dan spasial yang tanggap kebakaran masih belum banyak kompleks (Hassler & al, 2. Namun, temuan-temuan tersebut belum banyak Penelitian Swedia. Fire Alarm Connected Oleh karena itu, penelitian ini Indonesia, menawarkan kontribusi kebaruan dengan khususnya yang berbasis pada program dengan target waktu tanggap yang ketat. terhadap efektivitas Program Response Time Menit Layanan Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 Pemadam | 153 Kebakaran Gratis (Roti 7 Lapi. di Kota Surabaya. Penelitian ini tidak hanya meliputi pengamatan, penelaahan, dan menilai kecepatan respons, tetapi juga analisis yang dilakukan secara langsung mengevaluasi efektivitas program secara oleh peneliti terhadap objek penelitian. holistik melalui indikator pemahaman Sejalan dengan metode yang digunakan, program, ketepatan sasaran, ketepatan sumber data dalam penelitian ini bersifat waktu, tercapainya tujuan, serta perubahan nyata yang dirasakan oleh masyarakat. Penelitian Penelitian kualitatif, sebagaimana (Moleong, memperkaya literatur di bidang kebijakan publik dan keselamatan perkotaan serta berfokus pada penggalian peristiwa atau proses sosial secara mendalam guna program layanan pemadam kebakaran menghasilkan data deskriptif berupa kata- berbasis waktu tanggap di kota-kota besar kata, narasi, serta perilaku yang diamati lainnya di Indonesia. dalam konteks alamiah. Pendekatan ini KAJIAN TEORI Time Program Response Layanan Pemadam Kebakaran dapat dianalisis menggunakan lima indikator utama yang dikemukakan mengemukakan bahwa efektivitas dapat diukur melalui pemahaman program, tepat sasaran, tepat waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan nyata. analisis yang sistematis (Hidayat & Setyanto, 2. (Siahaan & al, 2. Pengumpulan penelitian ini dilakukan melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi (Hasanah. Wawancara (Ichsan, menggunakan format semi-terstruktur, di METODE Penelitian bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam serta memberikan solusi melalui observasi yang cermat serta oleh Sutrisno . Sutrisno . peneliti di lapangan untuk memperoleh Efektivitas Menit Pendekatan kualitatif diterapkan melalui Meskipun memberikan ruang fleksibilitas selama proses wawancara untuk menggali isu-isu relevan lainnya yang muncul di lapangan. Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 154 meskipun tidak tercantum secara eksplisit ilmiah serta dokumen resmi dari instansi dalam pedoman awal. Untuk menjamin pemerintah pusat maupun daerah. keakuratan dan kelengkapan data, proses Analisis data dalam penelitian ini wawancara didukung dengan alat perekam guna meminimalkan risiko kehilangan dengan mengadopsi model analisis data interaktif yang dikemukakan oleh (Miles Observasi dalam penelitian ini & Huberman, 2. , yang meliputi tahap merupakan proses pengumpulan data yang dilakukan secara sistematis dan terencana melalui pengamatan langsung terhadap Proses analisis ini dipandu oleh kerangka peristiwa dan aktivitas yang terjadi di efektivitas program yang dikembangkan oleh (Sutrisno, 2. , di mana data kualitatif yang diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi direduksi. Metode pemahaman kontekstual dan bukti empiris yang mendukung temuan penelitian secara indikator efektivitas, yaitu pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan Teknik waktu, tercapainya tujuan, dan perubahan Melalui pendekatan analisis terpadu pengumpulan data dengan menghimpun ini, penelitian tidak hanya mampu menilai berbagai dokumen dan arsip yang relevan proses implementasi Program Roti 7 sebagai bukti empiris dari sumber-sumber Lapis, tetapi juga mengevaluasi efektivitas serta dampak nyata program terhadap Dokumen yang dikumpulkan meliputi kinerja layanan pemadam kebakaran dan catatan tertulis, gambar, serta materi lain hasil yang dirasakan oleh masyarakat. (Piscayanti, (Sudarsono, 2. Dokumen tersebut HASIL DAN PEMBAHASAN diklasifikasikan ke dalam dua kategori, yaitu dokumen primer yang berkaitan langsung dengan peristiwa penelitian, dan dokumen sekunder yang mencakup artikel Time Efektivitas Program Response Layanan Pemadam Menit Kebakaran dapat dianalisis menggunakan lima indikator utama yang dikemukakan Sutrisno . Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 Kerangka | 155 pengukuran ini telah banyak digunakan pemadam kebakaran. Untuk memastikan dalam evaluasi program pelayanan publik pemahaman tersebut juga tersampaikan dan dinilai relevan untuk mengukur kepada masyarakat luas, dinas secara aktif program di Kota Surabaya (Idris & al, berbagai tingkatan, mulai dari lingkungan (Indrayani & Fitrotun, 2. (Bawadi & Puput, 2. (RT/RW), sekolah, instansi pemerintah Suatu program dapat dipahami sebagai serangkaian kegiatan terencana dilaksanakan dalam jangka waktu tertentu untuk mencapai tujuan atau sasaran yang telah ditetapkan. Dalam penelitian ini, pemahaman program dimaknai sebagai Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya manfaat, serta mekanisme pelaksanaan Program Response Time 7 Menit Layanan Pemadam Kebakaran (Roti 7 Lapi. Tingkat terbangunnya sinergi antara masyarakat dan petugas pemadam kebakaran dalam keadaan darurat kebakaran. Hasil wawancara dengan personel Dinas Pemadam Penyelamatan Kebakaran Kota dan swasta, hingga pengelola apartemen. Pemahaman Program Surabaya menunjukkan bahwa program ini telah dipahami dengan baik oleh para petugas hotel, serta bangunan lain yang memiliki tingkat risiko kebakaran tinggi. Selain itu, dinas juga menyelenggarakan program edukasi Little Firefighter setiap hari bagi anak-anak taman kanak-kanak sebagai upaya pengenalan dini terhadap kesadaran keselamatan kebakaran. Lebih lanjut, pada setiap kejadian kebakaran, petugas pemadam kebakaran Program Roti 7 Lapis kepada masyarakat di sekitar lokasi. Masyarakat diimbau untuk segera menghubungi Command Center 112 apabila terjadi kebakaran, baik memungkinkan penanganan yang cepat. Untuk semakin mendukung pencapaian Pemerintah Kota Surabaya merencanakan penambahan pos pemadam Saat ini, sekitar 94 persen wilayah pengelolaan kebakaran di Kota Surabaya telah tercakup, dan setiap Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 156 petugas pemadam kebakaran yang baru kebakaran dan penyelamatan yang masuk direkrut dibekali dengan pelatihan khusus terkait implementasi program tersebut. menunjukkan tingkat cakupan layanan mencapai 100 persen. Proses pelaporan Ketepatan Sasaran kejadian dilakukan melalui Command Ketepatan sasaran merujuk pada sejauh mana Program Response Time 7 Menit Layanan Pemadam Kebakaran (Roti 7 Lapi. yang dilaksanakan oleh Dinas Pemadam Kebakaran Kota Surabaya Penyelamatan Center 112 yang dikelola oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya dan berfungsi sebagai sistem pelaporan terpadu. Setiap laporan bahwa layanan diberikan kepada pihak yang membutuhkan, tetapi juga berfungsi sebagai pedoman sekaligus pendorong menjalankan kegiatan di lapangan. Dalam konteks ini, ketepatan sasaran dinilai melalui kesesuaian pemberian layanan serta efektivitas pelaksanaan program oleh petugas pemadam dan penyelamat. Berdasarkan Penyelamatan Kota Surabaya memberikan Penyelamatan untuk ditindaklanjuti. Dengan demikian. Program Roti 7 Lapis dapat dikatakan tepat sasaran karena Kota Surabaya meminimalkan kerugian material dan korban jiwa akibat kebakaran. Untuk mendukung tercapainya tujuan tersebut. Kota Surabaya didukung oleh lima kantor rayon pemadam kebakaran dan enam belas pos pembantu yang beroperasi dengan sistem tiga shift, yaitu shift pagi, lapangan. Dinas Pemadam Kebakaran dan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan program tersebut. Penentuan sasaran yang jelas dan tepat tidak hanya memastikan penyelamatan kepada seluruh warga Kota Surabaya yang membutuhkan bantuan Layanan tersebut tersedia selama 24 jam dan diberikan secara gratis. Sejak tahun 2019, seluruh laporan kejadian siang, dan malam. Respons cepat yang diberikan oleh petugas pemadam dan mampu menekan kepanikan masyarakat terjadi keadaan dibekali dengan pengetahuan dan alat pelindung diri yang memadai untuk Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 157 menangani kejadian kebakaran secara aman dan efektif. yang memiliki kebutuhan perlindungan kebakaran yang relatif serupa, dengan Ketepatan Waktu mempertimbangkan batas-batas alamiah Ketepatan standar operasional pelaksanaan suatu Dalam konteks ini, ketepatan waktu dimaknai sebagai sejauh mana kegiatan program dilaksanakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan tanpa mengalami hambatan yang berarti. Program yang dijalankan secara tepat waktu cenderung memperoleh penilaian positif dari masyarakat sebagai penerima lapangan. Program Roti 7 Lapis (Response Time 7 Menit Layanan Pemadam Grati. menekankan pengelolaan waktu yang kedatangan petugas pemadam kebakaran ke lokasi kejadian dalam waktu kurang dari tujuh menit sejak laporan pertama Untuk mencapai target tersebut. Dinas Pemadam Kebakaran Penyelamatan Kota Surabaya didukung oleh koordinasi lintas instansi melalui Command Center 112 yang berfungsi serta mobilisasi unit penanganan darurat. Wilayah pengelolaan kebakaran di Kota Surabaya sistem Command Center 112, termasuk sistem alarm kebakaran dan mekanisme Penetapan wilayah tersebut didasarkan pada waktu tempuh dari pos pemadam kebakaran terdekat, dengan cakupan layanan maksimal dalam radius 7,5 km. Wilayah yang berada di luar wilayah belum terlindungi secara optimal. Untuk Berdasarkan Setiap pengelolaan kebakaran terintegrasi dengan perlindungan, setiap wilayah di Kota Surabaya dilayani oleh armada pemadam kebakaran yang ditempatkan di pos-pos dengan jarak tidak lebih dari 2,5 hingga masing-masing Pencapaian standar waktu tanggap tujuh menit didukung oleh kondisi bahwa sekitar 94 persen wilayah pengelolaan kebakaran di Surabaya telah tercakup, di mana setiap sektor dilayani oleh satu kantor rayon dan pos pembantu terdekat dengan jarak maksimal 3,5 km. Tingkat Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya menetapkan standar waktu Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 158 signifikan tanggap nasional sebesar lima belas menit. Program Roti Lapis sebagaimana yang telah ditetapkan. Data Tercapainya Tujuan Dalam yang tersedia menunjukkan bahwa kinerja tujuan yang dirumuskan secara jelas menjadi landasan utama sekaligus fokus dari seluruh rangkaian kegiatan. Tujuan langkah-langkah terstruktur dan efektif. Perumusan tujuan yang jelas juga mencerminkan tingkat pemahaman dan kapasitas organisasi atau permasalahan yang dihadapi. mencapai tingkat kepatuhan sebesar 100 persen terhadap standar yang ditetapkan. Meskipun jumlah kejadian kebakaran pelaksanaan program ini berkontribusi nyata dalam menekan besaran kerugian material dan jumlah korban. Data kejadian kebakaran pada tahun 2021 dan 2022 mengindikasikan bahwa Program Roti 7 Lapis dampak kebakaran, khususnya dari aspek Waktu tanggap . esponse tim. waktu tanggap pada tahun 2021 dan 2022 kerugian ekonomi. Perubahan Nyata Perubahan nyata merujuk pada kondisi di mana terdapat perbedaan yang Keterlambatan dapat diamati antara keadaan awal dan pemadam kebakaran akan meningkatkan keadaan akhir dalam suatu rentang waktu potensi api berkembang menjadi lebih tertentu sebagai hasil dari upaya perbaikan besar dan sulit dikendalikan, sehingga atau pengembangan. Dalam pelaksanaan Program Roti 7 Lapis (Response Time 7 Kebakaran Menit perbandingan antara kondisi sebelum dan berdampak pada rumah tangga yang sesudah program dijalankan menjadi hal terdampak langsung, tetapi juga dapat meluas dan merugikan masyarakat di memungkinkan baik pelaksana program maupun masyarakat sebagai penerima Layanan Pemadam Perbandingan Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 Grati. , | 159 layanan untuk sejauh mana Program ini memperoleh pengakuan resmi program ini menghasilkan perubahan yang bermakna serta kesesuaiannya dengan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tujuan yang telah ditetapkan. Republik Indonesia sebagai salah satu Dari aspek sarana dan prasarana. Dinas Pemadam Pendayagunaan inovasi kebijakan publik terbaik. Selain itu, terjadi peningkatan signifikan pada Penyelamatan Kota Surabaya didukung infrastruktur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional berdampak pada peningkatan kualitas Kebakaran Kementerian Untuk permasalahan kemacetan lalu lintas dan Sarana pendukung tersebut meliputi mobil tangga, kendaraan bronto memanfaatkan sepeda motor pemadam skylift, mobil pemadam ringan, peralatan kebakaran sebagai strategi respons cepat. komunikasi, serta perlengkapan pelindung Sepeda motor tersebut terdiri atas dua diri yang lengkap dan memadai. jenis, yaitu Walang Kadung dan Walang Kekek. Walang Kadung Kawasaki Hasil masyarakat yang terdampak langsung oleh Versys peristiwa kebakaran juga memperkuat berkapasitas 250 cc yang dirancang temuan ini. Informan menyatakan bahwa layanan pemadam kebakaran di Kota kebakaran, sedangkan Walang Kekek Surabaya mudah diakses dan didukung adalah sepeda motor trail berkapasitas 125 cc yang dimodifikasi secara khusus oleh sehingga mampu menangani kebakaran Dinas secara efektif, termasuk pada bangunan Penyelamatan untuk mendukung operasi bertingkat tinggi seperti Tunjungan Plaza. Penggunaan Hal ini juga dikonfirmasi oleh saksi kendaraan ini memungkinkan petugas pelapor kejadian kebakaran di Tunjungan menjangkau lokasi kebakaran di gang Plaza sempit atau kawasan padat secara lebih terbukti berhasil meningkatkan efektivitas Pemadam Kebakaran Program Roti Lapis April Program Roti Secara Lapis layanan pemadam kebakaran gratis di menghasilkan perubahan nyata dalam Kota Surabaya melalui pencapaian target pengelolaan kebakaran di Kota Surabaya. waktu tanggap tujuh menit, penurunan Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 160 kerugian material korban, serta Dalam pelaksanaan Program Roti peningkatan kesadaran masyarakat akan 7 Lapis, terdapat berbagai faktor internal pentingnya penanganan kebakaran yang cepat dan efektif. Dengan demikian, tercapainya tujuan program. Faktor-faktor program ini dapat dipandang sebagai contoh keberhasilan menentukan sejauh mana program dapat implementasi kebijakan pelayanan publik diimplementasikan secara efektif dan yang inovatif dan efektif. Tabel 1. Ringkasan Temuan Berdasarkan Indikator Efektivitas Indikator Efektivitas Pemahaman Program Ketepatan Sasaran Ketepatan Waktu Tercapainya Tujuan Perubahan Nyata Temuan Petugas pemadam kebakaran dan instansi pelaksana memiliki pemahaman yang kuat terhadap tujuan, prosedur, dan manfaat program. Pemahaman masyarakat didukung melalui kegiatan sosialisasi yang dilakukan secara berkelanjutan, program edukasi seperti Little Firefighter, serta penyampaian informasi secara langsung di lokasi kejadian kebakaran. Program ini menyasar seluruh warga Kota Surabaya tanpa adanya diskriminasi. Layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan tersedia selama 24 jam setiap hari, diberikan secara gratis, dan dapat diakses melalui Command Center 112 yang terintegrasi. Sejak tahun 2019, seluruh laporan kejadian kebakaran dan penyelamatan telah ditangani, sehingga cakupan layanan mencapai 100 persen dari total laporan yang masuk. Penanganan kebakaran ditargetkan untuk mencapai lokasi kejadian dalam waktu maksimal tujuh menit. Pencapaian target ini didukung oleh distribusi pos pemadam kebakaran yang strategis, cakupan wilayah layanan yang telah mencapai sekitar 94 persen, integrasi sistem dengan Command Center 112, serta pemanfaatan kendaraan respons cepat, termasuk sepeda motor pemadam Program ini menunjukkan tingkat kepatuhan sebesar 100 persen terhadap standar waktu tanggap pada periode 2021Ae2022. Meskipun jumlah kejadian kebakaran masih relatif tinggi, pelaksanaan program telah berkontribusi signifikan dalam menurunkan kerugian material dan jumlah korban Terjadi peningkatan yang signifikan pada aspek infrastruktur, peralatan, dan teknologi, seperti penerapan sistem FACe, penggunaan panic button, serta pengadaan kendaraan khusus penanganan kebakaran. Program Roti 7 Lapis juga memperoleh pengakuan di tingkat nasional sebagai inovasi pelayanan publik dan berhasil meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemadam Penilaian Efektif Efektif Efektif Efektif Efektif Sumber: Analisis Penulis, 2025 Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 161 Faktor Pendukung . Kegiatan Sosialisasi Simulasi di Lapangan secara On the Spot Sebagai bagian dari upaya Dinas kondisi darurat lainnya secara cepat dan Pemanfaatan sistem pelaporan mobilisasi petugas pemadam kebakaran. Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan dipersingkat dan peluang pemadaman Kota Surabaya secara rutin melaksanakan kebakaran pada tahap awal menjadi lebih Kegiatan ini dilakukan melalui berbagai media sosial serta interaksi langsung dengan masyarakat di berbagai tingkatan, seperti lingkungan rukun tetangga dan rukun warga (RT/RW), sekolah, serta Pelaksanaan komunitas dalam merespons kejadian mendukung percepatan dan efektivitas . Inovasi FACe (Fire Alarm Connecte. dan Surabaya Panic Button Sebagai upaya inovatif dalam meningkatkan kecepatan respons. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Surabaya inovasi teknologi utama. Inovasi pertama adalah FACe (Fire Alarm Connecte. , yaitu sistem yang terintegrasi dengan infrastruktur alarm kebakaran gedung (MCFA) Command Center 112. Sistem ini secara waktu tanggap darurat. pelaporan dan mempercepat penanganan . Sosialisasi Penggunaan Nomor Pengaduan Darurat 112 Dalam efektivitas layanan pemadam kebakaran. Dinas Pemadam Kebakaran Penyelamatan Kota Surabaya secara aktif melakukan sosialisasi penggunaan nomor Inovasi kedua adalah Surabaya Panic masyarakat melaporkan situasi darurat secara langsung melalui tombol darurat yang ditempatkan secara strategis di lokasi-lokasi berisiko tinggi. Secara pengaduan darurat publik 112. Layanan Button. Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 162 meningkatkan berdampak positif terhadap waktu tanggap menurunkan potensi kerugian material dan korban jiwa. Dalam konteks penelitian ini, faktor-faktor pendukung tersebut berperan Program Roti Lapis sekaligus memperkuat efektivitas layanan. Inovasi-inovasi mengatasi tantangan dalam pengelolaan kebakaran perkotaan serta menjadi dasar . Rendahnya Kesadaran Masyarakat terhadap Bahaya Kebakaran Tingkat kesadaran masyarakat Faktor Penghambat Kota tercermin dari perilaku masyarakat saat Banyak berada pada tahap awal. Padahal. Dinas Surabaya melakukan sosialisasi, termasuk melalui . Rendahnya Pengetahuan Masyarakat tentang Nomor Pengaduan 112 Hasil penelitian menunjukkan Surabaya Surabaya masih tergolong rendah, yang Kota Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan darurat yang berkelanjutan. Kota slogan kampanye Auapi kecil kawan, api besar lawanAy. Namun demikian, upaya tersebut belum sepenuhnya mendorong perubahan perilaku masyarakat secara keberadaan nomor pengaduan darurat 112 kejadian kebakaran. Meskipun Pemerintah Kota Surabaya telah melakukan berbagai stiker dan pamflet serta penyampaian sekolah, upaya tersebut belum sepenuhnya pengetahuan dan kesadaran masyarakat . Rendahnya Pemahaman Masyarakat terhadap Layanan Pemadaman Gratis Pemahaman masyarakat mengenai sifat gratis layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan di Kota Surabaya masih Meskipun keselamatan publik, termasuk layanan pemadaman kebakaran dan penyelamatan, merupakan tanggung jawab negara yang diberikan tanpa pungutan biaya, informasi Jurnal Pemerintahan dan Keamanan Publik (JP dan KP) Vol. No. Agustus 2025 | 163 tersebut belum sepenuhnya terinternalisasi oleh masyarakat. Salah satu tantangan utama dalam pelaksanaan program adalah rendahnya . Kemacetan Lalu Lintas Surabaya menjadi hambatan tambahan dalam upaya percepatan respons unit pemadam kebakaran. Selain itu, perilaku pengguna jalan yang belum sepenuhnya memberikan prioritas kepada kendaraan pemadam kebakaran turut menghambat lokasi kejadian, sehingga berdampak pada waktu tanggap secara keseluruhan. PENUTUP Roti Lapis Dinas Kebakaran Surabaya Pemadam Penyelamatan Kota meningkatkan efisiensi layanan pemadam kebakaran gratis. Evaluasi efektivitas pemahaman program, ketepatan sasaran, ketepatan waktu, tercapainya tujuan, serta perubahan nyata yang dirasakan oleh Secara umum, program ini indikator-indikator perbaikan dan penguatan lebih lanjut. masyarakat dalam upaya pelaporan dini dan pencegahan kebakaran. Oleh karena itu, diperlukan upaya berkelanjutan untuk mendorong keterlibatan masyarakat yang lebih aktif dalam pemanfaatan layanan pemadam kebakaran gratis. kelancaran mobilisasi petugas menuju Program masyarakat terhadap bahaya kebakaran. Kemacetan lalu lintas yang umum Sebagai respons terhadap berbagai Dinas Pemadam Kebakaran Penyelamatan Surabaya Kota langkah perbaikan, antara lain melalui penanganan kebakaran di lapangan, serta pengembangan inovasi teknologi seperti FACe (Fire Alarm Connecte. Surabaya Panic Button. Berbagai inisiatif ini berkontribusi dalam mempercepat efektivitas pengelolaan kebakaran di Kota Surabaya. DAFTAR PUSTAKA