MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. : 29-39 KAJIAN DISTRIBUSI RASKIN DI KABUPATEN SUMEDANG LIES SULISTYOWATI Departemen Sosial-Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran E-mail: lies. sulistyowati@unpad. ANDRIAN NUR RAMADHAN Departemen Sosial-Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran E-mail :andriannramadhan@gmail. Abstrak Raskin merupakan salah satu program pemerintah Indonesia yang telah dilaksanakan sejak tahun 2002, yang ditujukan untuk mengurangi beban pengeluaran rumah tangga miskin sebagai bentuk dukungan untuk meningkatkan ketahanan pangan masyarakat. Namun dalam pelaksanaannya sering target lima tepat tidak tercapai atau kurang efektif dan Kajian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas dan efisiensi distribusi Raskin hingga sampai ke rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTS-PM) Program Raskin di Jatinangor dan Kecamatan Buahdua. Desain penelitian yang digunakan kuantitatif dengan teknik survei deskriptif. Tehnik pengambilan sampel secara Two- stage-Cluster random sampling, dengan 82 penerima raskin. Hasil kajian menyimpulkan bahwa secara umum penilaian RTS-PM terhadap efektivitas distribusi Raskin cukup efektif . ata-rata terbobot 2,. Sedangkan per indikator: dari segi ketepatan sasaran 2,29 . idak tepa. , ketepatan jumlah 1,96 . idak tepa. , ketepatan harga 3,65 . , ketepatan waktu 3,80 . , dan ketepatan kualitas 3,05 . ukup tepa. Tingkat efisiensi distribusi Raskin 0,025, maka distribusi Raskin di Kabupaten Sumedang dapat dikatakan efisien. Jika dikomparatifkan, maka pelaksanaan raskin di Kecamatan Jatinangor lebih efektif dan efisien dibanding di Kecamatan Buahdua. Kata Kunci: Efektivitas. Efisiensi. Distribusi Raskin Abstract Raskin is one of the Indonesian government programs that have been implemented since 2002, aimed at reducing the burden of expenditure of poor households as a form of support to improve the food security of society. However, in practice often the target of five right is not reached or less effective and efficient. This study aimed to analyze the effectiveness and efficiency of the distribution of Raskin to get to the target beneficiary households (RTSPM) Raskin in Jatinangor and Buahdua District. The design study is quantitative descriptive survey techniques. Sampling techniques Two--stage random cluster sampling, with 82 recipients Raskin. The results of the study concluded that overall assessment of the effectiveness of RTS-PM Raskin distribution is effective . weighted average of 2. While per indicator: in terms of targeting accuracy of 2. ot exac. , the accuracy of the amount of 1. ot exac. , the accuracy of the price 3. , timeliness of 3. and accuracy of quality 3. uite rightl. Raskin distribution efficiency level of 0. then the distribution of Raskin in Sumedang can be said to be efficient. If compared beetwen JatinangorDistrict and Buahdua District, then the implementation of Raskin in District Jatinangor more effectively and efficiently than in the District Buahdua. Keywords: Effectiveness. Efficiency. Raskin Distribution Kajian Distribusi Raskin di Kabupaten Sumedang LIES SULISTYOWATI. ANDRIAN NUR RAMADHAN dan mekanisme pengaduan yang PENDAHULUAN Indonesia dengan jumlah penduduk kurang berfungsi. terbesar kelima di dunia. Lokasi kajian di Kabupaten Sumedang merupakan Kabupaten Sumedang dengan kecamatan salah satu sentra penghasil beras di Jawa terpilih adalah Kecamatan dan 95% Barat Sumedang, rata-rata Beras Namun ironisnya. Sumedang konsumsi beras yang tinggi mencapai 102 berada di urutan tiga besar, jumlah rumah kg/kapita/tahun Bulog, tangga miskin penerima manfaat raskin Permintaan beras yang terus (Arrisandi, 2. Dengan jumlah RTS- PM yang cukup tinggi, maka dituntut pula pelaksanaan distribusi Raskin yang harga beras cenderung tinggi. Harga efektif dan efisien. Hal tersebut pula yang beras yang tinggi sering tidak terjangkau melandasi peneliti, untuk mengkaji: oleh masyarakat miskin. Data BPS Jawa . Bagaimana sistem distribusi Raskin di (BPS Barat . , menyatakan bahwa jumlah Kabupaten Sumedang ? penduduk miskin di Jawa Barat pada . Bagaimana tingkat efektivitas dan bulan September 2015 sebesar 4. tingkat efisiensi distribusi Raskin di Kabupaten Sumedang? . ,57 Kelompok masyarakat miskin memiliki kemampuan kebutuhan pangan, sekalipun produksi TINJAUAN PUSTAKA Ketahanan Pangan dan Kemiskinan beras Jawa Barat surplus. Kajian SMERU Di Indonesia menurut Undang- (Mawardi, 2. terhadap pelaksanaan undang No. 7 Tahun 1996, pengertian program Raskin menunjukkan bahwa efektivitas program masih relatif lemah. terpenuhinya pangan bagi rumah tangga Hal ini ditandai oleh sosialisasi dan yang tercermin dari: . tersedianya transparansi yang kurang memadai. pangan secara cukup, baik dalam jumlah penerima, harga, jumlah, dan frekuensi maupun mutunya. penerimaan beras yang kurang tepat. Masyarakat miskin, biaya pengelolaan program yang tinggi. yang kekurangan daya beli, merupakan pelaksanaan pemantauan yang belum golongan yang paling tidak tahan pangan. MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. : 29-39 Kemiskinan adalah keadaan di mana kebijakan perberasan selama ini. Sebagai terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi produsen, petani pakaian, tempat berlindung, pendidikan, penetapan harga dasar gabah, yang dan kesehatan (Faturochman dan Molo. Sedangkan menurut Ellis . , pembelian pemerintah (HPP). Di sisi lain, petani juga sebagai konsumen, sehingga multidimensional yang dapat ditelaah dari dimensi ekonomi, sosial dan politik. pangannya, digunakan program Raskin. Secara Nomor 3 Tahun 2012 tentang Kebijakan Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras, secara khusus menginstruksikan Perum Bulog untuk menyediakan dan kelompok masyarakat miskin dan rawan mengutamakan pengadaan beras dari Beras bersubsidi bagi kelompok masyarakat miskin dan rawan pangan yang bertujuan untuk membantu meringankan beban keluarga miskin tersebut yaitu beras disingkat dengan Raskin. Menurut Syaifullah Efektivitas dan Efisiensi Distribusi Raskin Menurut Drucker dalam Roem (Effendi. Berdasarkan Instruksi Presiden kekurangan jaringan sosial dan struktur , efektivitas adalah melakukan efisiensi adalah melakukan pekerjaan dengan benar. Menurut Pedoman Umum Raskin (Bulog, 2015. , terdapat enam indikator yang mempengaruhi efektivitas penyaluran program Raskin, yaitu: . Tepat Sasaran. Tepat Jumlah . -15 kg/RTM/bulan selama 12 bula. , . Tepat Harga (Rp 1. 600/kg netto di Titik Distribus. , . Tepat Waktu, . Tepat Kualitas, dan . Tepat Administrasi. Efisiensi seringkali dikaitkan dengan kinerja suatu organisasi karena efisiensi . Menurut Mankiw effisiensi adalah kondisi pengalokasian Kajian Distribusi Raskin di Kabupaten Sumedang LIES SULISTYOWATI. ANDRIAN NUR RAMADHAN seluruh anggota masyarakat. Sedangkan Rancangan Analisis Data terkait distribusi. Downey dan Erickson Tingkat . , mengemukakan bahwa efisiensi dengan menggunakan perhitungan rata- distribusi/pemasaran dinyatakan sebagai produk dari produsen menuju ke pasar kuesioner skala Likert (Durianto, dkk. sasaran melalui saluran distribusi yang pendek sehingga terjadi penghematan rentang skala: sangat efektif, efektif, biaya dan waktu. cukup efektif, kurang efektif dan sangat kurang efektif. Adapun cara memperoleh frekuensi METODE PENELITIAN Desain penelitian yang digunakan relatif (FR) ialah: adalah metode kuantitatif dengan tehnik survey (Sugiyono, 2. Metode survei adalah penelitian yang dilakukan pada Soekartawi . , populasi besar maupun kecil, tetapi data bahwa efesiensi pemasaran adalah nisbah yang dipelajari adalah data dari sampel antara total biaya dengan total nilai yang diambil dari populasi tersebut, produk yang dipasarkan, atau dapat sehingga ditemukan kejadian-kejadian relatif distribusi, dan hubungan-hubungan psikologis (Kerlinger dalam Sugiyono. Teknik Two-stage Cluster sampling, dan terpilih Desa Cilayung Kriteria : Ed Ou 1 berarti pendistribusian Raskin tidak effisien Ed < 1 berarti pendistribusian Raskin (Soekartawi, 2. Kecamatan Jatinangor . RTM) dan Desa Karangbungur Kecamatan Buahdua HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil . RTM). Sumber data pendukung diperoleh dari informan sebanyak 14 orang (Perum Bulog 5 orang, pelaksana distribusidi tingkat daerah 7 orang, dan kepala desa 2 oran. karakteristik responden sebagai berikut: mayoritas masih berusia produktif . %), tingkat pendidikan rendah . ,5% SD), sebagian besar sebagai buruh tani dan tidak bekerja . ,1%), dengan tingkat MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. : 29-39 pendapatan di bawah UMK Kabupaten berada dalam tanggung jawab Bulog Sumedang Subdivre Bandung. Proses distribusi dari 715 . ,3%), dengan tanggungan gudang persediaan disalurkan langsung keluarga mayoritas 1-3 orang . ,2%). oleh Satgas/Satker Raskin terkait ke Berdasarkan sosial-ekonomi Desa Cilayung Desa tersebut, maka mayoritas RTS-PM ini Karangbungur. CV. Jaya Prima Logistik layak menerima raskin. bekerja sama dengan CV. Adi Jaya untuk Menurut Rahmat . , kebutuhan mengakomodasi proses distribusi Raskin beras secara nasional dipengaruhi secara hingga ke RTS-PM. Biaya distribusi yang positif oleh penduduk dan dipengaruhi dibebankan dalam satu kali penyaluran secara negatif oleh konsumsi makanan untuk Kecamatan Jatinangor sebesar Rp jadi/makanan lain. Dengan demikian, 45/kg, dan untuk Kecamatan Buahdua total kebutuhan beras secara nasional Rp. 63/kg, yang digunakan untuk upah cenderung meningkat seiring dengan supir angkutan, buruh bongkar muat dan pertambahan penduduk dan konsumsi bahan bakar truk angkutan. Kemudian, makanan lain/jadi yang dapat menjadi sebagai biaya koordinasi dan biaya barang substitusi dari beras. Banyak tenaga bongkar muat di desa terdapat sumber karbohidrat lain seperti singkong, biaya sebesar Rp 50. 000 dalam satu kali ubi jalar, jagung dan lainnya, sehingga Penyaluran Kecamatan Jatinangor tergantung pada beras. Raskin Buahdua kelengkapan berkas yang tersedia antara Distribusi Raskin Kabupaten Sumedang Berita Acara Bongkar Muat. Tanda Penyaluran Raskin diawali dengan Alokasi (SPA) Berita Acara Serah Terima (BAST). Surat Kabupaten Permintaan Sumedang. Terima Pembayaran Beras Raskin dan Surat Pengantar Jalan, terlihat lengkap. Alur distribusi raskin secara skematis dijelaskan pada Gambar 1. sedangkan wewenang distribusi Raskin untuk wilayah Kabupaten Sumedang. Kajian Distribusi Raskin di Kabupaten Sumedang LIES SULISTYOWATI. ANDRIAN NUR RAMADHAN Gambar 1. Alur Distribusi Raskin dari Gudang Bulog sampai Rumah Tangga Sasaran (RTM). (Sumber: http://w. selama proses distribusi dari gudang Efektivitas Distribusi Raskin Tabel 1 memperlihatkan bahwa sampai ke titik bagi di desa . -3 kg/karun. sasaran dan tepat jumlah, sangat rendah. Indikator tepat kualitas menurut yakni: 2. 29 dan 1. Hal ini berdasarkan responden cukup tepat, artinya kualitas fakta bahwa tidak semua masyarakat miskin terdaftar dalam Daftar Penerima Ketentuan kualitas Raskin Manfaat (DPM), sebaliknya ada nama dalam Pedoman Umum (Pedu. Raskin yang masih terdaftar di DPM, padahal (Bulog, 2015. Raskin yang berkualitas sebenarnya sudah tidak masuk kriteria harus memiliki kadar air maksimal miskin karena data yang dipakai data sebesar 14%, derajat sosoh minimal Untuk menghindari kecemburuan sebesar 90%, butir patah maksimal sosial, maka Forum Musyawarah Desa sebesar 20%, dan butir menir maksimal (Mude. menyepakati penyaluran Raskin sebesar 2%. Standar kualitas seperti itu secara merata, dengan jumlah 7-8 kg/kk. Berkurangnya responden, karena yang penting tidak MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. : 29-39 berwarna kuning, tidak bau dan tidak Raskin banyak kutu. sebesar Rp 5. 700/kg. Meskipun pada Selanjutnya indikator tepat harga kenyataannya RTS-PM membayar lebih dan tepat waktu, mayoritas responden mahal, yakni Rp 2. 000/kg di Kecamatan setuju, dengan penilaian rata-rata : 3,65 Jatinangor, dan 3,80. Pedum Raskin (Bulog, 2015. kecamatan Buahdua. namun menurut mengatur harga pembelian Raskin adalah mereka masih layak . epat harg. , dan Rp 1. 600/kg netto di Titik Distribusi (TD). arena harga di pasaran Rp Dengan HPP diberlakukan mulai tahun 2015 sebesar 300/kg 200/kg 000/kg. Tabel 1. Sikap Responden terhadap Indikator 5 Tepat dalam Distribusi Raskin Indikator 5 Tepat Tepat sasaran Sangat tepat . Tepat . Netral . Tidak tepat . Sangat tidak tepat . Tepat Jumlah Sangat tepat . Tepat . Netral . Tidak tepat . Sangat tidak tepat . Tepat Harga Sangat tepat . Tepat . Netral . Tidak tepat . Sangat tidak tepat . Tepat Waktu Sangat tepat . Tepat . Netral . Tidak tepat . Sangat tidak tepat . Tepat Kualitas Sangat tepat . Tepat . Netral . Tidak tepat . Sangat tidak tepat . Efektivitas rata-rata Kec. Jatinangor Frek Kec. Buah Dua Frek Kab. Sumedang Frek Kajian Distribusi Raskin di Kabupaten Sumedang LIES SULISTYOWATI. ANDRIAN NUR RAMADHAN Untuk indikator tepat waktu, sikap RTS-PM ,(%) perbedaan tingkat kesejahteraan RTM antara sebelum dan sesudah pelaksanaan apabila distribusi raskin dikatakan tepat Raskin. Waktu pendistribusian yang diatur kesejahteraan RTM penerima manfaat dalam Pedoman Umum (Pedu. Raskin, program Raskin jauh lebih baik/tinggi haruslah dilaksanakan setiap bulan. Dan dibanding tingkat kesejahteraan RTM menurut responden penerima Raskin menyatakan bahwa pembagian Raskin program Raskin, dilaksanakan setiap bulan, meskipun tidak terjadi pada tanggal yang sama Efisiensi Distribusi Raskin setiap bulannya. kadang awal, kadang pertengahan, dan kadang akhir bulan. Hasil distribusi Raskin diperoleh angka sebesar Kajian yang sejalan dengan kondisi 0,02 untuk Kecamatan Jatinangor dan ini dilakukan oleh Hery, dkk. 0,03 untuk Kecamatan Buahdua, maka yang menyimpulkan bahwa efektivitas Kecamatan Jatinangor dan Kecamatan keluarga miskin (Raski. belum secara Buah dua Kabupaten Sumedang sudah Namun jika dibandingkan, maka Raskin RTM sebagai penerima manfaat program Kecamatan Jatinangor relatif lebih efisien Raskin masih berada pada kategori dibanding di Kecamatan Buahdua (Tabel AysedangAy Terdapat Tabel 2. Efisiensi Distribusi Raskin di Kecamatan Jatinangor dan Kecamatan Buahdua Kabupaten Sumedang Keterangan Kec. Jatinangor Kec . Buahdua Jumlah RTS-PM . umah tangg. Total Pagu Raskin (K. Harga Jual Raskin/kg (R. Total Penjualan Raskin (R. Total Biaya Distribusi (R. Efisiensi Distribusi 0,02 0,03 MIMBAR AGRIBISNIS Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis. : 29-39 Hasil kajian ini, tidak sejalan . Secara keseluruhan penilaian RTS- dengan temuan Sandjaja . , yang PM terhadap efektivitas distribusi menyimpulkan bahwa penyaluran Raskin Raskin cukup efektif. Sedangkan per belum efektif karena hanya mampu indikator: dari ketepatan sasaran dan memenuhi 3 indikator 6T. Penyaluran Raskin telah tepat sasaran menurut garis kualitas, cukup tepat. kemiskinan BPS dan Sayogyo. Rata-rata aspek harga dan waktu, dinilai tepat. harga yang dibebankan kepada penerima Tingkat efisiensi distribusi Raskin Raskin adalah Rp 1. 785/kg. Jumlah menghasilkan angka 0,045 (Ed<. Raskin yang diterima RTS-PM Raskin di maka distribusi Raskin di Kabupaten Kecamatan Piyungan rata-rata adalah Sumedang dapat dikatakan efisien. 12,4 kg. Kualitas Raskin masih kurang Jika rata-rata pelaksanaan raskin di Kecamatan Ketepatan Jatinangor lebih efektif dan efisien cukup baik. Penyaluran dibanding di Kecamatan Buahdua. Raskin belum efisien karena terdapat Berdasarkan uraian di atas, maka biaya tambahan penyaluran Raskin di Kecamatan Piyungan. diajukan adalah: Pemerintah agar selalu memperbarui data jumlah dan lokasi penduduk PENUTUP Distribusi Raskin Kabupaten miskin agar raskin bisa tepat sasaran. Sumedang sudah mengacu pada Monitoring dan evaluasi perlu terus Pedum Raskin (Bulog. Surat penerima raskin menerima sesuai Pedum. Permintaan Alokasi (SPA) pemerintah Kabupaten Sumedang ke . Bulog agar meningkatkan kuantitas pihak Bulog Subdivre Bandung. serta kualitas sarana dan prasarana Raskin yang berasal dari Gudang yang dimiliki, seperti menambah Bulog Subdivre Bandung langsung armada angkutan dan rehabilitasi serta perawatan gudang. sasaran sebagai titik distribusi. Desa Kepada masyarakat dituntut secara Kajian Distribusi Raskin di Kabupaten Sumedang LIES SULISTYOWATI. ANDRIAN NUR RAMADHAN melaporkan jika ada penyimpangan pelaksanaan raskin di lapangan. UCAPAN TERIMA KASIH