Jurnal Ilmiah Pertanian dan Peternakan (JIPPER) ISSN 3031-5883. Vol 2. No 1, 2024, 1-8 https://doi. org/10. 35912/jipper. Analisis Kemitraan dan Potensi Ekonomi terhadap peningkatan pendapatan Petani Kopi (Analysis of Partnerships and Economic Potential for increasing Coffee Farmers' incom. Ahmad Zubair1*. Suherman Suherman 2. Darmawan Darmawan3 Universitas Muhammadiyah Parepare. Sulawesi Selatan1,2,3 ahmadzubairsuar368@gmail. com1, emanagoge@gmail. com2, darmawan8387@gmail. Abstract Purpose: This study aimed to determine . the income potential of partnered and non-partnered coffee farmers and . the factors that affect the income of partnered coffee farmers in Baroko District. Enrekang Regency. Methodology: This research used both qualitative and quantitative Data were obtained through observation, interviews, and The population consisted of all partnered and nonpartnered coffee farmers in the Baroko District. A total of 80 respondents were selected using purposive sampling. Both primary and secondary data were analyzed using multiple linear regression and income analysis methods. Riwayat Artikel Diterima pada 30 April 2024 Results: The findings revealed that the partnership model applied Revisi 1 pada 20 Mei 2024 in Baroko District follows a general trade partnership scheme. The Revisi 2 pada 23 Mei 2024 factors that significantly affect the income of partnered coffee Revisi 3 pada 27 Mei 2024 farmers include production costs, production quantities, partner Disetujui pada pada 28 Mei 2024 prices, length of partnership, and experience with the partner. contrast, variables such as farmer age, education level, and deferred amount did not show a significant influence on income. Conclusion: The study concludes that partnership arrangements can significantly enhance coffee farmer income when supported by appropriate cost control, stable production output, and beneficial partner pricing schemes. Non-partnered farmers tend to earn lower incomes due to less structured support and access to markets. Limitations: This study is limited to partnered and non-partnered coffee farmers in one district and used a relatively small sample. Contribution: This research provides important insights into partnership-based farming and can serve as a reference for policymakers and agricultural institutions in improving farmer income through structured cooperation models. Keywords: Coffee Farmers. Income. Partnership. How to Cite: Zubair. Suherman. Darmawan. Analisis Kemitraan dan Potensi Ekonomi terhadap peningkatan pendapatan Petani Kopi. Jurnal Ilmiah Pertanian dan Peternakan, 2. , 1-8. Pendahuluan Subsektor tanaman perkebunan merupakan salah satu subsektor yang memiliki peranan yang sangat penting dalam ketahanan pangan dan penyediaan bahan baku industri nasional. Salah satu komoditas perkebunan yang potensial untuk dikembangkan dan mempunyai peluang pasar adalah komoditi kopi, dimana komoditi kopi hampir tumbuh di seluruh tanah nusantara (Ramlan. Irmayani, & Nurhaeda. Tanaman kopi (Coffe spp. ) merupakan komoditas ekspor unggulan yang dikembangkan di Indonesia karena mempunyai nilai ekonomis relatif tinggi di pasaran dunia (Lestari & Zulkarnain. Permintaan kopi di Indonesia dari waktu ke waktu terus meningkat karena seperti kopi robusta yang mempunyai keunggulan bentuk yang cukup kuat serta kopi arabika mempunyai karakteristik cita rasa . ingkat keasaman, aroma, ras. yang unik dan unggul (Irmayani & Tabsir, 2. Kecamatan Baroko merupakan salah satu daerah di Kabupaten Enrekang dengan penghasil kopi yang cukup besar dengan kopi yang dibudidayakan kebanyakan jenis kopi arabika dan juga sebagai tanaman perkebunan yang menjadi andalan untuk mengisi pasar ekspor. Kabupaten Enrekang memiliki luas lahan kopi pada tahun 2019-2021 mencapai 17. 790 Ha dengan jumlah produksinya 8. 871 ton. Kecamatan Baroko sendiri memiliki luas lahan kopi sebesar 798 Ha dengan jumlah produksi 264. Menghadapi hal tersebut, maka petani kopi di Kecamatan Baroko perlu melakukan suatu tindakan yang dapat memberikan peningkatan pendapatan hasil kopi dengan lahan yang lebih sedikit dari tahun sebelumnya (Nurhaedah. Irmayani. Ruslang, & Jumrah, 2. Salah satu upaya yang dilakukan diantaranya pola kemitraan. Pola kerjasama atau kemitraan usaha antara pengusaha besar dan koperasi serta pengusaha kecil haruslah memberikan keuntungan kedua belah pihak. Koperasi di Kecamatan Baroko yang berpusat di Desa Benteng Alla merupakan lembaga yang melakukan proses kemitraan dengan petani kopi di Kecamatan Baroko dengan melakukan berbagai pembinaan terkait dengan budidaya kopi (Rahbiah, 2. Hasil survey awal melalui wawancara dengan saudara wahyu . etani kopi Kecamatan Barok. bahwa adanya koperasi memberikan binaan, bantuan bibit dan pupuk serta bantuan pengelolaan pascapanen dapat mempengaruhi pendapatan. Bantuan yang diberikan mempengaruhi pendapatan petani kopi karena dengan adanya bantuan akan mengurangi modal yang dikeluarkan oleh petani setiap proses produksi (Yudhistira. Suprapto, & Sulmartiwi, 2. Faktor yang menjadi alasan petani kopi mengikuti proses kemitraan untuk mendapatkan pembinaan/penyuluhan budidaya kopi, pemasaran lebih mudah dan pembinan pascapanen. Kemitraan pada dasarnya untuk meningkatkan pendapatan kelompok mitranya melalui kerjasama yang sifatnya saling menguntungkan (Meirisa. Arafah, & Rakhmat, 2. Keberhasilan sebuah kemitraan dalam meraih tujuannya ditentukan dengan performa setiap aspek-aspek yang ada, maka dari itu perlu ditinjau keterkaitan antara aspek-aspek kemitraan dengan pendapatan petani. Semakin besar pendapatan petani (Susilayati. Marwoto, & Priatmoko, 2. semakin besar kesadaran akan aspek - aspek yang tertulis dalam kesepakatan kemitraan (Lestari & Zulkarnain, 2. Faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap tingkat pendapatan petani kopi arabika dan robusta yaitu biaya produksi, lama bermitra, harga mitra dan pengalaman bermitra serta umur petani, jumlah produksi, pendidikan dan jumlah tanggungan berpengaruh negatif terhadap pendapatan petani kopi (Haini, 2. Berbagai faktor yang mempengaruhi pendapatan petani bermitra adalah produksi, harga, biaya, dan kepercayaan (Yoansyah. Ibrahim, & Abidin, 2. Faktor-faktor yang berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani adalah luas lahan, biaya produksi,jumlah hasil, dan harga jual sedangkan yang tidak berpengaruh nyata adalah umur, pendidikan dan lama petani bermitra (Ibrahim. Parirska, & Lestari, 2. Berdasarakan penjelasan latar belakang diatas maka dianggap perlu melakukan penelitian dengan judul AuAnalisis Kemitraan dan Potensinya terhadap Peningkatan Pendapataan Petani Kopi di Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang. Penelitian ini bertujuan untuk : Mengetahui potensi pendapatan petani kopi bermitra dan petani kopi tidak bermitra di Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang . Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani kopi bermitra dan petani kopi Tinjauan Pustaka Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Haini, 2021 di Kecamatan Sumber Jaya menyatakan bahwa pendapatan atas biaya tunai usaha tani kopi yang didapatkan oleh petani yang bermitra dengan PT. Nestle lebih tinggi dibandingkan dengan pendapatan petani tidak bermitra yang relait lebih rendah (Safitri. Putri, & Lestari, 2. Hasil Penelitian yang dilakukan di Desa Ngantru Kecamatan Ngantang Kabupaten Malang menyatakan bahwa perbandingan pendapatan rata-rata hasil usaha tani untuk kelompok mitra dan non mitra berbeda dengan kemitraan yang dijaalankan adalah inti plasma (Ramlan et al. , 2. Kemitraan merupakan suatu rangkaian proses yang dimulai dengan mengenal calon mitranya, mengetahui posisi keunggulan dan kelemahan usahanya, mulai membangun strategi, melaksanakan dan terus memonitor dan mengevaluasi sampai target sasaran tercapai. Proses tersebut harus benar-benar dicermati sejak awal sehingga permasalahan yang timbul dapat diketahui baik 2024 | Jurnal Ilmiah Pertanian dan Peternakan | / Vol 2 No 1, 1-8 besarnya permasalahan maupun langkah-langkah yang perlu diambil (Riadi. Rohmah Nurazizah. Wakano, & Fadilah, 2. Maksud dan tujuan dari kemitraan adalah Auwin-win solution partnershipAy, dimana kedua pihak yang bermitra tidak ada yang dirugikan , keduanya sama-sama mendapatkan keuntungan melalui praktek kemitraan (Meirisa et al. , 2. Kemitraan juga bertujuan untuk meningkatkan pendapatan, menjaga kesinambungan usaha, meningkatkan kualitas sumber daya kelompok mitra, peningkatan skala usaha, mengurangi resiko usaha, meningkatkan efisiensi, meningkatkan daya saing usaha serta menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan usaha kelompok usaha mandiri. Kemitraan diharapkan dapat memacu pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan, penyerapan tenaga kerja, pendapatan Masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi regional . (Linda, 2. Hipotesis penelitian sebagai berikut: Diduga peningkatan pendapatan petani kopi di Kecamtan Baroko Kabupaten Enrekang sangat berpengaruh terhadap kemitraan yang di lakukan. Diduga ada beberapa faktor yang mempengaruhi pendapatan petani kopi bermitra dan nonmitra Metodologi Penelitian Penelitian ini di laksanakan di Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang dengan pertimbangan bahwa lokasi ini memiliki jumlah produksi kopi yang besar di Kabupaten Enrekang. Penelitian ini dilaksanakan mulai pada bulan Maret sampai Mei 2022. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif merupakan data perhitungan yang menggunakan angka atau nominal untuk mengukur nilai dari usaha yang dijadikan objek penelitian (Saputra & Zulkarnain, 2. Metode pengumpulan data dengan menggunakan data kuantitatif yang diperoleh dari data primer dan data sekunder. Dalam menentukan sampel dalam penelitian ini, peneliti menggunakan Teknik puposive sampling. Tehnik purposive sampling dengan menentukan kriteria khusus yaitu mempertimbangkan kesediaan sampel yang sesuai dilokasi penelitian (Marhaen. Kusmiadi, & Ropalia, 2. Teknik ini digunakan karena peneliti tidak memiliki data sampel yang mamadai terutama nama-nama responden dari setiap populasi yang akan dijadikan sampel (Meirisa et , 2. Untuk mendapatkan jumlah responden yang diinginkan maka dalam penelitian ini detentukan menggunakan rumus Slovin Populasi pada penelitian ini berjumlah 400 petani kopi . bermitra dan 200 tidak bermitr. Sehingga sampel yang digunakan adalah 80 orang diperoleh dengan rumus slovin . % dari populas. yang terdiri dari 10 petani bermitra dan 10 petani tidak bermitra. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kuantitatif untuk menganalisis pendapatan petani kopi bermitra dan pendapatan petani kopi nonmitra. Dan analisis kualitatif untuk mengetahui faktor- faktor yang mempengaruhi pendapatan petani kopi: Biaya total petani kopi bermitra dan petani kopi nonmitra Biaya adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produksi yang terdiri dari biaya tetap . ixed cos. dan biaya tidak tetap . ariabel cos. Biaya tetap didefinisikan sebagai biaya yang relative jumlahnya, dan terus dikeluarkan walaupun produksi yang diperoleh banyak ataupun sedikit. TC = FC VC Keterangan: TC = Total Biaya (Total Cos. FC = Biaya Tetap (Fixed Cos. VC = Biaya Tidak Tetap (Variabel . Penerimaan petani kopi bermitra dan petani kopi nonmitra Menurut (Nurdin & Hartati, 2. penerimaan usahatani . merupakan perkalian antara harga produk dengan jumlah produksi. Untuk menghitung penerimaan dapat menggunakan rumus sebagai berikut: TR = P . Keterangan: TR = Total Penerimaan P = Harga jual Q = Jumlah Produksi 2024 | Jurnal Ilmiah Pertanian dan Peternakan | / Vol 2 No 1, 1-8 . Pendapatan petani kopi bermitra dan petani kopi nonmitra Untuk menghitung besar pendapatan usahatani dapat digunakan rumus sebagai berikut: = TR Ae TC Keterangan: = Keuntungan (Profi. TR = Total Penerimaan (Total Revenu. TC = Total biaya yang dikeluarkan (Total Cos. Uji regresi linear berganda petani kopi bermitra dan nonmitra Untuk menghitung faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani kopi bermitra dan nonmitra Y= a b1X1 b2X2 b3X3A bnXn e Y = variabel terikat X = variabel bebas (X1=biaya produksi. X2= umur petani. X3= Pendidikan petani. X4= jumlah produksi. X5= lama bermitra. X6= harga mitra. X7= jumlah tanggunga. a = konstanta . erdiksi nilai saat varibel bebas tidak mempengaruh. b = koefisien regresi . ilai peningkatan atau penuruna. Bagian ini menjelaskan materi, metode, survey, kuesioner, dll. yang digunakan dalam penelitian. jelaskan apakah penelitian yang digunakan adalah experimental, review study, simulation based, atau berdasarkan survey. Deskripsikan software dan hardware yang digunakan dalam penelitian beserta Sebutkan semua riset penelitian, asumsi disertai teori pendukung. Bagian ini harus gamblang sehingga memudahkan pembaca untuk mengulangi penelitian dengan kondisi yang mirip. Hasil dan Pembahasan 1 Pendapatan Potensial Petani Kopi Bermitra Dan Petani Kopi Tidak Bermitra 1 Biaya Tetap Pendapatan petani ditentukan oleh biaya tetap yang digunakan, (Ramlan et al. , 2. Biaya tetap adalah biaya yang tidak selamanya digunakan dalam proses produksi dan sifatnya tidak dipengaruhi oleh besar kecilnya nilai produksi yang hasilnya atau biaya yang tidak mengalami perubahan walaupun produksi meningkat atau menurun seperti biaya sewa lahan, penyusustan alat dan pajak. Biaya tetap dalam penelitian ini adalah biaya penyusutan, yaitu merupakan biaya yang dikeluarkan petani dalam kegiatan secara tetap (Irmayani & Tabsir, 2. Artinya biaya tersebut harus tidak berubah secara fluktutif, biaya tetap juga tidak dipengaruhi oleh perubahan yang terjadi disekitar lokasi penelitian seperti jarak, waktu dan perubahan harga. Adapun biaya tetap dalam penelitian ini adalah biaya pajak lahan yang disajikan pada tabel 2. sebagai berikut: Tabel 1. Biaya Tetap Usaha Tani Kopi di Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang Biaya Jumlah biaya Umur Total biaya Peralatan (R. (Rp/H. ( th. (Rp/Ha/Th. Kikir Parang Parang Babat Cangkul Gunting Junlah Total Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2022 Tabel 1 Menjelaskan tentang rata-rata biaya tetap yang dikeluarkan petani responden yang terdiri dari biaya penyusutan alat yang telah dikalkulasikan dengan harga sebesar Rp. Dengan demikian jumlah biaya tetap sebesar Rp. 2024 | Jurnal Ilmiah Pertanian dan Peternakan | / Vol 2 No 1, 1-8 2 Biaya tidak tetap Hakiki. Leovita, and Fauzi . menjelaskan bahwa biaya tidak tetap sangat dipengaruhi oleh produksi yang diperoleh dari skala usaha. Biaya variabel yang dikeluarkan pada usahatani kopi yaitu terdiri dari biaya pupuk, pestisida dan tenaga kerja. Adapun tenaga kerja yang dimaksud adalah tenaga kerja tanam, pemupukan, penyiangan, pengendalian OPT dengan upah Rp. 000,00 per setengah hari dan tenaga kerja saat panen dengan upah Rp. 000,00 per hari. Tabel 2. Biaya Variabel Usaha Tani Kopi di Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang Biaya Varibel Nilai (R. Biaya Pupuk Pestisida Total Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2022 Tabel 2. menjelaskan tentang jumlah rata-rata biaya variabel yang dikeluarkan petani responden mulai dari pembeli pupuk dan biaya pestisida dengan total biaya Rp. 000,00. 3 Pendapatan Pendapatan usaha tani merupakan hasil bersih yang diperoleh dari pengurangan total penerimaan dan semua biaya yang dikeluarkan selama proses usahatani. Menurut (Irmayani et al. , 2. menyatakan bahwa pendapatan usahatani adalah total pendapatan bersih yang diperoleh dari seluruh aktifitas usahatani yang merupakan selisih antara total penerimaan dengan total biaya yang dikeluarkan. (Mulgi, 2. Pendapatan usahatani kopi bermitra dan usahatani kopi nonmitra serta biaya tetap dan biaya variabel masing-maisng petani kopi bermitra dan nonmitra di Kecamatan Baroko dapat dilihat pada tabel 18 sebagai berikut: Tabel 3. Hasil Analisis Pendapatan Usahatani Kopi Pada Petani Bermitra dan Petani Tidak Bermitra di Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang Penerimaan (Rupia. Total Biaya (Rupia. Pendapatan (Rupia. Petani Petani Petani Tidak Petani Petani Petani Tidak Tidak Bermitra Bermitra Bermitra Bermitra Bermitra Bermitra 000,- 60. 000,- 4. 551,- 4. 551,- 84. 449,- 55. Sumber: Data Primer Setelah Diolah, 2022 Tabel 3. menjelaskan bahwa jumlah produksi tanaman kopi petani bermitra sebanyak 1. 500 Kg/tahun dengan harga jual sebesar Rp 59. 000/Kg, sehingga diperoleh penerimaan sebesar Rp. adapun biaya variabel yang dikeluarkan petani bermitra seperti biaya pupuk dan pestisida sebesar Rp. Pengeluaran biaya tetap seperti penyusutan alat sebesar Rp. Total biaya usahatani petani kopi bermitra diperoleh dari total biaya tetap dijumlahkan dengan total biaya variabel sehingga memperoleh total biaya sebesar Rp. Sementara jumlah produksi petani kopi nonmitra 500/Kg dengan harga jual Rp. 000/Kg sehinga diperoleh penerimaan sebesar Rp. adapun biaya variabel petani nonmitra yang dikeluarkan sebesar Rp. pengeluaran biaya tetap sebesar Rp. (Yoansyah et al. , 2. Total biaya usaha tani kopi nonmitra diperoleh dari jumlah total biaya variabel dengan biaya tetap sehingga diperoleh total biaya petani nonmitra sebesar Rp. Berdasarkan uraian diatas maka besar pendapatan petani kopi bermitra di Kecamatan Baroko dapat dihitung dengan menggunakan rumus I= TR-TC sehingga memperoleh total pendapatan petani kopi bermitra sebesar Rp. per tahun sedangkan pendapatan petani kopi non mitra sebesar Rp 55. 449 per tahun. (Lestari & Zulkarnain, 2. hasil analisis ini menunjukkan bahwa petani bermitra memiliki peluang lebih besar memperoleh pendapatan yang lebih baik disbanding prtani tidak bermitra karena petani bermitra memiliki beberapa akses dalam mengembangkan usahatani dengan mengandalkan mitra yang diajak Kerjasama (Ardini. Parirska, & Lestari, 2. 2024 | Jurnal Ilmiah Pertanian dan Peternakan | / Vol 2 No 1, 1-8 2 Uji Kelayakan Insrumen 1 Uji T . Uji t dalam penelitian ini dilakukan untuk menguji hipotesis penelitian mengenai pengaruh dari masingmasing variebel independen secara parsial terhadap variabel dependen yaitu pendapatan petani (Y. Tabel 13 menunjukan: hubungan biaya produksi(X. menunjukan nilai signifikansi 0,001 dengan nilai koefisien regresinya 0,304. hubungan umur petani (X. menunjukan nilai signifikan 0,665 dengan koefisien regresinya -0,061 . hubungan pendidikan petani(X. menunjukan nilai signifikansi 0,560 dengan koefisian regresinya -0,059 . hubungan jumlah produksi (X. menunjukan nilai signifikansi 0,609 dengan koefisian regresi 0,043 . hubungan lama bermitra (X. menunjukan nilai signifikansi 0,040 dengan koefisian regresi 0,247 . hubungan harga mitra (X. menunjukan nilai signifikansi 0,016 dengan koefisian regresi 0,322 . hubungan jumlah tanggungan (X. menunjukan nilai 0,155 dengan koefisien regresinya 0,087 . pengalaman bermitra menunjukan nilai signifikansi 0,026 dengan koefisien regresinya 0,178. Tabel 4. Hasil Uji T (Parsia. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Petani Kopi Bermitra Coefficientsa Unstandardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model (Contstan. Biaya umur petani harga mitra Std. Error Beta Sig. Uji t dalam regresi ini dilakukan untuk menguji hipotesis dari signifikan ada atau tidaknya pengaruh dari masing masing variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial atau individu, maka tingkatan signifikansi yang yang digunakan adalah sebesar 0,05 . %), jika nilai F lebih kecil dari 5% (<0,. (Ghozali. Maka biaya produksi, jumlah produksi, harga mitra, lama bermitra dan pengalaman bermitra secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pendapatan sedangkan umur petani, pendidikan petani, dan jumlah tanggungan tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan. Kesimpulan . Potensi pendapatan petani kopi bermitra di Kecamatan Baroko Kabupaten Enrekang terletak pada pengelolaan pascapanen kopi dan proses pemasaran produksi kopi, dengan adanya perlakuan pascapanen kopi maka dianggap perlu untuk mengembangkan produksi kopi dan budidaya tanaman kopi untuk bisa memenuhi permintaan kopi baik didalam daerah maupun luar daerah. Faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan petani kopi bermitra di kecamatan Baroko adalah biaya produksi, umur petani, pendidikan petani, lama bemitra, harga mitra, jumlah tanggungan dan pengalaman bermitra. 2024 | Jurnal Ilmiah Pertanian dan Peternakan | / Vol 2 No 1, 1-8 Limitasi dan Studi Lanjutan Penelitian ini berfokus pada pendapatan petani kopi yang bermitra dan tanpa mitra melalui analisis regresi berganda, dan kelanjutan penelitian ini dapat dilakukan dengan berfokus pada peningkatan nilai tambah petani yang melakukan pengolahan pasca panen. Ucapan Terima Kasih Peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat terutama para responden yang telah berusaha memberikan data yang valid, serta institusi kami Universitas Muahmmadiyah Parepare dalam memfasilitasi kegiatan penelitian ini. Referensi