Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis Vol. 16 No. 2 Desember 2024 Available Online : https://journal. pAeISSN 2088-1312 eAeISSN 2962-004X PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN. MOTIVASI DAN DISIPLIN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN PADA CV. GENTA JAYA STEEL BOGOR Rini1. Nurdin Rifai2 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi GICI. Depok advachieldnay@gmail. com1, nurdinrifai100864@gmail. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan, motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada CV. GentaJaya Steel di Bogor. Model analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linierberganda. Pemilihan sampel dilakukan dengan cara nonprobability sampling. Adapun sampel tersebut berjumlah 102 responden, dengan menggunakan analisis linier berganda. Hasil uji regresi menunjukkan bahwa 42 % faktor-faktor kinerja karyawan dapat dijelaskan oleh gaya kepemimpinanan, motivasi dan disiplin kerja sedangkan sisanya 68 % dijelaskan oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Sedangkan hasil uji F menunjukkan bahwa secara simultan variabel gaya kepemimpinan, motivasi dan disiplin kerjasecara serempak berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan dengan hasil analisis yaitu nilai Fhitung . > Ftabel . Hasil uji t menunjukkan bahwa variabel Gaya Kepemimpinan menunjukkan hasil thitung . Variabel Motivasi menunjukkan hasil analisis thitung . , variabel disiplin kerja menunjukkan hasil analisis thitung . ,dimana ttabel . ,98. maka secara parsial ketiga variabel tersebut berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan di CV. Genta Jaya Steel. Variabel yang dominanmempengaruhi kinerja karyawan adalah motivasi. Kata Kunci: Gaya Kepemimpinan. Motivasi. Disiplin Kerja. Kinerja Karyawan Abstract The purpose ofthis study is to determine and analyze the influence of leadership style, motivation and work discipline on employee performance on CV. Genta Jaya Steel in Bogor. The dataanalysis model used is multiple linear regression analysis. Sample selection is done by means of nonprobability The sample amounted to 102 respondents, usingmultiple linear analysis. The results of the regression test show that 42% of employeeperformance factors can be explained by leadership style, motivation and workdiscipline, while the remaining 68% is explained by other factors not examined in Meanwhile, the results of the F test show that simultaneously the variables leadership style, motivation and work discipline simultaneously have a positive and significant effect on employee performance with the analysis results being the value Fcount . > Ftable . The results of the t test show that the Leadership Style variable shows the results of tcount . , the Motivation variable shows the results of tcount analysis . , the work discipline variable shows the results of tcount analysis . , where ttable . , then partially these three variables have an effect positive and significant on employee performance at CV. Genta Jaya Steel. The dominant variable influencing employee performance is motivation. Keywords: Leadership Style. Motivation. Work Discipline. Employee Performance. (*) Corresponding Author : Rini1, advachieldnay@gmail. Rini1,Nurdin Rifai2/ Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 16 . Desember 2024 DOI : https://doi. org/10. 58890/jkb. INTRODUCTION Di era globalisasi saat ini setiap perusahaan tentunya memunyai tujuan baik itu jangka panjang maupun jangka pendek. Sebuah perusahaan yang beroperasi pasti harus dengan adanya pemimpin yang mempuyai otoritas dalam mengelola perusahaannya, oleh karena itu setiap perusahaan perlu memahami secara mendalam mengenai sikap kepemimpinan apa saja yang terkait secara langsung maupun tidak langsung dalam perusahaan. Sumber daya manusia merupakan salah satu unsur pendukung yang sangat penting dalam upaya menciptakan keunggulan kompetitif baik bagi dunia usaha maupun organisasi Salah satu hal paling penting dalam proses pencapaian tujuan tersebut adalah perilaku dari seorang pemimpin yang mampu mengarahkan dan berkomunikasi dengan baik kepada seluruh Gaya kepemimpinan di perusahaan CV. Genta Jaya Steel ini sudah cukup baik. Namun, masih terdapat beberapa hal yang perlu di tingkatkan dan dikembangkan lagi. Ada Sebagian karyawan yang belum menyadari bahwa pentingnya penyelesaian pekerjaan dengan tepat waktu atau sesuai target yang sudah ditentukan sebelumnya. Beberapa pekerjaan yang mungkin tertunda kerap dimaklumi oleh pemimpin di perusahaan, bila hal ini terjadi secara berkepanjangan maka dapat memberikan dampak yang kurang baik bagi kinerja kerja karyawan. Faktor lain yang dapat mempengaruhi kinerja kerja karyawan adalah motivasi. Motivasi yang membuat pekerja semangat dalam melakukan aktifitasnya dan akan membuat kinerja kerja yang karyawan berikan pada perusahaan menaik, tapi sebaliknya kurangnya motivasi dan semangat para pekerja dalam melakukan tugas-tugasnya perusahaan akan ada pada posisi yang rendah. Motivasi dalam bekerja merupakan salah satu hal yang mempengaruhi kinerja kerja karyawan dalam suatu perusahaan. Setiap perusahaan selalu menginginkan terjadi peningkatan kinerja yang terus meningkat setiap Peningkatan kinerja tersebut akan membawa harapan pada peningkatan penjualan serta lebih jauh mampu mempengaruhi profit perusahaan. Peningkatan kinerja karyawan juga memerlukan dukungan sikap dari dirinya sendiri yang mendorong untuk bekerja dengan lebih baik lagi dan juga menjadi seseorang yang bisa disiplin dan juga tepat waktu dalam bekerja. Namun pada kenyataannya kinerja kerja karyawan pada CV. Genta Jaya Steel relatif rendah dan upaya peningkatan kinerja karyawan pun masih banyak mengalami hambatan ataupun kesulitankesulitan. Keadaan ini menunjukkan bahwa kebijakan perbaikan dan peningkatan kinerja kerja karyawan sangat berkaitan dengan banyak faktor baik dalam diri karyawan maupun perusahaan. Selain faktor sikap kerja tersebut masih banyak faktor lainnya seperti: tingkat keterampilan, motivasi kerja, disiplin kerja dan tingkat penghasilan yang dapat mempengaruhi kinerja kerja karyawan. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk melakukan penelitian mengenai AuPengaruh gaya kepemimpinan, motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada CV. Genta Jaya Steel Bogor. METHODS Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Menurut Sudaryano . Adapun metode penelitian yang digunakan adalah metode survei, penelitian yang mengambil sampel dari satu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data. RESULTS & DISCUSSION Results Uji Kualitas Data Langkah selanjutnya yang dilakukan setelah mengetahui berbagai tanggapan atas responden adalah melakukan uji kualitas data. Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah berbagai item pernyataan atau indikator yang digunakan tersebut valid atau tidak serta reliabel atau tidak. Hal ini penting karena salah satu syarat bahwa sebuah data dapat dilakukan uji hipotes adalah harus valid dan reliabel. Dibawah ini disajikan hasil uji kualitas data berupa uji validitas dan uji reliabilitas. - 137 - Rini1,Nurdin Rifai2/ Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 16 . Desember 2024 DOI : https://doi. org/10. 58890/jkb. Uji Validitas Tabel 1. Hasil Uji Validitas Variabel Gaya Kepemimpinan NO INDIKATOR PERNYATAAN SIMPULAN Gaya Kepemimpinan 1 0,622 Valid Gaya Kepemimpinan 2 0,629 Valid Gaya Kepemimpinan 3 0,521 Valid Gaya Kepemimpinan 4 0,542 Valid Gaya Kepemimpinan 5 0,615 Valid Gaya Kepemimpinan 6 0,617 Valid Komunikatif Konsultatif Terbuka KETERANGAN Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Data di atas menunjukkan bahwa semua nilai rhitung yang disajikan pada kolom Corrected ItemTotal Correlation hasil perhitungan menggunakan SPSS . lebih besar dibandingkan nilai rhitung sehingga dapat dikatakan bahwa semua item pertanyaan tentang variabel gaya kepemimpinan tersebut valid dan dapat digunakan untuk uji-uji selanjutnya. Tabel 2. Hasil Uji Validitas Variabel Motivasi INDIKATOR PERNYATAAN SIMPULAN Motivasi 1 0,407 Valid Motivasi 2 0,403 Valid Motivasi 3 0,349 Valid Motivasi 4 0,341 Valid Motivasi 5 0,588 Valid Motivasi 6 0,574 Valid Motivasi 7 0,593 Valid Motivasi 8 0,475 Valid Motivasi 9 0,488 Valid Motivasi 10 0,566 Valid Perhatian Keinginan Keputusan Tindakan Kepuasan KETERANGAN Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Data di atas menunjukkan bahwa semua nilai rhitung yang disajikan pada kolom Corrected Item-Total Correlation hasil perhitungan menggunakan SPSS . lebih besar dibandingkan nilai rhitung sehingga dapat dikatakan bahwa semua item pertanyaan tentang variabel motivasi tersebut valid dan dapat digunakan untuk uji-uji selanjutnya. - 138 - Rini1,Nurdin Rifai2/ Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 16 . Desember 2024 DOI : https://doi. org/10. 58890/jkb. Tabel 3. Hasil Uji Validitas Variabel Disiplin Kerja NO. INDIKATOR PERNYATAAN SIMPULAN Disiplin Kerja 1 0,457 Valid Disiplin Kerja 2 0,521 Valid Disiplin Kerja 3 0,464 Valid Disiplin Kerja 4 0,477 Valid Disiplin Kerja 5 0,490 Valid Disiplin Kerja 6 0,514 Valid Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Sikap Norma Tanggung Jawab KETERANGAN Data di atas menunjukkan bahwa semua nilai rhitung yang disajikan pada kolom Corrected Item-Total Correlation hasil perhitungan menggunakan SPSS . lebih besar dibandingkan nilai rhitung sehingga dapat dikatakan bahwa semua item pertanyaan tentang variabel disiplin kerja tersebut valid dan dapat digunakan untuk uji-uji selanjutnya. Tabel 4. Hasil Uji Validitas Variabel Kinerja Karyawan NO. INDIKATOR Kualitas Pekerjaan Pelaksanaan Tugas PERNYATAAN rhitung SIMPULAN Kinerja Karyawan 1 0,458 Valid Kinerja Karyawan 2 0,524 Valid Kinerja Karyawan 3 0,693 Valid Kinerja Karyawan 4 0,691 Valid Kinerja Karyawan 5 0,758 Valid Kinerja Karyawan 6 0,780 Valid Kuantitas Kerja KETERANGAN Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Karena nilai rhitung >0,3 Data di atas menunjukkan bahwa semua nilai rhitung yang disajikan pada kolom Corrected ItemTotal Correlation hasil perhitungan menggunakan SPSS . lebih besar dibandingkan nilai rhitung sehingga dapat dikatakan bahwa semua item pertanyaan tentang variabel kinerja karyawan tersebut valid dan dapat digunakan untuk uji-uji selanjutnya. Uji Reliabilitas Tabel 5. Hasil Uji Reliabilitas NO. VARIABEL Cronbach a SIMPULAN KETERANGAN Gaya Kepemiminan 0,823 Reliabel Karena Cronbach > 0,6 - 139 - Rini1,Nurdin Rifai2/ Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 16 . Desember 2024 DOI : https://doi. org/10. 58890/jkb. Motivasi Disiplin Kerja Kinerja Karyawan 0,805 0,747 0,859 Reliabel Reliabel Reliabel Karena Cronbach > 0,6 Karena Cronbach > 0,6 Karena Cronbach > 0,6 Data di atas menunjukkan bahwa semua nilai Cronbach Alpha yang tertera dalam Tabel Reability Statistics . hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS untuk masing-masing variabel lebih besar dari 0,6 sehingga dapat dikatakan bahwa semua instrumen penelitian ini handal . dan dapat digunakan untuk uji selanjutnya. Hasil Uji Asumsi Klasik Setelah melakukan uji kualitas data dan semua data yang dihasilkan layak untuk digunakan dalam uji selanjutnya maka yang perlu dilakukan adalah uji asumsi klasik. Uji ini wajib dilakukan sebelum seseorang melakukan analisis regresi linier berganda. Adapun uji klasik yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi: . uji normalitas, . uji multikolinieritas dan . uji heteroskedastisitas. Hasil Uji Normalitas Gambar 1. Hasil Uji Normalitas Pada output SPSS, lihat diagram Histogram: jika membentuk lengkung kurve normal maka residual dinyatakan normal dan asumsi normalitas terpenuhi. Tabel 6. One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences ,0000000 2,44176390 Absolute ,065 Positive ,038 Negative -,065 Test Statistic ,065 ,200c,d Asymp. Sig. -taile. Test distribution is Normal. Calculated from data. Lilliefors Significance Correction. This is a lower bound of the true significance. - 140 - Rini1,Nurdin Rifai2/ Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 16 . Desember 2024 DOI : https://doi. org/10. 58890/jkb. Berdasarkan table output di atas,diketahui bahwa nilai signifikan Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,200 > 0,05, maka sesuai dengan dasar pengambilan keputusan dengan uji normlitas Kolmogorov-smirnov di atas,dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal, dengan demikian asumsi atau persyaratan normalitas dalam model regresi sudah terpenuhi. Uji Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk melihat apakah terdapat korelasi antara variabel bebas atau Multikolinieritas dilakukan dengan melihat nilai Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF). Dikatakan tidak terjadi multikolinieritas jika nilai tolerance > 0,1 atau VIF < 10. Di bawah ini disampaikan hasil uji multikolinieritas dengan melihat Tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF) nya. Tabel 7. Hasil Uji Multikolinieritas COLLINEARITY STATISTICS VARIABEL TOLERANCE HASIL SIMPULAN VIF HASIL SIMPULAN Gaya Kepemimpinan > 0,1 < 10 Disiplin Kerja > 0,1 < 10 Motivasi > 0,1 < 10 Data di atas menunjukkan bahwa semua nilai tolerance variabel independen yang ada diatas 0,1 serta nilai VIF variabel independennya semua dibawah 10 yang berarti bawah tidak terjadi Uji Heteroskedastisitas Gambar 2. Hasil Heteroskidastisitas Dengan Pendekatan Grafik Grafik Scatterplot di atas memperlihatkan bahwa titik-titik menyebar secara acak tidak membentuk sebuah pola tertentu yang jelas serta tersebar baik di atas maupun di bawah angka nol pada sumbu Y. Hal ini berarti tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, sehingga model regresi layak digunakan untuk memprediksi kinerja karyawan berdasarkan masukan variabel Tabel 8. Hasil Uji Heteroskedastisitas dengan Pendekatan Glejser Coefficientsa Unstandardized Standardized Model Coefficients Coefficients Sig. Std. Error Beta (Constan. 6,257 GAYA_KEPEMIMPINAN_X1 -0,071 0,047 0,157 - 141 - Rini1,Nurdin Rifai2/ Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 16 . Desember 2024 DOI : https://doi. org/10. 58890/jkb. MOTIVASI_X2 DISIPLIN_KERJA_X3 -0,042 0,039 0,122 -0,068 0,052 0,139 Dependent Variable: Abs_RES Tabel di atas menunjukkan bahwa tingkat signifikansi dari Gaya Kepemimpinan (X. adalah sebesar 0,132. Motivasi (X. Sebesar 0,284. Disiplin Kerja (X. adalah sebesar 0,192. Jumlah tersebut lebih besar dari 0. 05, sehingga dapat disimpulkan bahwa dalam model regresi tidak terjadi Hasil Uji Hipotesis Setelah semua data dinyatakan layak untuk dilakukan uji selanjutnya, maka langkah terakhir yang dilakukan adalah melakukan uji hipotesis. Uji ini bertujuan untuk menjawab rumusan masalah sekaligus dugaan sementara atas jawaban rumusan masalah tersebut yang tertuang dalam hipotesis. Beberapa hal yang termasuk ke dalam uji hipotesis ini antara lain persamaan regresi, uji F (Uji Simulta. , koefisien determinasi (R. dan uji t (Uji Parsia. Persamaan Regresi Linier Berganda Tabel 9. Hasil Uji Regresi Berganda Coefficientsa Standardize Unstandardized Collinearity Coefficients Coefficients Statistics Toleranc Model Std. Error (Constan. 1,268 2,353 GAYA_KEPEMIMPIN ,286 ,078 MOTIVASI_X2 ,251 DISIPLIN_KERJA_X3 ,269 Beta Sig. VIF ,539 ,591 ,297 3,650 ,000 ,864 1,158 ,065 ,344 3,852 ,000 ,721 1,388 ,087 ,258 3,094 ,003 ,823 1,216 AN_X1 Dependent Variable: KINERJA_KARYAWAN_Y Melihat nilai Unstandardizet Coefficients Beta di atas, maka dapat ditentukan persamaan regresi linier berganda yang dihasilkan dari penelitian ini, sebagai berikut: Y = 1,268 0, 286 X1 0,251 X2 0,269 X3 Yang berarti bahwa: Konstanta sebesar 1,268 yang berarti jika variabel gaya kepemimpinan, motivasi, disiplin kerja dianggap nol maka variabel kinerja karyawan hanya sebesar 1,268. Koefisien regresi variabel gaya kepemimpinan sebesar 0,286 yang berarti jika variabel gaya kepemimpinan mengalami kenaikan satu - satuan sementara variabel motivasi dan disiplin kerja diasumsikan tetap maka kinerja karyawan akan mengalami kenaikan sebesar 0,286. Koefisien regresi variabel motivasi sebesar 0,251 yang berarti jika variabel motivasi mengalami kenaikan satu - satuan sementara variabel gaya kepemimpinan dan disiplin kerja diasumsikan tetap maka kinerja karyawan akan mengalami kenaikan sebesar 0,251. Koefisien regresi variabel disiplin kerja sebesar 0,269 yang berarti jika variabel disiplin kerja mengalami kenaikan satu-satuan sementara variabel gaya kepemimpinan dan motivasi kerja diasumsikan tetap maka kinerja karyawan akan mengalami kenaikan sebesar 0,269. - 142 - Rini1,Nurdin Rifai2/ Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 16 . Desember 2024 DOI : https://doi. org/10. 58890/jkb. Hasil Uji F (Uji Simulta. Tabel 10. Hasil Uji F ANOVAa Model Sum of Squares Mean Square Regression 468,483 156,161 Residual 602,183 6,145 Total 1070,667 Sig. 25,414 ,000b Dependent Variable: KINERJA_KARYAWAN_Y Predictors: (Constan. DISIPLIN_KERJA_X3. GAYA_KEPEMIMPINAN_X1. MOTIVASI_X2 Tabel 10. di atas menunjukkan bahwa nilai Fhitung yang diolah dengan menggunakan SPSS adalah sebesar 25,141 Sementara itu nilai Ftabel yang dilihat ada Tabel nilai-nilai untuk distribusi F adalah 2,460. Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa nilai Fhitung = 25,141 > dari ftabel = 2,460 Ini berarti bahwa variabel independen yang terdiri dari gaya kepemimpinan, motivasi dan disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan CV. Genta Jaya Steel. Koefisien Determinasi (R. Tabel 11. Hasil Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Model R Square Adjusted R Std. Error of the Square Estimate Predictors: (Constan. DISIPLIN_LERJA_X3. MOTIVASI_X2. GAYA_KEPEMIMPINAN_X1 Dependent Variable: KINERJA_KARYAWAN_Y Tabel di atas menunjukkan bahwa nilai Adjusted R Square adalah 0,420 atau 42 %. Ini berarti bahwa variabel independen gaya kepemimpinan, motivasi dan disiplin kerja bersama-sama mempengaruhi variabel kinerja karyawan CV. Genta Jaya Steel, sebesar 42 %. sedangkan sisanya sebesar 58 % dipengaruhi oleh variabel lainnya yang tidak termasuk dalam penelitian ini, misalnya Gaji. Tunjangan Lingkungan kerja dan lain sebagainya. Hasil Uji t (Uji Parsia. Langkah terakhir yang harus dilakukan adalah melakukan uji t atau yang lebih dikenal dengan nama uji parsial. Jika uji f bertujuan untuk melihat pengaruh secara bersama- sama, maka uji t ini bertujuan untuk melihat pengaruh variabel independen terhadap variabel dependennya secara parsial atau sendiri-sendiri. Tabel 12. Hasil Uji t (Uji Parsia. VARIABEL KESIMPULAN t-hitung t-tabel Hasil a = 5% Gaya Kepemimpinan > 0,05 Berpengaruh Signifikan Motivasi > 0,05 Berpengaruh Signifikan Disiplin Kerja > 0,05 Berpengaruh Signifikan - 143 - Rini1,Nurdin Rifai2/ Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 16 . Desember 2024 DOI : https://doi. org/10. 58890/jkb. Guna menentukan H0 maupun H1 yang ditolak atau diterima maka nilai thitung di atas dapat dibandingkan dengan nilai ttabel pada tingkat signifikasi 5% (A = 0,. Nilai ttabel pada tingkat signifikansi 5% (A = 0,. adalah 1,98350 Dengan membandingkan thitung dan ttabel maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Secara parsial gaya kepemimpinan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan CV. Genta Jaya Steel, karena thitung . 650> ttabel . serta nilai signifikansinya di bawah 0,05. Secara parsial motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan CV. Genta Jaya Steel karena thitung . > ttabel . serta nilai signifikansinya di bawah 0,05. Secara parsial disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan CV. Genta Jaya Steel, karena thitung . < ttabel . serta nilai signifikansinya di bawah 0,05. DISCUSSION Sesuai dengan latar belakang yang telah disampaikan diawal dimana sampai saat ini ditemui permasalahan di CV. Genta Jaya Steel, khususnya mengenai kinerja karyawan sehingga perlu melakukan penelitian diantaranya menggunakan variabel gaya kepemimpinan, motivasi, dan disiplin kerja maka permasalahan tersebut setidaknya dapat terjawab. Dari ketiga variabel tersebut dikatakan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan di CV. Genta Jaya Steel. Dibandingkan penelitian sebelumnya tentunya hal ini akan lebih menguatkan penelitian tersebut dimana ada beberapa factor yang ditambahkan pada penelitian ini diantaranya gaya kepemimpinan, motivasi, dan disiplin kerja. Dari variabel independent gaya kepemimpinan yang digunakan dalam penelitian ini, terdapat independent yang berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja karyawan di CV. Genta Jaya Steel. Dimana dalam Uji t didapatkan hasil nilai t hitung untuk gaya kepemimpinan sebesar 3. 650 lebih besar dibandingkan nilai t tabel sebesar 1. Selain hal tersebut diatas dalam Uji t juga diperoleh hasil sig untuk variabel gaya kepemimpinan adalah 0,000 lebih kecil dari nilai alpha sebesar 0,05. Artinya secara parsial variabel gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawans CV. Genta Jaya Steel. Berpengaruhnya variabel gaya kepemimpinan terhadap variabel kinerjanya disebabkan karena setiap karyawan merasakan sikap kepemimpinan yang baik dan peduli terhadap Gaya kepemimpinan yang bertoleransi tinggi kepada karyawan sehingga diharapkan bisa meningkatkan kinerja karyawan di CV. Genta Jaya Steel. Dari variabel independent motivasi yang digunakan dalam penelitian ini, terdapat independent yang berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja karyawan di CV. Genta Jaya Steel. Dimana dalam Uji t didapatkan hasil nilai t hitung untuk Motivasi sebesar 3. 852 lebih besar dibandingkan nilai t tabel sebesar 1. Selain hal tersebut diatas dalam Uji t juga diperoleh hasil sig untuk variabel Motivasi adalah 0,005 lebih kecil dari nilai alpha sebesar 0,05. Artinya secara parsial variabel motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawans CV. Genta Jaya Steel. Berpengaruhnya variabel motivasi terhadap variabel kinerjanya disebabkan karena karyawan memperoleh upah sesuai pekerjaan masing Ae masing, karyawan juga memperoleh fasilitas kesehatan yang bisa digunakan, fasilitas tersebut sangat bermanfaat untuk mereka sehingga diharapkan bisa meningkatkan kinerja di CV. Genta Jaya Steel. Dari variabel independent disiplin kerja yang digunakan dalam penelitian ini,terdapat indepen yang berpengaruh dan signifikan terhadap kinerja CV. Genta Jaya Steel. Dimana dalam Uji t didapatkan hasil nilai t hitung untuk Disiplin kerja sebesar 3. 094 lebih besar dibandingkan nilai t tabel sebesar Selain hal tersebut diatas dalam Uji t juga diperoleh hasil sig untuk variabel Disiplin kerja adalah 0,003 lebih kecil dari nilai alpha sebesar 0,05. Artinya secara parsial variabel Disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawans CV. Genta Jaya Steel. Berpengaruhnya variabel disiplin kerja terhadap variabel kinerjanya disebabkan terdapatnya antara perusahaan yang apabila karyawan tidak dating dengan pada jadwal yang telah di tentukan maka yang bersangkutan akan berpengaruh terhadap pemotongan gaji yang kan di terima setiap bulannya, sehingga hal ini menjadi salah satu faktor pendorong dalam peningkatan disiplin karyawan di CV. Genta Jaya Steel. - 144 - Rini1,Nurdin Rifai2/ Jurnal GICI : Jurnal Keuangan dan Bisnis 16 . Desember 2024 DOI : https://doi. org/10. 58890/jkb. CONCLUSION Sesuai dengan uraian-uraian diatas serta hasil analisis dan interprestasi datayang telah dijelaskan sebelumnya, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: Secara parsial gaya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kinerjakaryawan pada CV. Genta Jaya Steel Bogor Secara parsial motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawanpada CV. Genta Jaya Steel Bogor Secara parsial disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawanpada CV. Genta Jaya Steel Bogor Secara simultan gaya kepemimpinan, motivasi dan disiplin kerja berpengaruhsignifikan terhadap kinerja karyawan pada CV. Genta Jaya Steel Bogor. REFERENCES