KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. ISSN: 2987-9469 DOI: https://doi. org/10. 51510/komposit. Pemberdayaan Ekonomi Lokal melalui Pemanfaatan Batang Sawit menjadi Gula Merah di Aceh Tamiang Fitria Mustika1. Faiz Isma2. Rahmiati3. Muhammad Fauzan Isma4. Pebry Aisyah Putri Batubara5 Universitas Samudra. Jl. Prof. Dr. Syarief Thayeb. Meurandeh. Langsa1,2,3,4,5 Email: fitriamustika@unsam. ABSTRAK Gula merah sawit merupakan hasil pengolahan dari air nira pohon kelapa sawit yang telah ditebang. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi pemanfaatan batang sawit menjadi gula merah kepada masyarakat khususnya ibu-ibu rumah tangga untuk membantu perekonomian masyarakat Desa Seumantoh guna meningkatkan kesejahteraan keluarga. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Seumantoh. Kecamatan Karang Baru. Kabupaten Aceh Tamiang. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah perencanaan, pelaksanaan dan tahap Pada tahap perencan, berkoordinasi langsung dengan datok Desa Seumantoh. Pada tahapan persiapan, tim mempersiapkan seluruh rencana kegiatan dimulai dari sosialisasi, membuat jadwal pelatihan, peserta pelatihan hingga lokasi pelatihan. Tahap selanjutnya merupakan tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian. Dalam tahap ini pengabdi melakukan kegiatan sosialisasi dengan datok dan masyarakat desa dan proses pelaksanaan kegiatan berupa Pelatihan Pengolahan Batang Sawit menjadi Gula Merah Sawit (GUMES). Tahap yang terakhir adalah tahap evaluasi atas hasil yang telah dicapai dari pengabdian ini. Seluruh kegiatan akan dievaluasi untuk melihat kelebihan dan kekurangan dari kegiatan. Berdasarkan pelaksanaan pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat maka dapat disimpulkan dengan adanya edukasi pemanfaatan batang sawit menjadi gula merah ini dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan inovasi pengolahan gula merah. Kata kunci: gula merah, batang sawit, ekonomi ABSTRACT Brown sugar from palm oil is the result of processing the sap of felled palm trees. The purpose of this activity is to provide education on the use of palm oil trunks into palm sugar to the community, especially housewives, to help the economy of the Seumantoh village community in order to improve family welfare. This community service activity was carried out in Seumantoh Village. Karang Baru District. Aceh Tamiang Regency. The methods used in this activity are planning, implementation and evaluation stages. In the planning stage, coordination is carried out directly with the head of Seumantoh Village. In the preparation stage, the community service team will prepare all activity plans starting from socialization, making training schedules, training participants to training locations. The next stage is the implementation stage of the community service activities. In this stage, the community service team conducts socialization activities with the head of the village and the village community and the process of implementing the activity in the form of Training on Processing Palm Oil Trunks into Palm Oil Brown Sugar (GUMES). The final stage is the evaluation stage of the results that have been achieved from this community service. All activities will be evaluated to see the advantages and disadvantages of the Based on the implementation of community service activities, it can be concluded that education on the use of palm oil trunks to produce brown sugar can increase knowledge, understanding, and innovation in brown sugar processing. Keywords: brown sugar, palm oil, economy (Diajukan: 22 09 2025. Direvisi: 07 01 2026. Diterima: 07 01 2. KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. PENDAHULUAN Kelapa sawit . laieis uineensis jac. merupakan tanaman industri perkebunan yang menghasilkan minyak nabati yang dapat diolah menjadi minyak masak, minyak industri maupun bahan bakar. Tumbuhan ini dapat tumbuh dengan baik di daerah tropis dengan kelembapan tinggi pada ketinggian 0-500 meter di atas permukaan laut. Merujuk pada hal tersebut. Indonesia dan Malaysia merupakan daerah yang sangat baik untuk ditanami kelapa sawit (Tsabita, 2. Tak heran jika kualitas minyak nabati dari kedua negara ini mempunyai kualitas terbaik di dunia. Foreign Agricultural Service . Banyaknya permintaan pasar akan minyak nabati, membuat perusahaan kelapa sawit dan masyarakat berlomba-lomba untuk menanam sawit sehingga banyak sekali kita temukan lahan-lahan sawit baru di Indonesia termasuk di provinsi Aceh. Aceh Tamiang adalah salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Aceh yang terkenal dengan kelapa sawit. Hal ini terbukti dengan banyaknya areal perkebunan kelapa sawit yang bisa kita lihat disepanjang jalan di kabupaten tersebut. Dikutip dari situs berita online. MONGABAY Situs Berita Lingkungan, menyatakan bahwa Aceh Tamiang memiliki total luas lahan 50 Hektar dan 51. 73 Hektar nya ditanami sawit milik perusahaan dengan jumlah perusahaan sawit yang memiliki HGU mencapai 35 Unit. Luas area sawit ini belum termasuk perkebunan rakyat yang setiap tahunnya terus meluas. Dengan data ini, jelas terlihat jika penduduk Aceh Tamiang kebanyakan bekerja di perusahaan kelapa sawit baik sebagai pegawai kantor maupun buruh lepas. Selama ini masyarakat Aceh Tamiang beranggapan bahwa kelapa sawit identik dengan minyak, sehingga hanya fokus pada buah sawit saja. Sawit yang sudah tidak berbuah atau berusia 25 tahun akan ditanami ulang . dengan cara ditebang dan batangnya hanya dibiarkan saja menjadi limbah di perkebunan atau dibakar. Batang sawit yang dibakar menyebabkan pencemaran lingkungan berupa polusi udara dan menipisnya lapisan ozon yang secara langsung dapat merusak ekosistem dan mengganggu kesehatan masyarakat sekitar. Pada tahun 2019, banyak perkebunan di Aceh Tamiang melakukan replanting melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dikarenakan usia sawit sudah lebih dari 20 tahun. Peremajaan ini dilakukan secara bertahap, untuk tahun 2020 PSR sudah dilakukan seluas 1. 639 Ha dan akan bertambah di tahun berikutnya, sehingga banyak kita lihat limbah batang sawit yang bertebaran di areal perkebunan dan pembakaran batang sawit yang meresahkan lingkungan. Melihat fenomena ini, perlu dilakukan edukasi berupa pelatihan kepada masyarakat tentang pemanfaatan limbah batang sawit yang lebih bernilai guna agar lingkungan tetap terjaga serta dapat menambah pendapatan masyarakat. Pemberdayaan Ekonomi Lokal (Fitria Mustik. | 151 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. Uraian analisis situasi di atas, membuat tim pengabdi ingin melakukan pengabdian untuk mengatasi masalah limbah tersebut dengan cara memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah batang sawit menjadi gula sawit. Batang sawit memiliki kandungan nira yang hampir sama dengan pohon aren. Nira sawit ini dapat diolah menjadi gula merah yang dapat dikonsumsi manusia sehingga bisa bernilai ekonomis. Kegiatan ini berbentuk pelatihan pembuatan gula kepada masyarakat dan berlokasi di Desa Seumantoh. Desa Seumantoh berada di Kecamatan Karang Baru Kabupaten Aceh Tamiang. Di desa ini terdapat pabrik pengolahan kelapa sawit dan areanya juga didominasi oleh tumbuhan sawit bukan hanya sawit perusahaan namun juga perkebunan masyarakat. Mata pencaharian masyarakat disini didominasi oleh buruh sawit lepas yang pendapatan harian mereka hanya didapat jika mereka bekerja, selebihnya mereka melakukan pekerjaan serabutan. Dari hasil diskusi tim pengusul dengan masyarakat setempat didapati bahwa warga mengalami kesulitan ekonomi terlebih dimasa pandemi Covid-19 saat ini, banyak warga yang sulit untuk mendapatkan pekerjaan, sehingga warga menginginkan untuk adanya lapangan pekerjaan baru. Hal ini menjadi alasan pemilihan lokasi pada pengabdian ini karena selain dekat dengan bahan baku, juga diharapkan dapat menjadi alternatif usaha masyarakat sehingga meningkatkan perekonomian mereka. Selain itu, pelatihan ini juga bisa menjadi sebuah rujukan kepada Kepala Desa . Desa Seumantoh untuk membangun Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan bagi para masyarakat yang tidak METODE PELAKSANAAN Metode pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dalam 3 tahapan, yakni tahap perencanaan, tahap pelaksaanaan dan tahap evaluasi. Kegiatan ini dilakukan secara intens selama enam bulan. Pada tahap perencan, diawali dengan berkoordinasi langsung dengan datok Desa Seumantoh Pada tahapan persiapan, tim pengabdi mempersiapkan seluruh rencana kegiatan dimulai dari sosialisasi ke datok Desa Seumantoh, membuat jadwal pelatihan, peserta pelatihan hingga lokasi Selain itu tim pengabdi juga mempersiapkan seluruh bahan dan alat untuk pelatihan pengolahan batang sawit menjadi gula merah. Tahap selanjutnya merupakan tahapan pelaksanaan kegiatan pengabdian. Dalam tahap ini pengabdi melakukan kegiatan sosialisasi dengan perangkat desa dan proses pelaksanaan kegiatan berupa Pelatihan Pengolahan Batang Sawit menjadi Gula Merah Sawit (GUMES). Tahap yang terakhir adalah tahap evaluasi atas hasil yang telah dicapai dari pengabdian ini. Seluruh kegiatan akan dievaluasi untuk melihat kelebihan dan kekurangan dari kegiatan sebagai bahan rujukan pelatihan pengabdi dimasa depan. Pemberdayaan Ekonomi Lokal (Fitria Mustik. | 152 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. HASIL. PEMBAHASAN. DAN DAMPAK Sebelum kegiatan dilaksanakan, tim pelaksana dari Universitas Samudra melakukan analisis situasi dan survei lokasi terlebih dahulu. Survei dilakukan pada kamis 26 Agustus 2021. Berdasarkan analisis situasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) Universitas Samudra ini dilaksanakan dalam bentuk membantu perekonomian masyarakat melalui pemanfataan batang sawit menjadi gula merah di Aceh Tamiang. Pada kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tim melakukan edukasi cara memanfaatkan batang sawit menjadi gula merah di Aceh Tamiang. Sebelumnya batang sawit menjadi limbah, banyak yang bertebaran di areal perkebunan dan pembakaran batang sawit yang dapat meyebabkan pencemaran lingkungan. Edukasi pemanfaatan batang sawit menajdi gula merah sangat sangat bermanfaat bagi masyarakat setempat karena selama ini mereka hanya mengetahui bahwa sawit hanya untuk dijadikan sebagai minyak goreng. Padalah kita ketahui bahwa manfaat dari sawit itu sendiri tidak hanya dari buahnya saja yang dapat dimanfaatkan akan tetapi batang sawit juga bisa dimanfaatkan untuk menciptakan peluang usaha bagi masyarakat setempat. Kelapa sawit merupakan ciri khas dari daerah Aceh Tamiang sehingga produk gula merah sawit dari batang sawit ini bisa menjadi produk unggulan daerah setempat. Hasil Edukasi pemanfaatan gula merah batang sawit menjadikan masyarakat desa Seumantoh memiliki pengetahuan dan pemahaman masyarakat sehingga membuka peluang usaha untuk mereka kembangkan ke depan, hal ini bertujuan untuk membantu perekonomian masyarakat sehingga dapat mensejahterakan masyarakat desa Seumantoh dengan peluang usaha tersebut pada masa pandemi covid 19 seperti sekarang ini. Produksi gula merah dari batang sawit diharapkan adanya keberlanjutan dan dapat dipasarkan di market atau pasar tradisonal. Gambar 1 mendokumentasikan pelaksanaan kegiatan edukasi pemanfaatan batang sawit menjadi gula merah di Aceh Tamiang. Pemberdayaan Ekonomi Lokal (Fitria Mustik. | 153 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. Gambar 1. Kegiatan Pembuatan Gula Merah. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini berjalan sesuai dengan yang direncanakan, mulai dari proses pengambilan air nira dari batang sawit, kemudian air nira di masak sampai mengental dicampur dengan bubuk nangka agar mengental sempurna seperti dodol setengah matang kira-kira 3 sampai 4 jam, setelah masak air nira tadi mengental dan berubah menjadi kecoklatan. Setelah proses pemasakan kemudian dituangkan dalam cetakan, setelah itu diam kan sampai dingin dan mengeras. Setelah dingin gula merah sawit sudah bisa dilepaskan dari pencetak. Kemudian hasil produk gula merah sawit siap di pasarkan ke market dan pasar tradisonal. Namun keterlaksanaan pengabdian ini tidak terlepas dari berbagai kendala. Kendala yang dihadapi tim pengabdi adalah proses pengambilan air nira yang membutuhkan waktu yang lama sampai berhari-hari jika pada musim kemarau, pada musim penghujan pun terjadi kendala bercampurnya air hujan dengan air nira sehingga tidak asli lagi, kemungkinan gagal proses pembuatan gula merah. Jadi butuh upaya untuk menyiasati cara pengambilan air nira yang baik pada musimnya. KESIMPULAN Pengabdian kepada masyarakat ini menyoroti perlunya perhatian khusus dari pemerintah daerah untuk mendorong pengembangan produksi unggulan khususnya gula merah sawit di Kabupaten Aceh Tamiang serta pentingnya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat tentang pemanfaatan sumber daya unggulan sawit agar dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah guna memperkuat perekonomian keluarga. Kegiatan telah terselenggara dengan baik di Desa Seumantoh, dengan fokus pemanfaatan batang sawit menjadi Pemberdayaan Ekonomi Lokal (Fitria Mustik. | 154 KOMPOSIT: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. No. Desember 2025. Hal. gula merah untuk meningkatkan pendapatan masyarakat. Melalui edukasi yang diberikan, masyarakat memperoleh pengetahuan dan pemahaman proses produksi, sehingga diharapkan keberlanjutannya memungkinkan masyarakat memproduksi gula merah sawit secara mandiri. DAFTAR PUSTAKA