ELIPS: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Volume 3. Nomor 1. Maret 2022 ISSN: 2745-827X (Onlin. PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA LIPA SAAoBE MANDAR BERBASIS DIGITAL TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA Reskiah1. Abd. Kadir2. Muhammad Adam3 1(Pendidikan Matematika. FKIP. Unasma. 2(BPSDM Sulawesi Bara. 3(Komunikasi Penyiaran Islam. FDK. IAI DDI Polma. 1ilyasreskiah@gmail. ABSTRAK Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh penggunaan Media Lipa SaAobe Mandar Berbasis Digital terhadap hasil belajar matematika siswa. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah matode eksperimen dan desain yang digunakan adalah Quasi Eksperimen Nonequivalent Control Group Design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Vi SMPN Satap Piriang. Teknik analisis data yang dilakukan yaitu menggunakan teknik analisis statistik deskriptif, uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas kemudian uji hipotesis menggunakan uji t-test. Penelitian ini dilaksanakan di SMPN Satap Piriang pada kelas Vi semester genap tahun ajaran 2020/2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa yang diperoleh dari post-test pada kelas eksperimen atau dengan menggunakan strategi student team heroic leadership adalah 72,865, dan kelas kontrol 63,296. Adapun hasil perhitungan hipotesis didapatkan nilai thitung = 3,506 kemudian nilai tersebut dibandingan dengan nilai ttabel = 1,675. Sehingga hal ini menunjukkan bahwa thitung> ttabel, sehingga H0 ditolak dan H1 Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan media lipa saAobe mandar berbasis digital berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika siswa. Kata Kunci: Media Lipa SaAobe Mandar. Digital. Hasil belajar Siswa ABSTRACT The purpose of this study was to find out how the effect of using Lipa SaAobe Mandar Digital-Based Media on students' mathematics learning outcomes. The research method used in this research is an experimental method and the design used is a Quasi Experimental Nonequivalent Control Group Design. The population in this study were all eighth grade students of SMPN Satap Piriang. The data analysis technique used was descriptive statistical analysis technique, prerequisite test, namely normality test and homogeneity test, then hypothesis test using t-test. This research was conducted at SMPN Satap Piriang in class Vi in the even semester of the 2020/2021 academic year. The results showed that the student learning outcomes obtained from the post-test in the experimental class or by using the student team heroic leadership strategy were 72,865, and the control class 63,296. The results of the calculation of the hypothesis obtained a value of tcount = 3. 506 then this value is compared with the value of ttable = So this shows that tcount > ttable, so H0 is rejected and H1 is accepted. Thus, it can be concluded that learning with digital-based lipa saAobe mandar media has a positive effect on students' mathematics learning outcomes. Keywords: mathematics Learning. http://journal. id/index. php/ELIPS Reskiah. Abd. Kadir. Muh. Adam ELIPS: Vol. No. Maret 2022 PENDAHULUAN Hampir semua sekolah yang beroperasi saat ini telah menerapkan Kurikulum 2013 dalam melakukan pembelajaran. Salah satu dari sekolah-sekolah tersebut adalah SMPN Satap Piriang Kabupaten Polewali Mandar. Dalam kurikulum ini siswa diharapkan lebih aktif dan guru hanyalah sebagai pengarah dan fasilitator dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan dan didukung oleh informasi dari guru mata pelajaran pada siswa di kelas Vi menunjukkan hasil belajar siswa masih rendah, hal ini ditunjukkan oleh hasil belajar siswa yang belum mencapai standar kriteria ketuntasan minimal (KKM) = . Sebagian besar nilai siswa berkisar antara 30 sampai 55. Kemudian berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh indriani . pada pokok bahasan pola bilangan diperoleh bahwa dari 23 siswa, hanya 7 orang yang mencapai nilai KKM tersebut, atau hanya 30,4% yang tuntas. Keadaan ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa kurang menguasai materi yang diajarkan. Sehubungan dengan uraian diatas, banyak persoalan yang harus dipecahkan terutama menyangkut peningkatan hasil belajar siswa. Untuk itu dapat di identifikasikan beberapa masalah yaitu: Siswa menganggap pelajaran matematika itu pelajaran yang membosankan dan tingkat kesulitannya tinggi. Media pembelajaran yang mendorong agar siswa berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran dan dapat meningkatkan hasil belajarnya. Berdasarkan uraian tersebut, diperlukan suatu media berbasis digital yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa, sehingga penulis tertarik mengangkat judul AuPengaruh penggunaan media lipa saAobe mandar berbasis digital dalam pembelajaran matematika alam Peningkatan Hasil Belajar Matematika pada siswa SMPN Satap PiriangAo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Terhadap Hasil Belajar Matematika siswa. Manfaat yang diharapkan dari penelitian ini adalah sebagai bahan referensi untuk guru dalam membantu proses pembelajaran di sekolah. Menurut ifawandi . Kebudayaan atau tradisi suatu bangsa merupakan jati diri yang menjadi ciri khas atau sebagai pembeda antara satu dengan yang lainnya. masyarakat mandar sendiri sangat kaya akan budaya, salah satunya adalah lipaAo saAobe. LipaAo saAobe merupakan sarung khas mandar yang dimana setiap pakaian adat khas mandar tidak pernah lepas dari lipaAo saAobe. LipaAo saAobe mandar . arung sutra khas manda. merupakan sarung sutra dari hasil tenunan dari wanita-wanita mandar . lat tenunnya dikenal dengan nama panett. yang jika diliat sepintas sama saja dengan sarung sutra dari daerah lain akan tetapi sarung sutra khas mandar ini memiliki perbedaan dari segi corak. Saat ini lipaAo saAobe memiliki 2 jenis corak yaitu sureAo dan bunga. SureAo, corak khas dari lipaAo saAobe mandar yang satu ini memiliki motif asli sarung sutra khas mandar yang tidak memiliki hiasan/bunga yang membuatnya mencolok. sedangkan bunga yaitu lipaAo saAobe memiliki motif bunga atau hiasan lainnya merupakan hasil modivikasi agar lipaAo saAobe terlihat lebih cantik. Berikut adalah tabel 2 contoh lipaAo saAobeMandar yang dijadikan media pembelajaran matematika pada materi pola bilangan Seperti gambar berikut: Gambar. Lipa saAobe mandar dan representase matematis Pengaruh Penggunaan Media Lipa SaAobe Mandar Berbasis Digital Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Dalam penelitian ini, penulis menggunakan media lipa saAo be mandar berbasis digital Sedangkan pengertian digital . erbasis IT), menurut Lowney (Demmalewa, 2020 :. menjelaskan bahwa Digitalisasi menjadi bagian terpenting dari era 4. 0 utamanya dalam pembelajaran di kelas. METODE Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu . uasi experimenta. Maksud penelitian ini untuk mengetahui ada atau tidak ada pengaruh dari penggunaan media lipa saAobe mandar, siswa kelas Vi SMPN Satap Piriang. Penelitian dilakukan di SMPN Satap Piriang, yang terletak di kabupaten Polewali Mandar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas Vi dengan jumlah siswa 47 orang. Sebagian dari jumlah populasi yang dipilih untuk sumber data disebut Memang salah satu syarat yang harus dipenuhi diantaranya adalah bahwa sampel harus diambil dari bagian populasi. Yang dapat diambil sebagai sampel dalam hal ini adalah jumlah anggota kelompok yang dapat ditemui dilapangan. Oleh karena populasi dari penelitian ini hanya dua kelas maka sampel dalam hal ini adalah seluruh siswa kelas Vi. Menurut Lowney (Darmadi 2. dalam penerapan media pembelajaran dituntut agar siswa mencari sumber materi yang ada di sekitar lingkungan sekolah yang terkait dengan Langkah-langkah menggunakan media lipa saAobe mandar : Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok beranggotakan 4 sampai 5 orang Pada pelaksanaannya, setiap siswa dibagikan LKPD dan masing-masing siswa membawa handphone yang terhubung ke internet Setiap siswa diarahkan mendownload video pembelajaran materi yang telah diupload guru di akun youtube Setiap siswa dibagikan masing-masing lembaran lipa saAobe mandar dengan berbagai sureAo Guru menyajikan video proses penenungan lipa saAobe mandar yang dijadikan sebagai media pembelajaran melalui youtube. Guru menyajikan video materi pola bilangan melalui youtube Guru memberikan umpan balik kepada siswa terkait video yang ditampilkan Pada saat tatap muka, setiap siswa diminta menyiapkan pertanyaan-pertanyaan . oal-soa. yang akan diajukan/dilempar pada peserta didik kelompok lain Peran guru pada saat kegiatan belajar berlangsung adalah memfasilitasi berlangsungnya Disamping itu, guru akan menyiapkan beberapa pertanyaan . yang diambil dari bahan tersebut Pertanyaan tersebut dipakai sebagai review untuk materi yang ditugaskan saat itu. Pada kelompok tersebut setiap individu memerankan sebagai pemimpin yang mempunyai semangat kepahlawanan akademik. Setelah pembelajaran selesai siswa diarahakan untuk menarik kesimpulan terkait dengan pembelajaran. Pembelajaran dengan menerapkan Reskiah. Abd. Kadir. Muh. Adam ELIPS: Vol. No. Maret 2022 strategi kepemimpinan yang heroic adalah dimulai dengan manfaat, dan kesadaran menentukan pendirian untuk menyemangati diri sendiri maupun teman. Variabel dapat diartikan sebagai sesuatu yang dapat diukur dan memiliki ukuran Variabel dalam penelitian ini adalah Hasil belajar matematika. Media Lipa saAobe mandar berbasis digital dan aktivitas Hasil pretest yang baik bila nilai kelompok eksperimen tidak berbeda secara signifikan. Model desain yang digunakan sebagai berikut : Sumber :Tiro . Gambar . 2 : Desain Penelitian Keterangan : X = Perlakuan = Pretest kelompok eksperimen = Pretest kelompok kontrol = Posttest kelompok eksperimen = Posttest kelompok kontrol Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Tes hasil belajar matematika Sugiono . Tes adalah alat prosedur yang digunakan untuk mengetahui atau mengukur sesuatu dengan cara dan aturan yang sudah ditentukan. Tingkat penguasaan siswa terhadap mata pelajaran diperoleh melalui tes yang disusun dan dikembangkan sendiri oleh peneliti berdasarkan tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Tes ini termasuk tes mengukur aspek kognitif siswa dalam bentuk uraian. Pemberian skor pada hasil tes ini menggunakan skala bebas tergantung dari bobot butir soal tersebut. Jadi dalam pemberian skor total setiap butir tergantung banyaknya langkah penyelesaian dari soal tersebut. Tes hasil belajar yang diberikan merupakan soal uraian yang setiap soal memiliki skor masing-masing dan dikumpulkan melalui pengolahan dan pengujian data spss . Adapun Ketuntasan belajar siswa dengan menggunakan media pembelajaran lipaAo saAobe mandar secara klasikal lebih besar dari 84,9%. Untuk keperluan pengujian secara statistik, maka dirumuskan hipotesis kerja sebagai H0 : AAg1 O 84,9% melawan H1 : AA> 84,9% p = parameter ketuntasan belajar secara klasikal Pengaruh Penggunaan Media Lipa SaAobe Mandar Berbasis Digital Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Lembar observasi siswa Sugiono . Observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk melihat dari dekat kegiatan yang dilakukan. Lembar observasi digunakan untuk mengamati dan mencatat secara sistematis aktivitas belajar matematika siswa. Adapun lembar observasi yang digunakan adalah lembar observasi aktivitas siswa dalam mengikuti proses pembelajaran yang terdiri dari item-item pertanyaan dan dikelompokkan berdasarkan Tabel Tabel. Tabel Kategori Aspek Aktivitas Siswa Skor Rata-rata Kategori 80 % - 100 % Baik sekali 60 % - 79 % Baik 45 % - 59 % Cukup 30 % - 44 % Kurang 0 % - 29 % Sangat Kurang Sumber: M. Ruslan Djaya . alam Jusmawati, 2. Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran Lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran adalah suatu proses yang dilakukan oleh peneliti sebagai pedoman dalam mengajar. Observasi ini dilakukan selama proses pembelajaran Dalam observasi kegiatan mengajar guru, yang menjadi observer adalah meminta bantuan kepada teman atau guru mata pelajaran di sekolah tersebut. Adapun lembar observasi yang digunakan terdiri dari item-item pertanyaan untuk siswa terkait keterlaksanaan pembelajaran di kelas. Kriteria pengambilan keputusan . Jika nilai t Ot maka H diterima dan H ditolak. Artinya, jika H diterima dan H ditolak maka tidak ada pengaruh penggunaan media lipa saAobe mandar berbasis digital terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas Vi SMPN Satap Piriang, atau . Jika nilai t maka H ditolak dan H diterima. Artinya, jika H ditolak dan H diterima, maka penggunaan media lipa saAobe mandar berbasis digital berpengaruh terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas Vi SMPN Satap Piriang. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Analisis Statistik Deskriptif Analisis statistik deskriptif untuk data nilai hasil pre-tes dan post test kelas eksperimen Kriteria Ketuntasan Nilai Hasil Belajar Matematika yang diperoleh Siswa Kelas ViA SMPN Satap Piriang pada pre-test dan post tes untuk Kelompok Eksperimen Tahun Pelajaran 2020/2021. Reskiah. Abd. Kadir. Muh. Adam ELIPS: Vol. No. Maret 2022 Tabel . 2 Kriteria ketuntasan pada Pre Test Skor 0 < Skor < 60 Kategori Tidak tuntas Frekuensi Persentase 73,91% 26,09% 60 O Skor O Tuntas Jumlah Sumber : hasil olahan data SPSS Tabel . Kriteria ketuntasan pada Post Tes KKM Skor 0 < Skor < 60 Kategori 60 O Skor O 100 Jumlah Tuntas Tidak tuntas Frekuensi Persentase 8,70% 91,3% Sumber : hasil olahan data SPSS Grafik Nilai Pre test dan Post Tes hasil belajar matematika siswa Gambar 3. Grafik Pretest dan Post tes Analisis statistik deskriptif untuk data nilai hasil pre-test dan post test kelas kontrol Ketuntasan Nilai Hasil Belajar Matematika yang diperoleh Siswa Kelas ViB SMPN Satap Piriang pada Tes Awal . re-tes. dan Tes akhir (Post Te. untuk Kelompok Kontrol Tahun Pelajaran 2020/2021. Tabel . Kriteria ketuntasan pada Pre Test Skor 0 < Skor < 60 60 O Skor O 100 Jumlah Kriteria Tidak tuntas Tuntas Frekuensi Persentase 70,83% 29,17% Pengaruh Penggunaan Media Lipa SaAobe Mandar Berbasis Digital Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Tabel 5. Kriteria ketuntasan pada Post Test KKM Skor 0 < Skor < 60 Kategori 60 O Skor O 100 Jumlah Tuntas Tidak tuntas Frekuensi Persentase 8,70% 91,3% Grafik Pretest dan post tes hasil belajar matematika siswa Gambar 4. Grafik pretes dan Pos test Analisis Statistik Inferensial Analisis ststistik inferensial digunakan untuk pengujian hipotesis penelitian. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah ujiAet . -tes. untuk menguji signifikan perbedaan ratarata . antara kelompok data dari nilai pemecahan masalah matematika yang dicapai peserta didik pada tes awal . re-tes. dan pada tes akhir . os-tes. untuk masing masing kelas yaitu kelas ViA. elas eksperime. dan kelas ViB . elas kontro. Pada pengujian hipotesis penelitian digunakan taraf signifikan 95%, = 0,05. Sebelum melakukan analisis inferensial terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis, yaitu uji normalitas data dan uji homogenitas dua kelompok data. Hasil uji analisis statistik inferensial data pree-test . es awa. Adapun data pree-test pada uji normalitas dilakukan pada kelompok data eksperimen dan kelompok data kontrol untuk melihat apakah data nilai yang dicapai siswa berdistribusi normal atau tidak dan pada uji homogenitas. Uji Normalitas Uji normalitas antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dimaksudkan untuk mengetahui apakah data yang diteliti berdistribusi normal atau tidak. Hipotesis yang akan diuji ialah: H = data berdistribusi normal H = data tidak berdistribusi normal Reskiah. Abd. Kadir. Muh. Adam ELIPS: Vol. No. Maret 2022 Tabel . Hasil Uji Normalitas Nilai Pree-test Kelas ViA . elas dan kelas ViB . elas kontro. Pretest Tabel . Tabel Uji Normalitas Kelas Kolmogorov-Smirnova Statistic Sig. Kelas 0,156 0,150 Eksperimen Kelas Kontrol 0,148 0,186 Diolah dengan : Program SPSS 21. Berdasarkan tabel 6. Test Of Normality pada kolom Kolmogorov-Smirnova terlihat bahwa nilai signifikan untuk pre-test kelas eksperimen adalah 0,150 > 0,05 dan untuk pree-test kelas kontrol adalah 0,186 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa data pada pree-test eksperimen dan pree-test kontrol berdistribusi normal. Uji Homogenitas Uji homogenitas ini bertujuan untuk mengetahui apakah variansi dari dua kelompok data dalam penelitian ini memiliki variansi yang sama . atau tidak. Hasil analisis uji homogenitas dapat dilihat pada lampiran. Pada tabel 3. dibawah ini disajikan hasil uji homogenitas dari pree-test peserta didik masing-masing kelas ViA. elas eksperime. dan kelas ViB . elas kontro. dengan menggunakan program SPSS Statistics 21. 0 for Windows. Hipotesis dalam uji homogenitas data pree-test adalah sebagai berikut: H = variansi kelompok data homogen H = variansi kelompok data tidak homogen Jika signifikansi yang diperoleh > dari 0,05, maka variansi setiap sampel sama . Tabel. Hasil Uji Homogenitas Nilai Pree-test Kelas ViA. elas eksperime. dan kelas ViB . elas kontro. Levene Statistic ,170 Sig. ,682 Diolah dengan : Program SPSS 21. Berdasarkan hasil uji homogenitas varians dengan menggunkan uji Levene pada tabel 14, nilai signifikansi adalah 0,682. Karena nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 atau 0,682 > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol berasal dari populasi-populasi yang mempunyai varians yang sama, atau kedua kelas tersebut homogen. Hasil uji analisis statistik inferensial data post-tes . es akhi. Analisis data pos-testkelas ViA. elas eksperime. setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan strategi student team heroic leadership dan kelas ViB . elas kontro. setelah diberikan perlakuan tanpa menggunakan strategi student team heroic leadership. Pengaruh Penggunaan Media Lipa SaAobe Mandar Berbasis Digital Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sebelum melakukan analisis inferensial maka terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat analisis yaitu uji normalitas dan uji homogenitas dua kelas data. Uji Normalitas Hasil analisis uji normalitas dapat dilihat pada lampiran tabel 3. dibawah ini disajikan hasil uji normalitas dari hasil pos-test siswa masing-masing kelas yaitu kelasViA. elas eksperime. dan kelas ViB . elas kontro. dengan menggunakan program SPSS Statistics 21. 0 for Windows. Hipotesis dalam uji kenormalan data pos-test adalah sebagai berikut: H0 : Data berdistribusi normal H1 : Data berdistribusi tidak normal Jika nilai signifikansi > 0,05, maka data berdistribusi normal. Tetapi, jika signifikansi < 0,05, maka data tidak berdistribusi normal. Tabel. Hasil Uji Normalitas Nilai Post-testkelas ViA. elas eksperime. dan kelas ViB . elas kontro. Tests of Normality Kelas Kolmogorov-Smirnova Statistic Sig. Kelas Eksperimen 0,149 0,200* Kelas Kontrol 0,165 0,092 Diolah dengan : program SPSS 21. Posttest Berdasarkan tabel 8. Test Of Normality pada kolom Kolmogorov-Smirnova, terlihat bahwa nilai signifikansi untuk post-test kelas eksperimen adalah 0,200*> 0,05 dan untuk post-test kelas kontrol adalah 0,092 > 0,05. Maka dapat disimpulkan bahwa data pada post-test eksperimen dan kontrol berdistribusi normal. Uji Homogenitas Hasil analisis uji homogenitas dapat dilihat pada lampiran table 3. dibawah ini disajikan hasil uji homogenitas dari hasil pos-test siswa masing-masing kelasViA . elas eksperime. dan kelas ViB . elas kontro. dengan menggunakan program SPSS Ststistics 21. 0 for Windows. Hipotesis dalam uji homognitas data pos-test adalah sebagai berikut: H0 : variansi pada tiap kelompok sama . H1 : variansi pada tiap kelompok tidak sama . idak homoge. Jika signifikansi yang diperoleh > dari , maka variansi setiap sampel sama . Tabel 9. Homogenitas dua varians tes akhir . ost-tes. kelas eksperimen dan kelas kontrol Levene Statistic 0,794 Diolah dengan : Program SPSS 21. Sig. 0,378 Reskiah. Abd. Kadir. Muh. Adam ELIPS: Vol. No. Maret 2022 Berdasarkan hasil uji homogenitas varians dengan menggunakan uji Levene pada tabel 3. nilai signifikansinya adalah 0,378. Karena nilai signifikansinya lebih besar dari 0,05 atau 0,378 > 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol berasal dari populasi yang mempunyai variansi yang sama atau kedua kelas tersebut homogen. Pengujian Hipotesis Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui program SPSS Statistics 0 for windows dengan menggunakan komputer. Dalam pengujian analisis hipotesis, rumusan hipotesis statistik dalam bentuk kalimat yang digunakan adalah: H0 :Tidak ada pengaruh pembelajaran dengan menggunakan media lipa saAobe mandar berbasis terhadap hasil belajar siswa H1 : Ada pengaruh pembelajaran dengan menggunakan media lipa saAobe mandar berbasis digital terhadap hasil belajar siswa Hipotesis yang telah dirumuskan. H0 diterima apabila thitung O ttabeldan H1diterima apabila thitung > ttabel. Kedua kelas berdistribusi normal dan homogen, sehingga pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan statistik uji-t dengan bantuan program komputer SPSS Statistics 22. 0 for Setelah dilakukan pengolahan data, tampilan output uji-t data dapat dilihat pada tabel berikut: Tabel 1. Hasil Pengujian Hipotesis Nilai Post-test KelasViA. elas eksperime. dan Kelas ViB . elas kontro. Independent Samples Test Levene's t-test for Equality of Means Test Equality of Variances Sig. Sig. Posttest Equal variances assumed 0,794 0,378 3,506 Equal variances not assumed 3,522 Diolah dengan : Program SPSS 21. 43,762 0,001 0,001 Berdasarkan hasil analisis data, kedua kelompok berdistribusi normal dan homogen, sehingga pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan statistic uji-t. Berdasarkan statistik uji-t dengan SPSS 21. for Windows diperoleh nilai t hitungsebesar 3,506, sedangkan untuk nilai ttabel sebesar 1,675 yang berarti bahwa thitung>ttabel yaitu 3,506 > 1,675. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, bila ditinjau dari nilai taraf signifikan. H1 diterima apabila sig < yaitu 0,001 < 0. dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan media lipa saAobe mandar berbasis digital berpengaruh terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas ViA SMPN Satap Piriang. Pengaruh Penggunaan Media Lipa SaAobe Mandar Berbasis Digital Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Hasil Observasi Dalam penelitian ini menggunakan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran dan lembar observasi aktifitas siswa Hasil observas keterlaksanaan pembelajaran dan aktifitas siswa . Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran kelas eksperimen Hasil observasi ini untuk melihat terlaksanaannya pembelajaran. Pengisian lembar observasi ini saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Dalam penelitian ini pembelajaran dilakukan sebanyak 3 kali pertemuan. Untuk melihat data dari hasil observasi selama proses pembelajaran dianalisis sebagai berikut: Tabel 1. Data hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran Frekuensi Persentase 88,3% 93,3% Sumber data : Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran Berdasarkan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran pada tabel 10. dapat diuraikan bahwa pada pertemuan pertama keterlaksanaan pembelajaran sebesar 88,3%, pertemuan kedua dengan keterlaksanaan pembelajaran 93,3% dan pertemuan ketiga dengan keterlaksanaan pembelajaran 95%. Hasil dari observasi keterlaksanaan pembelajaran ini dikelompokkan dalam empat kategori yaitu sebahai berikut: Tabel . Skala penilaian keterlaksanaan pembelajaran Interval Keterangan 80% - 100% Baik sekali 60% - 79% Baik 45% - 59% Cukup 30% - 44% Kurang 0% - 29% Sangat kurang Sumber : SMPN Satap Piriang Berdasarkan tabel 1. , dapat diketahui pada pertemuan pertama, kedua dan ketiga dalam kategori baik sekali. Dari penilaian observer secara keseluruhan kegiatan pembelajaran sudah dilakukan dengan baik yaitu dengan adanya peningkatan pada setiap pertemuannya. Hasil observasi aktivitas siswa kelas eksperimen Dari data observasi aktivitas siswa selama proses pembelajaran dilakukan analasis dan Pengisian lembar observasi dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. Dalam penelitian ini, pembelajaran dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan. Maka diperoleh hasil sebagai berikut. Reskiah. Abd. Kadir. Muh. Adam ELIPS: Vol. No. Maret 2022 Tabel 1. Data hasil observasi aktivitas siswa kelas eksperimen Frekuensi Persentase 66,15% 88,52% 98,91% Sumber data : Hasil observasi aktivits siswa setiap pertemuan Berdasarkan hasil observasi siswa kelas eksperimen pada tabel 1. menunjukkan bahwa pada pertemuan pertama persentase aktivitas siswa adalah 66,15%, pada pertemuan kedua dengan persentase sebesar 88,52%, dan pertemuan ketiga 98,91%. Hasil observasi aktivitas siswa dikelompokkan dala lima kategori yaitu sebagai berikut: Tabel 1. Skala penilaian hasil observasi aktivitas siswa kelas eksperimen Interval Keterangan 80% - 100% Baik sekali 60% - 79% Baik 45% - 59% Cukup 30% - 44% Kurang 0% - 29% Sangat kurang Sumber : SMPN Satap Piriang Berdasarkan tabel 1. dapat diketahui pada pertemuan pertama berada pada kategori baik, dan pertemuan kedua dan ketiga berada pada kategori baik sekali. Dari pertemuan pertama sampai pertemuan keempat pembelajaran dengan menggunakan media lipa saAobe mandar berbasis digital maka aktivitas siswa berjalan dengan baik, peserta didik sangat antusias sekali dalam pembelajaran ini karena mendapatkan cara belajar yang baru sehingga siswa lebih aktif. Hasil observasi aktifitas siswa kelas kontrol Data hasil observasi siswa selama proses pembelajaran dilaksanakan dianalisis dan Pengisian lembar observasi dilakukan pada saat pembelajaran berlangsung. penelitian ini, pembelajaran dilakukan sebanyak tiga kali pertemuan. Maka diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 1. Data hasil observasi aktivitas siswa kelas kontrol Frekuensi Persentase 48,96% 64,17% 80,21% Sumber data : Hasil observasi aktivitas siswa setiap pertemuan Berdasarkan hasil observasi siswa kelas kontrol pada tabel 1. menunjukkan bahwa pada pertemuan pertama persentase aktivitas siswa adalah 48,96%, pada pertemuan kedua adalah 64,17% dan pada pertemuan ketiga 80,21%. Pengaruh Penggunaan Media Lipa SaAobe Mandar Berbasis Digital Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Hasil dari observasi siswa dikelompokkan dalam lima kategori yaitu sebagai berikut: Tabel 1. Skala penilaian hasil observasi aktivitas siswa kelas kontrol Interval Keterangan 80% - 100% Baik sekali 60% - 79% Baik 45% - 59% Cukup 30% - 44% Kurang 0% - 29% Sangat kurang Sumber : SMPN Satap Piriang Berdasarkan tabel 1. jika hasil observasi siswa kelas kontrol dikategorikan dalam lima skala maka pada pertemuan pertama persentase aktivitas siswa cukup atau hanya 48,96%, dan pada pertemuan kedua dan ketiga berturut-turut berada pada kategori baik dan baik sekali. Meskipun pada pertemuan kedua dan ketiga aktivitas siswa dikategorikan baik dan baik sekali, tetapi hal yang kurang adalah siswa tidak berani menanyakan materi yang belum dipahami. Pembahasan Setelah proses penelitian dilakukan menghasilkan beberapa penemuan yang menyatakan bahwa: Berdasarkan hasil analisis perhitungan seperti telah diuraikan, dapat dikemukakan bahwa rata-rata hasil belajar matematika siswa kelas ViA . elas eksperime. sebelum perlakuan dalam hal ini pre-test yaitu 48,004 dan rata-rata hasil belajar matematika siswa untuk kelas ViB . elas kontro. sebelum perlakuan melalui pre-test yaitu 49,200 dapat disimpulkan bahwa kedua kelas tersebut berada pada kategori rendah. Setelah diberikan perlakuan dalam pembelajaran dengan strategi student team heroic leadership nilai rata-rata hasil belajar matematika pada tes akhir . os-tes. yang diperoleh peserta didik kelas ViA . elas eksperime. adalah 72,865. Dan kelas ViB . elas kontro. yang juga diberikan perlakuan dalam pembelajaran tanpa strategi student team heroic leadership nilai ratarata hasil belajar matematika pada tes akhir . os-tes. yang diperoleh adalah 63,296. Dapat disimpulkan bahwa nilai rata-rata siswa kelas ViA berada pada kategori sedang dan nilai ratarata siswa kelas ViB berada pada kategori sedang. Hasil analisis inferensial dengan menggunakan uji normalitas untuk mengatahui kedua kelompok data berdistribusi normal. Berdasarkan hasil analisis perhitungan yang telah diuraikan menunjukkan bahwa diperoleh nilia signifikan 0,150 sesuai dengan kriteria penilaian pada uji normalitas data pre-test kelas eksperimen dapat ditulis signifikannya yaitu 0,150> 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal dan nilai signifikan 0,200* sesuai dengan kriteria penilaian pada uji normalitas pada pre-test kelas kontrol dapat ditulis signifikannya yaitu 0,200*> 0,05. Nilai signifikan 0,200*sesuai dengan kriteria penilaian pada uji normalitas data pos-test kelas eksperimen dapat ditulis siknifikannya yaitu 0,200*> 0,05 maka data tersebut berdistribusi normal dan nilai signifikan 0,092 sesuai dengan kriteria penilaian pada uji normalitas pos-test Reskiah. Abd. Kadir. Muh. Adam ELIPS: Vol. No. Maret 2022 kelas kontrol dapat ditulis siknifikannya yaitu 0,092> 0,05 maka data tersebut berdistribusi Sehingga dapat disimpulkan bahwa kedua kelas tersebut berdistribusi normal. Uji homogenitas untuk mengetahui kedua kelompok data mempunyai variansi yang sama . Berdasarkan hasil output SPSS . tatistical package for social scienc. versi 21,0 for Untuk uji homogenitas data hasil pre-test kedua kelompok . ksperimen, kontro. diperoleh nilai sig > 0,05 atau 0,682> 0,05 maka H0 diterima. Berarti variansi kedua populasi adalah homogen sebelum diberikan perlakuan. Kemudian hasil analisis data untuk post-test kelas eksperimen dan kontrol, dengan taraf signifikansi yang diperoleh > yaitu 0,378> 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak berarti variansi setiap sampel adalah sama . Hal ini menunjukkan bahwa data hasil belajar matematika siswa untuk kedua kelas berasal dari populasi yang homogen. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh hasil dari kedua kelas, yakni data hasil belajar matematika setelah perlakuan . ost-tes. pada kelas eksperimen dan kontrol diperoleh nilai Thitung sebesar 3,506 dan Ttabel nya yaitu 1,675 yang berarti bahwa thitung>ttabel yaitu 3,506>1,675. Hal ini menujukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima, bila ditinjau dari nilai taraf signifikan. H1 diterima apabila sig < yaitu 0,001< 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakanstrategi student team heroic leadership berpengaruh dalam pembelajaran matematika pada siswa kelas Vi SMPN Satap Piriang. Hasil pengamatan peneliti, pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan strategi student team heroic leadership pada kelas eksperimen berpengaruh terhadap proses pengajaran, hal itu berdasarkan pada tes awal . re-tes. rata-rata nilai hasil belajar kelas ViA . elas eksperime. yaitu 48,004 setelah proses pembelajaran berlangsung dan diberikan tes akhir . , nilai rata-ratahasil belajar meningkat menjadi 72,865, berada dalam kategoti tuntas. Namun, untuk kelas eksperimen siswa yang masuk dalam kategori tuntas sebanyak 21 orang dan 2 orang yang masuk dalam kategori tidak tuntas. Sedangkan kelas kontrol pada tes awal . re-tes. nilai rata-rata hasil belajar siswa yakni 49,200dan pada tes akhir . ost-tes. nilai rata-rata hasil belajar menjadi 63,296 juga berada dalam kategori tuntas, akan tetapi untuk kelas kontrol siswa yang masuk dalam kategori tuntas sebanyak 16 orang dan terdapat 8 siswa yang termasuk dalam kategori tidak tuntas. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa kelas ViA . elas eksperime. dengan pembelajaran strategi student team heroic leadership berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika. Berdasarkan hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran pada kelas eksperimen, pertemuan pertama dengan keterlaksanaan pembelajaran 88,3%, pertemuan kedua dengan keterlaksanaan pembelajaran 93,3%, serta pertemuan ketiga dengan keterlaksanaan pembelajaran dengan 95%. Keterlaksanaan pembelajaran dengan media lipa saAobe mandar berbasis digital oleh guru pada pertemuan pertama, kedua, dan ketiga dalam kategori baik sekali. Pengaruh Penggunaan Media Lipa SaAobe Mandar Berbasis Digital Terhadap Hasil Belajar Matematika Siswa Sehingga dapat disimpulkan bahwa keterlaksanaan pembelajaran dengan media lipa saAobe mandar berbasis digital oleh guru berjalan dengan baik. Kategori aktivitas siswa dalam pembelajaran matematika melalui media lipa saAobe mandar berbasis digital memenuhi kriteria keaktifan. Terlihat dari persentase keaktifan siswa mulai dari pertemuan pertama sampai pertemuan ketiga yaitu 66,15%, 88,52%, 98,91%. Dari uraian diatas, menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dengan pembelajaran media lipa saAobe mandar berbasis digital terhadap hasil belajar matematika pada siswa kelas Vi SMPN Satap Piriang ini sejalan dengan penelitian Irfawandi Samad tahun 2020 bahwa hasil belajar matematika siswa SMK efektif melalui penerapan media lipa saAobe mandar. PENUTUP Kesimpulan Setelah diberikan perlakuan pada kedua kelas . ksperimen dan kontro. maka hasil nilai posttest pada kelas tersebut berbeda atau dengan kata lain nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar dari nilai rata-rata kelas kontrol. Kemudian Hasil uji-t menunjukkan bahwa nilai thitung yang diperoleh lebih besar dari nilai ttabel yaitu 3,506 > 1,675. Dan ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil observasi menunjukkan bahwa dengan menggunakan media lipa saAobe mandar berbasis digital, keaktifan siswa dalam pembelajaran dari pertemuan pertama, kedua dan ketiga itu semakin aktif. Sehingga Berdasarkan hasil pengelolaan data dan pengujian hipotesis, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa terdapat pengaruh pembelajaran dengan media lipa saAobe mandar berbasis digital terhadap hasil belajar siswa kelas Vi SMPN Satap Piriang. Saran Berdasarkan kesimpulan diatas, maka peneliti menyarankan beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu: Melihat hasil yang diperoleh melalui penggunaan media lipap saAobe mandar berbasis digital ini sangat bermanfaat, maka diharapkan guru wali kelas atau khususnya guru matematika menerapkan dan mengembangkan strategi pembelajaran ini agar dapat mempengaruhi aktifitas belajar siswa. Sebagai tindak lanjut penerapan, pada saat proses pembelajaran diharapkan kepada guru untuk mengawasi serta membimbing siswa dalam bekerja kelompok. Bagi peneliti yang berminat pada penelitian dengan strategi seperti ini diharapkan untuk mengembangkan hasil penelitian ini pada materi yang lain. Reskiah. Abd. Kadir. Muh. Adam ELIPS: Vol. No. Maret 2022 DAFTAR PUSTAKA