Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA TEMA 7 SUBTEMA 2 INDAHNYA KERAGAMAN BUDAYA NEGERIKU MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING KELAS IV SD NEGERI 100670 HUTAIMBARU T. A 2021/2022 Oleh: Hazza Nur Husnipa Harahap1. Nurbaiti2. Monica Theresia3 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Institut Pendidikan Tapanuli Selatan *email: hazzanurhusnipa@gmail. Received: 22 Agustus 2022 Article history: Revised: 09 Septembers 2022 Published: 20 Mei 2023 Accepted: 15 Mei 2023 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk Meningkatkan hasil belajar tema 7 subtema 2 indahnya keragaman budaya negriku menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) kelas IV SD 100670 Hutaimbaru T. A 2021/2022. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK). Yang dilaksanakan dalam II siklus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu lembar observasi guru dan soal tes. Penerapan model Contextual Teaching and Learning (CTL) dapat meningkatkan meningkatkan hasil belajar tema 7 subtema 2 indahnya keragaman budaya negriku. Hasil siklus I menunjukkan hasil observasi dari kegiatan pembelajaran sebesar 67,30%. ategori cuku. dan rata-rata hasil belajar siswa adalah 67,55% dimana 6 peserta didik . %) yang yang tuntas dan 14 peserta didik . %) tidak tuntas. Selanjutnya siklus II menunjukkan hasil oservasi dari kegiatan pembelajaran sebesar 80,76%. ategori tingg. dan rata rata 78,05% dimana 16 peserta disik . %) tuntas dan 4 peserta didik . %) tidak tuntas. Disimpulkan hasil belajar siswa tema 7 subtema 2 indahnya keragaman budaya negriku menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) kelas IV SD 100670 Hutaimbaru T. A 2021/2022 Kata kunci: Peningkatan Hasil Belajar. Model Contextual Teaching and Learning (CTL) PENDAHULUAN Proses belajar yang di selenggarakan di lapangan pendididikan formal atau sekolah tidak lain dimaksudkan untuk mengarahkan perubahan perubahan pada diri siswa secara terencana baik dalam aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam keseluruhan proses pendiddikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling cocok. Pendidikan sekolah dasar disebut dengan pendidikan formal, sebab sudah memilki rancangan pendidikan berupa kurikulum tertulis yang tersusun secara sistematis, jelas, rinci dalam pelaksanaannya, dilakukan pengawasan dan penilaiaan untuk mengetahui tingkat timgkat pencapaiaan ini,berarti berhasil tidaknya pencapaiaan tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa, guru sebagai peran utama untuk menguasai dan mengembangkan materi yang diajarkan kepada siswa. Memperhatikan hal tersebut maka di perlukan upaya untuk mempersiapkan para siswa sekolah dasar agar mencapai tujuan yang dinginkan. Peran guru sebagai tenaga pendidik merupakan kunci utama oleh karena itu, guru dalam menyajikan pembelajaran harus mampu mennggunakan pendekatan -pendekatan atau model pembelajaran yang cocok dengan materi dan sesuai dengan karakteristik peserta didik. Model pembelajaran yang sesuai dengan melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar memungkinkan siswa dapat memperoleh hasil belajar yang lebih baik. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Berdasarkan hasil observasi pada hari Sabtu,11 Desember 2021 di kelas IV SD Negeri No. Hutaimbaru. peneliti melihat bahwa kondisi proses belajar mengajar pada siswa terdapat dua hal yang perlu di kemukakan yaitu dari sisi guru dan siswa dari sisi guru, dalam mengelola proses belajar mengajar belum dilksanakan secara maksimal yang di tandai dengan guru di dalam proses pembelajaran masih menggunakan metode konfesional yaitu metode ceramah dan langsung pemberian tugas kepada siswa sehingga siswa sangat pasif di dalam proses pembelajaran, guru terkesan biasa saja melihat aktifitas siswa yang kurang memperhatikan materi pelajaran yang di jelaskan. Guru jarang memberikan melaksanakan pembelajaran kelompok pada siswa, model pembelajaran yang di terapkan oleh guru, membuat siswa menjadi lebih aktif dan berminat dalam pembelajaran sehingga perlu di cari model pembelajaran lain. Sedangkan disisi siswa diantara lain, ada beberapa siswa bercerita dengan temannya sehingga sebagian siswa tidak fokus lagi ketika guru menerangkan pelajaran, siswa kurang berminat mengajukan pertanyaan kepada guru terkait materi yang diajarkan. Proses pembelajaran siswa kelas kelas IV SD Negeri No. 100670 Hutaimbaru diatas tentu saja di katakana pembelajaran yang efektif dengan metode belajar yang kurang baik . oleh karena itu,siswa tidak memahami materi yang diajarkan sehingga hasil belajar Tema 7 Sub Tema 2 masih rendah. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan guru kelas IV SD Negeri No. 100670 Hutaimbaru yaitu Pada tanggal 11 desember, 2021 rendahnya hasil belajar tema 7subtema 2 hanya terdapat 9 orang yang tidak tuntas dan 11 orang yang tidak tuntas ataupun tidak mencapai KKM yaitu 75 semua mata pelajaran pada tema 7 dimana dari 20 jumlah siswa, 9 orang perempuan dan 11 orang laki-laki pada mata pelajaran Bahasa Indonesia siswa yang tuntas terdapat 11 orang dengan persentase 64% sementara siswa yang tidak tuntas terdapat 9 orang dengan persentase 36%, pada mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan siswa yang tuntas 11 orang dengan persentase 59% sementara siswa yang tidak tuntas 9 orang dengan persentase 41%, pada mata pelajaran IPA siswa yang tuntas yang tuntas 11 orang dengan persentase 50% sementara siswa yang tidak tuntas 11 orang dengan persentase 50%, pada mata pelajaran IPS siswa yang tuntas 11 orang dengan persentase 64% sementara siswa yang tidak tuntas 9 orang dengan persentase 36%, dan pada mata pelajaran SBDP siswa yang tuntas 11 orang dengan persentase 64% sementara siswa yang tidak tuntas 9 orang dengan persentase 36%. Hasil belajar siswa di kelas IV SD Negeri No 100670 Hutaimbaru pada mata pelajaran bahasa Indonesia dapat dilihat pada tabel: Tabel 1. Nilai Ulangan Harian Tema 7 Sub Tema 2 Kelas IV SD Negeri No. Hutaimbaru Sisw Muat Yan Siswa K g Tidak Tuntas PPKN IPA 0% 0 IPS SBDP Sumber : Daftar Kumpulan Nilai SD Negeri No. 100670 Hutaimbaru Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. model pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan belajar siswa. Agar hasil belajar siswa pada tema 7 subtema 2 meningkat , peneliti memberikan solusi dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL). Dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) diharapkan dapat mendorong keaktifan, membangkitkan minat dan kemampuan bekerjasama, saling menghargai, dan peduli dengan teman sehingga hasil belajar siswa meningkat. Berdasarkan pemaparan tersebut diatas peneliti tertarik untuk mengkaji penelitiaan dengan judul Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Tema 7 Subtema 2 Indahnya Keragaman Budaya Negeriku menggunakan model pembelajaran (CTL) Contextual Teaching and Learning di kelas IV SD Negeri 100670 Hutaimbaru T. Berdasarkan latar belakang masalah . maka peneliti mengedintikasi masalah dalam penelitiaan ini menjadi beberapa faktor yaitu : Masih menggunakan metode konfesional yaitu metode ceramah sehingga siswa pasif dalam proses pembelajaran dan langsung pemberian tugas kepada siswa Siwa kurang termotivasi untuk belajar Kurangnya minat siswa untuk belajar Ada beberapa siswa bercerita dengan temannya sehingga sebagian siswa tidak fokus ketika guru menerangkan Guru terkesan biasa saja melihat aktivitas siswa yang kurang memperhatikan materi pelajaran yang di jelaskan Guru jarang melaksanakan pembelajaran berkelompok Model pembelajaran yang di terapkan guru kurang dapat membuat siswa lebih aktif dan berminat dalam pembelajaran sehingga perlu dicari model pembelajaran lain Siswa kurang berminat mengajukan pertanyaan kepada guru terkait materi yang diajarkan Rendahnya hasil belajar siswa Tema 7 Subtema 2 Mengingat luas dan kompleksnya permasalah yang ada serta kemampuan penulis yang terbatas dalam hal kemampuan,biaya, waktu, maka perlu adanya pembatasan masalah. Oleh karena itu, dalam penelitiaan ini peneliti hanya membahas tentang hasil Belajar Tema 7 Subtema 2 indahnya keragaman budaya negeriku menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) di kelas IV SD Negeri 100670 Hutaimbaru. Menurut Nawawi dalam Brahim . hasil belajar adalah tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor dan di peroleh dari hasil tes mengenai sejumlah materi pembelajaran. (Sudjana, 2008:. Hasil belajar ialah hasil yang dicapai atau kemampuan kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah mengalami proses belajar dalam waktu tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Soeditarjo dalam Purwanto . Auhasil belajar adalah sebagai tingkat penguasaan yang dicapai oleh mahasiswa dalam mengikuti proses belajar mengajar sesuai dengan tujuan pendidkan yang ditetapkan. Berdasarkan uraian diatas maka peneliti menyimpulkan ) hasil belajar adalah tingkat keberhasilan siswa dalam mempelajari materi pelajaran di sekolah yang dinyatakan dalam skor dan dicapai atau kemampuan kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah mengalami proses belajar dalam waktu tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Menurut Akhmad Sudrajad . AuModel pembelajaran (Contextual Teaching and LearningCTL) merupakan suatu proses pendidikan yang holistik dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengkaitkan materi tersebut dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari. Johnson dalam Sugiyanto, 2008:. menyatakan bahwa CTL adalah sebuah proses pendidikan yang bertujuan menolong para siswa melihat makna di dalam materi akademik yang mereka pelajari dengan cara menghubungkan subjek-subjek akademik dengan konteks dalam kehidupan keseharian mereka. Menurut Nurhadi dalam Sugianto . AuPembelajaran kontekstual (Contextual Teaching and Learning-CTL) adalah konsep belajar yang mendorong guru untuk menghubungkan antara materi yang diajarkan dan situasi dunia nyata siswa. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran CTL adalah konsep pembelajaran yang melibatkan siswa untuk melihat makna di dalam materi yang dipelajari dan menghubungkannya dengan situasi kehidupan nyata sehingga mendorong siswa untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan mereka. Langkah penerapan CTL dalam kelas secara garis besar menurut Sugianto . adalah sebagai berikut : Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakana dengan cara bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan engonstruksikan sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya. Laksanakan sejauh mungkin kegiatan inkuiri untuk semua topik. Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya. Ciptakan Aumasyarakat belajarAy . elajar dalam kelompok-kelompo. Hadirkan AumodelAy sebagai contoh pembelajaran. Lakukan refleksi di akhir penemuan. Lakukan penilaian yang sebenarnya dengan berbagai cara METODOLOGI PENELITIAN Pelaksanaan penelitian ini yaitu pada kelas IV SDN 100670 Hutaimabru di kecamatan Halongonan . kabupaten Padang Lawas Utara. Dengan bimbingan bapak sekolah. Alasan peneliti memilih lokasi tersebut karena penelitiaan dengan dengan tema yang sama belum pernah dilakukan di sekolah itu selain itu juga ,peneliti melakukan praktek pengalaman lapangan (PPL) di lokasi tersebut dengan melihat bahwa masih banyak hasil belajar siswa kelas IV masih rendah. Waktu penelitian ini pada semester II tahun ajaran 2021/2022 di kelas IV SDN 100670 Hutaimbaru kecamatan Halongonan . kabupaten Padang Lawas Utara. Pelaksanaan tindakan siklus I yaitu tanggal 26, 27 Mei dan siklus II yaitu 28,30 Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri No. 100670 Hutaimbaru. Kecamatan Halongonan Kabupaten Padang Lawas Utara yang berjumlah 20 orang. yang terdiri dari 11 orang laki laki dan 9 orang perempuan. Peneliti mengambil subjek peneliti ini di karenakan rendahnya hasil belajar siswa pembelajaran tematik. Adapun yang dijadikan sebagai objek penelitian adalah model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learnin. pada tema 7 subtema 2 indahnya keragaman budaya negeriku di kelas IV SD Negeri 100670 Hutaimbaru Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Penelitian tindakan kelas (PTK) adalah suatu rancangan penelitian yang di rancang khusus untuk meningkatkan kualitas praktik pembelajaran kelas. Penelitiaan Tindakan Kelas yang dimaksud dalam buku ini adalah upaya yang dilakukan secara terencana dan sistematis dengan melakukan refleksi terhadap praktik selanjutnya tindakan perbaikan atau peningkatan pembelajaran pendidikan. Penelitian ini dilaksanakn untuk meningkatkan hasil belajar siswa Tema 7 Subtema 2 dengan penerapan model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning ) Lembar observasi ini untuk mengumpulkan data peneliti akan melakukan observasi dalam mengumpulkan informasi yang berkaitan dengan penelitiaan ini. Observasi merupakan sesuatu pengamatan yang bertujuan memperoleh informasiyang berkaitan dengan penelitiaan. Tes ini Untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa dalam pembelajaran maka akan diadakannya tes. Tes adalah cara yang dapat dipergunakan atau prosuder yang perlu ditempuh dalam rangka pengukuran dan penilaiaan dibidang pendidikan. Yang berbentuk pemberiaan tugas atau serangkaian tugas baik berupa pertanyan atau latihan dalam mengukur keberhasilan siswa. Dokumentasi ini untuk memperkuat hasil penelitian ini diperlukan dokumentasi sebagai bukti bahwa peneliti ini diperlukan dokumentasi sebagai bukti bahwa peneliti benar- benar telah melaksanakan penelitiaan . dokumentasi merupakan file berbentuk gambar yang dijadikan sebagai data pendukung pada pelaksanaan penelitian. Dimana dengan adanya gambar sebagai bukti pendukung bahwa penelitiaan benar-benar dilaksanakan. Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif untuk mengetahui tingkat ke efektifan dan hasil belajar dari pembelajaran yang telah dilakukan. Metode deskriftif kualitatif ini merupakan penelitian yang menggambarkan suatu fakta sesuai data yang sebenarnya. Untuk mengetahui hasil belajar siswa yang di lihat dari hasil test selama proses pembelajaran dapat menggunakan rumus: yaA PPH = x 100 (Arikunto:2. ycA Keterangan: PPH :Persentase Penilaian Hasil B :Skor yang diperoleh N :Skor Total Keterangan: Apa bila nilai hasil belajar siswa dibawah 75 maka siswa di nyatakan tidak lulus. Apabila di atas 75 maka siswa di nyatakan lulus. Untuk mengetahui rata Ae rata siswa secara klasikal dilakukan penghitungan sebagai berikut: Aeyceycu X = (Arikunto:2. Aeycu Keterangan: X = Nilai rata- rata klasikal Aefx = Jumlah seluruh nilai Aen = Jumlah siswa seluruhnya Untuk mengetahui rata Ae rata tingkat ketuntasan siswa dalam penguasan materi pembelajaran dilakukan penghitungan persentase sebagai berikut: X 100% (Arikunto, 2. Keterangan: P :Persentase ketuntasan hasil belajar f :Jumlah siswa yang mencapai ketuntasan belajar N :Jumlah siswa HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian tindakan kelas (PTK) dilakukan oleh peneliti atas nama Hazza Nur Husnipa Harahap yang bertindak sebagai pendidik. Observer dalam penelitian ini adalah rekan mahasiswa saya saudari atas nama Siti patimah Harahap Sementara itu, untuk pengambilan foto dan video dibantu oleh rekanrekan mahasiswa lainnya sebelum melaksanakan PTK, peneliti memberikan arahan kepada observer agar mudah dalam bekerja sama saat di dalam ruangan kelas. Penelitian ini dilaksanakan di kelas IV SD Negeri 100670 hutaimbaru yang berjumlah 20 peserta didik yang terdiri dari 8 orang perempuan dan 12 orang laki-laki. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching And learning (CTL) untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik khususnya pada tema 7 subtema 2. Penelitian ini terdiri dari dua siklus yaitu siklus I dan siklus II. Masing- masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. untuk lebih mengetahui kegiatan penelitiaan ini dapat dilihat Berikut adalah video saat pelaksanaan penelitian dikelas IV SD Negeri 100670 hutaimbaru. Adapun jumlah siswa kelas IV SD Negeri 100670 Hutaimbaru dilihat pada tabel ini Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Tabel 4 Data Peserta Didik Kelas IV NEGERI 100670 Negeri Hutaimbaru Nama Jenis Kelamin Amir Shaleh Laki Aelaki Ahmad Susanto Laki Aelaki Alfikri Siregar Laki Aelaki Aripin Harahap Laki Aelaki Auliya Nim Perempuan Bunga Aisyah Perempuan Indah Putri Perempuan Randy Sitompul Laki Aelaki Rama Riski Perempuan Rasti Hanida Perempuan Rayhan Alfero Laki-laki Rio Natata Laki-laki Rifki Febriansyah Roy Syaputra Seri Yanti Syahru ahmad Laki-laki Perempuan Laki-laki Syakira Putri Perempuan Trisa Fitri Tiara Novita Perempuan Yusri Fansa Koto Laki-laki Perempuan Laki-laki Dari dua siklus yang dilaksanakan selama peneliti ini, dimana setiap siklus terdiri 3 kali Waktu pelaksanaan siklus I pertemuan I pada hari kamis 26 Mei, pelaksanaan siklus I pertemuan II 27 Mei 2022 ,pelaksanaan siklus I pertemuan i pada hari sabtu 28 Mei 2022. Dan pelaksanaan siklus II pertemuan I pada hari senin 30 Mei 2022. pelaksanaan siklus II pertemuan II 31 Mei 2022, pelaksanaan siklus II pertemuan i 2 Juni 2022 TABEL 12 REKAPITULASI NILAI ULANGAN SIKLUS I DAN II SEMESTER GENAP TAHUN AJARAN 2021/2022 KELAS IV SD NEGERI 100670 HUTAIMBARU Perbandingan silus I dan II nNo Nama Peserta Didik Tes Siklus I Tes Siklus II Keterangan Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. Amir Shaleh Ahmad Susanto Alfikri Siregar Aripin Harahap Auliya Nim Bunga Aisyah Indah Putri Randy Sitompul Rama Riski 110 Rasty Hanida 111 Rayhan Alfero 112 Rio Natata 113 Rifki Febriansyah 114 Roy Syaputra 115 Seri Yanti 116 Syahru ahmad 117 Syakira Putri 118 Trisa Fitri 119 Tiara Novita 120 Yusri Fansa Koto 1Jumlah Rata Ae rata Tuntas Tidak tuntas 1,351 6 . %) 14. %) 1,561 16. %) 4. %) Meningkat Meningkat Meningkat Tidak tuntas Tidak Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Tidak Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Tidak Meningkat Meningkat Meningkat Tidak Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Meningkat Perbandingan Siklus I Dan Siklus II SIKLUS I SIKLUS II Berdasarkan Tabel dan grafik diatas menjelaskan bahwa selama pembelajaran dengan penerapan model pembelajaran contextual teaching and learning hasil belajar peserta didik meningkat. Hal itu, dapat dilihat dari peningkatan rata-rata dari 67,55% pada siklus I kemudian mengalami peningkatan di siklus II dengan rata-rata 78,05% Selain dilihat dari nilai rata-rata peserta didik, peningkatan hasil belajar peserta didik juga dapat dilihat dari ketuntasan belajar dimana kriteria ketuntasan minimum Vol. 3 No. 2 Edisi Mei 2023 ISSN. Jurnal Imiah Pendidikan Dasar (JIPDAS) Journal Page is available to https://jurnal. id/index. php/JIPDAS Email: jipdas8@gmail. (KKM) yaitu 75. Terbukti presentase ketuntasan dari 67. 55% pada siklus I, kemudian pada tes siklus II meningkat lagi menjadi 78. 5% dan ketuntasan pada siklus II sudah mencapai kriteria ketuntasan minimal yakni 75. Sehingga dari berbagai uraian sebelumnya maka dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan model pembelajaran contextual teaching and learning dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam tema 7 subtema 2. DAFTAR PUSTAKA