PENGARUH HEALTH EDUCATION DENGAN METODE ROLE PLAY TERHADAP KETERAMPILAN ORAL HYGIENE ANAK KELAS 1 DI SDN BRABE 1 MARON PROBOLINGGO 1,2, 3 Dwi Rifanika1, Alwin Widhiyanto, Ainul Yaqin Salam3 Universitas Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Probolinggo,indonesia3 *Email: dwirifanika6@gmail.com ABSTRAK Kesehatan gigi dan mulut pada anak dapat merefleksikan kesehatan tubuh secara keseluruhan termasuk jika terjadi kekurangan nutrisi dan gejala penyakit lain di tubuh. Sehingga pada kasus ini diperlukan Health Education dengan Role Play. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh Health Education dengan metode role play terhadapa keterampilan oral hygiene anak. Jenis penelitian ini Pree experiment dengan pendekatan pretest-postest. Populasi sebanyak 40 siswa, penentuan sampel menggunakan tekhnik total sampling pada semua siswa sesuai kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 40 siswa. Instrumen yang digunakan lembar observasi keterampilan oral hygiene melalui proses editing, coding, scoring, dan tabulating. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. Hasil dari penelitian ini didapatkan keterampilan oral hygiene pada saat pree-post . Menunjukkan hasil keterampilan oral hygiene pada saat sebelum dinberikan intervensi mayoritas kategori kurang sebanyak 22 siswa (55%). Sedangkan keterampilan oral hygiene setelah diberikan intervensi mayoritas kategori baik sebanyak 26 siswa (65%). Hasil Uji Wilcoxon di dapatkan niali p value : 0.000. Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Health Education Dengan Metode Role Play Terhadap Keterampilan Oral Hygiene Anak Kelas 1 di SDN Brabe 1 Maron Probolinggo. Health Education dengan metode Role Play dapat mengembangkan inovasi dan kreativitas siswi sehingga pemberian Health Education keterampilan oral hygiene dapat berlangsung dengan efektif dan menyenangkan bagi responden, dan responden tidak terbebani dengan pembelajaran yang berlangsung. Kata Kunci : Health Education, Role Play, Keterampilan Oral Hygiene ABSTRACT Dental and oral health in children can reflect overall body health, including nutritional deficiencies and symptoms of other diseases in the body. So in this case Health Education using the Role Play method is needed. This research aims to find out whether there is an influence of health education using the role play method on children’s oral hygiene skills. This type of research was Pre experiment with a pretest-posttest approach. The population was 40 students, the sample was determined using a total sampling technique for all students according to the inclusion and exclusion criteria of 40 students. The instrument used the oral 132 Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol.3 No. 11 November 2024 https://journal-mandiracendikia.com/jikmc hygiene skills observation sheet through the process of editing, coding, scoring and tabulating. The data obtained in this study were analyzed using the Wilcoxon test. The results of this research obtained oral hygiene skills during pre-post. The majority of 22 students (55%) showed oral hygiene skills results during the pretest. Meanwhile, the majority of oral hygiene skills during the posttest were in the good category, as many as 26 students (65%). The results of the Wilcoxon test obtained a p value: 0.000. It can be concluded that there is an influence of health education using the role play method on the oral hygiene skills of grade 1 children at Stale Elementary School Brabe 1 Maron Probolinggo. Health Education using the Role Play method can develop female students' innovation and creativity so that providing Health Education with oral hygiene skills can be effective and enjoyable for respondents, and respondents are not burdened by the ongoing learning. Keywords: Health Education, Role Play, Oral Hygiene Skills PENDAHULUAN Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian dari kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kesehatan gigi dan mulut dapat merefleksikan kesehatan tubuh secara keseluruhan termasuk jika terjadi kekurangan nutrisi dan gejala penyakit lain di tubuh. Gangguan pada kesehatan gigi dan mulut dapat berdampak negatif pada kehidupan sehari-hari. Gigi merupakan bagian dari alat pengunyahan pada sistem pencernaan dalam tubuh manusia. Penyakit gigi yang sering diderita oleh hampir semua penduduk Indonesia adalah karies gigi (Liena and Andriyani 2023). Anak merupakan usia rentan terhadap karies karena anak masih perlu bimbingan dari orang tua atau keluarga. Kurangnya pengetahuan menyebabkan kebanyakan orang tua mengabaikan masalah kesehatan gigi yang berdampak pada kesehatan gigi dan mulut (Fitriani 2023) Komponen penting dari perawatan kesehatan total adalah perawatan gigi dan mulut. Bahkan di tingkat prasekolah dasar dan awal, kesehatan gigi merupakan komponen penting dari kesehatan secara keseluruhan dan tidak boleh diabaikan, Masa depan, pertumbuhan, dan kesehatan anak-anak semuanya dipengaruhi secara signifikan oleh kondisi gigi dan mulut. Anak yang mengalami gangguan gigi dan mulut memiliki nafsu makan yang menurun. Masalah kesehatan gigi dan mulut utama yang mempengaruhi anak-anak dari rentang usia ini adalah tingginya prevalensi gigi berlubang dan kebersihan mulut yang buruk. Karies dapat menyebabkan masalah makan pada anak-anak dengan mengganggu kemampuan gigi untuk beroperasi sebagai sistem pencernaan (Mudhawaroh 2023). Salah satu faktor penyebab timbulnya masalah kesehatan gigi dan mulut pada anak-anak adalah faktor perilaku, hal ini ditunjukkan dengan anak-anak yang mengabaikan kesehatan gigi dan mulut. Hal tersebut terjadi karena kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut. Perilaku memegang peran yang paling penting dalam mempengaruhi kesehatan gigi dan mulut. Anak-anak masih sangat bergantung pada orang tua dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Dalam perubahan perilaku terdapat tiga domain penting yang meliputi pengetahuan, sikap dan tindakan. Perilaku mulai terbentuk dari pengetahuan, kemudian pengetahuan menstimulus perubahan sikap dan tindakan (Waljuni 2023). Menurut WHO (2022), berdasarkan data seluruh dunia prosentase yang menderita kerusakan gigi sebanyak 60-90% anak usia sekolah dan 100% orang dewasa. Angka prevalensi permasalahan gigi akan meningkat dengan bertambahnya usia seseorang. Angka kejadian karies gigi pada anak usis 61Tahun sebanyak 20% dan 60% pada saat usia 8 tahun. Di Indonesia, tingkat prevelensi karies gigi pada anak sebesar 88,8%, dengan tingkat 81,1% 133 Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol.3 No. 11 November 2024 https://journal-mandiracendikia.com/jikmc pada kelompok usia 3-4 tahun dan 92,6% pada kelompok usia 5-9 tahun, Pada kelompok usia 5-6 tahun, tingkat prevelensi karies gigi hampir 93%. (Kementrian Kesehatan RI, 2019). Berdasarkan hasil dari (Riskesdas 2019) yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam pendataan masalah kesehatan gigi dan mulut, Kabupaten Jember sendiri masih termasuk cukup besar dengan persentase kasus gigi berlubang, rusak atau sakit yaitu sebesar 50,87%. Sedangkan untuk kelas mahasiswa / remaja dengan rentang umur 15 – 24 diperoleh persentse sebesar 11,59. Hasil studi pendahuluan yang dilakukan pada tanggal 12 Desember 2023 di SDN Brabe 1 Maron pada 10 Siswa dilakukan dengan observasi di dapatkan 6 (60 %) siswa dengan kategori kurang, 2 (20%) siswa dengan kategori cukup, 20 (20%) siswa dengan kategori baik dalam melakukan keterampilan oral hygiene. Di SDN Brabe 1 Maron sebagian besar siswanya mengalami karies gigi. Salah satu penyebabnya adalah belum bisa menggosok gigi dengan benar. Karies gigi banyak terjadi pada anak-anak karena anak-anak cenderung lebih menyukai makanan dan minuman manis yang bisa menyebabkan terjadinya karies. Anak-anak yang menderita karies umumnya mengalami kesulitan dan gangguan makan yang diakibatkan karena rasa sakit yang menyerang bagian gigi yang terkena karies sehingga anak-anak menggosok gigi asal-asalan. Pengetahuan mengenai pentingnya pencegahan dan perawatan gigi sejak dini perlu ditingkatkan, terutama di kalangan anak-anak. Pada periode ini, anak-anak memiliki gigi susu atau gigi sulung yang lebih rentan terhadap karies. Gigi susu atau gigi sulung memainkan peran yang sangat penting dalam proses tumbuh kembang rahang anak dan juga sebagai "pemegang tempat" bagi gigi permanen yang akan tumbuh. Dengan memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya merawat gigi sejak dini, mereka dapat mempraktikkan kebiasaan yang baik dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut mereka sejak usia dini (Jamshidi 2023). Buruknya kebersihan mulut dan gigi pada anak dapat menjadikan timbulnya kalkulus beserta plak. Kedua hal tersebut bisa menjadikan kondisi kesehatan mulut pada anak memburuk dan dapat menimbulkan penyakit periodontal. Peningkatan kebersihan mulut dan Gigi atau oral hygiene pada anak bisa diterapkan melalui pemeriksaan dengan rutin tentang kondisi mulut dan Gigi. Oral hygiene adalah perilaku untuk memelihara dan merawat rongga mulut sehingga selalu sehat dan bersih dan dapat terhindar dari adanya bau mulut serta karies (Alfitrasari et al., 2019). Penyebab gigi anak yang rusak adalah karena anak sering makan makanan ringan, seperti coklat, mengunyah es batu, konsumsi minuman yang manis, bersoda dan permen, serta di perparah dengan kebiasaan jarang menggosok gigi. Penyebab lain dari terjadinya gigi karies adalah terlalu banyaknya plak pada gigi. Hal ini membuat bakteri menempel pada gigi dan berkembang biak (Amalia 2022). Anak-anak juga cenderung mengkonsumsi makanan yang kariogenik seperti coklat, permen dan makanan yang lengket lainnya, jika dikonsumsi berulang bisa mengakibatkan kerusakan pada gigi anak. Dengan diberikannya penyuluhan tentang kesehatan gigi dan mulut pada usia tersebut, anak-anak mengerti untuk menjaga kesehatan gigi agar tetap berfungsi dengan baik sampai usia tua. Anak-anak sebagai sasaran penyuluhan memiliki karakteristik tertentu sesuai dengan usia dan perkembangan kognitifnya. Sehingga metode, pendekatan dan media yang digunakan untuk membantu proses pendidikan pada anak harus disesuaikan agar apa yang disampaikan dapat diterima secara efektif dan penerima memahami materi pendidikan (Nurhalisah 2021). Metode penyuluhan dapat digunakan sebagai alat, strategi, dan motivasi peserta didik agar dapat dengan mudah menerima informasi. Terdapat berbagai metode untuk penyuluhan kesehatan diantaranya metode ceramah dan metode bermain peran (role play). Metode ini sangat berpengaruh dan disukai dalam pembelajaran oleh peserta didik. Pada metode ceramah 134 Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol.3 No. 11 November 2024 https://journal-mandiracendikia.com/jikmc dan diskusi dapat terjadi proses perubahan perilaku kearah yang diharapkan melalui peran aktif sasaran dan saling tukar pengalaman sesama sasaran. Berdasarkan penelitian sebelumnya juga dijelaskan bahwa bermain peran merupakan strategi pendidikan yang efektif dalam menanamkan pengetahuan kesehatan gigi dan mulut pada anak sekolah dasar (Rosma Jurusan Kesehatan Gigi et al. 2022). Berdasarkan latar belakang di atas peneliti tertarik untuk meneliti pemberian intervensi yang berarah pada “Pengaruh Health Education Dengan Metode Role Play Terhadap Keterampilan Oral hygiene Anak”. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini Pree experiment dengan pendekatan pretest-postest. Populasi sebanyak 40 siswa, penentuan sampel menggunakan tekhnik total sampling pada semua siswa sesuai kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 40 siswa. Instrumen yang digunakan lembar observasi keterampilan oral hygiene melalui proses editing, coding, scoring, dan tabulating. Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis menggunakan uji Wilcoxon. HASIL PENELITIAN Table 1 : karakteristik responden berdasarkan data umum menyajikan data data berupa karakteristik responden yang meliputi jenis kelamin, usia, sedangkan data khusus menyajiakan penilain Keterampilan Oral Hygiene sebelum dan sesudah diberikan intervensi berupa Health Education Dengan Metode Role Play Jenis kelamin Perempuan Laki-Laki Jumlah Usia 6 Tahun 7 Tahun 8 Tahun Jumlah Frekuensi(f) 23 17 40 Frekuensi(f) 4 30 6 40 Keterampilan OH (pre) Frekuensi(f) Kurang Cukup Baik Jumlah Keterampilan OH (post) 22 14 4 40 Frekuensi Kurang 4 Cukup 10 Baik 26 Jumlah 40 Sumber: data primer observasi 2024 Persentase(%) 57,5% 42,5% 100% Persentase(%) 10 75% 15% 100% Persentase(%) 55% 35% 10% 100 Persentase(%) 10% 25% 65% 100% Berdasarkan data yang diperoleh pada table 1diatas dapat disimpulkan bahwa mayoritas jenis kelamin responden terbanyak adalah perempuan sejumlah 23 anak (57,5%), 135 Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol.3 No. 11 November 2024 https://journal-mandiracendikia.com/jikmc dan laki-laki sebanyak 17 (42,5%), didapatkan bahwa mayoritas usia anak terbanyak adalah usia 7 tahun sejumlah 26 (65%), usia 6 tahun sejumlah 4 (10%), dan usia 8 tahun sejumlah 6 (15%), diatas didapatkan sebagian besar responden sebelum pemberian Health Education Dengan Metode Role Play mempunyai Keterampilan Oral Hygiene kurang yaitu sebanyak 22 siswa (55%), didapatkan sebagian besar responden sesudah pemberian Health Education Dengan Metode Role Play mempunyai Keterampilan Oral Hygiene yang baik yaitu sebanyak 26 siswa (65%), dan sebagian kecil mempunyai keterampilan yang kurang yaitu sebanyak 4 siswa (10%). Table 2: distribusi uji Wilcoxon dari Analisis Pengaruh Health Education Terhadap Keterampilan Oral Hygiene Anak Kelas 1 di SDN Brabe 1 Maron Probolinggo. Pretest Keterampilan Oral Hygiene Kurang Cukup Baik Jumlah Postest Keterampilan Oral Hygiene Kurang Cukup Baik F % F % F % 4 10.0 9 22.5 9 22.5 0 0.0 1 2.5 13 32.5 0 0.0 0 0.0 4 10.0 4 10.0 10 25.0 26 65.0 P Value = 0.000 dan α = <0.05 Total % 22 14 4 40 55.0 35.0 10.0 100.0 Berdsarakan tabel 2 Hasil uji statistic dengan menggunakan windows SPSS Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan nilai p = 0.000 dengan α = <0.05 (p=0,000 dengan α=<0,05), p lebih kecil dibandingkan dengan α, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dan hasil tabulasi silang berdasarkan ditabel data pada saat pretest kategori kurang sebanyak 22 siswa (55%), kategori cukup sebanyak 14 siswa (35%), kategori baik sebanyak 4 siswa (10%). Setelah diberi intervensi atau hasil data pos test pada kategori baik sebanyak 26 siswa (65%), kategori cukup sebanyak 10 siswa (25%), kategori kurang sebanyak 4 siswa (10%). Dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh Health Education Dengan Metode Role Play Terhadap Keterampilan Oral Hygiene Anak Kelas 1 di SDN Brabe 1 Maron Probolinggo. PEMBAHASAN Mengidentifikasi Keterampilan Oral Hygiene Pada Anak Kelas 1 Sebelum Diberikan Health Education Dengan Metode Role Play. Berdasarkan hasil penelitian hasil analisis pada tabel 1 didapatkan bahwa nilai keterampilan oral hygiene pada anak kelas 1 di SDN Brabe 1 Maron Probolinggo sebelum dilakukan Healt Education Dengan Metode Role Play tergolong kategori kurang sebanyak 22 responden (55%). Banyak faktor yang dapat mempengaruhi keterampilan oral hygiene yaitu individu yaag mencakup umur, jenis kelamin, dan taraf pendidikan. Dengan anak berpendidikan dapat meningkatkan pengetahuan anak yang dapat berdampak semakin baik status kebersihan gigi pada anak. Pengetahuan adalah aspek utama dan signifikan karena bisa mengoptimalkan derajat kesehatan. Salah satunya yaitu pengetahuan menjaga kebersihan oral hygiene melalui cara menggosok gigi. Menggosok gigi merupakan perilaku sederhana yang dapat menghapus plak serta sisa makanan, sehingga perlu dibiasakan sejak dini (Nurhalisah, 2021). Hal terpenting dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut adalah kesadaran dan perilaku pemeliharaan kebersihan mulut. Hal ini begitu penting karena kegiatannya dilakukan di rumah tanpa ada pengawasan dari siapapun, sepenuhnya tergantung dari pengetahuan, 136 Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol.3 No. 11 November 2024 https://journal-mandiracendikia.com/jikmc pemahaman, kesadaran serta kemauan dari pihak individu untuk menjaga kesehatan mulutnya. Kebiasaan anak mengonsumsi makanan seperti coklat, permen, kue-kue manis, dan sebagainya membuat anak-anak sangat rentan terhadap karies gigi atau masalah gigi lainnya dan anak usia sekolah dasar cenderung tidak rutin menggosok gigi (Feby, 2023). Menurut asumsi peneliti bahwa sebagian besar responden masih dalam kategori kurang dalam keterampilan oral hygiene. Keinginan responden untuk mengetahui dan memahami tentang keterampilan oral hygiene masih kurang, maka diharapkan agar responden di SDN Brabe 1 Maron lebih meningkatkan pengetahuan tentang keterampilan oral hygiene lewat penyuluhan dan keaktifan dalam mengikuti seminar tentang keterampilan oral hygiene. Identifikasi Keterampilan Oral Hygiene Pada Anak Kelas 1 Sesudah Diberikan Health Education Dengan Metode Role Play. Berdasarkan hasil penelitian hasil analisis pada tabel 1 didapatkan bahwa nilai keterampilan oral hygiene pada anak kelas 1 di SDN Brabe 1 Maron Probolinggo setelah dilakukan Healt Education Dengan Metode Role Play tergolong kategori baik sebanyak 26 responden (65%). Berdasarkan penelitian (Sinaga, 2021) Health Education adalah proses membantu seseorang, dengan bertindak secara individu maupun secara bersama, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal hal yang mempengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara kesehatannya dan tidak hanya mengaitkan diri pada peningkatan pengetahuan, sikap dan praktik saja, tetapi juga meningkatkan atau memperbaiki lingkungan (baik fisik maupun non fisik) dalam rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan dengan penuh kesadaran. Berdasarkan penelitian menyatakan bahwa setelah pemberian Health Education dengan metode role play, dengan adanya edukasi pengetahuan anak semakin meningkat dengan mengubah keterampilan oral hygiene yang kurang menjadi baik. Menurut Bertnus 2021 Faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan yaitu pengetahuan, pengalaman, keinginan/ motivasi. Pemilihan metode tergantung pada tujuan, kemampuan pengajar, besar kelompok sasaran, waktu pengajaran berlangsung dan fasilitas yang tersedia. Analisis Pengaruh Health Education Dengan Metode Role Play Terhadap Keterampilan Oral Hygiene Anak Kelas 1 di SDN Brabe 1 Maron Probolinggo. Bersadasarkan tabel 2 hasil uji Wilcoxon dengan menggunakan windows SPSS 21 dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan niali p value 0.000 ≤ α = 0.05. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa ada Pengaruh Health Education Dengan Metode Role Play Terhadap Keterampilan Oral Hygiene Anak Kelas 1 di SDN Brabe 1 Maron Probolinggo. Pendidikan kesehatan berkontribusi untuk mendukung tindakan yang telah ditentukan sebelumnya seperti berpartisipasi dalam program imunisasi dan skrining, kepatuhan pengobatan atau perubahan perilaku kesehatan dan mencakup komunikasi berbasis keterampilan yang dirancang untuk mengembangkan keterampilan umum yang diberikan untuk membekali individu maupun kelompok dalam memajukan promosi kesehatan. Tujuan pendidikan kesehatan adalah untuk mengubah perilaku yang merusak kesehatan atau perilaku yang tidak sesuai kesehatan menjadi perilaku yang menguntungkan bagi kesehatan atau sesuai dengan kesehatan. (Eko et al. 2022). Edukasi merupakan proses interaktif yang mampu mendorong pembelajaran. Pembelajaran merupakan upaya penambahan pengetahuan baru, sikap, dan keterampilan melalui penguatan praktik dan pengalaman tertentu. Sejalan dengan penelitian Suryanti (2020) bahwa pendidikan kesehatan atau edukasi mampu merubah seseorang karena selain diberikan dengan metode ceramah secara langsung dengan pendekatan interpersonal, 137 Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol.3 No. 11 November 2024 https://journal-mandiracendikia.com/jikmc responden juga diberikan media seperti leaflet, booklet yang dapat membanttu dalam proses belajar. (Anggina, 2023). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas keterampilan oral hygiene dengan memberikan Health Education dengan metode role play adalah kategori baik yaitu sebanyak 26 responden (65%), namun dari 10 responden yang berkategori cukup, dan 4 responden kategori kurang. Setelah dilakukan health education dengan metode role play yang masih dikategori cukup ada 1 responden dan dikategori kurang sebanyak 4 responden. Dari hasil tersebut menurut asumsi peneliti bahwa 1 responden dipengaruhi oleh sulitnya responden dalam memahami suatu materi, dan 4 responden yang lainnya dipengaruhi oleh kurangnya terpapar informasi, seperti tidak menanyakan kepada temannya tentang bagaimana keterampilan oral hygiene yang baik dan benar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa faktor dukungan dari orang terdekat juga mempengaruhi keterampilan oral hygiene. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa Pengaruh Health Education Dengan Metode Role Play Terhadap Keterampilan Oral Hygiene Anak Kelas 1 di SDN Brabe 1 Maron Probolinggo, didapatkan kesimpulan sebagai berikut. Keterampilan oral hygiene siswa kelas 1 di SDN Brabe 1 Maron Probolinggo sebelum diberikan Health Education dengan metode Role Play sebagian besar kategori kurang yaitu sebanyak 22 responden (55%). Keterampilan oral hygiene siswa kelas 1 di SDN Brabe 1 Maron Probolinggo setelah diberikan Health Education dengan metode Role Play sebagian besar kategori baik yaitu sebanyak 26 responden (65%). Ada Pengaruh Health Education Dengan Metode Role Play Terhadap Keterampilan Oral Hygiene Anak Kelas 1 di SDN Brabe 1 Maron Probolinggo. Berdasarkan hasil uji statistik dengan menggunakan windows SPSS 21 dengan menggunakan uji Wilcoxon didapatkan nilai p value = 0.000 ≤ α 0.05. Diharapkan dijakan rujukan penelitian dan saranan Bagi institusi Pendidikan diharapkan untuk mengembangkan ilmu keperawatan khususnya keterampilan oral hygiene yang benar pada anak melalui pendidikan kesehatan. Bagi profesi Keperawatan diharapkan dapat memberikan asuhan keperawatan pada anak yang mengalami masalah dalam kebersihan mulut. Selain itu, bagi profesi keperawatan diharapkan dapat mengevaluasi dan memonitoring keterampilan oral hygiene pada anak usia sekolah dasar, Bagi lahan penelitian diharapkan kepada Siswa dapat memberikan tambahan pengetahuan mengenai keterampilan oral hygiene yang baik dan benar. Bagi responden diharapkan untuk selalu mengoptimalkan dalam hal kesehatan dan mengetahui bagaimana cara menggosok gigi yang baik dan benar. Sebagai tugas akhir untuk mendapatkan gelar sarjana dan menambah pentingnya memiliki keterampilan oral hygiene yang baik pada anak usia sekolah dasar. Sebagai penambah informasi untuk pengembangan penelitian lebih lanjut, khususnya bagi peneliti keperawatan yang ingin melakukan pengembangan penelitian tentang Health Education Dengan Metode Role Play Terhadap Keterampilan Oral Hygiene Anak. DAFTAR PUSTAKA Amalia. 2022. “Pengaruh Penyuluhan Menggunakan Media Audio Visual Dan Alat Peraga Terhadap Pengetahuan Karies Kesehatan Gigi Dan Mulut.” 3(2). Ariesta, Ratna. 2022. PENDIDIKAN DAN PROMOSI KESEHATAN PENERBIT CV.EUREKA MEDIA AKSARA. Damayanti. 2022. “Penyuluhan Kesehatan Gigi Dan Mulut Di Madrsah Ibtidaiyah Di Desa Latukan Kabupaten Lamongan.” Abdimasmuhla 3(2): 1–9. 138 Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol.3 No. 11 November 2024 https://journal-mandiracendikia.com/jikmc Eko, Nurul, Widiyastuti Enggar, Avilia Pragastiwi, Desi Ratnasari, Yuli Irnawati, Titis Maulanti, Indah Christiana, et al. 2022. PROMOSI DAN PENDIDIKAN KESEHATAN. 2022. Eko, Nurul, Widiyastuti Enggar, Avilia Pragastiwi, Desi Ratnasari, Yuli Irnawati, Titis Maulanti, Indah Christiana, et al. PROMOSI DAN PENDIDIKAN KESEHATAN. Fitriani. 2023. “PENGARUH PENYULUHAN MODIFIKASI VIDEO TERHADAP The Effect of Video Modification Counseling on The Level of Knowledge of The.” 2(2): 48–53. Handayani. 2021. Metode Kuantitatif Penulis. Handayani, Luh Titi. 2022. 10 The Indonesian Journal of Health Science Pedoman Dan Standar Etik Penelitian Dan Pengembangan Kesehatan Nasional. Hendrawan, Aji Kusumastuti. 2020. “Gambaran Tingkat Pengetahuan Nelayan Tentang Kesehatan Dan Keselamatan Kerja.” Jurnal Saintara 5(1): 26–32. Hertati, Dessy, Vita Natalia, Ayu Nancyana, Vina Agustina, and Siti Santy Sianipar. 2022. “Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Motivasi Orang Tua Dalam Melaksanakan Oral Hygiene Pada Anak Usia 7-12 Tahun Di Ruang Flamboyant RSUD Dr. Doris Sylvanus Palangka Raya.” Jurnal Surya Medika 8(2): 296–304. doi:10.33084/jsm.v8i2.3912. Jamshidi. 2023. “Penyuluhan Kesehatan Dalam Menjaga Kebersihan Mulut Dan Gigi Di Sekolah Anak Tangguh, Lombok Barat.” doi:10.29303/jpmpi.v6i3.4825. Kasih Putri Halawa, Dian. 2023. “Hubungan Perilaku Kesehatan Gigi Dan Mulut Terhadap Pencegahan Karies Gigi Pada Anak SD Swasta Kartika 1-1 Medan.” Zahra: Journal 64 3(Januari): 17–29. of Health and Medical Research Lidya. 2020. “PERILAKU PERAWATAN KESEHATAN GIGI PADA ANAK KELAS 3-5 SD NEGERI 066053 KECAMATAN MEDAN DENAI TAHUN 2023.” Jurnal Cakrawala Ilmiah Vol.3, No.2, Oktober 2023. Liena, Elis, and Desi Andriyani. 2023. “Penyuluhan Kesehatan Gigi Dengan Metode Roleplay Pada Siswa SDN 1 Rajabasa.” Jurnal Pengabdian Masyarakat 2(3): 17–21. Mudhawaroh. 2023. “Pemeriksaan Dan Pemantauan Kesehatan Gigi Dan Mulut Pada Anak Usia Dini Di TK Terpadu Alif Center Kabupaten Jombang.” PEKAT: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat 2(1): 10–15. doi:10.37148/pekat.v2i1.14. Mudli’ah, Via Khusna, and Yuni Mariani Manik. 2023. “Analisis Permasalahan Belajar Pada Anak Usia Sekolah Dasar.” Edu Cendikia: Jurnal Ilmiah Kependidikan 3(01): 156– 61. doi:10.47709/educendikia.v3i01.2383. Nurhalisah. 2021. “Pengetahuan Tentang Kebersihan Gigi Dan Mulut Pada Siswa Sekolah Dasar.” Journal of Primary and Children’s Education 4(3): 1–16. Oktariana. 2021. “Analisis Peran Orangtua Dalam Mengatasi Perilaku Sibling Rivalry Anak Usia Dini.” Jurnal Ilmiah Mahasiswa … 2(1): 1–13. Rachma, Nur. 2020. “Semangat Belajar PAI Dengan Metode Bermain Peran (Role Playing) Di SMKN 1 Setu Kabupaten Bekasi.” Journal of Community Service and Empowerment Vol. 4, No. 1, April 2023. Riyanti. 2020. “Jurnal Manajemen Diversifikasi Jurnal Manajemen Diversifikasi.” Jurnal Manajemen 1(1): 1–11. Rosma Jurusan Kesehatan Gigi, Manta, Poltekkes Kemenkes Medan, Rosdiana Tiurlan Simaremare Jurusan Kesehatan Gigi, and Kirana Patrolina Sihombing Jurusan Kesehatan Gigi. 2022. “Gambaran Tingkat Pengetahuan Menyikat Gigi Anak Yang Diberi Penyuluhan Dengan Metode Ceramah Dan Bermain Peran (Role Play).” GLOBAL HEALTH SCIENCE 7: 2622–1055. doi:10.33846/ghs7205. 139 Jurnal Ilmu Kesehatan Mandira Cendikia Vol.3 No. 11 November 2024 https://journal-mandiracendikia.com/jikmc Sartika, Dewi, Departmen Terapis, Gigi Dan Mulut, and Stikes Amanah Makassar. 2020. Gambaran Kalkulus Terhadap Gingivitis Pada Masyarakat Usia Dewasa Di Kompleks Minasa Upa Blok AB. Senjaya. 2022. “Dukungan Keluarga Pada Odha Yang Sudah Open Status Di Kabupaten Garut.” Jurnal Cakrawala Ilmiah 2(3): 1003–10. Setyawati, Ns. Nurfalah. 2023. Eureka Media Aksara Metodologi Riset Kesehatan. Tamansiswa, Universitas Sarjanawiyata. 2023. “URGENSI METODE ROLE PLAYING PADA PEMBELAJARAN BAHASA Pendahuluan Metode Penelitian.” : 168–76. Trisnadewi. 2021. “Buku Metodologi Penelitian Kesehatan.” Utami Sri Pandu. 2023. “Status Kesehatan Mulut Anak Indonesia.” JKGM) Jurnal Kesehatan Gigi dan Mulut 5(1): 38–45. Wahyuni. 2020. “Korelasi Kebersihan Botol Susu Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) Pada Bayi Usia 1-12 Bulan.” Jurnal Delima Harapan 5(2): 1–7. doi:10.31935/delima.v5i2.51. Waljuni. 2023. “Penggunaan Media Yang Efektif Dalam Promosi Kesehatan.” JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan 1(2): 203–9. Andriyani. (2023). Penyuluhan Pemeliharaan Kesehatan Gigi dan Mulut, Pemeriksaan Gigi, Sikat Gigi Bersama Pada Siswa TK Asmai Rahman Bandar Lampung. Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(1), 30–34. Anggina. (2023). Meningkatkan Pengetahuan, Perilaku, Sikap Dan Kebiasaan Oral Hygiene Terhadap Gejala Awal Karies Gigi Di SMK Negeri 8 Palembang. JPM Jurnal Pengabdian Mandiri, 2(5), 1143–1154. http://bajangjournal.com/index.php/JPM Arkan. (2023). Hubungan Pengetahuan Orang Tua Tentang Kesehatan Gigi Dengan Karies Gigi Siswa Kelas 1 Sdn Tunjung 1 Bangkalan. Indonesian Journal of Health and Medical, 3(3), 76–87. http://ijohm.rcipublisher.org/index.php/ijohm HUBUNGAN Arnum. (2023). Upaya Orang Tua Dalam Menanamkan Sikap Kepedulian Sosial Di Masyarakat Anak Sekolah Dasar. Al-Madrasah: Jurnal Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah, 7(1), 109. https://doi.org/10.35931/am.v7i1.1468 Feby. (2023). Penyuluhan Kesehatan Menyikat Gigi Yang Benar Pada Anak Di SDN 10 Pantoloan. AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(12), 1735–1738. Halifah. (2021). Pentingnya Bermain Peran Dalam Proses Pembelajaran Anak. http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JISIP/index Hermanto. (2021). Pengalaman Belajar Anak: Mengukur Tingkat Prestasi Siswa Sekolah Dasar yang Menempuh Pendidikan Taman Kanak-Kanak. Journal of Education and Teaching (JET), 2(2), 72–83. https://doi.org/10.51454/jet.v2i2.108 Kusumastuti. (2020). Kementerian Kesehatan Ri Tahun 2020. Nurhalisah. (2021). Pengetahuan Tentang Kebersihan Gigi dan Mulut pada Siswa Sekolah Dasar. Journal of Primary and Children’s Education, 4(3), 1–16. Sa’adah. (2023). Hubungan Cara Sikat Gigi Dengan Kejadian Karies Gigi Pada Anak Sekolah Di SDN Sumberagung 02 Kecamatan Plumpang Kabupaten Tuban. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(9), 2701–2708. https://doi.org/10.58344/jmi.v2i9.536 Salfiyadi. (2023). The Role of Dental Nurses in Community Health Centers in Supporting Health Transformation. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1), 2964–6731. Tamansiswa. (2023). URGENSI METODE ROLE PLAYING PADA PEMBELAJARAN BAHASA Pendahuluan Metode Penelitian. 168–176. Yulianti. (2022). PENGARUH PENYULUHAN DENGAN METODE ROLE PLAY SENDANG MULYO SEMARANG. 36. 140