Jurnal Surya Beton JURNAL ILMU TEKNIK SIPIL Volume 8. Nomor 1. Maret 2024 p-ISSN : 0216-938x, e-ISSN : 2776-1606 SURYA BETON http://jurnal. id/index. php/suryabeton Analisis Faktor Penyebab Keterlambatan Pembangunan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Seram Bagian Barat Provinsi Maluku Refisa Agdan Daffa1,*. Umar Abdul Aziz1. Larashati BAotari Setyaning1 Program Studi Teknik Sipil. Fakultas Teknik. Universitas Muhammadiyah Purworejo 1 Email: agdandaffa21@gmail. Abstrak. Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) merupakan program bantuan rumah dari pemerintah untuk seluruh masyarakat Indonesia yang berpenghasilan rendah yang salah satunya ada di Seram Bagian Barat Provinsi Maluku. Pembangunan rumah sederhana Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Seram Bagian Barat mengalami keterlambatan dari berbagai faktor. Penelitian ini menganalisis keterlambatan pembangunan rumah sederhana Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya menggunakan metode kuesioner yang diberikan kepada Balai Pelaksana Penyedia Perumahan Maluku menggunakan analisis data dengan alat bantu berupa program aplikasi komputer yaitu SPSS for windows 25. 0 dan mircrosoft excel. Hasil analisis menunjukan ada 18 indikator penyebab keterlambatan pembangunan rumah sederhana Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. Ada 3 faktor dominan yang menjadikan pembangunan rumah sederhana terlambat yaitu jumlah tenaga kerja yang kurang, kurangnya kedisiplinan tenaga kerja, dan terjadi keterlambatan pengiriman material karena akses Solusi untuk mengatasi factor dominan yang menjadi masalah dalam keterlambatan pembangunan yaitu merekrut tenaga kerja dari luar Maluku, melakukan pelatihan secara rinci bagi calon fasilitator lapangan, melakukan pengawasan langsung dari pihak balai perumahan, membuat milestone pekerjaan yang harus dilakukan, dan melakukan gotong royong masyarakat dengan supplier agar material cepat sampai lokasi yang sulit diakses oleh kendaraan bermotor. Kata Kunci : BSPS, rumah sederhana, keterlambatan pembangunan. Abstrack. Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) is a housing assistance program from the government for all low-income Indonesian people, one of which is in West Seram. Maluku Province. The construction of simple houses, the Self-Help Housing Stimulant Assistance Program in West Seram, has been delayed due to various This study analyzes the delays in the construction of simple houses with the Self-help Housing Stimulant Assistance Program using a questionnaire method given to the Maluku Housing Provision Implementation Center using data analysis with tools in the form of computer application programs, namely SPSS for Windows 25. 0 and Microsoft Excel. The results of this analysis show that there are 18 indicators causing delays in the construction of simple houses from the Self-Help Housing Stimulant Assistance Program. There are 3 dominant factors that make the construction of simple houses late, namely the insufficient number of workers, lack of labor discipline, and delays in material delivery due to location access. Solutions for overcoming the dominant factor which is a problem in delays in development, namely recruiting workers from outside Maluku, conducting detailed training for prospective field facilitators, conducting direct supervision from the housing agency, making work milestones that must be carried out, and carrying out community cooperation with suppliers so that materials quickly reach locations that are difficult to access by motorized vehicles. Keyword : Self Help Housing Stimulant Program, house, development delays Refisa Agdan Daffa dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 2. Maret 2024 . Pendahuluan Rumah adalah kebutuhan utama bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk tempat tinggal dan status keluarga yang tinggal didalamnya. Mengingat begitu pentingnya rumah untuk masyarakat, maka pemerintah harus memperhatikan kelayakan rumah tinggal di seluruh Indonesia. Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya bertujuan untuk layaknya rumah tinggal masyarakat di seluruh Indonesia bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Terbangunnya rumah yang layak huni bagi masyarakat dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi Seram Bagian Barat adalah salah satu daerah yang mendapatkan bantuan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Provinsi Maluku. Sejumlah 147 rumah mendapatkan bantuan renovasi rumah dan bangun Seram Bagian Barat mendapatkan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya pada tahun 2022 tahap 3. Adanya keterlambatan pembangunan rumah sederhana Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Seram Bagian Barat terjadi karena berbagai macam faktor. Hal ini merupakan aspek permasalahan yang harus dibenahi setiap pembangunan. Keterlambatan merupakan permasalahan konstruksi yang melebihi waktu rencana kegiatan yang telah ditentukan. Penelitian ini menggunakan metode kuesioner yang diberikan kepada Balai Pelaksana Penyedia Perumahan untuk mengetahui faktor-faktor yang menjadikan keterlambatan pada pembangunan rumah sederhana Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. Analisis data dari penelitian ini menggunakan bantuan aplikasi komputer yaitu SPSS 25. 0 dan Microsoft excel. Metode Penelitian 1 Pengumpulan Data Kuesioner yang diberikan responden Balai Pelaksana Penyedia Perumahan Maluku. Wawancara kepada salah satu fasilitator lapangan. Observasi selama 5 bulan dengan mengikuti Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat. 2 Analisis Data Menentukan Variabel Penelitian Pemilihan variabel penelitian dengan memilih factor dan indikator dari penelitian terdahulu yang cocok pada penelitian ini dan memberikan survei pendahuluan kepada responden untuk mengetahui relevan atau tidak suatu variabel. Penyusunan Variabel Penelitian Menyusun variabel penelitian yang sudah relevan untuk survei utama dalam kuesioner. Kuesioner Utama Memberikan kuesioner utama kepada 19 responden Balai Pelaksana Penyedia Perumahan Maluku. Pengolahan Data. Setelah mendapatkan data dari kuesioner yang diberikan dapat diolah data menggunakan bantuan aplikasi spss v25 dan Microsoft excel untuk: Uji Validitas untuk menguji valid atau tidaknya indikator keterlambatan pembangunan. Uji Reliabilitas untuk mengijui reliabel suatu indikator keterlambatan pembangunan. Perankingan untuk mengetahui faktor dominan dari seluruh indikator keterlambatan. Untuk uji validitas dan uji reliabilitas menggunakan aplikasi SPSS 25. 0 dan perankingan menggunakan aplikasi Microsoft excel. Refisa Agdan Daffa dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 2. Maret 2024 . Hasil Penelitian 1 Survei Pendahuluan Survei pendahuluan dilakukan untuk menentukan variabel dan indikator suatu kuesioner. Pada saat survei pendahuluan dilakukan menggunakan 3 responden yang memahami pada saat pekerjaan pembangunan di lapangan dan didapatkan variabel dan indikator kuesioner. Hasil Survei Pendahuluan dapat dilihat pada Tabel 1. No. Kode R 1 R 2 R 3 TR TR TR TR TR TR TR TR TR TR TR F10 F11 TR TR TR F12 TR TR F13 F14 F15 F16 Sumber : data penelitian, 2023 Tabel 1. Hasil Survei Pendahuluan Kesimpulan No. Kode R 1 Relevan F17 Tidak Relevan 18 F18 Tidak Relevan 19 F19 Relevan F20 Relevan F21 Relevan F22 Relevan F23 Relevan F24 Tidak Relevan 25 F25 Relevan F26 Tidak Relevan 27 F27 Relevan F28 Relevan F29 Relevan F30 Relevan F31 Relevan Kesimpulan Relevan Relevan Relevan Tidak Relevan Relevan Relevan Relevan Relevan Relevan Relevan Relevan Relevan Relevan Relevan Relevan 2 Survei Utama Survei pendahuluan dilakukan untuk melakukan penilaian yang diberikan oleh responden dan selanjutnya akan Setelah mendapatkan variabel dan indikator dari survei pendahuluan, survei utama dilakukan untuk melakukan penilaian di setiap indikator kuesioner. Survei utama dilakukan dengan menggunakan skala likert yaitu skala satu sampai lima dengan ketentuan (Sangat Rendah (SR). Rendah (R). Sedang (S). Tinggi (T), dan Sangat Tinggi (ST)). Hasil Survei Utama dapat dilihat pada Tabel 2. Tabel 2. Hasil Survei Utama RESPONDEN No. Kode F10 F11 Refisa Agdan Daffa dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 2. Maret 2024 . No. Kode RESPONDEN F12 F13 F14 F15 F16 F17 F18 F19 F20 F21 F22 F23 F24 F25 F26 5 4 5 4 4 Sumber : data penelitian, 2023 3 Uji Validitas Uji Validitas dilakukan untuk mengetahui valid atau tidaknya suatu variabel dan indikator dari sebuah kuesioner dengan cara menganalisis hubungan antara skor tiap butir dan skor total. Perhitungan tersebut menghasilkan butir yang valid dan tidak valid. Jika r hitung > r tabel, maka pernyataan kuesioner dianggap valid. Demikian sebaliknya, jika r hitung < r tabel, maka pernyataan kuesioner dianggap tidak valid dan tidak dipakai dalam kuesioner ini. Nilai r tabel dengan N = 19 adalah 0,456 . ari Distribusi Nilai r tabel Signifikansi 5% dan 1%). Hasil dari uji validitas data kuesioner dapat dilihat pada Tabel 3. Item F10 F11 F12 F13 Tabel 3. Hasil Uji Validitas Koefisien Korelasi r tabel Keterangan Desain 0,411 0,456 Tidak Valid Pelaksanaan 0,627 0,456 Valid 0,479 0,456 Valid 0,628 0,456 Valid Manajerial 0,502 0,456 Valid 0,591 0,456 Valid Bahan 0,502 0,456 Valid 0,669 0,456 Valid 0,482 0,456 Valid Peralatan 0,600 0,456 Valid 0,690 0,456 Valid 0,493 0,456 Valid Tenaga Kerja 0,661 0,456 Valid Refisa Agdan Daffa dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 2. Maret 2024 . Item F14 F15 F16 Koefisien Korelasi r tabel Keterangan 0,772 0,456 Valid 0,569 0,456 Valid 0,682 0,456 Valid Perencanaan dan Penjadwalan F17 0,386 0,456 Tidak Valid F18 0,492 0,456 Valid F19 0,222 0,456 Tidak Valid Karakteristik tempat atau daerah F20 0,370 0,456 Tidak Valid F21 0,004 0,456 Tidak Valid Situasi F22 0,477 0,456 Valid F23 0,094 0,456 Tidak Valid Penerima Bantuan F24 0,493 0,456 Valid F25 0,452 0,456 Tidak Valid F26 0,382 0,456 Tidak Valid Sumber : data penelitian, 2023 4 Uji Reliabilitas Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui alat ukur kuesioner yang dirancang dapat digunakan dalam Suatu alat ukur dapat digunakan jika alat ukur tersebut digunakan berulang kali akan memberikan hasil yang relatif sama . idak berbeda jau. Untuk melihat andal atau tidaknya suatu alat ukur kuesioner dapat digunakan menggunakan koefisien reliabilitas dan apabila koefisien reliabilitas lebih dari 0,60 maka secara keseluruhan pernyataan tersebut dinyatakan andal . Hasil uji reliabilitas Variabel Indikator Program BSPS dapat dilihat pada Tabel 4. Tabel 4. Hasil Uji Reliabilitas No. Variabel Indikator CroncbachAos Alpha Keterangan 0,817 Sangat Reliabel 0,820 Sangat Reliabel 0,815 Sangat Reliabel 0,817 Sangat Reliabel 0,809 Sangat Reliabel 0,831 Sangat Reliabel 0,809 Sangat Reliabel 0,821 Sangat Reliabel F10 0,816 Sangat Reliabel F11 0,813 Sangat Reliabel F12 0,818 Sangat Reliabel F13 0,813 Sangat Reliabel F14 0,810 Sangat Reliabel F15 0,820 Sangat Reliabel F16 0,829 Sangat Reliabel F18 0,826 Sangat Reliabel F22 0,854 Sangat Reliabel F24 0,837 Sangat Reliabel Sumber : data penelitian, 2023 5 Mean dan Perankingan Analisa nilai mean dilakukan untuk mencari nilai rata-rata tiap variabel indikator yang ada di kuesioner. Perankingan digunakan untuk mengetahui faktor yang paling berpengaruh atau dominan setelah uji validitas dan Refisa Agdan Daffa dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 2. Maret 2024 . reliabilitas dilakukan. Mean dan perankingan digunakan untuk memudahkan peneliti untuk mencari faktor dominan yang menjadi sebab utama pada penelitian. Data yang diuji untuk mencari nilai mean dan perankingan ialah data yang di uji validitas hasilnya valid dan reliabel. Nilai mean dan perankingan didapat menggunakan rumus pada Tabel 5. Tabel 5. Hasil Mean dan Perankingan Variabel Indikator Keterlambatan Keahlian dan jumlah tenaga kerja yang kurang Kurangnya kedisiplinan tenaga kerja Terjadi keterlambatan pengiriman karena akses lokasi Penentuan durasi waktu kerja tidak tepat Intensitas curah hujan Ketidak patuhan Penerima Bantuan dalam melaksanakan Program BSPS Sengketa hokum dengan berbagai pihak terkait seperti Kartu Identitas Penduduk atau Kartu Keluarga tidak valid Durasi kontrak yang terlalu pendek F15 Kurangnya komunikasi tenaga lapangan dan pemilik bangunan F16 Lambatnya persetujuan harga kesepakatan material Kurangnya komunikasi antara atasan ke tenaga lapangan Kekurangan bahan konstruksi pada saat pembangunan F10 Keterbatasan peralatan di lokasi F11 Peralatan yang tidak memadai atau tidak sesuai F12 Pengalaman operator alat tidak mumpuni atau tidak paham menggunakan alat Kurangnya pengalaman tenaga ahli Perubahan material oleh owner Keterlambatan pembayaran material Sumber : data penelitian, 2023 No. Item F13 F14 F18 F22 F24 Keterangan 3,89 3,79 3,79 3,74 3,74 3,68 3,63 3,37 3,26 3,26 3,26 3,16 3,11 3,00 2,89 2,89 2,68 Kesimpulan dan Saran 1 Kesimpulan Didapatkan 18 faktor indikator yang menyebabkan terlambatnya pembangunan rumah sederhana Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya di Seram Bagian Barat Provinsi Maluku. Terdapat juga 3 faktor indikator dominan pada penelitian ini yaitu faktor indikator yang menduduki ranking 1, 2, dan 3 pada hasil mean dan perankingan sebagai berikut. Keahlian dan jumlah tenaga yang kurang. Kurangnya kedisiplinan tenaga kerja. Terjadi keterlambatan pengiriman karena akses lokasi. 2 Saran Saran untuk lembaga terkait. Pemerintah daerah sebaiknya perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan tenaga ahli konstruksi khususnya pada pembangunan rumah tinggal sederhana terkait kesesuaian bangunan rumah tinggal terhadap aturan yang berlaku. Diharapkan dengan adanya penelitian ini. Pemerintah Provinsi Maluku lebih memperhatikan prosedur pembangunan yang ada di lapangan terkait proses pembangunan rumah sederhana Program BSPS. Sebaiknya untuk pemilihan tenaga kerja Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya lebih diperketat dalam perekrutan seperti merekrut lulusan dari teknik. Saran untuk penelitian yang akan datang. Untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat, peneliti selanjutnya sebaiknya mengambil sampel responden dengan jumlah yang lebih banyak sehingga memiliki beragam pendapat. Perlu menambah variabel dan indikator lain yang belum ada dari penelitian ini. Penelitian selanjutnya bisa meneliti tentang dampak yang dialami akibat keterlambatan pembangunan rumah sederhana Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya. Refisa Agdan Daffa dkk. Jurnal Surya Beton. Volume 8. Nomor 2. Maret 2024 . - Penelitian selanjutnya bisa meneliti tentang hubungan atau keterkaitan antar variabel. Daftar Pustaka