LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Strategi Penginjilan Kepada Wanita PSK Berdasarkan Injil Yohanes 4:1-26 Sinta Kumala Sari1. Bhestiana Kristiani Panjaitan2. Sekolah Tinggi Teologi Berea sintaaliyanto85@gmail. com1, bhestiana. p@gmail. Abstrak Penelitian ini membahas strategi penginjilan kepada wanita pekerja seks komersial berdasarkan kitab Yohanes 4:1-26. Wanita PSK, merupakan salah satu pekerjaan yang dipandang rendah dan termaginalkan di dalam masyarakat luas. Hal ini karena pekerjaan tersebut merupakan tindakan amoral yang merugikan masyarakat. Namun. Kabar baik harus tetap disampaikan kepada mereka. Melalui metode penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian riset teologi biblikal. Penelitian ini menemukan empat strategi penginjilan kepada wanita PSK yaitu strategi pertama bertemu dengan wanita PSK sebagai target penginjilan di tempat dan waktu yang tepat. Kedua, penginjil perlu membangun jembatan komunikasi Injil yang akan disampaikan kepada wanita PSK. Ketiga. Penginjil perlu mengetahui dengan pasti kebutuhan fealt need maupun real need dari wanita PSK yang akan Setelah strategi 1-3 dilakukan maka penginjil masuk pada tahap keempat yaitu menjelaskan tentang Yesus sebagai Juruselamat kepada wanita PSK. Injil Yohanes 4:1-26 memberikan contoh strategi penginjilan yang tepat pagi wanita PSK. Tujuan akhir dari penelitian ini yaitu supaya semua orang percaya dapat memberitakan Injil kepada wanita PSK dengan strategi yang tepat. Kata-kata kunci: Kabar Baik. Injil Yohanes. Strategi Penginjilan. Wanita PSK Abstrack This study discusses evangelistic strategies for commercial sex worker women based on John 4:1-26. Commercial sex work is viewed as a lowly and marginalized occupation in society. This perception arises because the profession is seen as an immoral act that harms the community. However, the Good News must still be delivered to them. Using a descriptive qualitative research method with a non-experimental research design, this study adopts a biblical theological research approach. The study identifies four evangelistic strategies for reaching commercial sex worker women: . meeting at the right place and time, . building a communication bridge, . understanding the individualAos condition and needs, and . explaining about Jesus. John 4:1-26 provides an example of an appropriate evangelistic strategy for commercial sex worker women. The ultimate goal of this study is to equip all believers to evangelize to commercial sex worker women using the right strategies. Keywords: Commercial Sex Worker Women. Evangelistic Strategies. Good News. Gospel of John LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. PENDAHULUAN Wanita Pekerja Seks Komersial atau sering disebut sebagai PSK sudah ada sejak ribuan tahun lalu. 1 Nils Johan Ringdal, memaparkan tentang sejarah Wanita PSK pada tahun 4000 SM, adanya wanita-wanita yang menawarkan diri kepada para pria dengan memberikan uang di kuil Mesopotamia yaitu Dewi Ishatar, dewi cinta dan perang. 2 Menurut Saputro. Indonesia menjadi salah satu negara yang terdapt wanita PSK terbanyak yakni sekitar 230. 000 orang dengan transaksi 32 miliar rupiah per tahun pada tahun 2019. 3 Pekerjaan Wanita PSK ditandai dengan adanya tiga unsur yaitu pembayaran, persetubuhan di luar pernikahan, dan tidak membedakan 4 Pekerjaan ini mengalami peningkatan dari tahun ke tahun dan penyebab utamanya adalah faktor ekonomi. Namun demikian pekerjaan ini sangat beresiko tinggi yang berdampak pada kehidupan sosial dan spiritual. Dampak secara sosial adalah Wanita PSK menghadapi stigma sosial yang kuat dan diskriminasi, mengalami isolasi dan penolakan dari masyarakat, serta kesulitan mempertahankan hubungan interpersonal yang sehat, yang dapat menyebabkan perasaan rendah diri dan depresi. Sedangkan dampak secara spiritual, yaitu wanita PSK merasakan perasaan kehilangan, keraguan diri, dan konflik moral yang dalam, merasa terasing dari nilai-nilai dan keyakinan spiritual, kehilangan keselamatan, dan sulit menemukan makna dalam kehidupan. Sepakat dengan Aliyanto bahwa dari sudut pandang iman Kristen Allah mau setiap orang menjadi obyek kasih Allah melalui karya Kristus di kayu salib6 termasuk didalamnya adalah wanita PSK. Sama halnya dengan penyandang disabilitas yang bukan hanya membutuhkan kesembuhan secara fisik tetapi kebutuhan utamanya ialah pengampunan dosa. 7 Demikian pula wanita PSK merupakan kelompok orang yang perlu menjadi target penginjilan oleh karena mereka membutuhkan pengampunan dosa. Penginjilan kepada wanita PSK membutuhkan strategi sehingga kasih Allah dapat dirasakan oleh mereka. Oleh sebab itu dalam penginjilan kepada wanita PSK memerlukan sebuah strategi yang tepat. Sebagaimana Yesus ketika berjumpa dengan perempuan Samaria, dengan strategi yang tepat maka pesan kasih Allah dapat tersampaikan dan diterima dengan tepat oleh perempuan Samaria. Strategi yang dipakai oleh Mohammad Maulana Iqbal et al. AuPSK Dan Nilai Agama: Studi Tentang Pilihan Rasional Pekerja Seks Komersial,Ay Palita: Journal of Social Religion Research 7, no. : 27Ae38, https://doi. org/10. 24256/pal. https://kumparan. com/kumparansains/sejarah-prostitusi-di-dunia-sudah-ada-sejak-ribuan-tahun-lalu1547079828751272918/1, diakses pada hari Selasa, 30 Januari 2024 Pukul 20. 00 WIB. Hosana Obidiance Salu Lobo. Yanto Paulus Hermanto, and Joko Prihanto. AuPendekatan Penginjilan Terhadap Pekerja Seks Komersil,Ay Diegesis : Jurnal Teologi 7, no. : 1Ae14, https://doi. org/10. 46933/dgs. B A B Ii and A Faktor-faktor Penyebab Psk. Au128600063_File5,Ay 1994, 8Ae32. Ketkesone Phrasisombath et al. AuRisks. Benefits and Survival Strategies-Views from Female Sex Workers in Savannakhet. Laos. ,Ay BMC Public Health 12, no. : 1004, https://doi. org/10. 1186/1471-2458-121004. Deky Nofa Aliyanto and Sinta Kumala Sari. AuMAKNA WARNA MERAH DALAM TRADISI ETNIS TIONGHOA SEBAGAI JEMBATAN KOMUNIKASI UNTUK MEMPERKENALKAN MAKNA DARAH YESUS,Ay Jurnal Gamaliel : Teologi Praktika 1, no. , https://doi. org/10. 38052/gamaliel. Sinta Kumala Sari. AuKarya Keselamatan Allah Dalam Injil Lukas Berdasarkan Perspektif Penyandang DisabilitasAy. Jurnal Haggadah : Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen 3, no. https://doi. org/10. 57069/haggadah. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Yesus kepada perempuan Samaria inilah yang akan digunakan untuk penginjilan kepada wanita PSK. Startegi penginjilan kepada wanita PSK berdasarkan Injil Yohanes 4:1-26 berbeda dengan penelitian sebelumnya. Penelitian sebelumnya dari Injil Yohanes 4:1-26 berfokus pada penyembahan kepada Allah dalam roh dan kebenaran, dengan menggunakan teologi biblika. Sedangkan penelitian tentang Wanita PSK dalam dengan metode penelitian kualitatif menghasilkan tiga strategi pendekatan Injil, yaitu menempatkan pos penginjilan di tempat pelacuran, menyediakan tempat tinggal, menjadi sahabat konseling, memberikan pelatihan kerja dan edukasi. 9 Penulis juga menemukan beberapa penelitian tentang Wanita PSK yang ditujukan untuk daerah tertentu dengan metode kualitataif, namun penelitian tersebut membahas tentang Wanita PSK secara umum yang meliputi faktor-faktor, tujuan, dampak, psikologis. Sedangkan dalam penelitian ini penulis akan menggunakan dasar dari Injil Yohanes 4:1-26 sebagai strategi penginjilan kepada Wanita PSK. Penelitian ini menemukan empat strategi penginjilan kepada wanita PSK yaitu pertama, bertemu dengan wanita PSK sebagai target penginjilan di tempat dan waktu yang tepat. Kedua, perlu membangun jembatan komunikasi Injil dengan wanita PSK. Ketiga. Penginjil perlu mengetahui dengan pasti kebutuhan fealt need maupun real need dari wanita PSK yang akan dilayani. Keempat yaitu menjelaskan tentang Yesus sebagai Juruselamat kepada wanita PSK. Pembaharuan dalam penelitan Injil Yohanes 4:1-26 berfokus pada temuan strategi yang tepat guna untuk penginjilan kepada wanita PSK. METODE PENELITIAN Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan rancangan penelitian bukan ekperimental, penelitian ini di muat dengan berdasarkan pendekatan penelitian riset teologi Metode yang dipakai adalah penyelidikan Alkitab atau eksegesis10 dengan menggunakan analisa arti kata dan analisa konteks yang terdapat pada Injil Yohanes. Sesuai dengan prinsip-prinsip hermeneutika berdasarkan gendre Injil Yohanes sehingga menghasilkan penafsiran yang tepat. Pendekatan studi pustaka digunakan untuk meneliti tentang strategi penginjilan dan juga Wanita PSK. Hengki Wijaya. AuKajian Teologis Tentang Penyembahan Berdasarkan Injil Yohanes 4:24,Ay Jurnal Jaffray 13, no. : 77. Lobo. Yanto Paulus Hermanto, and Joko Prihanto. AuPendekatan Penginjilan Terhadap Pekerja Seks Komersil. Ay Andreas B. Subagy. Pengantar Riset Kuantitatif Dan Kualitatif (Bandung:Yayasan Kalam Hidup, 2. ,140. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. HASIL DAN PEMBAHASAN Kebutuhan Wanita PSK Secara epistemologis, istilah prostitusi berasal dari bahasa Latin prostitutionem, bentuk kata benda dari prostituere yang berarti "menempatkan di depan umum", "mempersembahkan", atau "menawarkan diri untuk dijual". Akar kata ini mengandung konotasi tindakan memajang atau menjajakan tubuh seseorang untuk tujuan transaksional. 11 Dalam konteks modern, prostitusi didefinisikan sebagai praktik menjual jasa seksual kepada lebih dari satu pasangan, umumnya dilakukan dengan imbalan berupa uang atau materi lainnya. Praktik ini tidak hanya menyangkut eksploitasi tubuh secara fisik, tetapi juga mencakup penyangkalan terhadap kehormatan pribadi, nilai kemanusiaan, serta dimensi keutuhan psikologis dan spiritual seseorang. 12 Wanita PSK . ekerja seks komersi. melakukan perbuatan yang menyimpang dari keagamaan dengan menjual dirinya kepada laki-laki untuk mendapat imbalan baik berupa uang maupun barang. Pada dasarnya setiap orang memiliki kebutuhan dasar yang perlu dipenuhi. Clayton Alderfer menegaskan bahwa kebutuhan sebagai kekuatan motivasi yang mendorong perilaku Ia membagi kebutuhan dasar menjadi tiga kategori yaitu kebutuhan keberadaan, hubungan dan pertumbuhan. 13 Sejalan dengan pendapat Victor Frankl yang dikutip oleh Sumanto, menjelaskan bahwa kebutuhan adalah menemukan makna dan tujuan hidup untuk menghadapi penderitaan dan krisis eksistensi baik dirinya maupun penciptanya. 14 Trygu menegaskan bahwa Maslow mengelompokkan kebutuhan manusia dalam hierarki, mulai dari kebutuhan fisiologis hingga aktualisasi diri. 15 Dengan demikian kebutuhan manusia dapat diartikan sebagai sesuatu yang dibutuhkan oleh manusia, atau keinginan manusia yang harus dipenuhi, demi tercapainya kepuasan rohani maupun jasmani untuk keberlangsungan hidupnya. Pada dasarnya seseorang berupaya untuk memenuhi kebutuhannya agar bisa bertahan hidup. Apabila manusia dapat memenuhi kebutuhannya, maka dapat dikatakan, hidupnya telah mencapai kemakmuran. Demikian halnya dengan wanita PSK mereka juga memiliki kebutuhan dasar yang harus Beberapa kebutuhan dasar dari wanita PSK, yaitu: Pertama, kebutuhan ekonomi. Menurut Maslow ada tiga tingkatan dalam pemenuhan ekonomi, . kebutuhan primer adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi untuk kelangsungan hidup manusia. 17 Kebutuhan ini bersifat mendasar artinya tanpa pemenuhan kebutuhan ini manusia tidak dapat bertahan hidup. Contohnya makanan, air, pakaian, tempat tinggal dan perawatan kesehatan. Kebutuhan sekunder adalah kebutuhan untuk meningkatkan kualitas hidup dan kenyamanan, seperti pendidikan dan transportasi. Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang bersifat tambahan. Simandjuntak. Beberapa Aspek Patologi Sosial, (Bandung: Alumni, 1. , hlm 71. Zeti Utami and Hadibah Zachra Wadjo. AuPerlindungan Hukum Terhadap Pekerja Seks Komersil Anak Di Kabupaten Kepulauan Aru,Ay Jurnal Hukum 1, no. : 24Ae23. https://kumparan. com/ragam-info/teori-motivasi-apa-yang-dicetuskan-oleh-clayton-p-alderfer22gWzrOD1NH/2 Sumanto. AuSumanto,Ay Kajian Psikologis Kebermaknaan Hidup 14 . : 119Ae120. Trygu. Teori Motivasi Maslow Abraham dan Hubungannya dengan Minat Belajar Siswa (Gorontalo: Guepedia, 2. , 92. https://w. com/skola/read/2022/09/05/120000169/kebutuhan--pengertian-jenis-dan-contohnya Trygu. Teori Motivasi Abraham Maslow dan Aplikasinya Dalam Belajar Matematika (Gorontalo: Guepedia, 2. , 98. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. yang dicari untuk meningkatkan kenyamanan dan status sosial. Kebutuhan ini biasanya dipenuhi setelah kebutuhan primer dan sekunder terpenuhi, contohnya yaitu barang mewah dan 18Melihat kebutuhan ekonomi yang sangat banyak untuk dipenuhi, maka siapapun mungkin melibatkan risiko atau tindakan yang kurang etis, demi memastikan kebutuhan ekonomi mereka terpenuhi. 19 Wanita PSK pada dasarnya tidak menginginkan bekerja sebagai pekerja seks, faktor ekonom20i menjadi salah satu alasan untuk melakukan pekerjaan ini. Pada umumnya mereka tidak mampu lagi mencukupi kebutuhan hidup diri sendiri maupun tanggungan anak dan keluarga karena ketiadaan lahan, ketiadaan ijazah sekolah untuk melamar pekerjaan atau ketiadaan modal untuk berusaha membuka warung dan usaha lainnya. Kedua. Kebutuhan sosial. Menurut Maslow kebutuhan sosial adalah kebutuhan untuk berinteraksi, membangun hubungan dan merasa diterima dalam lingkungan sosial. Pemenuhan kebutuhan sosial penting untuk kesehatan mental dan emosional. Pemenuhan kebutuhan ini membantu seseorang merasa diterima, dicintai dan terhubung dengan orang lain. 21 Dari sudut pandang kebutuhan sosial. Wanita PSK sering kali mengalami hal-hal yang kurang baik dari lingkungan tempat tinggalnya. Bahkan, dengan pekerjaan yang dilakukan menimbulkan stigma sosial yang sangat beresiko. Terbukti, dari beberapa jurnal yang menuliskan bahwa Wanita PSK menghadapi tekanan emosional dan psikologis yang tinggi akibat stigma, diskriminasi, dan pengalaman traumatis. 22 Selain itu. Wanita PSK sulit mendapatkan akses layanan kesehatan. Padahal mereka sangat membutuhkan akses tersebut, mengingat pekerjaan yang dilakukan dan memerlukan pemeriksaan rutin. Bahkan terkhusus pengobatan untuk infeksi menular seksual dan layanan kesehatan reproduksi. Ketiga, kebutuhan spiritual. Maslow mengaitkan kebutuhan spiritual sebagai tingkat tertinggi dalam hierarki, yaitu kebutuhan aktualisasi diri dan kebutuhan transendensi. Kebutuhan aktualisasi diri adalah kebutuhan untuk mencapai potensi penuh dan pengembangan Ini melibatkan pertumbuhan pribadi, pencarian makna hidup, dan mencapai tujuan yang penting bagi diri sendiri, dalam bentuk refleksi spiritual atau meditasi. Selain itu, mengekspresikan diri melalui seni, musik, tulisan, atau bentuk ekspresi kreatif lainnya yang bisa memiliki aspek spiritual. Sedangkan kebutuhan transendensi adalah kebutuhan untuk melampaui diri sendiri dan mencapai pengalaman yang lebih tinggi. Ini adalah tingkat kebutuhan tertinggi yang Maslow tambahkan kemudian dalam hierarki, melibatkan pencarian makna yang melampaui kepentingan pribadi dan menyentuh aspek spiritual. Hal ini dapat dilakukan dengan membaca buku-buku https://katadata. id/ekonopedia/istilah-ekonomi/65c9d68d04542/memahami-pengertian-kebutuhanbeserta-jenis-jenisnya Nila Sastrawati. AuKonsumtivisme Dan Status Sosial Ekonomi Masyarakat,Ay Jurnal Hukum Ekonomi SyarAoah. Volume 2 Nomor 1 Juni 2020, 5 Murdiyanto. AuDampak Penutupan Lokalisasi Terhadap Pekerja Seks Komersial (PSK),Ay Media Informasi Penelitian Kesejahteraan Sosial 43, no. : 195Ae205. Ibid, 97. Febri Destrianti. AuStudi Kualitatif Pekerja Seks Komersial (Ps. Di Daerah Jondul Kota Pekanbaru Tahun 2016,Ay Jurnal Endurance: Kajian Ilmiah Problema Kesehatan. Vol. 3 No. , 6-7. Zanuar Azasi. AuAoDampak Sosio-Ekonomi Keberadaan PskAy . Ibid, 98. Husna Amin, "Aktualisasi Humanisme Religius Menuju Humanisme Spiritual dalam Bingkai Filsafat Agama,Ay Jurnal Ilmu-ilmu Ushuludin. Vol 15. No. , 8. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. spiritual dan praktik keagamaan seperti beribadah dan berdoa. 26 Kebutuhan spiritual merupakan dimensi kehidupan yang dapat menentukan makna, tujuan, menderita dan kematian seseorang. Kebutuhan spiritual juga meliputi kebutuhan akan harapan dan keyakinan untuk hidup, serta kebutuhan akan keyakinan terhadap Tuhan. 27 Sehingga dapat dikatakan bahwa tidak ada orang yang bisa lepas dari kebutuhan spiritual termasuk Wanita PSK. Dari beberapa jurnal membahas mengenai spiritual Wanita PSK, rata-rata diantara mereka mengalami kurangnya pemahaman tentang pengetahuan agama. Kebanyakan wanita PSK memiliki latar belakang pendidikan agama yang rendah, sehingga perlu memberikan pemahaman tentang nilai-nilai agama yang dapat membantu mereka dalam menjalani hidup. Selain itu, bimbingan spiritual untuk membantu mereka dalam menghadapi berbagai permasalahan hidup dan memperkuat iman mereka. Dengan demikian, prostitusi sebagai fenomena sosial dan spiritual harus dilihat secara holistik: sebagai akibat dari struktur ketimpangan, sebagai bentuk degradasi martabat manusia, tetapi juga sebagai wilayah misi yang memerlukan pendekatan transformatif. Upaya pembebasan dan pemulihan harus mencakup dimensi teologis, sosiologis, dan praktis demi mengangkat kembali martabat perempuan yang terjerat dalam lingkaran ini. Strategi Penginjilan Kepada Wanita PSK Berdasarkan Yohanes 4:1-26 Menemui Wanita PSK Di Tempat Dan Waktu Yang Tepat Dalam perjalanan kembali ke Galilea. Yesus harus melintasi daerah Samaria tidak seperti kebiasaan orang Yahudi pada saat itu. Orang-orang Yahudi berusaha untuk tidak melintasi Samaria ketika mereka pergi dari Yudea ke Galilea atau sebaliknya, meskipun harus menempuh perjalanan yang lebih jauh. Menarik memperhatikan kata harus dalam konteks ini, kata yang digunakan adalah uA (Ede. , kata Imperfect aktif indikatif dari kata kerja O . artinya harus atau diwajibkan. Kata ini menunjukkan suatu keharusan atau kebutuhan. Dalam konteks ini, menunjuk pada kebutuhan geografis . alan yang paling langsun. atau kebutuhan misi . ehendak ilah. Kata AumelintasiAy dalam bahasa Yunani adalah ANAE . Kata Kerja Infinitive Present Middle yang berarti melewati satu tempat ke tempat lain. 28 Dalam konteks ini, bentuk infinitif present middle menunjukkan bahwa Yesus secara aktif terlibat dalam keputusan dan tindakan untuk melintasi daerah Samaria. Tindakan ini bukan hanya sesuatu yang terjadi pada-Nya, tetapi sesuatu yang Yesus pilih untuk lakukan dalam kepentinganNya. Bentuk present menyatakan bahwa tindakan melintasi Samaria ini adalah bagian dari tindakan berkelanjutan dalam pelayanan Yesus. Ini bukan hanya kejadian satu kali tetapi bagian dari pola lebih besar dalam misi-Nya yang terus berlangsung. Ibid, 99. Ah. Yusuf dkk. Kebutuhan Spiritual (Konsep dan Aplikasi dalam Asuhan Keperawata. , (Jakarta: Mitra Wacana Media, 2. , 49. Joseph Thayer. A Greek-English Lexicon of the New Testament . : n. , 1. BibleWorks, v. Barclay M. Newman. Jr. A Concise Greek-English Dictionary of the New Testament (Stuttgart: Deutsche Bibelgesellschaft, 1. BibleWorks, v. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. Yesus sampai di sebuah kota di Samaria yaitu kota Sikhar30, kira-kira pukul dua belas Yesus beristirahat di dekat sumur Yakub. 31 Hal ini menunjukkan kemanusiaan Yesus yang merasakan kelelahan dan membutuhkan istirahat. 32 Pada saat itu Yesus bertemu dengan seorang perempuan Samaria yang hendak mengambil air di sumur tersebut. Yesus mengawali pembicaraan dengan perempuan Samaria dengan meminta air minum. Hal ini tidaklah lazim dilakukan oleh seorang laki-laki Yahudi dengan perempuan Samaria. Orang-orang Yahudi mengganggap rendah orang-orang Samaria33, mereka berusaha untuk tidak melakukan interaksi sosial dan menganggap Permusuhan antara orang Yahudi dan orang Samaria berasal dari sejarah panjang konflik dan perpecahan. 34 Tidaklah demikian dengan Yesus. Ia sengaja melintasi daerah Samaria. Ia sengaja singgah dan memulai percakapan dengan seorang perempuan Samaria sampai pada akhirnya peremuan Samaria itu percaya kepada Yesus sebagai Kristus. Jadi, perjalanan Yesus melalui Samaria bukan sekadar pilihan geografis, tetapi juga bagian dari Misi dan rencana Ilahi. Meskipun dalam berbagai terjemahan bahasa aslinya yang berbeda, namun dalam artinya tetap sama yaitu harus melintasi. Sehingga dalam keharusan untuk perjalanan dari Galilea ke Samaria adalah hal yang melampaui alasan praktis, yang tidak bisa di alihkan lagi. Keharusan dalam keputusan Yesus untuk melintasi Samaria, yang meskipun bukan rute umum bagi orang Yahudi karena permusuhan historis dan religius antara Yahudi dan Samaria. Akan tetapi. Yesus tetap melewati Samaria, yang meskipun Yesus bisa melewati jalan Pilihan ini menunjukkan bahwa Yesus tidak terikat oleh batasan sosial atau etnis dan memiliki tujuan khusus dalam perjalanannya melalui Samaria. Dalam penginjilan tidak cukup hanya memiliki hati dan berdiam diri dalam panggilan Namun, harus ada tindakan untuk melakukan penginjilan. Yesus yang memiliki hati belas kasih, juga bertindak secara aktif untuk melintasi daerah yang tidak mungkin dilewati oleh orang Yahudi. Yesus sengaja melintasi Samaria meskipun ada ketegangan antara orang Yahudi dan Samaria. Keputusan ini menunjukkan bahwa misi-Nya inklusif dan mencakup semua orang, tanpa memandang latar belakang etnis atau sosial. Pada saat penginjilan kepada wanita PSK, penting untuk memilih lokasi yang strategis di mana mereka sering berada. Ini memungkinkan untuk menjalin hubungan dan berkomunikasi dengan mereka di lingkungan yang mereka kenal dan merasa nyaman. Contohnya klub malam dan bar, atau daerah di mana wanita PSK sering bekerja atau berkumpul. Memilih waktu yang tepat untuk berinteraksi sangat penting ketika kepada wanita PSK. Waktu yang memungkinkan percakapan yang tenang dan tidak tergesa-gesa akan membantu membangun hubungan yang Sikhar adalah kota di Samaria dekat tanah yang diberikan Yakub kepada anaknya. Yusuf. Sumur Yakub adalah tempat bersejarah yang penting baik bagi orang Yahudi maupun orang Samaria. Ini adalah tempat simbolis yang menghubungkan kisah-kisah leluhur Israel dan merupakan lokasi yang diakui oleh kedua kelompok. Bagi orang Samaria, sumur ini juga penting secara historis dan religius, menjadi simbol warisan leluhur bersama dan tempat penyembahan yang dihormati. Dana H. The New Testament World (Malang: Gandum Mas, 2. , 54. Donald Guthrie. Tafsiran Alkitab Masa Kini 3: Matius-Wahyu,(Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 1. , 269. Orang Samaria adalah keturunan dari kelompok-kelompok campuran yang muncul setelah penaklukan Asyur atas Kerajaan Israel Utara pada 722 SM. Mereka dianggap tidak murni oleh orang Yahudi karena pernikahan campuran dengan bangsa-bangsa lain dan perbedaan dalam praktik keagamaan. Mereka menyembah di Gunung Gerizim dan tidak mengakui Yerusalem sebagai pusat ibadah. Peter Wongso. Hikayat Yesus, 1st ed, (Malang: SAAT, 1998,. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. lebih dalam dan penuh kepercayaan. Contohnya saat mereka tidak bekerja atau disaat jam Membangun Jembatan Komunikasi Perempuan pada masa itu memiliki peran terbatas dalam masyarakat. Mereka biasanya bertanggung jawab atas pekerjaan rumah tangga, termasuk menimba air. Perempuan biasanya mengambil air pada pagi atau sore hari untuk menghindari panas terik siang hari. Sistem waktu Yahudi kuno, pukul dua belas siang . am keena. adalah waktu ketika matahari berada di puncaknya dan cuaca sangat panas. Pada waktu ini, kebanyakan orang menghindari berpergian atau bekerja di luar ruangan karena panas terik. Panas siang hari membuat aktivitas fisik di luar menjadi sulit dan melelahkan. Orang biasanya beristirahat atau mencari tempat teduh pada waktu Ketidakwajaran perempuan Samaria yang menimba air pada siang hari bukan tanpa alasan. Ketidakwajaran ini kemungkinan menunjukkan bahwa perempuan tersebut menghindari interaksi sosial, oleh karena reputasinya atau status sosialnya yang dipandang rendah. 35 Dalam masyarakat Yahudi dan Samaria pada masa itu, perempuan biasanya memiliki status sosial yang lebih rendah dibandingkan pria. Mereka sering kali bergantung pada suami atau anggota keluarga laki-laki lainnya untuk perlindungan dan dukungan. Hukum Yahudi mengizinkan perceraian, tetapi perceraian sering kali membawa stigma sosial bagi perempuan. Perempuan yang sudah menikah beberapa kali bisa dianggap memiliki reputasi yang kurang baik. Pada zaman itu, interaksi antara pria dan wanita yang bukan anggota keluarga biasanya Fakta bahwa Yesus, seorang pria Yahudi, berbicara dengan seorang perempuan Samaria di tempat umum yaitu sumur Yakub adalah sesuatu yang sangat tidak biasa dan menentang norma sosial saat itu. Artinya Yesus secara sengaja melanggar norma sosial dengan berbicara kepada perempuan Samaria tersebut. 37 Yesus memulai percakapan dengan meminta minum. Ini adalah tindakan yang tidak biasa mengingat permusuhan antara orang Yahudi dan Samaria serta norma sosial yang membatasi interaksi antara pria dan wanita yang bukan anggota keluarga. Yesus menggunakan kebutuhan fisik-Nya sebagai titik awal untuk memperkenalkan kebutuhan rohani yang lebih mendalam. Ketika murid-muridNya pergi membeli makanan, menjadi saat yang tepat secara pribadi antara Yesus dan perempuan Samaria. Lalu, perempuan itu terkejut bahwa seorang Yahudi meminta air dari seorang Samaria, mengingat ketegangan etnis yang ada. Ini menekankan keberanian Yesus untuk melampaui batasan sosial dan etnis demi menyampaikan pesan-Nya. Dalam budaya kuno, air adalah simbol kehidupan yang sangat penting karena sangat berharga di daerah yang sering mengalami kekeringan. Air mengalir . ir hidu. dari mata air atau sungai dianggap lebih murni dan menyegarkan daripada air yang tergenang. Pada ayat 7, kata AuairAy dalam bahasa Yunani adalah iOA . arti harfiahnya yaitu air fisik yang diambil dari sumur Yakub. Berarti perempuan Samaria datang untuk menimba air, yang merupakan kegiatan sehari-hari bagi penduduk setempat. Ketika Yesus meminta minum kepada perempuan Samaria, permintaan ini menjadi titik awal untuk percakapan yang lebih dalam. Yesus memulai Henry Matthew. Tafsiran Injil Yohanes 1-11 (Surabaya: Momentum, 2. , 201. ___ Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan (Malang: Gandum Mas, 1. , 1706. Nehemia Mimery. Komentar Praktis Injil Yohanes, 1st ed, (Jakarta: Mimery Press, 2. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. dengan kebutuhan fisik . ir minu. , tetapi percakapan ini segera berkembang menjadi diskusi tentang kebutuhan rohani yang lebih mendalam. 38 Dalam konteks Yohanes 4:10. Yesus menggunakan air hidup secara metaforis untuk merujuk pada sesuatu yang jauh lebih mendalam dari sekadar air fisik. Air hidup yang ditawarkan oleh Yesus adalah karunia rohani yang memberikan kehidupan kekal artinya bersifat ilahi dan tidak bisa diperoleh melalui usaha manusia sendiri. Dan kepuasan rohani yang mendalam dalam hati manusia, suatu kebutuhan yang tidak dapat dipenuhi oleh air fisik atau kebutuhan duniawi lainnya. Yesus memperkenalkan konsep air hidup, yaitu karunia rohani yang memberikan kehidupan kekal dan kepuasan rohani. Yesus mengajak perempuan itu untuk melihat melampaui kebutuhan fisiknya dan memahami kebutuhan rohani yang lebih mendalam. Namun, perempuan Samaria masih mengartikan air hidup secara harfiah dan mempertanyakan bagaimana Yesus bisa mendapatkan air tanpa timba. Ini menunjukkan kebingungannya dan kesulitan dalam memahami konsep rohani yang diperkenalkan oleh Yesus. 40 Percakapan merujuk pada Yakub, leluhur Israel yang dihormati baik oleh orang Yahudi maupun Samaria. Perempuan itu mempertanyakan otoritas Yesus dengan membandingkan Yesus dengan Yakub, yang memberikan sumur tersebut. Lalu. Yesus menjelaskan bahwa air fisik hanya memuaskan dahaga sementara, sedangkan air hidup yang Yesus tawarkan memberikan kepuasan rohani yang kekal. 41 Kemudian, perempuan Samaria itu meminta air hidup tersebut. Meskipun perempuan itu masih mengartikan dalam pengertian fisik. Hal ini menunjukkan keinginannya untuk pemenuhan yang lebih dari sekadar kebutuhan fisik, meskipun belum sepenuhnya memahami apa yang Yesus tawarkan. Dalam realitas sosial kontemporer, perempuan yang terlibat dalam praktik pekerja seks komersial kerap menjadi objek stigma sosial dan eksklusi moral oleh masyarakat. Mereka sering mengalami keterasingan sosial yang disebabkan oleh rasa malu, ketakutan akan penghakiman, serta dampak psikologis dari pengalaman hidup yang traumatis. Fenomena ini memiliki kemiripan dengan tindakan perempuan Samaria dalam Yohanes 4 yang memilih waktu yang tidak lazim untuk menimba air merupakan suatu indikasi keinginan untuk menghindari interaksi sosial yang mungkin bersifat menghakimi. Kondisi ini merefleksikan keadaan eksistensial banyak perempuan marginal yang hidup dalam isolasi sosial dan emosional. Dialog Yesus dengan perempuan Samaria dimulai dengan sebuah permintaan sederhana, "Berilah Aku minum", yang secara strategis membuka ruang percakapan tanpa pendekatan yang konfrontatif atau menghakimi. Tindakan ini menunjukkan pentingnya metode pastoral yang mengedepankan empati, humanisasi, dan kerendahan hati dalam menjangkau individu-individu yang berada dalam posisi sosial terpinggirkan. Alih-alih menjadikan masa lalu perempuan itu sebagai hambatan. Yesus justru memanfaatkannya sebagai titik awal untuk menyampaikan pesan kasih dan kebenaran ilahi. Model pendekatan ini menjadi tantangan etis dan teologis bagi pelayan masa kini agar melampaui konstruksi stigma sosial dan moralitas eksklusif dalam pelayanannya. Yesus tidak langsung mengangkat isu moral dari perempuan tersebut, melainkan terlebih Friberg. Timothy. Barbara Friberg, and Neva F. Miller. Analytical Lexicon to the Greek New Testament. Baker's Greek New Testament Library. Grand Rapids: Baker, 2000. BibleWorks, v. Friberg. Timothy. Barbara Friberg, and Neva F. Miller. Analytical Lexicon to the Greek New Testament. Baker's Greek New Testament Library. Grand Rapids: Baker, 2000. BibleWorks, v. Olla Tuluan. Tafsiran Injil Yohanes 1-5, 1st ed, (Batu: STT-I-3, 1. , 63. Arthur W. Pink. Tafsiran Injil Yohanes, 1st ed, (Surabaya: YAKIN, n. ), 68. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. dahulu membangun relasi interpersonal yang bersifat dialogis dan egaliter. Hanya setelah relasi terbentuk. Ia memperkenalkan simbol "air hidup", yang dalam teologi Yohanes merepresentasikan anugerah rohani yang menyegarkan dan memberi makna hidup yang kekal. Pendekatan ini menegaskan bahwa pelayanan kepada perempuan PSK seharusnya berorientasi pada pewartaan kasih dan harapan, bukan dimulai dari pendekatan moralistik atau vonis etik. Kebutuhan mendasar mereka tidak terbatas pada aspek material, melainkan mencakup pemulihan spiritual yang otentik dan transformatif, yang hanya dapat ditemukan dalam relasi dengan Kristus. Sebagaimana perempuan Samaria mengalami transformasi eksistensial dan menjadi saksi bagi komunitasnya, demikian pula perempuan dalam situasi marginal seperti PSK berpotensi dipulihkan martabatnya dan diberdayakan untuk menjadi agen pewarta kasih Allah di tengah dunia yang terluka. Oleh karena itu, misi gereja dalam menjangkau kelompok ini harus dimulai dengan pendekatan yang membangun jembatan relasi manusiawi dan kasih yang nyata, meneladani pola pelayanan Yesus di sumur Yakub. Mengetahui Kondisi Dan Kebutuhan Wanita PSK Yang Akan Dilayani Perkawinan adalah institusi penting dalam budaya Yahudi dan Samaria, dan memiliki banyak suami bisa menunjukkan ketidakstabilan dalam kehidupan perempuan tersebut. Ini bisa disebabkan oleh berbagai alasan, termasuk kematian suami, perceraian, atau masalah sosial Perempuan yang telah menikah beberapa kali dan sekarang hidup dengan seorang pria yang bukan suaminya akan dianggap tidak memiliki status sosial yang baik. Ini bisa menyebabkan isolasi sosial dan diskriminasi. 42 Orang Samaria menyembah Allah di Gunung Gerizim dan memiliki Pentateukh . ima kitab pertama dalam Alkita. sebagai teks suci mereka. Mereka percaya bahwa Gunung Gerizim adalah tempat yang dipilih oleh Allah untuk penyembahan. Sedangkan orang Yahudi menyembah Allah di Bait Allah di Yerusalem. Bagi banyak orang pada masa itu, lokasi fisik dari penyembahan sangat penting. Tempattempat seperti Gunung Gerizim dan Yerusalem dianggap sebagai pusat dari pengalaman spiritual dan kehadiran Allah. Lokasi penyembahan juga terkait erat dengan identitas keagamaan dan etnis. Orang Samaria dan Yahudi memiliki identitas keagamaan yang kuat yang terkait dengan tempattempat penyembahan mereka. Baik orang Yahudi maupun Samaria menantikan kedatangan Mesias, meskipun dengan beberapa perbedaan dalam harapan dan pemahaman mereka. Mesias diharapkan untuk membawa pengetahuan, pembebasan, dan pemulihan bagi umat. Dalam Yohanes 4:16Ae18. Yesus mengungkapkan pengetahuan-Nya mengenai detail kehidupan pribadi perempuan Samaria, termasuk kenyataan bahwa ia telah memiliki lima suami dan orang yang kini bersamanya bukanlah suaminya. Secara teologis, tindakan ini mencerminkan sifat omniscience . Kristus yang bukan hanya bersifat kognitif, tetapi juga relasional. Pengetahuan Yesus mengenai kondisi hidup perempuan itu tidak dimaksudkan untuk mempermalukannya di hadapan publik, melainkan untuk menghadirkan kebenaran sebagai pintu masuk menuju pemulihan eksistensial. Dengan demikian, penyingkapan tersebut merupakan bagian dari strategi pastoral Yesus yang menggabungkan pengenalan Ibid, 207. Tenny Merril. Injil Iman (Malang: Gandum Mas,1. , 89. Doulas. Ensiklopedi Alkitab Masa Kin Jilid I, (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih, 2. , 336. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. mendalam tentang realitas manusia dengan kasih yang memulihkan. Dengan menyatakan pengetahuan-Nya secara langsung namun tanpa nada penghakiman. Yesus menciptakan ruang aman . afe spac. bagi perempuan itu untuk mengakui realitas hidupnya dan membuka diri pada transformasi rohani. Dengan demikian, pengungkapan detail kehidupan perempuan Samaria bukanlah tindakan konfrontatif, tetapi sebuah strategi teologis dan pastoral untuk membangun kepercayaan, mengarahkan percakapan ke tingkat yang lebih jujur dan eksistensial, serta menegaskan bahwa pemulihan sejati berakar pada pengenalan akan kebenaran yang disampaikan dalam kasih. Model ini menjadi paradigma bagi pelayanan pastoral masa kini, khususnya dalam menjangkau individu yang mengalami luka batin dan stigma sosial, termasuk mereka yang hidup di bawah tekanan struktural dan moral. Menjelaskan Tentang Yesus Kristus AuAuAkulah DiaAy Auaa AAy . Kata Akulah bahasa Yunaninya adalah aa" . kata ganti nominatif orang pertama tunggal, yang berarti aku. 45 Kata ini menekankan subjek dalam kalimat, sering kali digunakan untuk menegaskan identitas atau posisi pembicara. Artinya Yesus merujuk pada diri-Nya sendiri, menekankan bahwa Dialah yang sedang berbicara dengan perempuan Samaria. Ini menunjukkan kehadiran pribadi dan penekanan pada identitas-Nya sebagai Mesias. Kata Dia dalam bahasa Yunaninya adalah "A" . bentuk kata kerja pertama tunggal dari kata to be, yang berarti aku adalah atau aku ada. Kata ini menunjukkan eksistensi atau 46 Dalam Injil Yohanes, kata eimi sering digunakan dalam pernyataan diri Yesus yang menekankan identitas ilahi-Nya. Misalnya, dalam Yohanes 8:58. Yesus berkata. Sebelum Abraham jadi. Aku telah ada . A), yang merujuk pada keberadaan kekal-Nya dan menyiratkan hubungan dengan pernyataan Allah dalam Keluaran 3:14. Aku adalah Aku. Yesus memulai percakapan dengan sesuatu yang sangat familiar dan relevan bagi perempuan itu, yaitu air. Di sumur Yakub, di tengah panas terik, air adalah kebutuhan fisik yang Setelah memulai percakapan tentang air fisik. Yesus dengan cepat mengalihkan fokus ke kebutuhan rohani yang lebih dalam dengan memperkenalkan konsep air hidup. Setelah mengarahkan percakapan ke kebutuhan rohani. Yesus secara bertahap mengungkapkan lebih banyak tentang diri-Nya dan misi-Nya, hingga akhirnya menyatakan secara eksplisit bahwa Dia adalah Mesias. Sehingga dari tahap percakapan Yesus dengan perempuan Samaria memiliki tingkatan pengenalan antara perempuan Samaria kepada Yesus, yaitu mulai dari Tuhan, nabi sampai Mesias. Tingkatan pengenalan seseorang harus melalui tahapan, demikian juga Wanita PSK kepada Yesus Kristus. Mengaitkan kebutuhan dan pengalaman Wanita PSK dalam sehari-hari dengan pesan Injil dapat membantu mereka memahami relevansi dan kekuatan transformasi dari Timothy Friberg and Barbara Friberg. Analytical Greek New Testament (GNM), 2nd ed. : Timothy and Barbara Friberg, 1. BibleWorks, v. Timothy Friberg. Barbara Friberg, and Neva F. Miller. Analytical Lexicon to the Greek New Testament. Baker's Greek New Testament Library (Grand Rapids: Baker, 2. BibleWorks, v. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. kasih dan pengampunan Yesus. Menyampaikan pesan Injil dalam bahasa dan cara yang dapat mereka pahami memastikan bahwa pesan tersebut diterima dengan baik dan relevan dengan pengalaman mereka. Dan menekankan bahwa Yesus menawarkan hubungan pribadi yang penuh kasih dan penerimaan tanpa syarat. Mengajak mereka untuk mengenal Yesus secara pribadi dan memahami bahwa Dia mengasihi mereka tanpa syarat. KESIMPULAN Penelitian ini menegaskan bahwa penginjilan kepada wanita pekerja seks komersial (PSK) memerlukan strategi yang kontekstual dan holistik sebagaimana dicontohkan dalam Yohanes 4:1Ae26. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif dengan riset teologi biblikal, ditemukan empat strategi utama yang saling berkaitan. Pertama, menjumpai wanita PSK di tempat dan waktu yang tepat sebagai langkah awal yang menunjukkan keberanian melintasi batas sosial. Kedua, membangun jembatan komunikasi yang menghargai martabat mereka dan memungkinkan dialog yang terbuka. Ketiga, memahami kebutuhan mereka secara mendalam, baik kebutuhan yang dirasakan . elt nee. maupun kebutuhan yang sebenarnya . eal nee. Keempat, menyampaikan Injil secara eksplisit dengan memperkenalkan Yesus sebagai Juruselamat yang membawa pemulihan dan transformasi hidup. Dengan demikian, penelitian ini menekankan bahwa pemberitaan Injil kepada wanita PSK harus dilakukan melalui strategi yang terencana, empatik, dan sesuai teladan Kristus, agar pelayanan ini dapat menghasilkan pemulihan rohani sekaligus pengangkatan martabat mereka. REKOMENDASI Gereja memerlukan pengembangan program pelayanan yang melibatkan pendidikan misi kontekstual dan pelatihan empati pastoral, sehingga jemaat mampu melayani wanita PSK tanpa prasangka dan dengan strategi yang tepat. Diperlukan integrasi pendekatan teologi inkarnasional dalam pelayanan, yakni hadir secara nyata di tengah komunitas marginal, menghargai martabat mereka, serta membangun relasi yang otentik sebelum menyampaikan Injil. Bagi penelitian lanjutan diperlukan penelitian interdisipliner yang menggabungkan perspektif teologis, sosiologis, dan psikologis untuk memahami faktor penyebab keterlibatan dalam prostitusi dan bagaimana strategi penginjilan dapat berkontribusi pada pemulihan holistik. LOGIA: Jurnal Teologi Pentakosta Vol 6. No. 2 (Juni, 2. Available Online at: http://sttberea. id/e-journal/index. php/logia ISSN : 2716-4322 (Ceta. 2716-2834 (Onlin. DAFTAR PUSTAKA