JTIKA. Vol. No. September 2021 ISSN:2657-0327 Sistem Informasi Antrean Apotek Rumah Sakit Menggunakan Metode Prototype Studi Kasus: Rumah Sakit Umum Daerah Praya (The Hospital Pharmacy Queue Information System Used Prototype Method Case Study: Praya Distric General Hospital ) Lalu Novalino Roasta Ramadhan. Moh. Ali Albar. Nadiyasari Agitha Program Study Teknik Informatika. Fakultas Teknik. Universitas Mataram Jl. Majapahit 62. Mataram. Lombok NTB. INDONESIA Email: lalunovalino@gmail. com, . ohalialbar, nadiy. @unram. Abstract In the waiting room of the hospital pharmacy, over queues often occur. It is not efficient because it time consuming or other activities just for waiting. Thus, we need a system that can be used by patients to see the queue wherever it is. In this final project, a hospital pharmacy queue information system is designed. This information system is designed on a web basis so that patients can access through all platforms which will be used by patients to make it easier to see the queue. In making the system, the prototype method is used so that it can be evaluated periodically when finding problems in the system. The advantage is the system can be fixed immediately if a bug is found. In this system, there are two users, consist of patients and pharmacy staff, this system also makes it easier for patients to predict queues because patients can see the queue status and drug status . oncocted or non-concocte. at the So the patients can leave the waiting room when the queues are congested and return to the waiting room when they are about to have their turn. The results of this system enable RSUD Praya to saw the average length of queues for concoctions and non-concoctions at the Praya Hospital pharmacy per month. So that it can measure the service level whether it meets the SOP that has been determined or not. Keywords: Sistem informasi Antrean. Sistem Informasi Management. Web Programing. Sistem Informasi. SIMRS. dikarenakan proses pencarian obat dan peracikan obat PENDAHULUAN Antrean adalah dua atau lebih pengunjung yang menunggu untuk mendapatkan suatu layanan. Tujuan dasar antrean adalah untuk meminimalisir waktu dan biaya dari individu dan pelayanan sesuai dengan teori antrean yaitu kedatangan atau masukan sistem, disiplin antrean, dan fasilitas layanan. Seiring perkembangan teknologi yang semakin pesat, semua lini akan dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman sehingga rumah sakit juga harus termasuk pada apotek RSUD Praya. Sangat sering terjadi penumpukan antrean 20 sampai 50 orang http://jtika. id/index. php/JTIKA/ saat pasien memberikan resep ke apotek. Semakin banyak komponen obat dalam resep maka semakin banyak waktu yang dibutuhkan dalam penyiapan obat racikan. Perbaikan sistem dapat menjadi solusi yang tepat untuk menanggulangi penumpukan antrean yang ada pada Apotek RSUD Praya, sehingga masyarakat tidak perlu lagi menunggu di ruang tunggu ketika terjadi penumpukan antrean di loket. Pada sistem sebelumnya pasien mengantre diruang tunggu untuk mendapatkan obat sampai berjam-jam karena jumlah antrean bisa sampai 200 orang perharinya dan untuk obat racikan biasanya membutuhkan waktu sekitar 20 JTIKA. Vol. No. September 2021 ISSN:2657-0327 sampai 30 menit untuk meracik obat. Sistem informasi sehingga diusulkan penggunaan Radio Frequency yang akan dibuat dapat memudahkan pasien dalam Identification memprediksi waktu antrean dan mengetahui secara aplikasi ini menggunankan metode prototype, dan hasil langsung daftar antrean yang sedang berjalan. dari penelitian ini adalah mempercepat antrean rekam (RFID). Dalam Untuk membuat sistem yang diinginkan, medis dengan waktu rata-rata 3,6 menit dengan selisih digunakan metode prototype pada pengembangannya 4 menit dari waktu rata-rata antre konvensional yaitu karena akurat dalam mengatasi redudansi serta 6 menit. requirement identification dan dapat di evaluasi secara berkala. Peneli ian ang be j d l Peneli ian De ain Pada Pengembangan Sistem Pendaftaran Pasien Atas dasar tersebut, penulis tertarik untuk Layanan Poliklinik Menggunakan Smartphone di RSUI melakukan penetian dengan permasalahan di loket Ha a an Anda Penelitian ini menggunakan metode antrean apotek rumah sakit, sehingga penumpukan prototype sebagai pengembangannya. Desain sitem antrean dapat berkurang. Pasien dapat melihat yang dibuat lebih efektif, karena memiliki notifikasi langsung antrean mereka melalui website pada sehingga tig anomer antrean terdekat akan terpanggil. handphone dan monitor yang ada pada ruang tunggu Desain yang dibuat adalah memberikan memberikan sehingga meninggalkan ruang tunggu saat pasien nomer antrean dan prediksi waktu antrean. belum mendapat giliran dan datang saat akan mendapat giliran. Penelitian be j d l Anali a Rancangan Sistem Informasi Antrean Menggunakan Bi ki TINJAUAN PUSTAKA Penelitian dengan menggunakan metode prototype sebagai metode pengembangan sistem antrean yang telah di lakukan oleh beberapa peneliti CMS Digunakan metode prototype dalam penelian karena kelebihan yang diberikan dalam beriteraksi secara langsung untuk menggunakan prototype sehingga dapat secara langsung merespon diantaranya sebagai berikut. kesesuaian prototype. Implementasi sistem dapat Penelitian yang be j d l Perancangan Sistem dimanfaatkan dalam pembuatan laporan untuk Informasi Antrean Online Pasien RS. Seto Hasbadi pengambilan keputusan. Sehingga kedepannya dapat menggunakan SMS Gateway Berbasis Android Dalam meningkatkan pelayanan untuk customer. pengembangannya aplikasi ini menggunakan metode Berdasarkan Bagi pengguna, sistem informasi antrean ini sangat menarik sehingga dapat menerima informasi ditemukan adalah terkait dengan antrean maka dari itu secara visual dengan baik. penulis menyimpulkan membuat Sistem Informasi Peneli ian be j d l Implementasi Antrean Apotek Rumah Sakit berbasi web yang dapat Teknologi RFID Pada Sistem Antrean Rekam Medis diakses secara langsung melalui smartphone oleh Pasien di Rumah Sakit . Tujuan dari penelitian ini pasien sehingga memudahkan pasien dalam melihat adalah, untuk mengurangi waktu antre pasien panggilan nomer antre terbaru dan tidak perlu http://jtika. id/index. php/JTIKA/ JTIKA. Vol. No. September 2021 ISSN:2657-0327 menunggu di ruang tunggu agar dapat mengurangi hal hal kepadatan pasien antre pada apotek Rumah Sakit Inf ma i An ean A Umum Daerah Praya. Pa a METODE PENELITIAN e kai e ancangan Si em ek R mah Saki Um m Dae ah 2 Analisis Kebutuhan Sistem 1 Metode Pengembangan Sistem Tahapan ilustrasikan di gambar yang dapat dilihat pada Gambar 1 Sistem Yang Sedang Berjalan Pada sistem yang sedang berjalan apotek Rumah Sakit Umum Daerah Praya masih menggunakan sistem manual dalam sistem antrenya. Petugas apotek menginput data secara manual data pasien yang ingin mengambil obat. Dari hasil analisis yang dilakukan penginputan secara manual masih belum efektif. karena admin harus menginput data pasien yang mendaftar kembali untuk mendapatkan laporan Gambar 1. Diagram Perancangan Sistem Informasi. lama pelayan tiap harinya karena belum ada sistem Studi Literatur Me de S di Li e a di e leh da i eneli ian ini eneli ian dan eknik eng m Pe ancagan i em mem delkan keb han i em i em an ean menda a de il e ed al Taha e ama dalam Inf ma i An ean A Pa a eneli ian ini mbe a ikel ilmiah hal ang e l di e ha ikan dalam e e i lan da a dilak kan dalam perhitungan pelayanan. Ditambah dengan pasien yang ingin mengambil obat di apotek sangatlah banyak dan tidak mengetahui urutan antre sehingga membuat penumpukan antrean semakin bertambah. e ini meliba kan ada da aba e ancangan Si em ek R mah Saki Um m Dae ah di li e a dilak kan dengan mem elaja idan memahami li e a ang be kai an dengan eneli ian S di li e a apotek dan bagian farmasi belum bisa menghitung ang elah dida a da i j nal b k dan eneli ian eneli ian Gambar 2. Diagram Alir Pengambilan Obat. ebel mn a j ga mem elaja i http://jtika. id/index. php/JTIKA/ JTIKA. Vol. No. September 2021 ISSN:2657-0327 2 Sistem Yang Akan di Buat Tahapan ini merupakan tahapan awal dari salah satu yang terpenting karena tahapan ini menentukan sistem yang akan dibagun dapat dilihat pada gambar 3, setelah penyerahan resep akan terbit nomor antrean sehingga pasien dapat memprediksikan kapan akan mendapat giliran. Gambar 3. Diagram Alir Pengambilan Obat. 2 Desain Berikut merupakan perancangan Sistem Informasi Antrean Apotek Rumah Sakit Umum Daerah Praya: Desain Database ERD Berikut desain sistem yang Digambar dalam bentuk ERD. Gambar 4. ERD Sistem Antrean Apotek Rumah Sakit Umum Daerah Praya. http://jtika. id/index. php/JTIKA/ JTIKA. Vol. No. September 2021 Berdasarkan Gambar 4, terdapat entitas yang ISSN:2657-0327 5 Class Diagram berelasi satu sama lain, yaitu: Admin. Pasien. Apoteker. Asisten Apoteker. Resep dan Antren. Terdapat juga beberapa primary key yang digunakan, yaitu : id_admin , no_rm. SIPA. SIK, id_resep dan id_antrean. API pada ERD berelasi dengan antrean untuk memudahkan pengambilan data pasien pada apotek. 2 Use Case Use case diagram Sistem Informasi Antrean Apotek Rumah Sakit Umum Daerah Praya digunakan Gambar 6. Class Diagram. untuk menjelaskan kegiatan dari aktor yang dapat dilakukan pasien dan admin pada sistem. Use case diagram Sistem Antrean Apotek Rumah Sakit Umum Daerah Praya. Dapat dilihat pada gambar 5: Gambar 6 merupakan class diagram Sistem Antrean Apotek Rumah Sakit Umum Daerah Praya. Pada class diagram tersebut terdapat lima kelas yaitu login, beranda, pasien, antrean, dan update. Data pada pasien sudah langsung terhubung ke database Rumah Sakit Umum Daerah Praya jadi untuk menambahkan antrean tinggal memasukkan no_rekam yang sudah ada pada database sebelumnya. HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Pembuatan Aplikasi Pada tahap ini akan dilakukan pembuatan program secara utuh agar dapat digunakan secara fungsional mulai dari pembuata database. API, dan program secara menyeluruh. Gambar 5. Use Case Diagram. Arsitektur aplikasi Gambar 5 Pasien hanya dapat melihat antrean Penulis mengamati secara langsung antrean yang sudah inputkan oleh admin. Kemudian, admin yang ada di Apotek RSUD Praya sehingga rancangan dapat melihat antrean, menambah antrean, melihat arsitektur yang akan dibangun seperti pada gambar 7 beranda, melihat pasien, ganti password, dan logout sesuai dengan observasi yang telah dilakukan. dengan cara login terlebih dahulu seperti yang ada pada use case diatas. http://jtika. id/index. php/JTIKA/ JTIKA. Vol. No. September 2021 ISSN:2657-0327 Gambar 8 merupakan tabel queue. Pada tabel ini terdapat 12 atribut seperti yang ada pada gambar 8. Tabel ini berfungsi untuk menampung data antrean id an e ean be f ng i Kolom a ien men im an nama a ien ang e daf a ada an ean pasien, no m n m an ean n m ekam medi angan e a a an a ien eli ih a ien eli ih ak saat penginputan sampai dengan pemanggilan pasien. Gambar 7. Arsitektur aplikasi. Gambar 7, data yang akan dimasukkan ke dalam sistem adalah data pasien yang akan mendaftar Kemudian dicek melalui data pasien yang ada pada rumah sakit menggunakan API yang memberikan informasi mengenai data pasien yang telah mendaftar a ien a akah non racikan e a a an ina a a a a jalan a ien dan dah e anggil a a ba a akah acikan a a anggil a ien e a a ang a ien a akah a an gl egi anggal endaf a an endaf a an a ien pada RSUD Praya yaitu: nomor rekam medis, nama, menyesuaikan data pasien ketika menambahkan Digunakan API untuk memudahkan admin dalam penginputan data agar sesuai dengan data Gambar 9. Tabel Admin. pasien pada RSUD Praya. Gambar 9 merupakan tabel admin. Pada tabel Database ini terdapat 3 atribut seperti yang dapat dilihat pada Queue Tabel ini berfungsi menampung data admin. K l m id admin i admin be f ng i men im an ebagai primay key, d men im an password, dan e name menyimpan nama pengguna admin. Penggunaan API Pada penggunaannya. API pada sistem ini digunakan API untuk mengambil data pasien yang ada pada RSUD Praya. Data yang diambil merupakan data pendaftaran pasien pada RSUD Praya perhari itu yaitu: Gambar 8. Tabel Antrean. http://jtika. id/index. php/JTIKA/ nomor rekam medis, nama, ruangan dan jenis perawan JTIKA. Vol. No. September 2021 ISSN:2657-0327 Data kemudian akan digunakan untuk Patientmodel berguna untuk mendapatkan informasi mencocokan pasien berdasarkan nomor rekamedis pasien perhari yang telah terintegrasi dengan API RSUD saat melakukan penginputan antrean pada apotek. Praya. Sistem Project Package Layout Package Activity Package activity merupakan kelas yang akan terhubung ke layout atau tapilan suatu aplikasi. Dilakukan koding untuk membuat fungsi-fungsi dapat berjalan sebagai mana mestinya. Controller Gambar 10. Package Controller. Gambar 10 Merupakan controllers yang digunakan pada sistem, terdapat fungsi-fungsi untuk da a dengan label dan dele e ang ma ing- masing fungsinya yaitu untuk mengambil, menambah, mengubah dan menghapus data . Gambar 12. Package Layout. Gambar berfungsi untuk membuat sebuah interface yang akan dilihat oleh pasien dan admin nantinya. 2 Pengujian API Pada pengujiannya API pada sistem ini diuji Models menggunakan postman untuk mengambil data pasien yang ada pada RSUD Praya. Dari hasil pengujian, data pasien berhasil diambil secara keseluruhan perhari itu dan data pasien dapat di cari berdasarkan parameter no_rkm_medis. Gambar 11. Package Models. Gambar 11 merupakan Kelas-kelas model pada pembuatan aplikasi sistem, data class ini berfungsi untuk mengimplementasikan atribut pada Kelas ini nanti akan digunakan ketikan akan berinteraksi dengan data pada database. Pada kelas http://jtika. id/index. php/JTIKA/ JTIKA. Vol. No. September 2021 ISSN:2657-0327 Gambar 15. Models API. Pada Q e em del h Pa ien m del h Gamba . digunakan fungsi get untuk mempermudah admin dalam mendapatkan data Gambar 13 Pengujian API Menampilkan Seluruh Data. Gambar 13 merupakan tampilan pengujian API. Pada uji coba ini API yang di tampilkan adalah seluruh data pasien yang telah mendaftar perhari ini. pasien sesuai dengan nomor rekam medis pasien. 4 Pengujian Aplikasi Digunakan metode blackbox dan MOS dalam pengujian aplikasi. Metode blackbox digunakan untuk menguji fungsi dari sistem yang dibuat. Selanjutnya MOS menyebarkan kuisioner kepada 30 responden yang terdiri dari, farmasi sebanyak 11 orang, admin sebanyak 2 orang, teknis sebanyak 3 orang, dan pasien sebanyak 14 orang untuk melakukan pengujian pada sistem yang telah dibuat. Pasien TABEL I PENGUJIAN BLACKBOX FUNGSI HALAMAN DAFTAR ANTREAN. Gambar 14 Pengujian API Berdasarkan Variabel. Gambar 14 merupakan tampilan pengujian API Scenario Pada uji coba ini API yang ditampilkan adalah data yang diinputkan berdasarkan variabel . o_rkm_medi. 3 Penggunaan API Pada penggunaannya. API digunakan untuk mempermudah pengguna dalam mengolah dan memanipulasi data yang ada pada database. Berikut Pasien Hasil yang Pasien melihat dan antrean dan Hasil Kesimpulan Sesuai Valid merupakan model yang digunakan dalam penggunaan API sistem. http://jtika. id/index. php/JTIKA/ JTIKA. Vol. No. September 2021 ISSN:2657-0327 Admin Tabel II PENGUJIAN BLACKBOX FUNGSI HALAMAN DAFTAR ANTREAN. Skenario Pasien Admin Admin l antrean Admin h antrean Admin Admin Hasil yang Pasien melihat dan antrean dan Admin pasien yang ada jumlah antrean yang dipanggil dan Admin pasien yang Admin n antrean nomor rekam Admin dapat pasien yang pada RSUD Praya per hari itu Admin melihat rata- Hasil Sesuai Kesimpula Valid Admin Admin Admin Sesuai Admin laporan data Sesuai Valid Admin Sesuai Valid Admin Sesuai Valid Hasil pengujian MOS Diagram Rata-Rata Jawaban Sisi Admin Valid Gambar 16. Grafik Kuisioner Sisi Admin. Sesuai Valid Gambar 16 merupakan Grafik kuisioner sisi admin. Dimana pada grafik ini menjelaskan tentang jumlah audience dan skor kuisioner pada tiap audience . isi Sesuai Diagram Rata-Rata Jawaban Sisi Pasien Valid Sesuai Valid Gambar 17. Grafik Kuisioner Sisi Pasien. Gambar 17 merupakan Grafik kuisioner sisi pasien. Dimana pada grafik ini menjelaskan tentang jumlah audience dan skor kuisioner pada tiap audience . isi Sesuai Valid http://jtika. id/index. php/JTIKA/ JTIKA. Vol. No. September 2021 ISSN:2657-0327 KESIMPULAN DAN SARAN Penyambungan sistem dengan mesin untuk 1 Kesimpulan Berdasarkan pembahasan yang telah disajikan, dapat nomor antrean. ditarik kesimpulan sebagai berikut: Si em Inf ma i An ean A ek R mah Saki Um m Dae ah P a a Pengoptimalan tampilan agar lebih nyaman digunakan pengguna. Menggunakan Metode Prototype (Studi Kasus R mah Saki DAFTAR PUSTAKA Penambahan resep digital pada sisi admin. Lee J. Larry P. Ritzman, and & M. Maholtra. Operations Management. Tenth. United States of America: Pearson. , 2013. Jay and & Barry Render. Operations Management, (Tent. New Jersey: Pearson. Hendra, 2011. A S i Gambaran Pengetahuan Masa Rawat. Kerja Petugas dan Waktu Tunggu Pasien Surakarta. Jalan di Instalasi Farmasi RSUD J. Skripsi, 2012. D B di Dkk N Ti le Anal. Pemilihan Penerapan Proy. Metodol. Pengemb. Rekayasa Perangkat Lunak. Tek. Vol. ttp/ejournal. /index. php/teknika/article/view/. , vol. 5, 2016. Lubis. Nirmala, and S. Nugroho, "Perancangan Sistem Informasi Antrean Online Pasien RS. Seto Hasbadi menggunakan SMS Gateway Berbasis Android," J. Algoritm. , vol. 2, pp. 79-91, 2020, doi: 33364/algoritma/v. Lukman and H. Angriani Implementasi Teknologi Rfid Pada Sistem Antrean Rekam Medis Pasien di Rumah Sakit. Ilk. Ilm. , vol. 1, pp. 105-112, 2018 doi: 33096/ilkom. Nabila, "Penelitian Desain Pada Pengembangan Sistem Pendaftaran Pasien Layanan Poliklinik Menggunakan Smartphone di RSUI Harapan Anda. Rusdah, "Analisa dan Rancangan Sistem Informasi Persediaan Obat," Telamatika, vol. 2, pp. 51 59, 2011. S S ani ANALISIS SISTEM ANTREAN PADA PEMBUATAN SURAT PERIZINAN DI KANTOR BIRO ADMINISTRASI PEMBANGUNAN SETDA DIY, Komputer. Matematika. Ilmu, and Alam,"Analisis dan Pembuatan Sistem Antrean Untuk Pelayanan Administrasi Akademik Sekolah Pascasarjana Menggunakan Model m/m/s muchamad fithrotuddin http://jtika. id/index. php/JTIKA/ penelitian ini dapat membantu pasien dalam melihat antrean secara online dan membantu . farmasi dalam pelaporan lama pelayanan pada apotek RSUD Praya. Hasil blackbox testing menyatakan fitur pada sistem ini sesuai berjalan harapan pasien dan . RSUD Praya. Dari segi fungsional dan estetika metode dilakukan pengujian dan konsultasi secara . Hasil pengujian MOS kepada pegawai RSUD Praya responden terdiri dari farmasi sebanyak 11 orang, admin sebanyak 2 orang, . teknis sebanyak 3 oran. menyatakan rata-rata responden dengan penilaian terhadap sistem menyatakan setuju untuk pengadaan sistem dengan nilai 85% dan pada user Pasien 93,42% . erdiri dari 14 Responde. 2 Saran