Ni Made Sri A Tripusat Pendidikan Sebagai. TRIPUSAT PENDIDIKAN SEBAGAI LEMBAGA PENGEMBANGAN TEORI PEMBELAJARAN BAGI ANAK Ni Made Sri Agustini Balai Diklat Keagamaan Denpasar Srixagustini@yahoo. Abstrak Tripusat pendidikan adalah tiga pusat pendidikan yang terdiri dari lingkungan pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat yang secara bertahap dan terpadu mengemban suatu tanggung jawab dalam pengembangan teori pembelajaran pada anak. Lingkungan keluarga yang merupakan lingkungan pertama dan dianggap sebagai peletak dasar pendidikan anak yang sekaligus awal dari pendidikan yang akan ditempuh selanjutnya serta sangat berperan dalam pembentukan kepribadian. Pendidikan di sekolah mempunyai dasar, tujuan, isi, metode dan syarat-syarat lain yang disusun secara sistematis dalam bentuk kurikulum dan dianggap sebagai peletak dasar pengetahuan ilmiah. Pada pendidikan di masyarakat, seorang anak akan merealisasikan sejumlah teori pendidikan dan pengajaran yang pernah diajarkan dalam lembaga pendidikan sebelumnya. Anak akan mengaktualisasikan dan melibatkan diri dalam lingkungan masyarakat. Penerapan tripusat pendidikan sangat mempengaruhi pengembangan teori pembelajaran pada anak yang dilaksanakan secara terpadu dapat menjadikan anak memiliki kepribadian yang utuh dan bertanggung jawab. Anak akan memiliki profesionalisme yang merupakan modal utama untuk terjun ke masyarakat. Oleh karena itu, tripusat pendidikan merupakan suatu rangkaian sistem yang terpadu dalam melaksanakan proses pendidikan yang dapat mengantar peserta didik untuk mencapai kedewasaannya yang dapat berguna bagi nusa dan bangsa. Kata Kunci: Tripusat Pendidikan. Lembaga Pengembangan Teori Pembelajaran. Anak. Abstract Three-centered education is three center education which consist of family education environtment, school and society which gradually and integrated carrying out a responsible in improvement of learning theory for children. Family is the first environment and considered as basic of children educaation at once the early education which can they take next and having role in personality formation. Education in school has basic, goal, content, method and other requirements which are set systematically in curriculum and considered as basic of scientific knowledge. Education in society, a child will realize some education theory and their learning that they get from their previous education. Children will actualized and involving themselves in society environtment. The implementation of three-centered education is very influencial the improvement of learning theory on choldren which conducted integratedly can make the children will have profesionalism as main capital to take part on society. Therefore, three-centered education is an integrated series system in conducting education process which can take the learners reach their maturity and usefull 25 MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018 Ni Made Sri A Tripusat Pendidikan Sebagai. for their nation. Keywords: three-centered education, institution of learning theory improvement, children PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu unsur dari aspek sosial budaya yang berperan sangat strategis dalam pembinaan suatu keluarga, masyarakat atau bangsa. Kestrategisan peranan ini pada intinya merupakan suatu ikhtiar yang dilaksanakan secara sadar, sistematis, terarah dan terpadu untuk memanusiakan peserta didik, menjadikan mereka sebagai khalifah di muka bumi. 1 Pendidikan telah berlangsung sejak adanya manusia selaku khalifah di muka bumi ini. Pemindahan, pengembangan dan pelestarian nilai kebudayaan telah berlangsung sejak dari keluarga Adam sebagai unit terkecil dari masyarakat manusia, 2 karena secara universal pendidikan berarti proses mengubah dan memindahkan nilai-nilai budaya kepada setiap individu dalam suatu masyarakat. Faktor lingkungan merupakan salah satu faktor/unsur pendidikan yang tidak sedikit pengaruhnya terhadap perkembangan anak didik. Lingkungan yang dimaksudkan adalah lingkungan yang berupa keadaan sekitar yang mempengaruhi pendidikan anak. Lingkungan dapat memberikan pengaruh yang positif maupun negatif terhadap perkembangan anak didik. Pengaruh positif yang dimaksudkan adalah pengaruh lingkungan yang memberi dorongan atau motivasi serta rangsangan kepada anak didik untuk berbuat atau melakukan segala sesuatu yang baik. Sedangkan pengaruh negatif ialah sebaliknya, tidak memberi dorongan terhadap anak didik untuk menuju ke arah yang baik, bahkan bisa menghambat perkembangan anak Sebagai salah satu lingkungan pendidikan, keluarga memegang peranan penting sekali dalam pendidikan untuk anak-anak sebagai institusi yang mula-mula Nurcholish Majid. Masyarakat Religius ,Cet. Jakarta: Paramadina, 1997, hlm. Arifin. Ilmu Pendidikan Islam: Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner ,Cet. IV. Jakarta: Bumi Aksara, 1996, hlm. Zuhairini, et. Filsafat Pendidikan Islam Cet. II. Jakarta: Bumi Aksara, 1995, hlm. MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018 Ni Made Sri A Tripusat Pendidikan Sebagai. sekali berinteraksi dengannya, oleh sebab mereka mendapat pengaruh daripadanya atas segala tingkah lakunya. Oleh karena itu, keluarga haruslah mengambil peranan dalam pendidikan ini, mengajar anak-anak mereka dengan akhlak yang mulia yang diajarkan agama seperti kebenaran, kejujuran, keikhlasan, kesabaran, kasih sayang, cinta kebaikan, pemurah dan lain-lain sebagainya. Keluarga juga harus mengajarkan nilai dan faedahnya yang berpegang teguh pada akhlak di dalam hidup, membiasakan mereka berpegang kepada akhlak semenjak kecil. Tidak semua tugas mendidik dapat dilaksanakan oleh orang tua dalam keluarga, terutama dalam hal ilmu pengetahuan dan berbagai macam keterampilan. Oleh karena itu, orang tua menyerahkan tanggung jawab sebahagian kepada sekolah. Dengan demikian, sebenarnya pendidikan di sekolah adalah bahagian dari pendidikan dalam keluarga. Guru di sekolah bisa memberikan contoh-contoh yang baik dalam proses pendidikan dan pengajaran pada murid, agar mereka menjadi generasi yang handal dan utuh, beriman, berpegang teguh pada agama, membela dan bertanggung jawab kepada tanah airnya, berwawasan luas, mempunyai kepribadian yang kuat kemauan yang keras, kejujuran yang obyektif, sehat fisik dan mental, senang belajar, berpegang teguh pada kemampuan diri sendiri, menilai orang lain seperti mencintai dirinya sendiri dan mampu bekerja secara obyektif. Semua usaha yang dilakukan oleh pihak sekolah membutuhkan dukungan dari berbagai lingkungan pendidikan yang lain. Bila pengaruh sekolah sebagai salah satu lingkungan pendidikan hanya berjalan sendiri, sangat sulit untuk mencapai tujuan pendidikan yang diharapkan. Dalam lingkungan masyarakat terdapat beberapa lembaga organisasi sosial yang dapat menunjang keberhasilan pendidikan. Dalam lingkungan keluarga, pendidikan agama dilaksanakan secara informal, yaitu melalui pengalaman hidup sehari-hari. Di lingkungan sekolah, pendidikan dilaksanakan secara formal, yakni dengan sengaja merencanakan dengan matang tujuan-tujuan Hasan Langgulung. Manusia dan Pendidikan: Suatu Analisa Psikologi dan Pendidikan Cet. Jakarta: Al-Husna Zikra, 1995, hlm. MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018 Ni Made Sri A Tripusat Pendidikan Sebagai. yang akan dicapai. Sementara di lingkungan masyarakat, dilakukan secara non formal, yakni melaksanakan dengan sengaja akan tetapi tidak begitu terikat dengan peraturan dan syarat-syarat tertentu. Kajian dalam karya tulis ilmiah ini akan diaksentuasikan pada permasalahan tentang konsep dasar, urgensi dan implikasi tripusat pendidikan sebagai lembaga pengembangan teori pembelajaran. Kajian ini urgen dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan deskripsi komprehensif tentang pentingnya integrasi lingkungan pendidikan untuk secara sinergis diarahkan dalam pencapaian tujuan lembaga pengembangan teori pembelajaran yang aplikatif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Berdasarkan latar belakang tersebut, dapat dikemukakan permasalahan tentang konsep dasar tripusat pendidikan, urgensi tripusat pendidikan sebagai lembaga pengembangan teori pembelajaran bagi anak dan implikasi tripusat pendidikan sebagai lembaga pengembangan teori pembelajaran bagi anak. Manfaat dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kepada para pendidik dan orang-orang yang bertanggung jawab terhadap pendidikan, bahwa lingkungan memiliki peranan yang sangat penting terhadap perkembangan kepribadian anak, sehingga kerjasama antara orang tua, guru dan tokoh masyarakat tidak bisa diabaikan yang menjadi kemutlakan dalam pencapaian tujuan pendidikan. Penelitian ini diharapkan mampu menjadi pedoman bagi mereka yang berkecimpung dalam dunia pendidikan, bahwa dalam tripusat pendidikan terdapat konsep menyeluruh yang memiliki keterkaitan antara satu dengan yang lainnya, antara keluarga, sekolah dan masyarakat sehingga pendidik tidak memandang lingkungan anak didik hanya secara LANDASAN TEORI Konsep Dasar Tripusat Pendidikan Sebagai makhluk hidup, anak mempunyai kebutuhan, keinginan dan perasaan. Ia ingin mendapat perhatian, kasih sayang dari orang tuanya dan orang disekitarnya. MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018 Ni Made Sri A Tripusat Pendidikan Sebagai. yang tidak kalah pentingnya adalah kebutuhan akan pendidikan. Maka proses pendidikan bermula dari pelatihan moral dengan memberi keteladanan, kemudian dilanjutkan dengan pengembangan daya nalar serta keterampilan yang dapat mendukung masa depan anak. Pendidikan sangatlah penting untuk kehidupan setiap Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual, kecerdasan akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dalam dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat. Berkaitan dengan pendidikan anak, maka lembaga yang sangat berpengaruh dalam pengembangan teori pembelajaran dikenal istilah Tripusat pendidikan, yang terdiri dari: 6 Lingkungan Keluarga. Secara Etimologi, menurut Ki Hajar Dewantara, keluarga adalah rangkaian perkataan AukawulaAy dan AuwargaAy. Kawula tidak lain artinya dari pada AoAbdiAo yakni AohambaAo sedangkan warga berarti AoanggotaAo. Sebagai abdi di dalam keluarga wajiblah seseorang menyerahkan segala kepentingannya kepada keluarganya. Sebaliknya, sebagai warga atau anggota ia berhak sepenuhnya pula untuk ikut mengurus segala kepentingan di dalam keluarganya. Secara operasional, keluarga adalah suatu struktur yang bersifat khusus, antara satu sama lain dalam keluarga itu mempunyai ikatan apakah melalui nasab atau Inti keluarga adalah ayah, ibu, dan anak. Karena pendidikan dalam lingkungan keluarga merupakan pendidikan yang pertama dan utama maka di dalam Nasution S. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara, 2011, hlm. Istilah Tripusat pendidikan ini adalah istilah pendidikan yang dikemukakan oleh Ki Hajar Dewantara. Tripusat pendidikan yang dimaksudkan yaitu pendidikan keluarga, pendidikan sekolah dan pendidikan di lingkungan masyarakat. Ketiga lembaga pendidikan tersebut tidak dapat berjalan tanpa ada keterkaitan satu sama lain, sebab merupakan satu rangkaian dari tahap-tahap pendidikan yang harus berjalan seiring. Wahyoetomo. Perguruan Tinggi. Pesantren: Pendidikan Alternatif Masa Depan Cet. Jakarta: Gema Insani Press, 1997 Abu Ahmadi dan Nur UhbiyatiAIlmu Pendidikan Cet. Jakarta: Rineka Cipta, 1991, hlm. MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018 Ni Made Sri A Tripusat Pendidikan Sebagai. pendidikan keluarga diharapkan dapat mencetak anak yang mempunyai kepribadian baik yang kemudian dapat dikembangkan dalam lembaga-lembaga pendidikan Lingkungan Sekolah Lingkungan sekolah sebagai lingkungan penunjang yang penting bagi anak. Sekolah memiliki fungsi yaitu membinan dan mengembangkan sikap mental peserta didik dan menyelenggarakan pendidikan yang bermutu dengan melaksanakan pengelolaan komponenkomponen sekolah, melaksanakan administrasi sekolah dan melaksanakan supervisi. Secara garis besar fungsi sekolah adalah mendidik calon mengembangkan cita-cita profesi atau kerja, mempersiapkan calon pembentuk keluarga yang baru, pengembangan pribadi . ealisasi pribad. 8 Sekolah adalah lembaga pendidikan yang melaksanakan pembinaan pendidikan dan pengajaran dengan sengaja, teratur dan terencana. Guru yang melaksanakan tugas pembinaan, pendidikan dan pengajaran tersebut adalah orang-orang yang dibekali dengan pengetahuan tentang anak didik, dan memiliki kemampuan melaksanakan tugas 9 Dengan demikian jelas bahwa sekolah adalah suatu lembaga atau organisasi yang melakukan kegiatan pendidikan berdasarkan kurikulum tertentu yang melibatkan sejumlah orang . iswa dan gur. yang harus bekerjasama untuk mencapai suatu tujuan. Lingkungan Masyarakat Koentjaraningrat memberikan defenisi masyarakat dengan kelompok terbesar dari mahluk-mahluk manusia di mana pada manusia tersebut terjaring suatu Koentjaraningrat menitikberatkan kebudayaan dalam wujud masyarakat. Kehidupan warga-warga masyarakat terjalin dalam kebudayaan yang dirasakan oleh mereka. Admodiwiro. Soebagio. Manajemen Pendidikan. PT Ardadizya. Jakarta, 2000, hlm 65 AZakiah Darajat. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta. Bumi Aksara, 2011, hlm. Koentjaraningrat. Pengantar Antropologi. Jakarta: Penerbit Universitas, 1999, hlm. MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018 Ni Made Sri A Tripusat Pendidikan Sebagai. Dilihat dari konsep pendidikan, masyarakat adalah sekumpulan banyak orang dengan berbagai ragam kualitas mulai dari yang tidak berpendidikan sampai kepada yang berpendidikan tinggi. 11 Masyarakat merupakan tempat para anggotanya mengamalkan semua ketrampilan yang dimilikinya. Di samping itu masyarakat juga termasuk pemakai atau the user dari para anggotanya. Baiknya kualitas suatu masyarakat ditentukan oleh kualitas pendidikan dan ilmu yang diperoleh 12 Sedangkan dilihat dari lingkungan pendidikan, masyarakat disebut lingkungan pendidikan non formal yang memberikan pendidikan secara sengaja dan berencana kepada seluruh anggotanya tetapi tidak sistematis dan mengarahkan menjadi anggota masyarakat yang baik untuk tercapainya kesejahteraan sosial Melihat pentingnya lingkungan keluarga, sekolah maupun lingkungan masyarakat dapat dipahami bahwa ketiga lingkungan tersebut amatlah penting Tripusat pendidikan adalah tiga pusat yang bertanggung jawab atas terselenggaranya pendidikan yaitu dalam keluarga, sekolah dan masyarakat. Hal tersebut secra jelas terdapat di dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional pada pasal 13 ayat 1 disebutkan bahwa jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, non formal dan informal yang dapat saling melengkapi dan Ketiga pusat pendidikan sama-sama memegang peran penting dalam keberhasilan pendidikan dan pada dasarnya semua saling berkaitan dan saling kerjasama satu sama lain. Ketiganya secara tidak langsung telah mengadakan pembinaan yang erat dalam praktik pendidikan. Kaitan ketiganya dapat dilihat dari Orang tua melaksanakan kewajibannya mendidik anak di dalam keluarga, karena keterbatasan orangtua dalam mendidik anak di rumah, dan akhirnya proses Fuad Ihsan. Dasar-dasar Kependidikan Cet. Jakarta: Rineka Cipta, 1991, hlm. Fuad Ihsan. Dasar-dasar Kependidikan, hlm. AUndang-undang Nomor 20 Tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional. Lihat Bab VI Pasal 13 Ayat 1 MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018 Ni Made Sri A Tripusat Pendidikan Sebagai. pendidikan diserahkan di sekolah, kemudian masyarakat akan menjadi fasilitator bagi peserta didik untuk mengaktualisasikan ketrampilannya. Urgensi Tripusat Pendidikan sebagai Lembaga Pengembangan Teori Pembelajaran Urgensi Pendidikan Keluarga Mendidik anak adalah kewajiban orang tua, dan memang dalam diri manusia ada naluri untuk mendidik dan mengasuh anak-anaknya dengan tulus dan penuh rasa kasih sayang. Setiap orang tua mengharapkan dan akan berusaha agar anaknya dapat tumbuh dan menjadi generasi penerus yang berhasil dalam menjalani kehidupannya serta dapat berbakti kepada agama, nusa dan bangsa. Adapun urgensi pendidikan keluarga sebagai lembaga pengembangan teori pembelajaran, yaitu: Keluarga Sebagai Peletak Dasar Pendidikan Kehidupan keluarga, apabila diibaratkan sebagai suatu bangunan, demi terpeliharanya bangunan itu dari hantaman badai dan goncangan gempa, maka ia harus didirikan di atas satu pondasi yang kuat dengan bahan bangunan yang kokoh serta perekat yang lengket. Pondasi kehidupan kekeluargaan adalah ajaran agama, disertai dengan kesiapan fisik dan mental calon-calon ayah dan ibu, terutama ibu. Anak dilahirkan dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga, orang tua tanpa ada yang memerintah, langsung memikul tugas sebagai pendidik, baik bersifat sebagai pemelihara, sebagai pengasuh, sebagai pembimbing, sebagai pembina maupun sebagai guru dan pemimpin terhadap anak-anaknya. Keluarga dan Pembentukan Kepribadian Peran orang tua dalam pembentukan kepribadian anak sangat mutlak adanya, karena orang tua dalam keluarga merupakan ajang pertama di mana sifat kepribadian anak bertumbuh dan berbentuk. 15 Orang tua merupakan panutan bagi setiap anak dan ANovan Ardy Wiyani & Barnawi. Ilmu Pendidikan Islam. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2012, hlm. Abu Ahmadi dan Nur UhbiyatiAIlmu Pendidikan, hlm. MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018 Ni Made Sri A Tripusat Pendidikan Sebagai. yang pertama-tama dilihat dan ditiru oleh anak. Anak yang masih dalam keadaan fitrah masih menerima segala pengaruh dan cenderung kepada setiap hal yang tertuju Anak yang lahir dalam keluarga yang selalu membiasakan berbuat baik, biasanya menghasilkan pribadi anak yang baik pula. Segala sesuatu yang dilakukan keluarga atau orang tua kepada anak, maka akan merupakan pembinaan kebiasaan pada anak yang akan tumbuh menjadi tindakan moral di kemudian hari . oral behavio. Dengan kata lain setiap pengalaman anak baik yang diterimanya melalui penglihatan, pendengaran atau perlakuan anak waktu kecil, akan merupakan pembinaan kebiasaan yang kemudian bertumbuh menjadi tindakan moral di kemudian hari. Oleh karena itu, peranan orang tua dalam lingkungan terhadap pembentukan kepribadian anak sangat penting. Urgensi Pendidikan Sekolah Sekolah merupakan pelengkap dari pendidikan dalam keluarga. Sekolah adalah sebagai pembantu bagi pendidikan anak, yang dalam hal melebihi pendidikan dalam keluarga, terutama dari segi cakupan ilmu pengetahuan yang diajarkannya. Karena dalam pendidikan keluarga dan sekolah mempunyai tujuan yang sama, maka hubungan antara keduanya harus selaras dan serasi. Sekolah sebagai Peletak Dasar Pengetahuan Ilmiah. Pendidikan di sekolah biasanya disebut pendidikan formal karena ia adalah pendidikan yang mempunyai dasar, tujuan, isi, metode dan alat-alat yang disusun secara eksplisit, sistematis dan distandarisasikan. Oleh karena itu, sekolah diharapkan dapat menyempurnakan pendidikan anak. Demikian pula, pendidikan keluarga tidak diorganisasi secara struktural dan tidak mengenal sama sekali penjenjangan tingkatan umum maupun tingkatan keterampilan dan Sekolah sebagai peletak dasar pendidikan ilmiah tidak terlepas dari fungsi sekolah sebagai pusat pendidikan formal. Sekolah merupakan lembaga sosial formal dan biasa juga disebut sebagai satu organisasi yang terikat kepada tata aturan formal, berprogram dan bertarget atau memiliki sasaran yang jelas serta memiliki struktur 33 MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018 Ni Made Sri A Tripusat Pendidikan Sebagai. kepemimpinan penyelenggaraan atau pengelolaan yang resmi. Tugas sekolah bukanlah semata-mata mengajar anak-anak membaca, menulis dan berhitung. Tetapi tugasnya adalah mempersiapkan anak-anak untuk mengisi kebutuhan masyarakat tempat tinggalnya dan untuk menempuh kehidupan yang sempurna, sehingga mereka mendapat kebahagiaan bersama masyarakatnya. Sekolah sebagai Latar Pendidikan Moral Sekolah mempunyai fungsi yang sangat penting dan sangat khusus untuk menciptakan makhluk baru yang dibentuk sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Bila mereka sadar akan keterlibatannya dalam suatu masyarakat di mana ia diikat oleh kewajiban dan keinginan, maka ia akan menjadi seorang makhluk yang bermoral. Tetapi jika anak didik secara sistematis menyadari tentang warisan kebudayaan negerinya maka ia dapat memiliki rasa identitas dan kepuasan pribadi. Dalam kaitannya dengan pendidikan moral di sekolah, guru tidak boleh mendidik anak dengan kekerasan dan kekasaran, sebab kekerasan itu menguasai jiwa dan mencegah perkembangan pribadi. Kekerasan membuka jalan kepada kemalasan, kecurangan, penipuan, kelicikan karena takut akan kekerasan badan. Oleh karena itu, maka menjadi keharusan bagi guru-guru untuk tidak memperlakukan murid-muridnya dengan kasar atau dengan paksaan, agar tidak menjadi suatu kebiasaan. Urgensi Pendidikan Masyarakat Masyarakat sebagai salah satu lingkungan terjadinya kegiatan pendidikan, mempunyai pengaruh yang besar terhadap berlangsungnya segala kegaiatan yang menyangkut masalah pendidikan. Dilihat dari materi yang digarap, jelas kegiatan pendidikan baik yang bersifat formal maupun non formal berisikan generasi muda yang akan meneruskan kehidupan masyarakat itu sendiri. Oleh karena itu, materi apa yang akan diberikan kepada anak sebagai generasi penerus harus disesuaikan dengan keadaan dan tuntutan masyarakat di mana kegiatan pendidikan itu berlangsung. Masyarakat adalah wadah dan wahana pendidikan, media kehidupan manusia, yang beragam menyangkut suku, agama, kegiatan kerja, tingkat pendidikan, sosial, ekonomi, dan sebagainya. Dengan demikian, manusia sejak kanak-kanak hingga 34 MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018 Ni Made Sri A Tripusat Pendidikan Sebagai. dewasa terlibat sebagai warga masyarakat bangsanya. Sejak lahir, dibesarkan dan dididik dalam masyarakat. Maka pertumbuhannyapun secara langsung dipengaruhi oleh lingkungan sosial di mana anak itu hidup bermasyarakat. Peranan masyarakat sangat besar dalam membantu pelaksanaan pendidikan Ada dua kebutuhan pokok yang sangat diharapkan oleh pendidikan dari Pertama, situasi sosiokultural yang mendukung proses internalisasi nilainilai luhur yang dijunjung tinggi oleh masyarakat yang bersangkutan. Dalam hal ini peran individu sebagai anggota masyarakat sangat penting karena bermula dari sikap mental dan prilaku perindividu itulah situasi sosiokultural yang diharapkan dapat Pendidikan dalam arti proses internalisasi nilai dalam masyarakat ini bersifat informal, tetapi cukup intens karena terjadi melalui interaksi sosial yang cukup panjang, terus menerus dan bersifat alami. Kedua, wahana perluasan wawasan hidup, penguasaan ilmu pengetahuan dan berbagai keterampilan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Implikasi Pendidikan Keluarga Dalam kaitannya dengan pendidikan pertama dan utama pendidikan keluarga dapat berimplikasi pada hal-hal: Anak memiliki pengetahuan dasar-dasar keagamaan Keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama dan utama sangat berperan dalam proses internalisasi dan transfomasi nilai-nilai keagamaan ke dalam pribadi Kenyataan membuktikan bahwa anak-anak yang semasa kecilnya terbiasa dengan kehidupan keagamaan dalam hal ini terjadi dalam keluarga akan memberikan pengaruh posistif terhadap perkembangan kepribadian anak selanjutnya. Oleh karena itu, sejak kanak-kanak anak seharusnya dibiasakan ikut serta dalam kegiatan MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018 Ni Made Sri A Tripusat Pendidikan Sebagai. 16 Pengalaman hidup bersama dalam keluarga yang dialami oleh anakanak akan memberikan andil yang besar untuk membentuk kepribadian dan corak keagamaan anak. Anak memiliki pengetahuan dasar akhlak Keluarga merupakan penanaman utama dasar-dasar akhlak bagi anak, yang biasanya tercermin dalam sikap dan prilaku orang tua sebagai teladan yang dapat dicontoh anak. Perlu disadari bahwa sebagai tugas utama dari keluarga bagi pendidikan anak ialah peletak dasar bagi pendidikan akhlak dan pandangan hidup Sifat dan tabiat anak sebagian besar diambil dari kedua orang tuanya dan dari anggota keluarga lainnya. Pendidikan agama sangat terkait dengan pendidikan Sebab yang baik adalah yang dianggap baik oleh agama dan yang dianggap buruk adalah yang dianggap buruk oleh agama. 17 Dalam kaitannya dengan implikasi penerapan pendidikan keluarga terhadap anak, maka kewajiban keluarga dalam hal ini adalah: Memberi contoh yang baik bagi anak-anaknya dalam berpegang teguh kepada akhlak mulia. Menyediakan bagi anak-anaknya peluang dan suasana praktis untuk dapat mempraktekkan akhlak yang diterima dari orang tuanya Memberi tanggung jawab yang sesuai dengan anak-anaknya supaya anak merasa bebas memilih dalam tindak tanduknya. Menunjukkan bahwa keluarga selalu mengawasi mereka dengan sadar dan Menjaga anak dari pengaruh lingkungan negatif dan tempat-tempat yang dapat merusak akhlak anak dan berbagai macam cara lain di mana keluarga dapat mendidik akhlak anak-anaknya. Hasbullah. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan Cet. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 1999, hlm. Arifin. Ilmu Pendidikan Islam: Suatu Tinjauan Teoritis dan Praktis Berdasarkan Pendekatan Interdisipliner, hlm. MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018 Ni Made Sri A Tripusat Pendidikan Sebagai. Pengaruh tingkah laku keluarga tetap menentukan tingkah laku anak. Sikap emosional dari orang tua pada dasarnya mempunyai efek tertentu pada tingkah laku Oleh karena itu dalam keluarga harus menampakkan budi pekerti yang baik bagi anak-anaknya. Hal tersebut dapat membentuk kepribadian dasar yang baik yang sangat mempengaruhi kehidupan anak selanjutnya. Anak memiliki pengetahuan dasar sosial Anak adalah generasi penerus yang di masa depannya akan menjadi anggota masyarakat secara penuh dan mandiri. Oleh karena itu, seorang anak sejak kecil harus sudah mulai belajar bermasyarakat, agar nantinya dia dapat tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang dapat menjalankan fungsi-fungsi sosialnya. Keluarga merupakan lingkungan sosial yang pertama dikenalkan kepada anak, atau dapat dikatakan bahwa seorang anak itu mengenal kehidupan sosial pertamatama di dalam lingkungan keluarga. Adanya interaksi anggota keluarga yang satu dengan keluarga yang lain menyebabkan seorang anak menyadari akan dirinya bahwa ia berfungsi sebagai individu dan juga sebagai makhluk sosial. 18 Kehidupan keluarga dibangun atas hubungan-hubungan sosial yang di atasnya terletak tanggung jawab penting terhadap orang perorang dan terhadap masyarakat umum. Implikasi Pendidikan Sekolah Sekolah adalah lembaga yang sangat penting sasudah keluarga. Pada waktu anak-anak berusia enam atau tujuh tahun perkembangan intelek dan daya pikir telah meningkat sedemikian rupa sehingga pada masa itu disebut masa keserasian Sekolah memegang peranan penting dalam pendidikan, karena pengaruhnya besar sekali terhadap jiwa anak. Maka di samping keluarga sebagai pusat pendidikan untuk melahirkan pengetahun ilmiah . juga membekali anak dengan seperangkat skill yang bersifat teoritis. Adapun implikasi pendidikan sekolah terhadap anak. Abu Ahmadi. Sosiologi Pendidikan Cet. Jakarta: Rineka Cipta, 1991, hlm. MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018 Ni Made Sri A Tripusat Pendidikan Sebagai. Lahirnya Pengetahun Ilmiah Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal merupakan tempat dan periode yang sangat strategis bagi pemerintah dan masyarakat untuk membina seseorang dalam menghadapi masa depannya. Sekolah merupakan lembaga investasi manusia yang sangat penting untuk kebutuhan dan kemajuan masyarakat. Investasi tenaga ini diharapkan mutunya baik dan jumlahnya mencukupi. Jelasnya bisa dikatakan bahwa sebagian besar pembentukan kecerdasan, sikap dan minat sebagai bagian dari pembentukan kepribadian, dilaksanakan oleh sekolah. Kenyataan ini menunjukkan betapa penting dan besar pengaruh dari sekolah khususnya dalam kaitannya sebagai pendidikan ilmiah yang dilaksanakan secara sistematis dan berkesinambungan. Sekolah sebagai lembaga formal mempunyai arah dan fungsi yang jelas. Adapun fungsi sekolah adalah untuk membantu keluarga menanamkan nilai-nilai pendidikan kepada anak-anak yang berhubungan dengan sikap dan kepribadian mulia serta pikiran yang cerdas sehingga nantinya akan menjadi anggota masyarakat yang bermanfaat sesuai dengan tuntutan dan tata laku masyarakat yang berlaku seiring dengan tujuan pendidikan seumur hidup. Lahirnya Seperangkat Pengetahun Skill Anak Pendidikan selalu diarahkan untuk pengembangan nilai-nilai kehidupan Di dalam pengembangan nilai ini, tersirat pengertian manfaat yang ingin dicapai oleh manusia di dalam hidupnya. Sehingga apa yang ingin dikembangkan merupakan apa yang dapat dimanfaatkan dari arah pengembangan itu sendiri. Oleh karena itu, program pendidikan di sekolah harus diupayakan terjadinya transformasi pengetahuan, pemikiran dan adanya inovasi bagi perkembangan masyarakat luas. Sebab realitas hidup masyarakat meningkat bila sekolah selalu bersifat dinamis pembaharuan-pembaharuan penemuan dan pembaharuan yang telah dilakukan. AHM. Djumransjyah dan Abdul Malik Karim Amrullah. Pendidikan Islam Menggali Tradisi Mengukuhkan Eksistensi. Malang: UIN Makang Press, 2007, hlm. MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018 Ni Made Sri A Tripusat Pendidikan Sebagai. Dalam hal pengaruh sekolah terhadap masyarakat ini, pada dasarnya tergantung kepada luas tidaknya produk serta kualitas out put pendidikan sekolah itu Semakin besar out put sekolah dengan disertai kualitas yang mantap, dalam artian mampu mencetak sumber daya manusia yang berkualitas maka tentu saja pengaruhnya sangat positif terhadap masyarakat. Lahirnya sekolah sebagai alat kontrol, integrasi sosial dan transmisi sosial Kelakuan manusia pada hakekatnya hampir seluruhnya bersifat sosial, yaitu dipelajari dalam interaksi dengan manusia lainnya. Hampir segala sesuatu yang dipelajari merupakan hasil hubungan manusia dengan orang lain di rumah, sekolah, tempat permainan, tempat pekerjaan dan sebagainya. Bahkan pelajaran di sekolah atau isi pendidikan ditentukan oleh kelompok atau masyarakat seseorang. Dalam arti yang sempit, kontrol sosial dimaksudkan pengendalian eksternal atas kelakuan individu oleh orang lain yang memegang otoritas atau kekuasaan. Khusus di sekolah, dengan ancaman atau hukuman, kepala sekolah atau guru-guru dapat mengontrol kelakuan murid-muridnya. Kontrol sosial dapat dijalankan dengan menetapkan peraturan-peraturan yang telah disepakati sebelumnya, sedangkan kontrol sosial dalam arti luas dapat diartikan dengan setiap usaha atau tindakan dari seseorang atau suatu pihak untuk mengatur kelakuan orang lain. Masyarakat yang bersifat heterogen dan pluralistik, menjamin integrasi sosial merupakan fungsi pendidikan sosial yang terpenting. Masyarakat Indonesi yang terdiri dari bermacam-macam suku bangsa dengan adat istiadatnya masing-masing, bermacam-macam bahasa daerah, agama, pandangan politik dan berbeda-beda taraf Dalam keadaan demikan, bahaya disintegrasi sosial sangat besar. Oleh karena itu, tugas pendidikan sekolah yang terpenting adalah menjamin integrasi Pendidikan sekolah bertugas untuk mengembangkan pola kelakuan tertentu sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat, sebab salah satu fungsi sekolah MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018 Ni Made Sri A Tripusat Pendidikan Sebagai. adalah menyampaikan kebudayaan kepada generasi baru dan karena itu harus selalu memperhatikan masyarakat dan kebudayaan umum. Implikasi Pendidikan Masyarakat Sebagai salah satu lingkungan terjadinya kegiatan pendidikan, masyarakat mempunyai pengaruh dan implikasi yang sangat besar terhadap anak. Munculnya Kepekaan Sosial yang Tinggi Manusia adalah makhluk sosial. Ia hidup dalam hubungannya dengan orang lain dan hidupnya bergantung pada orang lain. Karena itu, manusia tak mungkin hidup layak di luar masyarakat. Hidup dalam masyarakat berarti adanya interaksi sosial dengan orang -orang di sekitarnya, dengan demikian mengalami pengaruh dan mempengaruhi orang lain. Interaksi sosial sangat utama dalam tiap masyarakat. Demikian pula, sosialisasi tercapai melalui komunikasi dengan anggota masyarakat lainnya. Pola kelakuan yang diharapkan dari anak terus menerus disampaikan dalam segala situasi di mana anak terlibat. Kelakuan yang tidak sesuai dengan norma-norma yang berlaku dikesampingkan karena dapat menimbulkan konflik dengan lingkungan, sedangkan kelakuan yang sesuai dengan norma yang diharapkan terus dimantapkan. Proses sosialisasi anak dengan lingkungannya lambat laun akan mendapat kesadaran akan dirinya sebagai pribadi sekaligus sebagai makhluk sosial. Anak belajar untuk memandang dirinya sebagai obyek seperti orang lain melihat dirinya. Anak juga dapat membayangkan kelakuan apa yang diharapkan orang lain, dapat mengatur kelakuannya seperti yang diharapkan orang lain, dapat merasakan perbuatannya yang salah dan keharusan untuk minta maaf. Dengan menyadari dirinya sebagai pribadi, anak dapat mencari tempatnya dalam struktur sosial, dapat mengharapkan konsekuensi positif bila berkelakuan menurut norma-norma atau akibat negatif atas kelakuan yang melanggar aturan. Demikianlah akhirnya anak lebih mengenal dirinya dalam lingkungan sosialnya, dapat menyesuaikan kelakuannya dengan harapan masyarakat dan menjadi anggota masyarakat melalui proses sosialisasi yang dilaluinya. MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018 Ni Made Sri A Tripusat Pendidikan Sebagai. Apabila manusia sebagai makhluk sosial itu berkembang, maka berarti bahwa manusia itu adalah makhluk yang berkebudayaan, baik moral maupun material. antara insting manusia adalah adanya kecenderungan mempertahankan segala apa yang dimiliki termasuk kebudayaannya. Oleh karena itu, manusia harus selalu melakukan transformasi dan transmisi serta interaksi sosial dalam masyarakat. Masyarakat sebagai Tempat Pengaktualisasian Diri Masyarakat membutuhkan syarat-syarat tertentu dari tiap-tiap anggotanya. Masyarakat membutuhkan orang-orang yang rajin dan giat melakukan tugas yang telah dipikulkan kepadanya, membutuhkan orang-orang yang dapat bertanggung jawab dan tahu akan kewajibannya, pandai menggunakan akal pikirannya atau berinisiatif dan melaksanakan tugasnya sehingga selalu mencari kebaikan dan Pendidikan masyarakat harus diarahkan dan dirancang serta dilaksanakan untuk memberdayakan anggota masyarakat agar mampu melihat peluang yang ada di sekitarnya dan kemudian mengelolanya untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Hal ini berarti pendidikan masyarakat mewujudkan dan mengintegrasikan program pembelajarannya dengan pengalaman hidup. Sikap sosialisasi diri di dalam masyarakat adalah essensial, karena setiap individu tidak akan mudah mempertahankan hidupnya apabila anak tidak belajar bagaimana caranya mengadaptasikan diri dalam masyarakat itu. Mereka mesti menyesuaikan diri dengan masyarakatnya di mana dia berada. Para pemuda dalam usia yang muda itu, mudah sekali buat belajar, akan tetapi mereka tidak akan dapat belajar baik, apabila mereka dibiarkan dengan sumber-sumber mereka yang terbatas itu saja. Masyarakat telah membentuk lembaga-lembaga pendidikan, seperti sekolahsekolah sebagai sarana menjamin kelangsungan hidup dan kebudayaan mereka melalui para pemudanya. Apa yang akan diajarkan dan bagaimana mengajarkannya. Hamdani Ali. Filsafat Pendidikan Cet. Yogyakarta: Kota Kembang, 1993, hlm. MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018 Ni Made Sri A Tripusat Pendidikan Sebagai. tergantung kepada bentuk masyarakat itu dan tingkatan perkembangan kebudayaan yang terdapat dalam masyarakat tempat mengaktualisasikan diri. Terbentuknya Kemandirian Anak Program-program pendidikan kemasyarakatan bertujuan untuk mewujudkan warga belajar memiliki pengetahuan, kemampuan dan sikap lebih mandiri, kreatif dan dinamis dalam rangka meningkatkan kualitas hidup anak. Program pembelajaran selalu diarahkan untuk menyiapkan warga belajar yang mandiri dengan mengembangkan program yang sesuai dengan potensi lingkungan di mana mereka Program pembelajaran dirancang bukan sekedar untuk mengetahui saja tetapi untuk bisa, dan hal itulah yang menyebabkan program pendidikan masyarakat harus fungsional dan bertumpu pada usaha penyiapan warga masyarakat untuk hidup mandiri dan terus belajar sepanjang hidupnya. Pendidikan masyarakat cukup proaktif dalam menyiapkan warga masyarakat untuk tidak terus menggantungkan diri pada apa yang disajikan pemerintah. Mereka harus menciptakan lapangan kerja sendiri, berdasarkan pengetahuan yang diperoleh Dalam kehidupam masyarakatlah dapat dibuktikan dan direalisasikan dari teori-teori pendidikan dan pengajaran yang telah didapatkan. Dalam masyarakat pula kemandirian anak akan teruji. Dalam konteks pendidikan, lingkungan masyarakat merupakan lembaga pendidikan selain keluarga dan sekolah yang membentuk kebiasaan, minat, pengetahuan, sikap, kesusilaan, kemasyarakatan dan keagamaan anak. 21 Di masyarakatlah anak melakukan pergaulan yang berlangsung secara informal. Oleh karena itu, dalam pergaulan sehari-hari antara seorang dengan anggota masyarakat lainnya, menyadarkan anak akan pentingnya kemandirian, tidak lagi mengandalkan keadaan keluarga. Anak betul-betul harus mengandalkan kemampuan sendiri. Djumberansyah Indar. Filsafat Pendidikan . Surabaya: Abditama, 1994, hlm. MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018 Ni Made Sri A Tripusat Pendidikan Sebagai. SIMPULAN Dari analisis di atas, dapat dikemukakan beberapa simpulan, yaitu: Tripusat pendidikan adalah tiga pusat pendidikan yang secara bertahap dan terpadu mengemban suatu tanggung jawab pendidikan bagi anak. Ketiga pusat pendidikan yang dimaksud meliputi pendidikan dalam lingkungan keluarga, pendidikan dalam lingkungan sekolah dan pendidikan dalam lingkungan Ketiga penanggung jawab pendidikan ini dituntut melakukan saling kerjasama secara komprehensif. Lingkungan keluarga yang merupakan lingkungan pertama dan dianggap sebagi peletak dasar pendidikan anak yang sekaligus awal dari pendidikan yang akan ditempuh selanjutnya juga sangat berperan dalam pembentukan kepribadian. Lingkungan sekolah adalah lingkungan kedua yang dihadapi oleh anak. Pendidikan dalam lingkungan sekolah mempunyai dasar, tujuan, isi, metode dan syarat-syarat lain yang disusun secara sistematis dalam bentuk kurikulum. Oleh karena itu, sekolah dianggap sebagai peletak dasar pengetahuan ilmiah. Sementara itu, dalam lingkungan masyarakat anak akan merealisasikan sejumlah teori pendidikan dan pengajaran yang pernah diajarkan dalam lembaga Sebab mengaktualisasikan dan melibatkan diri dalam lingkungan masyarakat. Implikasi tripusat pendidikan sangat mempengaruhi anak sebagai lembaga pengembangan teori pembelajaran dalam segala segi, baik yang menyangkut pertumbuhan, perkembangan maupun masa depannya. Penerapan tripusat pendidikan yang terpadu dapat menjadikan anak didik memiliki kepribadian yang utuh dan bertanggung jawab serta berguna bagi agama, nusa, dan bangsa. Pada prinsipnya, mendidik merupakan pemberian tuntunan, bantuan dan pertolongan kepada anak didik. Dalam pengertian memberi tuntunan telah tersimpul suatu dasar pengakuan bahwa anak memilki potensi untuk berkembang. Untuk menjamin berkembangnya potensi-potensi tersebut agar menjadi lancar dan terarah, diperlukan pertolongan dan tuntunan dari luar yang disebut dengan lingkungan. 43 MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018 Ni Made Sri A Tripusat Pendidikan Sebagai. Dalam konteks pendidikan, lingkungan yang dengan sengaja diciptakan untuk mempengaruhi perkembangan anak ada tiga yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Oleh karena itu, para pendidik dalam tiga lingkungan tersebut, senantiasa melakukan kerja sama yang baik untuk mengarahkan dan mengembangkan anak didik dalam menjalani kehidupanya di era kemajuan yang semakin mengglobal. MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018 Ni Made Sri A Tripusat Pendidikan Sebagai. DAFTAR PUSTAKA