Rh8bvnDlstasi :seorang ntara itu ng telah a t egalir, sosial :iaklah i f,cros, )Ci:utar rva ada 'lanusia g dicinrealitas r,akuan L tld - i,<-iugas l3NUSIA 'c. El^ar t ar tE. \'ang ,mab li Tibyanfi Ma'rifatAl-Adyen (SuntinganTeks. KaryaIntelektualMuslim, dan KaryaSejarah Agama-agamaAbad ke- . Dr. Alef Tberia 'W'asim,M. ProgramPascaSarjanaIAIN SunanKaliiaga,yogyakana,j. isertasiini mengambil objek salahsatu karya sastrakitab abad ke-l7 yang berjudul TibydnfrMa'rifat al-Adyiin. Karyaini ditulis oleh Ntru 'l-Din selaku penasihatdan atasperinrahsulganahgafiatu,l-Din syah. 'l-Din Ntru adalah ulama besar pada masanya dengan latar belakang lingkungan yang sangat luas : India tempat ia dilahirkan. Mekah tempat ia tumbuh, dewasa, memperoleh pendidikan, dan memperdalam ilmu pengetahuan,dan. Melayu sertaAceh tempat ia menjadi matang,melakukan darma bakti, dan mengajarkanilmunya. sebagai akibat berkembangnyadan tersebarnyaag ma Islam, dunia Islam dari segi geopolitis dan pemahaman serta penghayat^nkeagamaan dapat dikatakan terpilah-pilah. u 'l-Din hidup dalam suaru masyarakat yang pluralis, baik dalam agama,etnis, budaya,pemikiran, maupun dalam pengalaman serta penghay^tan keagamaan. Beberapa karya pemikiran dan penghayatankeagamaan dari intelektual muslim telah muncul di India sebelum abad ke-77. pemikiran, pengalaman, dan penghayatan keagamaan dimaksud diduga ada kaitannya dengan pandangan dan pemikiran keagamaan dalam Tiblfrn Ma,rifat al-Adyiin. Nuru 'l-Din belajar dari berbagai ulama Mekah. Dengan sendirinya ia hidup dalam jaringan ulama-ulama besar yang berasal dari berba gai negara, termasuk India. Melayu, dan Indonesia . Sebelum datang di Aceh ia telah mengenal masyarakatMelayu atau Jawi di koloni-koloni yang ada di Mekah. Di India, ia hidup dalam lingkungan masyarakatyang pluralis. India merupakan wilayah tumbuh dan semaraknyasekte-sektekeagamaanyang di antaranya agamayang tergolong primitif . nimisme, dinamisme, magi. , agamadualis (Majusi. Zoroaste. , agama-agamaetnis, danagamayang Al-Jantt'ah. No. 59 I 996 dianut pada masanya(Buddha. Hindu. Yahudi. Kristen, dan Isla. Ketika ia belajar di Mekah, banyak ulama dari berbagai negara yang mengaiar berbagai ilmu menurut keahlian masing-masing. Karena itu, pluralitas pemahaman, pengalaman, dan penghayatan keagamaan, didapatinya di Mekah. Pada waktu ia berada di Aceh, terjadi ketegangan antarabeberapa pemahaman dan penghay^t^n^gama Islam. Ini menunjukkan adanya pluralitas dalam pemahaman dan penghay^tan keagamaan Islam di Aceh. Tibydn, objek penelitian disertasi, lahir dalam situasi yang demikian. Penelitian disertasi ini bersifat deskriptif-analisis, mendeskripsikan dan rnengungkapkan pemikiran dan pandangan N. u'l-Din tentang agama-agama yang terekspresikandalam karyanya. Adapun sifat data penelitian berupa naskahdan teks karena Tifufrn merupakandokumen tulisan tangan. Dengan rnempertimbangkansifat data dalam penelitian, akan dilakukan pendekatan filologis dan historis-kritis. Pertama-tamadilakukan koieksi naskah yang ada di berbagai tempat penyimpanan naskah. Di antaranyadi negeri Belanda. Perancis,Inggris. Kuala Lumpur, dan Aceh. Setelahnaskah-naskahterkoleksi, dilakukan pembandingan. Sebagaihasil perbandinganterseleksitiga naskah yang dipandang lengkap dan utuh, dilihat dari lumlah halamanyang lengkap, teks yang terbaca, dan tidak terlalu banyak cacat dan korup, dengan mengambil standard naskah Leiden. Cod. Or. Naskah-naskah Amsterdam. Breda, dan Kuala Lumpur, hanya memuat sebagian kecil saja dari teks. Naskah Aceh tidak lengkap karena beberapahalaman hilang dan Naskah London selain terdapat dua bentuk dan gaya tulisan, bagian pokok pemikiran penulisnyahilang. NaskahLeiden Cod. Or. 3297 dipandang lebih lengkap dan utuh. karena itu dipilih sebagai naskah yang dijadikan objek penelitian, untuk dilakukan suntingan. Mengingat teks naskah Tibydn memuat pernyataan pandangan dan pemikiran penulisnya, dalam penelitian ini selain digunakan pendekatan filologis juga digunakan pendekatan historis-kritis. Peristiwa yang teriadi dalam lingkungan hidup penulis naskah dipandang sebagai latar bagi pemikiran dan pandangannya tentang agam -agama, dan pernyataan dimaksud dipandang sebagaikritik sejarahdalam lingkungan Mekah-lndiaMelayu (Ace. Disadari,bahwa dalam Tibydn,ada pengungkapankata dan kalimat yang ambigu. Untuk itu, walaupun memanfaatkanbantuan kamus, leksikografi, dan kamus istilah teknis, tetap disadari bahwa ketiganya ini membantu hanya salah satunya saja dafi kemungkinan artian yang dimaksud Tifudn merekam sekian arti. Perlu diraih, bahwa kata-katayang Al-Jamt',ab,No. termuat dalarn Tibyfut memperlihatkan m dari situ dapat dir-nengerti agama-agankritik dalam penelitian ini adalah ntenq demikian dapat ditemukan perkembang: dan sosial-budaya. Pemaharnan ide dar diupayakan dengan seobjektif mungkir clijauhi sehingga penilaian subjektif *. M c n g i n g r t s t r u k t u r r u a n g c l a ns v r k : * koloni-koloni Mekal-r-Inclia-Melayu dirnaksr-rd,sarnpai dengan waktu iru. i:r. fikih, usul flkiir, haclis, tafsir, kalanr i-,: kekhasan, beda dari kelazirlan, karc. n, : bahkan tentang ager-na-agalna dengrn -o pula dengan penciekatan kesejarah:: b e r l n g k . r t d a r i s r - r r t t b elrj e r a n v l l n g : r : . t e t a p i j u g a b e r a n g k a t c l a r ik e n y a t a t D \ . r 1 r beragarna yang nlerupakan realit:rster. u 'l-Drn dibesarkan. tuntbuh ::: t a n g , d a l a m l i n g k u n g a n L l t a r n ap e n e r i t * - . kan karya puncak n'aktu mengaiar. :tr, : r f e k s i ,y a n g t i d a k t e r p i s a h k a nc l a n s : : - . k e : . t g l r t n r u tdnr p r r n d r r n g n y ,s i l r n J ( i - r : . vang lain dilelaskan dengen berdas:r:,. d e n g a n m e r . t r p e r t i m b a n g k asni s i b u . ' , . c l e n g a nf e n o m e n a b u r d a y l rd a n p s : i : . - . esama yang cukup objektif. S e b a g a i s u a t u l i n g k u n g a n n t : l : : : . b i d a n g e k o n o r n i , p o l i t i s , s o s r a l . r l . - r , : - : pernikiran keagamaan. Sangat ntun:-. sering terganggu dan membr\\'-,. r,:t. lingkungan masyarakat beragatni :r::. tjaran Islarn yang sempat merlbrn, 'l-Din Sulganah$afiatu Syah, selak. at e n t a n g e g a m a - a g a m rd e n g a n r = r t : i penasihatnya menulis kitab Tibta': _'i-'li" 'l-Din karya puncak Nuru flar. 'r. r-r". Aceh. sebab ia masih ntenvebut-l',e:-: l an i'al. No. 59/ I lX 'oo termuardalam Tibyanmemperlihatkantatamakna yang sebenarnya,sehingga dari situ dapat dirnengerri agama-agamadalam sejarah. Dimaksud dengan kritik dalam penelitian ini adalah mengikuti pemikiran Ntru ,l-Din. demikiandapat diternukanperkembanganinrelektualnyayang,berlatarreligi dan sosial-budaya. pemahaman ide dan pemikrrannya dalan penelitian ini diupayakandenganseobjektifmungkin clanpernerkosaan cliiauhisehinggapenilaiansubjektifdapat dihindari. Mengingatstrukrurruang dan wakru,makadalarnpendeskripsian Tib. koloni-koloniMekah-lndia-Melayu abadke-17cliberiperhatian. Dalarnkoloni dimaksud,sampaidenganwaktu itu, lahir beberapasastrakitab yang memuar fikih, usul fikih, haclis,taf"sir,kalam, dan rasawr. Narnr-rn. Tibyartmemiliki kekhasan,beda dari kelaziman. karenarre*uar infbnnasiyang . bahkan tenrang agama-agamadengan sekte-. yang pernah acJa. pula dengan pendekatan kesejarahan. cara penjelasannya,bukan hanya berangkatdari surnber ljaran yang rercentumclalamkitab suci saja,akan tetapiluga berangkatclarikenyataanyang benar-benaraclaclalarnmasyarakat beragarnayang merupakanrealitasf'enolnenal. Nlru 'l-Din dibesarkan,tumbuh, berkembang,rnenjadidewasa,dan matang,dalamlingkunganutarnapertemuanularna-ularna Asia. Tibydnmerupakan karya puncak u'akru mengalarniaktualisasi-cliri, rasa harga diri, dan afeksi,yang tidak terpisahkandari situasipoliris. I)alarnpeahtya inr, sisrem keagarnaandipandangnyasarnadan keragarnanclalarnsatu agalnadengan vang lain dijelaskandenganberdasarkanstrukturrLlang,strukturwaktu, dan sisi budaya. dengan f'enomenabudaya dan psikologisdan dengan penjelasanpluralitas agamayang cukurpobjekrif. sebagai suatu lingkungan maritir. n,Aceh bersifatterbr-rka. baik dalarn bidang ekonomi, politis, sosial,lnaupun budaya, termasukclalamide clan pemikiran keagamaan Sangarmungkin bahwa Aceh clengankondisi pluralis sering terganggu dan membawa kepada ketidakstabilan. Apalagi dalam lingkungan masyarakatberagamasencliriterdapatperbeclaanpemahaman ajaranIslam yang sempatmembawakonflik keagarnaan. Maka waiarbilamana Sultanahgafiatu'l-Din syah, selakupenguasatertinggi,memerlukaninfbrmasi rentang ag ma-lgama dengan berbagai sektenya, dan memerintahkan penasihatnya menulis kitab Tibltdnfi Ma- rifat al-Adydn. Tibydn merupakan karya puncak Ntru 'l-Din , namun bukannyaberartiyang terakhir ditulis di Aceh. sebab ia masih menyebur-nyebut Tibydn dalam karyanya yang lain, r^n, rrena itu, r lslam di ikan dan T3-agama r:, berupa r Dengan r-angada Belanda, :rkoleksi, p naskah r-naskah recil saja Jangdan gan dan g terjadi 'tar bagi :nvataan ih-Indiakata dan r kamus, pnva ini i'r'laksud ea yang *t. 1l-luni alr. No. 59/IVX pembahasan teologis dan filosofis. sehingga tetap berada dalam agamai ran merupakansuatu ideologi. Pendekatanr' di abad ke-17 memberi pengertian bah rasional sebab memperhatikan aspek k "kebenaranmutlak". Walaupun ada ke pengalaman-pengalamanbaru, namu keagamaanperlu dimasukkan dalam it: suatu hal yang wajar apabila ia berkeva ling benar. Karena itu, ia ingin men pendengar dan pembaca karyanya. Bahwa "pembahasanstudi agaml4. lam" sudah terdapat di Indonesia at pengkajian sastrakitab abad-abadas"ei baru tentang Islam di Indonesia. bersumberdari sejarahkolonial. SeiarahI sering dikaitkan dengan benteng. makna sastra kitab pada masa as'al I: \ r ' a w a s a np e m a h a m a n b a r u t e n t a n terekspresikandalam berbagaikan'a asr dokumen berupa manuskrip-manuskn dimaksud, di antaranyamenyangku: r politik, hukurn, budaya,dan bukan rnu Tibydn fi Ma'rifat ala,dyan mernr. bagi teks, bagi naskah itu sendiri. b:g: ),I. u 'l-Din sendiri,makna teologis. C:n n bagi dakwah. Makna bagi teks dan naskahnr-r penelitiancukup utuh dan lengkap: anrn dari awal sampai akhir. Dari sisi mua:" historisnya agama-agma, pemikiran ka pengalamandan penghayatanekspenen mengekspresikankritik yang kera-s rna Teks Aceh cenderung ada pengh struktur ruang dan waktu, masing-masrrg Situasi penyalinan naskah Aceh -sudai:r dari situasi kondisi penulisan dan penr y^itu Md' al-Haydt li Ahl al-Marndt danJau'dbir al-- Uum fi Kdsbf al-Ma- lurn. 'l-Din yang cukup unik tentang Disertasi ini menemukan pandangan Ntru agama-agamadan ada visi teologis sebagaisintesis baru yang cukup modest terhadap sektarian yang ada waktu itu. Dalam melakukan pembahasan,ia menggunakan metode eksposisifdemonstratif, bukannya metode elenktis dan juga bukan apologis. Artinya dalam menjelaskan agama-agamaia berupaya memaparkannya secara gamblang sehingga dapat dimengerti mengapa ada perbedaan dan mengapa ada persamaandi dalamnya. Ini dilakukan selain dengan berangkat dari ajarankeagamaanjuga dengan memperhatikan realitas f'enornenal. Tidak apologissebabtidak karenadiserang. Tidakelenktis karena Tibyanbukan suatukarya tidak hanya menunjukkankesalahan-kesalahan apologis dan bukan karya elenktis. Dibanding dengan keduanya, cara eksposisif lebih lunak dan akomodatif. Ia berupaya mendeskripsikanyang ada, melakukan analisis perbandingan teologis, kritik filosofis, dan analisis psikologis sufis. Ia juga menawarkanpilihan yang bersifat modest. Pembahasantentang agama-agamadilakukannya dengan pendekatan historis euolutif-spiralis dan metode teologiskomparati"f. Dengan menerapkan m e t o d e p e r b a n d i n g a n b u k a n n y a m e m p e r s e m p i tb a h k a n s e b a l i k n y a memperluascakupan dan wawasan. sebabdilakukannya dalam intraagarna dan antaragama. Dengan demikian pendengar dan pembacanya akan rremiliki penjelasan yang kaya. Tibydn mempunvai makna sebagai karya sejarah^g ma-ag ma. Ini mendukung pemahamanbahwa kalau dalam studi agama-r:gma,di Baratilmu perbandinganagamaberkembang,di dunia Timur dasar-dasarperbandinganag ma diletakkan oleh lbn flazm. Al-Shahrastani. Al-Baghdadi,dan Al-BirDni,maka di dunia lvlelal'u,dasar-dasarperbandingan 'l-Din al-I{Xniriabad ke-17, tepatnya di Aceh. ^g ro diletakkan oleh Ntrru Karya ini merupakankarya infbrmatif mengenai ^gama-agam yang disusun dalam bahasaMelayu dan ditulis dalam huruf Jawi, pada waktu teriemahan karya sejarah agama-ag ma etau perbanding^n ag ma dalam bahasa Melayu belum ada. Di dunia Melayu. Tibydn dengan pendekatandan metode pembahasan agama-agamaprimitif, agaml kuna, dan ^gam -^gama abad pertengahan, disiplin-disiplinlain sebagailmu bantu,namunmampu belum memanf'aatkan memuat penielasanyangkaya dan cukup obiektif. walaupun melihat ag^maagam yangada sampai dengan abadke-l7lebih cenderung secaraskriptural. Tibydndisusunsebelumilmu-ilmu sosialdigunakanuntuk melakukananalisis, di dunia Islam. Dengan sendirinya, bersifat normatif sebagaimanalazimnya Al-Jamt'ab. No. tlJani'ab. No. al--\. '\fim. rnik tentang k'ta modest bahasan,ia =:. gzpa ada rkan selain k"n realitas *::s karena s:-,. -:u Vang br, analisis te::erapkan e:aliknya :raagarnA arra akan ngai karya am studi l-:::a Timur i:,'nrasEini, r:,ndingan : Ji Aceh. :-gdisusun :=::emahan :s: \. layu e:loahasan :::engahan, r*:'rrnampu rh:r agamar shptural. l:r rnalisis, n lazimnya pembahasan teologis dan filosofis. Tibydn juga memperhatikan sisi sufis sehingga tetap berada dalam ag ma. tanpa sisi mistis dan sufis, agama hanya merupakansuatu ideologi. Pendekatanyang bersifatnormatif yang dilakukan di abad ke-17 memberi pengertian bahwa ilmu agama tidak hanya bersifat rasional sebab memperhatikan aspek kewahyuan yang dipandang sebagai "kebenaran mutlak". laupun ada kesan sikap kurang terbuka terhadap pengalaman-pengalamanbaru, namun memberi kesan bahwa doktrin keagamaanperlu dimasukkan dalam kajian dan studi keagamaan. Adalah suatu hal yang wajar apabila ia berkeyakinan bahwa agamanyalahyang paIing benar. Karena iru, ia ingin mengkomunikasikannya kepada para pendengar dan pembaca karyanya. Bahwa "pembahasanstudi agama-agamayang menerangkanagama Islam" sudah terdapat di Indonesia abad ke-17, memberi pemahaman pengkajian sastrakitab abad-abadawal akan dapat merekonstruksisejarah baru tentang Islam di Indonesia, yang selama ini sejarah Islam banyak bersumberdari sejarahkolonial. SejarahIslam Indonesiadari sumber kolonial sering dikaitkan dengan benteng, serangan,dan perlawanan. Dipahaminya makna sastra kitab pada masa awal Islam di lndonesia, akan membuka wawasan pemahaman baru tentang Islam Indonesia sebagaimana terekspresikandalam berbagaikarya awal yang masih merupakan dokumendokumen berupa manuskrip-manuskrip. Karya dalam bidang keagamaan dimaksud, di antaranyamenyangkut ide, pemikiran, penclidikan,sosial, politik, hukurn, budaya,dan bukan mustahildalam ekonomi" Tibydnfi Ma'rifat al-Adydn memiliki arti dan makna rersencliri. Makna bagi teks, bagi naskah itu sendiri, bagi pendengar dan pembacanya, bagi \r. rru 'l-Din sendiri,makna teologis,dan makna bagi ilmu agam . Juga,makna bagi dakwah. Makna bagi teks dan naskahnya,bahwa reks yang dijadikan acuan penelitian cukup utuh dan lengkap. artinyajumlah halamanutuh dan rerbaca dari awal sampai akhir. Dari sisi muatan informasi keagamaan mencakup historisnya agama-agma, pemikiran keagamaanteologis dan filosofis, dan pengalamandan penghayataneksperiensielsufis. Kalau teks cod. mengekspresikankritik yang keras, maka naskah Aceh lebih lembut dan !unak. Teks Aceh cenderung ada penghalusansikap oleh penyalinnya. Dari strukturruang dan waktu, masing-masingteks memiliki pemaknaantersendiri. situasi penyalinan naskah Aceh sudah tidak dipenuhi konflik tajam. Bed^ dari situasi kondisi penulisan dan penyalinan naskah Cod. Or. 3291 yang ilJani'ab. No. 5/1996 cenderung menggamb^rk^n adanya pertentangan taiam yang dianggap membahayakanpenghay^tan agamadan mengganggustabilitaspemerintahan. Teks London, disalin oleh lebih dari satu orang. Diduga kuat, penyalinpenyalinnya ingin melakukan sinkrelisasl,sehinggawalaupun dalam situasi ada pertentangan namun ada upaya mempertemukan. Adapun facsimil. Cod. Or. 3297 terbitan P. Voorhoeve yang selama ini dipandang sama persis dengan Cod. Or. 329I, telah mengalami pengubahan. baik pengurangan, penambahan,maupun penghapusan. Makna teks dan naskah bagi pende^g rnya dan pembacanya,bahwa Tibydn disusun atas perintah penguasa tertinggi Aceh dan merupakan penjelasanyang mewakili penguasauntuk menjelaskanadanya sekte-sekte yang hidup cli Aceh waktu itu. dengan demikian pembacanyadengan jelas rnengetahuiperbedaandan persamaan,dan mampu mengetahui kebenaran yang dipandang"ltaqQ' oleh pemerintah,di sampingmampu mempertahankan kebenarankeyakinanyang telah mereka anut. Hal ini teiah memperlancar arus kornunikasi penyebaran agama Islam. Dengan teks yang disusun dalam bahasaNlelayudan huruf Jawi, diharapkan dapat dimengertioleh kalanganluas. Bukan hanya masyarakatAceh safa,akan tetapi masyarakatyang berbahasaNlelayubaik dalam dunia Melayu sendirimaupun di lingkunganMekahdan India,sekaligusdapatmenciptakan ketenangandan rneniadakankebingungan masyarakatawarrl. Dengan demikian teks rnerniliki arti dan rnakna bagi pendengardan pembacanya. rnerekaakan mendapatkaninfbrmasitentangkebenarandenganpandangan dan wawasanyang luas. 'l-Din sendiri. Tibydn menunjukkan bahwa ia Makna teks bagi N. u memiliki pengetahuanluas tentangagam -^g m y^ng ada sehinggadengan luas tersebutia mampu rnemberikanpenjelasandan beberapa Di sampingitu. Tibyanmenuniukkanbahwa ia bertanggungjawab -^g istikmd. yang disesuaikandengan ruang dan sebagaieuolusiperJektil'@uolusi Kemampuantersebutkarenalingkunganpergaulanny^yangluas,yaitu dunia Islam dan clunia Melayu, dan lingkungan pergaulandalam iaringan ularnadunia yang ada dalamlingkungankoloni-kolonidi Mekah. Pendekatan dan metode yang dilakukan menunjukkankeorisinalanpemikirannYayang disesuaikandengan kebutuhan masyarakatberagamauntuk memberikan penjelasantentang agama-agama. Arti dan makna teologis Tibydn, bahwa karya ini membahasteologi Is220 pembahasan teologis dan filoscfis sehingga tetap berada dalam agaff-. merupakan suatu ideologi pendek:= di abad ke-17 memberi pengenia:. rasional sebab memperhatikan as:ci "kebenaran mudak". Valaupun :. pengalaman-pengalaman keagamaan perlu dimasukkan cr. juatu nal Vang walar apabila te i-,::. irng benar. Karena itu. ia ing:: :: p e n d e n g a r c l a n D e l l t D e c ak a n r n . B a h w a " p e n i b a h a s a ns r u c i r: ! : , : : r - lam" sudah terdapat di Indone>. p e n g k a j i a n s a s t r ak i t a b a b a d - a D a : : r baru tentang Islam di Inclonesi: bersumber dari sejarah kolonial Se:. sering dikaitkan dengan benreng . rnakna sastra kitab pada mas: ::r. \\'awasan pemahaman baru :::. terexspresikan aalam berbagar k::-. -* ,. dokumen berupa manuskrip-fn3l-::. dimaksud, di antaranyz rnCr\-3rr::_l politik, hukurn, budaya, dan bux:. : :_ Tibytut -/i Ma'rifat al-Act-t. clt:-. ::, bagi teks, bagi naskah iru senc::. : J Itrlru 'l-Din sendiri, makna reoics:: :::. bagi dakwah Makna oagi reks dan n3_r*. :_:. penelitian cukup utuh dan lengka: :::: dari awal sampai akhir. Dari sr:: . :--. historisnya agama-agama. peml,\l::. pengalaman dan penghar. ahn eksle:ie mengekspresikan kritik vang ke=s :: Teks Aceh cenderung ada pc:. struktur ruang dan waktu. masing-:: ":. Situasi penyalinan naskah Aceh suc::. dari situasi kondisi penulisan dar: eer Al-lLnri'ab. No. t9/ I yx Ulortl'ab. No. 3ranggap :rntahan. len!'alinJ:i situasi ,ltcsimild ni persis iui3n$ZO, i Sahwa r:'-jcakan k:e-sekte e'i jelas 3:Cnaran 'u:3nkan le ilancar w'i. dihakrt Aceh i -\Iela1'u rc:ptakan )engan :-:irngan 13t\r,a ia r Jengan )eiarah^gama-^gamadengan berbag 3engannabi Muhammad. Penielasan -kte Yahudi,Kristiani,dan Islam Fer am dalam sikuen sejarahagama-aglft: r-ang lengkap pada waktu itu. bersumberdari Al-Qur'an,ranpamenu 'angbersifatlokal, regional. dan r. rgamasihlazim dilakukan oleh ahj: :r Cikatakan bahwa ta adalah perinrrs a igama arau perbandinganagama dt inr dan wawasanyang luas. 'l-Din sendiri. Tibl'dtt menuniukkan bahwa ia Makna teks bagi N. u memiliki pengetahuanluas tentang ag ma-agamay^ng aclasehinggaclengan pengetahuanluas tersebutia mampu memberikanpenielasandan beberapa Di samping itu. Tibydn menunjukkan bahwa ia bertanggungiawabdan cukup modern. Ia juga mampu mendudukkan rentetansejarah'agam'agama sebagaieuolusiperfekti,f. yaog disesuaikandenganruang dan Kemampuantersebutkarenalingkunganpergaulannyayangluas,yaitu dunia Islam dan dunia Melayu, dan lingkungan pergaulandalam jaringan ulama dunia yang ada dalamlingkungankoloni-koloni di Mekah. Pendekatan dan metode yang dilakukan menuniukkan keorisinalanpemikirannya Yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat beragama untuk memberikan penjelasan tentang agama'ag ma. Arti dan makna teologis Tibydn, bahwa karya ini membahas teologi Is- Al-Jailt'ah. No. #'ab, 5gI9X dianggap penyalinrm situasi na persis ,urangan, :rupakan *:e-sekte rgan lelas diharftatAceh a \lelayu Dengan lam dengan menggunakan pendekatan perbandingan teologis dari berbagai sekte dalam Islam. Tifudnmemberi penilaian dan penjerar"i,. masing-masing sekte dan melakukan kritik, waraupun kadang-kadang mengemukakanvisi teologi sendiri. yang dilakukan oleh Niru ,l_Din tersebut merupakan hal baru di Indonesia pada abaclitudan mungkin merupakan baru satu-satunya karya pendekatan perbandingan teorogis / agarna waktu rtu' Timbulnya sekte dalam agam' merupakan pertumbuhan dan perkembangan pemahaman ^gama. Kemampuan akar manusia daram memahamifenomenakeagamaanmenimbulkan keragaman penghayatan,kemudian melembagadan menjadi sekte-sekte. dan perkembanganbudaya mendorong timbulnya sekte-sekte dalam agama. Arti dan makna bagi ilmu agama,bahwa dengan Tibydn ia menjeraskan sejarah agama-agamadengan berbagal sektenva sejak nabi Adam sampai ciengannabi Muhammad. sekte Yahudi. Kristiani, dan Islam. kedudukan agama Is_ ramdalam sikuen sejarahagama-agama, merupakankaryastudiagama-agama 'ang lengkap pada waktu iru. pendekatan yang dilakukan walaupun bersumberdari Al-eur'an, . onpa meninggarkanrearitas sejarah agama-^gama r-angbersifatlokal, regional, cJanyangpopurer. pendekaun yang ditempuhnya rugamasih lazim dilakukan oleh ahliseiarah agama-agama de*as, ini. Dapat cikatakan bahwa ia adarahperintis atau peletak dasar bagi studi agamaf,gamaamu perbandingan agamadi Indonesia. rah*'a ia a dengan rs-abdan x3-agama uang dan i:ringan nva yang rclogi Is- ,w. ftr'J,t&. ?:rl