SOSIALISASI PEMBUATAN KOMPOS DI DESABATUR SARI KECAMATAN SIRAMPOG Aldi Budi Riyanta1. Dwi Sari Astuti2. Ibnu Taruna Pratama3 Email: aldibudiriyanta@yahoo. 1,2,3 Di Farmasi Politeknik Harapan Bersama Jln. Mataram No. 09 Tegal Abstrak Sampah merupakan permasalahan utama di daerah-daerah pegunungan dalam pengolahannya. Masyarakat desa Batursari kecamatan Sirampog belum terbiasa membuang sampah pada tempatnya. Sehingga perlu adanya sosialisasi mengenai bagaimana membuang sampah pada tempatnya dan bagaimana mengolah sampah menjadi kompos. Kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobic. Penyuluhan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan bagi masyarakat desa Cawitali dalam rangka mengembangkan potensi hasil pertanian khususnya nutrisi untuk tanah dengan mengolah sampah rumah tangga dan memberikan pengetahuan mengenai cara membuat tong sampah modifikasi sebagai dekomposer sampah organik. Kompos yang dibuat dari sampah rumah tangga yang ada disekitar desa Batursari, seperti daun, sisa makanan, dan sampah organik lainnya. Sampah organik dipilih karena sifatnya yang mudah terurai dan sederhana. Hasil pelatihan ini yaitu peningkatan pemahaman mengenai sampah rumah tangga yang dapat dijadikan bahan untuk pupuk kompos yang berguna untuk mengembalikan nutrisi tanahyang ada di desa cawitali dan tentunya akan meningkatkan produksi hasil pertanian sekitar. Kata kunci : Kompos, sampah rumah tangga, nutrisi tanah Pendahuluan Sirampog adalah sebuah kecamatan di kabupaten brebes jawa tengah indonesia dengan kode pos 52272 dengan luas wilayah 67,03 km2 dengan jumlah 753 jiwa dengan kepadatan 936/jiwa km2. Sirampog terletak di ujung tenggara wilayah kabupaten brebes, dan berbatasan langsung dengan dengan kabupaten tegal di bagian barat kecamatan sirampog merupakan dataran rendah seperti desa benda, desa kaliloka, dan desa manggis sedangkan di bagian timur merupakan dataran tinggi dan merupakan pegunungan seprti desa mendala, desa sridadi, desa kaligiri, desa dawuhan, desa batursari, desa igir klanceng, dan desa sawangan sedangkan pusat pemerintahan batas wilayah . Timur : Bumijawa. Kabupaten TegalUtara : Kecamatan Tonjong. Kecamatan Bumiayu Selatan : Baturaden. Kabupaten Banyumas Barat: Kecamatan Paguyangan Kecamatan Sirampog merupakan penghasil sayuran untuk daerah bumiayu, tonjong, dan ajibarang di kecamatan ini juga terdapat mata air kaligiri yang menyuplai air ke kabupaten brebes, kabupaten tegal dan kota tegal . Mayoritas penduduk sirampog bekerja sebagai petani sayuran di dataran tinggi dan petani padi di dataran rendah. Kecamatan sirampog terdiri dari 13 desa yaitu Batursari. Benda, wanareja, sridadi, mlayang, mendala, manggis, buniwah, dawuhan, igirklanceng, kaligiri, kaliloka, plompong . Desa Batursari terletak dibagian utara kecamatan Sirampog berbatasan langsung dengan Desa Batumirah Kecamatan Bumijawa kabupaten Tegal. Masyarakat desa Batur sari pada umumnya bekerja sebagai petani. Kegiatan harian yang dilakukan masyarakat desa Batursari selain bercocok tanam yaitu pedagang sayur yang didistribusikan ke pasarpasar di wilayah sekitar kota kecamatan maupun sekitar kecamatan Bumijawa. Masyarakat desa Batursari diselasela kesibukannya bekerja sebagai petani. Mereka mengadakan perkumpulan seperti pengajian, dan untuk tentu membahas juga mengenai penyuluhan-penyuluhan Moment ini kami gunakan untuk memberikan sosialisasi mengenai kompos dan tanaman herbal berkhasiat obat dalam skala keluarga (TOGA). Gambar 1. Lokasi desa Batursari Kecamatan Sirampog1 Sosialisasi dilaksanakan di rumah warga dengan pemaparan keadaan lingkungan sekitar kemudian membahas mengenai kebiasaan penduduk yang membuang sampah Kegiatan ini bertujuan untuk mengenalkan sejak dini untuk selalu menjaga lingkungan tetap bersih pembuatan kompos. Kompos yang digunakan merupakan hasil samping dari kegiatan rumah tangga. Bahan kompos bisa terdiri sampah daundaunan yang ada dipekarangan rumah atau disekitarnya. Kemudian sampah organik yang berupa sisa makanan berupa nasi, sayuran, dan lainnya. Kompos dari sampah rumah tangga ini memiliki beberapa keuntungan seperti. Bahan baku yang diperoleh dapat dengan mudah kita dapatkan karena berada disekitar kita lantaran bahan yang digunakan adalah sampah rumah . Pembuatan sederhana karena tidak membutuhkan alat yang rumit bisa memanfaatkan bahan drum bekas sebagai wadahnya. Kompos digunakan karena bisa langsung dicampurkan dengan tanah. Kompos yang dibuat aman, karena tidak mengandung bahan kimia . Kompos yang digunakan murah dalam biaya produksinya karena bahan yang digunakan mudah didapat dari sisa. Metode Penelitian Metode yang digunakan pada sosialisasi ini yaitu dengan metode presentasi dengan berbagai alat bantu dan disertai dengan tanya jawab untuk pemahaman. Uraian disampaikan adalah sebagai berikut: Sosialisasi pembuatan dekomposer dari tong sampah modifikasi dan pembuatan kompos Pengenalan Tanaman Obat Keluarga bagi masyarakat desa Batursari. Hasil dan Pembahasan Kegiatan bina Desa ini terselenggara dengan adanya kerjasama dari perangkat desa Batursari kecamatan Sirampog dengan Politeknik Harapan Bersama yang diwakili oleh Progam Studi Di Farmasi dalam rangka sosialisasi tanaman obat keluarga dan pembuatan tong sampah terintegrasi dekomposer dalam pembuatan Kegiatan ini direncanakan pada hari rabu, 6 Januari 2016 pada pukul 13. namun dapat terselenggara dan berjalan efektif pada pukul 14. 00 hingga pukul acara ini dimulai dengan pembukaan dengana membaca basmallah bersama-sama. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan ibu-ibu PKK. Sambutan berikutnya yaitu dari pihak program studi Di Farmasi. Acara memasuki acara inti mengenai pengenalan tanaman obat yang berkhasiat obat oleh Dwi Sari Astuti. Farm. Ibu Dwi menyampaikan banyak hal mengenai potensi besar untuk budidaya tanaman obat ada di Desa Batursari dikarenakan lingkungan yang masih mendukung dan perangkat desa yang masih peduli terhadap masyarakatnya. Terbukti adanya tanaman-tanaman yang tanpa disadari berkhasiat obat. Ibu dwi kemudian menunjukkan beberapa tanaman yang berkhasiat obat yang tumbuh subur di Desa Batursari. Langkah selanjutnya dalam rangka menumbuhkembangkan potensi tanaman obat yang lain. Ibu Dwi menunjukkan tanaman-tanaman lain yang berkhasiat obat untuk memberikan pengetahuan betapa pentingnya tanaaman alternatif pengobatan. Tanaman obat yang berkhasiat obat memberikan kita alternatif ketergantungan terhadap obat-obatan kimia yang pada dasarnya dibuat secara sintetis dan tentunya mempunyai efek samping yang beresiko besar bagi kesehatannya jika dikonsumsi berlebih dan terus menerus. Kegiatan ini kemudian diakhiri dengan sesi tanya jawab dengan setiap pertanyaan ibu-ibu akan mendapatkan Hal ini bertujuan untuk memberikan semangat, antusisme dan terjalin suasana silaturahim antara warga. Kegiatan sosialisasi tanaman toga diakhiri dengan penyerahan bibit tanaman untuk ditanam dan bukti bahwa Politeknik Harapan Bersama selalu berusaha untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat. Acara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi pembuatan kompos. Sosialisasi pembuatan kompos ini dibawakan oleh Aldi Budi Riyanta. Si. ini diawali dengan cerminan perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan bagaimana akibat selanjutnya dikemudian hari. Berikutnya sosialisasi kompos dimulai dengan kompos dengan mudah. Pak Aldi menjelaskan mengenai membuat kompos dengan cara memanfaatkan barang-barang disekitar kita yang tak terpakai. Salah satunya adalah memanfaatkan ember cat untuk dibuat dekomposter. Ember cat dibuat sedemikian rupa untuk dibuat . Kegiatan diakhiri dengan penyerhan dekomposter dari ember cat dan peralatan pendukung sebagai salam perpisahan kegiatan ini diakhiri dengan foto bersama sebagai kenang-kenangan dari Desa Batursari. Kesimpulan Sosialisasi kegiatan ini berhasil karena adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengubah gaya hidup tidak sehat dengan gaya hidup sehat dengan mulai membuang sampah pada tempatnya dan memanfaatkan sampah yang ada dilingkungan sekitar. Akhirnya dengan senantiasa mengucap syukur kehadirat Allah SWT, kami menutup laporan pertanggungjawaban Sosialisasi Pembuatan Kompos ini. Tidak lupa kami sampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam rangka menyukseskan Sosialisasi Pembuatan Kompos ini. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat bagi lingkungan kita. kita dan Daftar Pustaka