ANALISIS KELAYAKAN USAHA PENGEMBANGAN PRODUK PADA INDUSTRI TAPE SINGKONG DI DESA BAJANG KECAMATAN MLARAK KABUPATEN PONOROGO Oleh TITI RAPINI, SE, MM Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Ponorogo ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kelayakan Pengembangan produk dodol tape yang dilaksanakan pada industri Tape Singkong di desa bajang kecamatan Mlarak, kabupaten Ponorogo. Sehingga dari hasil analisa tersebut dapat memberikan pertimbangan kepada para pengarajin tape untuk peningkatan pendapatan dengan menghasilkan produk yang lebih tahan lama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara teknis pengembangan usaha ini dapat dilaksanakan mengingat peralatan yang dibutuhkan banyak tersedia di pasaran. Dan para pengrajin dodol Ketan yang sudah ada juga terbuka untuk melakukan pelatihan pembuatan Dodol kepada para pengrajin tape ini. Dari aspek pemasaran, para pengrajin dodol yang sudah pun dapat membantu pemasaran produknya, untuk menambah keanekaragaman produk. Dari analisa aspek keuangan dilihat dari masa pengembalian, investasi pengembangan ini dapat kembali dalam jangka waktu separo dari umur ekonomis. Sedangkan dilihat dari nilai NPV maka diperoleh hasil positif, yang artinya menguntungkan. Kata kunci : Aspek Teknis, Aspek Pemasaran, Aspek Keuangan, dan NPV PENDAHULUAN satu jenis usaha yang banyak ditekuni Potensi usaha kecil di Kabupaten masyarakat adalah industri Tape Ponorogo menurut data Indakop tahun Singkong yang ada di desa Bajang, 2003 tercactat 62 unit usaha (seminar Kecamatan Pemberdayaan Titi umumnya usaha kecil, kelemahan serta Rapini, 2004). Jika dilihat dari berbagai hambatan dalam pengelolaan usahanya jenis potensi usaha dari data yang ada, baik masih banyak usaha-usaha kecil yang eksternal. Ekonomi Rakyat, belum terdaftar. Dengan demikian potensi Mlarak. menyangkut Salah satu Sebagaimana internal maupun kelemahan dari usaha yang ada didaerah Ponorogo masih produk tape ini adalah daya tahan produk terbuka luas untuk dikembangkan. Salah yang tergolong produk tidak tahan lama. 72 Sehingga jika terjadi penurunan Tape Singkong di Desa Bajang permintaan maka produk tersebut tidak Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo dapat Manfaat Penelitian dijual kembali pada periode penjualan berikutnya. Untuk meningkatkan daur hidup produk dapat kepada para pengrajin Tape Singkong di pengembangan Desa Bajang Mlarak,untuk peningkatan produk/industri ini menjadi produk yang pendapatan dengan pemrosesan lebih memiliki daur hidup yang lebih panjang. lanjut Sehingga diharapkan industri tape yang dihasilkan menjadi produk yang lebih berbahan tahan lama. dipikirkan ini untuk dasar dikembangkan menyerap maka Untuk memberikan pertimbangan singkong sehingga tenaga dapat selain dapat juga dapat kerja produk yang selama ini TINJAUAN PUSTAKA memberikan farian produk yang beragam bagi para pengrajin tape singkong. tape Suad Husnan dan Suwarsono Muhammad dalam bukunya Studi Kelayakan Proyek (2000 : 4) menyebutkan bahwa “Studi kelayakan adalah penelitian PERMASALAHAN Dari uraian permasalahannya diatas dapat maka disampaikan tentang tidak dapatnya suatu proyek dilaksanakan dengan berhasil” sebagai berikut : Definisi lain menurut Yakob 1. Apakah pengembangan Produk Dodol Ibrahim dalam bukunya Studi Kelayakan Tape layak untuk dilaksanakan pada Bisnis (2003 :1) menyebutkan bahwa Industri Studi Kelayakan sering disebut dengan Tape Singkong di Desa Bajang Kecamatan Mlarak Kabupaten fesibility Ponorogo? pertimbangan dalam mengambil suatu Batasan Masalah Untuk study keputusan menentukan merupakan apakah bahan menerima atau dan menolak dari suatu gagasan usaha atau membahas pemecahan masalah supaya proyek yang direncanakan”. Pengertian terarah perlu diadakan layak masalah, dapat disampaikan pembatasan sebagai dalam pengertian ini adalah kemungkinan dari gagasan usaha yang berikut : akan 1. Tingkat kelayakan Varian produk yang (benefit) baik dalam arti financial benefit dikembangkan tersebut dari sisi analisis Finansial. maupun dalam memberi arti social manfaat benefit. Layaknya suatu gagasan usaha/proyek Tujuan Penelitian Untuk dilaksanakan dalam arti social benefit tidak selalui mengetahui tingkat menggambarkan layak dalam arti financial kelayakan pengembangan Produk Dodol benefit, hal ini tergantung Tape yang dilaksanakan pada Industri penilaian yang dilakukan. dari segi 73 Aspek-aspek studi kelayakan tahun atau lebih”. Adapun analisa tersebut antara lain (Suad Husnan dan kriteria Suwarno antara lain sebagai berikut: Muhammad: 2000). Aspek investasi yang digunakan Pasar merupakan aspek pertama yang Discounted Pay Back Period Method perlu mendapat perhatian dalam suatu (DPBPM) proyek, karena dalam aspek pasar itu dapat mengadakan pengukuran Metode ini mecoba mengukur dan seberapa berat investasi bisa kembali. peramalan permintaan akan barang yang Karena itu satuan hasilnya bukan diproduksi, dan presentase, tetapi satuan waktu (bulan, kepada siapa barang tersebut ditawarkan. tahun dan sebagainya) kalau periode Aspek Teknis yaitu suatu proyek yang pay back ini lebih pendek daripada berkenaan dengan proses perkembangan yang proyek dikatakan menguntungkan, sedangkan perkiraan penjualan secara teknis dan disyaratkan, maka proyek pengoperasiannya setelah proyek tersebut kalau lebih lama maka proyek ditolak. selesai yang meliputi lokasi proyek, skala Metode Net Present Value (NPV) operasi, criteria pemilihan mesin dan Metode ini menghitung selisih peralatan, proses produksi, dan lay out antara nilai sekarang investasi dengan pabrik. Aspek Managemen merupakan nilai-nilai aspek yang dengan Penerimaan kas bersih (opersional masalah bagaimana cara penentuan maupun terminal cash flow) .dimasa tenaga kerja, struktur organisasi, yang akan datang. Untuk menghitung pembagian tugas, tanggung jawab dan nilai sekarang perlu ditentukan terlebih keahlian Aspek dahulu tingkat bunga yang dianggap Keuangan merupakan suatu aspek yang relevan. Ada beberapa konsep untuk digunakan untuk menghitung kebutuhan menghitung dana untuk aktiva tetap maupun dana dianggap relevan ini. Pada dasarnya untuk aktiva modal kerja. tingkat bunga tersebut adalah tingkat 1. Metode Penilaian Investasi bunga pada saat kita menganggap yang Dapat berhubungan diperlukan. tingkat penerimaan. bunga yang bahwa keputusan investasi dengan keputusan investasi ini adalah (Murdifin Haming pembelanjaan. Apabila nilai sekarang dan penerimaan-penerimaan Salim “pengeluaran disimpulkan sekarang Basalamah untuk 2003:3) kas bersih mengadakan dimasa yang akan datang lebih besat barang modal pada saat sekarang daripada nilai sekarang investasi, maka dengan tujuan untuk menghasilkan proyek ini dikatakan menguntungkan pengeluaran barang atau jasa agar sehingga diterima, sedangkan apabila diperoleh manfaat yang lebih besar lebih kecil, maka proyek ditolak karena dimasa yang akan datang selama dua tidak menguntungkan. 74 Metode Internal Rate Of Return (IRR) kewajiban-kewajibannya. Seperti dalam Metode ini menghitung tingkat penjualan yang nilai dilakukan dengan cara tunai mungkin nilai penyediaan modal kerja relatif kecil jika bunga sekarang menyamakan investasi dengan hasil produksi, sekarang penerimaan-penerimaan kas dibanding bersih dilakukan dengan cara kredit. Apabila di masa-masa mendatang. dengan apabila yang Apabila tingkat bunga lebih besar hasil daripada tingkat bunga relevan (tingkat dengan keuntungan yang disyaratkan), maka perhitungan kembali tentang lamanya investasi dikatakan menguntungkan, kredit untuk menentukan jumlah modal dan kerja yang perlu dicadangkan. Semakin kalau lebih kecil dikatakan produksi penjualan direncanakan cara kredit, putaran piutang dijual diperlukan merugikan. lama baru dapat Metode Profitabilitas Indeks (PI) ditagih kembali, semakin besar harus Metode ini menghitung antara disediakan modal kerja sebagai biaya nilai sekarang penerimaan-penerimaan operasi/pemeliharaan untuk membeli kas bersih dimasa yang akan datang bahan baku, bahan penolong, dan dengan nilai-nilai sekarang investasi. pengeluaran biaya-biaya lainnya. Kalau Profitability Indeks (PI)-nya lebih 3. Cash Flow besar dari I, maka proyek dikatakan Menurut Indriyo Gito menguntungkan, tetapi jika lebih kecil Sudarmo Dan Basri (2002:134) Cash dari 1 berarti tidak menguntungkan Flow yaitu untuk keperluan penilaian atau tidak layak untuk diusahakan. PI suatu investasi yang dibiayai dengan merupakan perbandingan antara PV of sepenuhnya modal sendiri aliran kas Proceed dengan PV of Invesment. bersih (cash flow) adalah sebelum 2. Modal kerja Modal manajemen pembebanan kerja dari merupakan elemen-elemen perhitungan yang penyusunan sesudah dibelanjai dan pajak tetapi dengan modal hutang lancar. Kebijakan modal kerja pinjaman (utang) maka aliran kas menunjukkan bersih sebelum dibebani penyusunan keputusan-keputusan mendasar mengenai target masing- dan masing unsur aktiva lancar dibelanjai. diperhitungkan pajak. Jenis aliran kas Menurut Yacob Ibrahim (2003:137). meliputi Cash Out Flow dan Cash in Proses perputaran keuangan juga perlu Flow. Manfaat aliran kas sendiri untuk direncanakan melakukan penaksiran terhadap aliran perputaran mempengaruhi secara jelas keuangan karena akan kemampuan usaha/proyek dalam menutupi segala kas bunga yang akan tetapi setelah diterima dan dikeluarkan pada waktu yang akan datang sepanjang usia ekonomis 75 4. proyek ( Murdifin Haming dan Salim Valuenya (NPV) Basamalah, 2003:59) investasi tersebut diterima. Biaya Modal (Cost of Capital) 5. Pengembangan Produk Indriyo dan Basri (2000:193) biaya kapital perusahaan yang ditanggung merupakan rata-rata positif Dalam strategi pemasaran produk merupakan pengembangan salah satu alternatif tertimbang dari biaya modal masing- diambil oleh masing komponen kapital dari struktur menjaga siklus kapital menurut yang perusahaan digunakan oleh tersebut. Dapat yang dapat perusahaan untuk hidup produknya Chandra (2002:131) menyatakan pengembangan produk dinyatakan dengan bentuk: merupakan K = % D (K) + % PS (Kp) + % CS(K) mengubah Dimana : produk K mempengaruhinya = Biaya Kapital rata-rata tertimbang perusahaan K maka usulan upaya suatu nyata. teknis konsep yang menjadi Faktor-faktor tidak yang stabilnya posisi persaingan, makin banyaknya = Biaya utang jangka variasi panjang penggunaan suatu pemanfaatan K = Biaya modal Saham biasa %D = Presentase utang dari struktur kapitalnya kapasitas produk, produksi, munculnya persaingan. METODE PENELITIAN %PS = Presentase saham Penelitian ini dilakukan secara preferent dari struktur langsung kapitalnya Pengrajin Tape Singkong di desa Bajang dengan mendatangi tempat = Presentase saham biasa Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo dari struktur kapitalnya untuk mengetahui lokasi tempat usaha, Cost of Capital digunakan sebagai kegiatan operasional, dan mendapatkan ukuran untuk menentukan diterima atau data primer mulai dari aspek pasar, aspek tidaknya suatu usulan investasi, yaitu teknis, aspek manajemen, aspek yuridis, dengan tingkat dan aspek keuangan serta melengkapi keuntungan dari usulan investasi tersebut data sekunder berupa data aspek non dengan Cost of Capital dan sebagai keuangan yang didapat dari kantor desa discount Bajang, kantor Kecamatan Mlarak dan %CS membandingkan rate yang digunakan untuk menghitung nilai sekarang dari proceed pengrajin dan pengeluaran investasi, karena itu Kabupaten apabila discount rate lebih besar dari nilai dilakukan langsung dengan para pengrajin sekarang dari pengeluaran investasinya, tape Jenang dodol Ponorogo. singkong agar Murni di Wawancara mendapatkan sehingga nilai sekarang atau Net Present 76 informasi yang akurat tentang ruang Dimana: lingkup kegiatan usahanya. NPV = Nilai sekarang bersih investasi Metode Analisis Data yang digunakan R = Penerimaan bersih yang 1. Trend linier diperoleh dari investasi Metode ini digunakan untuk 1,2,...n = Periode ke... memproyeksikan permintaan produk. n = Perkiraan umur ekonomis Dimana : Y= a + b.X r = Tingkat bunga/ rate of return a = konstanta yang diharapkan b = tingkat perkembangan C = Besarnya modal yang permintaan per tahun diperlukan untuk ditanam X = angka tahun yang dihitung dari PEMBAHASAN tahun dasar 2. Metode penilaian Investasi Discounted Payback Hasil penelitian ini meliputi : Periode Method (DPBPM) 1. Aspek Teknis. Untuk membuat Dodol Bahan yang Penilaian investasi dengan diperlukan untuk satu ukuran proses melihat periode waktu yang diperoleh produksi: untuk menutup kembali dana yang - Kelapa =20 biji telah hasil - Gula merah = 15 kg yang akan diperoleh (Net Cash Flow) - Bahan Utama = 15 kg dari investasi tersebut. - Dalam diinvestasikan dengan pembuatan dodol Tape Rumus : maka bahan baku utama yang DPBPM = dimaksud adalah Tape Singkong yang sudah Matang. 3. Metode Penilaian Investasi Net - Bahan Pembantu berupa kayu bakar untuk proses memasak Present Value (NPV) - Plastik tuk kemasan investasi yang didasarkan pada - Mika Kemasan selisih (Net) dari Nilai Sekarang - Isolasi Investment dan Nilai Sekarang dari Sedangkan alat-alat yang diperlukan : hasil yang diperoleh dari investasi - Alat Parut Kelapa Listrik tersebut. - Mesin Peras santan Manual Rumus : - Mesin penggiling penghalus bahan Merupakan penilaian utama NPV = - C+ + +….+ - Wajan/jedi - Pengaduk Manual - Mixer (pengaduk jenang) 77 - sebagai Tungku Dodol Tape sebagai berikut: - Kelapa Untuk kemudian diambil dicampu santannya, dengan gula - Campuran ini disebut sebagai proses pembuatan Tape Singkong yang telah dikupas dan hingga matang Adonan II berupa bahan utama - Ketela yang sudah matang ,dalam hal ini tape singkong. didinginkan terlebih dahulu pada Bahan ini dihaluskan, dibuang papan kayu , jika sudah betul-betul serat-seratnya. - Ember dicuci bersih, kemudian dikukus adonan I - meniriskan Singkong adalah : - merah,direbus hingga mendidih. untuk ketela yang sudah matang Adapun Proses Pembuatan Jenang/ diparut alat dingin kemudian diberi ragi. maka Kemudian disimpan dalam wadah adonan II dimasukkan dimasak yang tertutup rapat selama kurang hingga kalis. Dalam proses ini lebih 3 hari. Setelah adonan adonan harus menerus sampai I siap, diaduk terus- 2. Aspek Pasar dan Pemasaran Dari setiap benar-benar satu adonan masak ( 5-6 Jam ). Adonan dodol proses produksi akan menghasilkan Tape, dibungkus 140 bungkus yang dijual dengan harga ini kemudian menggunakan plastik, dikemasi Rp5.500,Produk ini rata akan terjual seperti Baru kemudian habis dalam tempo 3 hari. Daya tahan dikemas lagi dengan Mika. Dalam Produk ini bisa sampai 1 bulan lebih. satu kali masakan sekitar 40 kg Sedangkan jika dijual dalam bentuk bahan dasar akan menjadi 120 produk tape setiap 10 kg singkong bungkus. diperkirakan jari. akan menjadi 100 Sedangkan untuk pembuatan Tape bungkus tape yang akan terjual rata- singkong diperlukan: rata - Ketela maksimum hanya bertahan dalam 2 - Ragi hari. Alat –alat yang digunakan: maksimum 2 harii. Dan 3. Aspek Manajemen Kebutuhan tenaga kerja untuk - Pisau pengupas ketela - Panci/dandang untuk mengukus pembuatan tape maupun untuk - Peniris dari bambu pembuatan dodol adalah sebagai - Papan, papan ini dapat terbuat dari berikut; 2 orang untuk pembuatan kayu ataupun plastik. Berfungsi Tape dan 2 Orang untuk pembuatan Dodol 4. Aspek Keuangan Nilai investasi pembuatan tape : 78 1. Pisau dapur 5. Timbangan 3 x Rp 5000 = Rp 15.000 2. Panci = Rp 140.000 centong 3. Peniris = Rp 40.000 25.000 Biaya Produksi 4. Ember +gayungan 1. Kelapa 2 x Rp 15000 = Rp 30.000 20 biji x 5000 5. Sublub Rp 100.000 2. Gula merah 1 x Rp 75000 = Rp 75.000 15kg x 10.000 Rp 300.000 asumsi kecuali pemakaian sublub dapat 15kg x 10.000 dipakai 4. Mika kemasan Rp 150.000 120 biji x Rp 100 Biaya produksi satu kali masakan : 1. Bahan Baku Ketela 40 kg x Rp 2000 = Rp 80.000 Rp. 12.000 5. Isolasi Rp 10.000 6. Kayu Bakar Rp 15.000 7. Solar Rp 40.000 Rp 2.000 Rp 80.000 8. Vanili 2. Ragi tape 6 bks x Rp 500 = Rp 3.000 3. Kayu Bakar = Rp 7.000 20 biji x 100 9. Tenaga kerja 2 orang 1 hari x Rp. 40.000 4. Plastik 3 pak x Rp 3000 = Rp 9.000 5. Listrik per bulan = Rp 50.000 6. Transportasi per hari = Rp 20.000 Rp 529.000 Harga jual per kemasan Rp 5.500 5. Cost Of Capital (COC) Besarnya 7. Retribusi pasar per hari = Rp 1.000 8. Biaya tenaga kerja didasarkan 2 orang 1 hr x Rp. 40.000 = Rp 80.000 10kg Rp 150.000 3. Gula putih satu sampai 3 tahun. (Tiap Rp Rp 24.125.000 4 x Rp 10000 tahun, 100.000 6. Panci atom 4 buah dan 2 x Rp 70000 Dengan Rp dikemas menjadi 100 pada cost of capital besarnya tingkat bunga kredit untuk usaha, dalam hal ini diambil dari tingkat bunga kredit usaha bungkus) kecil yang ditetapkan oleh Bank Rakyat Penjualan = 4 x 100 bks x Rp 500 = Indonesia sebesar 12,24 %.dengan Rp 200.000 biaya administrasi 1 %. Hal ini dengan Investasi pembuatan Dodol Tape asumsi, para pengrajin Tape ini untuk 1. Mesin Parut Kelapa memenuhi Rp 10.000.000 2. Mesin Pemerasan Santan Rp 5.000.000 3. Mesin Pengaduk (Mixer) Rp 8.000.000 tambahan kebutuhan dananya, baik untuk membeli peralatan maupun untuk mencukupi modal kerja dengan memanfaatkan fasilitas pinjaman kredit di Bank tersebut diatas. 4. Wajan Rp 1.000.000 Cost of capital = Bunga = 12,24 % per tahun 79  Biaya Administrasi = 1% Kelapa 20 x Rp 5000  COC = Rp 100.000 Gula Merah 15kg x Rp 10.000  = Rp 150.000 Gula Putih 15kg x Rp 10.000  = 12,36 % Rp 150.000 Vanili 20 x Rp 100 Analisis investasi Pengembangan  Produk dari Tape Singkong menjadi Dodol Tape adalah dengan membandingkan Rp Mika Kemasan 120 x Rp 100  besarnya nilai tambahan investasi untuk Rp 12.000 Isolasi 2 x Rp 5000 membuat dodol tape dan kenaikan atau  Kayu Bakar tambahan pendapatan yang diperoleh dari  Solar naiknya harga jual produk.  Tenaga Kerja Rp 10.000 Rp 15.000 Rp 10.000 2x1x Rp 40.000 1. Kenaikan Investasi Rp 80.000 Rp 529.000 a. Untuk Pembelian Peralatan (Aktiva Dibulatkan Tetap)  Mesin parut kelapa Rp 10.000.000 Rp 5.000.000  Mesin pengaduk (mixer) Rp 8.000.000  Wajan / jedi Rp 1.000.000 Rp 100.000 Rp 24.100.000 Untuk peralatan ekonomisnya Rp 530.000, jika kebutuhan untuk 1 bulaan dengan asumsi 25 hari kerja =  Mesin pemeras santan  Timbangan 2.000 yang kurang dari umur satu tahun dimasukkan sebagai biaya produksi. b. Kebutuhan Modal Kerja Tambahan modal yang diperlukan, didasarkan pada besarnya biaya 25 x Rp 530.000 Peralatan habis pakai = Rp 25.000 Listrik = Rp 100.000 Jumlah = Rp13.375.000 Total Kebutuhan dana= Rp 24.100.000 + Rp 13.375.000 = Rp 37.475.000 Dibulatkan Rp 37.500.000 2. Kenaikan aliran Kas Masuk Bersih a. Jika hanya berupa produk Tape Pendapatan 4 x 100 bks x Rp 500 Rp 200.000 Biaya Produksi per produk:  produksi yang diperlukan untuk produksi satu bulan. Bahan baku ketela 40 kg x Rp 2000  Biaya Produksi untuk satu kali pembuatan Dodol Tape adalah : = Rp13.250.000  Rp 80.000 Ragi tape 6 bks x Rp 500 Rp 3.000 Kayu bakar Rp 7.000 80  12 x Rp 100.000 Plastik 3 pak x Rp 3.000 Rp  Transportasi Rp 10.000  Retribusi pasar Rp  Tenaga kerja 1.000  Peralatan habis pakai (Rp 250.000)  Penyusutan alat Pembuatan tape = 2 x Rp 40.000 Laba Bersih 9.000 (Rp 1.200.000) Rp Rp 80.000 25.000 Rp 190.000 Pembuatan dodol Rp 10.000 /hari (Rp 24.000.000:8th) = Rp 3.000.000 Dalam satu tahun dengan asumsi (Rp 3.025.000) perbulan 25 hari kerja = 12 bulan x 25 hari x Rp 10.000 Rp3.000.000 Rp (600.000) Aliran Kas Masuk = Rp 12.025.000 – Rp 2.150.000 = Rp 9.875.000 Peralatan habis pakai Rp (225.000)  kenaikan Laba bersih Listrik 12 bln x Rp 50.000  Jadi Rp 12.025.000 Bersih Biaya Tetap  Laba bersih per tahun Penyusutan sublup (Rp 75.000: 3) Rp ( 25.000) Laba Bersih per tahun Rp 2.150.000 Kenaikan penyusutan = Rp 3.025.000 – Rp 25.000 = Rp 3.000.000 Kenaikan Aliran kas masuk bersih/tahun Rp 9.875.000 + b. Pendapatan jika memproduksi Dodol Tape. 140 bungkus x Rp 5.500 Rp 770.000 Biaya produksi per satu kali produksi Discounted Payback perhitungan Discount Periode DPP = Biaya pembuatan tape Rp  3. Penilaian Investasi a. Metode Pendapatan  Rp 3.000.000 = Rp 12.875.000 190.000 faktor 12,36%,sebagaimana dalam Biaya produksi dodol Rp 529.000 (Rp 715.000) Laba per produksi Dengan Rp 55.000/ hari lampiran, sehingga DPP dapat dihitung sebagai berikut : PV of Investment = Laba produksi per tahun : 1 x Rp37.500.000 25 hari x 12 bl x Rp 55.000 PV of Proceed thn ke 1= Rp 16.500.000 Rp (37.500.000) 0,8900 x Rp 12.875.000 Rp 11.458.750 Rp (26.041.250) Biaya tetap :  Listrik PV of Proceed th ke 2 = 81 0,7921 x Rp 12.875.000 Rp tape singkong menjadi Dodol Tape, dapat 10.198.287,5 Rp (15.842.962,5) PV of Proceed th ke 3 = dilaksanakan, dilihat dari Masa Pengembalian diharapkan 3 tahun 10 bulan sudah dapatkembali, sementara 0,705 x Rp 12.875.000 para pengrajin telah dihitung sebagai Rp 9.076.875 Rp. (6.766.087,5) tenaga kerja, sehingga penghasilan per hari sudahdiperoleh. Dari DPP = 3th + perhitungan dengan Net Present Value juga diperoleh hasil positif, = 3 tahun 10,05 bulan artinya besarnya pengeluaran yang telah didiskontokan dengan besarnya aliran kas b. Net Present Value Dengan perhitungan Discount faktor 12,36%, dalam lampiran sebagaimana dari satu rupiah masuk bersih. yang telah di diskontokan lebih besar aliran kas masuk bersihnya, berarti menguntungkan. Untuk mendukung analisis diatas sampai pada tahun ke 8 ,maka NPV dapat dihitung sebagai agar dapat dilaksanakan, berikut : penyuluhan PV of Net Investment = pengrajin Tape, agar dapat melakukan (1 x Rp 37.500.000) = produksi Dodol. Selain itu, dari informasi (Rp 37.500.000) atau diperlukan pelatihan kepada para pengrajin selama ini bahan baku PV of Proceed : ketela pohon dibeli dari pasar. Hal ini 1. Jumlah PV of Proceed selama 8 dapat pula dilihat dari Profil desa, dimana tahun untuk tanaman Ubi kayu tidak ada data 4,9058 x Rp 12.875.000 = Rp 63.162.175 2. PV Proceeds Pengembalian bahwa desa ini sebagai penghasil Ubi kayu yang merupakan bahan Dasar Aspek teknis, pembuatan tape. Modal Kerja 0,3936 x Rp 13.375.000 = Rp KESIMPULAN 5.264.400 Dari Sehingga total PV of Proceeds Rp 63.162.175 + Rp 5.264.400 = Rp 68.426.575 rencana Pengembangan Produk Tape menjadi Net Present Value (NPV) (Rp 37.500.000) + Rp 68.426.575 = diperlukan Rp 30.926.575 pasaran. menyimpulkansecara analisis Dodol dilaksanakan, Dari kedua perhitungan diatas Finansial Analisa pembuatan, Tape karena layak untuk peralatan yang dapatdiperoleh/tersedia Sedangkan di untuk di proses daerahPonorogo ada beberapa pengrain Dodol yang dapat bahwa rencana pengembangan produk 82 memberikan pelatihan kepada pengrajin Effendi, Tape ini. Rustam, 1996, Marketing Management, Cetakan ke 1, Dari aspek Pemasaran , pada Malang, IKIP Malang. awal dapat dititipkan pada Pengrajin Gito Sudarmo, Indriyo dan Basri, 2002, Dodol Yang sudah ada, seperti halnya Manajemen Keuangan, edisi Teguh Raharja, yang juga memasarkan 4, BPFE, Yogyakarta. produk dari pengrajin makanan yang lain. Haming, Murdifin dan Salim Basalamah, Dari aspek finansial,dari analisa 2003, Studi Kelayakan penilaian investasi Discounted Payback Investasi proyek dan Bisnis, Periode PPM Jakarta. kurang ekonomis dari separo umur sehingga layak untuk Husnan, Suad dan Suwarsono dilaksanakan. Sedangkan dari analisa Muhammad, 2000, NPV diperoleh NPV Positif yang berarti Kelayakan Proyek, Edisi ke menguntungkan. Empat, UPP Studi AMP, Yogyakarta. SARAN Ibrahim, Yakob, 2003, Studi Kelayakan Perlu dilakukan Pelatihan Bisnis, pembuatan Dodol ini, karena ada 8 Jakarta. PT Rineka Cipta, pengrajin Tape yang dapat diberikan Martono dan D Agus Harjito, 2001, pelatihan di Desa bajang Kecamatan Manajemen Keuangan, Edisi Mlarak. Pertama, Penerbit Ekonisia, Termasuk cara pengemasan, pemasaran. Karena Bahan baku Singkong selama ini diperoleh dengan membeli, Yogyakarta. Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo, maka dapat dikaji kemungkinan sosialisasi 2009, penanaman ubi kayu, sehingga selain Desa/Kelurahan dapat Kecamatan Mlarak, Kabupaten memanfaatkan penganekaragaman hasil pekarangan, pertanian, sekaligus dapat menyediakan bahan baku Data Dasar Profil Bajang, Ponorogo. Rapini, Titi, seminar Tri “Pemberdayaan industri tape maupun dodol. Wulan Ekonomi Rakyat Melalui Pembinaan DAFTAR PUSTAKA Usaha Kecil”, 2004, Fakultas Chandra, Gregorius, 2002, Strategi dan Ekonomi Univ Muhammadiyah Program Pemasaran, Yogyakarta, Andi Offset. Ponorogo. Umar, Husain, 2002, Metodologi Penelitian, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta 83