J-MEBI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol. 1 No. 1 Maret 2025 Page 90-99 https://ojs. id/index. php/jmebi/ Analisis Pengaruh Kemampuan Kerja. Motivasi Kerja dan Fasilitas Kerja terhadap Kinerja Pegawai Welem Renmaur1. Petrus P Roreng2. Naomi Patiung3 1,2,. Program Magister Manajemen. Universitas Kristen Indonesia Paulus,Makassar. Indonesia Submitted: 10-02-2025 |Review 17-02-2025 | Revision 24-02-2025 | Accepted 27-02-2025 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kemampuan kerja, motivasi kerja, dan fasilitas kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode sampling jenuh, melibatkan 33 pegawai sebagai responden. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan kerja (X. dan motivasi kerja (X. tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai (Y). Hal ini mengindikasikan bahwa faktor lain, seperti kondisi kerja dan dukungan organisasi, lebih dominan dalam memengaruhi kinerja. Sementara itu, fasilitas kerja (X. memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, karena fasilitas yang memadai meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Secara simultan, kemampuan kerja, motivasi kerja, dan fasilitas kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Ketiga variabel ini berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih produktif Kata kunci: Kemampuan Kerja. Motivasi Kerja. Fasilitas Kerja. Kinerja Pegawai. This study aims to analyze the effect of work ability, work motivation, and work facilities on employee performance at the Office of Population Administration and Civil Registration. Community Empowerment, and Villages in Central Papua Province. A quantitative approach was used, with a saturated sampling method involving 33 employees as respondents. Data analysis was conducted using multiple linear regression with SPSS 25. The results indicate that work ability (X. and work motivation (X. do not significantly affect employee performance (Y), suggesting that other factors, such as work conditions and organizational support, play a more dominant role. However, work facilities (X. have a positive and significant impact on employee performance, as adequate facilities enhance efficiency and productivity. Simultaneously, work ability, work motivation, and work facilities positively and significantly influence employee performance. These three variables contribute to creating a more productive work environment. Keywords: Work Ability. Work Motivation. Work Facilities. Employee Performance welemrenmaur@gmail. petrusroreng1@gmail. naomipatiung21@gmail. J-MEBI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol. 1 No. 1 Maret 2025 Pendahuluan Berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi Papua Tengah Nomor 19 Tahun 2022 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung yaitu: Ay Dinas mempunyai tugas pokok membantu Gubernur melaksanakan urusan pemerintahan di bidang administrasi kependudukan dan catatan sipil, pemberdayaan masyarakat dan kampung berdasarkan asas otonomi dan tugas pembantuan serta tugas lainnya yang diberikan oleh GubernurAy. Pada penelitian ini obyek penelitian ditetapkan di Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah, dengan fokus penelitian pada Kemampuan Kerja. Motivasi Kerja. Fasilitas Kerja dan Kinerja Pegawai. Kemampuan kerja mencakup pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi yang dimiliki pegawai dalam menjalankan tugasnya. Pegawai yang memiliki kemampuan kerja yang baik cenderung lebih mampu menyelesaikan tugas dengan efisien dan efektif. Penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan kerja melalui pelatihan dan pengembangan mampu meningkatkan kinerja individu di tempat kerja. Motivasi kerja adalah dorongan yang mempengaruhi perilaku pegawai dalam bekerja (Pride Lambe & Tandi, 2021. Susanti et al. , 2. Pegawai yang termotivasi biasanya lebih produktif, memiliki inisiatif tinggi, dan lebih berkomitmen terhadap pekerjaan. Fasilitas kerja mencakup semua sumber daya fisik dan non-fisik yang disediakan oleh organisasi untuk mendukung pegawai dalam melaksanakan tugasnya. Fasilitas yang memadai, seperti ruang kerja, peralatan, dan teknologi, dapat meningkatkan kenyamanan dan produktivitas pegawai. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa fasilitas kerja yang baik dapat mengurangi stres kerja dan meningkatkan kinerja pegawai. Kinerja merupakan suatu kondisi yang harus diketahui dan dikonfirmasikan kepada pihak tertentu untuk mengetahui tingkat pencapaian hasil suatu instansi dihubungkan dengan visi yang diemban suatu organisasi atau perusahaan serta mengetahui dampak positif dan negatif dari suatu kebijakan operasional. Penilaian kinerja bertujuan untuk menilai seberapa baik pegawai telah melaksanakan pekerjaannya dan apa yang harus mereka lakukan untuk menjadi lebih baik di masa mendatang. Ini dilaksanakan dengan merujuk pada isi pekerjaan yang mereka lakukandan apa yang mereka harapkan untuk mencapai setiap aspek dari pekerjaan mereka. Kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) sangat diperlukan dan menentukan keberhasilan organisasi atau Instansi Pemerintah Pusat dan daerah dalam menunjang terwujudnya efisiensi, efektifitas dan rasionalitas pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan di Indonesia terutama dalam rangka upaya percepatan Reformasi Birokrasi Nasional berdasarkan Peraturan Presiden Nomor. Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 tahun 2023 tentang pembentukan Provinsi Papua Tengah. Sebagai Daerah Otonom Baru (DOB), faktor yang paling menarik dikaji atau diteliti dari variabel kinerja adalah kemampuan kerja Kemampuan menunjukkan potensi seseorang untuk melakukan pekerjaan atau tugas. Potensi berkenaan dengan kemampuan fisik dan mental seseorang untuk melakukan tugas dan bukan apa yang akan dikerjakan orang tersebut. Kemampuan memainkan peran utama dalam perilaku dan prestasi individu. Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah merupakan salah satu instansi pemerintah daerah yang mempunyai tugas dan fungsinya membantu Gubernur, membina dan mengawasi pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah dan tugas Analisis Pengaruh Kemampuan Kerja. Motivasi Kerja dan Fasilitas Kerja terhadap Kinerja Pegawai pembantuan oleh Perangkat Daerah. pelaksanaan fungsi lain yang diberikan oleh pimpinan sesuai dengan bidang tugas Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung. Oleh karena, penempatan aparatur dalam menunjang tugas dan fungsinya dapat berjalan dengan baik, dan menghasilkan Kinerja yang baik pula. Seorang aparatur Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dan Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah tentunya dituntut untuk mengerjakan tugasnya dengan baik. Keberhasilan mereka dalam pemberian pelayanan kepada masyarakat ditentukan oleh penilaian terhadap Penilaian tidak hanya dilakukan untuk membantu mengawasi sumber daya organisasi namun juga untuk mengukur tingkat efisiensi anggaran dan penggunaan sumber daya yang ada dan mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperbaiki. Penilaian terhadap kinerja merupakan faktor penting untuk meningkatkan kinerja pegawai. Bagian-bagian yang menunjukkan kemampuan aparatur yang kurang maksimal dapat diidentifikasi, diketahui sehingga dapat ditentukan strategi dalam meningkatkan Dalam konteks Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah, faktor-faktor ini menjadi sangat relevan, mengingat tantangan yang dihadapi dalam memberikan layanan publik yang berkualitas. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam pemahaman mengenai sejauh mana pengaruh kemampuan kerja, motivasi kerja, dan fasilitas kerja terhadap kinerja pegawai di instansi ini. Pengamatan dan observasi yang dilakukan oleh peneliti pada obyek penelitian ini, peneliti mengidentifikasi beberapa fenomena yang menarik untuk dianalisis terkait dengan pengaruh kemampuan kerja, motivasi kerja, dan fasilitas kerja terhadap kinerja pegawai. Fenomena-fenomena ini mencakup:Terlihat adanya variasi Kinerja Pegawai, meskipun pegawai diinstansi ini memiliki jabatan dan tugas yang serupa, terdapat perbedaan yang signifikan dalam kinerja mereka. Fenomena-fenomena diatas menunjukkan kompleksitas yang ada dalam pengelolaan sumber daya manusia di Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis Pengaruh Kemampuan Kerja. Motivasi Kerja Dan Fasilitas Kerja Terhadap Kinerja Pegawai (Studi Empiris pada Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tenga. Hipotesis dan Model Konseptual Kerangka pikir pada judul penelitian Sumber: Konsepsi penulis sendiri. Gambar 1. Kerangka Berfikir J-MEBI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol. 1 No. 1 Maret 2025 Hipotesis Penelitian Hipotesis Penelitian adalah pernyataan dugaan sementara mengenaihubungan antara dua variabel atau lebih dalam suatu penelitian. Hipotesis penelitian merupakan jawaban sementara atas pertanyaan penelitian yang diajukan. Berdasarkan hubungan antara variabel pada kerangka pikir penelitian ini, peneliti menyususn hipotesis penelitian ini: H1: Diduga Kemampuan Kerja berpengaruh positif terhadap Kinerja Pegawai. H2 : Diduga Motivasi Kerja berpengaruh terhadap nilai Kinerja Pegawai. H3: Diduga Fasilitas berpengaruh terhadap Kinerja pegawai. H4 : secara simultan kemampuan kerja,motivasi kerja dan fasilitas kerja likuiditas berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. METODE Jenis penelitian ini adalah penelitian dengan pendekatan kuantitatif. Lokasi penelitian di Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah. Populasi pada penelitian ini adalah pegawai negeri sipil sebanyak 33 orang. Penetapan sampel penelitian menggunakan teknik Sampling jenuh. Sehingga jumlah sampel pada penelitian ini adalah sebanyak 33 orang yang selanjutnya dijadikan sebagai responden penelitian. Metode Analisis Data dengan analisis regresi linear berganda dengan bantuan analisis program SPSS statistic 00 for windows. HASIL DAN PEMBAHASAN. Pada penelitian ini pengujian hasil regresi dilakukan dengan tingkat kepercayaan sebesar 95% atau dengan taraf signifikannya sebesar 5% ( = 0,. Adapun kriteria dari uji statistik t (Ghozali, 2. :Jika nilai signifikansi uji t > 0,05 maka HCA diterima dan Ha ditolak, artinya tidak ada pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. dan jika nilai signifikansi uji t < 0,05 maka HCA ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh antara variabel independen terhadap variabel Melalui analisis regresi, peneliti dapat menguji apakah pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen signifikan secara statistik. Ini membantu dalam memahami apakah hubungan yang ditemukan dalam penelitian dapat dianggap valid dan dapat diandalkan. Dengan demikian, analisis regresi linear berganda dalam penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang pengaruh kemampuan kerja, motivasi kerja, dan fasilitas kerja terhadap kinerja pegawai, serta untuk menghasilkan informasi yang dapat digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan dan perbaikan dalam organisasi. pendidikan dan pengalaman kerja yang beragam. Uji Statistik Uji t digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil uji t adalah sebagai berikut: Tabel 1. Uji t. Variabel Koefisien Beta t-hitung Kemapuan Kerja (X. Motivasi KerjA (X. Analisis Pengaruh Kemampuan Kerja. Motivasi Kerja dan Fasilitas Kerja terhadap Kinerja Pegawai Variabel Koefisien Beta t-hitung Fasilitas kerja (X. Sumber: data di olah SPSS,2025 Berdasarkan hasil uji hasil Uji t (Parsia. pada tabel diatas menunjukkan bahwa: Variabel Kemampuan Kerja (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah, sesuai hasil Uji t (Parsia. diatas pada nilai Signifikan nilai sig. 0,411, ini berarti bahwa Jika nilai signifikansi uji t > 0,05, maka HCA diterima dan Ha ditolak, artinya tidak ada pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Maka Variabel Kemampuan Kerja (X. tidak berpengarug positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah (Hipotesis . Variabel Motivasi Kerja (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah, sesuai hasil Uji t (Parsia. diatas pada nilai Signifikan nilai sig. 0,277, ini berarti bahwa Jika nilai signifikansi uji t > 0,05, maka HCA diterima dan Ha ditolak, artinya tidak ada pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Maka Variabel Motivasi Kerja (X. tidak berpengarug positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah (Hipotesis . Variabel Fasilitas Kerja (X. terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah, sesuai hasil Uji t (Parsia. diatas pada nilai Signifikan nilai sig. 0,000. Jika nilai signifikansi uji t < 0,05, maka HCA ditolak dan Ha diterima, artinya terdapat pengaruh antara variabel independen terhadap variabel Sehingga diartikan bahwa Variabel Fasilitas Kerja (X. berpengaruh posistif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah (Hipotesis . F tabel dicari pada distribusi nilai r tabel statistik pada signifikansi 5% atau 0,05 dengan menggunakan rumus F tabel=. , dimana AokAo adalah jumlah variabel independen . ariabel bebas atau X) sementara AonAo adalah jumlah responden atau sampel penelitian, maka F tabel = ( 3 . = . , maka F tabel = 2,92, sesuai tabel berikut: Tabel 1. Uji F Sumber Variasi Jumlah Kuadrat Mean Square Regresi Residual F-hitung Sig. J-MEBI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol. 1 No. 1 Maret 2025 Sumber Variasi Jumlah Kuadrat Total Mean Square F-hitung Sig. Sumber: Data di olah SPSS,2025 Berdasarkan hasil pengujian pada tabel diatas menunjukkan bahwa nilai F hitung sebesar 24. 975 sedangkan nilai F tabel adalah 2,92 . esuai tabel Tabel 3. 9 Titik Persentase Distribusi F). Dimana nilai F hitung E F tabel atau 24. 975 E 2. 92, dengan tingkat signifikan 0,000 C 0,05, maka H0 ditolak dan H1 diterima, maka dapat disimpulkan bahwa variabel X1. X2 dan X3 secara simultan . ersama-sam. berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel Y. Sehingga Variabel Kemampuan Kerja (X. Motivasi Kerja (X. dan Fasilitas Kerja (X. berpengaruh secara simultan terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah (Hipotesis . Pembahasan Pembahasan Kemampuan Kerja (X. tidak berpengarug positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah (Hipotesis . Hasil uji t . menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk pengaruh kemampuan kerja (X. terhadap kinerja pegawai (Y) adalah 0,411. Berdasarkan kriteria pengujian, jika nilai signifikansi uji t lebih besar dari 0,05, maka hipotesis nol (HCA) diterima dan hipotesis alternatif (HCA) ditolak. Dengan kata lain, hasil ini menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan kerja pegawai terhadap kinerja pegawai di Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah. Analisis Hasil Uji t menunjukkan angka signifikansi 0,411 mengindikasikan bahwa meskipun kemampuan kerja merupakan faktor yang penting dalam konteks pekerjaan, pengaruhnya terhadap kinerja pegawai tidak dapat dianggap signifikan dalam penelitian ini. Hal ini berarti bahwa variabel kemampuan kerja (X. , yang mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap pegawai, tidak secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan kinerja pegawai di Dinas tersebut. Kemampuan pengetahuan pegawai adalah salah satu aspek dari kemampuan kerja yang dapat mempengaruhi kinerja. Meskipun pegawai memiliki pengetahuan yang baik tentang prosedur dan regulasi di Dinas, jika pengetahuan tersebut tidak diterapkan secara efektif dalam pekerjaan sehari-hari, maka dampaknya terhadap kinerja pegawai akan minimal. Kemungkinan lain adalah bahwa meskipun pegawai memiliki pengetahuan, mereka mungkin belum mendapatkan pelatihan yang cukup untuk menerapkan pengetahuan tersebut dalam konteks praktis. Noe et al. menegaskan pentingnya pelatihan dalam meningkatkan kemampuan pegawai untuk menerapkan pengetahuan mereka dengan cara yang relevan dan bermanfaat. Pelatihan yang tepat dapat membantu pegawai memahami bagaimana menerapkan pengetahuan mereka dalam konteks tugas sehari-hari dan meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam mengambil keputusan. Kurangnya penerapan pengetahuan yang baik dapat berdampak negatif pada kinerja pegawai. Misalnya, pegawai yang mengetahui prosedur pengolahan data kependudukan tetapi tidak memahami cara penggunaan sistem informasi yang relevan, dapat mengalami kesulitan saat menjalankan tugas mereka. Hal ini sejalan dengan pendapat Armstrong Analisis Pengaruh Kemampuan Kerja. Motivasi Kerja dan Fasilitas Kerja terhadap Kinerja Pegawai . , yang menyatakan bahwa pengetahuan yang tidak didukung oleh keterampilan praktis dapat menyebabkan kegagalan dalam mencapai tujuan organisasi. Lingkungan kerja dan budaya organisasi juga berperan penting dalam penerapan pengetahuan. Jika lingkungan kerja tidak mendukung atau tidak memberikan kesempatan bagi pegawai untuk menerapkan pengetahuan mereka, maka potensi kinerja pegawai akan Schein . mengemukakan bahwa budaya organisasi yang positif, yang menghargai pembelajaran dan penerapan pengetahuan, dapat mendorong pegawai untuk berinovasi dan meningkatkan kinerja mereka. Kemampuan pengetahuan pegawai adalah aspek yang krusial dalam menentukan kinerja. Kemampuan keterampilan pegawai dapat mencakup berbagai aspek, mulai dari keterampilan teknis, manajerial, hingga interpersonal. Menurut Kirkpatrick . , keterampilan yang tepat sangat penting untuk memastikan bahwa pegawai dapat menjalankan tugas mereka dengan Namun, jika keterampilan yang dimiliki oleh pegawai tidak sejalan dengan tugas yang diberikan, maka kinerja pegawai dapat terpengaruh secara negatifHasil regresi menunjukkan bahwa transparansi dan akuntabilitas keuangan secara simultan berkontribusi signifikan terhadap kepercayaan publik. Dengan demikian, implementasi tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel menjadi faktor utama dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pemerintah. Pembahasan Motivasi Kerja (X. tidak berpengarug positif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah (Hipotesis . Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja (X. tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) di Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun motivasi kerja seharusnya berkontribusi terhadap peningkatan kinerja, dalam konteks ini, tampaknya terdapat faktor-faktor lain yang lebih dominan yang mempengaruhi kinerja pegawai. Tanggung jawab sebagai pegawai merupakan aspek penting yang berperan dalam menentukan motivasi kerja. Pegawai yang merasa memiliki tanggung jawab yang tinggi terhadap tugas dan fungsi mereka cenderung lebih termotivasi untuk memberikan yang Namun, jika pegawai tidak merasakan tanggung jawab yang kuat atau jika tanggung jawab tersebut tidak diimbangi dengan dukungan dari organisasi, maka motivasi kerja mereka dapat menurun. Robinson . mengemukakan bahwa adanya ketidakjelasan dalam tanggung jawab dapat menyebabkan kebingungan dan frustrasi, yang pada akhirnya berdampak pada kinerja. Pembahasan Fasilitas Kerja (X. berpengaruh posistif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah (Hipotesis . Hasil uji t . menunjukkan bahwa nilai signifikansi untuk pengaruh fasilitas kerja (X. terhadap kinerja pegawai (Y) adalah 0,000. Berdasarkan kriteria pengujian, karena nilai signifikansi tersebut kurang dari 0,05, maka hipotesis nol (HCA) ditolak dan hipotesis alternatif (HCA) diterima. Ini berarti bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara fasilitas kerja dan kinerja pegawai di Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah. J-MEBI: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol. 1 No. 1 Maret 2025 Kemampuan Kerja (X. Motivasi Kerja (X. dan Fasilitas Kerja (X. berpengaruh secara simultan terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Dinas AdministrasiKependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah (Hipotesis . Berdasarkan hasil pengujian, diperoleh nilai F hitung sebesar 24. 975, sedangkan nilai F tabel adalah 2. Dengan demikian, nilai F hitung . lebih besar dari F tabel . dan tingkat signifikansi sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa hipotesis nol (HCA) ditolak dan hipotesis alternatif (HCA) diterima. Dengan kata lain, dapat disimpulkan bahwa variabel kemampuan kerja (X. , motivasi kerja (X. , dan fasilitas kerja (X. secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) pada Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah. KESIMPULAN Kemampuan kerja (X. tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) di Dinas Adminstrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah. Temuan ini mengindikasikan bahwa meskipun kemampuan kerja merupakan faktor yang penting, faktor lain yang lebih dominan, seperti kondisi kerja, motivasi, dan dukungan organisasi, perlu dievaluasi untuk mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai kinerja pegawai. Motivasi kerja (X. tidak memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) di Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah, hal ini menunjukkan perlunya evaluasi terhadap faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja, seperti tanggung jawab, prestasi, pengembangan diri, dan kemandirian dalam bekerja. Fasilitas Kerja (X. berpengaruh posistif dan signifikan terhadap Kinerja Pegawai (Y) pada Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah, hal ini didukung oleh Fasilitas kerja yang sesuai dengan kebutuhan pegawai. Fasilitas yang baik berkontribusi pada optimalisasi hasil kerja. Fasilitas kerja yang efisien dapat mempercepat proses kerja dan Penempatan dan penataan fasilitas kerja yang baik juga berpengaruh terhadap kinerja pegawai. Kemampuan kerja (X. , motivasi kerja (X. , dan fasilitas kerja (X. secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai (Y) di Dinas Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil. Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Provinsi Papua Tengah. Ketiga variabel ini saling mendukung dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang produktif dan efisien, yang pada gilirannya meningkatkan hasil kerja pegawai. Daftar Pustaka