Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 99 - 108 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. Pemanfaatan Lingkungan Sekitar Sebagai Sumber Belajar AUD Aida Aqliya Dzakkiyah1 . Indira Sofy Anggraini2 . Sinta Chairani 3 . Deri Hendriawan4 Abstrak Lingkungan berperan dalam mengatur kondisi atau mencegah pertumbuhan karena berada di luar ranah potensi dan kemampuan genetik Makhluk hidup, benda mati, dan budaya manusia dapat digunakan sebagai sumber belajar untuk membantu anak-anak belajar dan terlibat dalam kegiatan belajar secara lebih efektif. Ketika lingkungan digunakan sebagai sumber belajar di taman kanak-kanak, anak-anak dihadapkan pada situasi dan kondisi dunia nyata, seperti pola cuaca, yang membuat pembelajaran mereka lebih otentik dan nyata. Belajar di lingkungan sekitar anak memiliki dampak positif yang besar pada perkembangan kognitif mereka. Anak-anak dapat mengadopsi sikap . yang mendorong empati, toleransi, dan rasa hormat kepada orang lain di lingkungan sekitar mereka. Melalui pembelajaran di lingkungan, pendidikan semacam itu akan meningkatkan bakat psikomotorik mereka dengan mendorong pandangan sosial pada masyarakat. Dengan berpartisipasi dan mengamati kegiatan, misalnya, anak-anak dapat langsung mengetahui dan merasakan sesuatu. Oleh karena itu, anak-anak yang diajari tentang pendidikan sosial dan kemasyarakatan akan menjadi orang yang bijaksana. Kepribadian semua orang dari semua latar belakang sosial akan dipahami oleh anak-anak. Anak-anak yang memahami hal ini akan melihat keagungan Allah SWT dan tumbuh dalam penghargaan kepada-Nya karena telah menciptakan manusia dengan tradisi sosial yang Kata Kunci: Lingkungan, lingkungan belajar, pendidikan, anak Abstract The environment plays a role in regulating conditions or preventing growth because it is outside the realm of a person's genetic potential and ability. Living things, inanimate objects and human culture can be used as learning resources to help children learn and engage in learning activities more effectively. When the environment is used as a learning resource in kindergarten, children are exposed to real-world situations and conditions, such as weather patterns, which makes their learning more authentic and Learning in the environment around children has a great positive aidadzaq345@upi. sintachairani29@upi. indirasofyanggraini@upi. derihendriawan@upi. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 99 - 108 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. impact on their cognitive development. Children can adopt . attitudes that encourage empathy, tolerance and respect for others in the environment around them. Through learning in the environment, such education will enhance their psychomotor aptitude by encouraging a social outlook on society. By participating and observing activities, for example, children can directly know and feel things. Therefore, children who are taught about social and civic education will become thoughtful The personalities of all people from all social backgrounds will be understood by children. Children who understand this will see the greatness of Allah SWT and grow in appreciation of Him for creating humans with diverse social traditions. Keywords: Environment, learning environment, education, children PENDAHULUAN Lingkungan tempat seorang anak tumbuh memiliki dampak yang besar terhadap kepribadian mereka. Lingkungan alam, lingkungan ekonomi, dan lingkungan lainnya adalah contoh variabel eksternal yang memengaruhi bagaimana kepribadian seseorang berkembang dan berubah, baik sebelum atau sesudah lahir. Lingkungan sekitar membantu mendukung atau bahkan menghambat pertumbuhan. Segala sesuatu yang ada di dalam dan di sekitar anak, termasuk benda mati, makhluk hidup, dan budaya manusia, dapat menjadi sumber belajar. Pembelajaran anak dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan lingkungan sekitar. Ketika lingkungan digunakan sebagai sumber belajar di taman kanak-kanak, anak-anak dihadapkan pada situasi dan kondisi dunia nyata, seperti pola cuaca, yang membuat pembelajaran mereka lebih otentik dan nyata. Memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar akan menghadapkan siswa pada peristiwa, situasi, atau kejadian alam di dunia nyata, sehingga materi pembelajaran menjadi lebih kredibel dan faktual. Sumber belajar dapat didefinisikan sebagai segala macam sumber daya yang dapat digunakan oleh guru untuk mendukung belajar mengajar, baik secara terpisah maupun secara gabungan, dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efektivitas tujuan pembelajaran (Banks. Komalasari, 2. Lingkungan adalah keseluruhan dari semua elemen dalam sistem kehidupan, termasuk manusia dan tindakan mereka serta semua makhluk hidup Komponen biotik . rganisme hidu. , abiotik . enda mat. , dan komponen budaya yang membentuk lingkungan hidup. Lingkungan berubah menjadi sumber pembelajaran yang kaya dan menarik bagi siswa serta sumber informasi yang kaya dan menarik. Setiap lingkungan memiliki potensi untuk menjadi menyenangkan bagi Dalam pendidikan anak usia dini, lingkungan memiliki pengaruh yang besar dalam bermain sebagai sumber belajar. Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar, menurut Pasal 1 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Selanjutnya, menurut Endah . 3: . , sumber belajar lingkungan dapat meningkatkan kinerja akademik anak, membuat mereka lebih sadar akan isu-isu sosial di masyarakat, membantu mereka memecahkan masalah ketika masalah itu muncul, dan membantu mereka memperoleh pengetahuan, kemampuan, sikap, dan nilainilai yang mereka butuhkan untuk terlibat secara aktif dalam kehidupan mereka. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 99 - 108 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. Namun, para guru dan orang tua kurang menyadari fungsi lingkungan sebagai tempat bermain dan sumber belajar. Kemampuan guru untuk menentukan materi kurikulum dan membuat program pembelajaran mingguan dan harian adalah masalah yang muncul. Selain itu, orangtua tidak memahami pembelajaran berbasis lingkungan. Orang tua biasanya menilai kemampuan akademik anak Berkaitan dengan hubungan guru dan orang tua adalah bahwa guru tidak bekerja sama dengan orang tua, yang mengakibatkan kurangnya interaksi antara anak-anak dalam pelajaran sekolah dan kebutuhan orang tua. Akibatnya, ada sedikit interaksi antara guru dan anak dalam kegiatan pembelajaran. Persoalan lainnya adalah orang tua umumnya tidak menyadari perlunya mendukung pendidikan anak-anak mereka secara finansial dan membantu mereka belajar di rumah dan di luar rumah dengan menggunakan prinsip-prinsip yang sama dengan sekolah. Akibatnya, pertumbuhan anak tidak dapat Hal ini sejalan dengan penelitian Darwis . yang menunjukkan pentingnya peran orang tua dalam pertumbuhan psikologis anak. Tanpa keterlibatan orang tua, pertumbuhan anak tidak akan berhasil. Anak yang mendapat dukungan dari orang tua akan menjadi lebih termotivasi, tidak mudah cemas, dan belajar untuk menjadi mandiri dan percaya diri. Banyak sumber daya yang seharusnya tersedia untuk membantu proses belajar mengajar di kelas ternyata tidak tersedia. Pasokan bahan yang terbatas membuat sulit untuk membuat alat bantu pengajaran yang mendorong Kertas yang tersedia untuk membuat LKA untuk anak-anak relatif Ketika membuat media dan materi pendidikan yang dibutuhkan anak-anak, guru harus menggunakan kreativitas yang lebih tinggi. Untuk menjaga keberlangsungan kegiatan belajar mengajar, diperlukan inovasi dengan memanfaatkan berbagai sumber daya alam. Kegiatan pendidikan anak usia dini di dalam dan di luar ruangan dapat dilakukan secara maksimal dengan memanfaatkan semua keadaan di sekitar anak-anak. Kegiatan pembelajaran dapat diseimbangkan dengan memanfaatkan konteks di dalam dan di luar ruangan, yang mengindikasikan bahwa pembelajaran dapat dilakukan di dalam dan di luar ruangan (Zaman, 2007: 9. Lebih lanjut, ditegaskan bahwa anak-anak belajar membedakan tekstur, warna, aroma, dan suara dengan cara yang jauh lebih bermakna di luar ruangan dibandingkan di dalam ruangan (Mariyana et al. , 2010: . Memanfaatkan ruang terbuka memungkinkan anak-anak untuk mengekspresikan keinginan mereka, menunjukkan minat mereka, dan memicu keingintahuan mereka selain berfungsi sebagai lokasi bermain. KAJIAN TEORI Selanjutnya, teori sosio-budaya Vygotsky . berpendapat bahwa perkembangan anak secara signifikan dipengaruhi oleh masyarakat dan budaya tempat mereka dibesarkan. Gagasan teoretis ini didukung oleh penelitian yang mengaitkan faktor lingkungan dengan hasil perkembangan anak. Keberhasilan anak-anak dalam tes perkembangan perilaku dan kognitif telah terbukti dapat diprediksi dengan baik oleh lingkungan rumah mereka (Bradley & Caldwell, 1984. Elardo. Bradley, & Caldwell, 1. Tempat penitipan anak yang baik juga memiliki dampak yang baik terhadap perkembangan bahasa dan kognitif anak, menurut penelitian oleh Howes . dan Mc Cartney . Berdasarkan penilaian para ahli di atas, jelaslah bahwa tempat penitipan anak, yaitu PAUD, haruslah berkualitas tinggi. Efektivitas lingkungan akan Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 99 - 108 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. berpengaruh pada pertumbuhan anak, termasuk seberapa baik mereka membaca dan menulis, serta program-program lain yang dapat meningkatkan sumber belajar anak. Memanfaatkan lingkungan merupakan bagian dari upaya untuk membantu proses belajar mengajar dan mencapai tujuan pembelajaran. Diharapkan guru dapat membantu siswa dalam mempelajari materi tertentu dengan menciptakan lingkungan yang dapat digunakan sebagai sumber belajar, menata lingkungan belajar, khususnya di dalam kelas, dan menerapkan strategi pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk belajar (Mulyasa, 2006: . Perhatian khusus harus diberikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang positif. Lingkungan asli, lingkungan buatan, dan lingkungan sosial adalah beberapa jenis lingkungan yang dapat digunakan sebagai sarana pembelajaran. Lingkungan sosial dan lingkungan fisik merupakan dua konteks yang dapat digunakan untuk pembelajaran, menurut Basuki . alam Rasdawati et al. , 2013: . Pemanfaatan lingkungan bertujuan untuk membuat siswa lebih mudah untuk mempelajari topik tertentu secara langsung. Selain itu, memanfaatkan lingkungan ini memungkinkan siswa menerima proses pembelajaran secara Dengan melakukan ini, siswa mendapatkan stimulus pembelajaran yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Menurut Moha . , beberapa keuntungan dari menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar adalah sebagai berikut: mengatasi kebosanan dalam belajar. suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa. memberikan kesempatan bagi siswa untuk menerapkan teori. memberikan kesempatan bagi siswa untuk belajar secara mandiri. memperluas perspektif siswa. dan meningkatkan prestasi belajar. Lingkungan dapat menjadi sumber belajar yang lebih besar daripada teknik-teknik lainnya, seperti yang dapat disimpulkan dari semua pernyataan di Secara khusus, lingkungan dapat memberikan dampak langsung terhadap pembelajaran siswa dan memberikan dorongan belajar yang rumit. Penulis mengacu pada gagasan ini ketika membahas temuan-temuan penyelidikan tentang bagaimana orang menggunakan lingkungan mereka. METODE PENELITIAN Berdasarkan materi yang dianalisis, ini diperoleh dari buku-buku dan sumber-sumber lain yang diambil dari berbagai karya literatur, maka metode penelitian yang digunakan untuk artikel ini adalah penelitian kepustakaan . ibrary researc. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah pendekatan dokumen. Pendekatan ini digunakan oleh penulis untuk mengumpulkan data tentang peran lingkungan masyarakat sebagai sumber Pendekatan analisis data dengan menggunakan analisis konten digunakan untuk menarik temuan yang dapat dipercaya dari beberapa sumber atau referensi yang terkait dengan topik yang dibahas dalam pembuatan artikel ini. Prosedurnya meliputi pemilihan teks yang akan dibahas, pengumpulan data yang relevan, dan pelaksanaan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Menurut Barnadib, masyarakat adalah sekelompok individu yang tinggal di suatu lokasi tertentu, terhubung oleh pengalaman bersama, telah melalui sejumlah penyesuaian, sadar akan rasa kemanusiaan bersama, dan mampu bekerja sama Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 99 - 108 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. untuk mengatasi krisis dalam kehidupan mereka. Terdapat variasi etnis, bahasa, adat istiadat, dan budaya dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Orang-orang mengikuti berbagai macam adat istiadat, bahkan di dalam satu lokasi. Variasi semacam itu pada kenyataannya memperluas cakupan kewarganegaraan berdasarkan Purwanto menyatakan bahwa lingkungan sekitar suatu komunitas, seperti tanah, suhu, dan tempat, membentuk lingkungan secara keseluruhan. Yang kedua adalah Budaya . atar buday. Lingkungan sosial atau cara hidup sosial adalah kategori ketiga. Masyarakat adalah lingkungan ketiga untuk pendidikan setelah keluarga dan sekolah. Lingkungan sekitar dapat secara signifikan membantu pembelajaran anak. Menurut Syam, ada korelasi yang kuat antara masyarakat dan pendidikan, bahkan mengibaratkannya seperti ayam dan telur. Pendidikan adalah kunci kemajuan masyarakat, dan hanya masyarakat yang maju yang memiliki pendidikan yang maju. Sebagai anggota masyarakat yang bertanggung jawab, kita harus membina lingkungan yang mendukung pembelajaran, untuk membantu proses pembelajaran anak-anak. Masyarakat madani adalah nama lain dari peradaban yang maju. Budaya ini menjadi gambaran dari nilai pembelajaran seumur hidup. Karena di sana, orang-orang rukun, saling mendukung, dan menghargai perdamaian. Menurut Indrakusuma . 3: . , pengaruh positif terjadi apabila lingkungan menawarkan kemungkinan-kemungkinan yang baik kepada anak dan mendorong atau memotivasi pembentukan dan pertumbuhannya. Sementara dampak yang tidak menguntungkan terjadi ketika lingkungan tidak menawarkan kesempatan untuk belajar atau bahkan ketika lingkungan tersebut menghalangi proses pendidikan. Sebagai contoh, kita belajar bahasa mandarin di lingkungan yang menggunakan bahasa mandarin sebagai bahasa sehari-hari. Di mana pun kita berada, kita harus berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Lingkungan seperti itu dikatakan memiliki efek positif. Anak-anak juga belajar tentang agama di sekolah, sebagai salah satu ilustrasi. Namun, tidak ada yang mempraktikkan ibadah di rumah, di keluarga anak, atau di rumah tetangga. Pada kenyataannya, ada beberapa fakta yang bertentangan dengan apa yang diajarkan kepada anakanak di sekolah mengenai agama. Oleh karena itu, lingkungan memiliki dampak yang merugikan pada situasi Akibatnya, lingkungan juga mempengaruhi seberapa baik atau buruknya pendidikan yang diberikan. Jika lingkungan merupakan faktor dalam proses pembelajaran, maka kita dapat mengatakan bahwa. Jika siswa sudah terbiasa bertindak positif di sekolah, maka suasana tersebut harus dipertahankan agar siswa terus mengembangkan kebiasaan tersebut. Proses Belajar Anak dalam Lingkungan Masyarakat Menurut Ramayulis . 8: . , ada tiga jenis lingkungan yang dapat digunakan sebagai sumber belajar. Yang pertama adalah "lingkungan terbuka", yaitu alam apa adanya tanpa kehadiran "manusia". Anak-anak dapat memperhatikan dan menghargai alam, sehingga mereka dapat melihat keagungan Tuhan secara visual. Anak-anak dapat belajar sesuatu yang baru tentang ciptaan Tuhan dan mengungkapkan rasa syukur kepada-Nya. Banyak lembaga pendidikan formal dan informal saat ini menggunakan teknik pembelajaran lingkungan. Sebagai gambaran, tersedianya kegiatan yang mengedepankan persahabatan akan menghubungkan anak-anak dengan Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 99 - 108 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. lingkungannya secara langsung. Anak-anak akan memperoleh berbagai pengetahuan dan fakta dengan cara ini, misalnya, bagaimana mencintai binatang, lingkungan, dan orang lain, agar perilaku positif tersebut dapat membentuk karakter mereka. Fasilitas pendidikan "Sekolah Alam" adalah pilihan lain. lembaga ini, kegiatan belajar lebih banyak dilakukan di luar kelas dengan tujuan untuk belajar sambil mengapresiasi keajaiban alam. Yang kedua adalah lingkungan historis atau peninggalan sejarah. Istilah "lingkungan historis" mengacu pada penataan situs dan artefak bersejarah, seperti di museum. Siswa dapat belajar dari alam lingkungan atau melalui instruksi untuk mengembangkan nilai-nilai baru bagi diri mereka sendiri. Kegiatan study tour, seperti belajar sambil berwisata, biasanya diadakan dalam rangka pengenalan latar belakang sejarah ini. Misalnya, kunjungan ke istana, museum, dan candi. Pengajaran seperti ini secara tidak sengaja dapat memperkuat keyakinan agama anak-anak. Secara khusus, mengenali bukti keagungan Tuhan dalam ciptaanNya. Yang ketiga adalah lingkungan sosial atau masyarakat. Keluarga dan lingkungan sekolah membentuk lingkungan masyarakat. Anak-anak sangat dipengaruhi oleh masyarakat, khususnya pengaruh lingkungan keluarga. Pengaruh yang beragam belum tentu untuk kepentingan terbaik anak. Oleh karena itu, penggunaannya sebagai alat pembelajaran haruslah bijaksana. Untuk itu, masyarakat harus menumbuhkan suasana yang positif dengan mengadopsi perilaku yang positif sehingga dapat menjadi sumber pendidikan bagi anak-anak, karena pembelajaran anak-anak bergantung pada usia mereka . Metode belajar yang paling umum adalah dengan meniru perilaku individu yang kita amati. Diharapkan dengan mencontohkan perilaku positif, anak-anak akan mengikutinya. Jenis Lingkungan Yang Menjadi Faktor Belajar Menurut Syah . dalam Baharuddin . 0: 26-. , ada dua tipe unsur lingkungan yang dapat mempengaruhi belajar, variabel lingkungan yang bukan merupakan aspek sosial atau lingkungan. Berikut ini adalah elemen-elemen lingkungan sosial. Lingkungan sosial sekolah adalah yang pertama. Proses belajar siswa dapat dipengaruhi oleh guru, staf, dan teman sebayanya. Suasana yang positif di antara ketiganya dapat mendorong anak untuk menjadi lebih baik di dalam kelas. Anak dapat terdorong untuk belajar jika seorang guru atau manajemen bertindak dengan penuh empati dan mengagumkan. Semangat belajar siswa dapat ditumbuhkan dalam lingkungan belajar yang mendukung di sekolah. Selain itu, kondisi di dalam kelas harus selalu dijaga agar tetap rapi dan ramah. Karena belajar bisa lebih nyaman dalam suasana seperti itu. Bisa dibayangkan betapa tidak nyamannya memasuki ruang kelas yang kumuh dan tidak bersih, apalagi mencoba untuk fokus belajar. Lingkungan sosial masyarakat adalah yang kedua. Pembelajaran akan dipengaruhi oleh keadaan lingkungan tempat tinggal siswa. Daerah kumuh seperti di mana terdapat banyak yang tidak bekerja dan anak-anak jalanan, kriminalitas juga dapat berdampak pada kegiatan belajar siswa. Paling tidak, anak akan kesulitan untuk menemukan teman belajar, berpartisipasi dalam diskusi sumber belajar ketika mereka tidak memilikinya. Khususnya, hubungan interpersonal dalam masyarakat atau keadaan lingkungan itu sendiri. Faktor lingkungan setidaknya akan meningkatkan kegiatan belajar jika lingkungan tersebut rapi dan indah, dan hal yang sebaliknya juga berlaku. Tentu saja, masyarakat yang baik. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 99 - 108 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. mendukung, dan harmonis dapat digunakan sebagai alat belajar atau bahkan sebagai teman belajar. Lingkungan sosial keluarga berada di urutan ketiga. Kegiatan belajar sangat dipengaruhi oleh lingkungan ini. Prestasi akademik anak dapat dipengaruhi oleh konflik keluarga, sifat orang tua, demografi keluarga . okasi ruma. , dan manajemen keluarga. Siswa akan melaksanakan tugas-tugas akademis mereka dengan lebih sukses jika orang tua, saudara kandung, saudara laki-laki, dan anggota keluarga lainnya rukun. Anak-anak menerima pendidikan awal mereka dalam keluarga. Oleh karena itu, menurut Islam, ibu merupakan madrasah pertama bagi anak-anaknya. Keluarga berfungsi sebagai fondasi dan model bagi anak. Kebiasaan positif tertanam kuat dalam benak anak-anak hingga mereka mencapai usia dewasa. Satu-satunya hal yang dapat melindungi anak-anak dari lingkungan yang kurang kondusif bagi perkembangan mereka adalah pendidikan karakter di rumah. Lingkungan alam adalah lingkungan nonsosial yang pertama. Misalnya, udara yang bersih, suhu yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin, cahaya yang tidak terlalu menyilaukan, tidak terlalu terang atau terlalu redup, dan suasana yang tenang dan tenteram. Lingkungan alam merupakan komponen yang dapat mempengaruhi seberapa baik siswa belajar. Sebaliknya, jika lingkungan alam tidak mendukung, pembelajaran akan terhambat bagi siswa. Meskipun lingkungan alam ini mungkin terlihat tidak penting, namun sangat penting untuk diperhatikan jika Anda ingin belajar secara efektif. Lalu ada faktor instrumental. Secara khusus, teknologi pendidikan portabel secara khusus, alat pembelajaran dapat dikategorikan dalam dua kategori. Hardware mencakup hal-hal seperti gedung sekolah, sumber daya pendidikan, lingkungan belajar, fasilitas olahraga, dan sebagainya. Kedua, perangkat lunak seperti buku pelajaran, kebijakan sekolah, buku panduan, dan silabus. Fungsi Lingkungan dalam Mendukung Pendidikan Anak Ada tiga perspektif yang dapat digunakan untuk menganalisis hubungan antara masyarakat dan pendidikan: Pertama, masyarakat menyelenggarakan Kedua, baik secara langsung maupun tidak langsung, tujuan pendidikan dibagikan oleh klub sosial di lingkungan sekitar dan/atau organisasi Ketiga, masyarakat menawarkan berbagai pilihan pendidikan. Hal ini berkaitan dengan tujuan pendidikan, yaitu untuk memberikan siswa kemampuan yang mereka butuhkan untuk menavigasi tantangan yang dihadirkan oleh masyarakat modern. Oleh karena itu, akan lebih baik jika kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan lingkungan sekitar. Menurut Ulum . , lingkungan berfungsi sebagai sumber pengetahuan yang terbatas namun tidak terbatas untuk tujuan pendidikan. Anak-anak dapat mempelajari berbagai topik dari sumber belajar lingkungan ini. Meskipun sebagian besar alat pembelajaran di lingkungan ini tidak secara khusus dibuat untuk tujuan pendidikan, namun ada banyak sekali alat pembelajaran yang tersedia. Pengetahuan dan wawasan anak-anak akan diperluas dengan materi pembelajaran lingkungan ini, yang tidak dibatasi oleh empat dinding kelas. Selain itu, karena anak-anak dapat menggunakan panca indera mereka semaksimal mungkin untuk berkomunikasi dengan lingkungan mereka, kebenarannya pun lebih akurat. Jika pemahaman teoritis kita semakin baik, masyarakat adalah lingkungan yang tepat untuk mengaplikasikannya. Jika Anda tidak menganggap serius teori. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 99 - 108 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. Anda akan mempraktikkannya, dan teori serta praktik keduanya memiliki Anak-anak mungkin akan merasa kegiatan belajar lebih menarik jika mereka memiliki berbagai macam sumber daya dan variasi pilihan. Elemen dasar yang penting dalam menciptakan lingkungan belajar adalah kecintaan untuk belajar sepanjang masa. Kedua, pemanfaatan lingkungan mendorong aktivitas belajar anak Pendidikan anak usia dini harus memenuhi kebutuhan dan keharusan untuk pemanfaatan berbagai metode. Ada beberapa keuntungan dan manfaat menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar dalam pendidikan anak usia Bahkan, hampir semua kegiatan tematik dapat digunakan untuk mengajarkan siswa tentang lingkungan. Namun, pengajar harus kreatif dan imajinatif untuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar. Dikatakan bahwa lingkungan berfungsi sebagai sumber belajar dan media Lingkungan digunakan sebagai sumber belajar dalam proses Untuk meningkatkan motivasi anak dalam belajar, sangat penting untuk menggunakan teknik pembelajaran yang aktif dan kreatif. Beberapa orang menyatakan bahwa pendekatan lebih penting daripada konten karena hal ini. Dengan menggunakan strategi pengajaran yang efektif dan menarik, anak-anak akan termotivasi untuk belajar. Anak-anak dapat belajar banyak dari lingkungan sekitar mereka karena sangat kaya dan menghibur. Bagi anak-anak, situasi apa pun bisa menyenangkan. Anak-anak yang diajarkan tentang pengetahuan sosial dan kepedulian terhadap masyarakat akan menjadi pribadi yang arif. Kepribadian semua orang dari semua latar belakang sosial akan dipahami oleh anak-anak. Anak-anak yang memahami hal ini akan melihat keagungan Allah SWT dan tumbuh dalam penghargaan kepada-Nya karena telah menciptakan manusia dengan tradisi sosial yang beragam. Pengetahuan anak-anak akan berkembang secara signifikan ketika mereka belajar di lingkungan mereka. Karena itu, anak akan belajar semua pengetahuan, tidak hanya pengetahuan kognitif. Anak-anak dapat mempelajari sikap . di lingkungan sekitar, termasuk bagaimana mempromosikan kebaikan, toleransi, dan menghormati orang lain. Sebagai hasilnya, pendidikan semacam itu akan mendorong pandangan sosial pada masyarakat. Selain itu, anak-anak juga akan mengembangkan kemampuan psikomotorik mereka melalui pembelajaran di lingkungan sekitar. Anak-anak dapat secara langsung mengetahui dan mengalami berbagai hal, misalnya dengan terlibat dan menyaksikan kegiatan. KESIMPULAN Pengalaman penulis menunjukkan bahwa guru menghadapi berbagai masalah yang terkait dengan kekurangan sumber dan media pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa dana pemerintah dan yayasan belum turun dan biaya siswa belum dibayar. Oleh karena itu, guru tidak dapat memenuhi berbagai kebutuhan kegiatan belajar mengajar (KBM). Jadi, untuk menjaga keberlangsungan pendidikan, guru harus lebih kreatif dalam membuat sarana dan sumber belajar yang diperlukan oleh anak-anak yang berasal dari lingkungan sekitar mereka. Untuk mendukung KBM, guru menggunakan bahan dan media yang berasal dari lingkungan sekitar anak, seperti arang bekas (Loose par. , kerang. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 99 - 108 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. daun kering, dan potongan kayu. Selain itu dengan melakukan kegiatan di luar kelas, seperti di lapangan, kebun, dan di laut. Hal ini menyiratkan bahwa dengan memanfaatkan berbagai media dan pilihan pembelajaran yang ada, keterbatasan yang ada dapat mendorong individu untuk menjadi lebih kreatif, energik, dan sadar akan lingkungan. SARAN Program semester. RPPM, dan RPPH dimodifikasi agar sesuai dengan topik lingkungan yang lebih terfokus selama perencanaan. Dengan guru yang hanya berperan sebagai pemandu dan anak-anak melakukan pembelajaran baik secara individu maupun kelompok, hal ini memungkinkan anak-anak untuk terlibat secara mandiri. Selain itu, kegiatan lingkungan hidup telah berkembang, dan kegiatan yang lebih baru menggantikan kegiatan yang lebih tradisional. mendukung kegiatan ekstrakurikuler siswa dan guru dengan berpartisipasi dan tetap terlibat. Para guru menggunakan benda-benda dan media dari lingkungan sekitar anak, seperti biji-bijian, kerang, daun kering, dan potongan kayu, untuk memperkuat KBM. Mereka berpartisipasi dalam kegiatan di lapangan, kebun, pasar, dan di laut, di antara tempat-tempat lain di luar kelas. Hidup sesuai kemampuan dan menyatu dengan alam tidak akan pernah menghalangi kalian untuk bahagia. Sebaliknya, keterbatasan justru memotivasi individu untuk menggunakan berbagai media dan kesempatan belajar yang ada, yang mendorong kreativitas, aktivitas, dan kecintaan terhadap lingkungan. Jurnal Generasi Tarbiyah : Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023 Jurnal Generasi Tarbiyah: Jurnal Pendidikan Islam Volume 2. Nomor 2. Oktober 2023, 99 - 108 https://jurnal. id/index. php/jgt E-ISSN: 2830-182X DOI: https://doi. org/10. 59342/jgt. DAFTAR PUSTAKA