JURNAL BUANA SAINS Volume 24. Number 3 (Desember 2. : Hal. ISSN: 1412-1638 . 2527-5720 . Terakreditasi Peringkat 4 Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan No 148/E/KPT/2020 Tersedia online https://jurnal. id/index. php/buanasains PENGGUNAAN BEBERAPA SUBSTRAT PADA HIDROPONIK SAWI PAGODA SISTEM RAKIT APUNG Teressa Septian Hape. Astutik. Ricky Indri Hapsari dan Astri Sumiati Universitas Tribhuwana Tunggadewi Korespondensi: astutik@unitri. Abstract Article history: Received 20 October 2024 Accepted 30 November 2024 Published 31 December 2024 The research aims to obtain the type of substrate and dosage of AB Mix that can elevate the growth of pagoda mustard plants. The study used a completely randomized design with four substrates: wood powder, charcoal husk, sphagnum moss, and cocopeat. AB Mix uses two doses such as 6 and 8 ml/l repeated 4 times in each experiment with three plant samples. Observations included parameters of plant height, number of leaves, leaf area, wet weight of plants and roots, and dry weight of plants and roots. The results showed that the husk charcoal substrate with AB Mix 8 ml/l nutrition produces the highest wet weight of pagoda mustard plants. Keywords: AB Mix. pagoda mustard plants. Pendahuluan Sawi pagoda termasuk tanaman dikembangkan di Indonesia, selain tergolong tanaman sayuran baru, termasuk protein, kalsium, karbohidrat, magnesium, kalium, vitamin A, vitamin B kompleks, dan asam osinolat, di antara nutrisi lainnya. Pengembangan pembudidayaan sawi pagoda diharapkan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap sayuran sehat. Oleh karena itu diperlukan system pembudidayaan yang tidak membutuhkan lahan yang luas yakni pembudidayaan secara hidroponik (Mariay et al. , 2. Keberhasilan pembudidayaan sayuran secara hidroponik dipengaruhi oleh subtrat yang digunakan dan jenis serta dosis nutrisi yang ditambahkan. Menurut Mariana . , substrat yang baik harus mampu mendukung tanaman, menahan air, menyediakan nutrisi yang dibutuhkan tanaman, dan menyediakan ruang akar yang Adapun nutrisi yang banyak digunakan pada proses budidaya hidroponik adalah menggunakan nutrisi berupa AB Mix. AB Mix merupakan pupuk majemuk yang memiliki nutrisi yang dibutuhkan dalam proses pertumbuhan tanaman. AB mix juga sangat mudah larut dalam air. Nutrisi AB Mix merupakan gabungan dari Mix A dan Mix B. Mix A terdiri dari makroelemen yang terdiri dari unsur seperti N. Ca, dan Mg, sementara Mix B terdiri dari mikroelemen seperti Mn. Cu. Zn. Cl, dan Fe (Hidayanti dan Kartika, 2. Mahdalena dan Aini . menemukan kombinasi dari substrat arang sekam padi dan AB Mix 5 ml/L pada tanaman sawi pagoda menghasilkan hasil teritinggi pada parameter jumlah daun, dan berat segar total. Tujuan penelitian ini yaitu menemukan kombinasi jenis substrat dan dosis AB Mix untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi pagoda. To cite this article: : Hape. Astutik. Hapsari dan A. Sumiati. Penggunaan Beberapa Substrat Pada Hidroponik Sawi Pagoda Sistem Rakit Apung. Jurnal Buana Sains 24. : 9-14 Hape. Astutik. Hapsari dan A. Sumiati / Buana Sains Vol 24 No 3 : 9-14 Metode Penelitian Lokasi penelitian berada di jalan Tlogomas. Kecamatan Lowokwaru. Kota Malang, di Jalan Telaga Warna Simpang Blok Untuk penelitian ini, digunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua substrat terdiri dari M1 . erbuk kay. M2 . phagnum mos. M3 . rang seka. M4 . , dan larutan nutrisi AB campuran K1 . dan K2 . Ada total 72 unit percobaan, dengan delapan kombinasi perlakuan, tiga ulang, dan tiga sampel tanaman masing-masing. Parameter yang diamati diantaranya termasuk tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, berat basah dan kering tanaman, dan berat akar. Analisis ragam (ANOVA) digunakan untuk menganalisis data, jika ada perbedaan, uji beda nyata terkecil (BNT) digunakan pada taraf 5%. Hasil dan Pembahasan Tinggi Tanaman Jenis substrat dan konsentrasi AB Mix tidak saling berpengaruh untuk mendukung pertumbuhan tinggi tanaman sawi pagoda. Sebaliknya, jenis substrat dan konsentrasi AB Mix pertumbuhan tinggi tanaman sawi pagoda mulai umur 1-6 minggu. Tabel 1 menunjukkan pengaruh jenis substrat dan konsentrasi AB Mix terhadap pertumbuhan tinggi tanaman sawi pagoda. Tinggi tanaman meningkat seiring dengan umurnya, menunjukkan pertumbuhan optimal tanaman sawi pagoda. Sampai tanaman berumur enam minggu, substrat arang sekam memberikan respon pertumbuhan yang lebih baik daripada substrat lain. Ini karena biochar arang sekam membenah tanah dan memberikan unsur hara secara langsung yang mudah diserap tanaman. Nitrogen membantu dalam pembentukan protein yang dibutuhkan tanaman untuk pertumbuhan vegetatif (Harlina, 2. Dalam penelitian ini, ditemukan bahwa nutrisi AB Mix 8 ml/l mampu menumbuhkan tanaman sawi pagoda dengan lebih baik daripada nutrisi 6 ml/l. Penemuan ini sejalan dengan penelitian Maitimu et al. , di mana nutrisi AB Mix 7 ml/l mampu menumbuhkan tanaman sawi dengan tinggi 27,6 cm. Nutrisi AB Mix memiliki unsur hara yang lebih tinggi dalam campuran ini. Tabel 1. Pengaruh substrat dan konsentrasi ab mix terhadap tinggi tanaman sawi pagoda Perlakuan Tinggi tanaman pada umur . Substrat: 2,38a 3,20a 4,15a 5,97a 7,95a 8,63a M1(Serbuk kay. M2(Sphagnum mos. 2,77b 6,13bc 7,32bc 8,65b 10,32c 10,92c M3(Arang seka. 3,30c 6,32c 7,80c 9,52c 10,92d 11,47d M4(Cocopea. 2,70b 5,63b 7,05b 8,38b 9,63b 10,00b BNT5% 0,29 0,67 0,52 0,52 0,58 0,49 Konsentrasi AB Mix: 2,83 5,46 6,53 8,05 9,19a 9,76a K1 . K2 . 2,75 5,18 6,63 8,21 10,22b 10,75b BNT5% 0,81 0,70 Keterangan : Bilangan pada kolom yang sama dan didampingi dengan huruf yang sama pula menunjukkan tidak berbeda nyata pada uji BNT 5%. To cite this article : Hape. Astutik. Hapsari dan A. Sumiati. Penggunaan Beberapa Substrat Pada Hidroponik Sawi Pagoda Sistem Rakit Apung. Jurnal Buana Sains 24. : 9-14 Hape. Astutik. Hapsari dan A. Sumiati / Buana Sains Vol 24 No 3 : 9-14 Jumlah Daun Antara umur dua sampai enam minggu pertumbuhan sawi pagoda, konsentrasi nutrisi AB Mix dan substrat yang digunakan secara independen memengaruhi jumlah daun. Sampai umur enam minggu, subtrat arang sekam menghasilkan jumlah daun tertinggi . ,12 daun per tanama. Hal ini dikarenakan arang sekam memiliki porositas yang baik untuk menyerap unsur hara dalam nutrisi AB Mix dan arang sekam sendiri. Prayugo . mengatakan bahwa media tanam yang baik mampu mengikat air, drainase, aerasi dan sirkulasi yang baik, tidak mudah lapuk, dan dapat mempertahankan Selain itu, media tanam arang sekam juga memiliki beberapa kandungan hara yang dapat meningkatkan ketersediaan unsur hara bagi Kandungan hara tersebut meliputi KO 31%. PO 15%. N03 32%. Ca0 95%. Besi 180 ppm. Zink 14,1 ppm, dan Mangan 80 ppm, dan memiliki pH 6,8. Penelitian Pranata . menemukan bahwa tanaman sawi pak coy menghasilkan jumlah daun tertinggi . ,12 hela. , dan Purba . menemukan bahwa tanaman selada hidroponik dapat menghasilkan jumlah daun tertinggi . ,63 hela. Ini adalah hasil dari kemampuan media tanam arang sekam untuk menyerap nutrisi. Luas Daun Luas daun adalah parameter vegetatif yang dapat diamati dengan mudah untuk menentukan tingkat pertumbuhan vegetatif yang ideal. Disebabkan oleh fakta bahwa arang sekam adalah biochar yang kaya akan karbon, memiliki daya ikat yang tinggi terhadap unsur hara, dan berfungsi sebagai tempat penyimpanan nutrisi, pertumbuhan luas daun sawi pagora secara Tabel 3 menunjukkan bahwa pertumbuhan luas daun mulai umur 3 minggu sampai 6 minggu pengamatan, dan konsentrasi nutrisi AB Mix yang ideal adalah 8 ml/l. Arang sekam juga dapat berfungsi sebagai penyimpan unsur hara dari nutrisi AB Mix, yang mudah diserap oleh tanaman sawi pagoda saat Tabel 2. Pengaruh substrat dan konsentrasi ab mix terhadap jumlah daun tanaman sawi pagoda Perlakuan Jumlah daun sawi pagoda pada umur . Substrat: 5,38 6,21a 8,38a 10,12a 19,38a 26,00a M1(Serbuk kay. M2(Sphagnum mos. 5,98 7,98b 10,77b 14,45b 23,95b 30,90b M3(Arang seka. 5,78 8,33b 11,67b 19,73d 32,22d 38,12d M4(Cocopea. 6,05 8,05b 11,33b 17,73c 28,53c 34,43c BNT5% 0,44 1,22 1,29 3,45 3,40 Konsentrasi AB Mix: 5,68 7,48 9,87 14,61a 20,75a 27,53a K1 . K2 . 5,92 7,81 11,71b 16,44b 31,29b 37,20b 1,73 1,82 4,88 4,80 BNT5% Keterangan : Bilangan pada kolom yang sama dan didampingi dengan huruf yang sama pula menunjukkan tidak berbeda nyata pada uji BNT 5%. To cite this article : Hape. Astutik. Hapsari dan A. Sumiati. Penggunaan Beberapa Substrat Pada Hidroponik Sawi Pagoda Sistem Rakit Apung. Jurnal Buana Sains 24. : 9-14 Hape. Astutik. Hapsari dan A. Sumiati / Buana Sains Vol 24 No 3 : 9-14 Tabel 3. Pengaruh substrat dan konsentrasi ab mix terhadap luas daun tanaman sawi pagoda Perlakuan Jumlah daun sawi pagoda pada umur . Substrat: 1,88a 2,85a 5,96a 11,48a 13,10a M1(Serbuk kay. M2(Sphagnum mos. 7,98b 10,06b 12,43b 17,88b 19,82b M3(Arang seka. 10,09b 14,01c 18,13c 23,19c 25,42c M4(Cocopea. 9,31b 9,96b 12,92b 16,85b 18,71b BNT5% 3,19 1,56 1,61 1,94 2,02 Konsentrasi AB Mix: 6,88 8,93 11,89 16,28a 18,26a K1 . 7,74 9,52 12,83 19,42b 21,26b K2 . BNT5% 2,74 2,86 Keterangan : Bilangan pada kolom yang sama dan didampingi dengan huruf yang sama pula menunjukkan tidak berbeda nyata pada uji BNT 5%. Tabel 4. Pengaruh interaksi substrat dan konsentrasi AB Mix terhadap berat basah tanaman dan perakaran sawi pagoda. Perlakuan Berat Basah Berat Basah Tanaman . /tanama. Akar . /tanama. M1K1(Serbuk kayu dan AB Mix 6 ml/. 12,23a 5,89b M2K1(Sphagnum moss dan AB Mix 6 ml/. 13,27a 5,50b M3K1(Arang sekam dan AB Mix 6 ml/. 36,26ab 1,98a M4K1(Cocopeat dan AB Mix 6 ml/. 33,40a 3,03a M1K2(Serbuk kayu dan AB Mix 8 ml/. 14,15a 3,16a M2K2(Sphagnum moss dan AB Mix 8 ml/. 74,09cd 6,15b M3K2(Arang sekam dan AB Mix 8 ml/. 89,35d 6,54b M4K2(Cocopeat dan AB Mix 8 ml/. 61,24bc 2,95a BNT 5% 27,60 2,29 Keterangan : Bilangan pada kolom yang sama dan didampingi dengan huruf yang sama pula menunjukkan tidak berbeda nyata pada uji BNT 5%. Dalam nutrisi AB Mix terdapat berbagai unsur hara makro dan mikro yang penting bagi tanaman, seperti N. Ca. Mg. Mn. Cu. Zn. Cl. Mo. Na, dan Fe. Siswadi dan Teguh . memengaruhi kemudahan penyerapan nutrisi yang tersedia, terutama unsur N yang berperan dalam proses pembentukan daun, sehingga daun Berat Basah Tanaman dan Perakaran Perlakuan substrat dan konsentrasi nutrisi AB Mix berkontribusi pada pertumbuhan berat basah tanaman dan perakaran tanaman sawi Interaksi substrat arang sekam dengan nutrisi AM Mix 8 ml/l menghasilkan berat basah tanaman tertinggi sebesar 89,35 g/tanaman, tetapi ini tidak berbeda dengan interaksi substrat sphagnum moss dengan nutrisi AB Mix 8 ml/l (Tabel . Baik arang sekam maupun sphagnum moss adalah media tanam yang baik karena memiliki porositas yang baik untuk tanaman, yang memungkinkan penyerapan unsur hara dan pertumbuhan perakaran. Sphagnum moss juga mengandung unsur hara nitrogen yang tinggi dan mampu menyimpan dan mempertahankan kadar air yang dibutuhkan tanaman selama fotosintesis. Apabila tanaman memiliki jumlah air yang cukup, fotosintesis dapat terjadi lebih cepat. To cite this article : Hape. Astutik. Hapsari dan A. Sumiati. Penggunaan Beberapa Substrat Pada Hidroponik Sawi Pagoda Sistem Rakit Apung. Jurnal Buana Sains 24. : 9-14 Hape. Astutik. Hapsari dan A. Sumiati / Buana Sains Vol 24 No 3 : 9-14 Dengan demikian, fotosintesis yang dihasilkan dapat dimaksimalkan untuk pertumbuhan tanaman sawi pagoda. Media spaghnum moss berasal dari jenis lumut kering atau akar pakupakuan yang sering ditemukan di hutan dan mengandung unsur hara seperti nitrogen, mineral, kalium, dan phosfor yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman. Arang sekam adalah media tanam yang ringan, porous, dan cukup menahan air, menurut Dali Menthe . Selain itu. Rahayu et al. mengatakan bahwa nutrisi yang diberikan pada tanaman harus memiliki komposisi yang tepat. Ketersediaan unsur hara yang dibutuhkan untuk proses metabolisme sangat penting untuk pembentukan protein, enzim, hormon, dan karbohidrat, yang menyebabkan pembelahan sel yang lebih baik pada jaringan tanaman. Musnamar . mengatakan bahwa persedian hara pada media tanam memengaruhi pembentukan akar. Dengan porositas media yang lebih besar, proses drainase dan aerasi akan berjalan lebih baik untuk perkembangan akar, yang menghasilkan pertumbuhan sel yang lebih Pada akhirnya, ini akan menghasilkan pertumbuhan tanaman yang optimal. Berat Kering Tanaman dan Perakaran Jenis substrat dan konsentrasi nutrisi AB Mix secara mandiri mempengaruhi berat kering tanaman sawi pagoda, tetapi tidak mempengaruhi berat kering perakaran tanaman. Perlakuan substrat dan konsentrasi nutrisi AB Mix tidak bekerja sama untuk mendukung pertumbuhan berat kering tanaman dan perakaran tanaman sawi Berat kering yang paling tinggi Berat kering tanaman menunjukkan akumulasi senyawa organik tanaman yang berhasil disintesa dari senyawa anorganik air dan karbon dioksida. Dengan demikian, berat kering tanaman dapat digunakan sebagai indikator pertumbuhan Dalam penelitian ini, baik media arang sekam, spaghnum moss, dan cocopeat memiliki kemampuan yang sama untuk mengubah senyawa anorganik menjadi senyawa organik yang diperlukan untuk pertumbuhan tanaman sawi Junaedy . menyatakan bahwa faktor internal dan eksternal dapat memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Faktor internal terdiri dari ketersediaan unsur hara melalui substrat dan nutrisi AB Mix yang tidak dapat memenuhi kebutuhan pertumbuhan Faktor eksternal terdiri dari lingkungan tempat penelitian yang dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman sawi pagoda sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil Menurut Maitimu dan Suryanto . , ketersediaan air dan cahaya sangat penting untuk kehidupan tanaman. Jika proses fotosintesis berjalan baik, kebutuhan unsur hara terpenuhi, pertumbuhan tanaman akan berjalan secara Nutrisi, di sisi lain, adalah unsur hara yang sangat dibutuhkan tanaman untuk membantu pertumbuhannya. Tabel 5. Pengaruh substrat dan konsentrasi AB Mix terhadap berat basah dan kering akar tanaman sawi pagoda. Berat kering tanaman Berat kering akar Perlakuan . /tanaman ) . /tanama. Substrat : 1,30a 1,31 M1(Serbuk kay. M2 (Sphagnum mos. 3,68b 1,43 M3 (Arang seka. 4,07b 0,93 M4 (Cocopea. 3,04b 0,47 BNT5% 1,03 Konsentrasi AB Mix : 2,11a 0,95 K1 . K2 . 3,93b 1,12 BNT 5% 1,46 Keterangan : Bilangan pada kolom yang sama dan didampingi dengan huruf yang sama pula menunjukkan tidak berbeda nyata pada uji BNT 5%. To cite this article : Hape. Astutik. Hapsari dan A. Sumiati. Penggunaan Beberapa Substrat Pada Hidroponik Sawi Pagoda Sistem Rakit Apung. Jurnal Buana Sains 24. : 9-14 Hape. Astutik. Hapsari dan A. Sumiati / Buana Sains Vol 24 No 3 : 9-14 Kesimpulan Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai substrat sebagai media tanam dalam sistem hidroponik rakit apung berkorelasi dengan konsentrasi nutrisi AB Mix. Tanaman sawi pagoda mengalami pertumbuhan yang lebih baik ketika substrat rang sekam atau spaghnum moss dengan nutrisi AB Mix 8 ml/l Ucapan Terima Kasih Penulis mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah banyak membantu penelitian ini. Daftar Pustaka