BARAKATI: Journal of Community Service Volume 02 Number 2 | Maret 2024: 46-53 e-ISSN: 2961-8207 __________________________________________________________________________________ Motivasi Pembelajaran Bahasa Inggris Melalui Media Cue Card Nursakina Husen . * 1,Universitas Nuku Program Studi Ilmu Komunikasi. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik *e-mail: nursakinahusen@gmail. ABSTRAK Era globalisasi mewajibkan siswa untuk memiliki kemampuan berbicara dan menulis dalam bahasa Inggris secara efektif. Namun, dua keterampilan ini sering dianggap sulit karena beberapa faktor. Pertama, terdapat keterbatasan dalam kosakata. Kedua, kurangnya rasa percaya diri, dan ketiga, keterbatasan media pembelajaran yang tersedia. Untuk mengatasi tantangan ini, dibutuhkan solusi yang efektif dan efisien guna memotivasi siswa dalam belajar dan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Salah satu solusi yang dapat diimplementasikan adalah penggunaan media pengajaran yang menarik, seperti Cue Card atau kartu Clue. Kartu ini berisi ide-ide yang dapat dikembangkan berdasarkan topik pembelajaran, membantu siswa mengatasi keterbatasan kosakata dan merangsang kreativitas mereka. Dengan memanfaatkan media ini, permasalahan siswa dalam berbicara dan menulis dapat diminimalisir. Siswa dapat menggunakan petunjuk dalam kartu untuk memudahkan penulisan paragraf dan menyajikan ide mereka di depan kelas. Sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah siswa Kelas XI SMA Negeri 10 Tidore Kepulauan, yang berjumlah 16 siswa. Manfaat dari kegiatan ini meliputi pemberian pengetahuan tentang media dan metode pembelajaran menulis dan berbicara bahasa Inggris, memberikan tips dan strategi untuk meningkatkan minat siswa dalam belajar dan berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris. Kata kunci : motivasi: menulis . cue card ABSTRACT The era of globalization mandates students to possess effective speaking and writing skills in English. However, these two skills are often considered challenging due to several factors. Firstly, there is a limitation in vocabulary. Secondly, a lack of self-confidence, and thirdly, the limited availability of learning resources. To overcome these challenges, an effective and efficient solution is required to motivate students in learning and communicating in English. One solution that can be implemented is the use of engaging teaching media, such as Cue Cards or Clue cards. These cards contain ideas that can be developed based on the learning topic, helping students overcome vocabulary limitations and stimulating their creativity. By utilizing these media, students' issues in speaking and writing can be Students can use the cues on the cards to facilitate paragraph writing and present their ideas in front of the class. The target audience for this service activity is the 11th-grade students of SMA Negeri 10 Tidore Kepulauan, totaling 16 students. The benefits of this activity include providing knowledge about media and methods for learning English writing and speaking, offering tips and strategies to enhance students' interest in learning and communicating in English. Keywords: motivation :writing. cue card. Copyright . 2024 Nursakina Husen. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. BARAKATI: Journal of Community Service Volume 02 Number 2 | Maret 2024: 46-53 e-ISSN: 2961-8207 __________________________________________________________________________________ PENDAHULUAN Motivasi memainkan peran sentral yang krusial dalam dinamika proses belajar mengajar, terutama dalam pembelajaran bahasa Inggris, baik dalam kemampuan menulis maupun berbicara. Keterlibatan dan respons positif siswa terhadap materi yang diajarkan menjadi tolok ukur utama kesuksesan pembelajaran. Keterlibatan dan respons yang tinggi dari siswa memberikan kontribusi positif terhadap prestasi belajar yang dapat dicapai. Menurut Dornyei . faktor-faktor kunci seperti bakat, minat, motivasi, gaya belajar, kepribadian, strategi belajar, dan kepercayaan diri berpengaruh dalam pembelajaran bahasa asing. Dari semua faktor tersebut, motivasi diidentifikasi sebagai faktor terpenting, khususnya pada individu dewasa (Gardner, 1. Lakawa . menekankan bahwa untuk menjaga motivasi dalam pembelajaran bahasa asing, diperlukan perhatian pada dua komponen utama: komponen internal, seperti pemahaman akan pentingnya belajar bahasa, dan komponen eksternal, seperti fasilitas pembelajaran yang memadai. Keduanya memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran proses pembelajaran bahasa Inggris. Namun, disayangkan, kekurangan motivasi sering terjadi pada siswa dalam kegiatan menulis dan berbicara bahasa Inggris, disebabkan minimnya dorongan dari guru. Faktor lain, seperti kurangnya media pengajaran menarik dan ketidakoptimalan metode pembelajaran, turut serta menjadi penyebab rendahnya minat siswa terhadap penguasaan keterampilan menulis dan berbicara dalam bahasa Inggris. Kemampuan berkomunikasi dalam menulis dan berbicara bahasa Inggris dianggap sebagai tantangan bagi banyak siswa, meskipun mereka telah belajar selama bertahuntahun. Kesulitan ini mencakup kurangnya penguasaan kosa kata, ketidakmampuan menyampaikan gagasan, dan kurangnya kepercayaan diri (Julanos et al. , 2020. Juliana, 2021. Rifai & Yunianti, 2. Oleh karena itu diperlukan solusi efektif dan efisien untuk meningkatkan motivasi siswa dalam mempelajari dan berkomunikasi dalam bahasa Inggris (Novianty & Hariani, 2019. Zanada & Anggraini, 2021. Zananda & J Rompas, 2018. Zananda & Nopriyanzah, 2. Oleh karena itu diperlukan beberapa solusi yang efektif dan efisien untuk memotivasi siswa belajar dan berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah dengan menyediakan media pengajaran yang menarik, seperti Cue Card. Cue Card berupa kartu berisi ide-ide terstruktur yang dapat digunakan dalam presentasi atau monolog, membantu siswa mengatasi kendala berbicara, terutama bagi yang kesulitan menghafal presentasi. Dengan Cue Card, siswa dapat menuliskan ide-ide pokok materi yang akan mereka sampaikan dalam Bahasa Inggris. Melibatkan siswa dalam proses pembelajaran bahasa dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan beragam media, termasuk media auditif, visual, dan audio visual (Nurhana, 2022. Sidharta, 2. Salah satu alat yang terbukti efektif adalah Cue Card atau Kartu Clue, yang dapat memberikan dukungan signifikan dalam pengembangan keterampilan berbicara siswa (Kristanti, 2019. Shabrina, 2014. Utami, 2. Dengan menggunakan kartu clue, siswa dapat merinci ide-ide pokok materi dalam Bahasa Inggris dengan lebih terstruktur. Ini memberikan platform yang memungkinkan siswa untuk lebih percaya diri dalam berkomunikasi dan meningkatkan pemahaman mereka BARAKATI: Journal of Community Service Volume 02 Number 2 | Maret 2024: 46-53 e-ISSN: 2961-8207 __________________________________________________________________________________ terhadap bahasa Inggris melalui pengalaman pembelajaran yang lebih terlibat dan METODE Metode pengabdian kepada masyarakat merupakan pendekatan yang diterapkan oleh dosen perguruan tinggi untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (S. Sangadji et al. , 2. Klasifikasi metode ini dapat dilakukan berdasarkan berbagai kriteria, seperti metode berbasis sumber daya manusia, metode berbasis sumber daya alam, dan metode berbasis sumber daya teknologi. Dalam konteks pengabdian kepada masyarakat ini, digunakan metode berbasis sumber daya manusia dengan tujuan mensosialisasikan penggunaan media pembelajaran, terutama dalam pembelajaran percakapan bahasa Inggris. Proses ini dibagi menjadi tiga tahap utama: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi serta pelaporan. Setiap tahap dilengkapi dengan langkah-langkah terstruktur untuk memastikan keberhasilan dan efektivitas pelaksanaan kegiatan pengabdian ini. Tahap pertama, tahap persiapan, menjadi fondasi penting dalam menjalankan kegiatan pengabdian ini dengan baik. Pertama, dilakukan studi pustaka mendalam tentang materi pengajaran dan pembelajaran percakapan bahasa Inggris. Langkah ini membantu tim pelaksana memahami secara mendalam materi yang akan disampaikan kepada masyarakat, sehingga dapat memberikan pembelajaran yang berkualitas. Selanjutnya, persiapan bahan dan alat pendukung menjadi fokus berikutnya, dengan menciptakan Cue Card sebagai media pengajaran percakapan bahasa Inggris dan presentasi sebagai metode pembelajaran yang kreatif. Langkah ketiga pada tahap persiapan melibatkan uji coba desain materi yang akan disampaikan kepada peserta. Hal ini penting untuk memastikan bahwa materi yang akan diajarkan sesuai dengan kebutuhan dan tingkat pemahaman peserta. Selanjutnya, tim pelaksana menentukan waktu pelaksanaan dan lamanya kegiatan pengabdian. Pengaturan waktu ini menjadi kunci keberhasilan agar kegiatan berjalan lancar dan Terakhir, materi yang akan disampaikan dalam kegiatan pengabdian dipersiapkan dengan seksama, menggabungkan antara teori dan praktek sehingga peserta dapat memahami dan mengaplikasikan materi dengan baik. Tahap kedua adalah tahap pelaksanaan, di mana materi pengajaran percakapan bahasa Inggris disampaikan secara efektif. Pemateri memanfaatkan media Cue Card sebagai alat bantu yang memvisualisasikan materi secara menarik, meningkatkan daya serap peserta terhadap informasi. Selain itu, pemateri juga menjelaskan metode presentasi yang dapat diterapkan dalam percakapan bahasa Inggris, memberikan peserta pemahaman yang holistik tentang pembelajaran tersebut. Sebagai bagian dari tahap pelaksanaan, pemateri merancang permainan yang berkaitan dengan percakapan bahasa Inggris. Topik-topik menarik dipilih, dan siswa diundang untuk mempraktekkan salah satu topik yang mereka pilih. Hal ini tidak hanya membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif, tetapi juga membantu peserta untuk mengaplikasikan pengetahuan yang telah mereka peroleh dalam situasi dunia BARAKATI: Journal of Community Service Volume 02 Number 2 | Maret 2024: 46-53 e-ISSN: 2961-8207 __________________________________________________________________________________ Tahap ketiga. Evaluasi dan Pelaporan, menjadi langkah kritis dalam menilai keberhasilan kegiatan pengabdian ini. Pemateri dan tim pelaksana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proses kegiatan, mulai dari persiapan hingga Evaluasi ini melibatkan refleksi terhadap efektivitas media pembelajaran yang digunakan, respons peserta, dan perbaikan yang dapat dilakukan untuk kegiatan serupa di masa depan. Selain itu, tahap evaluasi juga mencakup pelaporan hasil kegiatan. Tim pelaksana memberikan laporan yang komprehensif, mencakup capaian, hambatan yang dihadapi, serta rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut. Laporan ini tidak hanya menjadi dokumentasi kegiatan, tetapi juga menjadi landasan untuk perbaikan dan peningkatan kegiatan serupa di masa mendatang. Pada dasarnya, kegiatan pengabdian ini bukan hanya tentang menyosialisasikan penggunaan media pembelajaran, tetapi juga tentang memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan pemahaman dan keterampilan percakapan bahasa Inggris di masyarakat. Dengan memastikan tahapan persiapan yang matang, pelaksanaan yang efektif, dan evaluasi yang mendalam, kegiatan ini dapat menjadi model bagi kegiatan serupa di berbagai HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 11 hingga 12 Februari 2020, dan berlangsung di SMA Negeri 10 Tidore Kepulauan, serta di hadiri oleh 16 peserta siswa kelas XI. Ruang kelas SMA XI Negeri 10 Tidore Kepulauan menjadi tempat pelaksanaan kegiatan ini, dimulai dari pukul 09. 30 hingga 12. 30 WIT. Kegiatan dimulai dengan penyampaian materi utama yang berkaitan dengan media pengajaran dan metode pembelajaran percakapan bahasa Inggris. Pemateri menggunakan media Cue Card dalam mengajarkan percakapan bahasa Inggris, sambil menjelaskan metode presentasi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. Siswa langsung berpartisipasi dalam praktik percakapan bahasa Inggris, di mana pemateri memberikan arahan kepada mereka untuk mempraktekkan percakapan berdasarkan Cue Card yang telah diberikan, sekaligus menerapkan metode presentasi yang telah dipelajari. Sebagai penutup kegiatan, pemateri menghadirkan permainan interaktif mengenai percakapan bahasa Inggris, dengan menetapkan beberapa topik menarik. Setiap siswa memiliki kesempatan untuk mempraktekkan salah satu topik yang mereka pilih, meningkatkan keterampilan komunikasi bahasa Inggris mereka secara langsung. Kegiatan ini tidak hanya memberikan pemahaman yang baik terkait pembelajaran bahasa Inggris, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang interaktif dan menyenangkan bagi para Pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam bentuk kegiatan pengajaran bahasa Inggris pada siswa SMA Negeri 10 Tidore Kepulauan ini memiliki relevansi yang signifikan dengan kebutuhan pendidikan siswa. Fokus utama kegiatan ini adalah mengintegrasikan media pengajaran dan metode pembelajaran percakapan bahasa Inggris yang menarik, dengan harapan dapat meningkatkan motivasi siswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan percakapan bahasa Inggris. Salah satu inovasi yang diterapkan dalam kegiatan ini adalah penggunaan Cue Card sebagai media BARAKATI: Journal of Community Service Volume 02 Number 2 | Maret 2024: 46-53 e-ISSN: 2961-8207 __________________________________________________________________________________ pembelajaran untuk melibatkan siswa dalam percakapan bahasa Inggris. Melalui pengalaman menggunakan Cue Card, siswa tidak hanya dapat memahami metode presentasi dalam pembelajaran dan percakapan bahasa Inggris, tetapi juga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan media ini memberikan siswa kesempatan untuk berlatih dan mempraktekkan keterampilan percakapan bahasa Inggris secara langsung, membawa konsep pembelajaran dari kelas ke kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih dinamis dan terlibat. Siswa saat melakukan praktek b. Praktek presentasi menggunkan media menulis dengan cue card Cue card Gambar 1. Proses pengembangan materi Dalam mengevaluasi hasil kegiatan pengabdian ini, dilakukan wawancara, tanya jawab, dan pengamatan langsung selama proses berlangsung. Dari evaluasi tersebut, dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian ini memberikan hasil positif yang signifikan bagi siswa SMA Negeri 10 Tidore Kepulauan. Hasil pelatihan mencakup peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa terkait penggunaan media Cue Card dan penerapan metode presentasi dalam pembelajaran dan percakapan bahasa Inggris. Selain peningkatan pengetahuan, keterampilan siswa juga mengalami perkembangan yang positif. Mereka berhasil meningkatkan keterampilan dalam menggunakan media Cue Card dan menerapkan metode presentasi dalam pembelajaran dan percakapan bahasa Inggris. Keberhasilan ini tidak hanya tercermin dalam penilaian akademis, tetapi juga dalam kemampuan praktis siswa untuk berkomunikasi secara efektif dalam bahasa Inggris dalam konteks kehidupan sehari-hari. Sebagai bagian dari evaluasi, perlu juga diperhatikan faktor-faktor pendukung dan penghambat yang mempengaruhi pelaksanaan kegiatan pengabdian ini. Faktor pendukung yang cukup signifikan adalah dukungan penuh dari pihak sekolah, terutama SMA Negeri 10 Tidore Kepulauan. Pihak sekolah tidak hanya memberikan izin dan fasilitas yang diperlukan untuk kegiatan ini, tetapi juga memberikan dukungan moral dan pengakuan akan pentingnya pengembangan keterampilan percakapan bahasa Inggris bagi siswa. Selain itu, tingginya minat dan antusiasme peserta selama BARAKATI: Journal of Community Service Volume 02 Number 2 | Maret 2024: 46-53 e-ISSN: 2961-8207 __________________________________________________________________________________ kegiatan juga menjadi faktor pendukung yang tidak dapat diabaikan. Antusiasme siswa menciptakan lingkungan belajar yang positif dan interaktif, yang membantu kelancaran pelaksanaan kegiatan serta menciptakan dampak positif pada hasil yang Keterlibatan siswa yang aktif menciptakan momentum positif dalam proses Namun, tidak dapat diabaikan adanya faktor penghambat yang muncul selama pelaksanaan kegiatan. Salah satu faktor penghambat yang signifikan adalah keterbatasan waktu pelatihan. Waktu yang terbatas membatasi ruang untuk mendalaminya secara lebih detail, sehingga beberapa aspek mungkin tidak dapat dikover sepenuhnya. Oleh karena itu, untuk meningkatkan efektivitas kegiatan pengabdian di masa mendatang, perlu mempertimbangkan perencanaan yang lebih matang terkait alokasi waktu pelatihan. Gambar 2. Penyampaian Materi pembelajaran menggunkan media Cue Card Dalam konteks ini, penting untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan pada kegiatan pengabdian ini. Melibatkan pihak-pihak terkait, seperti guru dan siswa, dalam proses evaluasi dapat memberikan pandangan yang lebih komprehensif dan memastikan keberlanjutan dan pengembangan kegiatan ke depannya. Pada dasarnya, kegiatan pengabdian ini bukan hanya memberikan manfaat langsung dalam peningkatan keterampilan bahasa Inggris siswa SMA Negeri 10 Tidore Kepulauan, tetapi juga menggambarkan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan, guru, dan siswa dalam mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Dengan terus mengoptimalkan faktor pendukung dan mengatasi faktor penghambat, kegiatan pengabdian semacam ini dapat menjadi model yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan siswa di masa yang akan datang. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini memberikan dampak yang berharga terkait peningkatan pengetahuan dan pemahaman siswa kelas XI SMA Negeri 10 Tidore Kepulauan dalam penggunaan Cue Card sebagai media pembelajaran BARAKATI: Journal of Community Service Volume 02 Number 2 | Maret 2024: 46-53 e-ISSN: 2961-8207 __________________________________________________________________________________ percakapan bahasa Inggris. Dalam konteks ini, metode presentasi terbukti menjadi alat efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa. Melalui kegiatan ini, siswa dapat mengaplikasikan pengetahuan mereka secara langsung, menggabungkan teori dengan pengalaman praktis. Hal ini terutama terlihat dalam kemampuan siswa untuk menggunakan Cue Card dengan lebih efektif dalam situasi percakapan bahasa Inggris. Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan ini juga memberikan pengalaman baru dan keterampilan kepada siswa kelas XI SMA Negeri 10 Tidore Kepulauan. Menerapkan metode presentasi sebagai pendekatan pembelajaran memberikan siswa peluang untuk mengembangkan keterampilan komunikasi mereka. Dalam konteks ini, siswa tidak hanya belajar tentang penggunaan Cue Card, tetapi juga menjadi lebih mahir dalam menyampaikan ide dan informasi secara efektif kepada orang lain. Pengalaman ini tidak hanya memberikan keuntungan dalam konteks akademis, tetapi juga mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dunia nyata di masa depan. Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa pembelajaran yang terintegrasi dengan metode presentasi dapat memberikan dampak positif yang signifikan. Siswa tidak hanya belajar tentang konten kelas, tetapi juga mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ini menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih holistik, mempersiapkan siswa untuk menjadi individu yang lebih komprehensif dan adaptif di masa depan. Dengan demikian, kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah bahwa pendekatan pembelajaran yang menggabungkan teori dengan praktik, seperti metode presentasi dalam penggunaan Cue Card, memiliki dampak positif terhadap pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan siswa. Artinya, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini tidak hanya memberikan manfaat langsung kepada siswa kelas XI SMA Negeri 10 Tidore Kepulauan, tetapi juga memberikan kontribusi positif terhadap pendekatan pembelajaran yang dapat diterapkan di berbagai konteks. Dengan memfokuskan pada integrasi teori dan praktik, pendekatan ini membuka pintu untuk pengembangan keterampilan yang lebih luas dan pemahaman yang lebih Oleh karena itu, kegiatan semacam ini seharusnya dijadikan model untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi tuntutan global yang semakin kompleks. REFERENSI