Smart Paper Circuit sebagai Media Edukasi Listrik pada Anak Usia Dini Nabila Aulia Ramadhani1*. Furqon Andika2. Fortinov Akbar Irdam3 Politeknik Caltex Riau. Teknik Listrik, email: nabila. ramadhani@pcr. Politeknik Caltex Riau. Teknologi Rekayasa Jaringan Telekomunikasi, email: furqon@pcr. Politeknik Caltex Riau. Teknik Mesin, email: fortinov@pcr. *Email Corresponding Author Abstrak Usia dini merupakan masa emas perkembangan anak, di mana proses pendidikan harus disesuaikan dengan tahap tumbuh kembang mereka secara fisik, mental, sosial, dan emosional. Salah satu pendekatan pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan kognitif anak usia dini adalah metode eksperimen berbasis proyek yang memadukan elemen sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika (STEAM). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan konsep dasar listrik kepada anak-anak TK Dayyinah Kids 2 melalui kegiatan eksperimen pembuatan smart paper circuit. Metode yang digunakan adalah demonstrasi dan praktik langsung dengan scaffolding, di mana siswa dibimbing menyusun rangkaian listrik sederhana menggunakan LED, copper tape, dan baterai kancing di atas kertas bergambar. Kegiatan ini melibatkan 40 siswa dari tiga kelas TK B, dan dilaksanakan selama 2,5 jam. Setiap siswa mewarnai kertas mereka sendiri dan menyusun rangkaian dengan panduan dari tim fasilitator. Di akhir kegiatan dilakukan asesmen melalui observasi dan kuesioner kepada siswa maupun guru. Hasil evaluasi menunjukkan mayoritas siswa menunjukkan antusiasme tinggi, mampu mengenali komponen dasar, dan merespons positif Kegiatan ini membuktikan bahwa pengenalan konsep sains dan teknologi dapat dilakukan sejak usia dini secara menyenangkan. Kata kunci: anak usia dini, smart paper circuit. STEAM Abstract Early childhood is considered a golden period of development, during which educational processes must align with childrenAos physical, mental, social, and emotional growth stages. One effective learning approach for fostering cognitive development in early childhood is project-based experimental learning that integrates elements of science, technology, engineering, arts, and mathematics (STEAM). This community service activity aimed to introduce the basic concepts of electricity to children at Dayyinah Kids 2 Kindergarten through a hands-on experiment of creating a smart paper circuit. The method employed included demonstration and direct practice with scaffolding, where students were guided in assembling simple electric circuits using LEDs, copper tape, and coin batteries on illustrated paper. The activity involved 40 students from three kindergarten classes and was conducted over a 2. 5-hour session. Each student colored their own paper and built the circuit with guidance from a team of facilitators. At the end of the session, assessment was conducted through observation and questionnaires given to both students and Evaluation results showed that most students demonstrated high enthusiasm, were able to identify basic components, and responded positively to the activity. This program proves that introducing science and technology concepts can be enjoyable and effective at an early age. Keywords: early childhood, smart paper circuit. STEAM JITER-PM https://doi. org/10. 35143/jiter-pm. Vol. No. Juni 2025. Hal 20Ae29 Nabila Aulia Ramadhani, et al JITER-PM Article History: Submitted: 20-05-2025 Accepted: 13-06-2025 Published: 30-06-2025 Pendahuluan Anak usia dini merupakan individu yang sedang berada pada masa emas pertumbuhan dan perkembangan yang sangat menentukan fase kehidupan selanjutnya. Pada masa ini, setiap anak menunjukkan ciri khas dan keunikan dalam proses belajar, sehingga pendekatan pendidikan pun harus disesuaikan dengan tahap perkembangan fisik, mental, sosial, dan emosional masing-masing anak . Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah bentuk pendidikan yang diberikan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun, sebagai upaya pembinaan yang menyeluruh dan menyenangkan, berbasis pada prinsip belajar sambil bermain . Pada rentang usia ini, anak memiliki kapasitas luar biasa dalam menyerap informasi melalui pengalaman langsung. Oleh karena itu, proses pembelajaran yang dirancang haruslah bersifat eksploratif, interaktif, dan melibatkan anak secara aktif. Taman Kanak-kanak sebagai lembaga pendidikan formal pada jenjang PAUD memegang peranan penting dalam memberikan pengalaman belajar awal yang bermakna. Di TK, berbagai aspek perkembangan seperti kognitif, motorik, sosial-emosional, bahasa, dan seni dapat dikembangkan secara terpadu melalui kegiatan yang menyenangkan dan menarik perhatian anak . Salah satu pendekatan pembelajaran yang terbukti mampu meningkatkan daya pikir dan keingintahuan anak adalah pembelajaran berbasis eksperimen sederhana. Melalui metode eksperimen, anak tidak hanya belajar memahami suatu konsep, tetapi juga diajak untuk mengamati, mencoba, dan menarik kesimpulan dari suatu fenomena yang mereka lihat dan alami sendiri. Selain itu, konsep scaffolding yang dikenalkan oleh Vygotsky juga relevan dalam pendekatan pembelajaran anak usia dini. Scaffolding adalah strategi pembelajaran yang memberikan dukungan bertahap kepada anak selama proses belajar. Pada awalnya, anak diberikan bantuan atau instruksi yang cukup besar, tetapi seiring dengan meningkatnya pemahaman anak, dukungan tersebut secara perlahan dikurangi, hingga akhirnya anak mampu menyelesaikan tugas secara mandiri . Pendekatan ini memungkinkan anak belajar secara bertahap dengan tetap mempertahankan kemandirian dalam proses berpikir dan bertindak. Sejalan dengan perkembangan kurikulum modern yang menekankan pentingnya integrasi lintas disiplin, penerapan pendekatan STEAM (Science. Technology. Engineering. Art, and Mathematic. dalam pembelajaran anak usia dini kini semakin digalakkan . Pendekatan ini tidak hanya menumbuhkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan logika, tetapi juga mengintegrasikan elemen dasardasar literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni secara holistik dalam satu pengalaman Namun demikian, hasil observasi awal yang dilakukan oleh tim pengusul bersama mitra TK Dayyinah Kids 2 menunjukkan bahwa media dan metode pembelajaran yang secara eksplisit mengenalkan konsep sains atau kelistrikan dasar kepada anak-anak masih sangat terbatas. Kegiatan belajar cenderung bersifat rutin dan belum banyak memfasilitasi eksplorasi saintifik maupun proyek mini yang dapat merangsang logika serta rasa ingin tahu anak. Dalam konteks pembelajaran anak usia dini, pemilihan media yang tepat memegang peranan penting dalam menunjang efektivitas penyampaian materi. Media pembelajaran yang ideal sebaiknya memenuhi beberapa kriteria, seperti kesesuaian dengan materi dan tahap perkembangan anak, mampu menarik perhatian peserta didik, mudah digunakan, serta memiliki nilai kemanfaatan dalam membantu anak memahami konsep secara konkret . Media yang menarik juga berkontribusi dalam menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, interaktif, dan menyenangkan bagi anak. Jurnal Inovasi Terapan Pengabdian Masyarakat JITER-PM Vol. No. Juni 2025. Hal 20Ae29 Nabila Aulia Ramadhani, et al Berdasarkan pertimbangan tersebut, salah satu media inovatif yang dikembangkan adalah Smart Paper Circuit, yaitu media berbasis rangkaian listrik sederhana pada kertas yang dirancang secara visual dan interaktif, serta dapat dirakit langsung oleh anak-anak secara aman dan menyenangkan. Sebagai tindak lanjut terhadap permasalahan tersebut, tim dosen dari Politeknik Caltex Riau menyelenggarakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema AuMari Mengenal Listrik: Edukasi Listrik Sederhana pada Anak Usia Dini Melalui Smart Paper Circuit di TK Dayyinah Kids 2. Ay Metode smart paper circuit menawarkan pendekatan alternatif dan sederhana yang ramah anak dalam mengenalkan konsep rangkaian Listrik . Dalam pendekatan ini, rangkaian dibuat secara manual di atas media kertas menggunakan pita tembaga konduktif dan komponen listrik sederhana yang mudah diperoleh. Berbeda dengan PCB yang bersifat kaku dan sulit diubah setelah dicetak, paper circuit lebih mudah dimodifikasi, diperbaiki, atau disesuaikan sesuai kebutuhan pembelajaran . Kertas yang digunakan sebagai tempat membuat rangkaian listrik tidak hanya membantu anak-anak menyusun dan melihat bentuk rangkaiannya, tetapi juga mampu membangkitkan imajinasi dan kreativitas anak. Dengan kemudahan dan keunikan ini, smart paper circuit sangat sesuai untuk diterapkan pada anak usia dini sebagai media pembelajaran berbasis sains dan teknologi. Kegiatan ini menyasar siswa pada tiga kelas B, yaitu Kelas B1. B2, dan B4. Alasan pemilihan TK B sebagai sasaran kegiatan ini adalah karena anak-anak pada jenjang usia TK B . iasanya usia 5Ae6 tahu. berada dalam tahap perkembangan kognitif yang lebih matang dibandingkan TK A, sehingga mereka sudah mulai mampu memahami instruksi sederhana, menunjukkan ketertarikan pada kegiatan eksploratif, serta memiliki koordinasi motorik halus yang cukup baik untuk mengikuti kegiatan eksperimen praktis seperti merangkai smart paper circuit. Pada usia ini, anak juga mulai menunjukkan kesiapan belajar yang lebih tinggi menjelang memasuki jenjang sekolah dasar, sehingga stimulasi berbasis STEAM menjadi relevan untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, dan kreativitas secara menyenangkan. Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa memperoleh pengalaman belajar bermakna dalam mengenal prinsip kelistrikan dasar, sekaligus mengembangkan keterampilan observasi, koordinasi motorik, rasa ingin tahu, dan kreativitas mereka sejak usia dini. Metode Pada kegiatan ini, metode yang digunakan adalah demonstrasi, presentasi, dan praktik langsung. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan terstruktur untuk memastikan pemahaman dan pengalaman bagi siswa-siswi TK Dayyinah Kids 2. Tim pelaksana terlebih dahulu melakukan koordinasi dan diskusi intensif bersama pihak mitra, yakni guru TK Dayyinah Kids 2, guna menentukan waktu pelaksanaan, teknis pelatihan, serta pemetaan kebutuhan siswa yang akan Berdasarkan diskusi dengan pihak mitra, kegiatan disepakati untuk dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2025. Seluruh kegiatan dilaksanakan pada pagi hari, mulai pukul 08. 30 hingga 11. WIB, pemilihan waktu ini disesuaikan dengan waktu optimal siswa usia dini untuk menerima stimulasi edukatif. Sasaran kegiatan adalah siswa pada tiga kelas TK B, yaitu TK B1. B2, dan B4, dengan total peserta sebanyak A40 siswa. Kegiatan diawali dengan presentasi ringan dan interaktif mengenai sumber energi listrik dengan judul AuMari Mengenal ListrikAy, dan pengenalan komponen dasar seperti LED, baterai, serta copper Kegiatan diawali dengan sesi presentasi dengan judul AuMari Mengenal ListrikAy. Sesi ini bertujuan untuk memperkenalkan konsep dasar listrik kepada anak-anak secara menyenangkan dan sesuai dengan tahap pemahaman kognitif usia dini. Anak-anak diperkenalkan pada konsep aliran listrik, sumber listrik, dan komponen sederhana seperti LED dan baterai. Setelah sesi presentasi, anak-anak mengikuti kegiatan inti yaitu merancang Smart Paper Circuit. Dalam kegiatan ini, setiap anak menerima selembar kertas yang telah bergambar . obot dan kunangkunang dalam boto. yang dirancang secara khusus oleh tim. Di sisi bergambar, anak-anak diberi Jurnal Inovasi Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. No. Juni 2025. Hal 20Ae29 Nabila Aulia Ramadhani, et al JITER-PM waktu untuk mewarnai gambar sesuai kreativitas masing-masing. Di sisi sebaliknya, telah disiapkan rangkaian jalur listrik sederhana menggunakan copper tape. LED warna-warni, dan baterai kancing CR2032. Jalur telah dicetak agar anak-anak dapat dengan mudah menempelkan LED dan baterai mengikuti panduan dari fasilitator, sesuai prinsip scaffolding, yaitu mempermudah tahap awal namun tetap memberi ruang belajar secara aktif. Pendampingan langsung dilakukan oleh tim PkM yang terdiri dari mahasiswa dan dosen. Adapun tahapan perancangan smart paper circuit yang dilakukan adalah sebagai berikut: Perencanaan Jalur Rangkaian Pada tahap ini, tim pelaksana merancang jalur rangkaian listrik sederhana yang akan ditempelkan di atas media kertas. Rangkaian disusun agar membentuk jalur positif dan negatif . yang jelas, menghubungkan sumber daya . dengan LED sebagai indikator nyala. Desain jalur dibuat sesuai gambar . obot dan kunang-kunan. , agar rangkaian selaras dengan elemen visual yang menarik bagi anak. Gambar 1. Jalur Rangkaian Menambahkan Jalur Tembaga Setelah perencanaan jalur selesai, langkah berikutnya adalah menempelkan copper tape pada media kertas mengikuti jalur yang telah ditentukan. Copper tape berfungsi sebagai penghantar arus listrik. Penggunaannya mudah, cukup ditempelkan di atas kertas seperti Jalur ini menjadi dasar koneksi antara komponen-komponen elektronik. Gambar 2. Menempelkan Jalur Tembaga Jurnal Inovasi Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. No. Juni 2025. Hal 20Ae29 Nabila Aulia Ramadhani, et al JITER-PM Mempersiapkan dan Menyambungkan Komponen Rangkaian Komponen utama seperti LED dan baterai disiapkan dalam bentuk kit sederhana yang mudah digunakan oleh anak-anak. LED warna-warni dan baterai kancing CR2032 dipilih karena aman, ringan, dan tidak memerlukan penyolderan. LED diberi penanda polaritas agar anakanak bisa menempelkan dengan arah yang benar. Selanjutnya, anak-anak dibimbing untuk menempelkan LED ke jalur copper tape sesuai polaritas, lalu menempatkan baterai pada posisi yang telah disediakan. Untuk menjaga koneksi. LED dan baterai dapat ditempel dengan selotip bening/double tip. Dalam proses ini, anak diajak memahami konsep dasar hubungan antar komponen dan bagaimana arus listrik mengalir. Setelah semua komponen terpasang, baterai ditekan atau dikunci pada tempatnya sehingga arus listrik dapat mengalir ke LED. Saat LED menyala, anak-anak akan melihat hasil kerja mereka secara langsung. Efek nyala lampu memberikan umpan balik yang memperkuat pemahaman dan antusiasme belajar anak-anak. Gambar 3. Menyambungkan Komponen dan Menguji Rangkaian Kegiatan diakhiri dengan pengisian form asesmen oleh siswa . ibantu guru dan tim fasilitato. dan guru sebagai refleksi efektivitas kegiatan. Tim pelaksana juga menyiapkan form asesmen dan kuesioner evaluasi kegiatan. Asesmen dilakukan terhadap dua kelompok: Anak-anak, melalui observasi langsung dan lembar penilaian sederhana berbasis indikator perkembangan untuk mengevaluasi kemampuan mengikuti instruksi, ketertarikan pada percobaan, kerapian mewarnai, dan keterlibatan dalam kegiatan. Guru kelas, melalui kuesioner mengenai persepsi terhadap efektivitas kegiatan, manfaat bagi siswa, serta potensi kegiatan serupa di masa mendatang. Kegiatan ini juga didukung oleh tim dokumentasi. MC, tim pemandu anak . , dan tim administrasi yang masing-masing memiliki tugas spesifik dalam mendukung kelancaran program. Keterlibatan mahasiswa sebagai fasilitator lapangan menjadi bagian dari misi pengabdian dalam memberikan pengalaman nyata dan bernilai edukatif di masyarakat. Dengan pendekatan edukatif yang menyenangkan, kegiatan ini diharapkan mampu memperkenalkan konsep kelistrikan secara dini dan menyenangkan kepada anak-anak serta memberikan inspirasi bagi para guru dalam menerapkan pembelajaran berbasis STEAM di lingkungan TK. Jurnal Inovasi Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. No. Juni 2025. Hal 20Ae29 Nabila Aulia Ramadhani, et al JITER-PM Hasil dan Pembahasan Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan lancar sesuai dengan tahapan metode yang telah direncanakan. Sebanyak tiga kelas TK B (B1. B2, dan B. dari TK Dayyinah Kids 2 turut serta sebagai peserta dalam kegiatan ini, dengan total peserta A40 siswa. Anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi sejak awal kegiatan hingga akhir. Hal ini terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam sesi tanya-jawab saat presentasi edukatif, serta partisipasi penuh selama proses mewarnai dan merangkai sirkuit listrik sederhana pada media gambar yang telah Gambar 4. Slide Presentasi Pada sesi perancangan Smart Paper Circuit, anak-anak mampu mengikuti alur aktivitas dengan baik, meskipun dibutuhkan pendampingan ekstra terutama saat memasang LED dan baterai pada jalur copper tape. Penggunaan jalur sirkuit yang telah dicetak sebelumnya sangat membantu anak-anak dalam memahami alur dasar listrik, serta meminimalkan kesalahan teknis. Hasil karya anak-anak menunjukkan variasi kreativitas, baik dalam pewarnaan maupun penempatan komponen, dan seluruh siswa berhasil menyalakan LED pada kertas mereka. Gambar 5. Penyampaian Instruksi dan Perancangan Smart Paper Circuit Jurnal Inovasi Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. No. Juni 2025. Hal 20Ae29 Nabila Aulia Ramadhani, et al JITER-PM Gambar 6. Hasil Smart Paper Circuit Evaluasi Kegiatan Berdasarkan asesmen yang dilakukan terhadap 40 siswa TK B1. B2, dan B4, diperoleh gambaran mengenai keterlibatan, pemahaman, serta respons anak terhadap kegiatan Smart Paper Circuit. Evaluasi dilakukan melalui observasi langsung menggunakan lembar penilaian sederhana dengan skala 1Ae5 yang mencakup beberapa aspek, yaitu: kemampuan mengikuti instruksi, ketertarikan terhadap eksperimen, kerapian dalam mewarnai, dan keterlibatan saat menyusun rangkaian. Hasil asesmen tersebut dirangkum dalam Tabel 3. Tabel 1. Asesmen Perkembangan dan Keterlibatan Anak pada Kegiatan PkM Aspek yang Dinilai Antusias memperhatikan presentasi (Aspek . Kemampuan mengenali komponen listrik . LED, copper tap. (Aspek . Keterampilan dan antusias mewarnai objek (Aspek . Mampu menyusun komponen dasar rangkaian sederhana . engan bantua. (Aspek . Rasa ingin tahu ditunjukkan melalui pertanyaan/tanggapan (Aspek . Terlihat bangga/senang setelah lampunya menyala (Aspek . Skor 1 Skor 2 Skor 3 Skor 4 Skor 5 Catatan: A Skor 1 = Sangat Kurang A Skor 2 = Kurang A Skor 3 = Cukup A Skor 4 = Baik A Skor 5 = Sangat Baik Berdasarkan data pada Tabel 3. 1, mayoritas siswa memperoleh skor 4 hingga 5 pada sebagian besar aspek, yang menunjukkan keterlibatan aktif dan antusiasme yang tinggi selama kegiatan Adapun Gambar 3. 4 menunjukkan nilai rata-rata dari keenam aspek tersebut. Jurnal Inovasi Terapan Pengabdian Masyarakat Vol. No. Juni 2025. Hal 20Ae29 Nabila Aulia Ramadhani, et al JITER-PM Gambar 7. Rata-rata Skor per Aspek Penilaian Dari grafik hasil penilaian, terlihat bahwa aspek ketertarikan terhadap eksperimen dan respons terhadap keberhasilan menyalakan LED memperoleh nilai tertinggi, yaitu 4,95. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis eksperimen melalui pembuatan Smart Paper Circuit sangat efektif dalam membangkitkan ketertarikan anak usia dini terhadap konsep dasar listrik. Hasil ini sejalan dengan penelitian oleh Metcalf et al. yang menyatakan bahwa keterlibatan langsung dalam aktivitas sains sederhana meningkatkan perhatian dan minat anak terhadap konsep STEM sejak dini . Sementara itu, aspek keterampilan teknis seperti menyusun komponen memperoleh nilai rata-rata 4,05. Ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak mampu mengikuti instruksi secara visual dan verbal dengan baik, meskipun masih memerlukan bantuan teknis dari pendamping. Fenomena ini sesuai dengan teori perkembangan kognitif Piaget, khususnya pada tahap praoperasional, di mana anak lebih mudah memahami konsep abstrak melalui aktivitas konkret . Penggunaan bahan ramah anak seperti LED kecil, baterai kancing (CR2. , dan copper tape terbukti aman dan mendukung pembelajaran berbasis proyek . roject-based learnin. , yang menurut Krajcik & Blumenfeld . dapat meningkatkan keterlibatan dan keterampilan berpikir kritis anak ketika dirancang dengan konteks yang relevan dan menarik secara visual . Berdasarkan asesmen yang diberikan oleh tiga guru kelas TK Dayyinah Kids 2, seluruh aspek kegiatan mendapatkan skor maksimal (Skor 5 Ae Sangat Setuj. Seperti ditunjukkan pada Tabel 3. para guru menilai bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan perkembangan kognitif anak usia dini, efektif dalam meningkatkan minat anak terhadap sains, serta sesuai dengan pendekatan pembelajaran tematik Kurikulum Merdeka. Tabel 2. Hasil Asesmen Persepsi dari Guru TK pada Kegiatan PkM Aspek yang Dinilai Materi PKM sesuai dengan perkembangan kognitif anak usia dini Anak menunjukkan peningkatan minat terhadap sains setelah kegiatan Anak dapat mengenali konsep listrik dasar setelah kegiatan Media Smart Paper Circuit efektif untuk pembelajaran Kegiatan ini mendukung kurikulum merdeka/PAUD yang aktif dan kreatif Kegiatan ini berdampak positif dan dapat direplikasi di kegiatan TK lainnya Skor 1 Skor 2 Skor 3 Skor 4 Skor 5 Catatan: Jurnal Inovasi Terapan Pengabdian Masyarakat JITER-PM Vol. No. Juni 2025. Hal 20Ae29 Nabila Aulia Ramadhani, et al A Skor 1 = Sangat Tidak Setuju A Skor 2 = Kurang Setuju A Skor 3 = Cukup Setuju A Skor 4 = Setuju A Skor 5 = Sangat Setuju Kesimpulan Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema AuMari Mengenal Listrik: Edukasi Listrik Sederhana pada Anak Usia Dini Melalui Smart Paper Circuit di TK Dayyinah Kids 2Ay telah berhasil dilaksanakan dan memperoleh respons sangat positif dari siswa dan guru. Metode pembelajaran yang menggabungkan edukasi dasar tentang listrik dengan praktik kreatif berbasis proyek menggunakan media kertas bergambar. LED, baterai kancing, dan copper tape terbukti efektif. Pendekatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar bermakna . eaningful learnin. sesuai dengan pendekatan konstruktivistik dalam pendidikan anak usia dini. Melalui pendekatan demonstrasi dan praktik langsung, siswa TK menunjukkan antusiasme tinggi dalam mengikuti presentasi dan aktivitas merakit rangkaian listrik. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sebagian besar siswa: Mampu mengenali komponen dasar kelistrikan. Antusias dalam mewarnai media yang diberikan. Berhasil menyusun rangkaian listrik dengan bimbingan. Merasakan bangga dan senang saat berhasil menyalakan lampu pada karya mereka. Guru-guru juga menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan nilai edukatif yang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini, serta dapat menjadi inspirasi untuk kegiatan pembelajaran tematik di sekolah. Dengan demikian, kegiatan ini dinilai berhasil dalam: Menumbuhkan minat dan rasa ingin tahu siswa terhadap konsep dasar kelistrikan. Meningkatkan keterampilan motorik halus dan kreativitas siswa melalui aktivitas mewarnai dan menyusun komponen elektronika. Memberikan pengalaman belajar bermakna yang menyenangkan bagi anak-anak usia dini. Membangun sinergi positif antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan anak usia dini melalui kegiatan edukatif yang aplikatif. Kegiatan sejenis dapat dikembangkan lebih lanjut dengan variasi tema STEAM lainnya di masa yang akan datang, serta dilengkapi dokumentasi pembelajaran digital agar memiliki dampak yang lebih luas dan berkelanjutan. Daftar Pustaka