TE DEUM: Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan Volume 14. Nomor 1 (Juni 2. : 99-119 ISSN 2252-3871 . , 2746-7619 . http://ojs. id/index. php/tedeum/index DOI: https://doi. org/10. 51828/td. Submitted: 14-11-2024 Accepted: 26-06-2025 Published: 30-06-2025 KAJIAN FUNGSI KEPENATUAAN DALAM 1 TIMOTIUS 3:1-7 DAN RELEVANSINYA DI GEREJA SANTAPAN ROHANI INDONESIA A STUDY OF THE FUNCTION OF ELDERSHIP IN 1 TIMOTHY 3:1Ae7 AND ITS RELEVANCE TO THE SANTAPAN ROHANI INDONESIA CHURCH Ayub Rusmanto,1* Yohanes Joko Saptono2 1Sekolah Tinggi Teologi Skriptura Indonesia 2Sekolah Tinggi Teologi Iman Jakarta. Indonesia *ayubrusmanto2969@gmail. ABSTRACT In the Santapan Rohani Indonesia Church, church councils and officials . astors and evangelist. often follow the opinions of prominent figures within independent This has led to a lack of uniformity in the use of the term Auelder. Ay This study explores the function of eldership based on 1 Timothy 3:1Ae7, viewing it as a noble task within the church. The researcher uses a qualitative investigative approach to understand perspectives from both the independent congregations and the synod regarding the elder as a noble calling. Data analysis includes verification steps to ensure the accuracy, generalizability, and potential replication of the study. Interview results provide information that is then descriptively broken down into representative constructions. The elder is seen as someone who willingly desires a noble and honorable taskAiserving the congregation according to God's will. Thus, eldership is understood as a sacred and meaningful calling within the life and ministry of the church. Keywords: elder. beautiful work. 1 Timothy 3:1-7. Santapan Rohani Indonesia Church. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 100 | KAJIAN FUNGSI KEPENATUAAN DALAM 1 TIMOTIUS 3:1-7 ABSTRAK Di Gereja Santapan Rohani Indonesia. Majelis Jemaat dan Pejabat Gereja (Pendeta dan Guru Inji. cenderung mengikuti pendapat tokoh-tokoh tertentu dalam Jemaat Mandiri. Hal ini menyebabkan tidak adanya keseragaman dalam penggunaan istilah "Penatua". Penelitian ini bertujuan mengkaji fungsi kepenatuaan berdasarkan 1 Timotius 3:1Ae7 sebagai sebuah pekerjaan yang indah dalam konteks gereja tersebut. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif investigatif untuk memahami perspektif jemaat dan sinode tentang penatua sebagai panggilan yang mulia. Analisis data dilakukan dengan langkah-langkah verifikasi untuk memastikan akurasi, generalisasi, dan kemungkinan replikasi studi oleh peneliti lain. Hasil wawancara memberikan data yang kemudian didekomposisi dan dijabarkan secara deskriptif menjadi konstruksi yang representatif. Penatua dipahami sebagai pribadi yang dengan sukarela menginginkan tugas yang indah dan terhormat, melayani jemaat sesuai dengan kehendak Allah. Dengan demikian, kepenatuaan merupakan panggilan mulia dalam kehidupan Frasa kunci: penatua. pekerjaan yang indah, 1 Timotius 3:1-7. Gereja Santapan Rohani Indonesia. PENDAHULUAN Surat 1 Timotius ditulis oleh Paulus yang ditujukan kepada Timotius yang melayani di Efesus berkenaan dengan pelayanan pastoral atau penggembalaan gereja. Surat penggembalaan Paulus memiliki karakter gaya bahasa yang sama juga seperti pokok bahasannya. Paulus menasihati dan memotivasi Timotius sendiri tentang kehidupan pribadi dan pelayanannya untuk membela Injil melawan guru-guru palsu. 1 Salah satu hal mendesak yang dikatakan Paulus kepada Timotius supaya tetap berupaya untuk mempertahankan iman sejati . Tim. 1:3-11. 1Tim. 1:18-. Selain itu. Paulus memberikan bimbingan dan menegaskan kepada Timotius kriteria syarat-syarat kerohaniaan para pemimpin gereja di Efesus. Donald Guthrie menjabarkan kriteria Penatua . Tim. 3:1-. dan mendaftarkan kualitas yang dimiliki sebagian bersifat moral, penilik jemaat atau Penatua tidak boleh orang yang baru bertobat dan harus tak bercacat, sebab pemimpin Kristen 1 Study Bible. Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan. Seri: The Full Life. Penerbit Gandum Mas, w. Gandum Mas. Com (Lembaga Alkitab Indonesia, 2. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. AYUB RUSMANTO. YOHANES JOKO SAPTONO | 101 melayani ditengah-tengah jemaat memiliki kualitas fungsi, tugas dan tanggung jawabnya kepada Tuhan . Tim. 3:1-. Paulus memperkenalkan bahwa orang menginginkan pekerjaan penilik menginginkan pekerjaan yang bagus. Bagi Penatua adalah hal yang perlu dimiliki agar dapat berperan, berfungsi dan bertanggung jawab ditengah-tengah jemaat yang dilayani yaitu karakteristik sesuai dengan Firman Tuhan. Fungsi adalah kegunaan atau kemanfaatan daya guna serta pekerjaan, karena fungsi tersebut merupakan tugas utama dalam menjalankan pelayanan suatu jemaat, hal tersebut berkaitan dengan jabatan yang diembannya. 3 Jadi kata fungsi sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan sebagai penilik jemaat dan Penatua dalam memegang jabatan di sebuah jemaat. Kata Penatua . dan uskup . adalah sinonim dalam Perjanjian Baru yang menggambarkan yang sama satu jabatan atau dua istilah ini berbeda karena menggambarkan dua tingkat: Klerus . dan Uskup sebagai otoritas tertinggi. Istilah AuPenatuaAy atau AuprisbiterAy . menunjukkan kebijaksanaan, kedewasaan dan 4 Fungsi Penatua adalah pemimpin yang matang secara rohani, menunjukkan kebijaksanaan dan menjalankan pengawasan. Mengapa penting? Sebab struktur gereja pada saat itu menginterpretasikan kepemimpinan yang lebih menuju gambaran kepemimpinan yang lebih rasional, terstruktur, meskipun belum mencakup semacam keuskupan yang 5 Keamanan gereja Efesus terletak pada pengajaran yang benar oleh para pemimpinnya. Penatua-penatua (Kis. 20:17, 28-31. 1Tim. 5:17. 2Tim. 3:14-. Para Penatua gereja Efesus juga dikenal sesepuh atau penilik. Ellicott menyatakan bahwa selama periode ini kedua nama tersebut dapat dipertukarkan mengacu pada mereka yang memakainya sebagai pengawas dan Penatua di bawa mereka. 6 Dalam suratnya kepada Timotius. Paulus menggunakan penilik jemaat mengajar dengan benar dan hidup secara benar . Tim. 3:1-. Paulus menulis surat-surat pastoral memaparkan suatu deskripsi yang konsisten tentang kongregasi yang mengajarkan ajaran sesat dari bidat-bidat yang memiliki kekuatan yang mengikat bagi umat Kristen. 2 Donald Guthrie. AuPengantar Perjanjian Baru. Pen. Hendry Ongkowidjojo, 3 Jil. (Surabaya: Momentum, 2. , 2:234. ,Ay n. 3 AuHttps://Kbbi. Web. Id>peranan. Ari Kata Peran - Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Online,Ay n. 4 L. Roy Taylor. AuSistem Prebiterian. Alih Bahasa Buku Who Runs the Church?. Penerbit: Zondervan (Grand Rapids. Michiga. , 13-14. ,Ay n. 5 David L. Bartlett. Pelayanan Dalam Perjanjian Baru, ed. Terj. Liem Sien & Josafat Kristono, ke-2 (Jakarta: BPK Gunung Mulia: BPK Gunung Mulia, 2. 6 Ellicott. AuHttps://Biblehub. Com/Commentaries/Acts/20-17. Htm,Ay n. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 102 | KAJIAN FUNGSI KEPENATUAAN DALAM 1 TIMOTIUS 3:1-7 Dalam 1 Timotius Paulus mengantisipasi pelayanan berikutnya yang dipercayakan kepada penilik jemaat dan para Penatua sebagai pemimpin rohani di Jemaat Efesus. Meskipun di jemaat Efesus ada guru-guru palsu yang mengajarkan ajaran-ajaran sesat dari lingkungan Yahudi dengan cara meninggalkan pengajaran yang benar dari pengikut-pengikut Paulus yang Paulus memotivasi Timotius untuk menegakkan doktrin dan praktik hidup yang benar, keduanya terkait tentang struktur gereja dan Selain itu. Paulus menginstruksikan Timotius memelihara apa yang telah dipercayakan kepadamu dan berdiri teguh dalam pemberitaan Injil . Tim. Penelitian-penelitian terdahulu8 telah membahas secara mendalam aspek teologis dan normatif terkait peran serta kualifikasi Penatua berdasarkan 1 Timotius. Fokus utamanya mencakup karakter moral, integritas rohani, kepemimpinan, serta relasi sosial lintas generasi. Namun demikian, penelitian-penelitian tersebut cenderung berada dalam konteks umum atau global, dan belum secara khusus mengeksplorasi penerapan konsep kepenatuaan dalam realitas gereja lokal di Indonesia, terutama dalam sistem gereja Presbiterial Sinodal yang dianut oleh Gereja Santapan Rohani Indonesia. Penelitian ini, mengkaji istilah Penatua berdasarkan teks 1 Timotius 3:1-7 dan relevansinya di Gereja Santapan Rohani Indonesia. Dari hasil wawancara berupa informasi kemudian hasilnya dapat berupa dekomposisi atau penjabaran deskripsi atau konstruksi yang representatif. Penatua adalah orang yang menghendaki pekerjaan yang indah dan terhormat sesuai dengan panggilan untuk melayani jemaat dengan rela menurut kehendak Allah. Selain itu, hasil penelitian ini diharapkan membuka cakrawala pengertian dan pemahaman secara biblika fungsi Penatua sebagai pekerjaan yang indah dalam sistem pemerintahan Presbiterial Sinodal di Gereja Santapan Rohani Indonesia. Ditemukannya efektifitas pelayanan yang dinamis dalam satu tim kemajelisan yang diberikan tugas pelayanan sesuai karunia dan kapasitasnya masing-masing. Selain itu, hasil penelitian ini 7 Methew Henry. Surat Galatia. Efesus. Filipi. Kolose. Filipi, 1 & 2 Tesalonika, 1& 2 Timotius. Titus. Filemon, ed. dan Jeffry Johnny Tjia. Barry van der School (Surabaya: Momentum Christian Literature, 2. 8 Iman Kristina Halawa. Yos Adoni Sesatonis, and Daniel Pesah Purwonugroho. AuPeran Majelis Gereja Dalam Pertumbuhan Rohani Jemaat: Analisis 1 Timotius 3:8-13,Ay Immanuel: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Kristen 5, no. 2 (October 31, 2. : 209Ae22, https://doi. org/10. 46305/im. Thabiti M. Anyabwile. Finding Faithful Elders and Deacons (Wheaton: Crossway, 2. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. AYUB RUSMANTO. YOHANES JOKO SAPTONO | 103 dapat memberikan temuan-temuan atau kebaruan, keputusan-keputusan dan kebijakan-kebijakan yang berdampak bagi pelayanan baik di Jemaat Mandiri dan di Sinode Gereja Santapan Rohani Indonesia. Dengan demikian, ekspektasi penelitian ini memberikan sumbangsih yang bermanfaat bagi peneliti. Majelis Jemaat para Penatua dan Pejabat Gereja yang sekarang menjabat dan generasi muda yang dikemudian hari terlibat di Jemaat Mandiri dan pelayanan di Sinode Gereja Santapan Rohani Indonesia. METODE PENELITIAN Peneliti melakukan penelitian lapangan mengkaji sejumlah permasalahan dan tujuannya membuat fakta dipahami, apabila memungkinkan dapat menghasilkan hipotesis baru. Peneliti mewancarai responden dengan pertanyaan umum dan agak umum. Peneliti menggunakan pendekatan kualitatif investigasi yaitu angket berbentuk kuesioner dan wawancara terstruktur dengan daftar pertanyaan untuk memperoleh keterangan melalui pertanyaan fakta pendapat dan persepsi partisipan dan studi dokumen untuk memperkaya informasi yang Menurut Lexy. Moleong menjelaskan wawancara meliputi pengertian jenis wawancara, menyiapkan formulir, menyusun urutan pertanyaan dan kegiatan pasca wawancara dan diskusi kelompok terarah. Dengan tujuan untuk menemukan pemahaman dan pemaknaan pandangan atau perspektif kajian fungsi kepenatuaan menurut 1 Timotius 3:1-7 sebagai pekerjaan yang indah di Gereja Santapan Rohani Indonesia dan Relevansinya dengan Pelayanan Masa Kini. Dalam penelitian kualitatif menghasilkan data deskriptif berdasarkan ancangan yang direkomendasikan menurut latar belakang secara keseluruhan. Penelitian ini akan menghasilkan formalitas serta memahami kejadian-kejadian yang dialami oleh subyek penelitian. Hasil penelitian ini, mengkaji istilah Penatua berdasarkan teks 1 Timotius 3:1-7. Penatua adalah orang yang menghendaki pekerjaan yang indah dan terhormat sesuai dengan panggilan untuk melayani jemaat dengan rela menurut kehendak Allah. 9 J. Lexi and M M. Metodologi Penelitian Kualitatif. In Metodologi Penelitian Kualitatif. Rake Sarasin. Keduapuluh (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 104 | KAJIAN FUNGSI KEPENATUAAN DALAM 1 TIMOTIUS 3:1-7 Responden yang Terlibat (Partisipa. Setiap penelitian memprioritaskan dan memerlukan informansi yang disebut data. Data yang dikumpulkan harus valid untuk digunakan, sebab pengadaan data primer diperlukan dalam penelitian. Pengumpulan data dari informasi masih dalam bentuk mentah atau belum diolah, kemudian dikelompokan menjadi dua elemen sketsa, yaitu primer dan data skunder. Ada pun sumber informasinya adalah Majelis Jemaat Gereja Santapan Rohani Indonesia yang menjabat sebagai Pejabat Gereja (Pendeta dan Guru Inji. 14 orang. Majelis Jemaat 14 Orang dan Badan Penasihat Sinode Gereja Santapan Rohani Indonesia 5 orang. Dasar penetapan partisipan mewakili Jemaat Mandiri Gereja Santapan Rohani Indonesia yang berjumlah 25 Jemaat Mandiri. Dalam Tata Gereja mengatakan baru dapat dianggap sah apabila mendapat persetujuan suara A 1 . atu per dua plus sat. di ambil secara random sampling 10. Sudjana menegaskan setiap responden atau partisipan memiliki peluang . yang sama untuk terambil sebagai sampel. 11 Prosedur ini memberikan peluang yang sama bagi semua Majelis Jemaat. Pejabat Gereja dan Badan Penasihat Sinode untuk dipilih menjadi partisipan atau informan di lapangan dari 25 Jemaat Mandiri. Persyaratan sumber informasi untuk penelitian ini adalah anggota jemaat yang memiliki kriteria-kriteria sebagai berikut. Pejabat Gereja ialah seorang memiliki latar belakang pendidikan teologia dan memenuhi syaratsyarat ditentukan dalam Tata Gereja dan Tata Laksana Sinode yakni: . ia sudah menikah . , . telah mendapat rekomendasi dari Badan Pengurus Sinode Gereja Santapan Rohani Indonesia yang dinyatakan secara tertulis, . hamba Tuhan tersebut harus memberikan secara tertulis tentang pendirian imannya . tatement of fait. , . ia bersedia menandatangani sebuah perjanjian pelayanan yang dikemukakan oleh Majelis Jemaat, . wajib menaati Tata Gereja. Tata Laksana Sinode. Tata Laksana Gereja Mandiri dan Keputusan-keputusan Majelis Jemaat. Untuk memilah responden yang terlibat . , peneliti mengklasifikasi berdasarkan batasan usia sebagai berikut. Pejabat Gereja generasi tua usia 46-60 tahun dan Pejabat Gereja generasi muda usia 35-45 tahun. Penatua adalah anggota Majelis Jemaat ialah seorang yang dipilih oleh Sidang Jemaat Mandiri. Seorang Penatua harus memenuhi syaratsyarat: . tidak tercela imannya, . sudah berumur 35 . iga puluh lim. 10 AuTata Gereja. Gereja Sinode Santapan Rohani Indonesia. Juni 2018. Ay 11 Sudjana. Metode Statistika (Bandung: Penerbit Tarsito, 1. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. AYUB RUSMANTO. YOHANES JOKO SAPTONO | 105 tahun ke atas, . sudah menjadi anggota Gereja Santapan Rohani Indonesia sedikitnya 5 . tahun, . mendapat penilaian yang positif dari Jemaat. Untuk memilah responden yang terlibat . , peneliti mengklasifikasi berdasarkan batasan usia sebagai berikut. Penatua generasi tua usia 46-60 tahun dan Penatua generasi muda usia 35-45 tahun. Selanjutnya. Badan Penasihat Sinode adalah orang-orang yang memenuhi persyaratan: . mengetahui sejarah dan latar belakang Gereja Santapan Rohani Indonesia dan Tata Gereja serta Tata Laksana Sinode, . pernah menjadi anggota Badan Pengurus Sinode Gereja Santapan Rohani Indonesia, . Berusia sekurang-kurangnya 50 . ima pulu. tahun dan paling sedikit sudah 20 . ua pulu. tahun menjadi anggota Gereja Santapan Rohani Indonesia, . menjadi teladan dan mendapat penilaian yang positif dari Sidang Jemaat Mandiri. Responden dan partisipan yang diambil menjadi sumber data dan informasi adalah seluruh Pejabat Gereja. Penatua dan Badan Penasihat Sinode yang masih aktif di Gereja Santapan Rohani Indonesia. HASIL DAN PEMBAHASAN Latar Belakang Gereja Santapan Rohani Indonesia Tata Gereja. Gereja Santapan Rohani Indonesia keputusan Sidang Raya 1997 pasal Vi Majelis Jemaat sesuai dengan bentuk Gereja Santapan Rohani Indonesia yang Presbiterial Sinodal, maka pelayanan sidang jemaat dilaksanakan oleh Majelis Jemaat Gereja Santapan Rohani Indonesia. Pada tahun 2009 dalam Sidang Raya di Pondok Wisata Remaja Anugerah Gunung Geulis Bogor istilah Prebiterial Sinodal di revisi menjadi AuPresbiterialAy. Revisi Tata Gereja dilaksanakan dalam rapat Badan Pengurus Gereja Santapan Rohani Indonesia pada tanggal 29 Januari 12 Berdasarkan hasil Sidang Raya Sinode Gereja Santapan Rohani Indonesia pada tanggal 25-27 Nopember 2013 disetujui ke format Sistem Pemerintahan Presbiterial Sinodal, maka dibentuklah tim perumus untuk mengsinkronisasi Tata Gereja dengan Peraturan Rumah Tangga keputusan Sidang Raya Sinode di Singkawang tahun 2006. 13 Progres sinkronisasi terus bergeliat ada kemajuan dan menghasilkan draft pada tanggal 29 Agustus 2014 disampaikan ke Majelis Jemaat Mandiri untuk diberi masukan. Pada 12 AuTata Gereja Santapan Rohani. Rapat Badan Pengurus 2011,Ay n. 13 Bambang Dewandaru. AuLaporan Riset GSRI 01. Visitasi Sinode Ke GSRI Citra, 15 November 2020. ,Ay n. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 106 | KAJIAN FUNGSI KEPENATUAAN DALAM 1 TIMOTIUS 3:1-7 tanggal 7 Maret 2015 diadakan rapat sidang istimewa untuk menyampaikan hasil sinkronisasi. 14 Selain itu. Badan Pengurus Sinode Gereja Santapan Rohani Indonesia menyampaikan bahwa kelembagaan Gereja Santapan Rohani Indonesia diakui oleh negara dipersamakan sebagai Badan Hukum dan diatur berdasarkan: Keputusan Direktorat Komunitas Kristen Protestan Nomor 69 pada Tahun 1987 sebagai Lembaga Keagamaan Kristen Prostestan yang bersifat Gereja. 15 Setelah mendengar presentasi tim perumus dan berdasarkan hasil rapat dalam sidang istimewa disetujui bahwa Badan Pengurus Sinode Gereja Santapan Rohani Indonesia membentuk panitia adhoc, tanggal 18 April 2015 diadakan rapat adhoc untuk menyelesaikan sinkronisasi setelah selesai dikerjakan kurang lebih empat setengah tahun kemudian menyampaikan hasilnya kepada Badan Pengurus Sinode Gereja Santapan Rohani Indonesia. Selanjutnya tanggal 23 Juni 2018 finalisasi revisi Badan Pengurus Sinode Gereja Santapan Rohani Indonesia meminta masukan-masukan dari departemen pengajaran Sinode Gereja Santapan Rohani dan mengirim draft kepada Jemaat Mandiri. Badan Pengurus Sinode mengadakan rapat lengkap untuk mengesahkan hasil dalam bentuk akta notarial, tanggal 30 Juni 2018 disahkan hasil sinkronisasi Tata Gereja dan Tata Laksana Sinode Gereja Santapan Rohani Indonesia. Demikianlah pelacakan dokumen menunjukkan bahwa sistem kepemerintahan Presbiterial Sinodal di anut sejak 1960-1997, sesuai Tata Gereja Gereja Santapan Rohani Indonesia 2018 sistem kepemerintahan tersebut merupakan preseden dan sah menurut Tata Gereja. Kemudian Badan Pengurus Harian Sinode (BPH) Sinode Gereja Santapan Rohani Indonesia melakukan visitasi dan mengundang Majelis Jemaat Gereja Santapan Rohani Indonesia bertemu dan dalam pertemuan ada sosialiasi dengan tujuan Majelis Jemaat untuk mendengarkan sosialisasi Tata Gereja Gereja Santapan Rohani Indonesia 2018. Badan Pengurus Harian (BPH) Sinode Gereja Santapan Rohani Indonesia menyampaikan bahwa Tata Gereja dan Tata Laksana Gereja Santapan Rohani Indonesia adalah sarana organisasi yang penting dan mendasar untuk menata semua aspek tata kelola pelayanan. Tata Cara dan Administrasi Gereja Santapan Rohani Indonesia efektif sejak 30 Juni 2018 sebagai instrumen dan sebagai alat dalam mengemban Amanat Agung Tuhan Yesus memberitakan Injil ke 14 AuNotaris No. 5 Tahun 2016,Ay n. 15 AuSurat Keputusan Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Kristen Protestan Departemen Agama No 69 Tahun 1987. ,Ay 1987. 16 Bambang Dewandaru. AuLaporan Riset GSRI 01. Visitasi Sinode Ke GSRI Citra, 15 November 2020. Ay Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. AYUB RUSMANTO. YOHANES JOKO SAPTONO | 107 seluruh dunia (Mrk. Jemaat Gereja Santapan Rohani Indonesia sudah bertumbuh dan berkembang 25 . ua puluh lim. Jemaat Gereja Santapan Rohani Indonesia Mandiri dan 22 pos PI yang tersebar dibeberapa propinsi di Indonesia. Gereja Santapan Rohani Indonesia Taman Sari di Jakarta. Gereja Santapan Rohani Indonesia Kartini di Jakarta. Gereja Santapan Rohani Indonesia Kebayoran Baru di Jakarta. Gereja Santapan Rohani Indonesia Tomang di Jakarta. Gereja Santapan Rohani Indonesia Sunter di Jakarta. Gereja Santapan Rohani Indonesia Citra di Jakarta. Gereja Santapan Rohani Indonesia Jembatan Lima di Jakarta. Gereja Santapan Rohani Indonesia Singkawang di Kalimantan Barat. Gereja Santapan Rohani Indonesia Pontianak di Kalimantan Barat. Gereja Santapan Rohani Indonesia Sungai Raya di Kalimantan Barat. Gereja Santapan Rohani Indonesia Sekura di Kalimantan Barat. Gereja Santapan Rohani Indonesia Tebas di Kalimantan Barat. Gereja Santapan Rohani Indonesia Pangkalan Kongsi di Kalimantan Barat. Gereja Santapan Rohani Indonesia Kerawang di Jawa Barat. Gereja Santapan Rohani Indonesia Bogor di Jawa Barat. Gereja Santapan Rohani Indonesia Bekasi di Jawa Barat. Gereja Santapan Rohani Indonesia Depok di Jawa Barat. Gereja Santapan Rohani Indonesia Palembang di Sumatera Selatan. Gereja Santapan Rohani Indonesia Trimukti di Lampung. Gereja Santapan Rohani Indonesia Bukit Kencana Jaya di Jawa Tengah. Gereja Santapan Rohani Indonesia Lerep di Jawa Tengah. Gereja Santapan Rohani Indonesia Denpasar di Bali. Gereja Santapan Rohani Indonesia Tabanan di Bali. Gereja Santapan Rohani Indonesia Blitar di Jawa Timur dan Gereja Santapan Rohani Indonesia Kolongan di Manado. Badan Pengurus Harian (BPH) Sinode Gereja Santapan Rohani Indonesia terus berupaya mensosialisasikan ke semua Jemaat Mandiri Gereja Santapan Rohani Indonesia dikhususkan untuk Majelis Jemaat Gereja Santapan Rohani Indonesia setempat yang terdiri pendeta gereja dan pengajar Injil. Pekerjaan dan tugas Majelis Jemaat dalam garis besarnya meliputi: Mengatur, membangun dan memajukan pekerjaan Tuhan dalam Sidang Jemaat. Menjaga iman dan asas kepercayaan Sidang jemaat supaya jangan dipengaruhi oleh pengajaran sesat dan mengurus segala harta dan milik Sidang Jemaat. 17 Sinode GSRI. Sidang Raya XII Sinode Gereja Santapan Rohani Indonesia. Pelayanan GSRI Yang Relevan 2022, ed. Panitia Sidang Raya (Bogor, 15-17 Agustus 2022, 2. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 108 | KAJIAN FUNGSI KEPENATUAAN DALAM 1 TIMOTIUS 3:1-7 Makna Kepenatuaan dalam Alkitab Sebagai bagian dari Tubuh Kristus yang Esa itu, maka Gereja mengakui dan mengalaskan keyakinannya pada Alkitab. Alkitab dihembuskan oleh nafas Tuhan adalah Firman Allah tidak bersalah . Tim. 18 Alkitab diperlukan untuk mengenal kehendak Allah dan untuk mengetahui kehendak Allah harus mendapatkannya melalui Alkitab, firman-Nya adalah pelita dan terang dalam hidup untuk mengenal kehendak-Nya (Maz. 19 James Montgomery Boice menegaskan Firman Allah yang dinyatakan itu berotoritas karena bukan perkataan manusia biasa, meskipun manusia adalah saluran-saluran yang melaluinya Alkitab tiba kepada gereja-gereja, tetapi Alkitab adalah hasil langsung dari AuembusanAy Allah adalah produknya dan apa yang ada tentang Alkitab atau studi Alkitab menyakinkan gereja-gereja bahwa Alkitab adalah benar-benar Firman Allah. Samuel menegaskan kewibawaan dalam institusi gereja bermula dan amanat Kristus kepada para rasul yang diberi kuasa untuk mengemban amanat Kristus supaya setiap orang yang menerimanya hidup dalam terangNya. Kehadiran gereja ditengah-tengah dunia diutus untuk memproklamirkan perkataan dan perbuatan-perbuatan Allah yang besar. Demikian halnya kaum Presbiterian dalam referensinya pemerintahan gereja dapat diketahui dan diperoleh di dalam Alkitab. Prinsip-prinsip secara universal pemerintahan gerejawi harus diturunkan dari Kitab Suci. Alkitab adalah sebagai satu kitab tunggal dan sebagai kitab suci yang membuat klaim atas kepercayaan dan kehidupan orang percaya yang telah dipanggil dengan cara yang tidak dapat dilakukan oleh kitab lain. Dengan demikian, dapat dipahami dan dimengerti bahwa Alkitab berperan penting dalam sejarah kehidupan dan komunitas gereja. Amanat inti Alkitab adalah sejarah penyelamatan umat manusia mulai dari penciptaan dan nubuat ditulis dalam Alkitab yang dipercayai, dipatuhi dan 18 AuTata Gereja. Gereja Sinode Santapan Rohani Indonesia. Juni 2018. Ay 19 GSRI. Sidang Raya XII Sinode Gereja Santapan Rohani Indonesia. Pelayanan GSRI Yang Relevan 2022. 20 James Montgomery Boice. Dasar Dasar Iman Kristen (Foundations of the Christian Fait. , ed. Salomon Yo Irwan Tjulianto. Pertama: D (Surabaya-Indonesia: Momentum Christian Literature, n. 21 S W Ngantung. AuKewibawaan Pelayan Khusus Penatua Dan Syamas Atas Jabatan Gerejawi Di GMIM AoKalvariAo Talaitad Wilayah Tareran Dua,Ay Educatio Christi 1, no. 62Ae78. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. AYUB RUSMANTO. YOHANES JOKO SAPTONO | 109 diterima, karena Alkitab adalah firman Tuhan. 22 Sebagai gereja yang mengakui dan berpijak imannya pada Alkitab. Gereja adalah Tubuh Kristus. Kristus adalah Kepala Gereja. Sesuai dengan bentuk Presbiterial Gereja Santapan Rohani Indonesia, percaya bahwa prinsip pemerintahan gereja secara perwakilan oleh para Penatua berasal dari Perjanjian Lama, dilanjutkan dalam Perjanjian Baru diterapkan dalam gereja mula-mula, pertengahan abad kedua tidak digunakan dan muncul kembali di gereja pada abad keenam belas. 23 Bangkitnya kaum Presbiterian sangat terkait erat kelahiran aliran Reformasi dalam gereja yang berdampak bagi Gereja-gereja Reformasi. Marthin Luther adalah tokoh reformasi kemudian dilanjutkan John Calvin melahirkan Gereja Reformed atau Presbiterian inilah menjadi cikal bakal dengan sistem Presbiterian. 24 Kaum Presbiterian percaya bahwa gereja merupakan umat Allah dari Perjanjian Baru yang mencakup warisan dari era sebelumnya, artinya gereja berlandaskan dari Perjanjian Baru namun secara langsung terhubung dengan persekutuan umat Allah di Perjanjian Lama. Orang-orang Presbiterian-Reformed percaya bahwa gereja mencakup orang-orang Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dengan beberapa alasan: . mereka memiliki Juruselamat yang sama Tuhan Yesus Kristus, . mereka memiliki keyakinan yang sama, yaitu sorga, . mereka diselamatkan atas dasar yang sama, yaitu kasih karunia Allah, dan . mereka menerima hidup yang kekal dengan perantaraan iman yang sama. 25 Dengan demikian eklesiologi Presbiterian menelisik jabatan Penatua dalam teks Alkitab. Menempati jabatan Penatua mengacu pada sesepuh yang merupakan kepala suku bertanggung jawab mengelola dibidang pemerintahan (Kel. 3:16. 4:29. 12:21. Yos. 7:6. Rut 4:. Setelah Tuhan menampakkan diri kepada Musa di semak duri. Musa menerima petunjuk yang lebih terperinci dalam melaksanakan tugasnya untuk mengumpulkan para Penatua Israel dan diberi tahu sebelumnya perihal keberhasilan tentang pembebasan umat Israel dari perbudakan Mesir menuju tanah perjanjian (Kel. 3:16. Ellicott mendeskrepsikan para tua-tua adalah orang tua pada umumnya, 22 J. Douglas. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini Jilid 1 A-L (Jakarta: Yayasan Komunikasi Bina Kasih/OMF, 1. 23 Taylor. AuSistem Prebiterian. Alih Bahasa Buku Who Runs the Church?. Penerbit: Zondervan (Grand Rapids. Michiga. , 13-14. Ay 24 Te Deum et al. Au44 | PRESBITERIAN DAN KONGREGASIONAL Sunarto,Ay , 43Ae62. 25 Tony Lane. Runtut Pijar Tokoh Dan Pemikiran Kristen Dari Masa Ke Masa, ed. Staf Redaksi BPK Gunung Mulia, 11th ed. (Jakarta: BPK Gunung Mulia: PT BPK Gunung Mulia, 2. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 110 | KAJIAN FUNGSI KEPENATUAAN DALAM 1 TIMOTIUS 3:1-7 seperti penguasa yang memegang otoritas atas yang lain orang-orang yang cukup tua untuk menyampaikan kepada mereka tujuan Allah untuk memimpin umat-Nya ke Kanaan. Para tua (Ibr. A( n AoAziqA n. kata sifat Ae kontruksi jamak maskulin. Penatua dari mereka yang memiliki otoritas. 27 Masyarakat Israel Perjanjian Lama adalah masyarakat patriarki. Ellicott memaparkan bahwa yang dimaksud para tua-tua Israel adalah para pria yang lebih tua dan terkemuka dari keluarga yang berbeda yang disebut wakil rakyat adalah orang yang memiliki otoritas atas yang lain adalah pria yang cukup umur dan tidak diragukan oleh sebagian besar (Kel. 28 Pertama kalinya Musa dan Harun menyampaikan perjanjian dan mendesak para Penatua mewakili bangsa Israel dalam perjuangan meminta ijin dihadapan Firaun (Kel. Sebutan tersebut merujuk pada kedudukan atau pemegang kekuasaan sebagai orang-orang yang memiliki jabatan dalam pengadilan dan pimpinan perang yang sanggup melakukan sesuatu dan menjadikan mereka penanggung jawab sebagai pejabat atas ribuan, ratusan, lima puluhan dan puluhan (Versi Internacional Bar. , (Kel. Methew Poole menegaskan bahwa Musa memilih mereka tidak semata-mata, tetapi bersama-sama dengan orang bijak, berwawasan dan berpengalaman (Ul. Kebijaksanaan yang diperoleh melalui liku-liku kehidupan yang panjang menjadi pengalaman hidup menjadikan masyarakat menaruh hormat. Setelah Musa menerima Firman Allah berupa hukum dan ketentuanketentuan dari Allah di dalam Keluaran 20-23. Dalam upacara pengikatan perjanjian antara TUHAN dan bangsa Israel. TUHAN memerintahkan Musa para tua-tua Israel untuk sujud dan menyembah dari jauh (Kel. 24:1, Tuhan menginstruksikan Musa tentang perjanjian kepada para tuatua Israel. Musa memimpin orang-orang Israel ke luar dari tanah Mesir mengalami kerepotan dengan beban kepemimpinan (Bil. 11:24-. Ketujuh puluh tua-tua menerima kunjungan Roh menjadi bukti tangan Tuhan ada atas mereka dan dalam arti tertentu adalah sekaligus sebagai penahbisan mereka. 30 Mathew Poole menjelaskan bahwa tidak hanya memindahkan mereka untuk sementara waktu, tetapi terus menerus mereka 26 Ellicott. AuAoHttps://Biblehub. Com/Commentaries/Exodus/3-16. Htm,AoAy 2023. 27 Strong. AuStrongs. AoKonkordance: Https://Biblehub. Com/Hebrew/2205. HtmAo . ,Ay 28 Ellicott. AuHttps://Biblehub. Com/Commentaries/Exodus/3-16. Htm,Ay n. 29 Bible Study Tools. AuBible Hub,Ay Online Parallel Bible Project, 2004. 30 L. Roy Taylor, . Presbyterianism. Penerbit: Zondervan (Grand Rapids. Michiga. Hal. , n. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. AYUB RUSMANTO. YOHANES JOKO SAPTONO | 111 menerima Roh dan mereka bernubuat yaitu membicarakan firman dan pekerjaan Tuhan dengan cara yang unik dan menakjubkan seperti yang dilakukan para nabi. 31 (Ul. 27:1. 29:10. 31:28. Yos. 7:6, 8:10, 24:. Yosua melanjutkannya dalam kepemimpinan dibantu oleh para Penatua (Yos. Dengan demikian dapat dipahami istilah Penatua . ua-tu. dalam Perjanjian Lama dapat digunakan atau dikenakan dalam berbagai varian Alkitab merujuk kaum laki-laki sudah berusia tua dalam suatu suku serta memiliki jabatan dan dipandang berpengalaman. Selain itu, memiliki kebijakan serta diberi kepercayaan dalam mengurus urusan pemerintahan penguasa yang bersinggungan dengan kekuasaan untuk mewakili suku atau kelompok tertentu dalam memberi nasihat mereka bermanfaat di tengahtengah umat. Penetapan ke dalam Jabatan Penatua Frase dalam 1 Timotius 3:1, mereka yang menginginkan pengawas pekerjaan yang baik. Ini adalah perkataan benar merujuk pada perkataan setia yaitu pada tekad dan motivasi untuk tanggung jawab yang besar di Gereja Kristus menjadi mulia, karena jabatan yang indah dan terhormat pada waktu itu suatu pekerjaan yang berat dengan resiko yang besar. Ralph Earle memberikan penjelasan orang yang menghendaki. Aumenetapkan hatinyaAy. Aubercita-citaAy menjadi pengawas adalah satu kata AuepiskopeoAy yang secara harafiah berarti melihat dan jadi awas, rawat berarti pengawas dan kata benda abstrak AuepiskopeAy berarti jabatan pengawas . KJV, jabatan uskup. 33 Episkopos berarti pengawas (Kis. , uskup (Flp. 1:1. 1Tim. Titus 1:6-7, menunjukkan bahwa Penatua . dan uskup . adalah orang yang sama menginginkan pekerjaan yang 34 Dengan demikian untuk menjadi pengawas . Penatua harus memiliki kriteria syarat-syarat yang tentunya harus dipenuhi secara rohani, tekad dan motivasi harus di tetapkan oleh Firman Allah, karena Allah telah menetapkan syarat-syarat tersebut pada . Tim. 3:1-7. Tit. 1:5- 31 Bible Study Tools. AuBible Hub. Ay 32 Ellicott. AuHttps://Biblehub. Com/Commentaries/1_timothy/3-1. Htm,Ay n. 33 W Robertson. ExpositorAos Bible Commentary, ed. D Doglas The New Internasional Dictionary of The Christian Church. Electronic Edition: E-Sword. Volume 11 (Regency Reference Library Zendervan Publishing House Grand Rapids. Michigan, 1. 34 Robertson. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 112 | KAJIAN FUNGSI KEPENATUAAN DALAM 1 TIMOTIUS 3:1-7 35 Paulus menginstruksikan Timotius sebagai gembala sidang di Gereja Efesus dan Titus yang sedang merintis gereja di pulau Kreta. Paulus menilik mendaftarkan serta menginventarisasi syarat-syarat bagi Penatua dan penilik jemaat. 36 Calon jabatan pengawas dikatakan menginginkan tugas yang mulia untuk ditetapkan di tengah-tengah pelayanan jemaat harus memiliki nilai-nilai rohani berdasarkan kebenaran biblika dan kriteria penilaian tinggi terhadap pelayanan Kristen di dalam gereja. 37 Paulus memaparkan kriteria seorang penilik jemaat. Penatua meliputi: . memiliki integritas dan karakter yang berkualitas baik, . dapat mengontrol dirinya menyangkut keteladanan hidup sebagai seorang pemimpin, . memiliki kemurahan hati memimpin orang asing, . karakter Penatua tidak boleh suka bertengkar. 38 Alkitab Penuntun Hidup Berkelimpahan39 menjabarkan kriteria syarat-syarat moral bagi Penatua jemaat mutlak dan perlu dan harus dimiliki, karena jabatan tersebut suatu kepercayaan jabatan penilik jemaat yang tinggi, antara lain: . memiliki standar moral dan rohani yaitu bertekun dalam hikmat Ilahi, kekudusan pribadi, mereka yang percaya dan teguh dalam Yesus dan menjunjung prinsip kebenaran, memberikan teladan, kejujuran dan kekudusan, . kehidupan Kristen yang menjadi teladan, kepercayaan, keteguhan dan keyakinannya kepada Tuhan yang konsisten diwujudnyatakan ditengah-tengah pelayanan yang dapat diteladani, . kepemimpinan dalam rumah tangga, seorang Penatua harus menjadi model atau contoh khususnya dalam kesetiaannya kepada isteri dan keluarganya. Dengan kata lain, seorang penilik jemaat/Penatua yang ditetapkan dalam jabatan kepenatuaan adalah orang yang bertekun dalam kebijaksanaan Ilahi memiliki moral dan rohani yang ditampilkan dalam kehidupan Kristen yang menjadi teladan baik dalam keluarga maupun di tengah-tengah jemaat yang dilayani, karena fungsi, tugas dan tanggung jawab penilik jemaat. Penatua 35 Sri Wahyuni and Marciano Antariksawan Waani. AuAnalisis Tentang Peran Penatua Dalam Pertumbuhan Gereja,Ay KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta, 2020, https://doi. org/10. 47167/kharis. 36 Dessy Handayani. AuIsu-Isu Kontemporer Dalam Jabatan Gerejawi,Ay Kurios 3, no. : 66, https://doi. org/10. 30995/kur. 37 Arland J. Hultgren. The Pastoral Epistles, ed. formerly Vice-Principal and Senior New Teatament Leturer Donald Guthrie Presiden of The London Bible College. The Cambridge Companion Paul, (USA Canada, https://doi. org/10. 1017/CCOL0521781558. 38 D J Maindoka. AuKomitmen Pelayanan Penatua Dan Syamas Dan Pekerjaan Sekuler,Ay Educatio Christi 1, no. : 79Ae101. 39 Alkitab Penuntun Hidup Baru Berkelimpahan. Seri: The Full Life. Study Bible (Malang: Dicetak: Lembaga Alkitab Indonesia, n. Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. AYUB RUSMANTO. YOHANES JOKO SAPTONO | 113 dapat mengerjakan tugas pelayanan lebih efekatif dan berdampak bagi jemaat yang dilayani. Menurut Ronald W. Leigh memaparkan untuk menetapkan penilik jemaat/Penatua harus dipenuhi: Pertama, ia harus benar-benar orang Kristen yang bertumbuh secara rohani. Kedua, harus menguasai doktrin atau ajaran-ajaran Alkitab dengan baik serta memiliki pemahaman yang cukup mengenai pengenalan Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Ketiga, ia harus memiliki kemampuan dalam belajar Firman Tuhan yang diimplementasikan secara konsisten dalam kehidupan pribadi dan menjadi teladan kepada orang lain di dalam kehidupan Kristen yang proporsional berlandaskan ajaran-ajaran Alkitab. 40 Dengan demikian seorang pelayan (Penatua/penilik jemaa. haruslah memiliki kehidupan yang berintegritas yang dapat dipertanggungjawbakan khususnya sifat, sikap dan empati yang harus dimiliki sehingga mampu memahami dan berani bersikap sebagai pelayan yang menjadi teladan. Paulus memaparkan secara terperinci dan definitif syarat-syarat penilik jemaat dan Penatua disampaikan kepada Timotius dan Titus. 41 Tata Gereja Santapan Rohani Indonesia Pasal 28 Penatua adalah anggota Majelis Jemaat yang dipilih dan ditetapkan dalam jabatan Penatua oleh sidang jemaat mandiri, harus memenuhi syarat-syarat: tidak tercela namanya, . berumur 35 . iga puluh lim. tahun ke atas, . menjadi anggota Gereja Santapan Rohani Indonesia sedikitnya 5 . tahun, dan . mendapat penilaian yang positif dari Jemaat. Hasil Pengumpulan Data Responden yang terlibat partisipan yang telah diwawancarai berjumlah 33 orang terdiri dari 14 . mpat bela. orang Penatua, 14 . mpat bela. orang Pejabat Gereja dan 5 . orang Dewan Penasihat Sinode Gereja Santapan Rohani Indonesia. Data yang diperoleh dapat dijelaskan sebagai berikut: Pekerjaan yang Indah Penatua generasi muda mengerti pekerjaan yang indah adalah pekerjaan berdasarkan kasih dan komitmen pada Tuhan yang diimplementasikan dalam pelayanan di tengah-tengah umat manusia yang 40 Ronald W. Leigh. Melayani Dengan Efektif (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 1. 41 Andreas H Simeon. AuJabatan Gerejawi Menurut Surat-Surat Pastoral ( I & Ii Timotius . Titus ) Jabatan Gerejawi Menurut Surat-Surat Pastoral,Ay 2015. 42 AuTata Gereja. Gereja Sinode Santapan Rohani Indonesia. Juni 2018. Ay Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 114 | KAJIAN FUNGSI KEPENATUAAN DALAM 1 TIMOTIUS 3:1-7 dikerjakan dalam satu organisasi sehingga berjalan teratur dan tertib. Sedangkan Penatua generasi tua mengerti pekerjaan yang indah adalah pekerjaan atau pelayanan yang dianugerahkan Tuhan bukan sebatas jabatan, melainkan bersinggungan pelayanan kerohanian menjalankan Amanat Agung Yesus Kristus dalam bersaksi menghidupi Injil untuk kemuliaan Tuhan. Pejabat Gereja generasi muda memberikan definisi pekerjaan yang indah menurut 1 Timotius 3:1-7 adalah pekerjaan berkaitan dengan pelayanan kepada Tuhan dan jemaat-Nya berdasarkan standar biblika. Setiap orang yang terpanggil melayani sebagai epikopos sudah semestinya murni dari ambisi pribadi. Pekerjaan yang indah yang diharapkan oleh Jemaat, bahwa terpilihnya menjadi Penatua dikehendaki Tuhan dan JemaatNya berdasarkan kemurnian dan ketulusan dalam pelayanan. Only the Holy Spirit can produce a true spiritual leader. Jadi, arti dari Aumenginginkan pekerjaan yang indahAy dalam konteks ayat ini adalah melayani Tuhan sebagai Penatua. Ini adalah pekerjaan yang indah karena panggilan menjadi Penatua adalah panggilan khusus, istimewa, indah yang berasal dari panggilan Roh Kudus dengan lembut dan penuh kasih untuk kemuliaan bagi nama-Nya. Seseorang yang menginginkan pekerjaan yang indah adalah ketika seorang bersedia dipilih menjadi Penatua sungguh-sungguh ingin melayani Tuhan dan bukan jabatan/posisi yang indah. Melainkan seseorang yang menginginkan pekerjaan yang indah dengan sepenuh hati mengerjakan sebuah tanggung jawab yang diberikan oleh Tuhan dengan sungguhsungguh dan hasilnya indah di mata Tuhan dan manusia. Pejabat Gereja generasi tua mengerti pekerjaan yang indah menurut 1 Timotius 3:1-7 adalah sikap hati yang ingin melayani Tuhan dan memimpin Jemaat Tuhan bertumbuh sesuai dengan kehendak Tuhan merupakan status, jabatan dan tugas yang diberikan oleh Allah . uatu kehormata. kepada setiap anggota gereja yang menerima tugas pelayanan. Orang-orang seperti ini dengan sepenuh hati menginginkan pekerjaan yang indah yakni melayani Tuhan berangkat dari komitmen yang mendalam dan mengerjakan pelayan dengan sungguh-sungguh. Dewan Penasihat Sinode menjelaskan menginginkan pekerjaan yang indah bahwa seorang Penatua adalah pemimpin jemaat yang dipilih oleh umat Tuhan untuk melaksanakan pekerjaan melayani umat kepada sesuatu yang baik serta tidak mencari keuntungan pribadi. Dalam Bahasa Inggris Pekerjaan yang indah di terjemahkan AuNoble TaskAy pekerjaan dengan tanggung jawab yang besar, tugas berat ini adalah strategis, dengan passonate compulsion yang mengacu pada keinginan internal, ambisi bukan Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. AYUB RUSMANTO. YOHANES JOKO SAPTONO | 115 untuk ranking atau posisi (I Pet. 5:2. 3 Yoh 1:. tetapi untuk pekerjaan itu Penatua dalam zaman Alkitab sama dengan penilik makna kata tersebut memiliki arti yang sama. Hasil Analisis Sesuai dengan rencana analisis yang diajukan data yang terkumpul diolah dan dianalisis sesuai dengan rencana analisis. Melalui kajian fungsi kepenatuaan menurut teks 1 Timotius 3:1-7, secara prinsipil Majelis Jemaat memahami istilah atau sebutan dan makna Kepenatuaan berdasarkan Surat 1 Timotius, sebuah tafsiran dari Paulus, membahas tentang karya pastoral Timotius di Efesus, yang dicirikan oleh bahasa dan gaya yang Paulus menekankan pentingnya kehidupan pribadi dan peran pekerjaan pastoral dalam membina kesatuan di antara jemaat. Ia juga menekankan peran gereja dalam membina kesatuan di antara para pemimpin gereja. Paulus juga membahas peran gereja dalam membina kesatuan di antara para pemimpin gereja. Ia berpendapat bahwa struktur gereja sangat penting dalam menafsirkan kepemimpinan gereja dan membina kesatuan di antara para pemimpinnya. Paulus menggunakan istilah "Penatua" untuk merujuk kepada jemaat yang mendidik gereja, sementara juga menyebutkan peran gereja dalam membina kesatuan di antara para pemimpinnya. Paulus memotivasi Timotius untuk mempromosikan doktrin dan praktik kehidupan yang baik, dengan berfokus pada struktur gereja dan perannya dalam gereja. Paulus memperkenalkan bahwa orang menginginkan pekerjaan Penatua/penilik menginginkan pekerjaan yang bagus. Bagi Penatua adalah hal yang perlu dimiliki agar dapat berperan, berfungsi dan bertanggung jawab ditengah-tengah jemaat yang dilayani yaitu karakteristik sesuai dengan Firman Tuhan. Fungsi adalah kegunaan atau kemanfaatan daya guna serta pekerjaan, karena fungsi tersebut merupakan tugas utama dalam menjalankan pelayanan suatu jemaat, hal tersebut berkaitan dengan jabatan yang diembannya. Jadi kata fungsi sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan sebagai penilik jemaat dan Penatua dalam memegang jabatan di sebuah jemaat. Istilah AuPenatuaAy atau . menunjukkan kebijaksanaan, kedewasaan dan wewenang. Fungsi Penatua adalah pemimpin yang matang secara rohani, menunjukkan kebijaksanaan dan menjalankan pengawasan. Mengapa penting? Sebab struktur gereja pada saat itu menginterpretasikan kepemimpinan yang lebih menuju gambaran kepemimpinan yang lebih rasional, terstruktur, meskipun belum mencakup Copyright . 2025 Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayana. 116 | KAJIAN FUNGSI KEPENATUAAN DALAM 1 TIMOTIUS 3:1-7 semacam keuskupan yang kuat. Keamanan gereja Efesus terletak pada pengajaran yang benar oleh para pemimpinnya yaitu para Penatua. Paulus menulis surat-surat pastoral memaparkan suatu deskripsi yang konsisten tentang kongregasi yang mengajarkan ajaran sesat dari bidat-bidat yang memiliki kekuatan yang mengikat bagi umat Kristen. Dalam 1 Timotius Paulus mengantisipasi pelayanan berikutnya yang dipercayakan kepada Penatua/ penilik jemaat dan para Penatua sebagai pemimpin rohani di Jemaat Efesus. KESIMPULAN Berdasarkan data yang telah dianalisa dalam pembahasan di atas dapat disimpulkan Paulus menggunakan istilah "Penatua" untuk merujuk kepada jemaat yang mendidik gereja, sementara juga menyebutkan peran gereja dalam membina kesatuan di antara para pemimpinnya. Paulus memperkenalkan bahwa orang menginginkan pekerjaan Penatua/penilik menginginkan pekerjaan yang bagus/indah. Bagi Penatua adalah hal yang perlu dimiliki agar dapat berperan, berfungsi dan bertanggung jawab ditengah-tengah jemaat yang dilayani yaitu karakteristik sesuai dengan Firman Tuhan. Penatua. Pejabat Gereja dan Dewan Penasihat Sinode mengerti pekerjaan yang indah adalah pekerjaan berdasarkan kasih dan komitmen pada Tuhan yang diimplementasikan dalam pelayanan di tengah-tengah umat manusia yang dikerjakan dalam satu organisasi sehingga berjalan teratur dan tertib. Penatua. Pejabat Gereja dan Dewan Penasihat Sinode memahami istilah atau sebutan Penatua adalah Jemaat awam yang terpanggil dan dipilih oleh anggota jemaat. Penatua yang dipilih menjadi pengurus gereja dalam Perjanjian Baru Penatua disebut Prebyteros yang merujuk pada seseorang yang berumur atau memenuhi kriteria bertugas mengatur, memajukan pelayaan pekerjaan Tuhan dan memiliki nama baik di luar Jemaat. DAFTAR PUSTAKA