AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1211-1214 Edupreneur: Mengubah Paradigma Kewirausahaan Mahasiswa Pendidikan Matematika Stanislaus Amsikan1*. Selestina Nahak2 1Fakultas Ilmu Pendidikan. Program Studi Pendidikan Matematika. Universitas Timor. Kefamenanu. Indonesia Email: 1*Stanisamsikan63@gmail. com, 2selestinanahak80@gmail. Abstrak-Kegiatan edupreneur atau pendidikan kewirausahaan bagi mahasiswa dilakukan dengan tujuan: . Mengubah paradigm, pola beripkir mahasiswa tentang kewirausahaan sehingga memiliki keterampilan, pengetahuan dan sikap wirausaha setelah menyelesaikan studi. Membantu mahasiswa untuk melakukan analisis peluang wirausaha berbasis lingkungan. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kegiatan analisis usaha berbasis lingkungan. Pengabdian dilakukan pada tanggal 4 Oktober 2022. Yang terdiri dari dua Sesi I. Motivasi dan pengenalan konsep kewirausahaan, dan sesi II pendampingan kelompok dalam membuat analisis usaha berbasis lingkungan. Pada sesi I bertujuan agar memberikan pemahaman dan motivasi bagi peserta agar dapat mengubah mindset tentang kewirausahaan. Dan pada sesi II bertujuan untuk melatih dan membantu peserta untuk terlibat aktif membuat analisis usaha berdasarkan kondisi, kebutuhan dan peluang yang ada di lingkungan secara real. Setelah sesi kedua berakhir dan berdasarkan pembahasan tim pengabdian menyimpulkan . Pemahaman dan pengetahuan mahasiswa tentang kewirausahaan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan . Mahasiswa mampu menganalisis peluang dan usaha berbasis lingkungan dimana mahasiswa mampu mengidentifikasi potensi dan jenis usaha yang dapat dikembangkan atau dapat dilaksanakan berdasarkan kondisi lingkungan . Krjasama dalam kelompok dapat menumbuhkan kreativitas maupun inovasi berdasarkan peluang dan resiko terutama dalam berwirausaha. Kata Kunci: Eduprenenur1. Kewirausahaan2 Abstract-Edupreneur activities or entrepreneurship education for students aims to: . Changing the paradigm, the mindset of students about entrepreneurship so that they have the skills, knowledge and attitude of entrepreneurship after completing their studies. Helping students to analyze environmental-based entrepreneurial opportunities. The method used in this activity is an environmental-based business analysis The service will be held on October 4, 2022. It will consist of two sessions. Session I. Motivation and introduction to the concept of entrepreneurship, and Session II of group assistance in making environmentalbased business analysis. Session I aims to provide understanding and motivation for participants so they can change their mindset about entrepreneurship. And in session II it aims to train and assist participants to be actively involved in making business analysis based on real conditions, needs and opportunities in the After the second session ended and based on the discussion the dedication team concluded . Students' understanding and knowledge about entrepreneurship can foster an entrepreneurial spirit . Students are able to analyze opportunities and environment-based businesses where students are able to identify potential and types of businesses that can be developed or can be implemented based on environmental conditions . Teamwork in groups can foster creativity and innovation based on opportunities and risks, especially in entrepreneurship. Keywords: Eduprenenur1. Enterpreneurship2 PENDAHULUAN Diskusi dan pembahasan tentang kewirausahaan bagi mahasiswa adalah sesuatu yang baru bahkan lebih diarahkan pada pembahasan tentang bisnis sementara gerakan memasyarakatkan kewirausahaan telah dimulai pada era tahun Sembilan puluan. Pembahasan tentang bisnis bagi sebagian orang merupakan satu aktivitas yang tidak familiar dengan tingkat perekonomian keluarga menengah dan dibawah rata-rata. Masyarakat dengan kondisi perekonomian rendah dan menengah, menganggap bahwa bisnis bukan milik mereka dengan berbagai alasan. Salah satu alasan paling mendasar adalah, tidak adanya modal, kurang modal, dan aktivitas apa yang cocok untuk Fenomena ini juga terjadi dikalangan mahasiswa saat memilih untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi. Sebagian besar mahasiswa yang memiliki wawasan yang kurang dibidang kewirausahaan akan memilih program studi yang memungkinkan untuk lebih cepat memperoleh pekerjaan pada instansi pemerintah maupun menjadi karyawan pada pihak swasta yang bersifat Stanislaus Amsika. https://journal. id/index. php/amm. Page 1211 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1211-1214 Disisi lain mahasiswa atau lulusan juga memiliki prinsip, yang penting memilki pekerjaan meskipun dengan gaji yang kecil. Paradigm dan pola berpikir seperti ini perlu dirubah. Lestari dalam (Ni Wedayanti dan Giantari . menyatakan berbagai upaya yang dilakukan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan bertujuan untuk merubah mindset para pemuda sehingga tidak hanya berniat sebagai pencari kerjaapabila kelak menyelesaikan sekolah atau kuliah. Permasalahan ini juga terjadi dikalangan mahasiswa program studi pendidikan matematika. Berdasarkan kuisioner yang diberikan kepada mahasiswa semester 1 prodi pendidikan matematika unimor memberikan alasan sebagai berikut: 54 % Memilih prodi pendidikan matematika dengan tujuan cepat memperoleh pelerjaan setelah kuliah, 26 % termotivasi untuk menjadi guru matematika, 18,7 % karena memiliki minat yang besar untuk mempelajari matematika, 2 % karena anjuran orang tua dan0. 3 % bingun dan tidak memberikan jawaban. Selanjutnya tim pengabdian juga memberikan pertanyaan terkait pengetahuan tentang pemahaman mahasiswa tentang wirausaha dengan persentase sebagai berikut 87 % mahasiswa tidak paham tentang keewirausahaan, dan sisanya memiliki pemahaman sebesar 13 %. Beberapa kendala yang membuat mahasiswa tidak berniat atau tidak berminat untuk berpikir tentang wirausaha yaitu 97 % menyatakan bahwa tidak memiliki modal untuk memulai usaha, 1,2 % menyatakan bahwa tidak memiliki bayangan tentang apa yang harus dilakukan jika akan berwirausaha, 1,4 menyatakan takut akan kegagalan, dan 0. 4 % tidak memberikan jawaban. Hal ini dipandang penting untuk dilakukan upaya agar mengubah paradigma mahasiswa diera digital, sehingga mahasiswa tidak hanya belajar untuk memperoleh indeks prestasi yang tinggi, tetapii juga memiliki soft skill, yang dapat digunakan untuk menjawab tantangan yang akan Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan edupreneur atau pendidikan kewirausahaan untuk mengubah mindset dan pola berpikir yang sejalan dengan program merdeka belajar kampus merdeka kemendikbud, riset dan teknologi. Menurut Wendra dkk, . Menumbuhkan jiwa kewirausahaan dikalangan mahasiswa bukanlah perkara mudah. Lestari dan Wijaya dalam Aryaningtyas dan Palupiningtyas . menyatakan bahwa pendidikan kewirausahaan secara langsung dapat mengubah pola pikir, sikap, dan perilaku pada mahasiswa untuk menjadi wirausaha. Menurut Ahmad Rifqy Alfiyan, dkk . Pendidikan kewirausahaan sebagai pembelajaran untuk mendidik dan memberikan kemampuan berwirausaha kepada para lulusan dan dapat memberikan motivasi untuk berani memilih berwirausaha sebagai karir nantinya. Edupreneur atau pendidikan kewirausahaan menurut Ni Luh Wahyuni Widya Putri . adalah Pendidikan kewirausahaan adalah upaya membelajarkan manusia Indonesia sehingga memiliki kekuatan pribadi yang dinamis dan kreatif untuk menjalankan usaha. Pendidikan kewirusahaan dapat dilaksanakan berdasarkan kurikulum dalam bentuk mata kuliah dan dapat pula diberikan dalam bentuk pelatihan dan pendampingan. Rasional pemikiran ini mendorong tim pengabdian untuk melaksanakan kegiatan edupreneur atau pendidikan kewirausahaan bagi mahasiswa dilaksanakan dengan tujuan: . Mengubah paradigm, pola beripkir mahasiswa tentang kewirausahaan sehingga memiliki keterampilan, pengetahuan dan sikap wirausaha setelah menyelesaikan studi. Membantu mahasiswa untuk melakukan analisis peluang wirausaha berbasis lingkungan. METODE PELAKSANAAN Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kegiatan analisis usaha berbasis Pengabdian dilakukan pada tanggal 4 Oktober 2022. Yang terdiri dari dua sesi. Sesi I. Motivasi dan pengenalan konsep kewirausahaan, dan sesi II pendampingan kelompok dalam membuat analisis usaha berbasis lingkungan. Pada sesi I bertujuan agar memberikan pemahaman dan motivasi bagi peserta agar dapat mengubah mindset tentang kewirausahaan. Dan pada sesi II bertujuan untuk melatih dan membantu peserta untuk terlibat aktif membuat analisis usaha berdasarkan kondisi, kebutuhan dan peluang yang ada di lingkungan secara real. Stanislaus Amsika. https://journal. id/index. php/amm. Page 1212 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1211-1214 Peserta kegiatan pengabdian adalah mahasiswa semester I program studi pendidikan matematika yang berjumlah 77 orang. Dalam sesi Latihan mahasiswa dibagi dalam 8 kelompok dimana 3 kelompok beranggotakan 9 orang dan 5 kelompok beranggotakan 10 orang. Masing Ae masing kelompok dibantu oleh Tim pengabdian untuk membuat analisis dan mengidentifikasi jenis usaha yang dapat dilakukan sesuai kondisi dan lingkungan nyata masing-masing. HASIL DAN PEMBAHASAN Kewirausahaan sebagai sebuah kompetensi perlu ditumbuh kembangkan di era digital yang menantang, sehingga mahasiswa memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap dan niat untuk melakukan kegiatan wirausaha sebagai upaya menciptakan kemandirian serta ketergantungan terhadap lapangan pekerjaan. Berdasarkan analisis awal peserta bahwa jiwa kewirausaan sangat rendah dan bahkan tidak memiliki pengetahuan dan pemahaman tentang kewirausahaan, maka Pengenalan dan motivasi kewirausahaan perlu ditumbuh kembangkan dikalangan mahasiswa sebagai bagian dari implementasi merdeka belajar kampus merdeka. Kewirausahaan dalam program kampus merdeka dimaksudkan untuk mendorong dan menciptakan mahasiswa sebagai calon wirausahawan yang memiliki daya kerja yang kompetitif. Manurut Susilaningsih . Pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi berkaitan dengan membangun karakter wirausaha, pola piker wirausaha dan perilaku wirausaha selalu kreatif dan inovatif menciptakan nilai tambah atau niali-nilai baik, memanfaatkan peluang dan berani mengambil resiko. Menumbuhkan jiwa kewirausahaan dapat membangkitkan rasa percaya diri sebagai awal dalam upaya mengambil inisitaif untuk melakukan sesuatu, serta berkompetisi untuk berprestasi. Menurut Surayana . jiwa kewirausahaan seseorang dapat dilihat dari . sikap percaya diri, . berinisiatif dan . keinginan berprestasi. Sikap percaya diri dalam berwirausaha sangat dibutuhkan untuk dengan tegas dan segera dapat menentukan pilihan terhadap sesuatu yang harus dikerjakan. Hal ini berkaitan dengan kteartifitas dan inovasi dalam menciptakan sesuatu yang memiliki nilai. Menentukan pilihan akan mendorong seseorang untuk berinisiatif melakukan keputusannya dan menyusun rencana pelaksanaan. Selanjutnya Ardiyani & Kusuma dalam Wahyuningsih . menyatakan bahwa Untuk dapat menjadi wirausaha harus dimulai dari minat berwirausaha. Minat berwirausaha adalah keinginan, ketertarikan serta kesediaan untuk bekerja keras atau berkemauan keras untuk berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa rasa takut dengan risiko yang akan terjadi serta selalu belajar dari kegagalan yang dialami. Kewirausahaan dapat dimulai dengan melakukan analisis yang tepat dan benar sehingga mengurangi resiko kegagalan. Salah satu analisis yang dianjurkan adalah membuat analisis berbasis Pada kegiatan pengabdian ini, peserta didampingi untuk membuat analisis usaha berbasis lingkungan sehingga mahasiswa memiliki kemampuan untuk memanfaatkan peluang dan kondisi lingkungan nyatanya untuk merencanakan usaha yang tepat guna dan efektif. Selain Efektifitas pelaksanaan, analisis dimaksudkan agar dapat mempertimbangkan dan memperhitungkan kompetisi pada lingkungan yang sama. setelah melakukan kegiatan pengabdian yang terdiri dari dua sesi maka tim pengabdian mengidentifikasi hasil analisis 9 kelompok sebagai berikut: Kelompok Kelompok I Kelompok II Kelompok i Kelompok IV Kelompok V Kelompok VI Kelompok VII Kelompok Vi Kelompok IX Jenis Usaha Usaha Nasi Kuning Penjualan Pulsa Ternak ayam Usaha makanan lokal Warung Kopi Bercocok tanam sayur Budidaya Lele Rental computer Soft drink Stanislaus Amsika. https://journal. id/index. php/amm. Page 1213 AMMA : Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1. No. 10 November . ISSN 2828-6634 . edia onlin. Hal 1211-1214 Tabel I: Hasil analisis usaha berbasis lingkungan Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk mempresentasikan dan memberikan argumentasi jenis usaha yang dipilih. Kemampuan untuk menganalisis peluang usaha tersebut memberikan gambaran bahwa mahasiswa memiliki kemampuan yang baik dalam bidang kewirausahaan apabila mendapatkan pendampingan. Selain kemampuan analisis, kerjasama dalam kelompok dapat menciptakan kreativitas dan juga dapat menciptakan inovasi baru berdasarkan peluang, kebutuhan dan juga resiko yang akan dihadapi. KESIMPULAN Dari hasil poembahasan diatas maka disimpulkan bahwa pemahaman dan pengetahuan mahasiswa tentang kewirausahaan dapat menumbuhkan jiwa kewirausahaan. Mahasiswa mampu menganalisis peluang dan usaha berbasis lingkungan dimana mahasiswa mampu mengidentifikasi potensi dan jenis usaha yang dapat dikembangkan atau dapat dilaksanakan berdasarkan kondisi lingkungan Kerjasama dalam kelompok dapat menumbuhkan kreativitas maupun inovasi berdasarkan peluang dan resiko terutama dalam berwirausaha. REFERENCES