Vol 2 No. 5 September 2025 P-ISSN : 3047-2792 E-ISSN : 3047-2032. Hal 39 - 48 JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Halaman Jurnal: https://journal. id/index. php/jimat Halaman UTAMA Jurnal : https://journal. DOI: https://doi. org/10. 69714/8ckx8d10 ANALISIS EFEKTIVITAS. AKUNTABILITAS. TRANSPARANSI PENGELOLAAN DANA BOS TERHADAP PENGADAAN SARANA DAN PRASARANA SEKOLAH (Studi Kasus Sekolah SMK NEGERI 6 Sukoharj. Novita Sari a*. Desy Nur Pratiwi b. Sri Laksmi Pradanawati c a Prodi Akuntansi, novithasaria753@gmail. Institut Teknologi Bisnis AAS Indonesia. Sukoharjo. Jawa Tengah b Prodi Akuntansi, desynurpratiwi692@gmail. Institut Teknologi Bisnis AAS Indonesia. Sukoharjo. Jawa Tengah c Prodi Akuntansi, laksmi. aas@gmail. Institut Teknologi Bisnis AAS Indonesia. Sukoharjo. Jawa Tengah Korespondensi ABSTRACT This study aims to examine the effect of effectiveness, accountability, and transparency of the management of School Operational Assistance Funds (BOS) on the successful procurement of school facilities and The object of this research is all students of class XI of SMKN 6 Sukoharjo who use facilities and infrastructure at school. This study uses primary data obtained through the distribution of The sampling technique used the Slovin formula from the total population of grade XI students, with an error rate of 5%, so that 179 respondents were obtained. Data analysis techniques used in this study include descriptive statistics, validity and reliability tests, classical assumption tests, and multiple linear regression tests. The results showed that the effectiveness of BOS Fund management had no significant effect on the successful procurement of facilities and infrastructure, with a significance value of 318 > 0. 05 and tcount 1. 001 < 1. Accountability has a positive and significant effect on the successful procurement of facilities and infrastructure, with a significance value of 0. 000 < 0. 05 and tcount 418 > 1. Transparency also has a positive and significant effect on the successful procurement of facilities and infrastructure, with a significance value of 0. 001 < 0. 05 and tcount 3. 295 > 1. Keywords: Effectiveness. Accountability. Transparency. School Operational Assistance Fund. School Facilities and Infrastructure Procurement. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh efektivitas, akuntabilitas, dan transparansi pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) terhadap keberhasilan pengadaan sarana dan prasarana sekolah. Objek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMKN 6 Sukoharjo yang menggunakan fasilitas sarana dan prasarana di sekolah. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui penyebaran kuesioner. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dari total populasi siswa kelas XI, dengan tingkat kesalahan 5%, sehingga diperoleh 179 responden. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi statistik deskriptif, uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik, serta uji regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas pengelolaan Dana BOS tidak berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan pengadaan sarana dan prasarana, dengan nilai signifikansi 0,318 > 0,05 dan thitung 1,001 < 1,973. Akuntabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan pengadaan sarana dan prasarana, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan thitung 4,418 > 1,973. Transparansi juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan pengadaan sarana dan prasarana, dengan nilai signifikansi 0,001 < 0,05 dan thitung 3,295 > 1,973. Kata Kunci: Efektivitas. Akuntabilitas. Transparansi. Dana BOS. Pengadaan Sarana dan Prasarana Sekolah. Received May 23, 2025. Revised June 20, 2025. Accepted July 13, 2025. Online Published July 16, 2025 Novita Sari dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 39 Ae 48 PENDAHULUAN Perkembangan zaman dan kemajuan teknologi turut mendorong kemajuan sistem pendidikan di Indonesia. Perkembangan dan kemajuan pendidikan terutama pada sekolah-sekolah di indonesia dapat dilihat dari berapa banyak siswanya dan bagaimana fasilitas sekolahnya, terutama sarana dan prasarananya di sekolah . Tantangan yang dihadapi duniaIpendidikanIdi Indonesia tidak terlepas dariIrendahnya kualitas fasilitas atau sarana dan prasaranaIpendidikan, mahalnya biaya pendidikan, juga kesenjangan dalam pemerataan akses pendidikan. Oleh sebab itu, sektor pendidikan harus menjadi prioritas untuk mendapatkan perhatian yang serius, dengan memastikan alokasi anggaran yang memadai untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih baik terutama pada pengadaan fasilitas sarana dan prasarana, supaya tercapainya sinergi antara investasi pendidikan dan kemajuan pembangunan bangsa secara keseluruhan . Sarana dan prasarana menjadi peran penting dalam menunjang proses pembelajaran yang efektif. Sarana digunakan secara langsung untuk membantu siklus pembelajaran lainnya. Prasarana merupkan fasilitas pendukung yang tidak secara langsung digunakan dalam pembelajaran akan tetapi tetap berperan dalam mewujudkan lingkungan yang kondusif. Jika sarana dan prasarana digunakan dengan baik, maka proses pendidikan akan berkembang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Semua bagian pendidikan, mulai dari pengajaran, pengelolaan, hingga evaluasi, akan berjalan dengan lebih baik. Selain itu, jika setiap aturan, sistem, dan strategi dijalankan dengan tepat, tujuan pendidikan akan tercapai dengan efektif dan efisien . Untuk mendukung keberlanjutan proses pendidikan, pemerintah Indonesia telah menggulirkan program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sebagai salah satu bentuk intervensi pendanaan. Dana BOS ditujukan untuk membantu pembiayaan operasional sekolah sekaligus mendukung peningkatan kualitas pendidikan, terutama dalam pengadaan sarana dan prasarana . Dana ini disalurkan langsung ke rekening sekolah, baik negeri maupun swasta, dengan harapan agar penggunaannya dapat dikelola secara efektif, transparan, dan akuntabel. Meskipun program BOS telah memberikan dampak positif bagi banyak sekolah, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai permasalahan. Tantangan seperti perencanaan yang kurang tepat, lemahnya pemahaman terhadap juknis, dan rendahnya transparansi pelaporan masih menjadi kendala utama dalam pengelolaan dana BOS . Akuntabilitas dan transparansi menjadi dua prinsip penting dalam memastikan dana digunakan sesuai dengan kebutuhan prioritas pendidikan dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik . Penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang bervariasi terkait pengaruh efektivitas, akuntabilitas, dan transparansi terhadap pengelolaan dana BOS. menemukan bahwa transparansi dan akuntabilitas memiliki pengaruh signifikan terhadap efektivitas pengelolaan dana BOS di tingkat SMA/SMK. Namun, temuan berbeda disampaikan oleh . yang mengungkap bahwa di tingkat SMP, partisipasi masyarakat justru lebih dominan dalam memengaruhi efektivitas pengelolaan dana, sementara akuntabilitas dan transparansi tidak menunjukkan pengaruh signifikan. Perbedaan hasil ini menunjukkan adanya gap penelitian yang perlu dijelaskan lebih lanjut berdasarkan jenjang dan konteks sekolah yang berbeda. Dalam konteks tersebut. SMKN 6 Sukoharjo menjadi salah satu contoh sekolah yang perlu dikaji untuk mengetahui sejauh mana pengelolaan dana BOS berjalan efektif dalam menunjang keberhasilan pengadaan sarana dan prasarana. Selain melihat efektivitas penggunaan dana, penting juga untuk menelaah sejauh mana prinsip akuntabilitas dan transparansi diterapkan dalam praktik pengelolaan anggaran sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh efektivitas, akuntabilitas, dan transparansi terhadap keberhasilan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan, guna memberikan kontribusi terhadap penguatan tata kelola dana BOS yang lebih optimal dan berorientasi pada peningkatan kualitas pendidikan. TINJAUAN PUSTAKA Teori Good Governance Good Governance merupakan prinsip tata kelola yang menekankan efektivitas, efisiensi, transparansi, akuntabilitas, dan partisipasi dalam pengelolaan sektor publik. Dalam konteks pengelolaan Dana BOS, prinsip-prinsip ini menjadi penting untuk memastikan penggunaan anggaran pendidikan secara tepat sasaran dan bebas dari penyimpangan . Transparansi menciptakan keterbukaan informasi, akuntabilitas menegaskan pertanggungjawaban terhadap publik, sedangkan partisipasi melibatkan berbagai pemangku JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. September 2025, pp. 39 - 48 Novita Sari dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 39 Ae 48 kepentingan dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan anggaran. Penerapan prinsip-prinsip ini diyakini dapat meningkatkan kualitas tata kelola keuangan sekolah dan mendukung tercapainya tujuan Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS Dana BOS adalah program pemerintah untuk mendukung biaya operasional nonpersonalia pada satuan pendidikan dasar dan menengah. Berdasarkan Permendikbud Nomor 6 Tahun 2021, pengelolaan dana BOS harus mematuhi prinsip fleksibilitas, efektivitas, efisiensi, akuntabilitas, dan transparansi. Dana ini bertujuan untuk membantu sekolah dalam menyediakan layanan pendidikan yang berkualitas dan merata, dengan sasaran utama seperti SD. SMP. SMA, dan SMK yang memenuhi syarat administratif . Pengelolaan dana BOS mencakup tahapan perencanaan melalui penyusunan RKAS, pelaksanaan kegiatan pendidikan, serta pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan secara berkala. Efektivitas Efektivitas didefinisikan sebagai tingkat pencapaian tujuan yang telah ditetapkan. Dalam konteks pengelolaan Dana BOS, efektivitas mencakup penggunaan dana yang tepat sasaran, sesuai prioritas kebutuhan, serta menghasilkan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan . Faktor-faktor seperti transparansi manajemen, kepatuhan pada regulasi, dan koordinasi antarpihak di sekolah sangat menentukan tercapainya efektivitas dalam pengelolaan anggaran pendidikan. Akuntabilitas Akuntabilitas merujuk pada kewajiban mempertanggungjawabkan kinerja atau penggunaan sumber daya kepada publik. Dalam pengelolaan Dana BOS, akuntabilitas diwujudkan melalui penyusunan RKAS, penggunaan dana sesuai petunjuk teknis, pelaporan keuangan, dan pengarsipan dokumen sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab . Dengan akuntabilitas yang baik, pengelolaan dana dapat berjalan efisien, mencegah penyimpangan, dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Transparansi Transparansi merupakan prinsip keterbukaan dalam memberikan informasi yang relevan, lengkap, dan mudah diakses oleh seluruh pemangku kepentingan. Dalam praktik pengelolaan Dana BOS, transparansi terlihat dari publikasi laporan keuangan, keterlibatan masyarakat dalam perencanaan RKAS, serta penyampaian informasi melalui media sekolah . Transparansi memungkinkan adanya kontrol sosial dan meningkatkan legitimasi pengelolaan keuangan sekolah. Sarana dan Prasarana Sekolah Sarana dan prasarana merupakan elemen penting dalam menunjang proses pembelajaran yang berkualitas. Berdasarkan Permendikbud Nomor 24 Tahun 2007 dan UU No. 20 Tahun 2003, sarana mencakup alat yang digunakan langsung dalam pembelajaran, sedangkan prasarana mencakup fasilitas penunjang seperti ruang kelas, laboratorium, dan perpustakaan. Pengelolaan sarana dan prasarana mencakup perencanaan, pengadaan, pemanfaatan, hingga pemeliharaan, dan berperan besar dalam meningkatkan efisiensi serta efektivitas kegiatan belajar mengajar . METODOLOGI PENELITIAN Populasi dan Sampel Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga SMKN 6 Sukoharjo yang terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, guru, staf, tenaga kependidikan . , serta peserta didik dengan total sebanyak 195 orang. Populasi didefinisikan sebagai keseluruhan subjek atau objek yang memiliki karakteristik tertentu dan menjadi sumber data penelitian . Mengingat luasnya cakupan populasi, maka dilakukan pembatasan pada peserta didik kelas XI yang berjumlah 324 orang dari berbagai jurusan sebagai populasi Penentuan jumlah sampel dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin, yaitu metode perhitungan sampel yang mempertimbangkan tingkat kesalahan . argin of erro. Rumus ini digunakan untuk memperoleh jumlah sampel yang efisien tanpa harus meneliti seluruh populasi . Dengan margin of error 5%, maka jumlah sampel yang diperoleh adalah: Analisis Efektivitas. Akuntabilitas. Transparansi Pengelolaan Dana BOS terhadap Pengadaan Sarana dan Prasarana Sekolah Studi kasus Sekolah SMKN 6 Sukoharjo (Novita Sar. Novita Sari dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 39 Ae 48 = 179 Dengan demikian, jumlah sampel yang digunakan adalah 179 siswa kelas XI. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara acak proporsional berdasarkan jurusan untuk memastikan representasi yang merata. Data Penelitian Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan data kuantitatif dengan pendekatan survei. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner yang disusun untuk mengukur variabel secara terstruktur dan objektif. Pendekatan ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antar variabel secara empiris berdasarkan data numerik yang dianalisis secara statistik . Sumber data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh langsung dari 179 siswa kelas XI SMKN 6 Sukoharjo melalui kuesioner dan wawancara. Sampel ditentukan dengan rumus Slovin dari populasi 324 siswa, menggunakan margin of error 5%, dan diambil secara proporsional berdasarkan jurusan untuk memastikan keterwakilan responden . Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara, kuesioner, dan studi kepustakaan. Wawancara dilakukan secara terbatas kepada beberapa siswa kelas XI untuk menggali informasi mendalam mengenai pengalaman mereka dalam menggunakan sarana dan prasarana dari Dana BOS . Kuesioner disebarkan kepada 179 siswa yang dipilih menggunakan rumus Slovin dari total populasi 324 siswa, dengan pengukuran menggunakan skala Likert untuk menilai persepsi mereka terhadap efektivitas, akuntabilitas, dan transparansi pengelolaan Dana BOS . Sementara itu, studi kepustakaan digunakan untuk menelusuri teori, regulasi, dan penelitian terdahulu yang relevan guna memperkuat landasan teoritis penelitian . Metode Analisis Data Uji Instrumen Uji instrumen dalam penelitian ini mencakup uji validitas dan reliabilitas. Uji validitas dilakukan menggunakan teknik Pearson Product Moment untuk menilai sejauh mana butir-butir pertanyaan dalam kuesioner mampu mengukur variabel yang dimaksud. Instrumen dinyatakan valid jika nilai signifikansi . < 0,05. Sementara itu, uji reliabilitas dilakukan dengan metode CronbachAos Alpha untuk mengukur konsistensi internal item. Instrumen dianggap reliabel apabila nilai CronbachAos Alpha > 0,60, yang menunjukkan bahwa kuesioner layak digunakan dalam pengumpulan data penelitian. Uji Asumsi Klasik Uji asumsi klasik dilakukan untuk memastikan model regresi linier memenuhi syarat-syarat statistik yang diperlukan agar hasil analisis valid dan dapat diinterpretasikan dengan tepat. Uji yang digunakan meliputi: Uji Normalitas, untuk menguji distribusi data menggunakan Kolmogorov-Smirnov atau Shapiro-Wilk Test. data dikatakan normal jika nilai signifikansi > 0,05. Uji Multikolinearitas, untuk menguji korelasi antar variabel independen, dinyatakan bebas multikolinearitas jika nilai VIF < 10 dan Tolerance > 0,1. Uji Heteroskedastisitas, untuk menguji kesamaan varians residual melalui analisis scatter plot. tidak adanya pola khusus menunjukkan bahwa heteroskedastisitas tidak terjadi. Pengujian Hipotesis Pengujian ini terdiri dari beberapa uji antara lain. Analisis Regresi Linear Berganda menggunakan persamaan regresi berganda ( Y = a b1 X1 b2 X2 b3 X3 e ). Uji Kelayakan Model (Uji F) Jika nilai F hitung > F tabel atau probabilitas < 0,05, maka hipotesis diterima dan model layak digunakan dalam penelitian. Jika nilai F hitung < F tabel atau probabilitas > 0,05, maka hipotesis ditolak dan model tidak layak Uji Parsial (Uji . JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. September 2025, pp. 39 - 48 Novita Sari dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 39 Ae 48 Jika nilai t hitung > t tabel dan signifikansi < 0,05, maka HCA ditolak dan HCa diterima, artinya variabel independen berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel dependen. Jika nilai t hitung < t tabel dan signifikansi > 0,05, maka HCA diterima dan HCa ditolak, artinya variabel independen tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap variabel dependen. Uji Koefisisen Determinasi (Uji R. Uji ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar variabel independen mampu menjelaskan variasi variabel dependen. Nilai RA berkisar antara 0 hingga 1, di mana semakin mendekati 1 menunjukkan bahwa model memiliki kemampuan prediktif yang semakin baik terhadap variabel yang diamati. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Uji Instrumen Hasil Uji Validitas Variabel Efektivitas (X. Akuntabilitas (X. Tabel 1. Hasil Uji Validitas Item Pertanyaan X1_1 0,579 0,147 0,147 X1_2 0,578 0,147 X1_3 0,583 0,147 X1_4 0,621 0,147 X1_5 0,576 0,147 X1_6 0,557 0,147 X2_1 0,549 0,147 X2_2 0,632 0,147 X2_3 0,690 0,147 X2_4 0,632 0,147 X2_5 0,558 0,147 X2_6 0,667 0,147 X2_7 0,640 Transparansi (X. Keberhasilan SARPRAS (Y) X3_1 X3_2 X3_3 X3_4 X3_5 X3_6 0,656 0,147 0,147 0,578 0,147 0,567 0,147 0,646 0,147 0,586 0,147 0,545 0,147 0,654 0,147 0,670 0,147 0,593 0,147 0,534 0,147 0,660 0,147 0,660 0,147 0,576 Sumber: Output SPSS 25 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa semua pernyataan kuesioner disetiap vaeriabel X1. X2. X3, dan Y memiliki nilai r hitung > r tabel maka dinyatakan valid. Hasil Uji Reliabilitas Variabel Efektivitas (X. Akuntabilitas (X. Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Cronbach's Role of Thumb Alpha 0,609 0,60 0,735 0,60 Keterangan Reliabel Reliabel Analisis Efektivitas. Akuntabilitas. Transparansi Pengelolaan Dana BOS terhadap Pengadaan Sarana dan Prasarana Sekolah Studi kasus Sekolah SMKN 6 Sukoharjo (Novita Sar. Novita Sari dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 39 Ae 48 Transparansi (X. Keberhasilan Pengadaan Sarpras(Y) 0,636 0,60 Reliabel 0,733 0,60 Reliabel Sumber: Output SPSS 25 Berdasarkan hasil tersebut, seluruh variabel memiliki nilai CronbachAos Alpha di atas 0,60, yaitu antara 0,609 hingga 0,735. Ini menunjukkan bahwa instrumen pada setiap variabel dinyatakan reliabel, sehingga kuesioner layak dan konsisten digunakan dalam penelitian. Hasil Uji Asumsi Klasik Hasil Uji Normalitas Tabel 3. Hasil Uji Normalitas Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean 0,0000000 Std. Deviation 2,94026263 Most Extreme Differences Absolute 0,060 Positive 0,060 Negative -0,045 Test Statistic 0,060 Asymp. Sig. -taile. 0,200c Sumber: Output SPSS 25 Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa nilai signifikasi sebesar 0,200 lebih besar daripada 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa data residual berdistribusi normal. Hasil Uji Multikolinearitas Tabel 4. Hasil Uji Multikolinearitas Collinearity Statistics Tolerance VIF Model 1 (Constan. Efektivitas Akuntabilitas Transparansi 0,874 0,795 0,792 Sumber: Output SPSS 25 1,145 1,257 1,263 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa semua variabel memiliki nilai tolerance lebih dari 0,10 dan nilai VIF kurang dari 10, maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas. Hasil Uji Heteroskedastisitas Gambar 1. Hasil Uji Heteroskedastisitas Sumber: Output SPSS 25 Berdasarkan gambar 1 menunjukkan tidak terdapat pola yang jelas dan titik-titik menyebar acak, sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi bebas dari heteroskedastisitas Hasil Pengujian Hipotesis Analisis Regresi Linear Berganda Tabel 5. Hasil Analisis Regresi JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. September 2025, pp. 39 - 48 Novita Sari dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 39 Ae 48 Model (Constan. Efektivitas Akuntabilitas Transparansi Unstandardized Coefficients Std. Error 9,701 2,373 0,083 0,083 0,321 0,073 0,292 0,088 Sumber: Output SPSS 25 Standardized Coefficients Beta 0,070 0,323 0,241 Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui persamaan regresi sebagai berikut: Y = 9,701 0,083XCA 0,321XCC 0,292XCE A Dari persamaan diatas maka dapat diinterprestasikan sebagai berikut: Konstanta sebesar 9,701 menunjukkan bahwa jika seluruh variabel independen bernilai nol, maka nilai dasar keberhasilan pengadaan sarana dan prasarana adalah 9,701. Jika nilai bCA yang merupakan koefisien regresi dari Efektivitas Pengelolaan Dana BOS (XCA) sebesar 0,083, yang artinya jika variabel Efektivitas (XCA) bertambah 1 satuan, maka Keberhasilan Pengadaan Sarana dan Prasarana Sekolah (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,083, dengan asumsi variabel lain tetap atau konstan. Jika nilai bCC yang merupakan koefisien regresi dari Akuntabilitas Pengelolaan Dana BOS (XCC) sebesar 0,321, yang artinya jika variabel Akuntabilitas (XCC) bertambah 1 satuan, maka Keberhasilan Pengadaan Sarana dan Prasarana Sekolah (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,321, dengan asumsi variabel lain tetap atau konstan. Jika nilai bCE yang merupakan koefisien regresi dari Transparansi Pengelolaan Dana BOS (XCE) sebesar 0,292, yang artinya jika variabel Transparansi (XCE) bertambah 1 satuan, maka Keberhasilan Pengadaan Sarana dan Prasarana Sekolah (Y) akan mengalami kenaikan sebesar 0,292, dengan asumsi variabel lain tetap atau konstan. Uji Kelayakan Model (Uji F) Model Regression Residual Total Tabel 6. Hasil Uji F Sum of Squares Mean Square 529,343 176,448 1538,836 8,793 2068,179 Sumber: Output SPSS 25 20,066 Sig. 0,000b Berdasarkan hasil uji diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai Fhitung sebesar 20,066 > Ftabel 2,66, maka hasilnya signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa variabel Efektivitas (XCA). Akuntabilitas (XCC), dan Transparansi (XCE) secara simultan berpengaruh terhadap Keberhasilan Pengadaan Sarana dan Prasarana (Y), serta model regresi yang digunakan dinyatakan layak dan dapat digunakan untuk analisis lebih lanjut. Uji Parsial (Uji . Model Tabel 7. Hasil Uji t (Constan. 4,087 Efektivitas 1,001 Akuntabilitas 4,418 Transparansi 3,295 Sumber: Ouput SPSS 25 Sig. 0,000 0,318 0,000 0,001 Berdasarkan hasil uji diketahui bahwa nilai df1 = 3 dan df2 = 175 dengan tingkat signifikansi 0,05, maka diperoleh nilai ttabel sebesar 1,973. Hasil uji t secara parsial adalah sebagai berikut: Efektivitas (XCA) memiliki nilai thitung = 1,001 < ttabel = 1,973 dan Sig. = 0,318 > 0,05, maka tidak berpengaruh signifikan terhadap Keberhasilan Pengadaan Sarana dan Prasarana (Y). Akuntabilitas (XCC) memiliki nilai thitung = 4,418 > ttabel = 1,973 dan Sig. = 0,000 < 0,05, maka berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Keberhasilan Pengadaan Sarana dan Prasarana (Y). Transparansi (XCE) memiliki nilai thitung = 3,295 > ttabel = 1,973 dan Sig. = 0,001 < 0,05, maka berpengaruh signifikan secara parsial terhadap Keberhasilan Pengadaan Sarana dan Prasarana (Y). Analisis Efektivitas. Akuntabilitas. Transparansi Pengelolaan Dana BOS terhadap Pengadaan Sarana dan Prasarana Sekolah Studi kasus Sekolah SMKN 6 Sukoharjo (Novita Sar. Novita Sari dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 39 Ae 48 Uji Koefisien Determinasi (Uji R. Tabel 8. Hasil Uji R2 Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 0,506 0,256 0,243 2,965 Sumber: Output SPSS 25 Berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa Berdasarkan hasil uji diperoleh nilai Adjusted R Square sebesar 0,243, yang berarti bahwa variabel Efektivitas (XCA). Akuntabilitas (XCC), dan Transparansi (XCE) secara simultan mampu menjelaskan variasi terhadap Keberhasilan Pengadaan Sarana dan Prasarana (Y) sebesar 24,3%. Sisanya sebesar 75,7% dijelaskan oleh faktor lain di luar model regresi ini. Hasil dan Pembahasan Pengaruh Efektivitas Pengelolaan Dana BOS terhadap Keberhasilan Pengadaan Sarana dan Prasarana Sekolah Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh bahwa efektivitas pengelolaan Dana BOS tidak berpengaruh signifikan terhadap keberhasilan pengadaan sarana dan prasarana sekolah. Di SMKN 6 Sukoharjo, meskipun pengelolaan dana telah disusun sesuai dengan perencanaan, pelaksanaannya belum optimal dalam menjangkau kebutuhan prioritas atau belum menyentuh aspek-aspek penting dari kelengkapan sarana prasarana. Hal ini mengindikasikan bahwa efektivitas perencanaan belum cukup jika tidak didukung oleh pelaksanaan dan evaluasi yang tepat serta berkelanjutan. Temuan ini tidak sejalan dengan hasil penelitian Maizah & Ratnawati . yang menyatakan bahwa efektivitas pengelolaan Dana BOS yang terencana dan terlaksana dengan baik dapat meningkatkan kelengkapan sarana pembelajaran . Penelitian Moerni & Darmawan . juga mendukung bahwa efektivitas sangat ditentukan oleh optimalnya pelaksanaan dan pelaporan . sementara Tuheteru et al. menemukan bahwa efektivitas hanya tercapai pada tahap awal penyaluran BOS, tetapi menurun pada tahap akhir akibat data operasional yang tidak valid . Hal ini memperkuat pandangan bahwa efektivitas tidak hanya bergantung pada perencanaan, tetapi juga pada keterpaduan antara pelaksanaan, pengawasan, dan validitas data yang mendasarinya. Pengaruh Akuntabilitas Pengelolaan Dana BOS terhadap Keberhasilan Pengadaan Sarana dan Prasarana Sekolah Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh bahwa akuntabilitas pengelolaan Dana BOS berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan pengadaan sarana dan prasarana sekolah. SMKN 6 Sukoharjo, akuntabilitas diwujudkan melalui pertanggungjawaban yang sistematis dan terbuka, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, maupun pelaporan penggunaan Dana BOS. Adanya keterlibatan komite sekolah serta penyusunan laporan yang sesuai prosedur menunjukkan bahwa praktik akuntabilitas telah diterapkan secara konsisten. Hal ini memberikan dampak positif terhadap keberhasilan sekolah dalam memenuhi kebutuhan fasilitas pendidikan yang mendukung proses pembelajaran. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Rudi . yang menunjukkan bahwa akuntabilitas dalam pengelolaan Dana BOS melalui perencanaan yang matang, pelaporan yang tertib, dan pelibatan seluruh warga sekolah mendukung tercapainya sarana dan prasarana yang memadai . Penelitian Hasrullah et al. juga mendukung bahwa pengelolaan Dana BOS yang dilaksanakan secara akuntabel di MIM Tamacinna, meskipun terdapat sedikit ketidaksesuaian antara rencana dan realisasi anggaran, tetap menunjukkan dampak positif terhadap pengelolaan fasilitas pendidikan . Selain itu. Arimbi Pamungkas . menegaskan bahwa rendahnya akuntabilitas menjadi salah satu faktor utama terjadinya penyalahgunaan Dana BOS di sekolah . Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat pandangan bahwa akuntabilitas merupakan kunci penting dalam menjamin keberhasilan pengelolaan Dana BOS, khususnya dalam mendukung tersedianya sarana dan prasarana yang efektif, efisien, dan tepat sasaran. Pengaruh Transparansi Pengelolaan Dana BOS terhadap Keberhasilan Pengadaan Sarana dan Prasarana Sekolah Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, diperoleh bahwa transparansi pengelolaan Dana BOS berpengaruh positif dan signifikan terhadap keberhasilan pengadaan sarana dan prasarana sekolah. SMKN 6 Sukoharjo, prinsip transparansi diwujudkan melalui keterbukaan informasi anggaran, pelibatan komite sekolah dalam proses perencanaan dan pengawasan, serta pelaporan keuangan yang dapat diakses oleh pihak terkait. Penerapan transparansi yang baik ini membangun kepercayaan publik dan mendorong JURNAL ILMIAH MANAJEMEN DAN AKUNTANSI Vol. No. September 2025, pp. 39 - 48 Novita Sari dkk / Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi Vol 2 No. 39 Ae 48 pengelolaan anggaran yang efisien dan tepat sasaran, sehingga mendukung keberhasilan dalam penyediaan sarana prasarana pendidikan. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian Anwar & Fathoni . yang menunjukkan bahwa penerapan transparansi melalui pelibatan komite sekolah, penggunaan aplikasi E-RKAM, dan keterbukaan informasi anggaran berdampak langsung pada ketersediaan sarana prasarana dan mutu pendidikan . Penelitian Waluyo et al. juga mendukung hal tersebut, di mana transparansi diwujudkan melalui pelaporan keuangan terbuka dan penggunaan ARKAS untuk pelacakan penggunaan dana . Sementara itu. Hasrullah et al. menemukan bahwa meskipun transparansi sudah diterapkan dalam tahap perencanaan, pelaporan keuangan belum sepenuhnya terbuka karena tidak dipublikasikan secara luas . Dengan demikian, hasil penelitian ini memperkuat bahwa transparansi akan berdampak signifikan apabila dijalankan secara konsisten dan melibatkan berbagai pihak dalam seluruh proses pengelolaan Dana BOS. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dijabarkan terkait pengaruh Efektivitas. Akuntabilitas, dan Transparansi Pengelolaan Dana BOS terhadap Keberhasilan Pengadaan Sarana dan Prasarana Sekolah di SMKN 6 Sukoharjo, maka dapat disimpulkan sebagai berikut: Akuntabilitas (X. dan Transparansi (X. terbukti memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Keberhasilan Pengadaan Sarana dan Prasarana Sekolah (Y) di SMKN 6 Sukoharjo. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi akuntabilitas dan transparansi dalam pengelolaan Dana BOS, maka semakin tinggi pula keberhasilan dalam pengadaan fasilitas pendidikan. Sedangkan variabel Efektivitas Pengelolaan Dana BOS (X. terbukti tidak menunjukkan pengaruh yang positif dan signifikan terhadap Keberhasilan Pengadaan Sarana dan Prasarana Sekolah (Y) di SMKN 6 Sukoharjo. Adapun saran bagi pihak sekolah, sebaiknya lebih mengoptimalkan efektivitas pengelolaan Dana BOS terutama dalam tahap pelaksanaan, agar program yang direncanakan benar-benar menjawab kebutuhan utama sarana dan prasarana sekolah. Selain itu, akuntabilitas dan transparansi perlu dipertahankan dan ditingkatkan melalui pelaporan yang terbuka, pelibatan aktif komite sekolah, serta penyampaian informasi anggaran yang mudah diakses oleh seluruh pemangku kepentingan. DAFTAR PUSTAKA