Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 167 Ae 178 Puisi Bertema Corona Karya Joko Pinurbo Sebagai Bahan Ajar Kontekstual Menulis Puisi (Joko Pinurbo's Corona Themed Poetry as Contextual Teaching Material for Poetry Writin. Andriyanaa,1* dan Arip Hidayata,2 Universitas Kuningan. Kuningan. Indonesia andriyana03@gmail. hidayat@uniku. *Corresponding Author Article info ABSTRACT Article history: Received: 13-01-2021 Revised : 05-05-2021 Accepted: 25-11-2021 This study aims to describe the value of contextuality with a onestep analysis of the sociology of literature from extrinsic elements and intrinsic elements. This study uses a qualitative descriptive method with research steps: looking for Joko Pinurbo's poetry in the mass media, looking for news about corona. compiling data, and analyzing data based on theory. Extrinsic element analysis is done by comparing news and poetry. As a result, the idea and theme of the poem are the same as the news in Republika and Detik, namely, discussing the Covid-19 pandemic. This poem can be used as learning material for writing poetry with contextual In addition to teaching environmental awareness, contextual techniques when writing poetry can also sharpen and train logical thinking. Therefore, observing various events in the surrounding environment can lead to creativity in writing poetry. Keywords: contextual teaching Joko Pinurbo poetry writing Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai kontekstualitas dengan satu langkah analisis sosiologi sastra dari unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik. Penelitian ini menggunakan metode desktriptif kualitatif dengan langkah penelitian: mencari puisi Joko Pinurbo di media massa, mencari berita tentang corona. menyusun data, dan menganalisis data berdasarkan teori. Analisis unsur ekstrinsik dilakukan dengan cara membandingkan antara berita dan puisi. Hasilnya, ide dan tema puisi sama dengan berita di Republika dan Detik, yakni membahas Pandemi Covid-19. Puisi ini dapat digunakan sebagai materi pembelajaran menulis puisi dengan teknik kontekstual. Selain mengajarkan kepedulian pada lingkungan, teknik kontekstual pada saat menulis puisi juga dapat menajamkan dan melatih logika berpikir. Oleh karena itu, aktivitas mengamati berbagai peristiwa di lingkungan sekitar dapat memunculkan kreativitas dalam menulis puisi. Copyright A 2021 Institut Agama Islam Negeri Syekh Nurjati Cirebon. All rights reserved. PENDAHULUAN Sastra merupakan sebuah seni bahasa yang menampilkan nilai estetika dalam bentuk bahasa dengan genre puisi, drama, dan prosa. Dari tiga jenis genre yang ada bentuk puisi dinyatakan bentuk paling tua dengan bentuk awal berupa Media ekspresi diri yang diwujudkan dalam bentuk karya, yaitu karya sastra itu sendiri yang mengungkapkan kenyataan hidup sebagai representasi juga sikap, pandangan, dan nilai kehidupan berdasarkan daya kreasi dan imajinasi Andriyana dkk (Puisi Bertema Corona A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 167 Ae 178 pengarang (Hidayat, 2. Pembahasan mengenai sastra dan pengarang, maka tidak lepas pula dengan kehidupan sosial yang dimiliki pengarang. Sastra itu sendiri merupakan sebuah karya imajinatif yang artinya gabungan antara pikiran dan perasaan pengarang. Imajinasi pengarang dipengaruhi oleh materialisme sosial karena sastra tidak terlepas dari faktor-faktor sosial dan ekonomi (Basuki. Karya sastra adalah dokumentasi sosial yang terjadi pada masyarakat (Wellek & Warren, 2. Proses penciptaan karya sastra merupakan hasil dari kreativitas pengarang dalam melakukan pengembaraan batin serta perenungan yang mendalam atas suatu yang berada di luar dirinya (Sugiarti, 2. Unsur yang ada di luar diri dan kondisi sosial yang ada di sekitar pengarang sangat memengaruhi penciptaan karya sastra. Pada tahun 2021 ini. Pandemi Covid-19 atau disebut juga virus Corona yang mewabah di Indonesia juga memengaruhi kreativitas pengarang. Hal tersebut dapat dilihat pada dokumentasi sosial melalui cyber sastra. Sastra cyber akrab di masyarakat postmodern karena memenuhi segala aspek yang menjadi ciri khas masyarakat postmodern (Mawardi. Sastra cyber ini sendiri dalam arti sempit adalah bentuk karya sastra yang media publikasinya sudah melalui komputerisasi. Sastra cyber adalah bentuk karya sastra dengan media digital yang memungkinkan pembaca mampu mengakses dalam gawai atau komputer (Rahman, 2. Joko Pinurbo telah menulis puisi yang dipublikasikan di media massa. Puisi tersebut berkaitan dengan Pandemi Covid-19. Joko Pinurbo merupakan pengarang berpengaruh dalam sejarah sastra Indonesia. Puisi-puisi yang ditulis mempertanyakan eksistensial tentang alasan mengapa dan untuk apa suatu hal itu ada (Taum, 2. Puisi-puisi Joko Pinurbo dikemas dengan diksi yang sederhana sehingga sesuai untuk dijadikan contoh dalam pembelajaran menulis puisi (Anindita. Satoto, & Sumarlam, 2. Puisi-puisi Joko Pinurbo menarik dan menumbuhkan rasa ingin tahu, mengandung humoris, dan unsur komedi pada diri pembaca sehingga meskipun isinya serius, tetapi menyenangkan (Fatimah. Sadiah, & Pramadhika, 2. Pembelajaran puisi sebaiknya dapat menumbuhkan rasa ingin tahu siswa. Demi mencapai hal tersebut, bahan ajar sebaiknya bersumber dari kehidupan sehari-hari (Widarmanto, 2. Pendapat ini dalam teori pembelajaran merupakan pembelajaran kontekstual atau contextual Teaching/learning (CTL). CTL merupakan pendekatan pembelajaran yang mengaitkan kehidupan sehari-hari dan pembelajaran siswa (Solihah, 2. Pembelajaran kontekstual dalam menulis puisi juga telah berhasil meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis puisi pada tingkatan sekolah dasar (Handiwiguna. Mila, & Firmansyah, 2. Keterampilan menulis puisi diminati oleh siswa sekolah dasar dengan menggunakan pendekatan kontekstual (Sari & Randi, 2. Kegiatan menulis puisi dengan menggunakan pendekatan kontekstual merupakan kegiatan pembelajaran yang dianggap menarik oleh siswa sekolah dasar (Pebriana, 2. Pendekatan kontekstual dinilai efektif digunakan pada materi menulis puisi (Endarwati, 2. Bebagai cara dilakukan oleh guru agar pembelajaran dapat menarik dan memotivasi siswa, khususnya dalam menulis puisi. Salah satunya dengan mengaitkan alam pedesaan (Sucipta. Artawan, & Rasna, 2. Pendekatan kontekstualitas yang ada di lingkungan sekitar sebagai bahan belajar banyak dimanfaatkan oleh pengajar dalam menulis puisi (Hanardi, 2018. Maulidiyah dkk, 2. Mengamati lingkungan sekitar dapat menumbuhkan imajinasi dan memperkaya diksi dari apa yang ada di lingkungan sekitar sekolah Andriyana dkk (Puisi Bertema Corona A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 167 Ae 178 (Kertayasa. Suandi, & Utama, 2. Tingkat keberhasilan siswa dalam menulis puisi berdasarkan metode kontekstual juga berhasil dalam setiap penelitian (Wati. Pembelajaran menulis puisi dapat secara efektif dilaksanakan dengan menggunakan model pembelajaran kontekstual-inquiri (Waraulia, 2. Pembelajaran kontekstual dengan mengaplikasikan situasi lingkungan yang ada di sekitar siswa pada materi menulis puisi bebas dapat meningkatkan kemampuan menulis siswa (Hafid & Marzuki, 2. Penggunaan metode kontekstual juga berhasil dilakukan pada jenjang SMA (Budiana & Kamil, 2017. Rahim, 2. Media stimulus yang digunakan juga dapat berasal dari media gambar (Karmila. Gunatama, & Sutresna, 2. dan video (Rasyid, 2. Puisi yang dipilih sebagai bahan ajar dapat ditulis oleh siapa pun, baik yang professional maupun amatir. Joko Pinurbo merupakan salah satu penulis profesional yang menggunakan nilai kontekstual dalam pembuatan puisi. Hal ini dapat dikaji dari nilai kontekstual yang ada dalam puisi tersebut dengan menggunakan sosiologi sastra Roman Ingarden (Susilastri, 2. Analisis sastra dengan analisis interdisipliner yang mengaitkan antara sosiologi sastra sebagai satu tahap pengungkapan tema melalui gejala-gejala sosial yang tampak. Tahap analisis dari Roman Ingarden meliputi lima lapisan dapat digunakan untuk menelaah unsur isi puisi dari segi struktur dan makna. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif Dasar pemilihan metode ini adalah karena karakteristik penulisan yang berupa masalah abstrak yang perlu pendefinisian atau interpretasi secara detail melalui deskripsi. Objek penelitian yang berupa puisi yang bersifat multitafsir lebih cocok menggunakan metode ini karena dinilai mampu mendeskripsikan apa yang dimaksud dalam puisi (Suntini, 2. Analisis menggunakan sosiologi sastra milik Roman Ingarden, meliputi: menganalisis masalah sosial yang terkandung di dalam karya sastra dan menghubungkan dengan kenyataan yang pernah terjadi (Arfanda & Muzakka, 2. Data diambil dari Desember 2020 sampai Januari 2021. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dari sumber berita daring bereputasi yang memuat puisi Joko Pinurbo, yaitu Republika dan Detik. Keabsahan data menggunakan triangulasi teori dan sumber. Berdasarkan triangulasi teori, data yang dikumpulkan sesuai dengan teori yang digunakan, yakni sosiologi sastra, analisis puisi Roman Ingarden, dan bahan ajar. Tiga teori ini digunakan sebagai wujud penelitian sastra interdisipliner. Detail penelitian ini mengukuti langkah yang dimulai dari: . mencari puisi Joko Pinurbo di media massa daring, . mencari berita tentang corona, . menyusun data, . menganalisis data berdasarkan teori, dan . mengaitkan hasil analisis serta relevansinya dengan bahan ajar. Berdasarkan triangulasi sumber, data yang dikumpulkan benar-benar ditulis oleh Joko Pinurbo. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis unsur ekstrinsik nilai kontekstual dalam puisi Joko Pinurbo Seperti telah diketahui bersama bahwa sosiologi sastra mengkaji masalahmasalah sosial yang tercermin atau tersirat dalam karya sastra maupun yang menjadi tujuan penulisan karya sastra itu sendiri (Sujarwa, 2. Dalam penelitian ini ditemukan tiga puisi yang menjadi objek penelitian yaitu puisi Andriyana dkk (Puisi Bertema Corona A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 167 Ae 178 berjudul Maut Tersenyum. Di rumah sakit, dan Elegi. Puisi ini didapatkan dari berita daring bereputasi, yaitu Republika dan Detik. Tabel 1 menunjukkan data Tabel 1. Data Puisi Joko Pinurbo dan Berita Covid-19 Puisi Maut Tersenyum Mengulurkan mawar sekuntum Dan dengan takzim mengecup jidatmu Kamu di rumah saja merawat dirimu sendiri Jangan berlagak gagah dan berani menghadapi pandemi yang ganas ini Biar aku yang berkeliaran Membagikan masker dan pembersih tangan Kamu di rumah saja merawat sepimu sendiri Biar aku yang berkeliling kota membagikan doa dan pembersih dosa Maut tersenyum Mengulurkan mawar sekuntum Dan dengan takzim mencium takutmu - Joko Pinurbo Sumber . Di rumah sakit Kalender mengucapkan selamat tidur Kepada mata ngantuk yang masih menyala Jam dinding mengucapkan selamat tidur Kepada dokter yang masih terjaga Obat tidur mengucapkan selamat tidur Kepada pasien yang masih berdoa KTP mengucapkan selamat tidur Kepada calon jenazah yang masih memikirkan besok akan dikuburkan di mana - Joko Pinurbo Sumber . Elegi Ia tak sempat mengingat Ini hari apa, tanggal berapa Ketika matanya yang letih masih terjaga di malam buta Dia tak sempat bertanya kamu siapa, agamamu apa Ketika raganya yang lelah masih berjuang menyelamatkan nyawa pasien-pasiennya. Dia tak sempat berpikir kapan bisa pulang dan makan bersama keluarga Ketika virus misterius itu diam-diam telah menggerogoti tubuhnya Ia tak sempat bersedih ketika sepi yang setia menjemputnya di rumah sakit dan mengajaknya ke Berita Corona Mewabah. Relawan BagiBagi Masker ke Pengguna Jalan 17 Mar 2020, 20:00 WIB Sebanyak 3. 000 masker dibagikan secara gratis sebagai salah satu bentuk keprihatinan sekaligus Editor: Arny Christika Putri Photographer:Faizal Fanani . Dengan banyaknya pasien positif, sudah barang tentu semakin berat tugas para petugas medis serta relawan yang tengah berada di garis terdepan untuk melawan pandemi Corona. Tak cuma soal penanganan pasien, penularan pun mereka rasakan. Terlebih meninggalkan keluarga tercinta di rumah untuk beberapa waktu. Penulis Maria Flora 07 Mei 2020, 19:25 WIB . Di satu sisi, ada sekelompok orang kecepatan itu diburu. Mereka adalah para dokter dan pelayan Mereka benar-benar memberi waktu dan tenaga untuk menangani, mengobati, melayani, meneliti, serta berupaya mencari Oleh karena itu, mereka berproses. Mereka butuh Mereka tidak terburu-buru. Mereka memperlambat laju. Kristianto Naku Ia tak sempat membayangkan pohon mawar kesukaannya akan tumbuh subur di atas makamnya Yogyakarta, 5 September 2020 Sumber . Andriyana dkk (Puisi Bertema Corona A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 167 Ae 178 Tabel 1 menyajikan puisi Joko Pinurbo dengan kutipan beritanya. Kutipan sebagai bukti bahwa tema yang ditulis dalam puisi Joko Pinurbo mempunyai realitas dalam dunia nyata. Polaritas status peranan terbukti dengan nyata dari dua data yang berbeda, tetapi mempunyai satu topik bahasan. Pada berita terdapat kutipan bahwa relawan membagikan 3000 masker. Pada puisi juga terdapat kutipan AoMembagikan masker dan pembersih tanganAo. Puisi berjudul Maut Tersenyum membahas tentang Corona yang menyampaikan imbauan untuk isolasi mandiri. Baris ketiga ditulis AuKamu di rumah saja merawat dirimu sendiriAy dan ditambah dengan repetisi pada baris ketiga bait kedua dengan sedikit perubahan, yaitu AuKamu di rumah saja merawat sepimu sendiriAy. Hal ini tentu sejalan dengan Corona yang mengimbau masyarakat untuk mengisolasi diri di rumah dan membatasi komunikasi sosial hanya untuk kebutuhan primer. Corona sebagai virus yang mematikan terbukti menjadi inspirasi bagi Joko Pinurbo dalam menulis puisi. Puisi kedua yang berjudul Di Rumah Sakit mengulas entitas sosial yang terjadi di rumah sakit. Pada berita dapat ditemukan bahwa mereka sebagai tenaga medis berjuang mati-matian. Bahkan memiliki risiko terpapar sampai tidak bisa bertemu dengan keluarganya. Baris keempat puisi dapat diketahui bahwa Aodokter masih terjagaAo dan baris terakhir mengatakan bahwa Aocalon jenazahAo. Dua hal ini adalah fakta bahwa terdapat petugas medis yang meninggal. Jadi, tema yang digambarkan pada puisi tersebut adalah perjuangan dokter sebagai tenaga medis. Oleh penulis juga digambarkan bentuk berjuang sampai susah tidur. Hal ini dapat dilihat pada baris pertama sampai baris kedelapan, yakni kata tidur direpetisi sampai tujuh kali. Repetisi ini sebagai gambaran perjuangan melawan kantuk untuk memerangi corona. Tidur dalam puisi berjudul Di Rumah Sakit ini diulang sebagai penegasan. Informasi pada baris selanjutnya setelah tidur yaitu. Aukantuk yang masih menyalaAy. Audokter yang masih terjagaAy. AuPasien yang masih berdoaAy dan AujenazahAo. Baris terakhir tertulis tidur dan jenazah yang secara umum semakna dengan istilah Aotidur untuk selamanyaAo. Istilah ini memiliki makna meninggal. Berarti jenazah dan tidur memiliki satu medan makna. Perilaku tidur ini juga merupakan entitas sosial yang bermakna istirahat. Entitas ini kemudian diramu oleh penulis puisi menjadi satu bagian intrinsik yang menjadi kata repetisi. Bahkan juga dapat dikatakan sebagai rima eksternal. Polaritas status peran yang ada dalam dunia sosial dari apa menjadi penjelas tidur adalah bukti bahwa nilai kontekstualitas dalam entitas sosial mampu membangun puisi. Puisi ketiga berjudul Elegi menunjukkan bahwa entitas sosial kata ganti orang ketiga, yaitu AoIaAo. Penulisan ini mengandung kesalahan bahasa berupa penghilangan fonem. Kasus Fonologi ini sebagai entitas sosial yang sering digunakan pada saat berinteraksi di masyarakat. Kasus ini terutama dalam percakapan informal kehidupan sehari-hari. Dari segi tema dapat diketahui bahwa puisi Elegi ini menandakan waktu yang terus berjalan. Para tenaga medis telah banyak beraktivitas sebagai pelayan masyarakat. Pada baris pertama dan kedua tertulis Aoia tak sempat mengingatAo Aoini hari apa, tanggal berapaAo. Pernyataan ini menandakan bahwa para petugas medis ini sudah lupa dengan waktu. Baris-baris berikutnya berupa rema dan penjelasan terkait lupa tentang waktu. Hal ini karena pembahasannya masih berfokus pada kenapa Dia lupa dengan waktu. Gaya bahasa repetisi pada puisi Joko Pinurbo kembali muncul. Gaya ini berfungsi sebagai penegasan bahwa betapa sibuknya tenaga medis menangani Andriyana dkk (Puisi Bertema Corona A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 167 Ae 178 Covid-19. Hal ini ditunjukkan dengan kata Aotak sempatAo yang artinya tidak lagi memiliki waktu. Pernyataan ini diikuti oleh penjelasan kenapa AoiaAo/AodiaAo Aobertanya. AoberpikirAo. AobersedihAo, dan AomembayangkanAo. Ketiga puisi Joko Pinurbo ini merupakan puisi modern yang disajikan bebas dari ikatan-ikatan puisi Puisi ini menekankan pada isi atau makna puisi tanpa memperhatikan bentuk. Tiga puisi disajikan dengan cara konvensional tanpa ada permainan tipografi yang unik, yaitu hanya disajikan dengan rata kiri saja. Penyajian tersebut juga merupakan gaya pengarang. Hal ini sejalan dengan apa yang dianut oleh Chairil Anwar sebagai bapak puisi modern Indonesia yang menyajikan penekanan puisi pada makna. Analisis Unsur Intrinsik Puisi Berdasarkan Teori Roman Inggarden Berikut pembuktian secara ilmiah bahwa puisi yang ditulis oleh Joko Pinurbo berkaitan dengan Corona. Pola analisis puisi dengan teori strata norma Roman Inggarden yang terdiri atas . lapisan bunyi, . lapisan arti, . latar, pelaku, objek-objek, dunia pengarang, . lapisan AoduniaAo, dan . lapisan metafisis. Maut Tersenyum Lapis Pertama Pada lapisan pertama berupa suara. Suara tidak terlalu ditonjolkan dalam bentuk rima, baik internal maupun eksternal. Puisi ditulis secara kontemporer dan hanya memperhatikan arti tanpa memperhatikan unsur bunyi yang ditata secara Dalam puisi berjudul Maut Tersenyum ini, lapisan bunyi yang muncul dan dominan adalah bunyi AomAo yang merupakan bunyi bilabial. Bunyi bilabial menimbulkan kesan dalam atau penegasan dalam puisi. Hal ini dapat dilihat dalam diksi AomengulurkanAo. AosekuntumAo. AotakzimAo. AojidatmuAo. AopandemiAo. AomembagikanAo. AomaskerAo. AomerawatAo. AomautAo. AotersenyumAo. AomengulurkanAo. AomawarAo, menciumAo. AotakutmuAo. Pada setiap baris bunyi-bunyi yang mengandung huruf AomAo tersebut merupakan diksi penting dan harus ditegaskan dalam Baris ke-8 mengandung permainan bunyi, yakni antara bunyi AodoaAo dan AodosaAo. Keduanya memiliki satu fonem pembeda, yaitu AosAo. Fonem ini menimbulkan arti lain. Pemilihan diksi ini menimbulkan efek bunyi yang mampu menyampaikan kesan pertentangan berbeda dari kedua kata tersebut. Puisi ini dapat dinyakatan puisi yang berbunyi syahdu karena unsur bunyi kakafoni tidak begitu dominan pada teks. Pada akhir baris selalu menggunakan bunyi efoni atau bunyi yang indah. Lapis Kedua Puisi ini memiliki arti bahwa selain petugas medis dianjurkan untuk tetap tinggal di rumah. Hal tersebut terlihat dalam diksi Aokamu dirumah sajaAo. Wabah Covid-19 dilambangkan dengan judul dan diksi pada baris ke-9, yaitu Aomaut tersenyumAo. Diksi ini menyatakan bahwa dunia di luar rumah tidak sedang baikbaik saja. Dalam puisi dijelaskan bahwa di luar lebih baik AoakuAo yang membagikan masker dan pembersih tangan agar mereka aman dan nyaman di dalam rumah. Puisi ini adalah ajakan untuk semua pihak, baik masyarakat maupun relawan untuk saling mendukung, terutama selama ada Pandemi Covid19 ini. Lapis Ketiga Objek yang tampak dalam puisi ini adalah AoakuAo sebagai relawan yang membagikan masker dan pembersih tangan serta AokamuAo sebagai masyarakat yang dianjurkan untuk tetap di rumah. Adapun objek yang menjadi pokok pembahasan Andriyana dkk (Puisi Bertema Corona A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 167 Ae 178 dapat dilihat dalam diksi AopandemiAo yang kemudian didukung oleh objek-objek lain seperti AomaskerAo dan Aopembersih tanganAo yang sering menjadi anjuran untuk dipakai dalam menangani Pandemi. Beberapa objek yang menjadi alasan harus tinggal di rumah dan relawan melakukan pembagian masker serta pembersih tangan, yaitu AomautAo dan AotakutAo yang dimiliki masyarakat. Lapis Keempat Makna lapisan pada puisi berjudul Maut Tersenyum berupa dunia ketakutan yang dimiliki masyarakat dapat dilihat pada baris ke-9, 10, dan 11. Pada bait sembilan dibahas bahwa ada maut yang ditakuti masyarakat dan dilanjutkan pada baris sepuluh dengan diksi Aomengulurkan mawar sekuntumAo. Kata mawar memiliki satu asosiasi keindahan yang diberikan satu orang kepada orang lain. Dalam puisi ini, mawar diartikan sebagai satu kabar gembira yang diberikan objek aku kepada kamu yang kemudian diperjelas pada baris kesebelas, yaitu Aodan dengan takzim mencium takutmuAo. Hal tersebut menandakan bahwa aku berani keluar menghilangkan ketakutan yang melanda. Hal ini dilambangkan dengan kata mencium dan diasosiasikan sebagai ketakutan masyarakat. Lapis Kelima Lapisan metafisis pada puisi berjudul Maut Tersenyum menjadikan masyarakat untuk berpikir ulang. Setelah imbauan Aokamu dirumah sajaAo. Aobiar aku yang berkeliaranAo dan Aomaut tersenyumAo mengajarkan bahwa risiko yang dibawa objek aku lebih harus berurusan dengan maut ketika di luar demi menyelamatkan Kata tersenyum yang disandingkan dengan kata maut adalah satu kondisi yang menyatakan bahwa hal tersebut merupakan bukanlah satu ketakutan melainkan satu hal yang bisa memberikan kedamaian pada manusia. Hal ini karena diksi AotersenyumAo memiliki makna satu hal kecil yang bermakna besar dan mampu memberi kedamaian pada mereka yang meresponsnya. Walaupun pada dasarnya, pada setiap kehidupan akan datang kematian atau Namun hal tersebut harus ditanggapi dengan senyuman. Apalagi jika ada orang-orang yang memperjuangkan kehidupan mereka dalam menghadapi Pandemi Covid-19. Wabah yang membawa maut pada banyak orang di dunia, termasuk Indonesia. Dalam menghadapi pandemic, senyuman merupakan satu hal sederhana yang bisa membuat ketenangan jiwa. Namun demikian, tetap harus diantisipasi dengan beberapa proses dalam mempertahankan kehidupan tersebut. Di rumah sakit Lapis Pertama Dalam puisi kedua berjudul Di Rumah Sakit lapisan bunyi menonjol pada permainan rima. Rima silang yang digunakan, yaitu pada baris ganjil menggunakan huruf akhir AorAo dan pada baris genap AoaAo. Puisi dengan rima silang ini adalah satu bentuk puisi yang menonjolkan eufoni. Biasanya terletak di akhir kata dan awal. Bentuk ini lebih banyak menonjolkan bunyi kakafoni. Bunyi kakafoni di awal ditandai dengan huruf AokAo pada baris ke-1, 2, 4, 6, 7, dan 8. Bunyi kakafoni ini merupakan satu bunyi yang bisa dibawakan dengan satu hentakan di awal. Kepaduan antara bunyi kakafoni, eufoni, dan rima puisi ini memiliki satu lapisan bunyi yang menimbulkan satu komposisi sehingga menarik dan enak untuk didengar. Hampir pada semua baris menunjukkan satu rima internal dengan bunyi AoaAo sebagai bunyi yang eufoni dan dominan pada puisi. Lapis Kedua Pada lapisan arti dari judul Di Rumah Sakit menunjukkan satu tempat yang dituju pada masa Pandemi Covid-19. Puisi ini membahas kematian. Hal ini dapat Andriyana dkk (Puisi Bertema Corona A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 167 Ae 178 diremati pada baris terakhir, yaitu pada diksi Aocalon jenazahAo. Diksi ini menunjukkan penegasan melalui repetisi dan penggunaan kata Aoselamat tidurAo. Tidur dalam puisi ini bermakna tidur selamanya atau alam kematian akibat Lapis Ketiga Lapisan arti semakin terlihat jelas melalui satu objek dalam puisi, yaitu antara dokter dan atau pasien. Hal ini terdapat pada baris keempat dan keenam. Dua objek ini adalah aktor utama di rumah sakit selama Pandemi Covid-19. Petugas medis sebagai pejuang di barisan depan yang berisiko meninggal. Namun demikian, puisi juga menyebutkan objek selain manusia, yaitu kalender, jam dinding, obat tidur, dan KTP. Objek-objek ini memiliki makna-makna yang unik, yaitu sebagai satu simbol dari kehidupan nyata. Kalender dan jam dinding menyatakan waktu. Obat tidur melambangkan objek terlelap dari kekhawatiran. KTP menandakan identitas manusia yang memiliki tempat tinggal, keluarga, dan banyak hal. Diperjelas pada baris terakhir, yaitu calon jenazah. Pada lapisan ini, objek dokter yang masih terjaga diasosiasikan dengan jam Hal ini menandakan bahwa dokter melakukan pekerjaan yang sudah tidak kenal waktu lagi. Obat tidur yang diasosiasikan dengan Aopasien yang masih berdoaAo menandakan satu pengharapan akan kesembuhan. Namun hal ini tidak membuat tidur mereka nyaman karena kemungkinan mereka akan menjadi Objek duniawi yang dilambangkan dalam beberapa benda selain manusia akan meninggalkan mereka. Makna ini ditunjukkan dengan kata Aoselamat tidurAo. Lapis Keempat Lapisan berikutnya adalah dunia yang tampak dalam puisi. Dunia yang dimaksud adalah satu dunia atau keadaan rumah sakit ketika Pandemi. Objek tersebut saling bertautan dan mengandung pesan bahwa Pandemi yang terjadi sangat mengerikan atau menakutkan. Perjuangan dokter dan kegelisahan pasien karena ancaman kematian. Kekhawatiran ini ditambah dengan penguburan secara protokol ketat. Khawatir tidak dapat dirawat dan dekat dengan kerabat serta Berbagai pikiran melintas di benak dan pikiran para petugas medis dan Lapis Kelima Lapisan kelima yaitu lapisan metafisis. Lapisan ini membawa pembaca pada satu renungan tentang kematian. Misalnya pada diksi Aocalon jenazahAo. Diksi ini menyadarkan pembaca bahwa sebenarnya ada atau tidak ada Pandemi Covid-19, manusia pada dasarnya adalah calon jenazah atau meninggal. Sejak adanya Pandemi, kematian begitu ditakuti. Hidup seolah menjadi hal yang sangat mudah untuk dipertukarkan dengan kematian. Walaupun petugas medis tidak dapat tidur karena bekerja dan berdoa demi kesembuhan pasien. Elegi Lapis Pertama Pada lapisan bunyi, selain baris pertama, ujung baris berbunyi /a/. Hal tersebut menciptakan rima eksternal lurus dan menimbulkan bunyi eufoni. Rima internal bunyi AoaAo mendominasi pada setiap kata yang memiliki bunyi AoaAo. Bunyi eufoni ditimbulkan sehingga puisi enak dibaca dan didengar. Tampak jelas bahwa ada satu permainan bunyi AoaAo yang begitu ditonjolkan seperti AoapaAo dan AosiapaAo. AoapaAo dan AoberapaAo. Pada baris lain bunyi AoaAo sebagai unsur bunyi eufoni selalu muncul pada dua atau tiga kata terakhir dalam baris. Adanya permainan bunyi Andriyana dkk (Puisi Bertema Corona A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 167 Ae 178 eufoni ini membuat bunyi kakafoni yang terdiri atas AokAo. AopAo. AotAo. AosAo. Bunyi ini tidak timbul atau kalah dengan bunyi eufoni. Lapis Kedua Berdasarkan lapisan arti, puisi ini menggambarkan tentang perjuangan tenaga medis yang sudah lupa akan waktu, terjaga ketika malam, tidak pulang menemui keluarga, sampai letih mengobati pasiennya. Makna ini dapat ditemukan pada baris ke-1, 2, 3, 4, 5, dan 6. Baris selanjutnya digambarkan bahwa tenaga medis yang ada dalam puisi digerogoti virus misterius Covid-19. Virus ini membuat para tenaga medis meninggal. Makna ini disimbolkan dengan diksi Aomengajaknya ke cakrawalaAo. Demikian juga baris terakhir berupa diksi Aodi atas makamnyaAo. Lapis Ketiga Berdasarkan lapisan objek, puisi ini memiliki objek tunggal yakni tenaga Tenaga medis dilambangkan dengan AodiaAo dan AoiaAo. Namun secara eksplisit, ditulis dengan diksi Aomenyelamatkan pasiennyaAo. Penggunaan kata pasien berasosiasi dengan tempat penyembuhan penyakit. Demikian juga kata AovirusAo yang sedang mewabah di Indonesia sehingga dapat dipastikan bahwa objek AodiaAo/AoiaAo dalam puisi adalah tenaga medis, baik itu dokter ataupun perawat. Namun demikian, pada baris ke delapan ditegaskan dengan kata diksi Aodi rumah sakitAo. Lapis Keempat Berdasarkan lapisan dunia, ada beberapa diksi yang secara implisit mengajarkan sebuah toleransi, yaitu AoDia tak sempat bertanya kamu siapa, agamamu apaAo. Selama Pandemi Covid-19, orang-orang yang berjuang di garis depan tidak lagi menghiraukan hal tersebut. Semua dilakukan demi menyelamatkan nyawa, misalnya harus tidak tidur ketika malam. Sepanjang waktu dilakukan untuk menanggulangi wabah karena para medis hanya memperhatikan Aokesembuhan pasiennyaAo. Hal tersebut adalah satu bentuk toleransi yang memang diajarkan oleh agama. Agama mengajarkan bahwa dalam urusan duniawi toleransi itu sangat dianjurkan untuk dilakukan. Puisi ini juga sudah menjelaskan yakni pada lapisan lain yang secara implisit adalah tentang perjuangan dari tenaga medis dalam menangani wabah Covid-19. Diksi pohon mawar pada garis terakhir adalah satu bentuk objek yang menunjukkan keindahan dan kedamaian. Para tenaga medis pada dasarnya memiliki kehidupan di luar sana yang mencintai kedamaian. Puisi ini menjelaskan bahwa mereka direnggut waktunya untuk menanggulangi wabah yang mematikan. Lapis Kelima Berdasarkan lapisan metafisis, puisi ini mengajak pembaca untuk melihat fakta bahwa para tenaga medis berjuang begitu gigih melawan waktu, mengorbankan keluarga, dan sampai harus terjangkit virus itu sendiri. Sampai beberapa dibawa ke cakrawala dan meninggal. Bahkan para tenaga medis sudah tidak sempat memikirkan banyak hal, misalnya tentang pohon mawar yang Bahan Ajar Menulis Puisi Pemilihan bahan ajar hendaknya memperhatikan tiga langkah, yaitu . menentukan tujuan, . mempelajari bidang bahan ajar, dan . merinci jenis bahan ajar (Prastowo, 2. Jadi, tujuan dibuatnya bahan ajar adalah untuk mendorong daya kreatif peserta didik dalam menulis puisi. Bidang bahan ajar diutamakan pada kontekstual dan untuk jenis bahan ajar dipilih handout. Handout dipilih Andriyana dkk (Puisi Bertema Corona A ) DOI: 10. 24235/ileal. Indonesian Language Education and Literature e-ISSN: 2502-2261 http://w. id/jurnal/index. php/jeill/ Vol. No. Desember 2021, 167 Ae 178 karena lebih mudah dibuat dan dapat dengan mudah digunakan dalam pembelajaran di kelas. Hasil analisis nilai sosial yang bersumber dari kehidupan masyarakat dapat dilihat pada unsur ekstrinsik. Hasil analisis menunjukkan bahwa sosiologi sastra dibangun oleh entitas yang terjadi di masyarakat. Entitas sosial yang terjadi di masyarakat disajikan dalam kutipan berita bertema sama. Langkah selanjutnya adalah membandingkan dengan isi puisi dan ditemukan bahwa ada hubungan yang sama antara apa yang terjadi di kehidupan nyata dengan isi puisi. Analisis tiga puisi yang ditulis Joko Pinurbo dengan teknik analisis Roman Ingarden membuktikan bahwa unsur sosial dan kehidupan yang ada di dunia nyata tidak terlepas dari penulisan puisi. Berbagai peristiwa yang terjadi dapat mengilhami dan ditulis secara eksplisit pada puisi (Mulyaningsih, 2. Selain itu, kejadian di sekitar dapat menimbulkan makna-makna puisi secara implisit yang multafsir. Kedua hal tersebut dapat menjadi dasar dalam mengembangkan bahan ajar. Gambar 1 merupakan langkah pembelajaran berdasarkan hasil analisis dan kebutuhan bahan ajar dalam menulis puisi. Mengamati karya puisi Mengamati dan kejadian Mencipta puisi dari Gambar 1. Langkah Pembelajaran yang ada di kelas Pada aktivitas mengamati contoh karya puisi, pengajar dapat memberikan rangsangan berupa tiga puisi Joko Pinurbo. Langkah kedua, peserta didik diajak melihat gejala sosial yang ada untuk menjadi ide ketika menulis puisi. Langkah ketiga adalah mencipta puisi dari hasil pengamatan secara kontekstual. Penelitian ini diharapkan dapat menggambarkan satu proses menulis puisi dengan cara kontekstual sehingga semakin membuka produktivitas menulis sastra yang terjadi di masyarakat. SIMPULAN Puisi yang ditulis oleh Joko Pinurbo dapat dijadikan materi atau sumber Ide menulis yang berasal dari berbagai kejadian di lingkungan sekitar menjadikan puisi lebih bermakna dan mudah dimengerti. Selain mengajarkan kepedulian pada lingkungan, teknik kontekstual pada saat menulis puisi juga dapat menajamkan dan melatih logika berpikir. Oleh karena itu, aktivitas mengamati berbagai peristiwa di lingkungan sekitar dapat memunculkan kreativitas dalam menulis puisi. Pembelajaran menulis puisi dengan teknik kontestual ini dapat diterapkan, baik di SD. SMP. SMA, maupun universitas. Penelitian ini dapat menjadi referensi, terutama pada kritik sastra dan dapat menjadi acuan serta motivasi ketika menulis. DAFTAR PUSTAKA