PERENCANAAN KONSTRUKSI RANGKA MESIN PENGAYAK PASIR Fahruddin Politeknik Raflesia Fahruddin78@gmail. Abstrak Perancangan mesin pengayak pasir bertujuan untuk mempermudah proses pengayak pasir yang biasanya dilakukan dengan cara manual. Dalam proses pembuatan mesin pengayak pasir ini diperlukan perencanaan konstruksi rangka yang kokoh untuk menahan beban. Untuk menciptakan konstruksi rangka mesin pengayak pasir yang kokoh menahan beban maka diperlukan perhitungan dan percobaan untuk menentukan Bahan dan alat yang cocok untuk membuat rangka mesin pengayak pasir. Dari komponen yang diperoleh maka dilakukan proses perancangan sesuai dengan desain gambar pada mesin pengayak pasir. Pembahasan yang telah dijelaskan yaitu melakukan perhitungan untuk mengetahui bahwa rangka aman untuk menopang beban pada rangka, agar sistem pengerjaan pada mesin pengayak pasir lebih kuat. Jenis bahan besi siku ST 37 sebagai penyusun konstruksi mesin memiliki kekuatan yang cukup untuk membangun konstruksi mesin pengayak pasir ini. Sehingga hasil dari proses pengayakan akan semakin mudah dan akan semakin membantu para pekerja Kata Kunci : Konstruksi, pengayak pasir, tegangan tarik PENDAHULUAN Latar Belakang Pasir merupakan bahan alami yang berasal dari letusan gunung berapi, sungai dan dalam tanah. Pada konstruksi bahan bangunan pasir merupakan material utama yang digunakan pada hampir setiap konstruksi bangunan dari mulai struktur hingga non struktur. Pada prinsipnya semua pasir dari sumber manapun harus dilakukan pengolahan sebelum dipergunakan sebagai material Pasir harus dicuci dari kotoran dan harus dilakukan pengayakan sesuai dengan gradasi yang diharapkan. Terutama pasir yang diambil dari alam, harus benar-benar dicuci untuk menghilangkan kandungan organik yang terkandung di dalam pasir tersebut. Pengayakan merupakan pemisahan berbagai campuran partikel padat yang mempunyai berbagai ukuran bahan dengan menggunakan ayakan. Proses pengayakan juga digunakan sebagai alat pembersih, pemisah kontaminan yang ukurannya berbeda dengan bahan Pengayakan memudahkan kita untuk mendapatkan pasir dengan ukuran yang seragam. Pengayakan dapat didefinisikan sebagai suatu metoda pemisahan berbagai campuran partikel padat sehingga didapat ukuran partikel yang seragam serta terbebas dari kontaminan yang memiliki ukuran yang berbeda dengan menggunakan alat pengayakan. Pengayakan yaitu pemisahan bahan berdasarkan ukuran mesin kawat ayakan, bahan yang mempunyai ukuran lebih kecil dari dari diameter mesin ayakan akan lolos dan bahan yang mempunyai diameter lebih besar akan tertahan pada permukaan kawat ayakan. Bahan-bahan yang lolos melewati lubang ayakan mempunyai ukuran yang seragam dan bahan yang tertahan akan melewati ayakan yang selanjutnya untuk dilakukan pengayakan ulang. Proses pengayakan inilah yang biasanya memakan waktu yang lama dan butuh tambahan tenaga yang tentu akan menambah waktu dan biaya dalam proses pembangunan. Mengingat penting nya pasir halus dalam proses pembangunan maka para pekerja dan poses pembangunan sangat bergantung pada operator yang mengayak pasir, semakin lama proses mengayak pasir maka semakin lama pula pembangunan tersebut akan selesai, hal ini menyebabkan kerugian baik dari segi waktu maupun biaya. Dengan adanya masalah tersebut dalam Tugas Akhir ini akan membuat mesin pengayak pasir otomatis. Cara kerja mesin yaitu Pasir diayak secara otomatis sehingga mendapat ukuran pasir yang seragam sebelum dicamur material lain untuk proses pembangunan bagunan. Mesin Pengayak Pasir ini didesain dengan bentuk yang tidak teralu besar sehingga mudah dibawah kemana-mana dan tidak memakan tempat terlalu banyak. Dengan adanya mesin pengayak pasir ini diharapkan mempermudah tenaga kerja bangunan dalam proses pembangunan yang selama ini hanya mengayak pasir dengan cara manual. Perumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam tugas akhir ini adalah Bagaimana merencanakan konstruksi kerangka mesin pengayak pasir yang kokoh dan aman menampung beban saat digunakan. Tujuan Penelitian Tujuan penelitian ini dalah mampu membuat Konstruksi kerangka mesin pengayak pasir sehingga dalam prosesnya mesin pengayak pasir ini mampu beroperasi dengan baik dan efektif. TINJAUAN PUSTAKA Pengayakan Pengayakan merupakan pemisahan berbagai campuran partikel padatan yang mempunyai berbagai ukuran bahan dengan menggunakan ayakan sehingga mendapatkan ukuran yang seragam. Proses pengayakan juga digunakan sebagai alat pembersih, pemisah kontaminan yang ukurannya berbeda dengan bahan baku. Pengayakan memudahkan kita untuk mendapatkan ukuran material yang seragam. Dengan demikian pengayakan dapat didefinisikan sebagai suatu metode pemisahan berbagai campuran partikel padat sehingga didapat ukuran partikel yang seragam serta terbebas dari kontaminan yang memiliki ukuran yang bereda dengan menggunakan alat pengayakan. Pengayakan dengan berbagai rancangan telah banyak digunakan dan dikembangkan secara luas pada proses pemisahan bahan-bahan material berdasarkan ukuran, tetapi pengayak juga digunakan sebagai alat pembersih, pemisah kotaminan yang berbeda ukurannya dari bahan baku. Istilah-istilah yang digunakan dalam pengayakan, yaitu: Under size yaitu ukuran bahan yang melewati celah ayakan. Over size yaitu ukuran bahan yang tertahan oleh ayakan. Screen aperture yaitu bukaan antara individu dari kawat mesin ayakan. Mesh number yaitu banyaknya lubang ayakan per 1 inci ataupun 1 cm. Screen interval yaitu hubungan antara diameter kawat kecil pada seri ayakan standar. Klasifikasi tersebut sangat bermanfaat tetapi tidak bersifat baku. Proses pembersihan dan sortasi untuk menghasilkan suatu pengkelasan mutu dan bebrapa kasus selalu melibatkan proses sortasi. Bagaimanapun, tingkat operasi tersebut sangat berarti, terutama dalam penerapannya sebagai tujuan utamadari suatu kegiatan (Brennan,1. Jenis-jenis ayakan Beberapa jenis ayakan yang sering digunakan antara lain: Grizzly, merupakan jenis ayakan dimana material yang diayak mengikuti aliran pada posisi kemiringan tertentu. Vibrating screen, ayakan dinamis dengan permukaan horizontal atau Shifting screen, ayakan dinamis yang dioperasikan dengan gerakan memutar pada bidang permukaan ayakan. Revolving screen, ayakan dinamis dengan posisi miring. Recipracating screen, ayakan dinamis yang dioperasikan dengan gerakan Tujuan pengayakan Tujuan dari dilakukannya proses pengayakan antara lain: Mempersiapkan bahan produk yang ukurannya sesuai untuk memenuhi proses produksi Mencegah masuknya mineral yang tidak sempurna kedalam proses Membersihkan bahan produk dari kontaminan bahan yang ukurannya berbeda agar kualitas hasil produksi lebih terjamin Mesin Pengayak Pasir Mesin pengayak pasir dibuat dengan penggerak Motor bensin. Prinsip kerja alat ini adalah saat motor bensin dihidupkan putaran dari mesin di transmisikan melalui pulli dan diterusakn lagi keporos sehingga menghasilkan gerakan naik turun ayakan. Pasir yang diletakan keatas daun ayakan akan tersaring yang halus akan jatuh kebawah ayakan dan pasir yang kasar atau partikel partikel lain akan jatuh ketempat yang telah disediakan. Berdasarkan definisi dari duetche Industri Norman (DIN) las adalah ikatan metalurgi pada sambungan logam atau paduan yang dilaksanakan dalam keadaan lumer atau cair. Dari definisi tersebut dapat dijabarkan lebih lanjut bahwa las adalah sambungan setempat dari beberapa batang logam dengan menggunakan energi panas. (Budiman. Anton, 1999 ) Pengelasan dapat diklasifikasikan dalam tiga kelas yaitu : Pengelasan cair Pengelasan tekan Pematrian Dalam pengelasan tidak semua hasil pengelasan akan baik/ sempurna dan biasanya banyak terdapat cacat las. Banyak hal yang mempengaruhi hasil dari pengelasan itu sendiri, antara lain adalah waktu pengelasan, persiapan sebelum pelaksanaan pengelasan, bahan yang digunakan serta jenis las yang digunakan, posisi pengelasan dan keterampilan welder. Alat Konstruksi Mesin Gerinda Karena memiliki banyak kegunaan mesin ini dibedakan menjadi beberapa jenis tergantung dari pekerjaan yang dikerjakan. Beberapa jenis tersebut adalah sebagai berikut : Mesin gerinda tangan Jenis mesin ini cenderung memiliki ukuran yang kecil dengan mata gerinda sedang. Karena bentuknya yang kecil mesin ini bisa dibawa kemana-mana dengan mudah. Mesin ini lebih sering digunakan untuk perataan permukaan, seperti misalnya membuang beram hasil pengeboran, pemotongan, menghilangkan hasil lasan, dan lain . Mesin gerinda potong Jenis mesin ini memliki ukuran yang sedang dengan mata gerinda tipis dan cenderung lebar. Mesin ini berfungsi sebagai alat potong. Mistar Gulung Mistar gulung adalah alat ukur yang digunakan untuk mengukur benda kerja yang panjangnya melebihi ukuran dari mistar baja. Mistar 27 gulung tingkat ketelitiannya adalah setengah millimeter sehingga tidak dapat digunakan untuk mengukur benda kerja secara presisi. Dalam pelaksanaan pembuatan rangka digunakan mistar gulung dengan alasan karena penggunaannya lebih praktis dari pada mistar baja dan mudah dalam penggunaannya serta cukup untuk mengukur panjang rangka mesin pencacah kertas. Panjang mistar gulung bervariasi dari 2 meter sampai 30 dan 50 meter, tetapi dalam bengkel kerja mesin ukuran terpanjang adalah 3 meter. Penggaris Siku Penggaris siku merupakan alat bantu yang sangat penting dalam pekerjaan menggambar dan menandai pada bahan plat siku yang akan dipotong agar hasilnya tidak miring dan membentuk sudut yang benar. Penggaris siku merupakan peralatan yang berfungsi sebagai: Peralatan bantu dalam membuat garis pada benda kerja. Peralatan untuk memeriksa kelurusan suatu benda. Peralatan untuk mengukur kesikuan benda. Peralatan untuk memeriksa kesejajaran benda. Peralatan untuk mengukur panjang benda Agar diperoleh hasil pengukuran yang baik, maka langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pelaksanaan penyikuan adalah: Membersihkan benda kerja dari beram dan kotoran lainnya. Membersihkan bilah baja dan permukaan benda kerjannya dengan menggunakan kain yang bersih dan kering. Pengukuran harus menghadap pada daerah yang terang, sehingga benda kerja dapat diketahui apakah permukaan benda kerja benarbenar lurus, siku dan rata. Mistar Baja Mistar baja adalah alat ukur yang terbuat dari baja tahan karat, dimana permukaan dan bagian sisinya rata dan lurus sehingga dapat juga digunakan sebagai alat bantu dalam penggoresan. Mistar baja juga memiliki guratan - guratan ukuran, dimana macam ukurannya bervariasi. Ada yang dalam satuan inchi, dalam satuan sentimeter dan dalam satuan Penggores Penggores adalah alat untuk menggores permukaan benda kerja, sehingga dihasilkan goresan atau gambar pada benda kerja. Bibir penggores tajam, maka penggores dapat menghasilkan goresan yang Bahan untuk membuat penggores ini adalah baja perkakas sehingga penggores cukup keras dan mampu menggores benda kerja. Penggores memiliki ujung yang sangat runcing dan keras. Penggores dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu pertama, penggores dengan kedua ujungnya tajam tetapi ujung yang satunya lurus dan yang lainnya Sedangkan penggores kedua hanya memiliki salah satu ujung yang tajam (Sumantri, 1989 : . Mesin Gurdi ( Drilling machine ) Proses gurdi adalah proses pemesinan yang paling sederhana diantara proses pemesinan yang lain. Biasanya di bengkel atau workshop proses ini dinamakan proses bor, walaupun istilah ini sebenarnya kurang Proses gurdi dimaksudkan sebagai proses pembuatan lubang bulat dengan menggunakan mata bor . wist dril. Sedangkan proses bor . adalah proses meluaskan/ memperbesar lubang yang bisa dilakukan dengan batang bor . oring ba. yang tidak hanya dilakukan pada mesin drilling, tetapi bisa dengan mesin bubut, atau mesin frais. Proses pembuatan lubang dengan mesin gurdi biasanya dilakukan untuk pengerjaan lubang awal. Pengerjaan selanjutnya dilakukan setelah lubang dibuat oleh mata bor. Proses kelanjutan dari pembuatan lubang tersebut misalnya, reaming . eluaskan lubang untuk mendapatkan diameter dengan toleransi ukuran tertent. , taping . embuatan uli. , counterboring . ubang untuk kepala baut tana. , countersinking . ubang menyudut untuk kepala baut/ sekru. Kompresor Kompresor udara merupakan suatu alat penyimpan udara, dimana udara ditampung dalam sebuah ruangan tertutup dan biasanya ruangan tersebut berupa tabung. Kompresor tersebut bisa menyimpan dan mengeluarkan udara melalui selang. Bagian-bagian yang harus ada dalam kompresor udara ialah motor penggerak, tabung penyimpan udara, piston, belt, selang, kran udara, katup pengaman, kran penguras, troli,regulator, dan manometer. Spray Gun Spray gun merupakan alat yang digunakan untuk menyemprotkan cat kepermukaan benda kerja dengan bantuan udara bertekan dari Tekanan udara yang digunakan pada proses pengecatan dibagi dalam dua sistem: Sistem tekanan tinggi Besarnya tekanan 2,5 hingga 3 atmosfir dan kadang-kadang mencapai 5 atsmosfir. Keuntungan mempergunakan tekanan tinggi, bagian-bagian cat bercampur dengan baik lalu bertumbukan dengan kuat sekali pada benda kerja karena besarnya tekanan angin kompresor. Pengecatan dengan sistem ini lebih sedikit, karena lapisan cat yang dibuat ditipiskan, oleh karena itu kerugian karena penguapan juga Penipisan cat tadi dapat disetel melalui spray gun. Dengan cara ini cat yang keluar dari spray gun telah menguap sebelum mencapai permukaan benda kerja, pengerutan lapisan cat sedikit sekali, dan cat menutup dengan baik pada permukaan logam. Kekurangan sistem ini yaitu, terdapat lebih banyak belang-belang dibanding sistem tekanan . Sistem tekanan rendah Besar tekanan udara 0,1 hingga 0,5 atsmofir. Keuntungan sistem tekanan rendah yaitu: pertama penyediaan tekanan udara sebesar itu mudah didapat dari ban mobil, kedua, hasil permukaan logam yang dicat lebih halus, dan kurang terdapat belang-belang seperti kulit jeruk. Kekurangan sistem tekanan rendah: Pada permukaan benda kerja mudah timbul gelembung-gelembung . Lapisan cat yang lebih tebal, karena butiran cat yang keluar dari spray gun lebih besar . Pemakaian pengecer cat lebih banyak, sehinnga cat akan mengkerut setelah kering. Penutupan cat pada permukaan logam kurang merata dan kurang rapat, karena cat terlalu encer. Jika dibuat kental, maka cat tidak dapat keluar karena tekanan kompresor terlalu rendah. Cat mudah terkelupas, karena benturan benturan butir-butir cat yang keluar dari pistol semprot kurang kuat membentur permukaan (Soeprapto Rachmad, 1984: 27-. DESAIN PENELITIAN Desain Penelitian yang digunakan oleh penulis adalah experimental dan komparatif, penelitian eksperimental adalah penelitian yang dilakukan dengan melakukan percobaan-percobaan hingga mendapatkan hasil yang diinginkan. Penelitian ini juga menggunakan metode komparatif yang dilakukan dengan membandingkan teori yang ada dengan praktik yang ditemui di lapangan dan menarik kesimpulan. Desain Awal Untuk mempermudah proses perancangan konstruksi rangka mesin pengayak pasir ini maka diperlukan desain gambar kerangka mesin pengayak Pandangan Depan Mesin Pengayak Pasir Gambar 3. 1 : Mesin Pengayak Pasir pandangan depan Sumber : Dokumen Pribadi b. Pandangan Samping Mesin Pengayak pasir Gambar 3. 2 : Mesin pengayak pasir pandangan samping Pandangan Atas Mesin Pengayak Pasir Gambar 3. 3 : Mesin pengayak pasr pandangan atas Bahan Baku Perancangan NAM BAHAN BAKU Besi Siku Profil L ST 37 Besi Strip ST 37 SPESIFIKASI 40 mm x 40 mm x 4mm . 0 m. 15 mm x 1 mm JUMLAH 8 Batang 1 Batang . 0 m. Plat Besi 1 mm 2500 mm 1 Keping Baut dan Moor Diamter 12 mm 20 buah Cat Orange 1000 ml 1 Kaleng Tiner 1 Liter Perhitungan Kekuatan Konstruksi Rangka Mesin Rangka dirancang untuk mendukung beban dalam bentuk tertentu dan yang terpenting dalam perancangan rangka hampir semua kasus hanya mengalami deformasi sedikit jika mengalami pembebanan. Semua struktur teknik atau atau unsur structural mengalami gaya eksternal lain atau reaksi pada titik pendukung strukturnya (Tood, 1. Semua gaya yang bekerja pada benda dianggap bekerja pada titik tersebut dan jika gaya gaya ini tidak seimbang maka benda mengalami gerak Oleh karena iti agar sebuah sistem gaya dalam keseimbangan resultan semua gaya dan resultan semua momen terhadap semua titik = 0 persyaratan yang harus dipenuhi adalah : Oc Fy = 0 dan My = 0 (Tood,1. Perencanaan batang konstruksi penyangga poros pada rangka Gambar 2. 1 : Analisa Gaya Batang Beban Terpusat Sumber : w. mesin_teknik10. com/poros Syarat keseimbangan Oc Fx = 0 . aya lintang arah sumbuh . Oc Fy = 0 . aya lintang arah sumbuh . Oc Mx = 0 . omen lentur arah sumbuh . Oc My = 0 ( momen lentur arah sumbuh . Gaya reaksi pada tumpuan R. Apabila gaya yang terjadi pada batang konstruksi dengan tumpuan sederhana, maka gaya reaksi pada tumpuan R adalah 0 Selanjutnya melakukan perancangan dengan tahap-tahap sebagai . Menentukan beban f yang dialami rangka. Menentukan gaya aksi dan reaksi pada tumpuan A dan B OcMx = 0 Rb. L-F. a = 0 Oc My = 0 Ra. L-F. b = 0 . Menentukan tegangan lentur = M. Dimana : = Tegangan Lentur yang terjadi pada batang M = Momen lentur yang dialami pada batang y = jarak serat terjauh dari sumbuh tampang I = Momen inersia . Menentukan momen inersia I = 1/12 m. Dimana : I = Momen inersia . g/mA) M = massa benda (KG) L = lengan momen yua max ycaycaEaycaycu 5 ) Faktor keamanan . = yua ycycaycycnyco ycycaycuyciycoyca = 103,74 = 3,56 PEMBAHASAN Perencanaan Rangka mesin Tegangan Pada Rangka Atas Rangka yang ingin dipakai berupa besi profil L ST 37 dengan dimensi 40 mm x 40 mm x 4 mm momen inersia (I) ya= . ca yco )4 Oe 6. yca2 yco 2 . 4 Oe 6 . co yc. 33362176 Oe 12441600 = 22939,2 MM Jarak titik berat yca2 2 . co yc. y = 8,52 mm Momen maksimum (Mma. = 279312,5 Nmm Tegangan Tarik maksimum bahan . ua Max baha. = 370 N/mmA e. Tegangan tarik pada rangka . uaycycaycycnyco ycycaycuyciycoyc. = ycAycoycaycu. yc 279312,5x 8,52 ya = 103,74 Nmm yua max ycaycaEaycaycu Faktor keamanan . = yua ycycaycycnyco ycycaycuyciycoyca = 103,74 = 3,56 Karena yua ycycaycycnyco ycycaycuyciycoyca < yua max ycaycaEaycaycu maka pemilihan rangka dengan bahan profil L ST 37 dengan dimensi 40 mm x 40 mm x 4 mm aman untuk menahan beban. Perhitungan Rangka bagian bawah Gaya yang bekerja : Massa 1 buah Motor Bensin 16 Kg Poros dan Pulli 2 Kg Gaya gravitasi 10 m/sA = 16 Kg 2 Kg = 18 Kg. 10m/sA F = 180 N Proses penandaan bahan Proses penandaan bahan untuk menandai ukuran bahan yang akan Dalam pembuatan rangka mesin pengayak pasir menandai bahan dibagi menjadi beberapa tahapan. Tahapan tersebut adalah sebagai berikut : Penandaan ukuran pemotongan bahan untuk pembuatan rangka atas . Penandaan ukuran pemotongan bahan untuk pembuatan kaki rangka . Penandaan ukuran pemotongan bahan untuk pembuatan penyambung kaki atau tiang. Penandaan ukuran pemotongan bahan untuk pembuatan dudukan motor Perencanaan Pemotongan (Cutting Pla. Langkah Kedua dalam melakukan pembuatan rangka mesin pengayak pasir adalah perencanaan pemotongan dan pengukuran bahan yang akan Perencanaan pemotongan bahan merupakan cara pemotongan bahan agar meminimalkan jumlah sisa bahan yang terbuang selama pemotongan berlangsung yang berarti menghemat penggunaan bahan. Dalam pembuatan rencana pemotongan bahan, didasarkan pada identifikasi kebutuhan bahan untuk pembuatan rangka meja mesin pengayak pasir. Kebutuhan bahan yang digunakan dalam pembuatan rangka meja mesin pengayak pasir. Perencanaan Pengeboran Dalam perencanaan pembuatan mesin pengayak pasir ini hanya sedikit melakukan proses pengeboran, pengeboran hnya dilakukan untuk membuat lubang baut untuk dudukan motor bensin dan dudukan bantalan poros mata bor yang digunakan untuk proses pengeboran ini adalah mata bor 12 karena menggunakan baut 12 Proses Penyambungan ( Pengelasan ) Penyambungan merupakan suatu penggabungan dua buah benda atau lebih dengan menggunakan bantuan dari sebuah partikel benda lain yang memiliki fungsi sebagai perekat. Pada proses pembuatan rangka mesin pengayak pasir ini, proses penyambungannya menggunakan mesin las busur listrik dan ada bagian yang perakitannya dengan menggunakan baut. Sistem kerja dari mesin las ini adalah memanfaatkan sumber listrik sebagai tenaga utama yang kemudian diteruskan terhadap suatu bahan tambah dan kemudian diteruskan terhadap benda kerja. Pada saat proses pengelasan berlangsung, benda kerja yang dilas akan mengalami peningkatan suhu yang tinggi, yang akan mengakibatkan benda kerja meleleh. Lelehan itulah yang mengakibatkan kedua benda kerja atau lebih dapat merekat menjadi satu karena adanya kesamaan partikel. Bahan tambah yang digunakan dalam peralatan las listrik disebut dengan elektroda. Pada penyambungan yang dilakukan dalam proses pembuatan rangka ini menggunakan jenis elektroda yang berdiameter 2,6 mm dan arus yang digunakan dalam pengelasan ini adalah 25-65 ampere. Pengelasan pada proses pembuatan rangka mesin pengayak pasir ini dibagi menjadi beberapa tahapan yaitu : Pengelasan rangka atas Pengelasan rangka bawah Pengelasan penghubung kaki Pengelasan dudukan Mesin Pengelasan kerangka ayakan Proses Perakitan Ayakan Pasir Hal pertama yang dilakukan adalah pembuatan bingkai ayakkan sesuai dengan besi yang sudah dipotong untuk kerangka ayakan kemudian proses pemasangan ayakan dengan bingkai. Penyambungan dilakukan dengan cara memasang baut pada permukaan bingkai, hal ini bertujuan untuk memudahkan proses perawatan dan pergantian ayakan apabila mengalami Proses Penyelesaian Permukaan ( Finishing ) Proses penyelesaian permukaan atau biasa disebut dengan Finishing pada pembutan rangka dilakukan dalam beberapa langkah kerja yaitu: Penggerindaan Pendempulan Pengamplasan d. Pelapisan Proses Perakitan Mesin Pengayak Pasir Setelah kerangka mesin selesai terbuat dan komponen-komponen mesin tersedia maka hal selanjutnya yang dilakukan adalah proses perakitan atau penyatuan kerangka dengan komponen-komponen. Perakitan mesin pengayak pasir ini dilakukan dengan beberapa tahap. Pertama pemasangan bantalan pada kerangka yang telah di bor setelah semua bantalan terpasang pasang poros yang telah ada pada bantalan. Kedua pasang mesin bensin atau sumber penggerak pada dudukan pada kerangka. Ketiga setelah mesin, bantalan dan poros terpasang pada kerangka hal selanjutna adalah pemasangan bingkai ayakan pasir pada kerangka pemasangan bingkai ini dilakukan dengan cara memasang baut pada tangkai ayakan pasir. Setelah semuanya terpasang maka hal terakhir yang dilakukan adalah pemasangan pulley dan sabuk-V. Pemasangan pulley harus sejajar dengan pulley yang ada pada mesin dan pada ayakan pasir, setelah pulley sejajar maka pemasangan sabuk-V baru bisa dilakukan. Setelah semua komponen dirakit menjadi satu kesatuan maka terciptalah satu unit mesin pengayak pasir dengan sumber penggerak motor bensin. Uji Kinerja Rangka Uji rangka dibedakan menjadi tiga pengujian yaitu : Pengujian Ukuran. Pengujian ukuran ini bertujuan untuk mengetahui bahwa ukuran rangka sesuai dengan gambar kerja atau belum. Saat pengujian ini ada beberapa komponen rangka yang tidak sesuai dengan ukuran yang ditentukan oleh gambar kerja dikarenakan adanya kekurang telitian pada saat proses pemotongan dan pengelasan. Pengujian Fungsi Setelah melakukan pengujian dimensi, langkah selanjutnya pangujian fungsi rangka mesin. Dalam pengujian rangka mesin pengayak pasir, dapat disimpulkan bahwa rangka mampu menahan beban yang menimpanya dan komponen mesin lainnya pun juga dapat terpasang pada angka dengan Pengujian Unjuk Kerja Dari pengujian unjuk kerja didapatkan hasil yaitu kekurangan pada rangka tidak mempengaruhi berjalannya komponen lain dan hasil produksi dari mesin. Meskipun kaki rangka kurang rata, namun rangka tidak bergetar dan mampu menahan beban yang dihasilkan dari komponen mesin lain. Rangka juga mampu menahan gaya-gaya yang dihasilkan pada saat mesin beroprasi. KESIMPULAN Dari hasil perencanaan konstruksi rangka mesin pengayak pasir ini dapat disimpulkan beberapa kesimpulan diantaranya : Material konstruksi yang digunakan pada alat ini adalah besi siku profil L ST 37 dengan dimensi 40 mm x 40 mm 4 mm sebanyak 8 batang. Dimensi rangka yang sudah dibuat adalah 2050 mm x 915 mm x 1250 mm x 880 mm. Berdasarkan perhitungan yua ycycaycycnyco ycycaycuyciycoyca < yua max ycaycaEaycaycu maka rangka dinyatakan aman. Masih kurangnya keakuratan dalam pengukuran tetapi tidak begitu mempengaruhi kinerja mesin tersebut DAFTAR PUSTAKA