Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Hybrid Business Model dalam Wisata Edukatif: Studi Ekonomi Secret Garden Village Ni Komang Tri Adi Mulya Wardani1. Putu Sri Arta Jaya Kusuma2. Ni Made Dina Aristiya3. Ni Putu Putri Maheswari4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS) Denpasar email: triiadi12@gmail. Abstract This community service aims to analyze and optimize the Hybrid Business Model (HBM) of Secret Garden Village (SGV). Bali, in integrating its educational Value Proposition with commercial profit, framed by the Business Model Canvas (BMC). The urgency is driven by SGV's need to maximize crosubsidization and ensure economic sustainability as an educational destination. Employing a qualitative-action case study with structured observation, the results confirmed SGVAos robust HBM implementation, utilizing educational units (Oemah Herborist and Black Eye Coffe. as effective trustbuilding Key Activities. However, a gap was identified in the conversion Channel due to a disconnection between the educational experience and the retail point of sale. It is concluded that HBM optimization can be achieved by implementing Entrance Tickets as Discount Cash Vouchers to enforce cross-selling and rearranging micro POS. This solution synergistically enhances Revenue Stream efficiency and strengthens SGV's position as a successful model of corporate sustainability in the tourism sector. Keywords: Hybrid Business Model. Educational Tourism. Secret Garden Village. Cross-Subsidization. Business Model Canvas Abstrak Pengabdian masyarakat ini bertujuan menganalisis dan mengoptimalkan Hybrid Business Model (HBM) Secret Garden Village (SGV). Bali, dalam mengintegrasikan Value Proposition edukatif dengan profit komersial, didasarkan pada kerangka Business Model Canvas (BMC). Urgensi kegiatan ini didorong oleh kebutuhan SGV untuk memaksimalkan cross-subsidization dan menjamin keberlanjutan ekonomi destinasi wisata edukatif. Menggunakan metode studi kasus kualitatif-aksi dengan observasi terstruktur, hasil pengabdian menemukan bahwa SGV telah menerapkan HBM yang kuat, menjadikan unit edukasi (Oemah Herborist dan Black Eye Coffe. sebagai Key Activity yang efektif membangun kepercayaan. Namun, teridentifikasi gap pada Channel konversi karena adanya diskoneksi antara pengalaman edukasi dan point of sale ritel. Disimpulkan bahwa optimalisasi HBM dapat dicapai melalui implementasi Tiket Masuk sebagai Cash Voucher Diskon untuk memaksa cross-selling dan penataan ulang POS mikro. Solusi ini secara sinergis meningkatkan efisiensi Revenue Stream dan menguatkan posisi SGV sebagai model corporate sustainability yang sukses di sektor pariwisata. Kata Kunci: Hybrid Business Model. Wisata Edukatif. Secret Garden Village. Cross-Subsidization. Business Model Canvas PENDAHULUAN Sektor pariwisata di Indonesia, khususnya Bali, secara historis didominasi oleh model wisata berbasis rekreasi . dan budaya. Namun, dinamika pasar global dan peningkatan kesadaran wisatawan nilai-nilai https://doi. org/10. 37859/jpumri. keberlanjutan telah memicu pergeseran menuju konsep wisata yang lebih bermakna, dikenal sebagai wisata edukatif (EduVacatio. Wisata edukatif adalah bentuk pengembangan model wisata berbasis creative economy yang berfokus pada pengalaman dan kearifan lokal, menjadikan p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 fungsi edukasi sebagai inti dari value proposition . Integrasi pendidikan dan rekreasi menciptakan tantangan sekaligus peluang bagi pengelola untuk mengadopsi model yang inovatif. Tantangan utamanya adalah bagaimana menyeimbangkan misi sosial edukatif dengan kebutuhan akan profitabilitas dan keberlanjutan ekonomi. Untuk menjawab tantangan ini, diperlukan kajian mendalam terhadap penerapan Hybrid Business Model di sektor pariwisata . Penerapan Hybrid Business Model merupakan sebuah kerangka yang secara bersamaan mengejar misi sosial, edukasi, dan profit komersial menjadi rasionalisasi utama dalam studi ini. Model ini memungkinkan destinasi wisata untuk memperoleh revenue stream yang stabil dari aktivitas komersial . itel dan F&B) sambil menjalankan misi non-profit . dukasi, pelestarian, dan pemberdayaa. sebagai value proposition utama . Gambar 1. Secret Garden Village (SGV) Secret Garden Village (SGV) di Tabanan. Bali, berdiri sebagai studi kasus yang paling relevan untuk menganalisis Hybrid Business Model ini. SGV secara eksplisit memadukan tur edukasi tentang warisan kecantikan melalui Oemah Herborist dan edukasi kopi melalui Black Eye Coffee & Roastery, yang secara strategis terhubung langsung dengan outlet . Permasalahan mendasari kegiatan pengabdian ini adalah manajemen SGV dalam menganalisis secara komprehensif efektivitas cross subsidization dan sinergi value chain antara unit edukatif sebagai cost center yang menciptakan Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 experience dan unit komersial sebagai profit center . Dalam konteks SGV. Oemah Herborist dan Black Eye Coffee bertindak sebagai Key Resources dan Revenue Streams yang unik. Keduanya adalah unit komersial yang memanfaatkan channel edukasi untuk menciptakan sales funnel. Kerangka konseptual yang menjadi landasan kegiatan pengabdian ini adalah Business Model Canvas (BMC). BMC dipilih karena merupakan alat yang efektif untuk memetakan sembilan elemen kunci bisnis secara visual, memungkinkan identifikasi celah strategis, terutama dalam aspek Value Proposition. Key Resources, dan Revenue Streams, sehingga rekomendasi yang diberikan dapat terstruktur dan mudah diimplementasikan oleh manajemen SGV. Meskipun SGV telah menerapkan model ini, pengukuran dan optimalisasi dampak ekonomi spesifik dari integrasi dua unit bisnis yang berbeda, yaitu produk perawatan tubuh . ody car. dan kuliner . , masih memerlukan pendampingan manajerial yang terstruktur dan terukur . Berdasarkan latar belakang tersebut, kegiatan pengabdian ini memiliki tujuan ganda: . Menganalisis secara mendalam struktur dan mekanisme Hybrid Business Model yang diterapkan di Secret Garden Village melalui kerangka kerja manajerial yang komprehensif dan . Memberikan pendampingan dan rekomendasi strategis bagi manajemen SGV, khususnya unit Oemah Herborist Black Eye, mengoptimalkan aliran pendapatan . evenue strea. dan memastikan keberlanjutan ekonomi melalui penguatan nilai edukasi sebagai daya saing komersial. Rencana pemecahan masalah akan difokuskan pada: . Assessment model bisnis eksisting SGV menggunakan pendekatan Business Model Canvas (BMC) dengan fokus pada pemetaan integrasi unit komersial dan . Analisis dan pendampingan implementasi strategi cross-selling dan crosubsidization antar unit bisnis. Penyusunan rekomendasi strategi pemasaran dan value proposition yang mengedepankan https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 nilai edukasi sebagai pemicu penjualan. METODE PENGABDIAN Metode pengabdian ini adalah Analisis Dokumentasi Internal/Publik dan Observasi Terstruktur dengan pendekatan Studi Kasus Deskriptif (Kualitatif Aks. Pendekatan ini dipilih untuk menganalisis secara mendalam Hybrid Business Model SGV dan memetakan mekanisme operasional yang menggabungkan misi edukatif dan profit komersial . Fokus utama studi adalah memetakan dan mendeskripsikan model bisnis yang diterapkan SGV, khususnya mengenai cara unit Edukatif (Oemah Herborist dan Black Ey. memberikan dukungan dan disubsidi silang oleh unit Komersial . itel dan F&B), berdasarkan data primer dan sekunder yang Ruang lingkup pengabdian ini dibatasi pada analisis konseptual model bisnis, alur pengunjung, dan efektivitas value chain yang menghubungkan tur edukasi dengan penjualan komersial. Tempat pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah di lokasi operasional Secret Garden Village. Kabupaten Tabanan. Bali. Pengumpulan data dilakukan melalui dua teknik utama: . Studi Dokumentasi Internal dan Publik. Teknik ini berfokus pada pengumpulan dan analisis data sekunder yang berasal dari sumber - sumber internal . eperti laporan alur pengunjung dan struktur cost/revenu. serta sumber publik . ebsite resmi, media sosial, dan materi promos. Studi dokumentasi ini krusial untuk memetakan secara formal elemen Business Model Canvas (BMC) yang sudah berjalan untuk meninjau klaim Value Proposition edukatif perusahaan, dan mendeskripsikan Revenue Streams yang . Observasi terstruktur dan wawancara dilakukan di lokasi mitra. Observasi ini berfokus pada pemetaan alur perjalanan konsumen . ari edukasi ke ritel/F&B), interpretasi visual terhadap Key Activities . emonstrasi prose. , dan bagaimana Key Channels mendukung konversi penjualan. https://doi. org/10. 37859/jpumri. p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Variabel utama yang diukur dalam pengabdian ini adalah Hybrid Business Model SGV, yang didefinisikan melalui dua dimensi fungsional utama berdasarkan kerangka BMC. Dimensi pertama adalah Fungsi Edukasi (Non-Profit Missio. , dioperasionalisasikan melalui analisis Value Proposition Key Activities . emonstrasi/tu. Customer Relationships . nteraksi Dimensi kedua adalah Fungsi Komersial (Profit Generatio. , yang dinilai berdasarkan Revenue Streams . itel produk/tike. Cost Structure, dan efektivitas channels yang digunakan untuk mengubah pengunjung edukasi menjadi pembeli . Data yang terkumpul dari seluruh teknik, khususnya hasil penyelarasan antara klaim model bisnis (Studi Dokumentas. dan mekanisme operasional nyata (Observasi dan Wawancar. Analisis Business Model Canvas (BMC) yang disajikan secara deskriptif analitis. Proses analisis ini bertujuan untuk mendiagnosis BMC SGV, memetakan secara visual integrasi fungsi edukasi dan komersial, sekaligus memberikan deskripsi mengenai celah optimalisasi cross-subsidization dan merumuskan rekomendasi strategi manajerial SGV di masa depan. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian ini diawali dengan diagnosis mendalam terhadap model bisnis SGV, yang secara konsisten mengkonfirmasi penerapan Hybrid Business Model (HBM), memadukan misi edukasi dengan motif Melalui kerangka Business Model Canvas (BMC), teridentifikasi bahwa Value Proposition utama SGV adalah Edu vacation dan transparansi proses, diwujudkan melalui Tur Edukasi Oemah Herborist dan Black Eye Coffee. Model ini menjadikan pengalaman belajar sebagai Key Activity sentral, yang secara efektif membangun kepercayaan konsumen terhadap produk yang dijual di Revenue Stream komersial, menjadikannya pengembangan wisata edukatif . p-ISSN : 2550-0198 e-ISSN : 2745-3782 Selama observasi di lapangan, teramati bahwa alur perjalanan pengunjung sengaja dirancang secara linier, dimulai dari pintu masuk edukasi hingga berakhir di area Di Oemah Herborist, pengunjung disajikan museum warisan kecantikan dan demonstrasi proses pengolahan bahan Di Black Eye Coffee, fokus diletakkan pada sejarah kopi nusantara dan eksposisi peralatan roasting modern. Fakta ini menegaskan bahwa unit edukasi berfungsi sebagai Marketing Center yang memanfaatkan narasi proses dan warisan budaya untuk menciptakan koneksi emosional sebelum transaksi komersial . Gambar 2. Oemah Herborist Gambar 3. Black Eye Coffee Meskipun Value Proposition edukasi sangat kuat, analisis BMC mengidentifikasi gap dalam integrasi Channel konversi pada titik akhir kunjungan. Kami mengamati bahwa pengunjung yang baru selesai menerima demonstrasi edukatif dan memiliki willingness to buy yang tinggi, namun harus menempuh jarak tertentu untuk mencapai outlet ritel utama. Keterpisahan fisik antara Key Activity edukasi dan Revenue Stream komersial ini mengurangi momentum impulse buying yang vital, menunjukkan perlunya optimalisasi croselling Hybrid Business Model secara Fakta di lapangan juga menunjukkan bahwa Key Resource berupa aset fisik dan pengetahuan SGV belum sepenuhnya Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 menghasilkan Revenue Stream yang Kami menemukan bahwa sesi workshop atau pengalaman partisipatif yang ditawarkan masih bersifat umum, belum berhasil menangkap segmen pasar yang bersedia membayar mahal untuk pengalaman hands on mendalam. Situasi ini menempatkan unit edukasi sebagai Cost Center yang harus disubsidi oleh unit komersial (F&B dan Rite. , padahal terdapat peluang untuk bertransformasi menjadi profit center Pendampingan menghasilkan dua rekomendasi strategis untuk optimalisasi cross-subsidization. Optimalisasi Customer Journey dan Call-toAction diusulkan melalui perancangan ulang alur kunjungan dengan menyertakan point of sale (POS) mini atau experience bar segera setelah sesi memanfaatkan momentum willingness to buy yang tinggi. Integrasi Tiket Masuk sebagai Cash Voucher merupakan solusi konstruktif yang mengubah harga tiket yang menanggung biaya operasional edukasi menjadi marketing cost dengan menjadikannya diskon wajib bagi pembelian produk ritel atau F&B. Pendekatan ini secara manajerial akan memastikan cross selling dan konversi aliran pengunjung edukasi menjadi aliran pendapatan komersial yang terukur . Selain optimalisasi konversi. SGV disarankan untuk memperkuat Revenue Stream premium dengan mengembangkan paket workshop premium hands on yang berbayar lebih tinggi, seperti kelas lanjutan tentang coffee cupping atau formulasi body Dengan mengimplementasikan solusi solusi terukur ini. SGV dapat menjamin bahwa HBM yang mereka jalankan akan mencapai tingkat efisiensi yang lebih tinggi, menjadikan Value Proposition edukatif sebagai pendorong utama bagi profitabilitas dan keberlanjutan ekonomi destinasi secara keseluruhan . Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian ini berhasil mendiagnosis dan memverifikasi penerapan Hybrid Business Model (HBM) di Secret Garden Village, di mana tur edukasi berfungsi sebagai Key Activity utama yang https://doi. org/10. 37859/jpumri. Jurnal Pengabdian Untuk Mu NegeRI Vol. 9 No. November 2025 membangun kepercayaan. Temuan lapangan mengidentifikasi celah strategis pada integrasi channel konversi dan optimalisasi cross subsidization, yang ditunjukkan oleh diskoneksi fisik antara area edukasi dan point of sale ritel . Implementasi dari mentransformasi unit edukasi dari sekadar cost center menjadi katalisator profitabilitas keberlanjutan dan efisiensi Hybrid Business Model SGV di masa depan. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada Secret Garden Village (SGV) atas sambutan hangat dan kesempatan yang diberikan untuk melakukan kunjungan lapangan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kami mengapresiasi keterbukaan manajemen SGV dalam berbagi informasi terkait implementasi Hybrid Business Model yang merupakan sinergi antara unit edukatif Oemah Herborist dan Black Eye Coffee, serta strategi konversi Pengalaman memperkaya wawasan kami mengenai integrasi value proposition edukatif sebagai daya ungkit profit komersial dalam mendukung keberlanjutan destinasi. Kami juga berterima kasih kepada Universitas Pendidikan Nasional (UNDIKNAS) Denpasar atas dukungan dan fasilitas yang memungkinkan terlaksananya kegiatan ini sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat. Dukungan institusi ini mempererat hubungan dunia akademik dan industri, serta mendorong pembelajaran kontekstual yang bermakna. Semoga kegiatan ini memberi manfaat optimal bagi kedua belah pihak dan menjadi awal kolaborasi yang lebih luas ke depan. DAFTAR PUSTAKA