Volume 1 Nomor 1 . Pages 7 Ae 12 JHN : Jurnal Hukum Nusantara Email Journal : pen. jhn@gmail. Web Journal : http://onlinejournal. com/index. php/jhn Peran Pemuda Dalam Menjaga dan Mengembangkan Nilai-nilai Pancasila Indah Nurfadilah1. Muhamad Azmi Mubarok2. Nova Dea Ananda3. Devita Tusa'diyah4. Qisthi Fauziyyah Sugianto5 Hukum Ekonomi Syariah. Fakultas Syariah. Universitas Islam Negri Syekh Nurjati Cirebon Email : indahfdilah@gmail. com1, muhamadazmimubarok24@gmail. com 2, novadeaananda@gmail. com3, devitatusadiyah@gmail. com4, notaris. qisthifau@gmail. Received : 2024-12-11. Accepted : 2025-01-11. Published : 2025-02-01 Kata Kunci: Pemuda. Nilai-nilai Pancasila. Pendidikan Karakter. Era Globalisasi. Abstrak Keywords: Youth. Pancasila Values. Character Education. Era of Globalization. Abstract Pemuda memegang peranan penting sebagai generasi penerus bangsa dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi pemuda dalam mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila di era globalisasi. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan data yang diperoleh melalui studi literatur dari jurnal, artikel, dan dokumen relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemuda memiliki peran strategis dalam memperkuat toleransi, persatuan, dan keadilan sosial melalui aktivitas pendidikan, sosial, dan budaya. Tantangan utama yang dihadapi adalah pengaruh budaya asing, perkembangan teknologi, dan menurunnya pemahaman terhadap Pancasila. Oleh karena itu, diperlukan penguatan pendidikan karakter berbasis Pancasila untuk memastikan pemuda mampu menjadi agen perubahan yang positif. Youth play an important role as the nation's next generation in maintaining and developing the values of Pancasila as the basis of the state and the way of life of the Indonesian nation. This research aims to analyze the contribution of youth in implementing Pancasila values in the era of globalization. The research method used is descriptive qualitative, with data obtained through literature studies from journals, articles and relevant documents. The research results show that youth have a strategic role in strengthening tolerance, unity and social justice through educational, social and cultural activities. The main challenges faced are the influence of foreign culture, technological developments, and declining understanding of Pancasila. Therefore, it is necessary to strengthen Pancasila-based character education to ensure that youth are able to become agents of positive change. Copyright A 2025 JHN : Jurnal Hukum Nusantara Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 8 | Peran Pemuda Dalam Menjaga dan Mengembangkan Nilai-nilai Pancasila PENDAHULUAN Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa Indonesia merupakan landasan penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan di tengah keragaman. Nilai-nilai Pancasila, seperti ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan, menjadi pedoman bagi setiap warga negara untuk menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Namun, di era globalisasi dan kemajuan teknologi, tantangan terhadap pengamalan nilai-nilai Pancasila semakin kompleks. Pengaruh budaya asing, individualisme, dan melemahnya kesadaran terhadap ideologi bangsa menjadi ancaman serius terhadap kelestarian nilai-nilai Pancasila. Pemuda, sebagai generasi penerus bangsa, memiliki peran strategis dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila. Dengan semangat, kreativitas, dan inovasi yang dimiliki, pemuda dapat menjadi agen perubahan yang mampu menghadapi tantangan zaman sekaligus mempromosikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, peran pemuda dalam pendidikan, media sosial, kegiatan sosial, dan budaya menjadi kunci dalam memperkuat implementasi nilai-nilai Pancasila di berbagai aspek Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pemuda dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila, serta memberikan gambaran tentang tantangan dan peluang yang dihadapi dalam pengimplementasian nilai-nilai tersebut. Melalui metodologi penelitian data, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penguatan kesadaran ideologi Pancasila di kalangan generasi muda Indonesia. METODOLOGI PENELITIAN Metodologi penelitian yang diterapkan dalam penyusunan jurnal ini menggunakan pendekatan riset digital yang mendalam. Proses awal dimulai dengan pengumpulan data melalui pencarian literatur dan kajian artikel-artikel yang relevan di internet serta situs web yang sudah saya akses sebelumnya. Langkah ini dilakukan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang topik yang dibahas, serta untuk mengidentifikasi berbagai pandangan yang berbeda terkait dengan peran pemuda dalam menjaga dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila. Pencarian artikel-artikel ini tidak hanya dilakukan secara acak, namun dilakukan dengan seleksi yang ketat, berdasarkan relevansi dan kualitas sumber informasi yang ditemukan. Setelah memperoleh data dari berbagai sumber, tahap selanjutnya adalah menganalisis dan menyusun temuan-temuan yang ada untuk mengkaji permasalahan yang muncul serta prosedur kerja yang diterapkan oleh berbagai pihak dalam upaya mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila di kalangan pemuda. Prosedur ini mencakup penelaahan terhadap berbagai artikel, jurnal, dan laporan yang membahas mengenai peran serta kontribusi pemuda dalam gerakan kebangsaan dan dalam memperkuat nilainilai Pancasila, baik dalam konteks sejarah maupun kontemporer. Proses analisis ini dilakukan secara kritis, dengan menggali ide-ide utama yang muncul dari setiap sumber yang diperoleh, serta mencari hubungan antara satu artikel dengan artikel lainnya, untuk menemukan pola-pola yang relevan. Dengan menggunakan metode riset digital ini, diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam memahami bagaimana pemuda dapat menjadi agen perubahan dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila. Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn JHN : Jurnal Hukum Nusantara. Volume x . Tahun 20xx | E-ISSN : 2746-7x | 9 sekaligus mengidentifikasi tantangan dan peluang yang ada dalam konteks kekinian. Pendekatan ini memungkinkan untuk memperoleh informasi yang luas, menyeluruh, dan up-to-date, yang sangat penting dalam membahas isu-isu kontemporer yang melibatkan pemuda dan ideologi negara. HASIL DAN PEMBAHASAN Penumbuhan kembali Pancasila di era modernisasi sangatlah penting, agar Pancasila sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa Indonesia tetap menjadi kajiann generasi milenial, khususnya para pemuda, yang salah satunya dapat dimulai dari pendidikan di usia dini sampai perguruan tinggi. Hal ini dilakukan sebagai upaya bagi pemuda yang lahir di era digital, agar dapat terhindar dari pengaruh negatif yang muncul di era modernisasi. Generasi muda sebagai penerus bangsa memiliki peran yang sangat penting dalam melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai Pancasila. Di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang begitu cepat, tantangan untuk menjaga nilai-nilai luhur Pancasila semakin kompleks. Namun, dengan kesadaran dan komitmen yang tinggi, generasi muda dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan keberlangsungan bangsa Indonesia. Pemuda memiliki peran penting dalam menjaga nilainilai Pancasila, di antaranya: Menyebarkan informasi positif Pemuda dapat menggunakan media sosial untuk menyebarkan informasi dan konten positif yang berkaitan dengan Pancasila. Menangkal berita bohong Pemuda dapat aktif dalam menangkal berita bohong atau hoaks yang dapat memecah belah bangsa. Menjadi agen perubahan Pemuda dapat aktif dalam menangkal berita bohong atau hoaks yang dapat memecah belah bangsa Membangun jati diri bangsa Pemuda dapat membangun jati diri bangsa melalui kegiatan seni budaya, olahraga, dan kegiatan sosial. Menjunjung tinggi nilai keadilan dan ketertiban Pemuda dapat menjadi contoh bagi warga lainnya dalam menjalankan kewajiban, menghormati perbedaan, dan menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi Pemuda memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga nilai-nilai Pancasila. Meskipun masih banyak tantangan yang harus dihadapi, namun dengan kesadaran dan komitmen yang tinggi, pemuda dapat menjadi generasi penerus yang mampu membawa bangsa Indonesia ke arah yang lebih baik. Generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan dalam melestarikan nilai-nilai Pancasila, seperti: A Terpaan budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. A Penggunaan media sosial yang tidak bijak dapat menyebarkan informasi yang tidak Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn 10 | Peran Pemuda Dalam Menjaga dan Mengembangkan Nilai-nilai Pancasila A Paham radikal yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Untuk mengatasi tantangan tersebut, generasi muda perlu: A Memperkuat literasi digital: Mampu membedakan informasi yang benar dan hoaks. A Meningkatkan pengetahuan agama: Memahami agama masing-masing secara benar dan toleran terhadap agama lain. A Menjalin silaturahmi antar umat beragama: Mempererat tali persaudaraan dengan pemeluk agama lain. Strategi Menanamkan Nilai-nilai Pancasila Kepada Generasi Muda. Keteladanan hidup para penyelenggara dan aparatur negara merupakan langkah yang paling strategis untuk mengajarkan kembali nilai-nilai utama Pancasila. Penekanannya adalah satunya antara kata dan perbuatan. Ketidaksesuaian antara kata dan perbuatan oleh penyelenggara negara menjadi penyebab sosialisasi dan edukasi Pancasila menjadi tidak efektif. Penyebab lainnya adalah ada upaya membenturkan Pancasila dengan Agama. Sementara di Indonesia ada banyak agama dan aliran Agen-agen pembentur telah terlalu lama dibiarkan hidup secara bebas di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Fikarwin Zuska Sosiolog Universitas Sumatera Utara (USU) dalam Focus Group Discussion (FGD) AuPengembangan Strategi Komunikasi. Informasi dan Edukasi Implementasi Nilai-nilai PancasilaAy yang diselenggarakan oleh Tim Peneliti Pusat Litbang Aptika dan IKP Badan Litbang SDM Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di BBPSDMP Kominfo Medan Jalan Tombak No 31 Medan. Dalam kesempatan itu Wakil Ketua Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Provinsi Sumatra Utara Danil Sitorus mengatakan. hasil survei yang dilakukan oleh Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama, bahwa 80 % responden kaum milenial memiliki pengetahuan tentang Pancasila hanya sebatas AuBurung GarudaAy. Hanya 10% yang menjawab bahwa Pancasila adalah dasar negara Republik Indonesia. Temuan ini mengindikasikan bahwa mayoritas kaum milenial belum memahamil Pancasila. Danil menyarankan agar proses sosialisasi nilai-nilai Pancasila tidak dilakukan seperti selama ini yang monoton dan hanya sebatas ceramah . Pemerintah sebaiknya membina duta-duta Pancasila . osok yang tolera. untuk menjadi perpanjangan tangan pemerintah melakukan sosialisasi nilai-nilai Pancasila ke daerah-daerah dan hasilnya dievaluasi secara berkala. Untuk melihat sikap kaum milenial terhadap Pancasila influencer Kota Medan. Kinahar Uyak memakai analogi Mie Pecal dan Spageti. Pancasila diibaratkan seperti mie pecal yang tampilannya kuno dan tidak menarik. Berbeda dengan tampilan spageti yang lebih indah sehingga diminati. Namun dari segi rasa maka mie pecal lebih dipilih oleh kaum milenial khususnya di Kota Medan. Artinya, kaum milenial lebih fokus pada Maka strategi komunikasi, informasi dan edukasi implementasi nilai-nilai Pancasila yang tepat untuk kaum milenial adalah seperti mengemas mie pecal dengan tampilan spageti. Filosofinya. Pancasila bisa hadir dalam bentuk spageti tetapi dengan rasa mie pecal. Dari sisi rasa, maka Pancasila adalah kebutuhan semua orang Indonesia. Warisan terbaik dari para pendahulu bangsa. Yang harus diperhatikan adalah bagaimana mengemas Pancasila lebih inovatif sesuai dengan keadaan zaman sekarang sehingga mudah diterima khususnya oleh kaum milenial. Mau tidak mau harus disesuaikan dengan minat kaum milenial sehingga mudah dicerna mereka. Available at : http://onlinejournal. com/index. php/jhn JHN : Jurnal Hukum Nusantara. Volume x . Tahun 20xx | E-ISSN : 2746-7x | 11 KESIMPULAN Penelitian ini telah berhasil mengidentifikasi peran penting pemuda dalam menjaga nilai-nilai Pancasila. Pemuda menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam mempelajari dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila. Namun, penelitian ini juga mengungkap adanya kesenjangan antara pemahaman konseptual dan implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Tantangan seperti pengaruh budaya populer dan akses informasi yang tidak terfilter menjadi kendala utama. Untuk mengatasi tantangan tersebut, perlu dilakukan upaya yang lebih sistematis dan terintegrasi. Pendidikan karakter perlu diperkuat sejak dini, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Selain itu, perlu dikembangkan programprogram yang dapat membekali pemuda dengan keterampilan berpikir kritis dan literasi Peran organisasi kepemudaan juga sangat penting dalam memfasilitasi partisipasi aktif pemuda dalam berbagai kegiatan sosial. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menggali lebih dalam faktor-faktor yang mempengaruhi komitmen pemuda terhadap nilai-nilai Pancasila, serta mengembangkan model intervensi yang efektif untuk meningkatkan pemahaman dan implementasi nilai-nilai Pancasila di kalangan pemuda. DAFTAR PUSTAKA