Analysis Of The Effect Of Supervision. Leadership. And Compensation On Employee Performance At The SUMUT DPRD Office Analisis Pengaruh Pengawasan. Kepemimpinan. Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Pada Kantor DPRD SUMUT Iqbal Fadillah . Eli Delvi Yanti . Study Program of Management. Faculty of Social and Science. Universitas Pembangunan Panca Budi Email: . Miqbalfadillah@gmail. com ,. delviyanti@pancabudi. ARTICLE HISTORY Received . March 2. Revised . April 2. Accepted . April 2. KEYWORDS Supervision. Leadership. Compensation and Employee Performance. This is an open access article under the CCAeBY-SA ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh dari pengawasan, kepemimpinan dan kompensasi terhadap kinerja pegawai pada Kantor DPRD Sumut. Apakah kepemimpinan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor DPRD Sumut. Apakah kompensasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor DPRD Sumut. Apakah pengawasan, kepemimpinan dan kompensasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor DPRD Sumut. Metode penelitian yaitu penelitian asosiatif kausal dengan bantuan program SPSS Versi 25. Penelitian ini menggunakan regresi linier berganda. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 80 responden. Sampel dalam penelitian ini yaitu sebanyak 80 responden. Pengambilan data primer menggunakan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor DPRD Sumut. Kepemimpinan secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor DPRD Sumut. Kompensasi secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor DPRD Sumut. Pengawasan, kepemimpinan dan kompensasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai pada Kantor DPRD Sumut. ABSTRACT This study aims to find the effect of supervision, leadership and compensation on employee performance at the North Sumatra DPRD Office. Does leadership partially have a positive and significant effect on employee performance at the North Sumatra DPRD Office. Does compensation partially have a positive and significant effect on employee performance at the North Sumatra DPRD Office. Do supervision, leadership and compensation simultaneously have a positive and significant effect on employee performance at the North Sumatra DPRD Office. The research method is causal associative research with the help of the SPSS Version 25 programme. This research uses multiple linear regression. The population in this study were 80 respondents. The sample in this study were 80 respondents. Primary data collection using a questionnaire. The results showed that supervision partially had a positive and significant effect on employee performance at the North Sumatra DPRD Office. Leadership partially has a positive and significant effect on employee performance at the North Sumatra DPRD Office. Compensation partially has a positive and significant effect on employee performance at the North Sumatra DPRD Office. Supervision, leadership and compensation simultaneously have a positive and significant effect on employee performance at the North Sumatra DPRD Office. PENDAHULUAN Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan aset paling vital dalam suatu organisasi, baik di sektor swasta maupun pemerintahan. SDM merujuk pada individu atau kelompok orang yang melakukan aktivitas kerja, memberikan kontribusi dalam bentuk tenaga, pikiran, keahlian, kreativitas, dan loyalitas untuk mencapai tujuan organisasi. Berbeda dengan sumber daya lainnya seperti modal, teknologi, atau material. SDM memiliki sifat yang unik karena melibatkan unsur manusia yang memiliki akal, emosi, kehendak, nilai, dan budaya. Keberhasilan organisasi dalam mencapai visi dan misinya sangat bergantung pada kualitas, kapabilitas, dan motivasi dari SDM yang dimilikinya. Pegawai yang memiliki kinerja tinggi dalam melakukan tugas dan tanggung jawabnya menjadikan salah satu keuntungan dan keunggulan bagi organisasi sehingga manajemen organisasi perlu menjaga dan mempertahankan keberadaan pegawai yang berkinerja tinggi. Faktor yang sangat penting untuk pencapaian produktivitas yang tinggi adalah pelaksanaan kinerja dari para pegawainya, karena hal tersebut merupakan salah satu faktor yang menjadi penentu keberhasilan dan kemajuan dalam pencapaian tujuan. Keberhasilan organisasi tidak terlepas dari dukungan pegawai yang berkinerja dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab di tengah persaingan usaha semakin ketat dan Menurut Sutrisno . AuKinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh seseorang atau sekelompok orang dalam suatu organisasi sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral maupun etikaAy. Kinerja pegawai yang tinggi maka kesempatan organisasi untuk mencapai dan mengoptimalkan pencapaian tujuan dapat tercapai sehingga pimpinan organisasi perlu Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 2 ,Mey 2025 page 169 - 176 | 169 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 memberikan perhatian dan prioritas atas kinerja pegawai. Pegawai belum dapat melakukan pekerjaan dengan tepat waktu. Terdapat faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai Kantor DPRD Sumut yaitu pengawasan, kepemimpinan dan kompensasi. Menurut Ibrahim . , pengawasan adalah kegiatan manajer yang mengusahakan agar pekerjaan-pekerjaan terlaksana sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan hasil yang dikehendaki. Pengawasan dan hasil pelaksanaan pekerjaan berjalan dengan baik dan pekerjaan dapat terlaksana sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan serta akan meningkatkan kinerja pegawai dalam organisasi. Pegawai belum sepenuhnya mendapatkan pemeriksaan hasil-hasil kerja yang Pegawai belum selalu diberikan solusi/tindakan perbaikan jika terjadi kesalahan. Menurut Samsudin . , kepemimpinan yang baik dapat memberikan kenyamanan bagi pegawai didalam bekerja, karena dengan kenyamanan yang pegawai dapatkan dari seorang atasan merupakan sesuatu yang istimewa yang akhirnya dapat meningkatkan kinerja pegawai seperti keramahan atasan terhadap pegawai, perhatian atasan, serta motivasi-motivasi yang diberikan kepada pegawai. Kepemimpinan yang dijalankan oleh pimpinan dapat sambutan baik oleh pegawai otomatis pegawai tidak akan meninggalkan organisasi tersebut karena kenyamanan dan suasana kerja diperoleh dari organisasi tersebut, selain itu motivasi yang terus dan terus diberikan pimpinan kepada pegawai senantiasa akan mendorong kinerja pegawai dalam organisasi. Kepemimpinan pada Kantor DPRD Sumut yaitu Pimpinan kurang mengambil keputusan bersama-sama pegawai. Pimpinan belum menyampaikan ide- ide atau gagasan yang kreatif yang berkaitan dengan pekerjaan. Pimpinan belum sepenuhnya memberikan pengarahan kepada pegawai di dalam mengerjakan pekerjaan yang ditugaskan. (Adam et al. , 2. Menurut Mangkunegara . Kompensasi juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai, apabila kompensasi yang diberikan organisasi sesuai dengan harapan hasil kerja yang dicapai pegawai, maka akan berdampak pada kinerja pegawaiAy. Memberikan kompensasi yang memuaskan juga menjadi satu hal yang dilihat oleh seorang pekerja. Sejauh ini, faktor pemberian kompensasi yang memuaskan berperan dalam meningkatkan kinerja pegawai. Jika kompensasi diberikan secara benar, para pegawai akan lebih terpuaskan dan termotivasi untuk mencapai sasaran-sasaran organisasi. Sebaliknya, tanpa kompensasi yang cukup, pegawai yang ada sangat mungkin untuk meninggalkan organisasi dan untuk melakukan penempatan kembali tidaklah mudah. LANDASAN TEORI Kinerja Pegawai Kinerja merupakan suatu konsep yang bersifat universal yang merupakan efektifitas operasional suatu organisasi, bagian organisasi, dan karyawannya berdasarkan standar dan kriteria yang telah ditetapkan Organisasi pada dasarnya dijalankan oleh manusia maka kinerja sesungguhnya merupakan perilaku manusia dalam memainkan peran yang mereka lakukan di dalam suatu organisasi untuk memenuhi standar perilaku yang telah ditetapkan agar membuahkan hasil dan tindakan yang diinginkan. Menurut Sutrisno . bahwa kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. Menurut Simamora . , kinerja adalah menyusun sasaran yang berguna, tidak hanya bagi evaluasi kinerja pada akhir periode tertentu, melainkan hasil proses kerja sepanjang periode tersebut (Yanti, 2. Pengawasan Menurut Ibrahim . , pengawasan kerja adalah kegiatan manajer yang mengusahakan agar pekerjaan-pekerjaan terlaksana sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan hasil yang dikehendaki. Menurut Handoko . pengawasan kerja adalah usaha sistematik untuk menentukan standar pelaksanaan dan tujuan perencanaan, merancang sistem informasi umpan balik, membandingkan kegiatan nyata dengan standar yang telah ditentukan sebelumnya, menentukan dan mengukur penyimpanganpenyimpangan serta mengambil tindakan-tindakan yang diperlukan untuk koreksi guna menjamin bahwa semua sumber daya perusahaan dipergunakan dengan cara paling efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan-tujuan perusahaan. Menurut Siagian, . Pengawasan kerja merupakan proses pengamatan dari seluruh kegiatan organisasi guna lebih menjamin bahwa semua pekerjaan yang sedang dilakukan sesuai dengan rencana yang telah ditentukan sebelumnya (Silaswara et al. , 2. Kepemimpinan Menurut Samsudin . kepemimpinan adalah proses mengarahkan, membimbing dan mempengaruhi pikiran, perasaan, tindakan dan tingkah laku orang lain untuk digerakkan ke arah tujuan Simamora . , kepemimpinan adalah Aukemampuan pribadi yang sanggup mendorong atau mengajak orang lain untuk berbuat sesuatu berdasarkan akseptansi/penerimaan oleh kelompoknya dan memiliki khusus yang tepat bagi situasi khusus. Menurut Rivai . menyatakan bahwa kepemimpinan merupakan suatu upaya menanamkan pengaruh dan bukan paksaan untuk memotivasi karyawan sehingga mereka bekerja sesuai dengan yang manajer kehendaki yaitu pencapaian tujuan organisasi. Iqbal Fadillah. Eli Delvi Yanti. Analysis Of The Effect Of . Kompensasi Menurut Mangkunegara . , kompensasi adalah setiap bentuk pembayaran atau imbalan yang diberikan kepada karyawan dan timbul dari pekerjaannya karyawan. Menurut Mathis . AuKompensasi merupakan segala sesuatu yang diterima dapat berupa fisik maupun non fisik dan harus dihitung dan diberikan kepada seseorang yang umumnya merupakan objek yang dikecualikan dari pajak pendapatan. Menurut Rivai . , kompensasi adalah keseluruhan balas jasa yang diterima oleh karyawan sebagai akibat dari pelaksanaan pekerjaan di organisasi dalam bentuk uang atau lainnya, yang dapat berupa gaji, upah, bonus, insentif dan tunjangan lainnya seperti tunjangan kesehatan, tunjangan hari raya, uang makan, uang cuti dan lainnya. METODE PENELITIAN Metode Penelitian Metode penelitian ini merupakan metode penelitian kuantitatif dengan menggunakan data penelitian berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik. Pada pengumpulan data tersebut menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kuantitatif dengan tujuan menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Dalam penelitian kuantitatif bersifat survei bilamana masalah sudah jelas. Penelitian kuantitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme . engandalkan empirism. yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara acak . , pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian objektif, dan analisis data bersifat jumlah atau banyaknya . atau statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan (Sugiyono, 2. Populasi dan Sample Menurut (Sugiyono, 2. istilah populasi mengacu pada generalisasi yang berfokus pada satu objek atau subjek yang memberikan kualitas dan karakteristik mengenai hal-hal yang dilakukan peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah pegawai honorer pada kantor DPRD Sumut sebanyak 80 orang. Sedangkan Menurut (Sugiyono, 2. sampel adalah sebagian jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Apabila populasi kurang dari 100 orang, maka jumlah sampelnya diambil secara keseluruhan. Sampel penelitian ini adalah pegawai honorer pada kantor DPRD Sumut pada kantor DPRD Sumut yang berjumlah 80 responden. Dalam hal ini menggunakan seluruh pegawai honorer kantor DPRD Sumut yang berjumlah 80 responden. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan teknik kuesioner yaitu dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden. Metode analisis data yang dilakukan melalui SPSS Versi 25. 0 dengan uji kualitas data, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, uji hipotesis, dan uji determinasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji Validitas Tabel 1. Uji Validitas Pengawasan Kepemimpinan Kompensasi Kinerja Pegawai (X. (X. (Y) Butir X2. (X. Butir X3. X1. X2. X1. X2. X1. X1. X1. X1. Butir X1. Butir 0,30 X3. 0,30 X3. 0,30 X2. X3. 0,30 X2. X3. 0,30 X2. X3. 0,30 X2. X3. 0,30 X3. 0,30 X1. X2. Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS v. 25, 2025. Berdasarkan tabel 1. di atas, nilai rhitung dari butir pernyataan pada setiap variable yang diteliti > 0,30. Dengan demikian, disimpulkan bahwa semua butir pernyataan adalah valid . Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 2 ,Mey 2025 page 169 - 176 | 171 p-ISSN 2809-9931 Uji Reliabilitas Tabel 2. Hasil Uji Reliabilitas Variabel e-ISSN 2809-9141 CronbachAos Alpha Pengawasan (X. 0,894 Kepemimpinan (X. 0,934 Kompensasi (X. 0,841 Kinerja Pegawai (Y) 0,881 Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS v. 25, 2025. N of Items Berdasarkan tabel 2. di atas, nilai CronbachAos Alpha yang diperoleh setiap variabel > 0,60. Dengan demikian, disimpulkan bahwa kuesioner yang digunakan pada penelitian ini adalah reliabel atau handal. Uji Normalitas Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 25, 2025 Gambar 1. Hasil Uji Normalitas Histogram Berdasarkan penjelasan Gambar 1. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data telah terdistribusi secara normal, ditandai dengan histogram yang menunjukkan garis berbentuk lonceng tanpa kemiringan ke kiri maupun ke kanan. Uji normalitas dapat dilihat pada Gambar sebagai berikut: Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 25, 2025 Gambar 2. Hasil Uji Normalitas PP Plot Berdasarkan penjelasan pada Gambar 2, hasil uji normalitas data menggunakan PP Plot of Regression Standardized Residual menunjukkan bahwa titik-titik data untuk semua variabel tersebar di . Iqbal Fadillah. Eli Delvi Yanti. Analysis Of The Effect Of . sekitar garis diagonal. Hal ini menunjukkan bahwa data tersebut berdistribusi secara normal. Berdasarkan gambar tersebut, dapat disimpulkan bahwa hasil data berdistribusi normal. Tabel 3. Hasil Uji Kolmogrov-Smirnov One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parametersa,b Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 25, 2025 Berdasarkan tabel 3. di atas. Hasil pengolahan data tersebut, besar nilai signifikasi kolmogrov Smirnov sebesar 0,200 maka dapat disimpulkan data terdistribusi secara normal, dimana nilai signifikasinya lebih besar dari 0,05 . = 0,200 > 0,. Uji Multikolinieritas Tabel 4. Uji Multikolinieritas Model (Constan. Pengawasan (X. Kepemimpinan (X. Kompensasi (X. Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 25, 2025 Collinearity Statistics Tolerance VIF Berdasarkan tabel 4. di atas, nilai tolerance yang diperoleh setiap variabel > 0,10 dengan nilai VIF yang diperoleh < 10. Dengan demikian, disimpulkan bahwa model regresi yang digunakan terbebas dari masalah multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 25, 2025 Gambar 3. Hasil Uji Scatterplot Heteroskedastisitas Berdasarkan hasil pada Gambar 3, scatterplot menunjukkan bahwa titik-titik yang dihasilkan tersebar secara acak dan tidak membentuk pola atau tren garis tertentu. Gambar tersebut juga menunjukkan bahwa sebaran data berada di sekitar titik nol. Hasil pengujian ini mengindikasikan bahwa model regresi ini bebas dari masalah heteroskedastisitas. Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 2 ,Mey 2025 page 169 - 176 | 173 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 Analisis Regresi Linier Berganda Tabel 5. Hasil Analisis Regresi Linear Berganda Unstandardized Coefficients Model Std. Error (Constan. Pengawasan (X. Kepemimpinan (X. Kompensasi (X. Sumber: Hasil Pengolahan SPSS 25, 2025 Standardized Coefficients Beta Berdasarkan tabel 5. di atas, diperoleh persamaan sebagai berikut: Y = 1,265 0,353 X1 0,178 X2 0,450 X3 e. Dari persamaan tersebut, dapat diuraikan sebagai berikut: Jika segala sesuatu pada variabel-variabel bebas dianggap nol maka nilai kinerja pegawai (Y) adalah sebesar 1,265. Jika terjadi peningkatan pengawasan sebesar 1, maka kinerja pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,353. Jika terjadi peningkatan kepemimpinan sebesar 1, maka kinerja pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,178. Jika terjadi peningkatan kompensasi sebesar 1, maka kinerja pegawai (Y) akan meningkat sebesar 0,450. Uji Parsial (Uji . Tabel 6. Hasil Uji Parsial (Uji . Standardized Unstandardized Coefficients Coefficients Model Std. Error Beta Sig. (Constan. Pengawasan (X. Kepemimpinan (X. Kompensasi (X. Sumber: Data diolah dengan SPSS v. 25, 2025 Berdasarkan Tabel 6, diketahui bahwa : Pengaruh pengawasan terhadap kinerja pegawai dengan hasil thitung 3,267 > ttabel 1,990 dan signifikan 0,000 < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, yang menyatakan pengawasan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai dengan hasil thitung 3,764 > ttabel 1,990 dan signifikan 0,000 < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, yang menyatakan kepemimpinan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Pengaruh kompensasi terhadap kinerja pegawai dengan hasil thitung 4,078 > ttabel 1,990 dan signifikan 0,000 < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, yang menyatakan kompensasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Uji Simultant (Uji F) Tabel 7. Uji Simultan (Uji F) Model Sum of Squares Regression Residual Total Dependent Variable: Y Predictors: (Constan. X3. X1. X2 Sumber: Data diolah dengan SPSS v. 25, 2025 ANOVAa Mean Square . Iqbal Fadillah. Eli Delvi Yanti. Analysis Of The Effect Of . Sig. Berdasarkan Tabel 7, hasil menunjukkan bahwa nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel, yaitu 218,608 > 3,03, dan nilai signifikansi lebih kecil dari alpha, yaitu 0,001 < 0,05, maka model regresi dapat dikatakan bahwa dalam penelitian ini pengawasan kepemimpinan dan kompensasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Maka hipotesis sebelumnya adalah Terima Ha atau hipotesis diterima. Uji Koefisien Determinasi (R. Tabel 8. Uji Koefisien Determinasi (R. Model Summaryb Model R Square Predictors: (Constan. X3. X1. X2 Dependent Variable: Y Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS v. 25, 2025. Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Berdasarkan tabel 8 dapat dilihat angka adjusted R Square 0,892 yang dapat disebut koefisien determinasi yang dalam hal ini berarti 89,2% kinerja pegawai dapat diperoleh dan dijelaskan oleh pengawasan, kepemimpinan dan kompensasi. Sedangkan sisanya 100% - 89,2% = 10,8% dijelaskan oleh faktor lain atau variabel diluar model, seperti disiplin kerja, lingkungan kerja, motivasi kerja dan lain-lain. Pembahasan Pengaruh Pengawasan Terhadap Kinerja Pegawai Hasil menunjukkan bahwa thitung 3,267 > ttabel 1,990 dan signifikan 0,000 < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, yang menyatakan pengawasan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja Pengawasan adalah kegiatan manajer yang mengusahakan agar pekerjaan-pekerjaan terlaksana sesuai dengan rencana yang ditetapkan dan hasil yang dikehendaki. Pengawasan dan hasil pelaksanaan pekerjaan berjalan dengan baik dan pekerjaan dapat terlaksana sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan serta akan meningkatkan kinerja pegawai dalam organisasi. Pengaruh Kepemimpinan Terhadap Kinerja Pegawai Hasil menunjukkan bahwa thitung 3,764 > ttabel 1,990 dan signifikan 0,000 < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, yang menyatakan kepemimpinan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja Kepemimpinan yang baik dapat memberikan kenyamanan bagi pegawai didalam bekerja, karena dengan kenyamanan yang pegawai dapatkan dari seorang atasan merupakan sesuatu yang istimewa yang akhirnya dapat meningkatkan kinerja pegawai seperti keramahan atasan terhadap pegawai, perhatian atasan, serta motivasi-motivasi yang diberikan kepada pegawai. Kepemimpinan yang dijalankan oleh pimpinan dapat sambutan baik oleh karyawan otomatis pegawai tidak akan meninggalkan organisasi tersebut karena kenyamanan dan suasana kerja diperoleh dari organisasi tersebut, selain itu motivasi yang terus dan terus diberikan pimpinan kepada pegawai senantiasa akan mendorong kinerja pegawai dalam Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Hasil menunjukkan bahwa thitung 4,078 > ttabel 1,990 dan signifikan 0,000 < 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak, yang menyatakan kompensasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja Kompensasi juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kinerja pegawai, apabila kompensasi yang diberikan perusahaan sesuai dengan harapan hasil kerja yang dicapai pegawai, maka akan berdampak pada kinerja pegawaiAy. Memberikan kompensasi yang memuaskan juga menjadi satu hal yang dilihat oleh seorang pekerja. Sejauh ini, faktor pemberian kompensasi yang memuaskan berperan dalam meningkatkan kinerja pegawai. Jika kompensasi diberikan secara benar, para pegawai akan lebih terpuaskan dan termotivasi untuk mencapai sasaran- sasaran perusahaan. Sebaliknya, tanpa kompensasi yang cukup, pegawai yang ada sangat mungkin untuk meninggalkan organisasi dan untuk melakukan penempatan kembali tidaklah mudah. Pengaruh Pengawasan. Kepemimpinan dan Kompensasi Terhadap Kinerja Pegawai Hasil menunjukkan bahwa Fhitung sebesar 218,608 sedangkan Ftabel sebesar 2,72 yang dapat dilihat pada = 0,05 . ihat lampiran tabel F). Probabilitas siginifikan jauh lebih kecil dari 0,05 yaitu 0,000 < 0,05, maka model regresi dapat dikatakan bahwa dalam penelitian ini pengawasan, kepemimpinan dan kompensasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja pegawai. Maka hipotesis sebelumnya adalah Terima Ha atau hipotesis diterima. Pengawasan dan hasil pelaksanaan pekerjaan berjalan dengan baik dan pekerjaan dapat terlaksana sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan serta akan meningkatkan Jurnal Fokus Manajemen. Vol. 5 No. 2 ,Mey 2025 page 169 - 176 | 175 p-ISSN 2809-9931 e-ISSN 2809-9141 kinerja pegawai dalam organisasi. Kepemimpinan yang dijalankan oleh pimpinan dapat sambutan baik oleh karyawan otomatis pegawai tidak akan meninggalkan organisasi tersebut karena kenyamanan dan suasana kerja diperoleh dari organisasi tersebut, selain itu motivasi yang terus dan terus diberikan pimpinan kepada pegawai senantiasa akan mendorong kinerja pegawai dalam organisasi. Jika kompensasi diberikan secara benar, para pegawai akan lebih terpuaskan dan termotivasi untuk mencapai sasaran-sasaran perusahaan. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variable pengawasan (X. , kepemimpinan (X. dan kompensasi (X. secara simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di kantor DPRD Sumut. Hasil penelitian ini telah berjalan sesuai dengan tujuan dilakukannya penelitian ini dan telah menjawab semua rumusan masalah yang dikemukakan. Diharapkan bagi para peneliti berikutnya agar dapat melakukan penelitian yang lebih mendalam mengenai variable pengawasan (X. , kepemimpinan (X. dan kompensasi (X. terhadap terhadap kinerja pegawai dengan menggunakan metode penelitian yang berbeda dari penelitian ini. Saran Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa variabel pengawasan, kepemimpinan, dan kompensasi secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai di Kantor DPRD Sumatera Utara, maka disarankan agar pihak manajemen meningkatkan kualitas pengawasan dengan memperjelas standar kerja serta memberikan evaluasi berkala kepada pegawai. Selain itu, pimpinan diharapkan dapat mengembangkan gaya kepemimpinan yang lebih partisipatif dan komunikatif guna mendorong motivasi dan kinerja pegawai. Pemberian kompensasi juga perlu terus disesuaikan, baik dalam bentuk finansial maupun non-finansial, untuk meningkatkan kepuasan dan produktivitas kerja. DAFTAR PUSTAKA