Respon Guru Terhadap Persiapan Kurikulum Merdeka: Studi Kasus Pada MI Assalafiyah Kemanggungan Adiva Muhammad Sulaiman1. Moh. Arif Abror*1. Muhammad Ade Nurfaizi1. Nizar Zakaria Sabilillah1 1Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal. Indonesia *Corresponding Email: Arifabrormohammad@gmail. Abstract A curriculum is a system that regulates learning so that it runs systematically. So far, curricula have been designed to develop the potential of students, with constant improvements made to keep pace with the times. The Merdeka Curriculum serves as an alternative to address learning setbacks during the pandemic, offering the freedom of AuMerdeka BelajarAy (Independent Learnin. to educatorsAiteachers and school principalsAiin designing, implementing the learning process, and developing the curriculum at schools. In the implementation of the Merdeka Curriculum, there are numerous readiness components for teachers and schools to be considered prepared to implement the Merdeka Curriculum. This study was conducted to provide teachers' responses to the preparation of the Merdeka Curriculum. The research was conducted using a qualitative descriptive method, which describes the subject's situation and data obtained during observations and questions, thereby providing useful and easily understandable information for The results of this study indicate that the responses of teachers and madrasah principals toward the preparation for the Merdeka Curriculum are very positive and even supportive of its implementation. However, the implementation of the Merdeka Curriculum at MI Assalafiyah Kemanggungan will only begin in the new academic year. Keywords: Merdeka Curriculum. Preparation. Teacher Responses Abstrak Kurikulum merupakan sistem yang mengatur suatu pembelajaran agar berjalan secara sistematis. Sejauh ini kurikulum hadir untuk mengembangkan potensi peserta didik, dengan selalu memperbaiki kurikulum sesuai dengan perkembangan zaman. Kurikulum merdeka sebagai alternatif dalam mengatasi kemunduruan belajar selama masa pandemi yang memberikan kebebasan AuMerdeka BelajarAy pada pelaksana pembelajaran yaitu guru dan kepala madrasah dalam menyusun, melaksanakan proses pembelajaran, dan mengembangkan kurikulum di Madrasah pada penerapan kurikulum merdeka terdapat banyak komponen kesiapan bagi guru dan madrasah agar dikatakan siap untuk melaksanakan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini dilakukan untuk memberikan tanggapan atau respon guru terhadap persiapan Kurikulum Merdeka. Penelitian dilakukan dengan menggunakan Metode deskriptif kualitatif yaitu menggambarkan subyek tentang situasi dan data yang diperoleh selama pengamatan dan pertanyaan sehingga menjadi informasi yang berguna dan mudah dipahami oleh pembaca. Hasil dari penelitian ini bahwa respon guru dan kepala madrasah terhadap persiapan kurikulum merdeka sangat positif bahkan mendukung pelaksanaan Kurikulum Merdeka ini, namun penerapan kurikulum merdeka di MI Assalafiyah Kemanggungan ini baru akan diterapkan mulai tahun ajaran baru Kata Kunci: Kurikulum Merdeka Belajar. Persiapan. Respon Guru PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memilikikekuatan spiritualkeagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara(Pasal 1 UU RI No. 20 Tahun 2. Tujuan dan Fungsi Pendidikan menurut BNSP adalah untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Juni 2025 TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Juni 2025 rangka mencerdaskan kehidupan bangsa bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Seiring dengan perkembangan zaman serta masyarakat yang semakin dinamis, sistem pendidikan pun ikut mengalami transformasi demi penyesuaian terhadap globalisasi yang terjadi. Dalam sistem pendidikan di Indonesia, pendidikan telah mengalami pergantian kurikulum sebanyak dua belas kali, di mulai pada tahun 1947, dengan kurikulum yang sangat sederhana kemudian sampai terakhir adalah kurikulum merdeka. Meskipun berganti-ganti kurikulum tidak lain tujuannya adalah perbaikan terhadap kurikulum Setiap perubahan yang terjadi merupakan kebijakan pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam menangani pendidikan di Indonesia, dalam hal ini. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Perubahan kurikulum dari waktu kewaktu bukan tanpa alasan dan landasan yang jelas, sebab perubahan ini disemangati oleh keinginan untuk terus memperbaiki, mengembangkan, dan meningkatkan kualitas sistem pendidikan nasional. Persekolahan sebagai ujung tombak dalam implementasi kurikulum dituntut untuk memahami dan mengaplikasikannya secara optimal dan penuh kesungguhan, sebab mutu penyelenggaraan proses pendidikan salah satunya dilihat dari hal tersebut. Namun dilapangan, perubahan kurikulum sering kali menimbulkan persoalan baru, sehingga pada tahap implementasinya memiliki kendala teknis, sehingga sekolah sebagai penyelenggara proses pendidikan formal sedikit banyaknya pada tahap awal ini membutuhkan energi yang besar hanya untuk mengetahui dan memahami isi dan tujuan kurukulum baru. Dalam teknik pelaksanaannya pun sedikit terkendala disebabkan perlu adaptasi terhadap perubahan atas kurikulum terdahulu yang sudah biasa diterapkannya Struktur kurikulum juga gambaran mengenai penerapan prinsip kurikulum mengenai posisi seorang siswa dalam menyelesaikan pembelajaran di suatu satuan atau jenjang pendidikan. Dalam struktur kurikulum menggambarkan ide kurikulum mengenai posisi belajar seorang siswa yaitu apakah mereka harus menyelesaikan seluruh mata pelajaran yang tercantum dalam struktur ataukah kurikulum memberi kesempatan kepada siswa untuk menentukan berbagai pilihan. Dalam studi tentang ilmu mengajar dan kurikulum, pembahasan mengenai permasalahan yang dialami guru senantiasa mendapat tempat tersendiri dan mendapat perhatian yang sangat serius. Hal ini dikarenakan guru mengemban peran yang sangat penting dalam keberhasilan proses pendidikan. Betapa bagus dan indahnya kurikulum, keberhasilan kurikulum tersebut pada akhirnya bergantung pada masing-masing guru. Metode Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitan yang akan mengkaji tentang AuRespon Guru terhadap persiapan kurikulum merdeka di MI Assalafiyah KemanggunganAy adalah pendekatan kualitatif karena data-data yang dihasilkan berupa data deskriptif. 1Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003. Standar Nasional TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Juni 2025 Pengumpulan data diantaranya melalui observasi dan wawancara. Observasi dan wawancara mendalam digunakan untuk mengumpulkan data penelitian tentang subjek. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persiapan guru dan kepala sekolah dalam penerapan kurikulum merdeka yang akan diterapkan mulai tahun ajaran baru 2023/2024 Menurut Moelong menjelaskan, bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik . dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah, serta dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah yang salah satunya bermanfaat untuk keperluan meneliti dari segi prosesnya. Penelitian kualitatif bertujuan mempertahankan bentuk dan isi perilaku manusia dan menganalisis kualitas-kualitasnya, alih-alih mengubahnya menjadi identitas-identitas Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran, atau lukisan secara sistematis, factual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifatsifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan melakukan observasi, wawancara dan studi dokumentasi3 Observasi Observasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pengamatan. Pengamatan dilakukan dengan cara Observasi terus terang atau tersamar yaitu peneliti dalam melakukan pengumpulan data menyatakan terus terang kepada sumber data, bahwa ia sedang melakukan penelitian Wawancara Wawancara dilakukan untuk mengetahui, melengkapi data dan upaya memperoleh data yang akurat dan sumber data yang tepat. Dalam penelitian ini, peneliti mewawancarai 2 Orang Informan, yang terdiri dari Kepala MI dan Perwakilan dari Guru Studi Dokumentasi Studi dokumentasi dalam penelitian ini diperlukan untuk memperlengkap analisis penelitian yang berkaitan dengan respon guru dalam mempersiapkan Kurikulum Merdeka Hasil Penelitian dan Pembahasan Berdasarkan Wawancara dan Observasi yang telah dilakukan, menyatakan bahwa persiapan Kurikulum Merdeka di MI Assalafiyah Kemanggungan berjalan positif namun persiapan tersebut hanya melalui Sosialisasi melalui online sepertiYoutube belum melalui pelatihan secara tatap muka langsung seperti Diklat dan PPG Sofwan Agus Soleh. Pd. Kepala Madrasah di MI Assalafiyah Kemanggungan mewawancarai kepada kelompok kami mengenai kurikulum merdeka. 2 Sinta Nurhilali and others. AoUpaya Meningkatkan Kompetensi Kepribadian Guru PAI Dalam Membentuk Akhlak Peserta Didik Di MTs Raden FatahAo. La-Tahzan: Jurnal Pendidikan Islam, 16. , pp. 111Ae24. 3Lexy JMoleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. Edisi Ke-19 (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2. hlm 157 TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Juni 2025 AuKurikulum Merdeka adalah kurikulum yang membebaskan sekolah untuk menggunakan kurikulum yang sudah diterapkan oleh Pemerintah dengan Batasan-batasanAy4 Kurikulum Merdeka menurut BNSP yaitu suatu kurikulum pembelajaran yang mengacu pada pendekatan bakat dan minat dimana para pelajar . aik siswa maupun mahasisw. dapat memilih pelajaran apa saja yang ingin dipelajari sesuai dengan bakat dan minatnya5 Kurikulum Merdeka ini diluncurkan sebagai bentuk dari tindak lanjut atau evaluasi perbaikan kurikulum 2013 yang merupakan salah satu bagian dari upaya pemerintah untuk mencetak generasi penerus yang lebih kompeten dalam berbagai bidang Kurikulum Merdeka memiliki tujuan untuk mengejar ketertinggalan pembelajaran yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Kurikulum merdeka merupakan jawaban dari segala permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia. Kurikulum ini dibuat dengan tujuan pendidikan di Indonesia bisa seperti pendidikan di Negara maju lainnya di mana siswa diberikan kebebasan dalam memilih apa yang diminatinya dalam pembelajaran. Kurikulum Merdeka dikembangkan dengan lebih fleksibel dan berfokus pada materi esensial dan pengembangan karakter dan kompetensi peserta didik. Berikut ini beberapa karakteristik yang digunakan dalam kurikulum ini. Pembelajaran berbasis proyek untuk mengembangkan soft skill dan karakter sesuai profil pelajar Pancasila Fokus kepada materi esensial sehingga ada waktu untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar antara lain: literasi dan numerasi Fleksibilitas guru untuk melakukan pembelajaran yang terdiferensiasi sesuai kemampuan peserta didik BerbasisProyekdanKarakter Keunggulan yang didapatkan dengan menggunakan Kurikulum Merdeka Belajar antara lain sebagai berikut:7 Materi menjadi lebih sederhana, mendalam dan fokus pada materi yang esensial. Oleh karenanya, peserta didik dapat belajar lebih dalam dan tidak terburu-buru Lebih merdeka atau guru memiliki keleluasaan untuk mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik. Sekolah juga memiliki wewenang untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan satuan pendidikan dan peserta didik. Lebih relevan dan interaktif yang mana pembelajaran melalui kegiatan proyek yang memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk lebih aktif dan mengeksplorasi isu-isu aktual Adapun Kekurangan dari Kurikulum Merdeka diantaranya yaitu:8 4Wawancara dengan Sofwan Agus Soleh, tanggal 20 Oktober 2022, di Kantor Kepala Madrasah MI AssalafiyahTarub 5 Badan Standar Nasional Pendidikan tahun 2020 tentang Kurikulum Merdeka 6 Sumarsih dkk. Analisis Implementasi Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak Sekolah Dasar. Jurnal BasiceduVol 6 No 5 hlm 8249 7Muhammad ZuhdiHidayat. Apa itu Kurikulum Merdeka Belajar? Ketahui Penjelasan Keunggulan dan Karakteristik Utamanya. https://w. com/news/2022/07/06/064500/apa-itu-kurikulum-merdeka-belajar-ketahui-penjelasankeunggulan-dan-karakteristik-utamanya?page=2 . iakses pada 28 Oktober 2022, pukul 18:. TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Juni 2025 Persiapan Kurikulum Merdeka Belajar yang belummatangsepenuhnya BelumterencananyasistemPendidikan yang baik Kekurangan SDM yang mumpuni Kurangnya Sosialisasi bagi para guru Kurangnya kesinambungan antara satu tingkatan dengan tingkatan selanjutnya Kurangtepatnyakesinambungandiantaramatapelajaran Perbedaan antara Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka untukjenjang SD/MI antara lain:9 Pada kerangka dasar. Kurikulum merdeka menambahkan pengembangan profil pelajar Pancasila pada peserta didik, pada K13 rancangan landasan utamanya yaitu tujuan Sistem Pendidikan Nasional dan Standar Nasional Pendidikan saja. K13 menerapkan Jam Pelajaran (JP) yang diatur perminggu, sedangkan kurikulum merdeka menerapkan Jam Pelajaran (JP) diatur pertahun. K13 mengatur alokasi waktu pembelajaran secara rutin setiap minggu dalam setiap semester, sedangkan di kurikulum merdeka dapat mengatur alokasi waktu pembelajaran secara fleksibel untuk mencapai jam pelajaran (JP) yang telah Di K13 lebih menguatkan pelaksanaan penilaian autentik pada setiap mata pelajaran, sedangkan pada kurikulum merdeka yaitu menguatkan pelaksanaan penilaian autentik terutama dalam projek penguatan profil pelajar Pancasila. K13 menerapkan sistem penilaian dibagi menjadi 3, yaitu penilaian sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Pada kurikulum merdeka tidak ada pemisahan diantara 3 ranah penilaian tersebut. Pada kurikulum merdeka ini pemerintah menyediakan perangkat ajar tambahan berupa contoh-contoh modul ajar, alur tujuan pembelajaran, contoh proyek penguatan profil pelajar Pancasila, dan contoh kurikulum operasional satuan Pada kurikulum 2013 di jenjang SD/MI mata pelajaran IPA dan IPS terpisah, sedangkan pada kurikulum merdeka digabung menjadi satu mata pelajaran menjadi Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Untuk Kurikulum yang diterapkan di MI Assalafiyah Kemanggungan Tarub masih menggunakan Kurikulum 2013 akan tetapi untuk penerapan kurikulum merdeka baru akan diterapkan pada tahun ajaran baru . enunggu keputusan dari Kementrian Agam. hal ini disampaikan oleh Kepala Madrasah MI Assalafiyah Kemanggungan 8Bachtiar. Inilah 8 Kekurangan dari Kurikulum Merdeka Belajar yang Patut Diketahui. https://w. com/2022/09/inilah-8-kekurangan-dari-kurikulum. iakses pada tanggal 26 Oktober 2022. Pukul 10:. 9Ema Dwi Pratiwi. Inilah Perbedaan Kurikulum Merdeka dengan K13. https://wartaguru. id/inilah-perbedaankurikulum-merdeka-dengan-k13/ . iakses pada tanggal26 Oktober 2022 pukul 10:. TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Juni 2025 AuUntuk Madrasah ini Kurikulum yang diterapkan masih menggunakan kurikulum 2013 adapun untuk kurikulum merdeka ini baru akan diterapkan pada tahun ajaran baru menunggu instruksi dari Kementrian AgamaAy Adapun persiapan penerapan Kurikulum Merdeka antara lain:10 Kepala Sekolah sebagai Pemimpin Pembelajaran Kepala sekolah perlu mulai berperan sebagai pemimpin pembelajaran, artinya bahwa kepala sekolah sudah harus memulai untuk memprioritaskan waktu dan energinya lebih banyak untuk memandu perencanaan, pendampingan, dan refleksi proses pembelajaran baik melibatkan murid, siswa maupun orang tua siswa. Perencanaan Program Sekolah yang Kolaboratif Program sekolah yang kolaboratif bisa dipandu oleh kepala sekolah ataupun guru dengan mulai melibatkan semua guru antar mata pelajaran, dan antar kelas yang tetap berorienatasi kepada kebutuhan siswanya. Memulai Berbagi Praktik Baik Berbagi praktik baik ini dilakukan oleh guru- guru di sekolah, memungkinkan antar guru bisa saling belajar, saling merefleksikan pembelajaran yang dilakukan, baik guru sesama mata pelajaran, ataupun guru atar mata pelajaran, serta menduplikasikan program atau proyek guru lain yang disesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa yang di ajar oleh Membiasakan Refleksi Seringkali banyak hal baru yang kita coba dalam menerapkan kurikulum merdeka, seperti mulai dari pembelajaran berbasis proyek, kolaborasi antar mata pelajaran, pengaturan jam pelajaran per tahun dan lain sebagainya. Seringkali pula mendapati tantangan di setiap prosesnya. Diperlukan kebiasaan untuk melakukan refleksi agar tidak langsung menyerah, menyalahkan keadaan jika mendapati sebuah rintangan atau kesulitan untuk beradaptasi. Refleksi digunakan untuk melakukan perbaikan pembelajaran dan kepemimpinan. Peningkatan Kompetensi Guru dan Kepala Sekolah Untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada para siswa guru perlu untuk terus meningkatkan kompetensinya. Guru dan Kepala Sekolah yang kompeten diperlukan dalam menerapkan kurikulum merdeka ini. Agar memiliki kompetensi yang bagaimana? Terus belajar, salah satunya yaitu dengan mengikuti pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan mengadakan sesi - sesi berbagi. Respon dewan guru dan kepala madrasah mengenai persiapan kurikulum merdeka yaitu positif akan tetapi perlu diadakan diklat atau pelatihan kurikulum merdeka supaya pihak madrasah siap untuk menerapkan kurikulum merdeka ini. Persiapan guru dalam menerapkan kurikulum merdeka baru sekedar tahu melalui media online dan video sepetiYoutube. Whatsapp. Facebook, dan lain-lain Demi mendukung usaha pemerintah dalam mencerdaskan anak bangsa yaitu meningkatkan SDM. Selain meningkatkan SDM, memperbaharui sarana dan prasarana pembelajaran juga merupakan tugas wajib yang dilakukan oleh pengelola Lembaga 10Naik Pangkat. Persiapan Sekolah Dalam Implementasi Kurikulum Merdeka. https://naikpangkat. com/persiapan- sekolah-dalam-implementasi-kurikulum-merdeka/2/ . iakses pada tanggal 28 Oktober 2022 pukul 16:04 TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Juni 2025 Pendidikan demi kelancaran proses pembelajaran. Dengan kemampuan yang dimiliki, guru harus mampu membimbing dan mengarahkan peserta didik dalam menggunakan teknologi dengan baik dan memiliki manfaat bagi proses pembelajaran Kesimpulan Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa respon guru MI Assalafiyah terhadap kurikulum merdeka ini sangat mendukung dan positif walaupun ada beberapa guru yang belum memahami tentang sistem kurikulum merdeka akan tetapi guru yang belum memahami tentang kurikulum merdeka ini memiliki gambaran tentang Kurikulum Merdeka Salah satu cara mempelajari sistem kurikulum merdeka yaitu dengan cara online seperti youtube dan whatsapp kemudian penerapan kurikulum merdeka ini baru akan dimulai pada tahun ajaran baru 2023/2024. Daftar Pustaka