P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 TRANSFORMASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA ARTIFICIAL INTELLIGENCE: PELUANG. TANTANGAN, DAN STRATEGI IMPLEMENTASI AhmadiA. Eni Yusnita2 AInstitut Agama Islam Insan Prima Misbahul Ulum Gumawang. Alamat : Jalan Irigasi Desa Tanah Merah Kecamatan Belitang Madang Raya Kab. OKU Timur MTS YPPI Wonoorejo Alamat : Desa Wonorejo Belitang OKU Timur Email: Aahmadi@insanprimamu. A eniyusnita422@gmail. ABSTRAK Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk pendidikan. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), pemanfaatan AI menghadirkan peluang sekaligus tantangan yang memerlukan kajian mendalam agar implementasinya tetap sejalan dengan tujuan pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi Pendidikan Agama Islam di era Artificial Intelligence dengan fokus pada peluang, tantangan, dan strategi implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan . ibrary Sumber data diperoleh dari jurnal ilmiah, buku akademik, laporan lembaga internasional, serta dokumen kebijakan yang relevan dengan tema Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan teknik analisis isi . ontent analysi. melalui tahapan reduksi data, penyajian data, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Artificial Intelligence memiliki peluang besar dalam meningkatkan akses terhadap sumber belajar, mendukung personalisasi pembelajaran, memperkuat literasi digital, mengembangkan media pembelajaran interaktif, serta meningkatkan efisiensi proses pendidikan. Namun demikian, implementasi AI juga menghadapi berbagai tantangan seperti ketergantungan teknologi, validitas informasi keagamaan, integritas akademik, keamanan data, dan potensi berkurangnya interaksi humanis dalam pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan strategi implementasi yang meliputi penguatan kompetensi digital pendidik, pengembangan kurikulum adaptif, pendidikan Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 karakter berbasis nilai Islam, serta penerapan pendekatan human-centered artificial intelligence agar transformasi Pendidikan Agama Islam tetap berorientasi pada pembentukan manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia. Kata Kunci: Artificial Intelligence. Pendidikan Agama Islam. Transformasi Pendidikan. Literasi Digital. Pendidikan Islam ABSTRACT The development of Artificial Intelligence (AI) has brought significant changes to various aspects of human life, including education. In the context of Islamic Religious Education, the utilization of AI presents both opportunities and challenges that require comprehensive analysis to ensure its implementation remains aligned with the objectives of Islamic education. This study aims to analyze the transformation of Islamic Religious Education in the era of Artificial Intelligence by focusing on its opportunities, challenges, and implementation The study employed a qualitative approach using library research. Data were collected from scientific journals, academic books, reports from international organizations, and policy documents relevant to the research topic. Data collection was conducted through documentation studies, while data analysis employed content analysis techniques, including data reduction, data presentation, interpretation, and conclusion drawing. The findings reveal that Artificial Intelligence offers significant opportunities to enhance access to learning resources, support personalized learning, strengthen digital literacy, develop interactive learning media, and improve educational efficiency. However. AI implementation also faces several challenges, including technological dependency, the validity of religious information, academic integrity issues, data security concerns, and the potential decline of humanistic interaction in learning. Therefore, effective implementation strategies are required, including strengthening teachersAo digital competencies, developing adaptive curricula, reinforcing character education based on Islamic values, and applying a humancentered artificial intelligence approach to ensure that the transformation of Islamic Religious Education remains focused on developing individuals who are faithful, knowledgeable, and possess noble character. Keywords: Artificial Intelligence. Islamic Religious Education. Educational Transformation. Digital Literacy. Islamic Education Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk bidang pendidikan. Salah satu inovasi teknologi yang berkembang paling pesat dalam beberapa tahun terakhir adalah Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. AI merupakan teknologi yang memungkinkan sistem komputer melakukan berbagai tugas yang sebelumnya memerlukan kemampuan kognitif manusia, seperti menganalisis data, memahami bahasa, mengenali pola, dan menghasilkan informasi secara otomatis. Perkembangan AI telah menciptakan transformasi dalam proses pembelajaran melalui penyediaan pengalaman belajar yang lebih personal, adaptif, dan efisien. UNESCO menegaskan bahwa Artificial Intelligence memiliki potensi untuk membantu mengatasi berbagai tantangan pendidikan, mendorong inovasi pembelajaran, dan mempercepat pencapaian tujuan pendidikan yang berkualitas dan inklusif. Perkembangan Artificial Intelligence semakin nyata dengan hadirnya berbagai platform generative AI seperti ChatGPT. Gemini. Copilot, dan berbagai aplikasi pembelajaran berbasis kecerdasan buatan lainnya. Teknologi tersebut memungkinkan peserta didik memperoleh akses informasi secara cepat, memperluas sumber belajar, serta mendukung proses pembelajaran yang lebih Di sisi lain, pendidik dapat memanfaatkan AI untuk membantu penyusunan materi pembelajaran, pengembangan media pembelajaran, evaluasi hasil belajar, hingga pemberian umpan balik yang lebih efektif. Kondisi ini menunjukkan bahwa AI telah menjadi bagian penting dalam ekosistem pendidikan modern dan berpotensi mengubah paradigma pembelajaran abad ke-21. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam (PAI), perkembangan Artificial Intelligence menghadirkan peluang yang sangat besar. Pemanfaatan AI dapat UNESCO. Artificial Intelligence in Education, tersedia pada: UNESCO Artificial Intelligence in Education. Informasi UNESCO mengenai potensi AI untuk mendukung inovasi pembelajaran dan pencapaian SDG 4. Nestor Maslej dkk. Artificial Intelligence Index Report 2024. Stanford University, 2024, tersedia pada: AI Index Report 2024. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 membantu peserta didik mengakses sumber-sumber keislaman secara lebih luas, memperkaya media pembelajaran, meningkatkan kualitas literasi digital, serta mendukung pembelajaran yang lebih interaktif dan kontekstual. Selain itu. AI dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran yang mampu meningkatkan efektivitas proses pendidikan Islam. Penelitian Rifah. Jailani, dan Huda menunjukkan bahwa Artificial Intelligence memiliki peluang besar dalam mendukung transformasi pendidikan Islam melalui peningkatan kualitas pembelajaran, pengelolaan pendidikan, dan pengembangan literasi digital peserta didik. Meskipun Artificial Intelligence menghadirkan berbagai tantangan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Penggunaan AI yang tidak terkontrol berpotensi menimbulkan ketergantungan teknologi, menurunkan kemampuan berpikir kritis peserta didik, serta memunculkan berbagai persoalan etika terkait validitas informasi, keamanan data, dan integritas akademik. Dalam perspektif pendidikan Islam, tantangan tersebut menjadi semakin kompleks karena Pendidikan Agama Islam tidak hanya berorientasi pada transfer pengetahuan, tetapi juga pembentukan akhlak, spiritualitas, dan karakter peserta didik. Oleh karena itu, pemanfaatan AI dalam Pendidikan Agama Islam harus tetap berada dalam koridor nilai-nilai Islam dan tujuan pendidikan yang menekankan keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, sosial, dan spiritual. Transformasi Pendidikan Agama Islam di era Artificial Intelligence menjadi suatu keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Perubahan karakteristik peserta didik yang tumbuh dalam lingkungan digital menuntut adanya inovasi dalam strategi, metode, dan media pembelajaran. Pendidik Pendidikan Agama Rifah. Mohammad Jailani, dan Miftachul Huda. AuArtificial Intelligence (AI): An Opportunity and Challenge for Achieving Success in Islamic Education in the Era of Digital Transformation,Ay Suhuf: International Journal of Islamic Studies. Vol. No. 2, 2024. DOI: https://doi. org/10. 23917/suhuf. Kaska Porayska-Pomsta. Wayne Holmes, dan Selena Nemorin. The Ethics of AI in Education, 2024, tersedia pada: The Ethics of AI in Education. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 Islam dituntut memiliki kompetensi digital yang memadai agar mampu memanfaatkan teknologi secara efektif sekaligus membimbing peserta didik dalam menggunakan AI secara bijaksana dan bertanggung jawab. Dalam konteks ini, transformasi Pendidikan Agama Islam tidak hanya berkaitan dengan pemanfaatan teknologi, tetapi juga menyangkut upaya mempertahankan nilai-nilai keislaman di tengah perubahan sosial dan teknologi yang berlangsung sangat Berbagai penelitian sebelumnya telah membahas pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pendidikan maupun pendidikan Islam. Sebagian penelitian lebih banyak menyoroti peluang penggunaan AI dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran, sementara penelitian lainnya berfokus pada tantangan dan implikasi etis penggunaan teknologi tersebut. Namun demikian, kajian yang secara komprehensif membahas transformasi Pendidikan Agama Islam dengan mengintegrasikan aspek peluang, tantangan, dan strategi implementasi dalam satu kerangka pembahasan yang utuh masih relatif terbatas. Sebagian besar penelitian cenderung menitikberatkan pada aspek teknis penggunaan AI, sehingga diperlukan kajian yang lebih mendalam mengenai bagaimana Artificial Intelligence dapat dimanfaatkan secara optimal dalam Pendidikan Agama Islam tanpa mengabaikan tujuan utama pendidikan Islam itu sendiri. Berdasarkan uraian tersebut, artikel ini memiliki kebaruan pada upaya mengintegrasikan pembahasan mengenai peluang, tantangan, dan strategi implementasi Artificial Intelligence dalam perspektif Pendidikan Agama Islam secara holistik. Artikel ini tidak hanya memandang AI sebagai instrumen teknologi pembelajaran, tetapi juga sebagai fenomena yang memengaruhi proses pembentukan karakter, pengembangan literasi digital, serta penguatan nilai-nilai keislaman dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, artikel ini bertujuan untuk menganalisis transformasi Pendidikan Agama Islam di era Artificial Intelligence, peluang dan tantangan yang Rifah. Jailani, dan Huda. AuArtificial Intelligence (AI): An Opportunity and Challenge for Achieving Success in Islamic Education in the Era of Digital Transformation,Ay DOI: https://doi. org/10. 23917/suhuf. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 pemanfaatannya, serta merumuskan strategi implementasi yang dapat mendukung pengembangan Pendidikan Agama Islam yang adaptif terhadap perkembangan teknologi namun tetap berlandaskan pada nilai-nilai Islam. LITERATURE RESEARCH Perkembangan Artificial Intelligence (AI) dalam dunia pendidikan telah menjadi perhatian para peneliti dalam beberapa tahun terakhir. Berbagai kajian menunjukkan bahwa AI memberikan peluang besar dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran, memperluas akses pendidikan, serta mendukung pengembangan kompetensi peserta didik sesuai dengan tuntutan abad ke-21. sisi lain, implementasi AI juga menghadirkan berbagai tantangan yang berkaitan dengan aspek etika, integritas akademik, privasi data, dan kesiapan sumber daya manusia dalam memanfaatkan teknologi secara optimal. Kajian mengenai pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pendidikan Islam menunjukkan bahwa teknologi AI memiliki potensi besar dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, pengelolaan pendidikan, serta literasi digital peserta didik. Pemanfaatan teknologi ini dinilai mampu membantu peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang lebih fleksibel dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Namun demikian, kajian tersebut masih lebih banyak berfokus pada identifikasi peluang dan tantangan tanpa menjelaskan secara rinci strategi implementasi yang dapat diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Penelitian Artificial Intelligence dimanfaatkan untuk memperluas akses pendidikan, mendukung pembelajaran Wayne Holmes. Maya Bialik, dan Charles Fadel. Artificial Intelligence in Education: Promises and Implications for Teaching and Learning (Boston: Center for Curriculum Redesign, 2. , h. 15Ae28. Rifah. Mohammad Jailani, dan Miftachul Huda. AuArtificial Intelligence (AI): An Opportunity and Challenge for Achieving Success in Islamic Education in the Era of Digital Transformation,Ay Suhuf: International Journal of Islamic Studies. Vol. No. 2, 2024. DOI: https://doi. org/10. 23917/suhuf. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 yang inklusif, dan meningkatkan efektivitas proses pembelajaran dalam lingkungan pendidikan Islam yang multikultural. Selain memberikan manfaat yang signifikan, penelitian tersebut juga menyoroti pentingnya pertimbangan etika dalam penggunaan AI agar pemanfaatannya tetap selaras dengan tujuan pendidikan dan nilai-nilai kemanusiaan. Akan tetapi, pembahasan mengenai transformasi Pendidikan Agama Islam pada lembaga pendidikan formal masih belum menjadi fokus utama kajian tersebut. Kajian tentang integrasi AI dalam pengembangan kurikulum pendidikan Islam menunjukkan bahwa teknologi kecerdasan buatan dapat membantu penyusunan kurikulum yang lebih adaptif terhadap kebutuhan peserta didik dan perkembangan masyarakat digital. Pemanfaatan AI memungkinkan proses perencanaan kurikulum dilakukan secara lebih efektif melalui analisis kebutuhan belajar dan perkembangan kompetensi peserta didik. Meskipun demikian, penelitian tersebut lebih menekankan aspek manajemen kurikulum dan belum membahas secara mendalam implikasi penggunaan AI terhadap proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam di kelas. 9 Penelitian lainnya menyoroti pentingnya integrasi Artificial Intelligence dalam pendidikan Islam dari perspektif etika, pedagogik, dan keberlanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI harus tetap berlandaskan pada prinsip-prinsip Islam agar teknologi dapat dimanfaatkan secara bertanggung jawab serta tidak mengabaikan tujuan utama pendidikan Islam. Namun demikian, kajian tersebut masih bersifat konseptual dan belum menawarkan kerangka implementasi yang operasional dalam praktik pembelajaran. Mahmudulhassan. Muthoifin, dan Sazirul Begum. AuArtificial Intelligence in Multicultural Islamic Education: Opportunities. Challenges, and Ethical Considerations,Ay Solo Universal Journal of Islamic Education and Multiculturalism. Vol. No. 1, 2024. Ahmad AthoAoul Karim. AuIntegration of AI Tools in Islamic Education Curriculum Development Management: Challenges and Opportunities,Ay Journal of Loomingulisus ja Innovatsioon. Vol. No. 3, 2024. DOI: https://doi. org/10. 70177/innovatsioon. Arif Khoiruddin dan Izuli Dzulkifli. AuIntegrating Artificial Intelligence in Islamic Education: Ethical. Pedagogical, and Sustainability Perspectives,Ay Intiha: Islamic Education Journal. Vol. No. 1, 2025. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 Selain penelitian yang secara khusus membahas pendidikan Islam, berbagai penelitian internasional menunjukkan bahwa Artificial Intelligence mampu meningkatkan kualitas pembelajaran melalui personalisasi materi, sistem tutor cerdas, analisis data pembelajaran, dan penyediaan umpan balik secara realtime. Teknologi AI memungkinkan proses pembelajaran menjadi lebih fleksibel, efisien, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik. Akan tetapi, sejumlah penelitian juga mengingatkan bahwa penggunaan AI dapat menimbulkan risiko berupa ketergantungan teknologi, bias algoritma, pelanggaran privasi data, serta menurunnya kemampuan berpikir kritis apabila tidak disertai pengawasan dan literasi digital yang memadai. Berdasarkan berbagai penelitian terdahulu tersebut, dapat dipahami bahwa kajian mengenai Artificial Intelligence dalam pendidikan telah berkembang cukup Namun sebagian besar penelitian masih berfokus pada peluang pemanfaatan AI, tantangan etis, atau integrasi teknologi dalam pendidikan secara Kajian yang secara khusus mengintegrasikan peluang, tantangan, dan strategi implementasi Artificial Intelligence dalam perspektif Pendidikan Agama Islam masih relatif terbatas. Selain itu, penelitian yang menghubungkan pemanfaatan AI dengan tujuan Pendidikan Agama Islam dalam pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai keislaman, serta pengembangan literasi digital peserta didik masih memerlukan pengkajian yang lebih mendalam. Berdasarkan analisis tersebut, kebaruan . artikel ini terletak pada upaya menyajikan kerangka konseptual yang mengintegrasikan peluang, tantangan, dan strategi implementasi Artificial Intelligence dalam Pendidikan Agama Islam secara holistik. Artikel ini tidak hanya membahas pemanfaatan teknologi dari aspek teknis, tetapi juga menempatkan nilai-nilai Islam sebagai landasan utama dalam proses transformasi pendidikan di era Artificial Intelligence. Kaska Porayska-Pomsta. Wayne Holmes, dan Selena Nemorin. The Ethics of AI in Education (London: University College London, 2. , h. 21Ae39. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan . ibrary researc. Penelitian kepustakaan merupakan suatu metode penelitian yang dilakukan melalui pengumpulan, penelaahan, dan analisis berbagai sumber pustaka yang relevan dengan topik penelitian. Pendekatan ini digunakan untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai transformasi Pendidikan Agama Islam di era Artificial Intelligence, khususnya yang berkaitan dengan peluang, tantangan, dan strategi implementasinya dalam konteks pendidikan kontemporer. Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer meliputi artikel-artikel ilmiah yang membahas Artificial Intelligence dalam pendidikan dan pendidikan Islam yang diterbitkan pada jurnal nasional maupun internasional bereputasi dalam rentang lima tahun terakhir. Sementara itu, sumber data sekunder diperoleh dari bukubuku ilmiah, laporan lembaga internasional, dokumen kebijakan pendidikan, prosiding seminar, serta berbagai publikasi akademik lainnya yang relevan dengan tema penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dengan cara mengidentifikasi, menginventarisasi, dan mengkaji berbagai literatur yang memiliki keterkaitan dengan pemanfaatan Artificial Intelligence dalam dunia pendidikan dan Pendidikan Agama Islam. Literatur yang digunakan dipilih berdasarkan relevansi substansi, kredibilitas sumber, serta kontribusinya terhadap pengembangan kajian mengenai transformasi pendidikan di era digital. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis isi . ontent Analisis ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu reduksi data. Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2. , h. Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2. , h. 6Ae8. Mestika Zed. Metode Penelitian Kepustakaan (Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2. , 3Ae5. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 penyajian data, interpretasi data, dan penarikan kesimpulan. Pada tahap reduksi data, berbagai informasi yang diperoleh dari sumber pustaka diseleksi berdasarkan relevansinya dengan fokus penelitian. Selanjutnya data disajikan secara sistematis untuk memudahkan proses interpretasi. Tahap interpretasi dilakukan dengan menghubungkan berbagai temuan literatur guna memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai peluang, tantangan, dan strategi implementasi Artificial Intelligence dalam Pendidikan Agama Islam. Tahap akhir berupa penarikan kesimpulan yang disusun berdasarkan hasil analisis terhadap seluruh data yang telah dikaji. Untuk menjamin validitas data, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dengan membandingkan berbagai informasi yang diperoleh dari jurnal ilmiah, buku akademik, laporan lembaga internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan. Melalui teknik tersebut diharapkan hasil penelitian memiliki tingkat keakuratan dan kredibilitas yang memadai sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian Pendidikan Agama Islam di era Artificial Intelligence. PEMBAHASAN Artificial Intelligence (AI) telah menjadi salah satu inovasi teknologi yang memberikan pengaruh signifikan terhadap berbagai bidang kehidupan, termasuk Perkembangan teknologi ini mendorong terjadinya perubahan dalam proses pembelajaran, pengelolaan pendidikan, evaluasi pembelajaran, hingga pengembangan kompetensi peserta didik sesuai tuntutan era digital. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, pemanfaatan Artificial Intelligence menghadirkan berbagai peluang untuk meningkatkan kualitas Krippendorff. Content Analysis: An Introduction to Its Methodology (California: Sage Publications, 2. , h. 24Ae29 Norman K. Denzin. The Research Act: A Theoretical Introduction to Sociological Methods (New York: Routledge, 2. , h. 301Ae307. UNESCO. Guidance for Generative AI in Education and Research (Paris: UNESCO, 2. , h. 5Ae8. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 pembelajaran dan memperluas akses terhadap sumber-sumber keilmuan Islam. Namun demikian, implementasi teknologi tersebut juga memunculkan sejumlah tantangan yang berkaitan dengan aspek etika, integritas akademik, validitas informasi, dan penguatan karakter peserta didik. 18 Oleh karena itu, pembahasan dalam artikel ini difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu peluang Artificial Intelligence Pendidikan Agama Islam, implementasinya, serta strategi yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi tersebut sesuai dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Peluang Artificial Intelligence dalam Transformasi Pendidikan Agama Islam Perkembangan Artificial Intelligence (AI) telah membuka berbagai peluang baru dalam transformasi Pendidikan Agama Islam. Kehadiran teknologi ini memungkinkan proses pembelajaran berlangsung secara lebih fleksibel, adaptif, dan berpusat pada peserta didik. Dalam konteks pendidikan modern. AI tidak hanya berfungsi sebagai alat bantu teknologi, tetapi juga sebagai instrumen yang mampu mendukung peningkatan kualitas pembelajaran melalui penyediaan layanan pendidikan yang lebih efektif dan efisien. Salah satu peluang utama pemanfaatan AI dalam Pendidikan Agama Islam adalah peningkatan akses terhadap sumber-sumber keilmuan Islam. Melalui teknologi AI, peserta didik dapat memperoleh informasi keislaman dari berbagai sumber digital secara cepat dan mudah. Berbagai aplikasi berbasis AI mampu membantu pencarian ayat Al-Qur'an, hadis, tafsir, literatur fikih, sejarah Islam, maupun kajian-kajian keislaman lainnya. Kondisi ini Rifah. Mohammad Jailani, dan Miftachul Huda. AuArtificial Intelligence (AI): An Opportunity and Challenge for Achieving Success in Islamic Education in the Era of Digital Transformation,Ay Suhuf: International Journal of Islamic Studies. Vol. No. 2, 2024. DOI: https://doi. org/10. 23917/suhuf. Wayne Holmes. Maya Bialik, dan Charles Fadel. Artificial Intelligence in Education: Promises and Implications for Teaching and Learning (Boston: Center for Curriculum Redesign, 2. , h. 18Ae24. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 kemampuan belajar mandiri serta memperluas wawasan keislaman tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Selain memperluas akses sumber belajar. AI juga berpotensi mendukung personalisasi pembelajaran . ersonalized learnin. Setiap peserta didik memiliki karakteristik, kemampuan, dan gaya belajar yang berbeda. Melalui mengidentifikasi kebutuhan belajar peserta didik dan menyesuaikan materi pembelajaran sesuai tingkat kemampuan masing-masing. Dengan demikian, proses pembelajaran Pendidikan Agama Islam dapat berlangsung secara lebih efektif karena peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan kebutuhan individualnya. Pemanfaatan AI juga memberikan peluang bagi pengembangan media pembelajaran yang lebih interaktif. Teknologi kecerdasan buatan dapat digunakan untuk menghasilkan berbagai bentuk media pembelajaran seperti video edukatif, simulasi pembelajaran, chatbot pendidikan, hingga platform pembelajaran virtual yang mampu meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dalam Pendidikan Agama Islam, media tersebut dapat dimanfaatkan untuk menjelaskan materi-materi yang bersifat abstrak sehingga lebih mudah dipahami oleh peserta didik. 22 Di samping itu. Artificial Intelligence dapat membantu pendidik dalam melaksanakan Penyusunan pembelajaran, pembuatan soal evaluasi, pengolahan nilai, hingga analisis hasil belajar dapat dilakukan secara lebih cepat dengan bantuan teknologi AI. Efisiensi tersebut memungkinkan pendidik memiliki lebih banyak waktu Rifah. Mohammad Jailani, dan Miftachul Huda. AuArtificial Intelligence (AI): An Opportunity and Challenge for Achieving Success in Islamic Education in the Era of Digital Transformation,Ay Suhuf: International Journal of Islamic Studies. Vol. No. 2, 2024. DOI: https://doi. org/10. 23917/suhuf. UNESCO. Guidance for Generative AI in Education and Research (Paris: UNESCO, 2. , h. 12Ae18. Helen Crompton dan Diane Burke. AuArtificial Intelligence in Higher Education: The State of the Field,Ay International Journal of Educational Technology in Higher Education. Vol. No. 22, 2023. DOI: https://doi. org/10. 1186/s41239-023-00392-8. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 untuk melaksanakan fungsi utama sebagai pembimbing, pendidik, dan teladan bagi peserta didik. Pemanfaatan AI dalam Pendidikan Agama Islam juga berkontribusi terhadap penguatan literasi digital. Kemampuan menggunakan teknologi secara bijaksana merupakan salah satu kompetensi yang diperlukan pada abad Melalui integrasi AI dalam pembelajaran, peserta didik dapat belajar memanfaatkan teknologi untuk memperoleh pengetahuan, menyelesaikan masalah, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Dalam perspektif Islam, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi merupakan bagian dari upaya memanfaatkan akal yang dianugerahkan Allah Swt. untuk kemaslahatan umat manusia. Peluang lain yang tidak kalah penting adalah kemampuan AI dalam mendukung pembelajaran sepanjang hayat . ifelong learnin. Pendidikan Islam pada hakikatnya tidak terbatas pada lingkungan sekolah, tetapi berlangsung sepanjang kehidupan manusia. Dengan adanya berbagai platform pembelajaran berbasis AI, peserta didik maupun masyarakat dapat terus memperbarui pengetahuan keagamaannya sesuai perkembangan zaman tanpa harus terikat pada sistem pendidikan formal. Hal ini sejalan dengan prinsip Islam yang mendorong umatnya untuk senantiasa menuntut ilmu sejak lahir hingga akhir hayat. Berdasarkan uraian tersebut dapat dipahami bahwa Artificial Intelligence memiliki berbagai peluang strategis dalam mendukung transformasi Pendidikan Agama Islam. Pemanfaatan teknologi ini dapat meningkatkan akses terhadap sumber belajar, mendukung personalisasi pembelajaran, memperkaya media pembelajaran, meningkatkan efisiensi UNESCO. Guidance for Generative AI in Education and Research (Paris: UNESCO, 2. , h. 22Ae26. Ahmad AthoAoul Karim. AuIntegration of AI Tools in Islamic Education Curriculum Development Management: Challenges and Opportunities,Ay Journal of Loomingulisus ja Innovatsioon. Vol. No. 3, 2024. DOI: https://doi. org/10. 70177/innovatsioon. Ta'lim al-Muta'allim. Ta'lim al-Muta'allim (Beirut: Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah, 2. , h. 7Ae10. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 kerja pendidik, memperkuat literasi digital, serta mendukung pembelajaran sepanjang hayat. Namun demikian, pemanfaatan AI tetap memerlukan pengelolaan yang bijaksana agar teknologi berfungsi sebagai sarana pendukung pendidikan dan tidak menggeser tujuan utama Pendidikan Agama Islam dalam membentuk manusia yang beriman, berilmu, dan berakhlak Tantangan Implementasi Artificial Intelligence dalam Pendidikan Agama Islam Meskipun Artificial Intelligence (AI) menawarkan berbagai peluang dalam pengembangan pendidikan, implementasinya dalam Pendidikan Agama Islam juga menghadirkan sejumlah tantangan yang perlu mendapatkan perhatian serius. Tantangan tersebut tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis penggunaan teknologi, tetapi juga menyangkut persoalan pedagogis, etis, sosial, dan spiritual yang menjadi karakteristik utama pendidikan Islam. Oleh karena itu, pemanfaatan AI dalam Pendidikan Agama Islam perlu dilakukan secara hati-hati agar tidak menggeser tujuan pendidikan yang sesungguhnya, yaitu pembentukan manusia yang beriman, bertakwa, berilmu, dan berakhlak mulia. Salah satu tantangan utama adalah munculnya ketergantungan peserta didik terhadap teknologi AI dalam proses belajar. Berbagai aplikasi berbasis AI mampu menyediakan jawaban secara cepat terhadap berbagai pertanyaan akademik yang diajukan pengguna. Kemudahan tersebut berpotensi mengurangi motivasi peserta didik untuk melakukan proses pencarian, analisis, dan refleksi secara mandiri. Apabila tidak diimbangi dengan penguatan kemampuan berpikir kritis, peserta didik dapat menjadi pasif dan Wayne Holmes. Maya Bialik, dan Charles Fadel. Artificial Intelligence in Education: Promises and Implications for Teaching and Learning (Boston: Center for Curriculum Redesign, 2. , h. 35Ae42. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 hanya bergantung pada informasi yang dihasilkan oleh sistem AI tanpa melakukan verifikasi terhadap kebenarannya. Tantangan berikutnya berkaitan dengan validitas dan akurasi informasi keagamaan. Sistem Artificial Intelligence bekerja berdasarkan data yang tersedia dalam basis datanya sehingga tidak selalu mampu membedakan secara tepat antara informasi yang sahih dan yang tidak sahih. Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, kesalahan informasi dapat berdampak serius karena berkaitan dengan pemahaman ajaran agama. Oleh sebab itu, penggunaan AI sebagai sumber pembelajaran harus tetap berada di bawah bimbingan pendidik yang memiliki kompetensi keilmuan yang memadai sehingga informasi yang diperoleh peserta didik dapat diverifikasi berdasarkan sumbersumber Islam yang otoritatif. Persoalan etika juga menjadi tantangan penting dalam implementasi AI pada Pendidikan Agama Islam. Kemampuan AI menghasilkan teks, gambar, maupun berbagai bentuk konten secara otomatis dapat menimbulkan permasalahan terkait integritas akademik. Tidak sedikit peserta didik yang menggunakan teknologi AI untuk menyelesaikan tugas tanpa melalui proses pembelajaran yang sesungguhnya. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan kejujuran akademik, tanggung jawab belajar, dan etos keilmuan yang selama ini menjadi bagian penting dalam tradisi pendidikan Islam. Padahal Islam sangat menekankan nilai kejujuran . dan amanah dalam setiap aktivitas, termasuk dalam proses menuntut ilmu. Tantangan lainnya adalah potensi berkurangnya interaksi humanis antara pendidik dan peserta didik. Pendidikan Agama Islam pada hakikatnya UNESCO. Guidance for Generative AI in Education and Research (Paris: UNESCO, 2. , h. 14Ae19. Rifah. Mohammad Jailani, dan Miftachul Huda. AuArtificial Intelligence (AI): An Opportunity and Challenge for Achieving Success in Islamic Education in the Era of Digital Transformation,Ay Suhuf: International Journal of Islamic Studies. Vol. No. 2, 2024. DOI: https://doi. org/10. 23917/suhuf. Arif Khoiruddin dan Izuli Dzulkifli. AuIntegrating Artificial Intelligence in Islamic Education: Ethical. Pedagogical, and Sustainability Perspectives,Ay Intiha: Islamic Education Journal. Vol. No. 1, 2025. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 bukan sekadar proses transfer pengetahuan, melainkan juga proses pembentukan karakter melalui keteladanan . swah hasana. , pembiasaan, dan interaksi sosial yang berkelanjutan. Kehadiran teknologi AI tidak dapat menggantikan peran pendidik sebagai pembimbing spiritual, pembentuk karakter, dan teladan moral bagi peserta didik. Oleh karena itu, penggunaan AI harus diposisikan sebagai alat bantu pembelajaran, bukan sebagai pengganti peran guru dalam pendidikan Islam. Selain itu, masih terdapat tantangan berupa kesenjangan literasi digital di kalangan pendidik dan peserta didik. Tidak semua lembaga pendidikan memiliki fasilitas teknologi yang memadai maupun sumber daya manusia yang mampu memanfaatkan AI secara optimal. Perbedaan tingkat penguasaan teknologi dapat menyebabkan ketimpangan dalam proses pembelajaran dan menghambat efektivitas implementasi AI. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi digital pendidik menjadi kebutuhan yang mendesak agar transformasi pendidikan berbasis teknologi dapat berjalan secara efektif. Permasalahan keamanan dan privasi data juga menjadi perhatian dalam pemanfaatan Artificial Intelligence. Sebagian besar platform AI memerlukan akses terhadap data pengguna untuk meningkatkan kualitas layanan yang diberikan. Kondisi ini berpotensi menimbulkan risiko penyalahgunaan data apabila tidak disertai dengan sistem perlindungan yang Dalam perspektif Islam, menjaga hak-hak individu dan melindungi informasi pribadi merupakan bagian dari prinsip menjaga kemaslahatan . ife al-maslaua. yang harus diperhatikan dalam setiap pemanfaatan teknologi. Di samping itu, perkembangan AI juga menimbulkan tantangan dalam menjaga keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai-nilai keislaman. Abuddin Nata. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Kencana, 2. , h. 165Ae172. Ahmad AthoAoul Karim. AuIntegration of AI Tools in Islamic Education Curriculum Development Management: Challenges and Opportunities,Ay Journal of Loomingulisus ja Innovatsioon. Vol. No. 3, 2024. DOI: https://doi. org/10. 70177/innovatsioon. Kaska Porayska-Pomsta. Wayne Holmes, dan Selena Nemorin. The Ethics of AI in Education (London: University College London, 2. , h. 41Ae47. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 Kemudahan akses informasi yang diberikan oleh AI dapat membawa dampak positif, tetapi juga dapat membuka peluang masuknya berbagai informasi yang tidak sesuai dengan ajaran Islam. Oleh karena itu. Pendidikan Agama Islam memiliki peran strategis dalam membekali peserta didik dengan kemampuan literasi digital yang berlandaskan nilai-nilai keislaman sehingga mereka mampu menyaring, menganalisis, dan memanfaatkan informasi secara bijaksana. Berdasarkan uraian tersebut, dapat dipahami bahwa implementasi Artificial Intelligence dalam Pendidikan Agama Islam menghadirkan berbagai tantangan yang meliputi ketergantungan teknologi, validitas informasi kesenjangan literasi digital, keamanan data, dan penguatan nilai-nilai Tantangan-tantangan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan transformasi Pendidikan Agama Islam di era Artificial Intelligence tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan lembaga pendidikan, pendidik, dan peserta didik dalam memanfaatkannya secara kritis, etis, dan bertanggung jawab. Strategi Implementasi Artificial Intelligence dalam Pendidikan Agama Islam Transformasi Pendidikan Agama Islam di era Artificial Intelligence tidak cukup hanya dilakukan dengan mengadopsi teknologi ke dalam proses Transformasi tersebut harus disertai dengan strategi yang terencana, sistematis, dan berorientasi pada tujuan pendidikan Islam. Artificial Intelligence perlu diposisikan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sebagai tujuan utama pendidikan. Oleh karena itu, implementasi AI dalam Pendidikan Agama Islam harus tetap Mahmudulhassan. Muthoifin, dan Sazirul Begum. AuArtificial Intelligence in Multicultural Islamic Education: Opportunities. Challenges, and Ethical Considerations,Ay Solo Universal Journal of Islamic Education and Multiculturalism. Vol. No. 1, 2024. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 berlandaskan pada prinsip-prinsip keislaman, kebutuhan peserta didik, serta perkembangan teknologi yang berlangsung secara dinamis. Strategi pertama yang perlu dilakukan adalah penguatan kompetensi digital pendidik Pendidikan Agama Islam. Keberhasilan implementasi AI mengoperasikan, dan memanfaatkan teknologi secara tepat. Pendidik tidak hanya dituntut menguasai materi keagamaan, tetapi juga memiliki literasi digital yang memadai agar mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam proses pembelajaran secara efektif. Penguatan kompetensi tersebut dapat pengembangan profesional berkelanjutan yang berfokus pada pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pendidikan. Strategi kedua adalah pengembangan kurikulum Pendidikan Agama Islam yang adaptif terhadap perkembangan teknologi. Kurikulum perlu dirancang tidak hanya untuk membekali peserta didik dengan pengetahuan keagamaan, tetapi juga kemampuan literasi digital, berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, dan pemecahan masalah. Integrasi AI dalam kurikulum dapat dilakukan melalui pengembangan materi pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi serta penanaman nilai-nilai etika dalam penggunaan teknologi digital. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga memahami tanggung jawab moral dalam Strategi ketiga adalah penguatan pendidikan karakter dan etika digital berbasis nilai-nilai Islam. Kehadiran Artificial Intelligence memberikan UNESCO. Guidance for Generative AI in Education and Research (Paris: UNESCO, 2. , h. 7Ae12. Ahmad AthoAoul Karim. AuIntegration of AI Tools in Islamic Education Curriculum Development Management: Challenges and Opportunities,Ay Journal of Loomingulisus ja Innovatsioon. Vol. No. 3, 2024. DOI: https://doi. org/10. 70177/innovatsioon. Arif Khoiruddin dan Izuli Dzulkifli. AuIntegrating Artificial Intelligence in Islamic Education: Ethical. Pedagogical, and Sustainability Perspectives,Ay Intiha: Islamic Education Journal. Vol. No. 1, 2025. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 kemudahan dalam memperoleh informasi dan menyelesaikan berbagai tugas Namun kemudahan tersebut juga dapat menimbulkan perilaku yang bertentangan dengan prinsip kejujuran dan tanggung jawab apabila tidak diimbangi dengan pembinaan karakter yang kuat. Oleh karena itu. Pendidikan Agama Islam perlu menanamkan nilai-nilai seperti kejujuran . , amanah, tanggung jawab, disiplin, dan sikap kritis dalam penggunaan teknologi. Nilainilai tersebut menjadi fondasi penting agar peserta didik mampu memanfaatkan AI secara etis dan bertanggung jawab. Strategi keempat adalah pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai media pembelajaran yang mendukung pembelajaran aktif . ctive learnin. AI sebaiknya digunakan untuk membantu peserta didik mengeksplorasi mengembangkan kreativitas, bukan sekadar memperoleh jawaban secara Dalam konteks Pendidikan Agama Islam, teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk membantu analisis ayat Al-QurAoan, pencarian hadis, kajian sejarah Islam, simulasi pembelajaran, maupun pengembangan media pembelajaran interaktif yang dapat meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar. Strategi kelima adalah penguatan sistem pengawasan dan evaluasi penggunaan AI dalam lingkungan pendidikan. Lembaga pendidikan perlu menyusun pedoman dan kebijakan yang jelas mengenai penggunaan Artificial Intelligence dalam proses pembelajaran. Kebijakan tersebut mencakup aspek etika penggunaan teknologi, perlindungan data pribadi, integritas akademik, serta batasan-batasan penggunaan AI dalam penyelesaian tugas akademik. Abuddin Nata. Ilmu Pendidikan Islam (Jakarta: Kencana, 2. , h. 195Ae201. Rifah. Mohammad Jailani, dan Miftachul Huda. AuArtificial Intelligence (AI): An Opportunity and Challenge for Achieving Success in Islamic Education in the Era of Digital Transformation,Ay Suhuf: International Journal of Islamic Studies. Vol. No. 2, 2024. DOI: https://doi. org/10. 23917/suhuf. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 Dengan adanya regulasi yang jelas, pemanfaatan AI dapat dilakukan secara lebih terarah dan bertanggung jawab. Strategi keenam adalah membangun kolaborasi antara lembaga pendidikan, keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam mengawal pemanfaatan Artificial Intelligence. Transformasi pendidikan tidak dapat dilakukan hanya oleh sekolah atau madrasah, tetapi memerlukan dukungan berbagai pihak. Orang tua memiliki peran penting dalam mengawasi penggunaan teknologi oleh peserta didik di lingkungan keluarga, sedangkan pemerintah berperan dalam menyediakan kebijakan, infrastruktur, dan program pengembangan kompetensi yang mendukung implementasi AI dalam Kolaborasi tersebut akan menciptakan ekosistem pendidikan yang mampu memanfaatkan teknologi secara optimal tanpa mengabaikan nilai-nilai moral dan sosial. Strategi ketujuh adalah mengembangkan model pembelajaran berbasis human-centered artificial intelligence. Pendekatan ini menempatkan manusia sebagai pusat dalam pemanfaatan teknologi sehingga AI berfungsi sebagai alat bantu yang memperkuat peran pendidik dan peserta didik, bukan Dalam Pendidikan Agama Islam, pendekatan ini sangat penting karena proses pendidikan tidak hanya bertujuan menghasilkan peserta didik yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual, kematangan emosional, dan keluhuran akhlak. Oleh karena itu, penggunaan AI harus tetap berada di bawah kendali manusia dan diarahkan untuk mendukung pencapaian tujuan pendidikan Islam secara menyeluruh. Berdasarkan Artificial Intelligence dalam Pendidikan Agama Islam dapat dilakukan melalui UNESCO. Guidance for Generative AI in Education and Research (Paris: UNESCO, 2. , h. 28Ae34. Kementerian Agama Republik Indonesia. Peta Jalan Transformasi Digital Pendidikan Islam 2024Ae2029 (Jakarta: Kementerian Agama RI, 2. Wayne Holmes. Maya Bialik, dan Charles Fadel. Artificial Intelligence in Education: Promises and Implications for Teaching and Learning (Boston: Center for Curriculum Redesign, 2. , h. 61Ae67. Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 penguatan kompetensi digital pendidik, pengembangan kurikulum adaptif, penguatan pendidikan karakter dan etika digital, pemanfaatan AI sebagai media pembelajaran aktif, penyusunan regulasi penggunaan AI, penguatan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, serta penerapan pendekatan human-centered artificial intelligence. Strategi-strategi tersebut diharapkan Artificial Intelligence mendukung transformasi Pendidikan Agama Islam tanpa menghilangkan nilai-nilai keislaman yang menjadi fondasi utama pendidikan. Berdasarkan Artificial Intelligence merupakan inovasi teknologi yang menghadirkan peluang besar bagi transformasi Pendidikan Agama Islam melalui peningkatan akses sumber belajar, personalisasi pembelajaran, penguatan literasi digital, dan efisiensi proses pendidikan. Namun demikian, implementasi AI juga menghadirkan berbagai tantangan berupa ketergantungan teknologi, persoalan etika, berkurangnya interaksi humanis dalam pendidikan. Oleh karena itu, pemanfaatan AI dalam Pendidikan Agama Islam harus dilakukan melalui strategi yang terencana dan berlandaskan nilai-nilai Islam sehingga teknologi dapat berfungsi sebagai instrumen pendukung dalam mewujudkan tujuan pendidikan Islam yang holistik. PENUTUP Transformasi Pendidikan Agama Islam di era Artificial Intelligence merupakan suatu keniscayaan yang tidak dapat dihindari seiring dengan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Kehadiran Artificial Intelligence memberikan berbagai peluang bagi pengembangan Pendidikan Agama Islam, antara lain meningkatkan akses terhadap sumber-sumber keilmuan Islam, mendukung personalisasi pembelajaran, memperkaya media pembelajaran yang interaktif, meningkatkan efisiensi kerja pendidik, memperkuat literasi digital Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 peserta didik, serta mendukung pembelajaran sepanjang hayat. Di sisi lain, implementasi Artificial Intelligence dalam Pendidikan Agama Islam juga menghadirkan berbagai tantangan yang perlu diantisipasi secara serius. Tantangan tersebut meliputi potensi ketergantungan terhadap teknologi, validitas informasi keagamaan, persoalan etika dan integritas akademik, berkurangnya interaksi humanis antara pendidik dan peserta didik, kesenjangan literasi digital, serta keamanan dan privasi data. Oleh karena itu, pemanfaatan Artificial Intelligence harus dilakukan secara kritis, etis, dan bertanggung jawab agar tetap sejalan dengan tujuan Pendidikan Agama Islam. Berdasarkan hasil kajian, implementasi Artificial Intelligence dalam Pendidikan Agama Islam perlu dilakukan melalui berbagai strategi yang terintegrasi, meliputi penguatan kompetensi digital pendidik, pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, penguatan pendidikan karakter dan etika digital berbasis nilai-nilai Islam, pemanfaatan Artificial Intelligence sebagai media pembelajaran aktif, penyusunan regulasi penggunaan teknologi yang jelas, penguatan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan, serta penerapan pendekatan human-centered artificial intelligence. Melalui strategi tersebut. Artificial Intelligence dapat dimanfaatkan sebagai sarana pendukung pendidikan yang mampu membantu tercapainya tujuan Pendidikan Agama Islam dalam membentuk peserta didik yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Rekomendasi Lembaga pendidikan Islam perlu mengembangkan kebijakan dan pedoman yang jelas pemanfaatan Artificial Intelligence dalam pembelajaran agar penggunaannya tetap selaras dengan tujuan Pendidikan Agama Islam. Selain itu, peningkatan kompetensi digital pendidik dan literasi digital peserta didik perlu menjadi prioritas dalam menghadapi perkembangan teknologi yang terus berubah. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan model implementasi Artificial Intelligence yang lebih aplikatif pada berbagai Jurnal Misbahul UlJum (Jurnal Institus. V o l u m e 8 . N o . 1 Juli 2 0 2 6 h. 54- 77 . P- ISSN : 2656-6710 E-ISSN : 2745-9128 Jurnal Misbahul Ulum (Jurnal Institus. Volume 08. No. 1 Juli 2026 h. 54Ae77 jenjang pendidikan Islam sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan penguatan karakter peserta didik di era digital. DAFTAR PUSTAKA